Anda di halaman 1dari 21

Katalis Homogen dan Katalis Asam Basa

Dec 27
MAKALAH KATALIS HOMOGEN DAN KATALIS ASAM BASA

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata

Kuliah Kimia Fisika 4 Semester V Tahun Ajaran 2013

Dosen Pengampu : Nanik Dwi Nurhayati,S.Si, M.Si

Disusun Oleh :

Nama Kelompok:

Dyah Ernawati (K3311021)

Dewi Septiani (K3311017)

Ery Fendy (K3311026)

Henny Rositawati (K3311036)

Humaira (K3311038)

Prodi/Kelas : Pend.Kimia/A
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-NYA, penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul Makalah Katalis Homogen dan Katalis Asam Basa. Makalah ini disusun
sebagai tugas mata kuliah Kimia Fisika 4.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah
ini, sehingga makalah dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauhdari
sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangundemi kesempurnaan
makalah ini.Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan menambah pengetahuan bagi para pembaca
dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Akhir kata, semoga makalah ini berguna bagi siapa saja yang membacanya.

Surakarta, 9 Desember 2013

Penulis

ABSTRAK

Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami
perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri (lihat pula katalisis). Katalis dapat dibedakan ke dalam dua
golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen adalah senyawa yang memiliki fase
sama dengan reaktan ketika reaksi kimia berlangsung. Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai
fasa sama dengan reaktan dan produk. Penggunaan katalis homogen ini mempunyai kelemahan yaitu:
mencemari lingkungan, dan tidak dapat digunakan kembali. Contoh Katalis Homogen : Katalis dan pereaksi
berwujud gas, dan katalis dan pereaksi berwujud cair. Sebagian besar reaksi katalis homogen adalah asam basa,
seperti halnya reaksi hidrolisis dari ester atau mutarotasi glukosa.

Katalis heterogen adalah katalis yang fasenya berbeda dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil
reaksi.Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support), karena pendukung katalis memiliki
kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan ruah yang optimal, dan kemampuan pelarutan fase aktif.
Dalam mempelajari katalis asam basa akan diketahui katalisator asam spesifik, katalisator basa spesifik,
katalisator asam umum dan katalisator basa umum.

KATALIS HOMOGEN DAN KATALIS ASAM BASA

Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami
perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri (lihat pula katalisis). Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi
bukan sebagai pereaksi ataupun produk.

Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat
perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi
yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis
heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya,
sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu
bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap.
Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. katan
atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.

KATALIS HOMOGEN

Katalis ini mempunyai kesamaan phase dengan reaktan dan persentuhannnya tak mempengaruhi laju reaksi,
keaddaan yang demikian disebut katalis homogen. Sebagai contoh :

Reaksi phase gas

CO + O2 CO2
Dengan adanya katalis NO2 maka prosesnya menjadi
CO + NO2 CO2 + NO
NO + O2 NO2

CO2 + O2 CO2
Iodin uap juga dikenal sebagai katalis sejumlah reaksi pirolisis zat organik, dekomposisi asetaldehid sebagai
reaksi berantai dengan proses sebagai berikut :

I2 2 I
I + CH3CHO CH3CO + HI

CH3CO CH3 + CO
I2 + CH3 CH3I + I
HI + CH3 CH4 + I
HI + CH3I CH4 + I2
Sehingga diperoleh laju reaksi dengan pendekatan steady state dari intermediet adalah

d(CH3CHO)/dt = k [I2]1/2[CH3CHO]
Mekanisme ini dapat dibandingkan mekanisme reaksi tanpa katalis yang telah diterangkan pada bab sebelum
ini (dikti:79), katalis iodin diperoleh kembali diakhir reaksi.

Secara umum, katalis homogen adalah senyawa yang memiliki fase sama dengan reaktan ketika reaksi kimia
berlangsung. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu
perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang
memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan
katalisnya:

A + C AC (1)

B + AC AB + C (2)

Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga
untuk reaksi keseluruhannya menjadi,

A + B + C AB + C

katalis tidak termakan atau pun tercipta. Enzim adalah biokatalis.

Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai fasa sama dengan reaktan dan produk. Penggunaan katalis
homogen ini mempunyai kelemahan yaitu: mencemari lingkungan, dan tidak dapat digunakan kembali. Selain
itu katalis homogen juga umumnya hanya digunakan pada skala laboratorium ataupun industri bahan kimia
tertentu, sulit dilakukan secara komersil, oprasi pada fase cair dibatasi pada kondisi suhu dan tekanan, sehingga
peralatan lebih kompleks dan diperlukan pemisahan antara produk dan katalis. Contoh dari katalis homogen
yang biasanya banyak digunakan dalam produksi biodiesel, seperti basa (NaOH, KOH), asam (HCl, H2SO4).
Contoh Katalis Homogen :

1. Katalis dan pereaksi berwujud gas

1. Katalis dan pereaksi berwujud cair

Tipe Katalis

Katalis homogen Katalis homo-heterogen Katalis heterogen

Katalis asam/basa Biokatalis (enzim) Bulk katalis (alloy logam)

Kompleks logam transisi Fungsional nanopartikel Katalis yang diemban


Elemen Katalis Homogen

Elemen Katalis Homogen

Efektifitas

Pusat aktif
Semua atom yang memiliki reaktifitasKonsentrasi yang dibutuhkanRendahSelektifitasTinggiMasalah difusi

Secara praktis tak ada (kinetika mengendalikan jalannya reaksi)Kondisi reaksiLembut (50
200oC)PenggunaanTertentu/spesifikPotensi kehilangan aktifitas
Bereaksi kembali dengan produk (pembentukan klaster) dan keracunan

Sifat katalis

Struktur/stoikiometriMudah ditentukanKemungkinan modifikasiTinggiDaya tahan suhuRendahTehnik


pemisahan katalis

Seringkali rumit (distilasi, ekstraksi, dekomposisi kimiawi)

Suspensi, filtrasi (sistem slurry)Kemungkinan daur ulang katalisBisa dilakukan

Tidak perlu (fixed-bed)Potensi kehilangan katalisTinggi

KATALIS HETEROGEN

Katalis heterogeneous adalah katalisis terjadi dalam fase yang lebih dari satu, katalis dapat berupa padatan
dalam cairan atau padatan dalam gas. Sistem katalisis heterogen paling luas digunakan dalam bidang industri,
hal ini disebabkan sistem katalis heterogen memiliki beberapa keuntungan misalnya dapat digunakan pada suhu
tinggi sehingga dapat dioperasikan pada berbagai kondisi. Kemudian secara luas digunakan karena tidak
memerlukan tahap yang panjang untuk memisahkan produk dari katalis (Andriayani, 2005).

