Anda di halaman 1dari 7

8.

3 Pemilihan Metode Persediaan


Menurut UU Pajak Penghasilan pasal 10 ayat (6), ada dua metode yang dapat digunakan oleh wajib
pajak dalam menilai persediaan barang dan pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok
penjualannya yaitu first in first out (mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama) dan
weighted average (merata-ratakan nilai persediaan).
Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika wajib
pajak telah memilih salah satu metode diatas dalam menilai persediaannya, wajib pajak tersebut
harus konsisten dengan pilihannya.

Perbandingan Metode FIFO dan Weighted Average


Data Perusahaan ABC Pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Unit Harga Total
Saldo Awal Kas Rp. 7000.000
Saldo Awal Laba Ditahan Rp. 10.000.000
Saldo Awal Persediaan 4000 Rp. 3000
Pembelian 6000 Rp. 4000 Rp. 24.000.000
Penjualan 5000 Rp. 12.000 Rp. 60.000.000
Beban Operasi Rp. 10.000.000
Pajak 40%

Perhitungan Harga Pokok Penjualan untuk masing-masing metode adalah sebagai berikut :
Harga Pokok Penjualan FIFO
Unit Harga Total
Penjualan 5.000
Saldo Awal Persediaan 4.000 Rp. 3.000 Rp. 12.000.000
Pembelian 1.000 Rp. 4.000 Rp. 4.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp. 16.000.000
Harga Pokok Penjualan Average Method
Unit Harga Total
Saldo Awal Persediaan 4.000 Rp. 3.000 Rp. 12.000.000
Pembelian 6.000 Rp. 4.000 Rp. 24.000.000
Total 10.000 Rp. 36.000.000
Biaya Per Unit Rp. 3.600
Harga Pokok Penjualan 5.000 Rp. 3.600 Rp. 18.000.000
Perhitungan Laba Bersih untuk masing-masing metode adalah sebagai berikut
Average FIFO
Penjualan Rp. 60.000.000 Rp. 60.000.000
Harga Pokok Penjualan (Rp. 18.000.000) (Rp. 16.000.000)
Margin Laba Rp. 42.000.000 Rp. 44.000.000
Beban Operasi (Rp. 10.000.000) (Rp. 10.000.000)
Laba Sebelum Pajak Rp. 32.000.000 Rp. 34.000.000
Beban Pajak (Rp. 12.800.000) (Rp. 13.600.000)
Laba Bersih Rp. 19.200.000 Rp. 20.400.000

Summary Perbandingan Metode Average dan FIFO


Persediaan Margin Pajak Laba Laba Kas
Laba Bersih Ditahan
Average Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Cost 18.000.000 42.000.000 12.800.000 19.200.000 29.200.000 20.200.000
FIFO Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
20.000.000 44.000.000 13.600.000 20.400.000 30.400.000 19.400.000

Berdasarkan table diatas, maka dapat terlihat bahwa:


1. Penggunaan metode FIFO akan menghasilkan Harga Pokok Penjuakan yang lebih kecil
dibandingkan metode Average, sehingga laba bersih perusahaan akan menjadi lebih besar
dan beban pajak yang harus ditanggung wajib pajak lebih besar.
2. Penggunaan metode average menyebabkan jumlah kas yang dimiliki perusahaan lebih
banyak dibandingkan dengan metode FIFO, karena adanya penghematan dalam
pembayaran pajak.

