Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Semua orang memiliki tujuan dalam hidupnya.Namun keterbatasan mereka yang


mereka miliki antara satu dengan yang lainnya adalah menjadialasan mereka untuk
membentuk suatu organisasi.Dimana semua orang berkumpul dalam satu wadah untuk
beerja sama dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan.

Dalam setiap organisasi harus memiliki pemimpin agar berjalan dengan baik.Tanpa
adanya pemimpin tentu saja sangat sulit dan tidak mudah dalam menjalankan semua
elemen dan komponen yang ada dalam organisasi tersebut.Seorang pemimpin tidak begitu
saja dipilih dan ditentukan.Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki
olehnya.Segenap kemampuan dalam berpikir dan berbuat menjadi pertimbangan yang
sangat urgen diperhatikan.

Beragam kepemimpinan yang dibuat oleh setiap pemimpin didunia ini cara dan
pandangan mengenai suatu permasalahan menjadi daya dari kepemimpinan seseorang.
Maka tidak bisa dielakkan lagi kalau seorang pemimpin memiliki tanggung jawab dan
peran yang berat.

1.2 Rumusan masalah

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis
dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :

1. Apa yang di maksud dengan simulasi kepemimpinan?


2. Apa yang di maksud dengan skenario kepemimpinan ?
3. Apa yang di maksud dengan kepemimpinan organisasi?
4. Apa yang di maksud dengan simulasi skenario kepemimpinan organisasi?
5. Bagaimana konsep penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan organisasi?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

Untuk memberikan penjelasan tentangkonsep dan skenario kepemimpinan pada suatu


organisasi

Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang
kepemimpinan organisasi

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN SIMULASI KEPEMIMPINAN

Simulasi adalah penyederhanaan dari kehidupan nyata. Situasi kehidupan nyata


yang sangat dinamis, penuh persaingan dan tantangan digambarkan melalui sebuah
pertempuran. Siapa yang lebih siap, lebih cepat dan lebih hebat dia akan menang, persis
seperti didunia nyata. Model simulasi ini terbukti lebih efektif untuk melatih karyawan
atau mahasiswa dalam memahami konsep manajemen organisasi dan strategi, karena
mereka bisa menerapkan konsep dan mengamati hasilnya secara langsung.

2.2 PENGERTIAN SKENARIO KEPEMIMPINAN

Skenario kepemimpinan adalah suatu perencanaan matang yang telah di siapkan


oleh seorang pemimpin yang mendasari dan menjadi landasan untuk menggerakkan
bawahannya dalam sebuah organisasi dimana skenario kepemimpinan dapat berupa
batasan batasan yang menjaga agar pemimpin, bawahan maupun organisasinya tetap
berada pada jalur rencana yang telah di sepakati.

2.3 KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Organisasi adalah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk


bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan


dalam kelompok dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan

Kepemimpinan organisasi merupakan sebuah kegiatan dimana seorang pemimpin


mempengaruhi dan memberikan contoh kepada anggotanya dalam upaya mencapai tujuan
tertentu.Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa lama ia memimpin tetapi seberapa
banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin yang baru.

Pandangan yang dikemukakan oleh Weber, bahwa suatu organisasi atau kelompok
kerjasama mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

Organisasi merupakan tata hubungan sosial. Dalam hal ini seorang individu
melakukan proses interaksi dengan sesamanya di dalam organisasi, baik antara
pimpinan dan anggota maupun antar anggota sendiri.
Organisasi mempunyai pembatasan-pembatasan tertentu. Setiap anggota organisasi
yang melakukan hubungan interaksi dengan yang lainnya tidaklah didasarkan atas
kemauan sendiri, akan tetapi mereka dibatasi oleh peraturan tertentu.

2
Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur, yang di
dalamnya berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk
menjalankan suatu fungsi tertentu.

