Anda di halaman 1dari 24

HARYADI INDRIANTO/1309025013

Struktur Baja 1 TUGAS/UTS


Semester Genap, TA 2014-2015

SOAL
Jembatan dengan type analog salah satu Jembatan Sungai
Mahakam I dibebani berdasarkan BMS 1992. Detail jembatan
ditunjukkan oleh Gambar disamping dan bawah ini. Lebar tanpa
trotoar 6 m. Lantai kendaraan terbuat dari beton dengan tebal 30
cm (disain lantai kendaraan/dek sudah dihitung) . Untuk meyangga
dek digunakan gelagar baja I atau WF sebanyak 3 buah. Antara
plat beton dan gelagar baja tidak dilakukan aksi komposit.

Disain salah satu rangka baja yang analog dengan Struktur


Jembatan Mahakam I (pilih bentang tengah atau bentang
pinggir) secara manual. Gunakan kombinasi beban mati dan
beban hidup. Kemudian cek hasilnya dengan menggunakan
software analisis struktur yang tersedia. Perspektif
Jembatan Mahakam
I

L L L L
Potongan Melintang
Profil Memanjang Jembatan Mahakam I

TugasStruktur Baja 1
1
Disain merefer pada AISC. Material baja yang digunakan : Tugas dapat dibagi 2 (dua) bagian yaitu
Fy = 2400 kgf/cm2 atau setara ASTM 36 Fy = 36 Ksi. I. Perhitungan manual dengan sejumlah penyederhanaan-
penyederhanaan model analisis agar dapat diselesaikan
Pembebanan BMS 1992 ditunjukkan oleh Gambar dibawah dengan hand calculation.
ini. Karena tidak ada trotoar maka diambil balok tengah- II. Analisis dengan bantuan komputer sekaligus sebagai
tengah yang mengakibatkan beban maksimum. Profil referensi untuk saling dikonfirmasikan dengan perhitungan
batang maupun balok dapat diperoleh dari produk manual.
manapun, dalam dan luar negri. Dapat juga menggunakan
profil yang AISC yang disediakan software. Catatan :
Model analisis balok memanjang yang terintegrasi dengan
struktur balok melintang dan rangka batang utama
disederhanakan menjadi balok sederhana (Simple Beam) di
atas dua tumpuan sendi. Penyederhanaan ini menghasilkan
perhitungan yang lebih konservatif yang menjadi konsep dasar
bagi perhitungan struktur yang lebih sederhana.

5.5 Pendekatan yang sama juga diterapkan dalam pemeriksaan


balok melintang. Model analisis balok melintang disederhanakan
Model Beban UDL 3D BMS: juga menjadi model balok sederhana diatas tumpuan sendi.
= 8.0 kN/m2
Beban tributari disederhanakan tidak bekerja pada balok
melintang, tetapi dipikul penuh oleh balok memanjang.

Struktur rangka batang sebagai struktur utama dimana balok-


balok melintang dan memanjang bertumpu disederhanakan
menjadi rangka batang statis tertentu yang bertumpu pada dua
5.5 perletakan sendi. Hubungan antara batang disederhanakan
menjadi diasumsikan sebagai hubungan sendi atau tidak
Model Beban KEL 3D BMS : terhubung rigid satu sama lainnya sehingga dapat diselesaikan
Q = 44 kN/m dengan hand calculation.

TugasStruktur Baja 1
2
II. Langkah-langkah perhitungan manual

1. Pemeriksaan gelagar memanjang 2. Pemeriksaan gelagar melintang 3. Pemeriksaan rangka batang

P1 6m
q1

Ri Rj
L

Model Struktur
Balok Memanjang

5.18

5.18
6

P2 P2 P2

Rm 6/3 Rn P3 P3 P3 P3 P3 P3
P3
5.18 5.18 5.18 5.18
Model Struktur
Balok Melintang Model struktur rangka batang