8.4 Pemilihan Metode Penyusutan


Dalam melakukan penyusutan asset tetap, perpajakan hanya mengizinkan penggunaan dua jenis
metode penyusutan, yaitu metode garis lurus dan saldo menurun. Hal ini diatur dalam UU Pajak
Penghasilan pasal 11.
Selain metode, UU PPh juga menentukan umur manfaat dari masing-masing asset. Pajak membagi
kelompok asset bukan bangunan menjadi 4 kelompok.
Adapun klasifikasi dari masing-masing kelompok asset diatur dalam PMK 96/PMK.03/2009.
JENIS-JENIS HARTA BERWUJUD YANG TERMASUK DALAM KELOMPOK 1
No Jenis Usaha Jenis Harta
1. Semua Jenis Usaha 1. Mebel dan peralatan dari kayu atau rotan termasuk meja,
bangku, kursi, lemari dan sejenisnya yang bukan bagian
dari bangunan.
2. Mesin kantor seperti mesin tik, mesin hitung,
duplikator, mesin fotokopi, mesin akunting/pembukuan,
komputer, printer, scanner dan sejenisnya.
3. Perlengkapan lainnya seperti amplifier, tape/cassette,
video recorder, televisi dan sejenisnya.
4. Sepeda motor, sepeda dan becak.
5. Alat perlengkapan khusus (tools) bagi industri/jasa yang
bersangkutan.
6. Dies, jigs, dan mould.
7. Alat-alat komunikasi seperti pesawat telepon, faksimile,
telepon seluler dan sejenisnya.
2. Pertanian, Alat yang digerakkan bukan dengan mesin seperti cangkul,
perkebunan, peternakan, perikanan, garu dan lain-lain.
kehutanan
3. Industri makanan Mesin ringan yang dapat dipindah-pindahkan seperti, huller,
dan minuman pemecah kulit, penyosoh, pengering, pallet, dan sejenisnya.
4. Transportasi dan Mobil taksi, bus dan truk yang digunakan sebagai angkutan
Pergudangan umum
5. Industri semi Falsh memory tester, writer machine, biporar test system,
konduktor elimination (PE8-1), pose checker
6. Jasa Persewaan Anchor, Anchor Chains, Polyester Rope, Steel Buoys, Steel
Peralatan Tambat Wire Ropes, Mooring Accessoris.
Air Dalam
7. Jasa telekomunikasi Base Station Controller
selular

JENIS-JENIS HARTA BERWUJUD YANG TERMASUK DALAM KELOMPOK 2


No Jenis Usaha Jenis Harta
1. Semua Jenis Usaha 1. Mebel dan peralatan dari logam termasuk meja, bangku,
kursi, lemari dan sejenisnya yang bukan merupakan
bagian dari bangunan. Alat pengatur udara seperti AC,
kipas angin dan sejenisnya.
2. Mobil, bus, truk, speed boat dan sejenisnya
3. Container dan sejenisnya
2. Pertanian, 1. Mesin pertanian/perkebunan seperti traktor dan mesin
perkebunan, bajak, penggaruk, penanaman, penebar benih dan
kehutanan sejenisnya.
2. Mesin yang mengolah atau menghasilkan atau
memproduksi bahan atau barang pertanian, perkebunan,
peternakan dan perikanan.
3. Industri makanan 1. Mesin yang mengolah produk asal binatang, unggas dan
dan minuman perikanan, misalnya pabrik susu, pengalengan ikan.
2. Mesin yang mengolah produk nabati, misalnya mesin
minyak kelapa, margarin, penggilingan kopi, kembang
gula, mesin pengolah biji-bijian seperti penggilingan
beras, gandum, tapioka.
3. Mesin yang menghasilkan/memproduksi minuman dan
bahan-bahan minuman segala jenis.
4. Mesin yang menghasilkan/memproduksi bahanbahan
makanan dan makanan segala jenis
4. Industri Mesin Mesin yang menghasilkan/memproduksi mesin ringan
(misalnya mesin jahit, pompa air).
5. Perkayuan, 1. Mesin dan peralatan penebangan kayu.
kehutanan 2. Mesin yang mengolah atau menghasilkan atau
memproduksi bahan atau barang kehutanan
6. Konstruksi Peralatan yang dipergunakan seperti truk berat, dump truck,
crane buldozer dan sejenisnya
7. Transportasi dan 1. Truk kerja untuk pengangkutan dan bongkar muat, truk
Pergudangan peron, truck ngangkang, dan sejenisnya;
2. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat
untuk pengangkutan barang tertentu (misalnya gandum,
batu batuan, biji tambang dan sebagainya) termasuk
kapal pendingin, kapal tangki, kapal penangkap ikan dan
sejenisnya, yang mempunyai berat sampai dengan 100
DWT;
3. Kapal yang dibuat khusus untuk menghela atau
mendorong kapal-kapal suar, kapal pemadam
kebakaran, kapal keruk, keran terapung dan sejenisnya
yang mempunyai berat sampai dengan 100 DWT;
4. Perahu layar pakai atau tanpa motor yang mempunyai
berat sampai dengan 250 DWT;
5. Kapal balon.
8. Telekomunikasi 1. Perangkat pesawat telepon;
2. Pesawat telegraf termasuk pesawat pengiriman dan
penerimaan radio telegraf dan radio telepon
9. Industri semi Auto frame loader, automatic logic handler, baking
konduktor oven, ball shear tester, bipolar test handler (automatic),
cleaning machine, coating machine, curing oven, cutting
press, dambar cut machine, dicer, die bonder, die shear
test, dynamic burn-in system oven, dynamic test
handler, eliminator (PGE-01), full automatic handler,
full automatic mark, hand maker, individual mark,
inserter remover machine, laser marker (FUM A01),
logic test system, marker (mark), memory test system,
molding, mounter, MPS automatic, MPS manual, O/S
tester manual, pass oven, pose checker, reform machine,
SMD stocker, taping machine, tiebar cut press,
trimming/forming machine, wire bonder, wire pull tester
10. Jasa Persewaan Spoolling Machines, Metocean Data Collector
Peralatan Tambat
Air Dalam
11. Jasa Telekomunikasi Mobile Switching Center, Home Location Register, Visitor
Seluler Location Register. Authentication Centre, Equipment Identity
Register, Intelligent Network Service Control Point, intelligent
Network Service Managemen Point, Radio Base Station,
Transceiver Unit, Terminal SDH/Mini Link, Antena

