Anda di halaman 1dari 26

STATISTIKA INFERENSIAL

Estimasi Rata Rata Populasi ()

Bila Diketahui

x z /2 . /n < < x + z /2 . /n

x : rata rata sampel


z /2 : titik kritis tabel z berdasarkan interval kepercayaan (CI)
: SD populasi
n : ukuran sampel
: rata rata populasi

Contoh:
Seorang dokter meneliti pengaruh pemberian makanan buatan terhadap kenaikan berat badan
(BB) bayi. Untuk itu diambil sampel secara random sebanyak 64. Setelah pemberian 1 bulan
ternyata rata-rata kenaikan BB = 300 gram. Berapa rata-rata kenaikan BB bayi di populasi (SD
populasi = 100gram) kalau dalam penaksiran ini menggunakan 95% interval kepercayaan ?

x z /2 . /n < < x + z /2 . /n

300 1,96. 100/ 64 < < 300 + 1,96. 100/ 64

275 < < 325

Bila Tidak Diketahui

xt . SD/n < < x + t SD/n


/2;DF n-1 /2;DF n-1 .

x : rata rata sampel


t /2;DF n-1 : titik kritis tabel t dengan DF yang sesuai
SD : standar deviasi sampel
n : ukuran sampel
: rata rata populasi

Contoh:
Peneliti ingin menaksir rata-rata harga Hb di populasi orang dewasa laki-laki dengan interval
kepercayaan 95%. Untuk itu diambil sampel secara random orang dewasa laki-laki sejumlah
25 orang, kemudian diukur Hb nya. Diperoleh X = 12 gr% SD = 1,5 gr%

12- t/2 ;DF=24.1,5/25 < < 12 + t/2 ;DF=24.1,5/25

12 2.064 . 1,5/5 < < 12 + 2.064 . 1,5/5

12 0,6192 < < 12 + 0,6192

11.3808 < < 12 .6192


Estimasi Proporsi / Prevalensi Kejadian ()

: proporsi / prevalensi kejadian yang terjadi di populasi


p : proporsi / prevalensi kejadian yang terjadi di sampel
1p : proporsi / prevalensi tidak terjadi kejadian di sampel
n : ukuran sampel

p z /2 . p ( 1-p) < < p + z /2 . p ( 1-p)


n n

Contoh:
Peneliti ingin menaksir angka prevalensi penyakit gondok di suatu wilayah dengan
menggunakan interval kepercayaan 95%. Diambil sampel secara random sebanyak 625 orang
dan ternyata yang menderita (x) = 125 orang.

125
= = = 0,2
625
1 p = 0,8

p z /2 . p ( 1-p) < < p + z /2 . p ( 1-p)


n n

0.2 z /2 0,2 x 0,8 < < 0,2 + z /2 0,2 x 0,8


625 625

0,2 1,96 x 0,016 < < 0,2 + 1,96 x 0,016

0,169 < < 0,231


UJI STATISTIK PARAMETRIK

Syarat :
1. Skala pengukuran interval / rasio.
2. Sampel berasal dari populasi distribusi normal.

Pemilihan Uji Statistik

Macam Data
Interval & Rasio
Macam Uji Interval & Rasio Tidak Distribusi
Nominal
Distribusi Normal Normal
Ordinal
Komparasi
Uji melalui Int- Goodness of fit X2
Sampel Pop K.S. Satu sampel
Kepercayaan test
Wilcoxon Satu X2 test (dikotom :
2 Pengamatan Paired t Test
sampel McNemar test)
Antar
X2 , Cochran Q
Pengamatan > 2 Pengamatan Anova Friedman Test
test
Dalam
> 2 Pengamatan
Sampel Uji Trend M Uji Trend
Membentuk Anova
Peringkat Armitage
Peringkat
2 Sampel Uji t 2 Sampel Wilcoxon 2 sampel X2 test, Fisher
Antar > 2 Sampel Anova Kruskal - Wallis X2 test, Fisher
Sampel > 2 Sampel
Uji trend K
Independen Membentuk Analisis Regresi Uji trend Armitage
Sampel
Peringkat
Korelasi
- Koef-
2 Variabel Uji Rho (Pearson) Uji Sperman (rs) Kontingensi (C)
- Koef-Phi ()
- Koef-
Uji R (korelasi
> 2 Variabel Kendal W Kontingensi
ganda)
- Log linier
Paired t Test = Before After t Test

Syarat :
1. Skala interval atau rasio.
2. Distribusi data normal.
3. Uji komparasi.
4. 1 Sampel dengan 2 pengamatan.