2.4 SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Simulasi skenario kepemimpinan organisasi adalah pengujian kematangan suatu


wadah yang dihadapkan langsung dengan situasi yang nyata dengan tujuan semua
komponen organisasi bisa menerapkan konsep dan mengamati hasilnya secara
langsung.kegiatan ini perlu untuk melatih setiap anggota bekerjasama dalam sebuah team,
menyelesaikan tantangan bersama, merumuskan strategi dan mengeksekusi strategi.

2.5 KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN


ORGANISASI

Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang
pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya. Di antara berbagai teori
mengenai lahirnya pemimpin, paling tidak, ada tiga di antaranya yang menonjol yaitu
sebagaiberikut:

1. Teori Genetic. Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan leaders are born and not
made. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia
telah dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dalam keadaan bagaimana pun seorang
ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu.
Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial. Jika teori genetis mengatakan bahwa leaders are born and not made,
make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : Leaders are made and not
born. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi
pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3. Teori Ekologis. Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori
sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi
pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan
pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut
bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif
dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari
teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam
masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang
menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.

3
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan
kepemimpinan organisasi, antara lain :

Kecerdasan

Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas
kecerdasan rata rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih
tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial

Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun


eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal
ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian
yang diyakini kebenarannya.

Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi

Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta
dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuatini kemudian tercermin pada kinerja yang
optimal, efektif dan efisien.

Sikap Hubungan Kemanusiaan

Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu
berpihak kepadanya sebagai seorang pemimpin yang baik, maka harus dapat memberikan
contoh, efek, dan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya. Berikut ini adalah
beberapa materi kepemimpinan yang dapat diberikan pada para pemimpin pada
penyusunan skenario kepemimpinan organisasi.

Beberapa materi kepemimpinan yang dapat diberikan pada para pemimpin pada
penyusunan skenario kepemimpinan organisasi.

2.5.1 SEBAGAI PENCIPTA VISI

Dalam menyusun kepemimpinan, agar dapat memjadi seorang pemimpin yang baik.
Seorang pemimpin harus dapat :

a. Menyatakan visi yang jelas dan menarik

Para pemimpin transformasional harus memperkuat visi yang ada atau membangun
komitmen terhadap sebuah visi baru. Karena visi yang jelas mengenai apa yang dapat
dicapai oleh organisasi atau akan jadi apakah organisasi itu, akan membantu seseorang
untuk memahami tujuan, sasaran, dan prioritas dari sebuah organisasi.

4
b. Menjelaskan bagaimana visi tersebut dapat dicapai

Para pemimpin transformasional tidak cukup hanya menyampaikan sebuah visi


yang menarik, akan tetapi harus mampu meyakinkan kepada bawahannya bahwa visi itu
memungkinkan dan membuat hubungan yang jelas dengan strategi yang dapat dipercaya
untuk mencapainya.

c. Bertindak secara rahasia dan optimistis

Para bawahan akan meyakini sebuah visi apabila pemimpinnya memperlihatkan


keyakinan diri dan pendirian serta optimis bahwa kelompok itu akan berhasil dalam
mencapai visinya

d. Memperlihatkan keyakinan terhadap pengikut

Pemimpin harus memberikan motivasi dan keyakinan kepada bawahan bahwa


mereka dapat mencapai visi yang telah ditetapkan, sehingga bawahan sadar dan yakin
bahwa mereka dapat memperoleh keberhasilan untuk melakukan sesuatu yang sama
sebagaimana dilakukan oleh para pendahulu mereka, bahkan bisa lebih baik

e. Menggunakan tindakan dramatis dan simbolis untuk menekankan nilai nilai penting

Tindakan dramatis dan simbolis terkadang sangat diperlukan untuk menekankan


nilai-nilai penting kepada bawahan, sehingga bawahan mempunyai kesan yang mendalam
terhadap tindakan tersebut, yang pada akhirnya mereka akan memahami, mengikuti, dan
mengerjakan apa yang menjadi konsep dan idealisme pemimpin.