JENIS-JENIS HARTA BERWUJUD YANG TERMASUK DALAM KELOMPOK 3


No Jenis Usaha Jenis Harta
1. Pertambangan selain Mesin-mesin yang dipakai dalam bidang pertambangan,
minyak dan gas termasuk mesin-mesin yang mengolah produk pelikan
2. Permintalan, 1. Mesin yang mengolah/menghasilkan produkproduk
pertenunan dan tekstil (misalnya kain katun, sutra, seratserat buatan, wol
pencelupan dan bulu hewan lainnya, lena rami, permadani, kain-
kain bulu, tule).
2. Mesin untuk yang preparation, bleaching, dyeing,
printing, finishing, texturing, packaging dan sejenisnya.
3. Perkayuan 1. Mesin yang mengolah/menghasilkan produkproduk
kayu, barang-barang dari jerami, rumput dan bahan
anyaman lainnya.
2. Mesin dan peralatan penggergajian kayu.
4. Industri Kimia 1. Mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan produk
industri kimia dan industri yang ada hubungannya
dengan industri kimia (misalnya bahan kimia anorganis,
persenyawaan organis dan anorganis dan logam mulia,
elemen radio aktif, isotop, bahan kimia organis, produk
farmasi, pupuk, obat celup, obat pewarna, cat, pernis,
minyak eteris dan resinoida-resinonida wangi-wangian,
obat kecantikan dan obat rias, sabun, detergent dan
bahan organis pembersih lainnya, zat albumina, perekat,
bahan peledak, produk pirotehnik, korek api, alloy
piroforis, barang fotografi dan sinematografi.
2. Mesin yang mengolah/menghasilkan produk industri
lainnya (misalnya damar tiruan, bahan plastik, ester dan
eter dari selulosa, karet sintetis, karet tiruan, kulit samak,
jangat dan kulit mentah)
5. Industri mesin Mesin yang menghasilkan/memproduksi mesin menengah dan
berat (misalnya mesin mobil, mesin kapal)
6. Transportasi dan 1. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat
Pergudangan untuk pengangkutan barang-barang tertentu (misalnya
gandum, batu-batuan, biji tambang dan sejenisnya)
termasuk kapal pendingin dan kapal tangki, kapal
penangkapan ikan dan sejenisnya, yang mempunyai
berat di atas 100 DWT sampai dengan 1.000 DWT.
2. Kapal dibuat khusus untuk mengela atau mendorong
kapal, kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal
keruk, keran terapung dan sejenisnya, yang mempunyai
berat di atas 100 DWT sampai dengan 1.000 DWT.
3. Dok terapung.
4. Perahu layar pakai atau tanpa motor yang mempunyai
berat di atas 250 DWT.
5. Pesawat terbang dan helikopter-helikopter segala jenis
7. Telekomunikasi Perangkat radio navigasi, radar dan kendali jarak jauh.

