Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM PILOT PLANT

Boiler
Dosen Pembimbing : Ir. Dwi Nirwantoro, M.T.

Kelompok/Kelas : II / 2A-TKPB

Anggota : 1. Abdul Faza M (151424001)

2. Afifah Nur Aiman (151424002)

3. Agus Hermawan (151424003)

Tanggal Praktikum : 13 September 2017

Tanggal Pengumpulan Praktikum : 20 September 2017

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

TAHUN 2017
DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................................... 3
1.2 Tujuan Praktikum ................................................................................................................ 3
BAB II .................................................................................................................................................... 4
LANDASAN TEORI ............................................................................................................................ 4
BAB III................................................................................................................................................... 8
METODOLOGI KERJA ..................................................................................................................... 8
3.1 Alat dan Bahan ...................................................................................................................... 8
3.2 Prosedur Kerja ...................................................................................................................... 8
BAB IV ................................................................................................................................................. 10
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN ............................................................................. 10
4.1 Data Pengamatan ................................................................................................................ 10
4.2 Pengolahan Data ................................................................................................................. 11
4.3 Pembahasan ......................................................................................................................... 12
BAB V .................................................................................................................................................. 15
KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................................................... 15
5.1 Kesimpulan .......................................................................................................................... 15
5.2 Saran .................................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 16
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini instalasi tenaga uap sekurang-kurangnya terdiri dari pembangkit uap
atau yang dikenal dengan sebutan ketel uap yang berfundasi sebagai sarana untuk
mengubah air menjadi uap bertekanan. Ketel uap dalam bahasa inggris disebut dengan
nama boiler berasal dari kata boil yang berarti mendidihkan atau menguapkan,sehingga
boiler dapat diartikan sebagai alat pembentukan uap yang mampu mengkonversi energi
kimia dari bahan bakar padat ( padat cair dan gas ) yang menjadi energi panas.
Uap yang dihasilkan dari ketel uap merupakan gas yang timbul akibat
perubahan fase cairan menjadi uap atau gas melalui cara pendidihan yang memerlukan
sejumlah energi dalam pembentukannya. Zat cair yang dipanaskan akan mengakibatkan
pergerakan moleku-molekul menjadi cepat,sehingga melepas diri dari lingkungannya
dan berubah menjadi uap.
Air yang berdekatan dengan bidang pemanas akan memiliki temperature yang
lebih tinggi (berat jenis yang lebih rendah) dibandingkan dengan air yang bertemperatur
rendah, sehingga air yang bertemperatur tinggi akan naik kepermukaan dan air yang
bertemperatur rendah akan turun. Peristiwa ini akan terjadi secara terus menerus
(sirkulasi) hingga berbentuk uap. Uap yang dihasikan oleh ketel uap dapat
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain : Utilitas suatu daya pembangkit
tenaga listrik dan industri.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan dari praktikum ini adalah :
1) Mengetahui cara kerja boiler
2) Menghitung kalor yang disupply pada boiler
3) Menghitung kalor yang dihasilkan boiler
4) Menghitung efisiensi boiler
BAB II

LANDASAN TEORI

Boiler merupakan mesin kalor (thermal engineering) yang menstransferenergi energi


kimia atau energi otomis menjadi kerja (usaha) (Muin 1988:28). Boiler atau ketel steam adalah
suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam. Steam
diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar (Yohana dan
Askhabulyamin 200:13). Boiler mengubah energi energi kimia menjadi bentuk energi yang
lain untuk menghasilkan kerja. Boiler dirancang untuk melakukan atau memindahkan kalor
dari suatu sumber pembakaran, yang biasanya berupa pembakaran bahan bakar.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar.
Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan
steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui system
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran
dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang
digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.
Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang
digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua
sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari
proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari lua r
ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan
economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.
Ada beberapa macam jenis boiler, tetapi yang digunakan pada laboratorium Pilot Plant
adalah jenis water tube. Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa
masuk ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam
pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat
tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat
modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan
sangat tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan
bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak
umum dirancang secara paket. Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
- Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi
pembakaran
- Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
- Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Gambar 2. Diagram Sederhana Water Tube Boiler (YourDictionary.com)

