Anda di halaman 1dari 8

Laporan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer

(PKMP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)

F.2. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

PENYULUHAN MENGENAI JAMBAN SEHAT PADA


MASYARAKAT DESA KARANGLEWAS

Pembimbing:
dr. Dewanto, M. Kes

NIP 19701101.200212.1.003

Disusun Oleh :

dr. Thrifindana Abednego

Pusat Kesehatan Masyarakat Kutasari


PURBALINGGA
2013
Kode Kegiatan :

F.2. Upaya Kesehatan Lingkungan


(Penyuluhan Jamban Sehat pada Desa
Karanglewas)

LATAR Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 16/2008


BELAKANG
tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan

Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman tidak

disebutkan adanya istilah jamban. Namun di dalam

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah

nomor 534/2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan

Minimal disebutkan adanya sarana sanitasi individual dan

komunal berupa jamban beserta MCK-nya. Lebih jauh lagi di

dalam Buku Panduan Penyehatan Lingkungan Permukiman

untuk RPIJM 2007 disebutkan adanya pengumpulan data

primer tentang jamban keluarga. Di dalam Petunjuk Teknis

Tata Cara Pembuatan Bangunan Jamban Keluarga dan

Sekolah 1998 dari Departemen Pekerjaan Umum, disebutkan

bahwa jamban mencakup bangunan atas yang antara lain

terdiri: plat jongkok, leher angsa, lantai, dinding, dll, tetapi

tidak termasuk bangunan bawahnya.

Keputusan Menteri Kesehatan nomor 852/2008 tentang

Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

disebutkan bahwa jamban sehat adalah fasilitas pembuangan


tinja yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan

penyakit. Pengelolaan jamban yang tidak sehat berpengaruh

kepada sanitasi lingkungan sehingga memudahkan penularan

dan meningkatkan prevalensi kejadian diare.


PERMASALAHAN Di dunia lebih dari 2,6 milyar tidak mempunyai sanitasi

yang memadai (PBB, 2004). Laporan Indonesian Sanitation

Sector Development Program (ISSDP, 2004) disebutkan

bahwa masyarakat Indonesia yang masih melakukan buang

air besar sembarangan masih lebih dari 40%. Pencemaran air

yang diakibatkan perilaku buang air besar sembarangan retan

mengakibatkan penularan penyakit infeksi diantaranya

berbagai penyakit kulit dan diare.


URAIAN 1. Jenis Kegiatan
KEGIATAN
Jenis kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan

penyuluhan mengenai jamban sehat.

2. Materi Kegiatan

Materi yang disampaikan :

1. Definisi jamban sehat

2. Manfaat jambat sehat terhadap sanitasi lingkungan

3. Mengenal jenis-jenis jamban

4. Kriteria jamban sehat

5. Penyakit yang timbul akibat sanitasi yang kurang

sehat.
PELAKSANAAN Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2013,
(Waktu, tempat,
dan rangkaian tempat penyuluhan di Balai Desa Karanglewas. Adapun
kegiatan).
materi penyuluhan yang telah disampaikan :

1. Definisi jamban sehat

2. Manfaat jambat sehat terhadap sanitasi lingkungan

3. Megenal jenis-jenis jamban

4. Kriteria jamban sehat

5. Penyakit yang timbul akibat sanitasi yang kurang

sehat.

Diharapkan hasil dari penyuluhan bisa

diaplikasikan bagi warga Desa Karanglewas dengan

menggunakan jamban sehat sesuai dengan kriteria sehat,

selain itu sadar tentang dampak dari buang air besar

sembarangan.
MONITORING Monitoring dan evaluasi dapat dilihat dari turunnya
DAN EVALUASI
prevalensi penyakit yang diakibatkan dari sanitasi

lingkungan yang kurang sehat, diantaranya penyakit kulit

dan diare. Selain itu, peranan dari kader kesehatan dan

perangkat desa untuk membantu dalam upaya

mewujudkan jamban sehat dan membuat peraturan atau

larangan untuk buang air besar sembarangan, serta hal

yang lain yang dapat mempengaruhi sanitasi lingkungan.


Komentar/Umpan Balik:

Purbalingga, 2013

Dokter Internship Pendamping

dr. Thrifindana Abednego dr. Dewanto, M. Kes


NIP. 197011012002121003
LAMPIRAN :

F.2. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

Definisi Jamban Sehat

Keputusan Menteri Kesehatan nomor 852/2008 tentang Strategi


Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat disebutkan bahwa jamban
sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk
memutuskan mata rantai penularan penyakit

Jenis Jamban Sehat


Manfaat Jamban Sehat
1. Tidak mencemari sumber
Menjaga sanitasi
air minum.
lingkungan agar tetap
bersih
2. Air seni, air pembersih dandan sehat sehingga
air penggelontor tidak
terhindar dari penyakit
mencemari tanah di menular.
sekitarnya, untuk itu lantai
jamban harus cukup luas
paling sedikit berukuran
11 meter, dan dibuat
cukup landai/miring
Kriteriake arah Sehat, KEMENKES
Jamban
lubang jongkok;
1985
3. Mudah dibersihkan, aman
digunakan, untuk itu harus
dibuat dari bahan-bahan
yang kuat dan tahan lama
dan agar tidak mahal
hendaknya dipergunakan
bahan-bahan yang ada
setempat;
4. Dilengkapi dinding dan
atap pelindung, dinding
kedap air dan berwarna
terang;
5. Cukup penerangan;
6. Lantai kedap air;