Anda di halaman 1dari 6

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Aspirasi Benda Asing

a. Pengkajian

1. Identitas pasien

2. Riwayat kesehatan yang lalu

a. Kaji riwayat pribadi atau keluarga tentang penyakit paru sebelumnya

b. Kaji riwayat reaksi alergi atau sensitifitas terhadap zat atau faktor
lingkungan
c. Kaji riwayat perkerjaan pasien
3. Pengkajian keperawatan pasien yang mempunyai masalah pernapasan
difokuskan pada ventilasi, perfusi, kognisis, dan eliminasi
a. Ventilasi
1) Bunyi napas
Ronkhi basah atau mengi dapt terdengar pada bayak masalah
pernapasan. Hilangya atau berkurangnya bunyi napas merupakan
temuan yang signifikan dan mungkin mengindikasikan
pneumotoraks atau beberapa bentuk konsolidasi alveolar. Bunyi
napas dapat saja hilang atau berkurang sebagai akibat konstriksi
bronkus kanan yang disebakan oleh adanya aspirasi benda asing.
2) Pernapasan
Tentukan karakter pernapasan. Frekuensi pernapasan >50
pernapasan/menit pada bayi atau >40 pernapasan/ menit pada anak-
anak usia <3 tahun merupakan kondisi sensitive dan spensitifik
adanya infeksi saluran pernapasan bawat.
3) Laju aliran ekspirasi
Jika pasien PPOK atau asma, periksa laju aliran ekspirasi puncak
dengan menggunakan peak floemeter. Jika nilainya kurang dari
200 l/menit, triase segera keruang tindakan.
4) Saturasi oksigen
Tentukan tingkat SpO2 dengan oksimetri nadi kontinu. Jika tingkat
SpO2 91 % atau kurang, diperkirakan pasien harus dirawat di
rumah sakit.
5) Sputum
Jelaskan produsi seputum. Sputum merah muda yang berbusa
merupakan tanda edema alveoli paru kardiogenik.
6) Dispnea
Kaji dispnea dengan menggunakan skala yang sudah distandarisasi
b. Perfusi
1) Bunyi jantung
Bunyi jantung ketiga sering kali terdengar pada kasus-kasus gagal
jantung
2) Titik implus maksimal
Palpasi titik implus maksimal. Bagian apeks jantung biasanya
sampai pada dinding anterior dada atau dekat dengan ruang
interkosta lima kiri di faris midklavikula
3) Distensi vena junggularis
Tentukan ada tidaknya distensi vena jugularis. Ubah posisi pasien
menjadi semifowler dengan kepala miring ke kanan atau ke kiri.
c. Kognisi
1) Lakukan pengkajian neurologis dan catat nilai GCS. Medikasi
misalnya teofilin dan alupent. Yang digunakan untuk mengatasi
gangguan pulmonal menimgulkan efek pada system saraf pusat,
seperti kegelisahan, takikardia, dan agitasi. Hipoksemia dan
hiperkapnia dapat menyebabkan kegelisahan dan penurunan
kesadaran.
2) Kondisi pernapasan
a) Dapat menjawab, lengkap tidak terputus-putus, tidak tersendat-
sendat tidak menggeh-menggeh dan fungsi pernapasan baik
b) Bila menjawab terputus-putus, tersendat-sendat, menggeh-
menggeh dan pungsi pernapasan terganggu.
c) Bila tidak menjawab, tidak ada suara, tidak ada gerakan nafas,
tidak ada hawa nafas dan pernafasan berhenti.
4) Jika pengobatan mencakup pembedahan, penting artinya jika
perawatan mengetahui sifat dari pembedahan sehingga dapat
merencanakan asuhan yang sesuai. Jika pasien diperkirakan akan
tidak mempunyai suara lagi, evaluasi paska operatif oleh terapi
wicara diperlukan. Kemampuan pasen untuk mendengarm melihat,
membaca, dan menulis dikaji, kerusakan visual dan buta huruf
fungsional dapat menimbulkan masalah tambahan.
b. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan bronkospasme
2. Gangguan bertukaran gas berhubungan dengan gangguan suplai oksigen
3. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi
trakheobronkial, edema dan peningkatan produksi sputum, menurunnya
fungsi fisiologis saluran pernapasan, ketidakmampuan batuk, adanya
benda asing (ETT, Corpus alienum)
4. Pola napas tidak efektif berhbungan dengan tidak adekuatnya ventilasi.

