Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH PROPELLER HALAMAN 42-45

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Propeller pada Semester III yang
dibina oleh Bapak Nurhadi, S.PD., SST., M.T.

TUGAS KE 3

Disusun Oleh:

Addien Ilham Madini


1631210164
Dimaz Syagaf Mahbullah
1631210153

PROGRAM STUDI D-II GMF (2AP)


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
OKTOBER, 2017
Asymmetric Effect Efek Asymmetric (P-factor)
In general, the axis of the propeller will be inclined Secara umum, poros baling-baling akan miring ke
upwards to the direction of flight due to the angle of atas karena sudut serangan pesawat terbang.
attack of the aircraft

This causes the downward moving blade to have Hal ini menyebabkan pisau bergerak ke bawah
greater effective angle of attack than the upward memiliki sudut serang yang lebih efektif daripada
moving blade and therefore to develop a greater pisau bergerak ke atas dan menyebabkan dorongan
thrust. yang lebih besar.
the difference in thrust on the two sides of the
propeller disc causes a yawing moment. For a right- Perbedaan gaya dorong pada kedua sisi baling-baling
handed propeller in a nose-up attitude the yaw will be menyebabkan momen yawing. Untuk baling-baling
to the left. kanan dengan posisi nose-up, yaw akan ke kiri.

Slipstream Effect Efek Slipstream


in passing through the propeller, the air is accelerated Saat melewati baling-baling, udara dipercepat dan
and given velocity. The parts of the aircraft that are in diberi kecepatan. Bagian pesawat yang berada di
the propeller slipstream will therefore have higher daerah slipstream baling-baling akan memiliki
speed air passing over them than the parts outside the kecepatan udara yang lebih tinggi daripada bagian di
slipstream. The drag of the parts will therefore be luar slipstream. Oleh karena itu, hambatan bagian-
higher and the effective of any control surface in the bagiannya akan lebih tinggi dan efektifitas kontrol
slipstream will be greater. The rotation given to the akan lebih besar. Rotasi yang diberikan ke slipstream
slipstream will cause it to meet the fin at an angle and akan menyebabkan slipstream menuju fin sehingga
so cause a yawing moment. menyebabkan momen yawing.

This effect may be corrected by offsetting the fin or Efek ini bisa diperbaiki dengan mengimbangi fin atau
trimming the rudder. The amount of rotation given to trim ruddernya. Jumlah rotasi udara bergantung pada
the air will depend on the torque of the propeller and torsi baling-baling sehingga momen yawing akan
so the yawing moment will depend on the power tergantung pada pengaturan daya.
setting.
Torque reaction Reaksi Torsi
In rotating the propeller against the resistance of the Saat memutar baling-baling melawan arah udara,
air, reaction is produced which tries to rotate the reaksi yang dihasilkan akan cenderung memutar
aircraft in the opposite direction. For example, with a pesawat ke arah yang berlawanan. Misalnya dengan
right hand propeller, the aircraft will tend to roll to baling-baling kanan, pesawat akan cenderung
the left. This is described by newtons third law berguling ke kiri. Ini dijelaskan oleh gerakan hukum
motion. for every action there is an equal and ketiga newton. "Untuk setiap tindakan ada reaksi
opposite reaction. This tendency may be corrected yang sama dan berlawanan". Kecenderungan ini
by wash in on the down going wing and wash out dapat dikoreksi dengan wash in' di sayap bawah dan
on the up going wing. This method is not used on 'wash out' di sayap atas. Metode ini tidak digunakan
modern high performance aircraft. pada pesawat dengan performa yang tinggi.

Gyroscopic effect Efek Gyroscopic


a rotating propeller has the properties of gyro. If the baling-baling yang berputar memiliki sifat gyro. Jika
plane of rotation is changed, a moment will be bidang rotasi berubah, momen akan diproduksi pada
produced at right angles to the applied moment. For sudut kanan pada momen yang diterapkan. Misalnya,
example, if an aircraft with a right handed propeller jika sebuah pesawat dengan baling-baling kanan
is yawed to the right it will experience a nose down ditarik ke kanan, ia akan mengalami nose down saat
pitching moment due to the gyroscopic effect of the pitching karena efek gyroscopic pada baling-baling,
propeller, similarly, if the aircraft is pitched nose up, demikian pula jika pesawat terbang pada posisi nose
it will experience a yaw to the right. On most aircraft, up, akan cenderung yawing ke arah kanan. Pada
the gyroscopic effect are small and easily controlled. kebanyakan pesawat, efek gyroscopic kecil dan
The property of a gyroscope that is discussed above mudah dikendalikan. Sifat giroskop yang dibahas di
is known as precession , see figure 1.33. if a torque is atas dikenal sebagai presesi, lihat gambar 1.33. Jika
applied as shown the precession will occur as shown. torsi diterapkan seperti yang ditunjukkan presesi akan
Direction of precession can be determined by taking terjadi seperti yang ditunjukkan. Arah presesi dapat
the force causing the torque and rotating it through 90 ditentukan dengan mengambil gaya yang
degrees in the direction of rotation. menyebabkan torsi dan memutarnya melalui 90

sebuah pesawat traildragger bermesin satu dengan


A tail dragger single engine aircraft with a right-
baling baling kanan akan menyebabkan yawing
handed propeller will experience a yaw to the left as
kearah kiri sebagaimana tail mengangkat pada saat
the tail lifts on its takeoff run
lepas landas.