TugasStruktur Baja 1
3
1. PEMERIKSAAN GELAGAR MEMANJANG

A. Pembebanan

- Beban Hidup (Model beban 3D


qL = 8 kN/m2 x 2.00 m = 16 kN/m
PL = 44 kN/m x 2.00 m = 88 kN
- Beban Mati PL = 88 kN
Berat sendiri gelagar = 66 qL=16 kN/m
Berat plat beton = 0.30x2x2400 = 1440 2.00
Berat genangan air = 0.05x2x1000 = 100
1616 kg/m
5.18 m
qD = 15.84 kN/m
Pembebanan menghasiilkan Konversi beban 3D menjadi 2D
PD tidak ada momen maksimum per 1 gelagar
(beban Hidup) PL
qL
- Pembebanan Total Terfaktor (B. Mati + B.Hidup) Pembebanan menghasilkan
geser maksimum
2.0 PL
1.1 qL+ 2.0 qD (Beban Hidup)
5.18 m

Momen
Maksimum
5.18 m qD = 15.84kN/m
Pembebanan menghasikan
1.1 qL+ 2.0 qD geser dan momen maks.
5.18 m maksimum (Beban Mati)
Geser
Maksimum
5.18 m

TugasStruktur Baja 1
4
B. Pemilihan Profil
- Digunakan profil Wide Flange 400.200.8 dengan properti sebagai berikut

Geometrical Radius of
Sectional Modulus of
Designation Dimension(mm) Weight Momen of Gyration
Section (cm3)
Area Inertia (cm4) of Area (cm)
(Kg/m)
(cm2)
Nominal Code H B t1 t2 r Ix Iy rx ry Wx Wy
400.200.8 W.400.200.8 400 200 8 13 16 84.1 66 23700 1740 16.80 4.54 1190 174

- Konversi ke sistem satuan AISC

Geometrical Radius of
Sectional Modulus of
Designation Dimension (in) Weight Momen of Gyration
Section (in3)
Area Inertia (in4) of Area (in)
(kip/in)
(in2)
Nominal Code H B t1 t2 r Ix Iy rx ry Wx Wy
400.200.8 W.400.200.8 15.72 7.86 0.314 0.51 0.628 13.03 66 568.8 41.76 6.602 1.78 72.59 10.614

- Cek syarat Balok : h 970 400


50 970
161,67
tw FY 8 36

- p serta sayap dihubungkan secara kontinu dengan badan maka profil


- dikategorikan kompak
- p < < r profil tidak kompak
- > p profil langsing

TugasStruktur Baja 1
5
Elemen p r
Flange (sayap) bf 65 141
2t f FY FY 10
Web (badan) h 640 970
tw FY FY

Elemen p r
Flange (sayap) 7.692 10.83 27.65
Web (badan) 50 106.67 161.67

p profil dikategorikan kompak

C. Perhitungan Momen Terfaktor ( Kapasitas)

16.8cm
300.
300..rY
518cm
2.54cm / in
Lp 203.937in 308.71
FY 2.54cm / in 36

Untuk Lb Lp
M n M p 1.5M y (AISC Equation F1-1)
M p 1.5M y 1.5( FY .S x ) =1.5(36)(72.59) = 3919.86 Kip-in = 439.024 kNm
M u M n = 0.90(439.024) = 395.1216 kNm

TugasStruktur Baja 1
6
D. Momen Terfaktor (Beban)
Momen maksimum terfaktor 2.0 PL
1.1 qL+ 2.0 qD
2
q L 2
q L P L
M MAX M MAX D M MAX L 1.1 D 2.0 L L
8 8 4
= 1.1[0.125(15.84)(5.18 ) ] + 2.0[ 0.125(16)(5.182) + 0.25(88)(5.18)]
2
5.18 m
= 1.1(85.29)+ 2(227.5)
= 393.307 kNm
= 393.307 kNm < 395.1216 kNm Aman !!

