Anda di halaman 1dari 5

Analisis Air (Air Bak, Air Laut, dan Air dalam Bejana) dan Analisis pada

Tanah ( Tanah Kebun, Tanah Pekarangan Rumah, dan Tanah Pinggir Jalan)
dengan Metode Spektroskopi UV-VIS sebagai Kimia Aplikatif dalam
Perspektif Islam

Nida Nadhifah
1137040051
Pada percobaan kali ini yaitu mengenai analisis air (air bak, air laut, dan air dalam
bejana) dan analisis pada tanah ( tanah kebun, tanah pekarangan rumah, dan tanah pinggir jalan)
dengan metode spektroskopi UV-VIS sebagai kimia aplikatif dalam perspektif islam. Tujuan dari
percobaan ini yaitu menganalisis macam-mavam sampel air ( air dalam bak, air laut,dan air
dalam bejana) sebagai contoh penerapan kimia anorganik dalam praktik ajaran islam dengan
metode spektroskopi UV-VIS, melakukan pengukuran absorbansi pada sampel air dengan
menggunakan aquades sebagai blanko dengan metode spektroskopi UV-VIS, menganalisi
macam-macam sampel tanah( tanah kebun, tanah pekarangan rumah, dan tanah pinggir jalan )
sebagai contoh penerapan kimia anorganik dalam praktik ajaran islam dengan metode
spektroskopi UV-VIS, melakukan pengukuran absorbansi pada sampel tanah dengan
menggunakan larutan NaCl sebagai blanko dengan metode spektroskopi UV-VIS.

Dalam islam berwudhu dan mandi besar digunakan air bersih. Ini karena air merupakan
suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia
lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul
organic. Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya
kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik untuk
melakukan replikasi. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah
bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi.
Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen.
Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Al-Ghazali (2003: 43) mengemukakan bahwa ketika bersuci, hendaknya seseorang


memikirkan
beningnya air, kelembutan, daya menyucikan, dan daya membersihkannya, karena sesungguhnya
Allah menjadikan air sebagai berkah (manfaat). Tercantum dalam Alquran surat Qaf ayat 9,
Allah berfirman: dan Kami (Allah) menurunkan dari langit air yang banyak manfaatnya. (QS.
50: 9). Lebih lanjut Al-Ghazali menerangkan, ketika seseorang membasuh organ-organ yang
telah ditetapkan untuk dibersihkan agar selalu mengingat Allah, sebagaimana perkataannya:
Hendaklah kesucianmu bersama Allah, bagaikan air yang bening. Basuhlah wajah hatimu dari
melihat selain Allah. Basuhlah tanganmu dari meminta pertolongan kepada selain Dia.
Basuhlah kedua kakimu dari pergi karena selain Dia. Dan pujilah Allah atas agama-Nya yang
diilhamkan kepadamu. (Al-Ghazali, 2003: 43).
Dalam kajian ilmu fikih dikenal sebagai air mutlak yaitu air yang suci dan dapat
digunakan untuk bersuci serta untuk mencuci. Seperti untuk berwudhu, mandi dan
membersihkan dari najis, contohnya adalah air laut. Nabi SAW pernah ditanyakan mengenai air
laut, beliau menjawab: air laut tersebut thohur( suci lagi mensucikan), bahkan bangkainya pun
halal. Kandungan air laut dapat bermanfaat untuk manusia karena air laut banyak mengandug
garam-garam yang dapat bermanfaat bagi kesehatan, kandungannya antara lain klorida 55%,
magnesium 4%, sulfat 8%, natrium 31%, potassium 1%, kalsium 1%.
Sedangkan air bejana dihukumi sebagai air mustamal, mustamal ini adalah air sisa yang
mengenai badan manusia karena telah digunakan untuk wudhu atau mandi. Air mustamal disini
maksudnya bukanlah air yang sengaja ditampung dari bekas mandi atau wudhu. Tetapi adalah
percikan air wudhu atai air mandian yang bercampur dengan air dalam bejana. Dalam beberapa
ungkapan hadis, air mustamal tidaklah najis, sehingga penggunaannya adalah sah. Dalam air
mck yg didiamkan selama 2 minggu itu mengandung logam besi didalamnya karena sumbernya
sama dari dalam tanah. Sampel sampel air tersebut diuji untuk mengetahui air mana saja yang
baik untuk bersuci.
Semua sampel air masing-masing dimasukkan ke dalam botol dan disimpan dalam
freezer kemudian 4 jam sebelum praktikum di cairkan pada suhu ruang, tujuannya agar sampel
yang akan diuji tidak terkontaminasi lagi. Kemudian diukur absorbansinya menggunakan
instrument spektrofotometer. Dalam percobaan ini digunakan akuades sebagai larutan blanko.
Penggunaan spektrofotometer ini sesuai dengan prinsipnya, yaitu mengubah cahaya polikromatik
menjadi monokromatik yang kemudian didispersi dan diteruskan ke kuvet masuk ke dalam
partikel yang ada dalam larutan yang selanjutnya diserap amplifier dan terdeteksi oleh detector
kemudian terbaca di monitor. Pengukuran absorbansi ini untuk menentukan sampel air mana
yang lebih baik digunakan untuk bersuci karena semakin kecil nilai absorbansinya bisa dipakai
untuk bersuci karena tidak terjadi penyerapan dari zat yang terkandung dalam sampel dengan
kata lain bersih dari pengotor. energi dari sinar UV-Vis digunakan untuk mendorong
perpindahan elektron dari orbital ikatan atau orbital non-ikatan ke salah satu orbital anti-ikatan
yang kosong. Setelah itu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 400-600 nm dengan
spektrofotometer UV-VIS.
Berdasarkan hasil dari grafik, dapat diketahui bahwa sampel air sumur memiliki regersi
paling kecil, hal ini menunjukkan bahwa sampel tersebut memiliki kandungan logam terkecil dan
merupakan sampel paling baik untuk diigunakan dalam berwudhu.