f. Memimpin dengan memberikan contoh

Begitu pentingnya seorang pemimpin menjadi model/contoh bagi bawahannya


manakala pemimpin tersebut mengharapkan agar bawahannya melakukan apa yang
menjadi konsep dan harapannya. Sebuah peribahasa mengatakan bahwa tindakan
berbicara lebih keras daripada perkataan. Perilaku sehari-hari seorang pemimpin selalu
disorot oleh bawahannya dan cenderung untuk ditiru atau dijadikan barometer. Oleh karena
itu, pembelajaran yang efektif bagi bawahan agar segera dapat mencontoh dan melakukan
visi dan misi pimpinan adalah dengan melihat dan mencontoh perilaku sehari-hari
pemimpinnya.

g. Memberikan kewenangan kepada orang-orang untuk mencapai visi itu.

Memberikan kewenangan berarti mendelegasikan kewenangan dan memberikan


keleluasaan kepada bawahan untuk melakukan suatu tindakan dalam rangka mencapai visi
organisasi, mulai dari tahap perencanaan sampai pengambilan keputusan dan solusi
terhadap suatu permasalahan. Dengan demikian, seorang bawahan akan mampu
mengembangkan dirinya dan menentukan strategi-strategi tertentu untuk mencapai visi
yang telah ditetapkan, meskipun strategi tersebut tidak harus sama dengan strategi yang
mungkin diterapkan oleh seorang pimpinan. Yang penting, bahwa apa yang dilakukan oleh

5
bawahan tersebut semuanya masih dibawah koridor untuk kepentingan organisasi atau
lembaga yang dipimpinnya, bukan untuk kepentingan pribadi bawahan tersebut.

2.5.2 PEMIMPIN SEBAGAI PEMBANGUN TIM


Dalam materi pelatihan kepemimpinan ini para calon pemimpin sebagai orang yang dapat
membangun tim, tentunya dia harus dapat menjaga 2 hal, yaitu :

1. Tugas
Seorang pemimpin yang baik, harus mengerti dengan baik ;
Sasaran yang harus dituju harus jelas
Alat ukur indikator kinerja setiap orang harus jelas
Aturan kerja yang ada harus jelas

2. Orang
Sebagai seorang pemimpinyang baik harus dapat menjaga ;
Identias dan juga semangat tim work
Dapat menjaga kerjasama yang baik dan juga dapat membuat nyaman orang-orang yang
dipimpinnya.
Seorang pemimpin harus dapat berbicara degan baik, jujur dan terbuka.

2.5.3 PEMIMPIN SEBAGAI PENCETUS MOTIVASI

Pemimpin sebagai pembangun karakteri seorang pemimpin yang baik, harus


mengerti benar, karakter setiap orang yang dipimpinya. Pada dasasrnya setiap orang yang
dipimpinnya tentunya mempunyai karakter dan juga keahliannya masing-masing. Karakter
dan keahlian seperti ini yang harus diketahui oleh setiap pemimpin. Keahlian tersebut
tentunya diperlukan untuk dapat mengembangkan keahlian orang tersebut dan juga dapat
mengembangkan organisasi atau lembaga tersebut.Tentunya seorang pemimpin yang baik,
tentunya harus dapat membuat nyaman orang-orang yang dipimpinnya. Ketika seseorang
merasa nyaman, maka kinerja seseorang tersebut juga akan mengalami perbaikan.Jika
seorang pemimpin salah dalam menilai keahlian seseorang atau salah dalam
mendelegasikan tugas, tentunya hasil yang diharapkan tidak akan sesuai dengan target
awal.

2.5.4. PEMIMPIN SEBAGAI PEMBERI TUGAS

Seorang pemimpin yang baik harus mengerti benar karakter setiap bawahan atau
orang-orang yang dipimpinnya. maka dari itu seorang pemimpin harus :

Dapat memperjelas tugas setiap orang


Dapat menentukan tugas setiap bawahan atau orang yang dipimpinnya dengan baik
Dapat membolehkan karyawannya untuk berpartisipasi dalam membuat sasaran
Dapat memberi pengertian yang jelas mengenai tugas atau delegasi tugas dengan baik.
Selalu memonotor dan dapat memonotor hasilnya dengan baik.