Contoh Soal :
Data gula darah puasa 10 pasien di poli rawat jalan RSUA yang mendapat glibenklamid
selama 3 bulan. (distribusi data dianggap normal, : 0,2) :
Before : 250 220 300 500 220 230 240 210 150 150
After : 200 200 200 400 220 250 150 170 100 180

Langkah I
Tentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian

Rumusan masalah : Apakah ada perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah
pengobatan glibenklamid selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA ?

Tujuan : Mempelajari perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah pengobatan
glibenklamid selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA.

Langkah II
Tentukan hipotesis

Hipotesis penelitian :
Terdapat perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah pengobatan
glibenklamid selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA

Hipotesis statistik
H0 : d = 0 (1 - 2 = 0)
Tidak terdapat perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah pengobatan
glibenklamid selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA.

H1 : d 0
Terdapat perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah pengobatan
glibenklamid selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA

Pada kasus lain dapat berupa :


1 > 2 (1 ekor) Kasus lain dapat 1 < 2 (1 ekor)
(proporsi/prevalensi pada populasi)
(standar deviasi pada populasi)

( uji t 2 ekor, perbedaan dapat lebih tinggi dapat lebih rendah)


(uji t 1 ekor, perbedaan lebih tinggi saja atau lebih rendah saja)

1 : rata rata sistolik sebelum mendapat ACE inhibitor pada populasi


2 : rata rata sistolik sesudah mendapat ACE inhibitor pada populasi
Langkah III
Tentukan Nilai SD dari di (Sdi)
di = O1 O2

Individu O1 O2 di di 2
A 250 200 50 2500
B 220 200 20 400
C 300 200 100 10000
D 500 400 100 10000
E 220 220 0 0
F 230 250 - 20 400
G 240 150 90 8100
H 210 170 40 1600
I 150 100 50 2500
J 150 180 - 30 900
di : 400 di = 36400
2

di : 40

di2 (di)2 / n 36400 (400)2 / 10


Sdi = = = 47,610
n1 9

Langkah IV
Tentukan Nilai t Hitung

di di 40 0
t= = = 2,657
Sdi / n 47,610 / 3,162

di = 0

Langkah V
Tentukan Nilai t Tabel

t tabel = 1,38

Langkah VI
Buat Kesimpulan Statistika

H0 Diterima Bila :

t1 - /2 ; d.f = n 1 t < t1 - /2 ; d.f = n - 1


H0 diterima

H0 ditolak
t = 2,657

- 1,38 + 1,38

Kesimpulan : H0 ditolak H1 Diterima 1 2

Langkah VII
Buat Kesimpulan Penelitian

Terdapat perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah pengobatan glibenklamid
selama 3 bulan pada pasien poli rawat jalan RSUA

T-Test

Paired Samples Statistics

Std. Error
Mean n Std. Deviation Mean
Pair 1 O1 247,00 10 99,337 31,413
O2 207,00 10 79,029 24,991

Paired Samples Correlations

n Correlation Sig.
Pair 1 O1 & O2 10 ,882 ,001

Paired Samples Test

Paired Differences
95% Confidence Interval
of the Difference df
Std. Error t Std. Sig. (2-tailed)
Mean Std. Deviation Mean Upper Lower Mean Deviation Std. Error Mean
Pair 1 O1 - O2 40,000 47,610 15,055 5,942 74,058 2,657 9 ,026
Uji t 2 Sampel = Two Independent t Test

Syarat :
1. Skala interval atau rasio.
2. Distribusi data normal.
3. Uji komparasi.
4. 2 Sampel independen.