JENIS-JENIS HARTA BERWUJUD YANG TERMASUK DALAM KELOMPOK 4


No Jenis Usaha Jenis Harta
1. Konstruksi Mesin berat untuk konstruksi
2. Transportasi dan 1. Lokomotif uap dan tender atas rel.
Pergudangan 2. Lokomotif listrik atas rel, dijalankan dengan batere atau
dengan tenaga listrik dari sumber luar.
3. Lokomotif atas rel lainnya.
4. Kereta, gerbong penumpang dan barang, termasuk
kontainer khusus dibuat dan diperlengkapi untuk ditarik
dengan satu alat atau beberapa alat pengangkutan.
5. Kapal penumpang, kapal barang, kapal khusus dibuat
untuk pengangkutan barang-barang tertentu (misalnya
gandum, batu-batuan, biji tambang dan sejenisnya)
termasuk kapal pendingin dan kapal tangki, kapal
penangkap ikan dan sejenisnya, yang mempunyai berat
di atas 1.000 DWT.
6. Kapal dibuat khusus untuk menghela atau mendorong
kapal, kapal suar, kapal pemadam kebakaran, kapal
keruk, keran-keran terapung dan sebagainya, yang
mempunyai berat di atas 1.000 DWT.
7. Dok-dok terapung.
Perbandingan Metode Garis Lurus dan Saldo Menurun
Data Aset Perusahaan XYZ adakah sebagai berikut :
Jenis Harta : Mesin
Tangal Pembelian : 1 Januari 2008
Harga Perolehan : Rp. 250.000.000
Masa Manfaat Fiskal : 8 tahun (Kelompok 2)
Perhitungan Biaya Penurunan Metode Garis Lurus dan Saldo Menurun adalah :
Penyusutan Fiskal Efisiensi PPh (25%)
Tahun MGL MSM MGL MSM Perbedaan
2008 31.250.000 62.500.000 7.812.500 15.625.000 7.812.500
2009 31.250.000 46.875.000 7.812.500 11.718.750 3.906.250
2010 31.250.000 35.156.250 7.812.500 8.789.063 976.563
2011 31.250.000 26.367.188 7.812.500 6.591.797 (1.220.703)
2012 31.250.000 19.775.391 7.812.500 4.943.848 (2.868.652)
2013 31.250.000 14.831.543 7.812.500 3.707.886 (4.104.614)
2014 31.250.000 11.123.657 7.812.500 2.780.914 (5.031.586)
2015 31.250.000 33.370.972 7.812.500 8.342.743 530.243
Notes
MGL : Metode Garis Lurus
MSM : Metode Saldo Menurun

Apabila ditinjau berdasarkan table diatas, maka dapat terlihat bahwa untuk tiga tahun pertama,
Metode Saldo Menurun menyebabkan beban penyusutan yang jauh lebih besar, dibandingkan
dengan Metode Garis Lurus yang berdampak pada lebih kecilnya jumlah laba bersih yang
dihasilkan dan lebih kecilnya beban pajak yang ditanggung oleh Wajib Pajak dibandingkan dengan
metode garis lurus.
Penggunaan metode saldo menurun dapat membantu Wajib Pajak dalam menghemat pajak tahun-
tahun awal.