Anda di halaman 1dari 12

Konsep KLHS untuk Perencanaan

Pembangunan
Langkah 3: Rekomendasi KRP & Monev
Chay Asdak, Ph.D.
Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad
Kampus Unpad Jatinangor
Tel/Fax 022-7271455; e-mail: casdak@unpad.ac.id

Pelatihan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis [KLHS]


PPSDAL-LPPM, Universitas Padjadjaran
Bandung, 11-14 Juni 2013
Tahapan Penyelenggaraan KLHS Perencanaan Pembangunan

Tahap Proses Tujuan


1 Pengkajian Pengaruh
RTRW/RPJM
a. Perancangan Proses Merancang agar melalui KLHS prinsip pembangunan
Penyelenggaraan KLHS berkelanjutan menjadi dasar & terintegrasi dalam
perencanaan pembangunan [RTRW/RPJM]
Memahami konteks KLHS dalam penyusunan
perencanaan pembangunan dan peluang integrasinya
b. Identifikasi dan Pelibatan Masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dapat
Masyarakat dan Pemangku menyampaikan masukan tentang isu strategis LH,
Kepentingan Lainnya sehingga akuntabilitas RTRW dapat
dipertanggungjawabkan
c. Identifikasi Isu Strategis LH Menetapkan isu-isu LH&Sosial strategis yang perlu
menjadi dasar dan dipertimbangkan dalam penyusunan
perencanaan pembangunan
d. Identifikasi Muatan RTRW/RPJM Menetapkan muatan RTRW/RPJM yang relevan dengan isu
yang Relevan strategis LH&Sosial yang ditetapkan
e. Telaah Pengaruh KRP terhadap Memprakirakan dampak dan risiko lingkungan hidup oleh
Kondisi Lingkungan Hidup di rancangan perencanaan pembangunan
Wilayah Perencanaan
2 Perumusan Alternatif Merumuskan alternatif penyempurnaan perencanaan
Penyempurnaan RTRW pembangunan dan mitigasinya
3 Rekomendasi Perbaikan Merumuskan perbaikan rancangan RTRW/RPJM sesuai
RTRW/RPJM, Pengintegrasian dengan alternatif terpilih dan mencatat mitigasi yang
Hasil KLHS, dan Monev diperlukan [Ex-post] dan melakukan monev
Tujuan Rekomendasi
Tujuan rekomendasi adalah mengusulkan perbaikan
muatan KRP berdasarkan hasil perumusan alternatif
penyempurnaan KRP.

Rekomendasi perbaikan rancangan KRP ini dapat


berupa:
perbaikan rumusan kebijakan;
perbaikan muatan rencana;
perbaikan materi program.
Rekomendasi (1)
Tim KLHS dapat mengusulkan opsi perencanaan baru
dan juga penyesuaian usulan perencanaan yang ada.
Kedua alternatif tersebut memiliki peluang yang
sama untuk dielaborasi dan dipertimbangkan dalam
KLHS dan memberi masukan berharga.
KLHS dapat memberi usulan yang jelas dalam
membangun alternatif kepada tim perencana (misal,
melalui makalah tentang bagaimana mengangkat
penting dan urgensinya masalah air melalui berbagai
opsi perencanaan). Penjabaran alternatif ini dapat
dilakukan dengan pendekatan skenario.
Rekomendasi (2)
Opsi terbaik adalah jika Tim KLHS terlibat dalam elaborasi
kedua alternatif baru atau penyesuaian rencana tersebut,
bersama dengan ahli perencanaan dan stakeholder
terkait.
Namun, Tim KLHS tidak boleh mengembangkan
alternatifnya sendiri secara terpisah. Kegiatan tersebut
merupakan tugas mendasar dari tim perencanaan dan tim
KLHS (yang biasanya tidak memiliki mandat, informasi,
kapasitas dan sumber daya untuk tugas ini). Selain itu,
akan sangat riskan jika proposal datang terlambat atau
tidak memadai untuk mempengaruhi perencana atau
pengambil keputusan.
PENYUSUNAN REKOMENDASI
Rekomendasi diangkat dari alternatif penyempurnaan KRP
terpilih dari sudut pandang/aspek nilai:

Aspek Nilai Alternatif-1 Alternatif-2 Alternatif yg


direkomendasikan
Keterkaitan
(antar-sektor/wil.)