6
Konsep penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan organisasi juga dapat di
kokohkan dengan menggunakan Lima Praktik Kepemimpinan Teladan sebagai berikut:

Mencontohkan Caranya
Menginspirasi Visi Bersama
Menantang Proses
Memungkinkan Orang Lain Bertindak
Menyemangati Jiwa

Kelima praktik ada untuk siapa saja,di setiap organisasi atau situasi apapun,yang berani
menerima tantangan kepemimpinan.

1.MENCONTOHKAN CARANYA

Pemimpin teladan tahu bahwa jika mereka tetap memegang teguh komitmen
standar tertinggi, mereka harus menjadi perilaku yang mereka harapkan dari orang lain.
Agar dapat mencohtohkan perilaku yang mereka harapkan dari orang lain secara efektif,
pertama-tama mereka harus mengerti dengan jelas mengenai prinsip-prinsip yang
memandu mereka. Para pemimpin harus menemukan jati diri mereka sendiri. Para
pemimpin seharusnya memegang teguh kepercayan mereka, karenanya mereka harus
memiliki keyakinan yang dapat diperjuangkan.

Namun demikian, pidato-pidato mengesankan tentang nilai-nilai umum tidaklah


cukup. Perbuatan para pemimpin jauh lebih penting daripada kata-kata mereka untuk
menentukan seberapa seriusnya mereka tentang apa yang mereka katakan. Kata-kata dan
perbuatan harus konsisten, pemimpin teladan selalu berjalan di muka. Mereka berjalan
terlebih dulu dan memberikan contoh. Melalui tindakan sehari-hari yang menunjukkan
besarnya komitmen mereka trerhadap apa yang mereka yakini.

Pemimpin mempunyai rencana organisasi dan strategik. Namun contoh-contoh


yang mereka berikan bukanlah mengenai desain yang sangat rumit. Melainkan mengenai
pentingnya mencurahkan waktu dengan seseorang, bekerja bahu membahu dengan para
kolega, menceritakan kisah yang dapat melihat nilai-nilai yang terlihat nyata, menjadi amat
yakin selama masa ketidakpastian dan memberikan pertanyaan yang membuat orang
berpikir tentang nilai-nilai dan prioritas. Mencontohkan caranya pada dasarnya berbicara
tentang mendapatkan hak dan penghargaan untuk memimpin melalui keterlibatan pribadi
dan tindakan secara langsung. Orang terklebih dulu akan mengikuti perilaku seseorang ,
baru kemudian rencananya.

2.MENGINSPIRASI VISI BERSAMA

Setiap organisasi, setiap gerakan sosial, dimualai dari sebuah mimpi. Mimpi atau visi
adalah kekuatan yang dapat menciptakan masa depan. Para pemimpin menginspirasi visi
bersama. Mereka dapat melihat melampaui batasan waktu, membayangkan peluang
menarik yang masih tersimpan ketika mereka dan para pengikutnya berada dalam jarak
yang jauh di belakang. Pemimpin memiliki keinginan untuk membuat membuat sesuatu
7
terjadi, untuk mengubah cara-cara lama, untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah
diciptakan oleh seorang pun. Dengan kata lain pemimpin menjalani kehidupan mereka
secara mundur. Mereka melihat gambaran dalam benak mereka mengenai hasil-hasil yang
akan terwujud, bahkan sebelum mereka memulai proyek mereka, seperti seseorang arsitek
menggambar cetak biru atau seorang insinyur membangun sebuah model contoh. Imajinasi
mereka yang jelas tentang masa depan mendorong mereka maju. Namun visi yang hanya
dilihat oleh pemimpin tidak cukup untuk menciptakan gerakan terorisme atau perubahan
signifikan dalam perusahaan. Seseorang tanpa pengikut bukanlah seorang pemimpin, dan
orang tidak akan mengikutinya sebelum mereka menerima baik sebuah visi layaknya visi
mereka sendiri. Pemimin tidak dapat memerintahkan komitmen, meeka hanya dapat
menginspirasikannya.