Katalisator heterogen dapat terjadi pada proses sintesis senyawa organik sehubungan dengan pertimbangan
ekonomi dan lingkungan. Katalisator heterogen umumnya lebih murah, kereaktifannya yang tinggi, ramah
lingkungan, dengan waktu reaksi yang tidak lama, selektivitas yang baik, penanganan sederhana, dan juga
menghemat energi (Shaterian, 2009).

Mayoritas dari katalis heterogen ini didasari pada silika, terutama sejak
beberapa riset menunjukkan keuntungan dari penggunaan silika, diantaranya kestabilan yang baik, luas
permukan yang lebih besar, mudah dan murah, serta kemudahan gugus organik dalam menjangkar ke
permukaan, untuk menyediakan pusat katalitis (Gupta et al 2008). Sementara NaHSO4.H2O adalah sistem
katalis asam heterogen yang aman, murah, mudah dalam penanganan dan ramah lingkungan serta stabil dalam
media reaksi. Shaterian et al (2008) telah menunjukkan bahwa NaHSO4.H2O adalah katalis yang efektif pada
beberapa reaksi organik seperti sintesis asil-diazene, reaksi Friedel-Craft dan deproteksi dari asetal. Chavan et al
(2008) mengungkapkan bahwa silika gel yang didukung dengan NaHSO4.H2O adalah sistem katalis heterogen
yang murah dan stabil yang dapat digunakan pada banyak reaksi organik dibawah kondisi heterogen. Sementara
Shaterian et al (2009) menggunakan katalis serupa pada sintesis senyawa amidoalkil naftol, dimana hasil yang
didapat/yield sebesar 73-93%, waktu reaksi yang singkat, tidak mencemari lingkungan, serta murah dan mudah
dalam penanganannya.

Beberapa contoh katalis heterogen dalam dunia industri

Reaksi Katalis

C4H10 Butena dan C4H6 (butadiena)


CH4 atau hidrokarbon lain + H2O CO + H2
C2H2 + 2H2 C2H6
Hidrocraking

CO + 2H2 CH3OHCr2O3 Al2O3


Ni support

Pd dalam Al2O3 atau padatan pendukung Ni-Sulfida.


Logam (seperti Pd) pada zeolit

Promotor ZnO dengan Cr2O3 atau promoter Cu1 ZnO dengan Cr2O3 atau Al2O3.
Mekanisme yang tepat dari katalis heterogen belum dimengerti secara sempurna. Walaupun demikian
tersedianya electron d dan orbital d pada atom-atom permukaan katalis memegang peranan penting. Oleh karena
itu aktifitas katalisis heterogen banyak dilakukan pada sejumlah besar unsur peralihan (transisi) dan senyawa
senyawanya.

Aktifitas katalis banyak dilakukan oleh sejumlah besar unsure peralihan (transisi) dan senyawa senyawanya.
Aktifitas katalisis banyak dilakukan oleh sejumlah besar unsure peralihan (transisi) dan senyawanya.
Tersedianya electron dan orbital d pada atom-atom permukaan katalis memegang peranan penting. Persyaratan
kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase gas atau larutan diadsorpsi kepermukaan katalis
(Fessenden,1986).

Mekanisme dari katalis padat dengan reaktan fasa gas, dimana terjadi pembentukan kompleks reaktan dengan
katalis setelah pembentukan produk adalah sebagai berikut :

1. Reaktan terbawa oleh aliran gas pembawa sampai kepermukaan luar partikel katalis.
2. Difusi reaktan dari permukaan luar masuk melalui pori dalam partikel katalis.
3. Reaktan diadsorpsi pada sisi aktif katalis sehingga menimbulkan energi adsorpsi
4. Reaksi pembentukan produk antara permukaan sampai terjadinya produk.
5. Produk didesorpsi dari katalis keluar melalui pori bagian partikel katalis.
6. Difusi produk menuju permukaan luar partikel katalis.
7. Produk mengikuti aliran gas pembawa.
Persyaratan kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase gas atau larutan diadsorpsi kepermukaan
katalis. Tidak semua atom atom permukaan sama efektifnya sebagai katalis, bagian yang efektif tersebut
disebut sisi aktif katalis. Pada dasarnya, katalis heterogen mencakup (1) adsorpsi pereaksi, (2) difusi pereaksi
sepanjang permukaan, (3) reaksi pada sisi aktif membentuk hasil reaksi yang diadsorpsi, dan (4) lepasnya
(desorpsi) hasil reaksi.

Contoh sederhana katalisis heterogen adalah katalis menyediakan suatu permukaan dimana pereaksi-pereaksi
(atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sehingga memadai
terbentuknya produk baru. Ikatan antara produk baru dan katalis lebih lemah sehingga akhirnya terlepas

Mekanisme katalisis heterogen :

1. Difusi molekul-molekul pereaksi menuju permukaan

2. Adsorpsi molekul-molekul pereaksi pada permukaan

3. Reaksi pada permukaan

4. Desorpsi hasil dari permukaan

5. Difusi hasil dari permukaan menuju badan sistem

Katalis Pendukung

Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support), karena pendukung katalis memiliki kekuatan
mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan ruah yang optimal, dan kemampuan pelarutan fase aktif.
Pendukung juga meningkatkan luas permukaan, memiliki pori serta ukuran partikel yang optimal, dan
peningkatan fungsi kimiawi seperti perbaikan aktivitas. Pemilihan pendukung didasarkan pada beberapa hal :

1. Keinertan
2. Sifat mekanik yang diinginkan, termasuk ketahanan terhadap kikisan, kekerasan dan ketahanan terhadap
tekanan.
3. Kestabilan pada kondisi reaksi dan regenerasi.
4. Luas permukaan, diutamakan yang memiliki luas permukaan besar agar semakin banyak sisi aktif katalis
yang terdistribusi.
5. Porositas, meliputi ukuran pori rata-rata dan distribusi ukuran pori
6. Sifat ekonomis bahan.
Padatan pendukung juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu untuk mendispersikan sisi aktif, menstabilkan
pendispersian serta memberikan kekuatan mekan

Reaksi Katalis

C4H10 > Butena dan C4H6 Cr2O3-Al2O3

CH4 atau hidronium lain + H2O > CO + H2 Ni Support

C2H2 + 2H2 > C2H6 Pd dalam Al2O3 atau padatan pendukung Ni-Sulfida

Hidro Cracking Logam (seperti Pd) pada Zeolit

CO + 2H2 > CH3OH Cu-ZnO dengan Cr2O3 atau Al2O3

Contoh

Contoh reaksi dari C2H2 + 2H2 > C2H6 dengan menggunakan katalis heterogen Pd/Al2O3 telihat secara
sederhana pada gambar

