Anda di halaman 1dari 2

Titrasi Potensiometri

Tujuan :

1. Menentukan konsentrasi NaOH hasil standarisasi


2. Menentukkan konsentrasi HCl hasil standarisasi
3. Menentukkan titik ekivalen dari kurva yang diperoleh
4. Menentukan massa Na dari Na2CO3
5. Menentukan kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dari hasil percobaan

Pembahasan

Potensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel dari
suatu sel elektrokimia. Pada potensiometri mempelajari hubungan antara konsentrasi dengan
potensial. Metode ini digunakan untuk mengukur potensial, PH suatu larutan, menentukkan titik
akhir titrasi dan menentukkan konsentrasi ion-ion tertentu dengan menggunakan elektroda
selektif ion .Salah satu pemakaian potensimetri yang paling penting adalah untuk mrngukur PH
larutan berair. Potensial sel yang terukur sebanding dengan PH larutan.

Dalam percobaan kali ini kita akan menentukan kadar NaHCO3 dan Na2CO3 melalui
titrasi potensiometri. Natrium karbonat atau hidrogen karbonat atau asam karbonat merupakan
bahan kimia berbentuk kristal berwarna putih yang larut dalam air. Natrium hidroksida pada
umumnya terkontaminasi oleh natrium karbonat sedangkan natrium karbonat dan natrium
bikarbonat sering terjadi bersama-sama. Senyawa ini termasuk garam , atau sering disebut
backing soda. Natrium bikarbonat larut dalam air .

Prinsip kerja potensiometri adalah beda potensial dari suatu sistem diukur tanpa adanya
aliran listrik dalam sistem tersebut. Nilai beda potensial yang diukur diperoleh dari perbedaan
dua buah elektroda yang digunakan. Elektroda yang dimasukkan kedalam larutan akan
mengalami pemisahan muatan yang berada dielektroda dan dilarutan, adanya perbedaan ini yang
menyebabkan timbulnya potensial.

Sebelum kita masuk pada tahap perlakuan terhadap sampel, terlebih dahulu dilakukan
beberapa pembuatan larutan yang nantinya akan digunakan, diantaranya yaitu pembuatan larutan
NaOH 0.1 M sebanyak 250 mL dengan cara ditimbang sebanyak 1 gram padatan NaOH yang
kemudian dilarutkan dalam 250 ml aquadest dilabu takar dan terbentuk larutan NaOH 0,1 M
yang merupakan larutan tak berwarna. Selanjutnya yaitu pembuatan H2C2O4 .2H2O 0,1M
sebanyak 100ml dengan cara ditimbang sebanyak 1,26 gram serbuk H2C2O4 yang kemudian
dilarutkan dalam labutakar 100ml dan terbentuk larutan H2C2O4.2H2O tak berwarna. Kemudian
pembuatan larutan HCl ..

Setelah semua perlakuan diatas selesai kita masuk pada tahap pembakuan larutan .
larutan yang akan dibakukan dalam percobaan ini adalah larutan NaOH dan HCl. Karena kedua
larutan ini merupakan larutan baku sekunder yaitu larutan yang konsentrasinya ditentukan
dengan jalan pembakuan dengan larutan lain atau secara langsung tidak diketahui kadarnya dan
kestabilannya didalam proses penimbangan, pelarutan, dan penyimpanan. Jadi sebelum kita
mentitrasi larutan ini dengan sampel kita harus mengetahui terlebih dahulu konsentrasi NaOH
dan HCl terlebih dahulu dengan jalan titrasi. Titrasi dilakukan untuk menetapkan kemolaran
suatu larutan lain yang telah diketahui secara pasti kemolarannya. Larutan pentiter ini disebut
larutan standar primer. Ketepatan (akurasi) dari konsentrasi larutan yang dititer salah satunya
bergantung pada ketepatan dari kemolaran larutan standar primer. Pada percobaan ini NaOH
akan distandarisasi oleh larutan H2C2O4.2H2O yang pembakuannya dilakukan dengan
cara.kemudian Larutan standar NaOH ini akan digunakan untuk membakukan larutan HCl
yang mana proses pembakuannya dilakukan dengan cara