Treatment Air Umpan Boiler

Diharuskannya pengolahan air umpan boiler sebelum masuk boiler, walaupun


pengolahan pada air umpan boiler pada praktikum ini tidak menjadi suatu hal yang dipelajari
lebih lanjut. Adapun fungsi pengolahan air umpan boiler adalah :

1. Mencegah Pembentukan Kerak


Garam-garam Magnesium dan Kalsium terlarut yang dikenal sebagai kesadahan
dalam suasana panas akan tertimbun dalam permukaan tube boiler membentuk kerak
senyawa karbonat pada saat air dipanaskan menjadi steam. Kerak yang terjadi
menyebabkan terjadi dalam tube-tube boiler. Timbunan lain yang biasa terjadi dalam
tube dalam boiler berupa: sulfat berupa endapan yang lebih keras dari endapan
tersebut, silica merupakan deposit yang sangat keras dan getas.

Hal ini biasanya merupakan akibat dari pengolahan air yang menggunakan
senyawa turunan phospat. Sludge (lumpur) phospat biasanya berwarna coklat dan
lembut. Tumbuhan kerak dan lumpr akan berakibat terjadinya penyumbatan tube dan
pemanasan berlebihan setempat sebagai perlu pemeliharaan yang lebih sering. The is
bureau of mines mengemukakan bahwa ketebalan kerak sampai 1/32 inch akan
menyerap energi panas dari bahan baker sebanyak 7 % sedangkan jika ketebalan
mencapai 1/9 inch energi panas yang terbuang mencapai 16 %.

2. Mencegah Korosi
Gas terlarut yang sering menimbulkan korosi pada tube boiler adalah O2 dan
CO2. Gas CO2 selain berasal dari air uapan juga berasal dari dekomposist carbonat
dalam air uapan. Gas CO2 akan menurunkan nilai pH air. Oksigen yang larut dalam
air uapan yang padas dengan cepat akan melkukan oksidasi dengan metal :

Fe Fe2O3.

Dimana Fe2O3 yang terentuk bersifat lebih katodik dari logam Fe, sehingga
dapat mengakibatkan serangan korosi sumur (pitting corrosion)

Apabila air terlalu asam (pH>7) maka air akan melarutkan lapisan
pelindung logam yaitu Fe2O4 (magnetide) yang ada, selanjutnya dapat melarutkan
logam Fe yang terdapat didalamnya.

Fe2O4 + 8 H + 3 Fe2 + + 4 H2O

Seragam korosi terhadap logam Fe mengikuti reaksi :

Fe + 2 H + Fe + H2 ( g )

Fe + 3 H + Fe3+ + 1,5 H2 ( g )

Serangan korosi tersebut sering terjadi pada lapisan yang mengalami


retakan Fe3O4 atau sambungan celahan logam. Jika ada ion Ce maka Fe2+ akan
permukaan logam mengakibatkan retakan (hydrogen tracking). Jika pH air lebih
tinggi dari 11. air yang bersifat alkalis akan merapuhkan pelindung Fe3O4 sehingga
logam Fe dan FeO akan larut mengikuti reaksi :

FeO + 2 NaOH Na2FeO2 + H2O

Fe + 2 NaOH Na2FeO2 + H2
Hal ini yang dikenal dengan cacstic crading. Ion clorida (CT) ini dapat terbawa
steam. Ion chloride mampu berpenitrasi ke dalam lapisan logam yang akan
mengakibatkan timbulnya retakan di dalam logam (chloride cracking corrosion)
dengan mekanisme :

Fe Fe2+ + 2e

Fe2+ + 2 c Fe c 2

3. Mencegah Carry Over


Senyawa-senyawa tertentu yang terkandung dalam feed water bias
menyebabkan foaming (pembusaan) dan terbawanya senyawa pengatr ke aliran steam
sehingga kualitas steam menjadi menurun.