Contoh Soal :
Perbandingan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma sistemik dengan topikal
pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA.
Sistemik : 15, 12, 13, 10, 11, 20, 18, 18, 6, 8
Topikal : 8, 4, 10, 6, 10, 2, 4, 5, 8, 10
Distribusi data dianggap normal dengan = 0,05

Langkah I
Tentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian

Rumusan masalah : Apakah ada perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat
glaukoma sistemik dengan topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA?

Tujuan : Mempelajari perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma sistemik
dengan topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA.

Langkah II
Tentukan hipotesis

Hipotesis penelitian :
Terdapat perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma sistemik
dengan topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA.

Hipotesis statistik
H0 : 1 = 2
Tidak terdapat perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma
sistemik dengan topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA.

H1 : 1 2 (2 ekor)

Terdapat perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma


sistemik dengan topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA.

Pada kasus lain dapat berupa :


1 > 2 (1 ekor) Kasus lain dapat 1 < 2 (1 ekor)
(proporsi/prevalensi pada populasi)
(standar deviasi pada populasi)

(uji t 2 ekor, perbedaan dapat lebih tinggi dapat lebih rendah)


(uji t 1 ekor, perbedaan lebih tinggi saja atau lebih rendah saja)
Langkah III
Hitung Statistika

Bagan Alur

Hitung SD

Uji F

Homogen Heterogen
(H0 Diterima) (H0 Ditolak)

Uji t Cara Wijlfrid Dixon Cara Cochran


& Frank J Massei
Langkah 3.1.
Hitung SD1 dan SD2

No x1 x1 X1 (x1 X1)2 x2 x2 X2 (x2 X2)2


1 15 1,9 3,61 8 1,30 1,69
2 12 -1,1 1,21 4 -2,70 7,29
3 13 -0,1 0,01 10 3,30 10,89
4 10 -3,1 9,61 6 -0,70 0,49
5 11 -2,1 4,41 10 3,30 10,89
6 20 6,9 47,61 2 -4,70 22,09
7 18 4,9 24,01 4 -2,70 7,29
8 18 4,9 24,01 5 -1,70 2,89
9 6 -7,1 50,41 8 1,30 1,69
10 8 -5,1 26,01 10 3,30 10,89
(x1 X1)2 = (x2 X2)2 =
n = 10 X1 (mean) = 13,1 X2 (mean) = 6,7
190,90 76,10

(xi x)2
SD =
n-1

190,9
SD1 = = 21,21
9

76,1
SD2 = = 8,456
9
Langkah 3.2.
Uji F (Uji Homogenitas Sampel)
Menghitung Nilai F

SD2 terbesar SD12 21,212


F = = = = 6,29
2 2 2
SD terkecil SD2 8,456

Membandingkan Nilai F Hitung dengan Titik Kritis Tabel F


H0 diterima bila Fhitung < F(1-);(n1-1);(n2-1) data homogen (syarat uji F terpenuhi)
H0 ditolak bila Fhitung > F(1-);(n1-1);(n2-1) data heterogen

F tabel = 3,18 (H0 ditolak data heterogen)

Langkah 3.3.
Uji t
Cara Cochran :
H0 : 1 = 2
H1 : 1 2

bila n1 = n2 (equal)
x1 x2
t=
2 Sp2 / n

Sp2 = ( Sd1 2 + Sd2 2 )

H0 ditolak bila : t > t1 - /2 ; DF = n-1 atau t < t/2 ; DF = n-1

bila n1 n2 (unequal)
x1 x2
t=
Sp2 (n1 + n2)
n1 n2

H0 ditolak bila : t > t1 - /2 ; DF = n1 + n2 2 atau t < - t1 - /2 ; DF = n1 + n2 2

Digunakan rumus yang atas karena n1 = n2

Sp2 = ( Sd1 2 + Sd2 2 ) = (21,212 + 8,4562) = 521,368

x1 x2 13,1 6,7 6,4


t= = = = 0,627
2 Sp2 / n 2 . 521,368 / 10 10,21

ttabel = 2,26216
H0 ditolak H0 diterima H0 ditolak

- t tabel t tabel

Kesimpulan : H0 diterima, H1 ditolak

Langkah IV
Buat kesimpulan penelitian

Tidak Terdapat perbedaan penurunan TIO antara penggunaan obat glaukoma sistemik dengan
topikal pada 10 pasien rawat jalan di poli mata RSUA

