Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada awalnya Arsitektur Modern muncul sekitar tahun 1750-an di Eropa,


dengan beberapa ciri khas yaitu munculnya arsitektur bergaya Romantic
Classicicm atau yang lebih dikenal dengan aliran Neoklasik, adanya tata kota
ideal dan rekayasa teknologi. Sebenarnya Arsitektur Modern baru muncul di
Eropa sekitar tahun 1860-an setelah dibangunnya Crystal Palace, sebagai suatu
reaksi akibat ketidak puasan akan gaya arsitektur klasik dan kombinasinya pada
abad 18. Sedangkan di Amerika, gaya ini mulai muncul sekitar tahun 1880-an.
Akibat adanya berbagai gagasan baru, salah satunya adalah adanya peran
teknologi dalam perancangan bangunan yaitu penggunaan bahan-bahan baru
seperti beton, besi, baja, kaca, dan sebagainya, mulailah muncul berbagai
macam struktur yang sekaligus mempengaruhi bentuk-bentuk bangunan yang
sebelumnya tidak ada. Gagasan baru tersebut terangkum dalam prinsip-prinsip
Arsitektur Modern. Arsitektur Modern dapat dianggap sebagai suatu debat atau
argumen terhadap peran arsitektur klasik. Arsitektur Klasik mencerminkan
banyak pandangan seperti moral atau ekstravagan, imperialisasi atau republik,
bahkan intelektualitas atau militerisme. Tanpa disadari oleh beberapa Arsitek,
ada beberapa karya arsitek yang mengaku sebagai hasil cipta klasik tapi
mempunyai ciri modern, dan sebaliknya ada juga karya arsitek yang
menyatakan sebagai karya arsitektur bergaya modern tapi nyatanya malah
bergaya klasik. Salah satu pengaruh terpenting dan terbesar pada arsitektur
modern ini adalah gerakan Arts and Crafts, yang ditemukan pada pertengahan
abad 18 oleh William Morris di Inggris. Morris mengkritik kualitas artistik yang
miskin akan hasil produksi mesin pada saat revolusi Industri. Meskipun Morris
tidak merancang bangunan, pengaruhnya memberi motivasi akan kebebasan
dan semangat bereksperimen yang mendapatkan peran penting dalam
arsitektur.

Di Indonesia pada awal tahun 1960-an, literatur barat mulai masuk ke dunia
pendidikan arsitektur di Indonesia. Karya-karya dan pemikiran-pemikiran para
arsitek terkemuka seperti Walter Gropius, Frank Llyod Wright, dan Le
Corbusier menjadi referensi normatif dalam diskusi di kelas dan latihan di
studio, sehingga karakter pendidikannya menjadi lebih akademis. Iklim politik
pada saat itu sangat berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat terhadap
teori dan konsep arsitektur modern, karena pada masa Demokrasi Terpimpin
(1957-1965) di bawah Presiden Sukarno, modernitas diberikan oleh
kepentingan simbolis yang merujuk pada persatuan dan kekuatan nasional.
Bangunan modern pertama kali di bangun di Yogyakarta yaitu Gedung Pusat
Universitas Gajah Mada. Sekarang, Bangunan modern sudah sangat banyak di
Indonesia, termasuk di Palembang. Palembang merupakan kota tidak sedikit
memiliki bangunan modern mengingat sekarang kota ini sudah berkembang
dengan pesat.

Teknologi yang semakin banyak masuk ke kota Palembang membuat kota ini
terlihat berkembang serta dengan adanya banyak pembangunan yang dilakukan.
Tak sedikit bangunan modern yang ada di Palembang, mulai dari ruamh tinggal,
perkantoran, bank, mall, serta restoran Salah satu restoran yang termasuk
bangunan modern di Kota Palembang adalah Sushi Tei. Bangunan ini
memperlihatkan keunikan dengan pemakaian lapisan besi-besi yang hampir
menutupi keseluruhan bentuk bangunan. Bangunan ini menggunakan bentuk
geomteri kotak yang sederhana

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apakah Restoran Sushi Tei tergolong ke dalam bangunan modern


ditinjau dari ciri ciri arsitekur modern ?
1.2.2 Apakah penerapan secondary skin pada facade Restoran Sushi Tei dapat
mempengaruhi bentuk dan kondisi bangunan modern tersebut?

1.3 Manfaat dan Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui apakah Restoran Sushi Tei tergolong ke dalam bangunan


modern.
1.3.2 Mengetahui apakah penerapan secondary skin pada facade Restoran
Sushi Tei dapat mempengaruhi bentuk dan kondisi bangunan modern
tersebut.