Anda di halaman 1dari 3

BAB III

DIAGNOSA GIZI

Pengkajian Data (Nutrition Assesment) Diagnosa Gizi


Identifikasi
Data Dasar Domain P E S
Masalah
A. Antropometri
BB = 57 kg
TB =163 cm Tidak ada
Tidak ada masalah Tidak ada masalah Tidak ada masalah Tidak ada masalah
IMT= 21.5 kg/m2 masalah
(Baik/Normal)
B. Biokimia
Tidak ada hasil
pemeriksaan
laboratorium dan
Tidak ada
penunjang lainnya Tidak ada masalah Tidak ada masalah Tidak ada masalah Tidak ada masalah
masalah

C. Fisik Klinis
Tekanan darah Hipertensi NC 2.2 Perubahan nilai Kurangnya pengetahuan Dibuktikan dengan tekanan
160/100 mmHg laboratorium terkait zat gizi terhadap kecukupan mineral darah 160/100 mmHg
khusus (Na/hari)

NI 5.4 Penurunan kebutuhan zat Retensi natrium pada darah Dibuktikan dengan tekanan
gizi spesifik (natrium) darah 160/100 mmHg
NI 5.1 Kelebihan intake natrium Kekeliruan pola makan Dibuktikan dengan tekanan
darah 160/100 mmHg
D. Dietary

Pasien suka Pola makan yang NB 1.1 Pengetahuan yang kurang Kurangnya informasi yang Dibuktikan dengan pola
mengkonsumsi salah dikaitkan dengan pangan didapat terkait dengan makan pasien yakni asien
camilan biscuit/kabin dan gizi makanan dan gizi. suka mengkonsumsi camilan
asin 1/2 bungkus biscuit/kabin asin 1/2
perhari, pasien bungkus perhari, pasien
menambahkan garam menambahkan garam dan
dan penyedap rasa penyedap rasa kedalam
kedalam makanan dan makanan dan pasien tidak
pasien tidak dapat dapat makan tanpa garam.
makan tanpa garam.
NB 1.4 Kurangnya kemampuan Kurangnya pengetahuan Dibuktikan dengan pola
pasien dalam memonitor mengenai diet yang makan pasien yakni asien
diri sendiri dijalankan. suka mengkonsumsi camilan
biscuit/kabin asin 1/2
bungkus perhari, pasien
menambahkan garam dan
penyedap rasa kedalam
makanan dan pasien tidak
dapat makan tanpa garam.

NB 1.5 Kekeliruan pola makan Kurangnya control pada diri Dibuktikan dengan pola
sendiri terkait dengan makan pasien yakni asien
pemenuhan kecukupan zat suka mengkonsumsi camilan
gizi. biscuit/kabin asin 1/2
bungkus perhari, pasien
menambahkan garam dan
penyedap rasa kedalam
makanan dan pasien tidak
dapat makan tanpa garam.