Bila syarat uji F terpenuhi (data homogen) :

(n1-1)SD12 + (n2-1)SD22
Sp =
n1 + n2 2

x1 x2
t=
n1 + n2
Sp
n1 . n2

H0 ditolak bila : t > t1 - /2 ; DF = n1 + n2 2 atau t <- t1 - /2 ; DF = n1 + n2 2


ANOVA = Analysis of Variance

Syarat :
1. Komparasi antar mean (>2)
2. Skala pengukuran minimal Interval
3. Antar sampel independent
4. Varian perlakuan homogen
5. Masing 2 sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal

Contoh Soal:
Seorang PPDS Interna sedang melakukan penelitian untuk membandingkan rata rata
kolesterol LDL setelah diberikan simvastatin, atorvastatin dan rosuvastatin pada pasien
Dislipidemia dengan besar sampel 10.

No Simvastatin Atorvastatin Rosuvastatin


1 140 135 120
2 130 120 140
3 125 115 120
4 100 90 95
5 95 100 100
6 110 100 115
7 120 110 100
8 100 130 125
9 90 150 105
10 110 130 110

= 0,05
Dengan asumsi data berdistribusi normal Pertanyaan :
1. Tentukan rumusan masalah dari penelitian
2. Tentukan tujuan penelitian
3. Tentukan hipotesis penelitian
4. Tentukan jenis penelitian
5. Tentukan uji statistik yang digunakan beserta alasannya
6. Tentukan kesimpulan statistik dan substansi penelitian

Jawaban :
1. Rumusan masalah dari penelitian :
Apakah ada perbedaan rata rata kadar kolesterol LDL pada kelompok pasien Dislipidemia
yang diberi terapi Simvastatin, Atorvastatin dan Rosuvastatin?

2. Tujuan penelitian :
Mengetahui adanya perbedaan rata rata kadar kolesterol LDL pada kelompok pasien
Dislipidemia yang diberi terapi Simvastatin, Atorvastatin dan Rosuvastatin

3. Hipotesis
Hipotesis penelitian :
Terdapat perbedaan rata rata kadar kolesterol LDL antara kelompok pasien
Dislipidemia yang diberi terapi Simvastatin dan Atorvastatin

Hipotesis statistik :
H0 : 1 = 2 = 3
H1 : 1 2

4. Jenis penelitian : Analitik observasional

5. Uji statistik yang digunakan :


Simple ANOVA / one way ANOVA
Alasan :
Komparasi > 2 sampel
Antar sampel independen
Data yang digunakan : rasio
Data berdistribusi normal

Simvastatin Atorvastatin Rosuvastatin


No xA2 xB2 xC2 TOTAL
(xA) (xB) (xC)
1 140 135 120 19600 18225 14400
2 130 120 140 16900 14400 19600
3 125 115 120 15625 13225 14400
4 100 90 95 10000 8100 9025
5 95 100 100 9025 10000 10000
6 110 100 115 12100 10000 13225
7 120 110 100 14400 12100 10000
8 100 130 125 10000 16900 15625
9 90 150 105 8100 22500 11025
10 110 130 110 12100 16900 12100
x 1120 1180 1130 3430
x 127850 142350 129400 399600
n 10 10 10 30
mean 112 118 113 343
(x)/n 125440 139240 127690 392370

Faktor Koreksi = (xT)/ n = 34302/30 = 11.764.900/30 = 392.163,33


S.STotal = xT- FK = 399.600 392.163,33 = 7.436,67
S.SBG = (xA)/ nA + (xB)/ nB + (xC)/ nC FK = 125.440 + 139.240 + 127.690 - 392.163,33
= 206,67
S.SWG = S.STotal S.SBG = 7.436,67 206,67 = 7.230

Rumus Tabel ANOVA


SBR-VARIASI S.S DF MS Fratio p

BG k-1

WG nT k

Total nT - 1
k : jumlah variabel yang dianalisis
nT : total seluruh sampel

MSBG = S.SBG / DFBG = S.SBG / (k-1) = 206,67 / 2 = 103,335


MSWG = S.SWG / DFWG = S.SWG / (nT k) = 7.230 / 27 = 267,777
Fratio = MSBG / MSWG = 103,335 / 267, 777 = 0,3858
SBR-VARIASI S.S DF MS Fratio