Feed water harus memenuhi prasyarat tertentu seperti yang diuraikan dalam
tabel di bawah ini :
Parameter Satuan Pengendalian Batas
pH Unit 10.5 11.5
Conductivity mhos/cm 5000, max
TDS ppm 3500, max
P Alkalinity ppm -
M Alkalinity ppm 800, max
O Alkalinity ppm 2.5 x SiO2, min
T. Hardness ppm -
Silica ppm 150, max
Besi ppm 2, max
Phosphat residual ppm 20 50
Sulfite residual ppm 20 50
pH condensate Unit 8.0 9.0
BAB III

METODOLOGI KERJA

3.1 Alat dan Bahan


- Boiler
- Kompresor
- Tangki penampung air
- Bahan bakar boiler (gas LPG)
- Soft Water

3.2 Prosedur Kerja


A. Persiapan

Menimbang massa tabung LPG, lalu memasang kembali regulator gas


LPG

Memeriksa seluruh instrumen, instalasi pipa, instalasi listrik. Memastikan


dalam keadaan baik

Memeriksa air umpan pada tangki terisi, saluran pipa air umpan boiler
terbuka, kualitas air umpan dalam keadaan baik, water softener dalam
keadaan baik

Memastikan bahan bakar pada tangki terisi, kran bahan bakar terbuka, dan
bahan bakar dalam keadaann baik

Memastikan tangki bahan kimia sudah berisi bahan kimia

Membuang air dalam ketel (blow down) sebelum mengoperasikan boiler


B. Tahap Start-Up

Memastikan valve air terbuka, tekan tombol emergency

Menaikkan posisi MCB dan NFB switch ke posisi 'ON'

Memutar water switch pump ke posisi on, auto

Menyalakan main switch, menekan tombol 'lock out & reset' untuk meng-
off-kan. Lampu lockout mati mendadak, burner siap dioperasikan

Memutar burner switch ke posisi 'ON'. Lampu 'stage 1' dan 'stage 2'
menyala menandakan kedua burnernya menyala

Boiler otomatis menyala. Periksa kondisi air, tekanan steam, dan tekanan
bahan bakar

C. Tahan Pengoperasian

Mengatur tekanan steam pada 6 kg/cm2 dan tekanan bahan bakar pada
1,5 bar sehingga tekanan steam tercapai. Boiler otomatis mati, ketika
tekanan mulai turun maka boiler otomatis menyala kembali

D. Mematikan Boiler

Memutar stage switch keposisi stage 1. Putar burner switch ke posisi off.
Jika tekanan steam mencapai 1-2 kg/cm2, tutup kran utama saluran uap

Memutar water feed pump switch ke posisi off. Tutup saluran air umpan
dan saluran bahan bakar lalu putar main switch ke posisi off

Membuka regulator dan timbang kembali tabung gas


BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan


A. Pengamatan Kebutuhan Gas
HHVLPG : 49930 kJ/kg

No Berat Awal (kg) Berat Akhir (kg) Berat Terpakai (kg)

1 58.81 45.68 13.13

2 59.64 51.32 8.32

3 60.71 - -
Total 21.45

- Lamanya kompressor menyala dalam rentang waktu 150 menit = 5267


detik (87 menit 47 detik)
- Lamanya indicator burner menyala dalam rentang waktuu 150 menit =
8482 detik (141 menit 22 detik)

B. Pengamatan Tekanan Boiler


Waktu Tekanan Gas Tekanan Gas Masuk Tekanan Steam /
(menit) (bar) Boiler (mbar) Boiler (kg/cm2)
0 2.8 110 4.8
15 2.2 100 6
0 1.7 100 5.6
45 1.2 100 4
60 0.6 95 4.2
75 0.2 100 3.4
90 0.2 100 1.2
105 3.8 105 0.2
120 3.0 100 2.2
135 2.0 100 3.4
150 1.4 100 4
C. Pengamatan boiler
- Lamanya pompa menyala dalam rentang waktu 150 menit = 521 detik
(8 menit 41 detik)
- Tinggi air dalam tangki penampung umpan boiler awal = 103 cm
- Tinggi air dalam tangki penampung umpan boiler akhir = 62 cm

4.2 Pengolahan Data


A. Kalor yang disupply pada boiler
Q = mtotal x HHVLPG
= 21.45 kg x 499 30 kJ/kg
= 1070998.5 kJ
B. Kalor yang dihasilkan boiler
Volume air yang dipompa
V = r2t
= 3.14 x 0.52 m2 x 0.41 m
= 0.32185 m3

Massa air yang dipompa (asumsi semua air yang masuk ke boiler menjadi
steam)
m = V x air
= 0.32185 m3 x 1000 kg/m3
= 321.85 kg