Untuk membuat seseorang menerima sebuah visi, pemimpin harus mengenali para
pengikutnya dan berbicara dalam bahasa mereka. Orang harus percaya bahwa pemimpin
mengerti kebutuhan mereka dan memperhatikan keinginan mereka. Kepemimpinan
merupakan dialog., bukan monolog. Untuk mengumpulkan dukungan, para pemimpin
harus memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai mimpi., harapan, aspirasi, visi, dan
nilai orang-orang.

Pemimpin meniupkan harapan ke dalam harapan dan mimpi orang dan


memungkinkan mereka untuk melihat kemungkinan menggairahkan yang ada di masa
depan. Pemimpin membentuk kesatuan tujuan dan menunjukkan pada pengikutnya betapa
mimpi adalah untuk kebaikan bersama. Para pemimpin menyalakan api semangat daklam
diri orang dengan mengekpresikan antusiasme pada visi kelompok yang menakjubkan.
Pemimpin mengkomunikasikan kegairahan mereka melalui bahasa yang jelas dan gaya
yang ekspresif.

3.MENANTANG PROSES

Setiap kasus kepemimpinan pribadi terbaik melibatkan tantangan. Tantangannya


dapat berupa produk baru yang inovatif, pelayanan yang sama sekali baru, peraturan yang
baru., kampanye yang segar untuk membuat para remaja mau berpartisipasi dalam program
lingkungan., perubahan revolusioner dalam program militer birokratis , maupun
membangun pabrik atau bisnis baru. Adapun tantangannya, semua kasus melibatkan
perubahan dari status quo. Tidak seorang pun yang mengklaim setelah mencapai hasil
terbaik dengan membiarkan keadaan tetap sama seperti adanya. Semua pemimpin
menantang setiap proses.

Pemimpin adalah pionir orang yang bersedia melangkah ke dalam situasiyabng


tidak diketahui. Mereka melakukan peluang untuk melakukan inovasi, tumbuh, dan
melakukan perbaikan. Namun pemimpin bukan lah satu-satunya pencipta atau penyusun
produk, layanan, atau proses baru. Bahkan pada kenyataannnya, mereka bukanlah orang
semacam itu: inovasi datang lebih banyak dari kemauan untuk mendengar bukannya
berbicara, inovasi produk dan jasa cenderung datang dari pelanggan, klien, pemasok, orang
laboratorium, orang di garda depan perusahaan: sedangkan proses inovasi, berasal dari

8
orang-orang yang melakukan pekerjaan. Kadang kala kejadian eksternal yang dramatis
mengubah organisasi ke dalam kondisi baru yang radikal.

Kontribusi utama pemimpin adalah dalam mengenali ide-ide bagus, mendukung ide
tersebut, dan kesediannya untuk menantang sistem kerja yang ada dalam merealisasikan
produk baru, proses baru, jasa baru, dan penggunaan bahwa para pemimpin adalah seorang
realisator inovasi.

4.MEMUNGKINKAN ORANG LAIN BERTINDAK

Mimpi-mimpi indah tidak akan pernah menjadi realita yang signifikan bila hanya
melalui tindakan satu orang saja. Kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan secara
bersama-sama dalam tim.Pemimpin teladan memungkinkan orang lain untuk bertindak.
Mereka memupuk kolaborasi dan membangun kepercayaan.

Pemimpin memungkinkan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan dengan baik.