Sumber : Chemistry the Central of Science

KATALIS ASAM BASA

Sebagian besar reaksi katalis homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi hidrolisis dari ester atau
mutarotasi glukosa. Dengan menganggap S adalah suatu subtrat dengan suatu reaksi asam basa. Sedang asam
basa menurut Bronsted Lowry adalah :

HA + H2O H3O+ + A
A + H2O HA + OH
Maka laju reaksi katalitik adalah:

r = kkat [S]
di mana kkat = ko + kH [H3O] + kOH [OH] + kHA [HA] + kA [A] dan k0 adalah laju tanpa katalis sedang
yang lain adalah laju dengan katalis sesuai dengan zatnya masing masing
Katalis asam basa, percepatan reaksi kimia dengan penambahan asam atau basa, asam atau basa itu sendiri tidak
ikut bereaksi dalam reaksi. Contoh reaksi katalitik dengan katalis asam, seperti dalam kasus dekomposisi dari
sukrosa gula menjadi glukosa dan fruktosa dalam asam sulfat, atau untuk katalis basa, seperti dalam
penambahan hidrogen sianida untuk aldehida dan keton dengan adanya natrium hidroksida. Banyak contoh
reaksi yang dikatalisasi oleh asam dan basa.
Mekanisme reaksi asam-basa dan katalis dijelaskan dalam hal konsep Brnsted-Lowry asam dan basa sebagai
salah satu di mana ada transfer awal proton dari katalis asam untuk reaktan atau dari reaktan dengan katalis
dasar .

Asam Bronsted-Lowry = donor proton (H+)


Basa Bronsted-Lowry = akseptor proton (H+)
Perhatikan contoh berikut :

NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)


Asam basa

H2O(l) + NH3 (aq) NH4+(aq) + OH(aq)


Asam basa

Dalam hal teori Lewis asam dan basa, reaksi memerlukan pembagian pasangan elektron yang disumbangkan
oleh katalis basa atau diterima oleh suatu katalis asam.

Asam Lewis : Akseptor pasangan elektron

Basa Lewis : Donor pasangan elektron

Katalis asam digunakan dalam sejumlah besar reaksi industri, di antaranya konversi hidrokarbon minyak untuk
bensin dan produk-produk terkait. Reaksi tersebut termasuk dekomposisi hidrokarbon dengan berat molekul
tinggi (retak) menggunakan katalis alumina-silika (asam Brnsted-Lowry), polimerisasi hidrokarbon tidak jenuh
dengan menggunakan asam sulfat atau hidrogen fluorida (asam Brnsted-Lowry), dan isomerisasi hidrokarbon
alifatik menggunakan aluminium klorida (asam Lewis).

Di antara aplikasi industri reaksi katalis basa adalah reaksi diisosianat dengan alkohol polifungsional dengan
adanya amina, yang digunakan dalam pembuatan busa poliuretan.

Contohnya : Hidrolisis esrer dan inverse gula

Pada teori Ostwald dan Arrhenius mengatakan bahwa katalis asam basa spesifik adalah kemampuan
mengkatalisis asam adalah karena kekuatan asam tersebut atau konsentrasi hidrogennya.

Hidrolisis ester dilakukan pada larutan asam yang cukup kuat yakni ion hydrogen adalah katalis efektif, ion
hidroksil tidak memperlihatkan aktifitas bermakna.

Pada laju reaksinya:

v : kH+ [H+][S]
kH+ : tetapan laju reaksi yang dikatalisis ion hydrogen.
Orde keseluruhan reaksi terhadap konsentrasi = 2, tetapi terhadap waktu = 1, karena konsentrasi ion hydrogen
tetap.

Laju reaksi orde satu

v : kobs [S]
dimana kobs : kH+ [H+]
untuk reaksi yang dikatalisis ion hidroksil : kobs = kOH- [OH]
jika reaksi dikatalisis ion-ion hidrogen dan ion hidroksil serempak dan reaksi berlangsung spontan tanpa katalis,
laju reaksi adalah : v =ko [S] + kH+ [H+][S] + kOH- [OH][S]
k=

maka k (tetapan laju orde 1) :

k : ko + kH+ [H+]+ kOH- [OH]


ko = tetapan laju reaksi spontan tanpa katalis

kH+ dankOH- tetapan laju reaksi yang masing-masing dikatalisis oleh H+ dan OH
kW = [H+][OH]
k = ko + kH+ [H+]+ kOH-
k = ko + kH+ + kOH- [OH]
Reaksi hanya dikatalisis oleh asam (ion hydrogen) : kobs = k H+ [H+]
log kobs = log [H+] + kH+ [H+]
log kobs =-(- log [H+]) + log kH+
log kobs = -pH + log kH+

Katalis asam basa secara umum adalah

Pada larutan dapar yang digunakan untuk mempertahankan larutan pada pH tertentu. Reaksi katalisis terjadi
karena salah satu komponen dapar yang dapat mempengaruhi laju reaksi, reaksi ini disebut katalisis asam basa
umum yang bergantung pada komponen katalitik asam basa.

Profil laju pH reaksi yang dipengaruhi katalisis asam basa umum memperlihatkan penyimpangan dari profil
katalisis asam basa spesifik.

Contoh hidrolisis streptozosin, laju reaksi dapar fosfat > laju reaksi dalam katalisis basa spesifik, karena adanya
katalisis oleh anion fosfat.

Kekuatan ion atau perbedaan pKa substrat dapat juga memperlihatkan penyimpangan profil laju pH.
Pembuktian katalisis asam basa umum dapat dibuktikan dengan menentukan laju degradasi obat dalam suatu
rangkaian dapar dengan pH asam (perbandingan asam dengan basa tetap), yang dibuat dengan konsentrasi
komponen dapar yang menaik.

Tetapan laju orde satu keseluruhan adalah

k = ko + ki ci

ko = tetapan laju spesifik dalam air

ci = konsentrasi katalitik I

ki = koefisien katalitik

dalam reaksi yang hanya terjadi katalisis asam basa spesifik saja, persamaan menjadi :

k : ko + kH+ [H+]+ kOH- [OH]


Dalam katalisis asam basa terdapat beberapa katalisator, yaitu:

1. Katalisator asam spesifik


Merupakan katalisis oleh proton yang tersolvasi, yaitu H3O+
Hidrolidsis ester merupakan contoh reaksi katalis asam spesifik. Didalam larutan asam kuat, reaksi hanya
dipercepat oleh ion hidronium.

Persamaan lajunya :

Laju: Kass [H3O]+[S]


Dimana [S] : konsentrasi ester

Kass : tetapan laju reaksi hidrolisis spesifik asam


1. Katalisator basa spesifik
Katalisis oleh OH dalam larutan

1. Katalisator asam umum


Katalisis oleh asam proton selain H3O+ , dilakukan oleh asam Bronsted sebagai donor proton.