Kalor yang dihasilkan boiler


Q = Qsensibel + Qlaten
= m (Cpair T + air)
= 321.85 kg (4.2 kJ/kg K (418-298)) K + 2257 kJ/kg )
= 888627.85 kJ

C. Efisiensi boiler

= x 100%

888627.85
= x 100%
1070998.5

= 82.97%
4.3 Pembahasan
A. Pembahasan oleh Abdul Faza
Praktikum boiler kali ini bertujuan khusus untuk mengenal dan
langsung mengoperasikan cara kerja steam boiler, menghitung kalor yang
dihasilkan dari kerja boiler serta menghitung efisiensi boiler. Dalam
menentukan efisiensi boiler diperlukan beberapa data yaitu jumlah steam yang
dihasilkan dan jumlah bahan bakar yang digunakan. Bahan bakar yang
digunakan pada praktikum kali ini LPG dengan berat 50 kg, namun pada
operasi ini total gas yang digunakan sebesar 21,45 kg. LPG yang mengandung
etana dalam jumlah yang banyak atau melebihi batas ketentuan yang
ditetapkan akan mempunyai kandungan energi yang lebih rendah. Hal tersebut
dikarenakan kandungan energi etana adalah 1618,7 Btu/ft3, sedangkan propana
sebesar 2314,9 Btu/ft3. Spesifikasi LPG menetapkan batasan kandungan C3+C4
minimum sebesar 97,0%Vol. Nilai kandungan C3+C4 merupakan penjumlahan
kandungan C3 (propana, propena) dan C4 (butana dan butene). Sehingga jika
kandungan LPG banyak mengandung propana, pembakaran jauh akan lebih
efisien dan kalor yang dihasilkan akan lebih banyak pula. Pada praktikum kali
ini jumlah panas/kalor yang dihasilkan pada burner sebesar 1070998,5 kJ.
Sedangkan jumlah panas yang dihasilkan boiler (kalor yang diterima steam)
sebesar 888627,85 kJ. Kemudian menentukan effeisiensi boiler dengan metoda
langsung dan didapatkan efisiensi sebesar 82.97%. Dari efisiensi yang
dihasilkan dapat disimpulkan bahwa boiler ini efektif dalam memproduksi
steam . Hal tersebut karena boiler yang digunakan adalah boiler generasi
terbaru dan sudah terdapat pre-treatment berupa water softening. Sehingga air
sebagai bahan baku sudah bebas atau memiliki kadar kesahadan yang rendah.
Maka tidak akan timbul kerak pada boiler yang mana akan menurunkan
efisiensi boiler

B. Pembahasan oleh Afifah Nur Aiman


Dalam praktikum ini, dlakukan beberapa pengamatan. Pada pengamatan
perubahan tekanan boiler terhadap waktu, tekanan gas yang masuk ke boiler
(sebagai bahan bakar) mengalami naik turun, hal ini disebabkan karena setelah
beroperasi selama beberapa waktu, gas dalam tabung akan berkurang. Dari hasil
penimbangan berat gas yang digunakan dan setelah dilakukan perhitungan,
maka total gas yang dipakai dalam operasi ini adalah 21.45 Kg. Sehingga
didapatkan nilai kalor yang dihasilkan oleh burner sebesar 1070998,5 kJ. Selain
itu, didapatkan juga nilai kalor yang dihasilkan boiler (kalor yang diterima
steam) sebesar 888627,85 kJ. Dari kedua data ini dapat dicari efisiensi boiler
dengan cara membandingkan dua nilai tersebut (kalor yang dihasilkan boiler /
kalor yang dihasilkan furnace). Nilai effisiensi boiler yang didapatkan sebesar
82,97%. Nilai effisiensi tersebut menunjukkan bahwa Q yang diterima tidak
termanfaatkan secara seluruhnya sehingga hal ini menunjukkan adanya panas
yang hilang pada saat proses penghasilan steam. Panas yang hilang ini dapat
diakibatkan oleh adanya ketidak sempurnaan dalam pembakaran dalam burner,
gas buang, system gas buang, kandungan air dalam bahan bakar.