c. Intervesnsi Keperawatan
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi
1. Bersihan jalan napas tidak Mempertahankan 1.1 Auskultasi bunyi nafas,
efektif berhubungan jalan napas paten catat adanya bunyi
dengan bronkospaseme dengan bunyi nafas,ex: mengi
bersih dan jelas 1.2 Kaji/ panatau frekuensi
pernapasan, catat rasio
inspirasi atau ekspirasi
1.3 Catat adanya derajat
dispnea, ansietas, distress
pernafasan, penggunaan
obat
1.4 Tempat klien pada posisi
yang nyaman. Contoh:
meninggikan kepala TT,
duduk pada sandaran TT
1.5 Pertahankan polusi
lingkungan minimum,
contoh:debu, asap dll
1.6 Tingkatkan masukan
cairan sampai dengan 3000
ml/hari sesuai toleransi
jantung, memberikan air
hangat.
1.7 Kolaborari dengan dokter
untuk pemberian obat
sesuai indikasi.
2. Pertukaran gas Perbaikan 1.1 Kaji atau awasi secara
berhubungan dengan ventilasi dan rutin keadaan kulit klien
gangguan suplai oksigen oksigen jaringan dan membrane mukosa
adekuat 1.2 Awasi tanda vital dan
irama jantung.
1.3 Kolaborasi: berika oksigen
tambahan sesuai dengan
indikasi hasil AGDA dan
toleransi klien.
1.4 Sianosis mungkin perifer
atau sentral
mengindikasikan beratnya
hipoksemai.
1.5 Penurunan getaran vibrasi
diduga adanya
penggumpalan cairan atau
udara.
1.6 Takikardia, disritmia, dan
perubahan tekanan darah
dapat menunjukkan efek
hipoksemia sistemik.
3. Bersihan jalan napas tidak Jalan nafas bersih 4.1 Kaji kepatenan jalan napas
efektif berhubungan dari sumbatan 4.2 Kaji pengembangan dada,
dengan trakeobrongkial, kedalamman dan
edema dan peningkatan kemudahan bernapas dan
produski sputum, auskultasi bunyi paru
menurunnya pungsi 4.3 Monitor tekana dara,
fisiologis saluran frekuensi pernapasan dan
pernapasan, denyut nadi
ketidakmampuan batuk, 4.4 Monitor lokasi selang
adanya benda asing (ETT, endotraheal/ gudel dan
corpus alienum) fiksasi dengan hati-hati
4.5 Perhatikan bentuk yang
berlebihan, meningkatnya
dispnea, adanya secret
pada selang endotrakeal/
gudel dan adanya ronchi.
4.6 Lakukan suction bila
diperluakn, batasi lamanya
suction kurang dari 15
detik.
4.7 Dan lakukan pembeian
oksigen 100 % sebelum
melakukan suction
4.8 Observasi hasil
pemeriksaan GDA
4.9 Anjurkan untuk minum air
hangat
4.10 Berikan posisi yang
nyaman (fowler atau semi
fowler)
4.11 Bantu klien untuk
melakukan latihan batuk
efektif bila
membungkinkan.
4.12 Lakukan fisioterapi dada
sesuai indikasi: postular
drainase, perkusi dan
vibrasi.
4.13 Motivasi dan berikan
minum sesuai dengan
kebutuhan cairan (40-50
cc/kg BB/24 jam)
4. Pola napas tidak efektif Pola napas 4.1 Kaji atau awasi secara
berhbungan dengan tidak adekuat rutin keadaan kulit dan
adekuatnya ventilasi membrane mukosa
4.2 Awasi tanda vital dan
irama jantung
4.3 Kolaborasi: berikan
oksigen tambahan sesuai
dengan indikasi hasil
AGDA
4.4 Sianosis mungkin perifer
atau sentral
menfidikasikan beratnya
hipisemia
4.5 Penurunan tetaran vibrasi
diduga adanya
penggumpalan cairan atau
udara
4.6 Takikardia, dosritmia dan
perubahan tekanan darah
dapat menunjukakan efek
hipoksemia sistemik