BG 206,67 2 103,335
0,3858
WG 7.230 27 267,777

Total 7.436,67 29

Titik kritis lihat di tabel F


= .
DFnumerator = k 1
DFdenominator = nT k

H0 ditolak bila F > F1-(k 1 ; nT k)

Ftabel = 3,35 ( = 0,05 ; DFnumerator=2 ; DFdenominator=27)


Fhitung < Ftabel

Kesimpulan statistika :
H0 diterima

Kesimpulan Penelitian :
Tidak terdapat perbedaan kadar rata rata kolesterol LDL pada kelompok pasien
Dislipidemia yang diberi terapi Simvastatin, Atorvastatin dan Rosuvastatin

Kalau H0 ditolak lanjutkan mencari pasangan sampel yang berbeda : (1 - 2), (1 - 3), dst
dengan Multiple Comparison Test

LSDtest = t1-(DF:nT-k) 2MSWG / n

Bila selisih dua mean () > LSD signifikan

Contoh Soal ANOVA yang H0 ditolak ada di halaman selanjutnya


Contoh Soal lain (ANOVA):

Suatu penelitian ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata penghasilan para pedagang
kaki lima untuk 4 lokasi di KMS. Pada masing-masing lokasi diambil 6 orang dan ditanyakan
penghasilan sebulannya, sbb :

Lokasi

I II III IV

78 55 64 75
91 66 72 93
97 49 68 78
82 64 77 71
85 70 56 63
77 68 95 76

n1 = 6 n2 = 6 n3 = 6 n4 = 6 nT = 24
Total xi : 510 372 432 456 1770
xi2: 43652 23402 31994 35144 134192
_
X: 85 62 72 76
(xi)2/n : 43350 23064 31104 34656 132174

S.STotal = xT2 FK =xT2 - (xT)2


--------
n
2
1770
= 134192 - --------- = 134192 130537,50
24
= 3654,50
S.SBG = (x1)/ n1 + (x2)/ n2 + (x3)/ n3 + (x4)/ n4 FK
= 132174 130537,50 = 1636,50
S.SWG = S.STotal S.SBG
= 3654,5 - 1636,5 = 2018
MSBG = S.SBG / DFBG = S.SBG / (k-1) = 545,5
MSWG = S.SWG / DFWG = S.SWG / (nT k) = 100,9
Fratio = MSBG / MSWG = 103,335 / 267, 777 = 5,41
Ftabel
SBR-VARIASI S.S DF MS Fratio
0,01 0,05

BG 1636,50 3 545,5
5,41 4,94 3,0
WG 72018 20 100,9

Total 3654,5 23

Jadi terdapat perbedaan yang signifikan (p< 0,01) dari pendapatan PK5 di 4 lokasi KMS

LSDtest = t1-(DF:nT-k) 2MSWG / n = 2,845 2 x 100,9 / 6 = 16,49

Kelompok II III IV I
Mean 62 72 76 85
II 62 0 10 14 23
III 72 0 4 13
IV 76 0 9
I 85 0
LSD 0,01 = 16,49

Jadi terdapat perbedaan bermakna antara kelompok II & I pada p<0,01 karena selisih rata-rata
kelompok II & I > LSD0,01
Analisis Korelasi Linier SDHN = Analisis Pearson

Korelasi : A B
Regresi : A B

Syarat
1. Skala interval atau rasio
2. Distribusi data normal
3. Linier
4. Individu yang sama / one sample

r = - 1 --- O --- + 1
(tanpa satuan)
1 : - Perfect corellation (jarang)
- Sangat kuat
- Kuat
0,5 : - Sedang
- Lemah
- Sangat lemah
0 : - tidak ada korelasi