C. Pembahasan oleh Agus Hermawan


Praktikum yang telah dilakukan adalah praktikum Boiler. Dari beberapa
tujuan praktikum ini salah satunya adalah membuat steam, yang digunakan
untuk media pemanas alat-alat proses kimia yang terdapat di laboratorium Pilot
Plant contohnya, distilasi, leaching, dll. Boiler adalah salah satu alat utilitas
yang sangat penting di industri, begitupun pada laboratorium Pilot Plant. Tipe
bahan bakar boiler yang digunakan adalah tipe bahan bakar gas, dimana tipe
bahan bakar gas memiliki harga karakteristik bahan baku pembakaran lebih
murah dari pada tipe lainnya. Bahakn bakar yang digunakan adalah LPG. Jenis
boiler ini adalah boiler water tube, dimana air (bahan baku) berada didalam
tube. Boiler jenis water tube dipilih karena lebih mudahnya proses maintance
dibandingkan dengan boiler jenis lain. Pada literatur boiler water tube
efisiensinya lebih tinggi dibandingkan boiler jenis lain, ini dikarenakan pada
biler water tube memiliki economizer.

Salah satu hakl yang penting pada boiler adalah pengolahan air umpan
boiler. Boiler yang terdapat pada laboratorium Pilot Plant miliki water softener
yang salah stau fungsinya adalah menurunkan nilai kesadahan yang terdapat
pada air umpan boiler. Nilai kesadahan harus dirutunkan karena untuk
mencegah terbentuknya kerak pada tube boiler yang nantinya mengakibatkan
efisiensi boiler menjadi rendah karena terjadinya akumulasi panas. Unit
pengolahan air umpan boiler harus dipahami dan diamati walaupun tidak
termasuk kedalam kalkulasi.
Terdapat 3 fenomena yang harus dipahami dan diamati pada saat
praktikum. Fenomena pertama adalah lampu stage yang terdapat pada panel
control semuanya menyala, ini menandakan awal proses belum terbentuknya
steam sehingga burner menyala dan pompa bahan baku mati (volume air pada
boiler tinggi). Fenomena yang kedua adalah salah satu lampu stage menyala, ini
dikarenakan steam yang dihasilkan sudah banyak. Dan fenomena yang ketiga
adalah lampu stage semuanya mati, hal ini menandakan bahwa steam yang
terbentuk sudah mencapai maksimal (volume air pada boiler rendah), sehingga
burner mati.

Pada kalkulasi menunjukkan steam yang dihasilkan adalah sebesar


888627,85 kJ dengan membutuhkan bahan bakar sebesar 21,45 kg. Sehingga
efisiensi yang didapat adalah sebesar 82,97%. Efisiensi yang sebesar ini
menunjukkna konversi panas bahan bakar yang membentuk steam sudah
berlangsung dengan cukup optimal. Efisiensi boiler yang sempurna (100%)
sangatlah sulit untuk dicapai, karena fenomena kehilangan panas pada boiler
tidak dapat dihindari. Faktor yang mengakibatkan kehilangan panas pada boiler
antara lain, masih terdapatnya pengokor dalam air umpan boiler walaupun telah
diolah, dan ditengah-tengah praktikum tekanan steam turun drastis yang
diakibatkan habisnya bahan bakar yang digunakan. Sehingga diperlukannya
penggantian bahan bakar, fenomena habisnya bahan bakar ditengah proses
dapat mempengarusi keoptimalan proses pembakaran
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
1) Kalor yang dihasilkan oleh burner sebesar 1070998,5 kJ.
2) Kalor yang dihasilkan boiler (kalor yang diterima steam) sebesar 888627,85 kJ
3) Nilai effisiensi boiler sebesar 82,97%.

5.2 Saran
Dalam praktikum ini disarankan untuk memakai alat pelindung diri. Selama
praktikum sebaiknya teliti dalam pengukuran tinggi air pada tangka umpan dan tekanan
gas maupun boiler.
DAFTAR PUSTAKA

Wiranta Agung, dkk,. 2013, Laporan Tetap Praktikum Utilitas Pengolahan Air Untuk Umpan
Boiler Dengan Cara Penambahan Phospat (Internal Treatment), Palembang:
Politeknik Negeri Sriwijaya

Eka Bayu,. 2015, Makalah Boiler


https://sukasukaguedonkmasalahbuatyou.blogspot.co.id/2015/01/makalah-boiler.html
(Diakses pada 16 September 2017)

Daneswari R G,. 2015 BAB II Tinjauan Pustaka dalam Boiler Palembang: Politeknik Negeri
Sriwijaya