Keseimbangan
(antara sosial,
ekonomi & LH)
Keadilan (akses
masy. thd SDA)

Substansi rekomendasi perbaikan diwujudkan dalam


rumusan/bunyi peraturan (Perda atau peraturan kepala
daerah)
Ringkasan Perumusan Perbaikan RTRW
Komponen
RTRW yang Isu Strategis yang Alternatif Penyempurnaan
Prioritas Prioritas Pengaruh RTRW Rekomendasi
untuk
Diperbaiki
A Rencana Kecenderungan Alih fungsi Pengalihan jalur jalan Pengalihan jalur jalan
Struktur perambahan dan lahan arteri primer arteri primer
Ruang kerusakan kawasan berfungsi Tidak dibangun jalan atau melarang akses
Rencana berfungsi lindung lindung kolektor primer sebagai langsung ke jalan
pembanguna Gejala penurunan Keanekara- feeder jalan arteri primer arteri primer
n jalan arteri keanekaragaman gaman di kawasan berfungsi
primer hayati, misalnya hayati lindung
punahnya spesies Pelarangan akses langsung
yang dilindungi ke jalan arteri primer
B Rencana Keterbatasan Tidak Pembatasan alokasi ruang Pembatasan alokasi
Pola Ruang ketersediaan tersedia air untuk kawasan ruang untuk kawasan
Rencana sumber air bersih bersih permukiman baru sesuai permukiman sesuai
pengembang Pelampauan daya perkotaan daya dukung air bersih dengan daya dukung
an kawasan dukung Pembatasan jumlah air bersih dan
permukiman ketersediaan air penduduk di rencana pembatasan
baru permukaan kawasan permukiman kepadatan penduduk
(misalnya sumber baru (pembatasan
daya air sungai Pembatasan intensitas kepadatan penduduk
dibutuhkan untuk kegiatan di rencana dimuat dalam
pasokan irigasi) kawasan permukiman peraturan zonasi
baru melalui KDB kawasan)
Pemantauan dan Evaluasi
Apa tujuan pemantauan?
1. Memastikan bahwa hasil rekomendasi KLHS
dilaksanakan [pada kasus ex-post].
2. Memastikan bahwa implikasi [sosial, ekonomi, dan LH]
atas implementasi KRP terpantau untuk dievaluasi.
Siapa yang melakukan?
1. Masing-masing pemrakarsa KRP
2. Melibatkan lembaga lain, misalnya KLH untuk yang
terkait dengan kualitas air, udara dan tanah [sesuai
dengan mekanisme yang berjalan saat ini].
Kerangka Acuan Kerja KLHS
PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
CONTOH OUTLINE KAK KLHS
1. Latar Belakang
a. Gambaran Umum Prov/Kab/Kota
b. Alasan Diperlukannya KLHS
2. Tujuan dan Sasaran KLHS
a. Tujuan
b. Sasaran
3. Lingkup Kegiatan
4. Hasil yang Diharapkan
5. Rencana Kerja Pelaksanaan dan Metode Pengkajian
6. Tenaga Ahli yang Diperlukan
7. Pendanaan
8. Kerangka Waktu
PENGADAAN JASA TENAGA AHLI
Ketua dan Sekretaris Tim KLHS dapat merekrut
tenaga ahli atau pakar sebagai mitra kerja.

Kualifikasi tenaga ahli atau pakar disesuaikan


dengan isu strategis pembangunan berkelanjutan
yang menjadi fokus kajian.

Tenaga ahli berperan sebagai narasumber,


fasilitator, motivator, pendamping dan sekaligus
konsultan bagi anggota Tim.
Terima Kasih