Contoh Soal :
Dari 12 orang penderita baru stroke hemorrhagic yang dirawat di Irna Saraf A, yang
datang pada minggu ketiga Maret 2010, dilakukan pengukuran T sistolik dan umur untuk
mengetahui hubungan antara keduanya.
Didapatkan hasil sbb:
T sist = 160 170 155 170 160 175 170 160 155 150 170 175
Umur = 55 54 50 52 57 60 63 60 56 58 60 52

RESPONDEN T sistolik (X) Umur (Y)

1 160 55

2 170 54

3 155 50

4 170 52

5 160 57

6 175 60

7 170 63

8 160 60

9 155 56

10 150 58

11 170 60

12 175 52
Jika distribusi data dianggap normal
1. Tentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian
2. Tentukan hipotesis penelitian.
3. Ujilah apakah terdapat korelasi atau tidak bila = 0,05 dan tuliskan kesimpulan dari
uji korelasi tersebut.
4. Ujilah korelasi TD sistolik dengan usia bila = 0,05 dan = 0,7

Langkah I
Tentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian

Rumusan masalah : Apakah terdapat hubungan antara tekanan sistolik dengan umur pada
penderita CVA bleeding IRNA A di RSUD dr Soetomo ?

Tujuan : Mempelajari hubungan antara tekanan sistolik dengan umur pada penderita CVA
bleeding IRNA A di RSUD dr Soetomo.

Langkah II
Tentukan hipotesis

Hipotesis Penelitian
terdapat hubungan antara tekanan sistolik dengan umur pada penderita CVA bleeding IRNA
A di RSUD dr Soetomo

Hipotesis Statistika
Hipotesis statistik
Soal nomor 3 : H0 :=0
H1 :0
Soal nomor 4 : H0 : = 0,7
H1 : 0,7

Langkah III
Hitung r
No X Y X Y XY
1 160 55 25600 3025 8800
2 170 54 28900 2916 9180
3 155 50 24025 2500 7750
4 170 52 28900 2704 8840
5 160 57 25600 3249 9120
6 175 60 30625 3600 10500
7 170 63 28900 3969 10710
8 160 60 25600 3600 9600
9 155 56 24025 3136 8680
10 150 58 22500 3364 8700
11 170 60 28900 3600 10200
12 175 52 30625 2704 9100
X=1970 Y=677 X = 324200 Y = 38367 XY = 111180

xy - x.y/n
r=
[ x- (x)/n]. [ y-(y)/n]

11180 1970.677/12
=
[324200 1970/12].[38367 -677/12]

= 39,17
370

= 0,105
Pertanyaan nomor 3
H0 :=0
H1 :0

Langkah 4.A.1.
Hitung t

0,105
= = = 1,06
(1 2 )( 2) (1 0,1052 )(12 2)

Langkah 4.A.2.
Bandingkan t hitung dengan t tabel (df = n-2)

t tabel = 2,22814

H0 ditolak H0 diterima H0 ditolak

- 2,228 + 2,228

Kesimpulan : H0 diterima
Tidak terdapat korelasi antara tekanan sistolik dengan umur pada penderita CVA bleeding
IRNA A di RSUD dr Soetomo

Pertanyaan nomor 4
H0 : = 0,7
H1 : 0,7

Langkah 4.B.1.
Hitung Zr

1 1 + 1 1,105
= ln = ln = 0,106
2 1 2 0,895
Langkah 4.B.2.
Hitung Zr
Zr = 12 ln 1+
1

Zr = ln 1,7/0,3 = 0,867
Langkah 4.B.3.
Hitung Zr

1 1
= = = 0,333
( 3) 9

Langkah 4.B.4.
Hitung Z

0,106 0,867
= = = 2,102
0,333

Langkah 4.B.5.
Bandingkan dengan nilai tabel Z

Z tabel (=0,05) = 1,96

H0 ditolak H0 diterima H0 ditolak

- 1,96 + 1,96

H0 ditolak : Kita 95 % percaya bahwa korelasi antara tekanan sistolik dengan umur pada
penderita CVA bleeding IRNA A di RSUD dr Soetomo tidak sama dengan 0,7
Analisis Regresi Linier Sederhana

Korelasi : A B
Regresi : A B

Syarat
1. Skala interval atau rasio
2. Distribusi data normal
3. Linier
4. Terdapat 1 variabel independen dan 1 variabel dependen

