Anda di halaman 1dari 4

PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN MASA

BANI UMAYAH

Perkembangan Ilmu Pengetahuan


dan Tokoh Muslim pada Masa
Bani Umayyah

Pemikiran Tokoh Ilmuan Muslim


Pada Masa Daulah Bani Umayyah

Salah satu upaya yang dilakukan dalam pola pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah
senantiasa berusahaan untuk untuk dapat lebih maju dari pendidikan barat ialah kegiatan
penerjemahan buku-buku asing kedalam bahasa Arab. Berkembangnya lembaga pendidikan
serta kurikulum dan metodenya. Berkembangnya ilmu pengetahuan. Seiring dengan itu
pendidikan masa periode Dinasti Umayyah telah ada beberapa lembaga seperti, kitab, Masjid,
dan Majelis Sastra. Materi yang diajarkan bertingkat-tingkat dan bermacam-macam.

A. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Dan Tokoh Muslim Pada Masa Bani Umayyah






Artinya : Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah
memudahkannya ke jalan menuju surga. (HR. Turmudzi)

Berbagai pertumbuhan ilmu mengetahui berkembang pada masa Bani Umayyah. Berikut
akan dijelaskan perkembangan ilmu pada masa Bani Umayyah.
1. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah
Dalam sejarah, tercatat bahwa pada masa pemerintahan khalifah-khalifah
Daulah Umayyah, pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayyah baik semasa
Daulah Umayyah di Damaskus (661 -750 M) maupun dimasa Daulah Umayyah di
Andalusia atau Spanyol (756 -1031 M). Damaskus yang sekarang menjadi ibukota
negara Suriah menjadi saksi sejarah betapa majunya peradaban dan ilmu
pengetahuan saat itu.
Oleh para ahli sejarah, kemajuan Cordoba pada zaman pemerintahan
Umayyah di Sepanyol disebut sebagai cikal bakal pahlawan kemajuan bangsa Barat
di kemudian hari.
Di Kota Damaskus saatitu banyak didirikan gedung-gedung yang indah.
Lingkungan di sekeliling kota juga dibangun dengan tata kota yang sangat teratur.
Di kota itu juga dibuat taman-taman kota yang asri, nyaman, dan sedap dipandang
mata. Jalan-jalan di Damaskus ditanami pepohonan yang teduh, sungai-sungai juga
dibuat sedemikian rapi, bersih, dan teratur. Hal ini menunjukkan bahwa di masa itu
masyarakat muslim telah mengalami perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan
yang sangat maju.
Pada masa Bani Umayyah berhasil mengembangkan beberapa bidang
pengetahuan, yaitu sebagai berikut:
a. Arsitektur
Perkembangan di bidang arsitektur ini terlihat dari bangunan-bangunan artistik
masjid-masjid yang memenuhi kota. Kota lama pun dibangun menjadi kota
modern. Mereka memadukan gaya Persia bernuansa Islam yang kental di setiap
sudut bangunannya. Pada masa Walid dibangun juga sebuah masjid agung yang
terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus hasil karya arsitek Abu Ubaidah bin
Jarrah serta dibangunnya sebuah kota baru yaitu kota Kairawan oleh Uqbah bin
Nafi.
b. Organisasi militer
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah ini militer dikelompokkan menjadi 3
angkatan : yaitu (1) angkatan darat (al-jund), (2) angkatan laut (al- bahiriyah)
dan (3) angkatan kepolisian.
c. Perdagangan
Setelah Bani Umayah menaklukkan bebagai wilayah, jalur perdangan menjadi
semakin lancar dan ramai. Ibu Kota Basrah di Teluk Persi pun menjadi
pelabuhan dagang yang ramai dan makmur, begitu pula Kota Aden.
d. Kerajinan
Ketika Khalifah Abdul Malik menjabat, mulailah dirintis pembuatan tiras
(semacam bordiran), yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian khalifah dan
pembesar-pembesar pemerintahan.
B. Tokoh/Ilmuan Muslim Pada Masa Daulah Bani Umayyah
Pada masa Bani Umayyah banyak melahirkan para ulama yang ahli pendidikan islam. Di
antara ulama yang menjadi pendidik sekaligus menjadi ilmuan pada masa Bani
Umayyah, diantaranya sevagai berikut:
a. Seni Bahasa dan Sastra
Pada masa pemerintahan Abd. Malik Bin Marwan, bahasa Arap digunakan sebagai
bahasa administrasi Negara. Penggunaan bahasa Arab yang makin luas, dibutuhkan
suatu panduan bahasa yang dapat dipergunakan oleh semua golongan . hal itu
mendorong lahirnya seorang ahli bahasa yang bernama Syibawaih. Mengarang
sebuah buku yang berisi pokok-pokok kaidah bahasa Arab yang berjudul Al-Kitab.
Disamping itu, pada pemerintahan Dinasti Umayyah di Adalusia terdapat juga ahli
bahasa yang terkenal, antara lain Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah, Ibn Sayyidih,
Ibn Khuruf, Ibn Al-Haj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu
Hayyan Al-Garnathi, Al-Farisi, dan Al-Zujaj. Di bidang sastra juga mengalami
kemajuan.
Tokoh-tokoh terkenal bidang sastra saat itu, di antaranya sebagfai berikut:
1) Ali al-Qali, karyanya al-Amali dan al-Nawardi, wafat pada tahun 696 M.
2) Abu Bakar Muhammad ibn Umar, sebagai ahli sejarah, dan ia adalah seorang
ahli bahasa Arab, Nahwu, penyair dan satrawan. Ia menulis buku dengan judul
al-Aral dan Faalta wa Afalat. Ia meninggal pada tahun 977 M.
3) Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rubbih, karya prosanya diberi nama
al-Aqd al-Farid. Ia meninggal tahun 1940 M.
4) Abu Amir Abdullah bin Syuhid. Wafat pada tahun 1035M. karyanya dalam
bentuk prosa adalah Risalah al-awabi wa al-Zawbig, Kasyf al- Dakk wa Asar
al-0Syakk, dan Hanut Ather.
b. Ilmu Tafsir
Diantara tokoh-tokohnya adalah Mujahid, Athak bin Abu Rabah, Ikrimah, Qatadah,
Said bin Jubair, Masruq bin al-Ajda', Wahab bin Munabbih, Abdullah bin Salam,
Abd Malik Ibnu Juraid al-Maliki. Ilmu tafsir pada masa itu belum mengalami
perkembangan pesat sebagaimana terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbasiyyah.
Tafsir berkembang dari lisan ke lisan, sampai akhirnya tertulis. Ahli tafsir yang
pertama pada masa itu ialah Ibnu Abbas, salah seorang sahabat nabi sekaligus
paman nabi yang terkenal.