Mereka menyadari bahwa siapapun yang diharapkan untuk dapat memproduksi hasil yang
baik harus memiliki rasa kepemilikan dan kekuatan dalam hatinya. Pemimpin memahami
bahwa teknik main perintah dan pengendalian pada masa revolusi Industri tidak dpat lagi
diterapkan, sebaliknya, pemimipin harus bekerja untuk membuat orang merasa kuat,
mampu, dan memiliki komitmen. Pemimpin memunginkan orang lain untuk bertindak,
tidak dengan mendelegasikannya, pemimpin teladan memperkuat kapasitas setiap orang
untuk menepati janji yang mereka buat.

Kemampuan seorang pemimpin untuk memungkinkan orang lain melakukan


tindakan sangatlah penting. Para pengikut tidak akan memberikan kinerja terbaik mereka
ataupun tetap setia dalam jangka waktu yang lama jika pemimpin mereka membuat mereka
merasa lemah, memiliki ketergantungan, atau terasingkan. Namun ketika seorang
pemimpin membuat orang merasa kuat dan mampu dimana mereka dapat berbuat lebih
dari apa yang selama ini mereka pikirkan mereka akan memberikan yang terbaik bahkan
melebihi ekspektasi mereka sendiri. Ketika kepemimpinan menjadi sebuah hubungan yang
dibangun berlandaskan rasa saling percaya serta kepercayaan diri, orang akan berani
mengambil risiko, membuat perubahan, terus menjaga organisasi dan pergerakannya tetap
hidup. Melalui hubungan tersebut, para pemimpin mengubah para pengikut mereka
menjadi pemimpin pula.

5.MENYEMANGATI JIWA

Pemimpin menyemangati jiwa para pengikutnya untuk terus melangkah. Tindakan


tulus dalam usaha untuk memperdulikan mereka dapat mengangkat semangat dan
membuat orang terus maju. Pemberian semangat dapat ditujukan dengan sikap yang
dramatis atau tindakan yang sederhana.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Menentukan konsep dasar penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan adalah


hal yang sangat berpengaruh dalam kepemimpinan sebuah organisasi. Dimana
keberhasilan suatu instansi berawal dari konsep dan skenario yang tertata rapi sehingga
setiap anggota mengerti dan paham dengan apa yang sedang dan akan mereka lakukan
kedepannya .

Begitu penting dan strategisnya keberadaan pemimpin dan kepemimpinan dalam


sebuah organisasi, oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang handal dalam
mnerapkan gaya dan strategi kepemimpinannya agar visi dan misi organisasi tersebut dapat
tercapai.Pada dasarnya tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang paling cocok
diterapkan dalam semua situasi dan kondisi organisasi, termasuk dalam satuan pendidikan.
Kepemimpinan transformasional pendidikan dengan kelebihan yang ditawarkan
merupakan salah satu alternative gaya kepemimpinan yang dirasa efektif untuk diterapkan
dalam mengelola lembaga kediklatan.Model kepemimpinan transformasional dari Bass
yang dikutip Yuliani, dan pedoman untuk kepemimpinan transformasional dari Yukl,
sekiranya dikembangkan dan diimplementasikan dalam pengelolaan lembaga kediklatan
oleh kepala balai diklat, diharapkan dapat memacu peningkatan produktivitas dan
efektifitas balai diklat.

3.2 saran

Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa
kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin
diri sendiri.

Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi
luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,
pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya
adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas
pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.

10
Daftar pustaka

Abdulsyani.1987.Manajemen Organisasi.Jakarta:PT.Bina Aksara.

Maslow, A. 1994. Motivasi dan Kepribadian, Terjemahan. Pustaka Binaman Pressindo

Siagian,SonsangP. 1994.Teori danPraktekKepemimpinan.PTRinekaCipta,

Thoha,Miftah.1996.PerilakuOrganisasi. Jakarta:PT.Raja Grafindo PersadaJakarta

http://bdksemarang.kemenag.go.id/implementasi-kepemimpinan-transformasional-sebagai-
upaya-meningkatkan-efektivitas-pendidikan-dan-pelatihan/

11