= a +bx
Y
i
di
di = Yi - i
(Xi,i)

(X , Y)

a
X X
i

a = intercept (Y axis), perpotongan garis regresi dengan sb tegak bila a = nol garis lewat
titik asal (0,0)
b = koefisien regresi, slope, kemiringan garis regresi perubahan satu unit/satuan pada x
mengakibatkan perubahan b satuan pada Y, b dapat + atau
= a + bx persamaan garis regresi di sampel hubungan fungsional nilai x
menentukan
= + x persamaan garis regresi di populasi
= nilai ramalan yang dihasilkan garis regresi untuk nilai x tertentu
X = variabel bebas atau prediktor atau explanatory variable

Contoh soal :
Seorang urolog ingin mencari pengaruh lamanya pengobatan Finasteride terhadap volume
kelenjar prostat melalui USG pada 20 pasien poliklinik urologi yang menderita BPH selama
sebulan. Didapatkan data :
Lamanya pengobatan (hari): 24,21,10,7,9,10,14,9,7,10,21,28,14,7,10,12,18,7,14,24
Volume prostat (cm3): 30,40,80,100,75,90,65,95,80,70,65,35,55,60,70,55,65,50,45,20
1. Tulis hipotesis penelitian
2. Uji apa yang saudara pilih untuk mengujinya, jelaskan alasannya
3. Kerjakan dengan =0,05 ; buat grafiknya lalu interpretasi
4. Hitung parameter regresi a dan b, buat persamaan regresinya
5. Uji signifikansi masing-masing parameter regresi, signifikan atau tidak ?
6. Hitung koefisien determinasinya
7. Interpretasikaan hasilnya

Jawaban:
Hipotesis penelitian :
Terdapat pengaruh pengobatan Finasterid terhadap pengecilan Prostat
Hipotesa statistik :
H0 : Tidak terdapat pengaruh antara lama pengobatan terhadap volume prostat
H : Ada pengaruh antara lama pengobatan terhadap volume prostat

Langkah I
Buat tabel
X : variabel independen = lama pengobatan
Y : variabel dependen = volume prostat

No Xi Yi Xi2 XiYi Yi2 = a + bx Yi- (Yi-)2 Xi-X (Xi-X)2


1 24 30 576 720 900 38 -7,57 57,30 10,20 104,04
2 21 40 441 840 1600 45 -4,83 23,33 7,20 51,84
3 10 80 100 800 6400 71 8,55 73,10 -3,80 14,44
4 7 100 49 700 10000 79 21,29 453,26 -6,80 46,24
5 9 75 81 675 5625 74 1,13 1,28 -4,80 23,04
6 10 90 100 900 8100 71 18,55 344,10 -3,80 14,44
7 14 65 196 910 4225 62 3,23 10,43 0,20 0,04
8 9 95 81 855 9025 74 21,13 446,48 -4,80 23,04
9 7 80 49 560 6400 79 1,29 1,66 -6,80 46,24
10 10 70 100 700 4900 71 -1,45 2,10 -3,80 14,44
11 21 65 441 1365 4225 45 20,17 406,83 7,20 51,84
12 28 35 784 980 1225 28 7,11 50,55 14,20 201,64
13 14 55 196 770 3025 62 -6,77 45,83 0,20 0,04
14 7 60 49 420 3600 79 -18,71 350,06 -6,80 46,24
15 10 70 100 700 4900 71 -1,45 2,10 -3,80 14,44
16 12 55 144 660 3025 67 -11,61 134,79 -1,80 3,24
17 18 65 324 1170 4225 52 12,91 166,67 4,20 17,64
18 7 50 49 350 2500 79 -28,71 824,26 -6,80 46,24
19 14 45 196 630 2025 62 -16,77 281,23 0,20 0,04
20 24 20 576 480 400 38 -17,57 308,70 10,20 104,04
276 1245 4632 15185 86325 3984,10 823,20
Mean 13,8 62,25

Keterangan:
Kolom diisi setelah mencari nilai a dan b
Langkah II
Hitung Slope / Gradien b

(Xi Yi) (Xi)(Yi)/n 15185 276 . 1245 / 20


b = = = - 2,42
Xi 2
(Xi) /n
2
4632 276 / 20
2

Perubahan satu unit/satuan pada x mengakibatkan perubahan b satuan pada Y, hasil koefisien
regresi (b) negatif, berarti perubahan x terhadap Y berbanding terbalik.