Seperti halnya katalisis spesifik, berhubungan dengan proton diintroduksi kepada bagian molekul yang
direaksikan dan serangan electron terhadap molekul air. Perbedaannnya adalah bahwa katalisator asam spesifik
menggunakan ion hidronium sedangkan reaksi katalisis asam umum menggunakan sembarang asam Bronsted
sebagai donor proton. Untuk katalisis asam umum, pembentukan kation SH + merupakan tahap lambat. Reaksi
kondensasi aidol adalah merupakan contoh reaksi yang bergantung kepada mekanisme.
1. Katalisator basa umum
Katalisis oleh basa Bronsted selain OH dan basa ini berlaku sebagai penerima proton yaitu berbagi pasangan
elektron dengan proton. Katalisis basa umum menyerang air dulu, kemudian air menyerang reakstan. Air
menjadi lebih polar sehingga interaksi elektrostatiknya menjadi lebih besar dan kecepatan reaksi meningkat.

KESIMPULAN

1. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami
perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri
2. Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen.
3. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang
dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama.
4. Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai fasa sama dengan reaktan dan produk.
5. Contoh Katalis Homogen :
a. Katalis dan pereaksi berwujud gas

b. Katalis dan pereaksi berwujud cair

1. Katalis asam basa, percepatan reaksi kimia dengan penambahan asam atau basa, asam atau basa itu sendiri
tidak ikut bereaksi dalam reaksi.
2. Contoh reaksi katalitik dengan katalis asam, seperti dalam kasus dekomposisi dari sukrosa gula menjadi
glukosa dan fruktosa dalam asam sulfat. Katalis asam digunakan dalam sejumlah besar reaksi industri, di
antaranya konversi hidrokarbon minyak untuk bensin dan produk-produk terkait. Reaksi tersebut termasuk
dekomposisi hidrokarbon dengan berat molekul tinggi (retak) menggunakan katalis alumina-silika (asam
Brnsted-Lowry), polimerisasi hidrokarbon tidak jenuh dengan menggunakan asam sulfat atau hidrogen
fluorida (asam Brnsted-Lowry), dan isomerisasi hidrokarbon alifatik menggunakan aluminium klorida
(asam Lewis).
3. Contoh untuk katalis basa, seperti dalam penambahan hidrogen sianida untuk aldehida dan keton dengan
adanya natrium hidroksida. Banyak contoh reaksi yang dikatalisasi oleh asam dan basa. Di antara aplikasi
industri reaksi katalis basa adalah reaksi diisosianat dengan alkohol polifungsional dengan adanya amina,
yang digunakan dalam pembuatan busa poliuretan.
DAFTAR PUSTAKA
alberty r. a. and r. j. silbey (1997). physical chemistry. new york
wiley. http://bisakimia.com/2013/06/06/pendahuluan-katalis-heterogen/ . diakses tanggal 7 Desember 2013
Andriayani. 2005. Senyawa Heteropolyacid dan Garam-garamnya Sebagai Katalis Pada Sistem Heterogen
dalam Pelarut Organik. Jurusan Kimia FMIPA USU. http://endiferrysblog.blogspot.com/2011/06/katalis-
heterogen.html . diakses tanggal 7 Desember 2013
Atkins, P.W., (1990), Physical Chemistry, Oxford University Press,
Oxford. http://bisakimia.com/2013/06/06/pendahuluan-katalis-heterogen/ . diakses tanggal 7 Desember 2013
http://csofiana.blogspot.com/2010/03/katalisator.html diakses 6 Desember 2013
http://duniakimianana.wordpress.com/2013/04/21/katalis/ diakses 6 Desember 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Katalis diakses 6 Desember 2013
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/DEASY%20FB_060829_/katalis.html diakses 6
Desember 2013
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/06/pengertian-dan-fungsi-katalis-jenis-jenis-contoh.htmldiakses
6 Desember 2013
http://willi4nd.files.wordpress.com/2008/11/bab-11-katalis.doc diakses 6 Desember 2013
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/3715/acid-base-catalysis diakses 6 Desember 2013
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_fisika/katalis-homogen-yang-unik-terpisah-sendiri-setelah-
reaksi/ diakses 6 Desember 2013
Shaterian, H. R., dan Yarahmadi, H. 2008. Sodium Hydrogen Sulfate as Effective and Reusable
Heterogeneous Catalyst For The One-pot Preparation of Amidoalkyl Naphthols. Arkivoc 2008 (ii). 105-
114. http://endiferrysblog.blogspot.com/2011/06/katalis-heterogen.html. diakses tanggal 7 Desember 2013

KATALIS

The Secret Of Catalyst

Nama : Dian Firda Lusi


Nim : 14035067

Prodi : Pendidikan Kimia


UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2016

The Secret Of Catalyst

Platina dan Radon bertemu di bangku kuliah. Mereka berteman mulai dari duduk
dibangku SMP sampai mereka duduk dibangku kuliah di universitas yang sama. Selama kuliah
mereka sangat dekat. Teman-teman mereka dan anggota keluarga mereka berpikir bahwa
mereka berpacaran, tapi sebenarnya mereka adalah teman dekat, dan orang-orang di sekitar
mereka mulai tidak sabar. Akhirnya teman mereka Besi dan Nikel mencomblangi atau
mendekatkan mereka berdua. Besi mengajak Platina untuk belajar bersama di perpustakaan,
dan Nikel juga mengajak Radon untuk belajar bersama di perpustakaan dan pada saat
diperjalanan ke perpustakaan mereka bertemu dan Besi pun mengajukan pendapat untuk
mereka belajar baersama-sama di perpustkaan. Usulan dari Besi pun diterima oleh temannya
dan akhirnya mereka pergi ke perpustakaan bersama-sama.

Pada saat-saat terakhir Besi dan Nikel meninggalkan Platina dan Radon untuk belajar
bersama-sama. Setelah kejadian tersebut, Platina dan Radon mulai banyak bercerita tentang
banyak hal, karena mereka sudah mulai ada kecocokan, lalu mereka mempunyai hubungan
yang spesial dan kemudian menikah. Besi dan Nikel adalah katalis dalam mewujudkan
hubungan Platina dan Radon. Tiga orang telah berkumpul untuk mempersiapkan amplop untuk
surat. Satu orang melipat surat; satu orang lagi mengisi surat ke dalam amplop; dan orang ketiga
penyegel dan menyetempel amplop. Tak lama kemudian, orang ketiga memiliki setumpuk surat
yang belum di cap dan di segel di depannya; ia tidak bisa bersaing dengan dua orang lainnya
karena ia melakukan dua pekerjaan sekaligus (segel dan stampel). Pada saat terakhir, orang
keempat bergabung dengan kelompok dan membantu menyegel dan menyetempel. Hal ini
memungkinkan orang ketiga untuk mengejar ketertinggalan, dan berfungsi sebagai katalis
untuk kelompok agar pekerjaan yang dilakukan lebih cepat. Contoh-contoh dari katalis
menunjukkan bagaimana suatu tindakan atau satu orang, baik dalam bidang kimia dan dalam
hidup, bisa menjadi katalisator untuk perubahan.