Percobaan yang kedua adalah perlakuan pada sampel tanah. Tanah adalah bagian
permukaan bumi yang terdiri dari pada mineral dan bahan organik. Tanah digunakan sebagai alat
pembersih karena tanah memiliki sifat sebagai zat adsorben. Ini karena tanah memiliki
kandungan karbon yang teraktifkan dengan pemanasan dalam oven (pemanasan dalam oven juga
untuk menghilangkan at pengotor yang atsiri). Padatan dalam tanah meliputi 50% masa
keseluruhan tanah, 45% dari zat anorganik, dan 5% zat organic. Sisanya diisi oleh 25% udara
dan 25% air. Dari semuanya itu nampaklah bahwa tanahlah yang mengandung semua komponen
kehidupan karena terdapat pula udara dan air dalam jumlah yang tidak dapat diabaikan. Tanah
telah memunculkan berbagai kehidupan yaitu tumbuhan hewan dan juga manusia. Manusia
diciptakan dari tanah yang kemudian ditunjuk sebagai khalifah-Nya di atas tanah ini (bumi).
Sebagaimana yang telah di cantumkan dalam alquran

dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (adam) dari tanah liat kering (yang
berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS. 15:26)

Dalam aturan Islam, untuk bersuci air lebih baik dari tanah. Ketika ada air, tidak boleh
bersuci dengan tanah. Dan tanah digunakan ketika air tiada. Tapi pada bersuci untuk najis berat,
keduanya digunakan; menyucikan bejana dari jilatan anjing. Dicuci tujuh kali, salah satunya
menggunakan tanah.
Sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini yaitu tanah kebun, tanah pekarangan
rumah serta tanah pinggir jalan. Preparasi sampel yang dilakukan untuk semua tanah yaitu tanah
dibagi menjadi 3 bagian, bagian pertama tanah ditambah dengan akuades dan disimpan selama
semalam kemudian dioven pada suhu 105oC semalam. Bagian kedua sama seperti bagian
pertama akan tetapi pengovenan dilanjutkan pada suhu 220oC semalam. Sedangkan bagian ketiga
yaitu tanah disimpan dalam freezer. Perbedaan tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh
perubahan suhu dalam proses penyerapan yang dilakukan tanah. Selanjutnya sampel tanah
diambil sebanyak 5 gram dan ditambahkan dengan larutan probiotik dan larutan NaCl.
Campuran probiotik dan garam ini untuk pembuatan larutan yang mengandung bakteri
(campuran yg diserap). Prebiotik merupakan minuman yang berisi bakteri yang baik. Dalam
islam salah satu aplikasi tanah yang digunakan ketika seseorang terkena air liur anjing yang
mengandung banyak sekali bakteri, yang dapat diadsorbsi oleh tanah ini karena kandungan sel
bakteri terdiri dari dinding sel yang beratnya mencapai 40% berat kering sel bakteri. Kemudian
diukur absorbansinya pada panjang gelombang 400-600 nm dengan spektrofotometer UV-VIS.

Kesimpulan:
Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa
1. Tanah mengandung karbon sebagai zat pengadsorbsi yang teraktifkan dengan pemanasan.
2. Beberapa kandungan bakteri ialah protein dan lemak yang dapat menjadi indikasi
kuantitas bakteri dalam larutan.
3. Air sebagai zat pembersih karena dapat melarutkan zat-zat tertentu seperti garam-garam,
gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
4. Absorbansi dari air bak (MCK), air bejana, dan air laut masing-masing adalah 0,5398;
0,8532 dan 0,9299
5. Absorbansi dari campuran larutan probiotik dan NaCl dari sampel tanah pekarangan,
tanah pinggir jalan, dan tanah kebun pada suhu freezer , 105C dan 220C masing-
masing adalah.0,968; 0,9566;0,9123, 0,136;0,9691;0,2487 , 0,9789;0,9693;0,8864.
Daftar Pustaka

Al-Ghazali. (1996). Ihya Ulumuddin. Terjemahan M. Abdai Tathomy. Bandung:


Diponegoro.

Cotton, Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-Press.

Kasam, Andik Y., dan Titin S., 2005, Penurunan COD (Chemical Oxygen Demand)
Dalam Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Filter Karbon Aktif Arang Tempurung
Kelapa, Jurnal Logika, Vol. 2, No. 2, ISSN : 1410 2315, Jakarta.
Saito, Taro. 1996. Kimia Anorganik Versi Bahasa Indonesia Terjemahan. Iwamani
Shouten: Tokyo
Suhendar, Dede .2013 .kimia anorganik III. Bandung: UIN SGD.
Svehla, G. 1979. Vogel: Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. . Jakarta:
PT. Media Kalman Pustaka
T. Ibrahim dan Darsono, Penerapan Fikih (Solo:PT. Tiga Serangkai Mandiri, 2004), hal1.