Langkah III
Hitung intercept (a)

a = (Yi / n) b. (Xi / n) = 62,25 + 2,42 . 13,8 = 95,65

Langkah IV
Buat persamaan garis regresi

= a + bx
= 95,65 2,42x

Langkah V
Hitung S
2
( )2 3984,1
= = = = 221,34
2 2 20 2

S = 14,88

Langkah VI
Hitung varian a, varian b, dan SE

1 2 1 2
() = 2 ( + ) ; () = ( + )
( )2 ( )2

1 13,82
() = 221,34 ( + ) = 61,72
20 823,2

() = () = 15,85 = 7,856

2
() = 2
; () =
( ) ( )2

221,34
() = = 0,269
823,2

() = () = 0,269 = 0,52
Langkah VII
Menaksir dan

Menaksir :
95 % interval kepercayaan untuk :
a + tn-2 , /2 SE(a)
95,65 + 2,10 x 7,856 = 95,65 + 16,498

Menaksir :
95 % confidence interval untuk :
b t/2, n-2 SE(b)
-2,42 + 2,10 x 0,52= -2,42 + 1,09

Langkah VIII
Uji hipotesis

Uji hipotesis a :
H0 : = 0 garis regresi lewat titik asal (0,0)
H1 : 0 garis regresi tidak lewat titik asal
H0 ditolak bila t > t1-/2 , df = n -2 atau t < t/2 , df = n 2

95,65
= = = = 12,175
() () 7,856

titik kritis t 0,05 df=20-2 adalah + 2,10


Kesimpulan : H0 ditolak H1 diterima 0 garis regresi tidak lewat titik asal

Uji hipotesis b :
H0 : = 0 Y tidak tergantung pada X
H1 : 0 Y tergantung pada X
H0 ditolak bila t > t1-/2 , df = n -2 atau t < t/2 , df = n 2

2,42
= = = = 4,65
() () 0,52

titik kritis t 0,05 df=20-2 adalah + 2,10


Kesimpulan : H0 ditolak H1 diterima 0 Y tergantung pada X

Langkah IX
Rumus Tabel ANOVA untuk Regresi

SBR Variasi DF S.S MS Fratio p

Due to Regression 1 ( Y)2 SSR/DF = SSR/1



Residu (Error) n-2 (Yi )2 SSE/DF = SSE/(n-2)

(Yi Y)2
2
= ( )2 = 2 ( ) = 86325 12452 20 = 8823,75

2
= ( ) = 3984,1

= = 4839,65


= = 4839,65
1
3984,1
= = = 221,34
2 20 2
4839,65
= = = 21,865
221,34

Ftabel
SBR Variasi DF S.S MS Fratio
0,01 0,05
Due to Regression 1 4839,65 4839,65
21,865 8,29 4,41
Residu (Error) 18 3984,1 221,34

Ftabel = 4,41 ( = 0,05 ; DFnumerator=1 ; DFdenominator=n-2=18)


atau
Ftabel = 8,29 ( = 0,01 ; DFnumerator=1 ; DFdenominator=n-2=18)

H0 : Tidak terdapat pengaruh antara lama pengobatan terhadap volume prostat


H : Ada pengaruh antara lama pengobatan terhadap volume prostat

Fratio > Ftabel H0 ditolak Ada pengaruh antara lama pengobatan terhadap volume prostat

Koefisien penentu = coefficient of determination (r2) : Proporsi/persentase varian total di Y


yang dapat diterangkan oleh X seberapa jauh model regresi linier sesuai (fit) terhadap data
index kesesuaian (index of fit)
r2 = mendekati 1 x menjelaskan sebagian besar variasi di Y

4839,65
2 = = = 0,548
8823,75

Adjusted r2 :
( 1) (20 1)
02 = 1 (1 2 ) = 1 (1 0,548) = 0,523 = 52,3%
( ) (20 2)

p = jumlah parameter