Dalam kimia, katalis adalah zat yang menyebabkan reaksi kimia terjadi dengan cara
yang berbeda. tanpa katalis reaksi tidak akan terjadi. misalnya, katalis dapat menyebabkan
reaksi terjadi pada tingkat yang lebih cepat, atau pada suhu yang lebih rendah. Ketika istilah
katalis digunakan di luar kimia, mengacu pada sesuatu yang menyebabkan perubahan atau
reaksi berlangsung.

Hidrogen peroksida akan terurai menjadi air dan gas oksigen. Dua molekul hidrogen
peroksida akan menghasilkan dua molekul air dan satu molekul oksigen. Katalis kalium
permanganat dapat digunakan untuk mempercepat proses ini. Menambahkan kalium
permanganat dengan hidrogen peroksida akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan panas,
dan uap air akan keluar.

Istilah katalisator berawal dari penelitian Berzelius (1836) tentang proses proses
pemercepatan laju reaksi dan menjabarkannya sebagai akibat adanya gaya katalisis. Sebutan
gaya katalisis ternyata tidak terbukti, tetapi istilah katalisator tetap digunakan untuk
menyebuitkan pengaruh substansi tertentu yang ikut dalam proses tanpa mengalami perubahan.
Senyawa yang menurunkan laju reaksi biasa disebut sebagai katalisator negatif atau inhibitor,
yang saat ini lebih dikenal dengan istilah katalis. Definisi katalis pertama kali dikemukakan
oleh Ostwalsd sebagai suatu substansi yang mengubah laju suatu reaksi kimia tanpa merubah
besarnya energi yang menyertai reaksi tersebut. Pada tahun 1902 Ostwald mendefinisikkan
katalis sebagai substansi yang mengubah laju reaksi tanpa terdapat sebagai produk pada akhir
reaksi, dengan kata lain katalisator mempengaruhi laju reaksi dan berperan

sebagai reaktan sekaligus produk reaksi. Selanjutnya pada tahun 1941, Bell menjelaskan
substansi yang dapat disebut sebagai katalis suatu reaksi adalah ketika sejumlah tertentu
substansi ditambahkan maka akan mengakibatkan laju reaksi bertambah dari laju pada keadaan
stoikiometri biasa. Jika substansi tersebut ditambahkan pada reaksi maka tidak mengganggu
kesetimbangan. Penggolongan katalis dapat didasarkan pada fasenya yaitu katalis homogen
dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan
pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogeny berada dalam fase yang
sama. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk
suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu
proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di
mana C melambangkan katalisnya:

A + C AC (1)

B + AC AB + C (2)

A + B + C AB + C (3)

Meskipun katalis (C) bereaksi dengan reaktan oleh reaksi 1, namun katalis dapat dihasilkan
kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi reaksi (3). Beberapa
katalis ternama yang pernah dikembangkan di antaranya: Katalis Asam-Basa Katalis asam-
basa sangat berperan dalam perkembangan kinetika kimia. Awal penelitian kinetika reaksi
yang dikatalisis dengan suatu asam atau basa bersamaan dengan perkembangan teori dissosiasi
elektrolit, dimana Ostwald dan Arrhenius membuktikan bahwa kemampuan suatu asam untuk
mengkatalisis reaksi tersebut adalah tidak bergantung pada sifat asal anion tetapi lebih
mendekati dengan sifat konduktivitas listriknya. Penelitian lain yang menggunakan katalis
asam basa antara lain Kirrchoff yang meneliti hidrolisis pati oleh pengaruh asam encer,
Thenard yang meneliti dekomposisin hydrogen peroksida oleh pengaruh basa dan Wilhelmy
yang meneliti tentang inversi tebu yang dikatalisis dengan asam. Katalis Ziegler-Natta
ditemukaan poleh Ziegler pada tahun 1953 yang digunakan untuk polimerisasi etana, yang
selanjutnya pada tahun 1955 Natta menggunakan katalis tersebut untuk polimerisasi propena
dan monomer jenuh lainnya. Katalis Ziegler-Natta dapat dibuat dengan mencampurkan alkil
atau aril dari unsur golongan 11-13 pada susunan berkala, dengan halida sebagai unsure
transisi. Saat ini katalis Ziegler-Natta digunakan untuk produksi masal polietilen dan
polipropilen. Katalis Friedle-Crafts Pada tahun 1877 Charles Friedel dan James M.Crafts
melakukan penelitian tentang pembuatan senyawa amil iodida dengan mereaksikan amil
klorida dengan aluminium dan yodium yang ternyata menghasilkan hidrokarbon. Selanjutnya
mereka menemukan bahwa pemakaian aluminium klorida dapat menggantikan alumunium
untuk menghasilkan hidrokarbon. Dengan demikian Friedel dan Crafts merupakan orang
pertama yang menunjukkan bahwa keberadaan logam klorida sangat penting sebagai reaktan
atau katalis. Hingga saat ini penerapan kimia Friedel-Crafts sangat luas terutama di industri
kimia. Katalis dalam Reaksi Metatesis, Pada tahun 1970 Yves Chauvin dari Institut Francais
du Petrole dan Jean-Louis Herrison menemukan katalis logam karbena (logam yang dapat
berikatan ganda dengan atom karbon membentuk senyawa), atau dikenal juga dengan istilah
metal alkilidena. Melalui senyawa logam karbena ini, Chauvin berhasil menjelaskan
bagaimana susunan logam berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi dan bagaimana
mekanisme reaksi metatesis. Metatesis dapat diartikan sebagai pertukaran posisi atom dari dua
zat yang berbeda. Contohnya pada reaksi AB + CD -> AC + BD, B bertukar posisi dengan C.
Katalis Grubbs, Perkembangan penemuan Chauvin dan Schrock terjadi tahun 1992 ketika
Robert Grubbs dan rekannya Grubbs berhasil menemukan katalis metatesis yang efektif,
mudah disintesis, dan dapat diaplikasikan di laboratorium secara baik. Mereka menemukan
tentang logam rutenium tantalum, tungsten, dan molybdenum (komplek alkilidena) sebagai
logam yang paling cocok sebagai katalis. Katalis menjadi standar pembanding untuk katalis
yang lain. Penemuan katalis Grubbs secara tidak langsung menambah peluang kemungkinan
sintesis organik di masa depan. Sistem Katalis Tiga Komponen Sebuah sistem katalis dengan
tiga komponen berhasil digunakan untuk membuat polimer bercabang dengan struktur-struktur
yang tidak bisa didapat dengan sebuah katalis tunggal atau sepasang katalis yang bekerja
bergandengan. Pada tahun 2002 Guillermo C. Bazan, seorang profesor kimia dan material di
University of California, Santa Barbara; mahasiswa pascasarjana Zachary J. A. Komon; dan
rekan kerja di Santa Barbara dan Symyx Technologies sudah mendemonstrasikan sebuah
sistem dengan tiga katalis yang homogen; ketiga campuran bekerja sama mengubah sebuah
monomer tunggal - etilen - menjadi polietilen bercabang. Jumlah dan jenis cabang yang
dihasilkan dapat dikontrol dengan menyesuaikan komposisi campuran katalisnya. Tiga katalis
ini terdiri dari dua persenyawaan organonikel dan sebuah persenyawaan organotitanium. Satu
dari katalis dengan unsure dasar nikel mengubah etilen menjadi 1-butena, sedangkan yang
lainnya mengubah olefin menjadi penyebaran dari 1-alkena. Persenyawaan titanium
menggabungkan etilen dari hasil reaksi-reaksi lainnya menjadi polietilen

