Anda di halaman 1dari 4

Materi 9

Integral Lipat-Dua atas Daerah Bukan Persegipanjang

Sekarang perhatikan suatu himpunan S tertutup dan terbatas di bidang (gambar1). Kelilingi S
oleh suatu persegipanjang R dengan sisi-sisinya sejajar sumbu-sumbu koordinat (gambar 2).
Andaikan f(x,y) terdefinisi pada S dan didefinisikan (atau definisikan ulang, jika perlu) f(x,y)
= 0 pada bagian R di luar S (gambar 3). Kita katakan bahwa f dapat diintegralkan pada S jia
ia dapat diintegralkan pada R dan tuliskan

( , ) = ( , )

Kita nyatakan bahwa integral lipat-dua pada himpunan S yang umum adalah (1) linear, (2)
aditif pada himpunan-himpunan yang bersekutu hanya pada kurva-kurva mulus, dan (3)
memenuhi sifat pembandingan. (lihat pada materi 7)

Perhitungan Integral Lipat-Dua Atas Himpunan-Himpunan Umum

Himpunan dengan batas-batas melengkung dapat menjadi sangat rumit. Untuk tujuan kita,
sudah cukup untuk meninjau apa yang disebut himpunan x sederhana dan himpunan y
sederhana (dan gabungan terhingga himpunan yang demikian).

Suatu himpunan S adalah y sederhana (gambar 4) jika terdapat fungsi-sungsi kontinu 1 dan
2 pada [a , b] sedemikian sehingga

S = {(x , y): a x b , 1(x) y 2(x) }

Suatu himpunan S adalah x sederhana (gmabar5) jika terdapat fungsi-fungsi kontinu 1 dan
2 pada [c , d] sedemikian sehingga

S = {(x , y): 1(y) x 2(y) , c y d }

Perhatikan bahwa setiap garis tegak memotong suatu himpunan y sederhana dalam satu
ruasgaris. Hal yang sama berlaku untuk himpunan x sederhana dengan garis-garis mendatar.
Gambar 6 memperlihatkan suatu himpunan yang bukan x sederhana maupun y sederhana.

Sekarang andaikan kita ingin menghitung integral lipat-dua dari suatu fungsi f(x,y) atau suatu
himpunan S yang y sederhana. Kita lingkungi S dalam suatu persegipanjang R (gambar 7)
dan membuat f(x,y) = 0 di luar S. Maka

( , ) = ( , ) = [ (, )]

()
= [ 2() (, )]
1

Secara ringkas :
2 ()
( , ) = () (, )
1

Dalam integral sebelah dalam, x dipertahankan tetap ; jadi pengintegralan itu adalah
sepanjang garis tebal dari gambar 7. Pengintegralan ini menghasilkan luas A(x) dari
penampang yang diperlihatkan dalam gambar 8. Akhirnya, A(x) diintegralkan mulai dari a
sampai b.

Jika himpunan S adalah x sederhana (gmabar 5), penalaran serupa menuju ke rumus
2 ()
( , ) = () (, )
1

Jika himpunan S bukan x sedrhana maupun y sederhana (gambar 6), biasanya ia dapat
dipandang sebagai suatu gabungan potongan-potongan yang mempunyai salah satu di antara
sifat ini. Sebagai contoh anulus dalam gambar 9 tidak sedrhana dalam arah lainnya, tetapiia
merupakan gabungan dua himpunan y sederhana yaitu S1 dan S2. Integral pada potongan-
potongan ini dapat dihitung dan ditambahkan bersama untuk memperoleh integral atas S.

Contoh-Contoh

Untuk pekerjaan awal, kita hitung dua integral lipat, dengan batas-batas pada tanda integral
sebelah dalam berupa peubah.

Contoh 1
5 2
Hitung integral lipat : 3 (4 + 10)

Penyelesaian :

Pertama kita melaksanakan pengintegralan sebelah dalam terhadap y, yang secara sementara
memikirkan x sebagai suatu konstanta, dan mendapatkan
5 2 5 2
3 (4 + 10) = 3 [4 + 5 2 ]

5
= 3 [(4 3 + 5 4 ) (4 2 + 5 2 ) ]

5
= 3 (5 4 + 4 3 2 )

1
= [ 5 + 4 3 3 ]53

1
= 33933
Perhatikan dalam integral lipat bahwa integral sebelah luar selalu mempunyai batas-bata
konstanta.

Contoh 2

Gunakan pengintegralan lipat-dua untuk menentukan volume bidang empat (tetrahedron)


yang dibatasi oleh bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 6y + 4z 12 = 0.

Penyelesaian :

Nyatakan daerah segitiga di bidang yang membentuk alas bidang empat sebagai S (gambar
3
10). Kita mencari volue benda pejal di bawah permukaan z = 4 (4 x 2y) dan di atas daerah
S. Bidangyang diberikan memotong bidang xy di garis x + 2y 4 = 0, yang ruasnya termasuk
1
batas dari S. Karena persamaan ini dapat dituliskan sebagai y = 2 2x dan x = 4 2y, S
dapat dipikirkan sebagai himpunan y sederhana
1
S = {(x , y): 0 x 4 , 0 y 2 2x }

Atau sebagai himpunan x sederhana

S = {(x , y): 0 x 4 2y , 0 y 2}

Kita akan memperlakukan S sebagai suatu himpunan y sederhana ; hasil akhir akan sama
denga cara yang lain, sebagaimana dapat anda bolehkan.

Volume V dari benda pejal adalah


3
V = (4 2)
4

Dalam menuliskan ini sebagai sebuah integral lipat, kita tetapkan x dan integralkan sepanjang
garis (gambar 10) mulai dari y = 0 ke y = 2 x/2, kemudian integralkan hasil tersebut dari
garis x = 0 ke x = 4. Jadi,
4 2 /2 3
V = 0 0 (4 2)
4


4 3 2
= 0 [4 0 2(4 2)]

43 2/2
= 0 4 [4 2 ]0

= ..........

=..........
3 4
= 16 0 (16 8 + 2 )

3 1
= 16 [16 4 2 + 3 ]40
3
=4

Coba hitung dengan memikirkan S sebagai himpunan x sederhana.


2 4 2 3
V = 0 0 (4 2)
4

=.....

=.....

=....

= 4

Latihan

Dalam soal 1 4, hitung masing-masing integral lipat


1 3
1. 0 0 2

2 1
2. 1 0

3 3
3. 1 0 ( 2 + 2 )

1
4. 3 0 ( 2 3 )

Untuk soal 5 6 , hitung integral lipat-dua yang diberikan dengan mengubahnya ke suatu
integral lipat.

5. ; S adalah daerah yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 1

6. ( + ) ; S adalah segitiga dengan titik-titik sudut (0 , 0) , (0 , 4) dan (1 , 4).

Pada soal 7 8, buatlah sketsa benda pejal yang ditunjukkan. Kemudian tentukan volumenya
dengan suatu pengintegralan lipat.

7. Caturtira (bidang empat) yang dibatasi oleh bidang-bidang koordinat dan bidang z = 6

2x 3y.

8. Caturtira yang dibatasi oleh bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 4y + z 12 = 0