Konverter katalitik pada mobil mengandung platinum, yang berfungsi sebagai katalis
untuk mengubah karbon monoksida, yang beracun, menjadi karbon dioksida. Fungsi Rektum
pada Saluran Pencernaan Proses Pembentukan Batuan dan Mineral Jika Anda menyalakan
korek di sebuah ruangan yang mengandung gas hidrogen dan gas oksigen, akan ada ledakan
dan sebagian besar hidrogen dan oksigen akan bergabung untuk menciptakan molekul air.

Katalis dapat digunakan dalam pengaktifan reaksi yang akan mempercepat laju reaksi
dengan menurunkan energy aktifasi. Jika energy pengaktifan reaksi tinggi, maka untuk
temperatur normal, hanya akan terjadi sebagian kecil pertemuan molekul yang nantinya dapat
menghasilkan reaksi.Katalis dapat menurunkan energy pengaktifan dengan menghindari tahap
penentu laju yang lambat dari reaksi yang tidak dapat di katalisa.Dengan menurunnya energy
aktifasi maka pada temperature yang sama di dapatkan laju reaksi yang tidak dapat di katalisa
Fungsi utama dari katalis ini adalah menyediakan reaksi alternative dalam suatu reaksi kimia.
Dengan peranan yang sangat penting ini, maka katalis sangat di perlukan oleh tubuh dalam
proses pencernaan makanan di dalam tubuh.

Fungsi penting katalis ( enzim ) ini memberikan dampak besar terhadap kelancaran
pencernaan makanan di dalam tubuh. Misalnya saja adalah enzim amylase di dalam mulut (air
liur) yang membantu memecah amilosa. Selain peranan katalis di dalam tubuh, katalis juga
berperan dalam proses kimia lainnya. Katalis memegang peranan penting dalam perkembangan
kimia. Dewasa ini, semua produk dihasilkan melalui proses yang memanfaatkan jasa katalis,
baik satu atau beberapa proses. Katalis tidak terbatas pada bagian proses konveksi, bahkan juga
untuk bagian proses pemisahan. Penggunaan katalis sekitar 50%. Katalis berdasarkan fase
reaksinya dapat digolongkan mejadi katalis homogen dan heterogen. Katalis heterogen adalah
katalis yang berbeda fase dengan fase reaktan dan fase produknya. Katalis heterogen
mempunyai kelebihan dalam pemisahan dari sisa reaktan dan produk serta tahan terhadap
temperature tinggi.

Katalis itu berupa zat yang dicampurkan dengan reaktan. Jika reaksi di atas tanpa
katalis, AB dan C bertumbukan sampai mencapai Ea yang relatif tinggi. Karena umumnya
energi molekulnya rendah, jadi tumbukan yang terjadi tidak efektif. Ea sangat sulit dicapai.
Untuk itu maka ditambahkan zat yang bertindak sebagai katalis.

Ternyata pada saat katalis dicampurkan reaksi makin cepat. Jelas bahwa katalis itu
dapat mempengaruhi salah satu reaktan. Misalnya dalam reaksi ini katalis cocok sifatnya
dengan AB. Maka seperti robot AB tertarik ke katalis membentuk KAB. KAB tergolong
kompleks teraktivasi yang merupakan tahap reaksi hipotesis; KAB kemudian terurai menjadi
KA dan B. Setelah itu terjadi tahap reaksi berikutnya, yaitu C ditarik oleh KA menjadi KAC
yang kemudian langsung K lepas dan terbentuklah AC. Jadi katalis ikut ambil bagian dalam
reaksi, memberi jalan baru melalui mekanisme reaksi baru yang energi aktivasinya lebih
rendah, kemudian terbentuk kembali dalam keadaan yang sama.

Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu
tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri (lihat pula katalisis).
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen.
Katalis homogen adalah senyawa yang memiliki fase sama dengan reaktan ketika reaksi kimia
berlangsung. Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai fasa sama dengan reaktan
dan produk. Penggunaan katalis homogen ini mempunyai kelemahan yaitu: mencemari
lingkungan, dan tidak dapat digunakan kembali. Contoh Katalis Homogen : Katalis dan
pereaksi berwujud gas, dan katalis dan pereaksi berwujud cair. Sebagian besar reaksi katalis
homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi hidrolisis dari ester atau mutarotasi glukosa.

Katalis heterogen adalah katalis yang fasenya berbeda dengan fase zat yang bereaksi
maupun zat hasil reaksi.Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support),
karena pendukung katalis memiliki kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan ruah
yang optimal, dan kemampuan pelarutan fase aktif. Dalam mempelajari katalis asam basa akan
diketahui katalisator asam spesifik, katalisator basa spesifik, katalisator asam umum
dan katalisator basa umum. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia
pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri (lihat pula
katalisis). Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.

Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada
suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan
suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang
dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan
utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam
fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen
berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa
katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk
sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga
memadai terbentuknya produk baru. katan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga
akhirnya terlepas. Katalis ini mempunyai kesamaan phase dengan reaktan
dan persentuhannnya tak mempengaruhi laju reaksi, keaddaan yang demikian disebut katalis
homogen. Sebagai contoh :

Reaksi phase gas

CO + O2 CO2

Dengan adanya katalis NO2 maka prosesnya menjadi

CO + NO2 CO2 + NO

NO + O2 NO2

CO2 + O2 CO2

Secara umum, katalis homogen adalah senyawa yang memiliki fase sama dengan
reaktan ketika reaksi kimia berlangsung. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau
lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk
produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan
skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:

A + C AC (1)

B + AC AB + C (2)

Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi
2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi,

A + B + C AB + C
katalis tidak termakan atau pun tercipta. Enzim adalah biokatalis. Katalis homogen merupakan
katalis yang mempunyai fasa sama dengan reaktan dan produk. Penggunaan katalis homogen
ini mempunyai kelemahan yaitu: mencemari lingkungan, dan tidak dapat digunakan kembali.
Selain itu katalis homogen juga umumnya hanya digunakan pada skala laboratorium ataupun
industri bahan kimia tertentu, sulit dilakukan secara komersil, oprasi pada fase cair dibatasi
pada kondisi suhu dan tekanan, sehingga peralatan lebih kompleks dan diperlukan pemisahan
antara produk dan katalis. Contoh dari katalis homogen yang biasanya banyak digunakan dalam
produksi biodiesel, seperti basa (NaOH, KOH), asam (HCl, H2SO4).

Contoh Katalis Homogen :

1. Katalis dan pereaksi berwujud gas


1. Katalis dan pereaksi berwujud cair

Katalis heterogeneous adalah katalisis terjadi dalam fase yang lebih dari satu, katalis
dapat berupa padatan dalam cairan atau padatan dalam gas. Sistem katalisis heterogen paling
luas digunakan dalam bidang industri, hal ini disebabkan sistem katalis heterogen memiliki
beberapa keuntungan misalnya dapat digunakan pada suhu tinggi sehingga dapat dioperasikan
pada berbagai kondisi. Kemudian secara luas digunakan karena tidak memerlukan tahap yang
panjang untuk memisahkan produk dari katalis.

Katalisator heterogen dapat terjadi pada proses sintesis senyawa organik sehubungan
dengan pertimbangan ekonomi dan lingkungan. Katalisator heterogen umumnya lebih murah,
kereaktifannya yang tinggi, ramah lingkungan, dengan waktu reaksi yang tidak lama,
selektivitas yang baik, penanganan sederhana, dan juga menghemat energy. Mayoritas dari
katalis heterogen ini didasari pada silika, terutama sejak
beberapa riset menunjukkan keuntungan dari penggunaan silika, diantaranya kestabilan yang
baik, luas permukan yang lebih besar, mudah dan murah, serta kemudahan gugus organik
dalam menjangkar ke permukaan, untuk menyediakan pusat katalitis. Sementara
NaHSO4.H2O adalah sistem katalis asam heterogen yang aman, murah, mudah dalam
penanganan dan ramah lingkungan serta stabil dalam media reaksi. Shaterian et al (2008) telah
menunjukkan bahwa NaHSO4.H2O adalah katalis yang efektif pada beberapa reaksi organik
seperti sintesis asil-diazene, reaksi Friedel-Craft dan deproteksi dari asetal. Chavan et al (2008)
mengungkapkan bahwa silika gel yang didukung dengan NaHSO4.H2O adalah sistem katalis
heterogen yang murah dan stabil yang dapat digunakan pada banyak reaksi organik dibawah
kondisi heterogen. Sementara Shaterian et al (2009) menggunakan katalis serupa pada sintesis
senyawa amidoalkil naftol, dimana hasil yang didapat/yield sebesar 73-93%, waktu reaksi yang
singkat, tidak mencemari lingkungan, serta murah dan mudah dalam penanganannya. Aktifitas
katalis banyak dilakukan oleh sejumlah besar unsure peralihan (transisi) dan senyawa
senyawanya. Aktifitas katalisis banyak dilakukan oleh sejumlah besar unsure peralihan
(transisi) dan senyawanya. Tersedianya electron dan orbital d pada atom-atom permukaan
katalis memegang peranan penting. Persyaratan kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa
pereaksi fase gas atau larutan diadsorpsi kepermukaan katalis.
Mekanisme dari katalis padat dengan reaktan fasa gas, dimana terjadi pembentukan
kompleks reaktan dengan katalis setelah pembentukan produk adalah sebagai berikut :

1. Reaktan terbawa oleh aliran gas pembawa sampai kepermukaan luar partikel katalis.
2. Difusi reaktan dari permukaan luar masuk melalui pori dalam partikel katalis.
3. Reaktan diadsorpsi pada sisi aktif katalis sehingga menimbulkan energi adsorpsi
4. Reaksi pembentukan produk antara permukaan sampai terjadinya produk.
5. Produk didesorpsi dari katalis keluar melalui pori bagian partikel katalis.
6. Difusi produk menuju permukaan luar partikel katalis.
7. Produk mengikuti aliran gas pembawa.

Persyaratan kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase gas atau larutan
diadsorpsi kepermukaan katalis. Tidak semua atom atom permukaan sama efektifnya sebagai
katalis, bagian yang efektif tersebut disebut sisi aktif katalis. Pada dasarnya, katalis heterogen
mencakup (1) adsorpsi pereaksi, (2) difusi pereaksi sepanjang permukaan, (3) reaksi pada sisi
aktif membentuk hasil reaksi yang diadsorpsi, dan (4) lepasnya (desorpsi) hasil reaksi.

Contoh sederhana katalisis heterogen adalah katalis menyediakan suatu permukaan


dimana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-
substrat menjadi lemah sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan antara produk
baru dan katalis lebih lemah sehingga akhirnya terlepas

Mekanisme katalisis heterogen :

1. Difusi molekul-molekul pereaksi menuju permukaan

2. Adsorpsi molekul-molekul pereaksi pada permukaan

3. Reaksi pada permukaan

4. Desorpsi hasil dari permukaan

5. Difusi hasil dari permukaan menuju badan sistem

Katalis Pendukung

Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support), karena pendukung katalis


memiliki kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan ruah yang optimal, dan
kemampuan pelarutan fase aktif. Pendukung juga meningkatkan luas permukaan, memiliki pori
serta ukuran partikel yang optimal, dan peningkatan fungsi kimiawi seperti perbaikan aktivitas.
Pemilihan pendukung didasarkan pada beberapa hal :

1. Keinertan
2. Sifat mekanik yang diinginkan, termasuk ketahanan terhadap kikisan, kekerasan dan
ketahanan terhadap tekanan.
3. Kestabilan pada kondisi reaksi dan regenerasi.
4. Luas permukaan, diutamakan yang memiliki luas permukaan besar agar semakin
banyak sisi aktif katalis yang terdistribusi.
5. Porositas, meliputi ukuran pori rata-rata dan distribusi ukuran pori
6. Sifat ekonomis bahan.

Sebagian besar reaksi katalis homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi hidrolisis dari
ester atau mutarotasi glukosa. Dengan menganggap S adalah suatu subtrat dengan suatu reaksi
asam basa. Contoh reaksi katalitik dengan katalis asam, seperti dalam kasus dekomposisi dari
sukrosa gula menjadi glukosa dan fruktosa dalam asam sulfat, atau untuk katalis basa, seperti
dalam penambahan hidrogen sianida untuk aldehida dan keton dengan adanya natrium
hidroksida. Banyak contoh reaksi yang dikatalisasi oleh asam dan basa.

Mekanisme reaksi asam-basa dan katalis dijelaskan dalam hal konsep Brnsted-Lowry asam
dan basa sebagai salah satu di mana ada transfer awal proton dari katalis asam untuk reaktan
atau dari reaktan dengan katalis dasar .

1. Katalis asam basa, percepatan reaksi kimia dengan penambahan asam atau basa, asam
atau basa itu sendiri tidak ikut bereaksi dalam reaksi.
2. Contoh reaksi katalitik dengan katalis asam, seperti dalam kasus dekomposisi dari
sukrosa gula menjadi glukosa dan fruktosa dalam asam sulfat. Katalis asam digunakan
dalam sejumlah besar reaksi industri, di antaranya konversi hidrokarbon minyak untuk
bensin dan produk-produk terkait. Reaksi tersebut termasuk dekomposisi hidrokarbon
dengan berat molekul tinggi (retak) menggunakan katalis alumina-silika (asam Brnsted-
Lowry), polimerisasi hidrokarbon tidak jenuh dengan menggunakan asam sulfat atau
hidrogen fluorida (asam Brnsted-Lowry), dan isomerisasi hidrokarbon alifatik
menggunakan aluminium klorida (asam Lewis).
3. Contoh untuk katalis basa, seperti dalam penambahan hidrogen sianida untuk aldehida
dan keton dengan adanya natrium hidroksida. Banyak contoh reaksi yang dikatalisasi oleh
asam dan basa. Di antara aplikasi industri reaksi katalis basa adalah reaksi diisosianat
dengan alkohol polifungsional dengan adanya amina, yang digunakan dalam pembuatan
busa poliuretan.

Alangkah indahnya bila sebuah reaksi kimia tidak membutuhkan katalis agar bisa
berlangsung. Tapi kenyataannya jenis reaksi seperti ini jarang ditemui. Keberadaan katalis
dalam campuran reaksi kimia tentu saja memberikan masalah tersendiri. Di industri kimia,
masalah terutama berkaitan dengan pemisahan (separation), daur ulang (recycle), usia (life
time), dan deaktifasi katalis merupakan isyu-isyu penting. Problem pemisahan katalis dari zat
pereaksi maupun produk lebih sering ditemui pada sistem katalis homogen. Karena katalis
homogen larut dalam campuran, pemisahan tidak cukup dilakukan dengan penyaringan atau
dekantasi.
Teknik yang umum digunakan adalah destilasi atau ekstraksi produk dari campuran,
misalnya katalis asam-basa pada reaksi esterifikasi biodiesel dipisahkan dengan ekstraksi untuk
kemudian campuran sisa reaktan-katalis yang tertinggal dialirkan lagi menuju bejana reaksi.
Namun demikian, ada beberapa katalis istimewa dari senyawa komplek logam yang didesain
sedemikian rupa sehingga bisa terpisah atau mengendap setelah reaksi tuntas. Kasus pemisahan
untuk katalis heterogen lebih mudah ditanggulangi karena sudah terpisah dengan sendirinya
tanpa membutuhkan usaha lain.

Daur ulang dan usia katalis memiliki kaitan. Selama bisa dipisahkan, katalis homogen boleh
dikatakan tetap aktif dan memiliki usia yang sangat panjang bahkan nyaris tak terhingga dan
bisa digunakan berulang-ulang. Nyawa katalis homogen mungkin tamat jika mengalami
deaktifasi akibat teracuni atau perubahan struktur akibat proses ektrim. Katalis heterogen
memiliki takdir berbeda. Sering kali katalis heterogen harus diaktifasi dulu sebelum siap
digunakan, misalnya dengan jalan direduksi atau dioksidasi. Setelah mengalami proses reaksi
berkali-kali, kereaktifan katalis tersebut pelan-pelan menurun akibat perubahan mikrostruktur
maupun kimianya, misal terjadi penggumpalan (clustering), migrasi partikel aktif membentuk
kristal baru (sintering), oksidasi, karbonisasi, maupun teracuni (poisoned). Untuk
mengembalikan reaktifitas katalis heterogen perlu dilakukan regenerasi dengan cara, misalnya
kalsinasi, reduksi-oksidasi kembali, atau pencucian dengan larutan aktif. Seringkali proses
regenerasi tidak dapat mengembalikan 100% kereaktifan katalis sehingga pada saatnya nanti
katalis tersebut akhirnya mati juga dan perlu diganti yang baru.

Menurut definisi, katalis adalah suatu senyawa kimia yang dapat mengarahkan
sekaligus meningkatkan kinetika suatu reaksi (jika reaksi tersebut secara termodinamika
memungkinkan terjadi). Namun senyawa tersebut (katalis) tidak mengalami perubahan
kimiawi diakhir reaksi, dan tidak mengubah kedudukan kesetimbangan kimia dari reaksi.

Katalis sangat penting dalam proses kimia. Pentingnya katalis ditunjukkan oleh
kenyataan bahwa lebih dari 75% proses produksi bahan kimia di industri disintesis dengan
bantuan katalis. Contoh proses kimia yang sangat penting misalnya sintesis metanol dari syngas
(CO dan H2) dikatalisis oleh ZnO/Cr2O3, dan reaksi water gas shift (WGS), CO + 2H2O ==
CO2 + H2 dikatalisis oleh besi oksida atau oksida campuran Zn, Cu maupun Cr. Teknologi
katalis telah digunakan dalam industri kimia lebih dari 100 tahun lamanya dan penelitian serta
pengembangan teknologi katalis telah menjadi semacam bidang kekhususan kimia. Yang
dikerjakan oleh katalis dalam sebuah reaksi. Dalam kazanah energi reaksi, katalis menurunkan
rintangan energi atau menurunkan besaran energi aktifasi sebuah reaksi melalui aneka
mekanisme fisikawi maupun kimiawi.

Ada pula yang menyebutkan bahwa Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju
reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu
sendiri (lihat pula katalisis). Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi
ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan
reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis
menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi
energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen.
Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi
yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh
sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana
pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat
menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. katan atara produk
dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.