Effisiensi = (Mmaks) / (Mn) (393.307) / (395.121) x 100% = 99.64 % M-maks 395.121 kN-m

TugasStruktur Baja 1
7
2. PEMERIKSAAN GELAGAR MELINTANG
Penyederhanaan
A. Pembebanan distribusi pembebanan

- Penyederhanaan Model Struktur dan Pembebanan

Balok Memanjang
Balok Melintang

disederhanakan

P1
q1

Ri L
Rj Balok Memanjang
Elemen
Model Struktur Rangka Batang
Balok Memanjang Balok Melintang

Komentar balok memanjang Komentar balok melintang

Pada dasarnya, balok memanjang pada Pada dasarnya, balok melintang pada
struktur jembatan di atas ditumpu menerus struktur jembatan kedua ujung-ujungnya disederhanakan
sedemikian sehingga efek jepitan muncul bertumpu [ada buhul2 rangka batang
pada hubungan antara balok menajang sedemikian sehingga efek jepitan muncul
dan melintang. pada hubungan antara balok melintang P2 P2 P2 q2
dan buhul2.
Untuk mentyederhanakan perhitungan
manual , model analisis disederhanakan Untuk mentyederhanakan perhitungan
menjadi balok diatas dua tumpuan. manual , model analisis disederhanakan Rm B/3 Rn
menjadi balok diatas dua tumpuan.
Model Struktur Balok Melintang
TugasStruktur Baja 1
8
- Beban Hidup q1L

RiL = RjL = (0.5xq1x L = 0.5x(qL)x5.18 .....pers 1 RiL RjL


RiL = 0.5x q1 x 6 = 0.5 x 44 x 5.18 = 113.96 kN/m 5.18 m
pL = 2x RiL = 2 x 113.96 = 227.92 kN/m Balok Memanjang

qL = 44 kN/m (Beban KEL/garis/berjalan) P2L P2L P2L


q2L

6.0 m

Balok Melintang

q1L
P2 =1.1 P2D + 2.0 P2L
q2 = 1.1 q2D+ 2.0 q2L
RiL RjL
5.18 m
Balok Memanjang
6.0 m
P2L P2L P2L
Balok Melintang q2D

6.0 m

Balok Melintang

TugasStruktur Baja 1
9
- Beban Mati
RiD = RjD = 0.5xq1x L = 0.5x(qD)x5.18 .... pers 2
Berat sendiri balok/gelagar =166 kgf/m qD = 1.63 kN/m
RiD = 0.5 x qD x5.18 = 0.5 x 1.63 x 5.18 = 4.22 kN/m
pD = 2 RiD = 2 X 4.22 = 8.44 kN/m

B. Pemilihan Profil

- Digunakan profil Wide Flange 692.300.13 dengan properti sebagai berikut


Geometrical Radius of
Sectional Modulus of
Designation Dimension(mm) Weight Momen of Gyration
Section (cm3)
Area Inertia (cm4) of Area (cm)
(Kg/m)
(cm2)
Nominal Code H B t1 t2 r Ix Iy rx ry Wx Wy
692.300.13 W. 692.300.13 692 300 13 20 28 211.5 166 172000 9020 28.6 6.53 4980 602

- Konversi ke sistem satuan AISC


Geometrical Radius of
Sectional Modulus of
Designation Dimension (in) Weight Momen of Gyration
Section (in3)
Area Inertia (in4) of Area (in)
(kip/in)
(in2)
Nominal Code H B t1 t2 r Ix Iy rx ry Wx Wy
692.300.13 W. 692.300.13 27.24 11.81 0.51 0.78 1.10 32.78 166 4132.31 216.7 11.26 2.57 303.90 36.74

TugasStruktur Baja 1
10
- Cek syarat Balok : h 970 692
53.23 970
161,67
tw FY 13 36

- Cek syarat kelangsingan

Elemen p r Elemen p r
Flange (sayap) 7.5 10.83 27.65
Flange (sayap) bf 65 141 Web (badan) 53 106. 67 161.67
2t f FY FY 10
h 640 970 p profil dikategorikan kompak
Web (badan)
tw FY FY

C. Perhitungan Momen Terfaktor ( Kapasitas)


28.6cm
300.
300..rY
2.54cm / in 600cm

Lp 562.99 236.22in
FY 36 2.54cm / in

Untuk Lb Lp
M n M p 1.5M y (AISC Equation F1-1)
M p 1.5M y 1.5( FY .S x ) =1.5(36)( 303.90) = 16410.6 Kip-in = 1854.15 kNm
M u M n = 0.90(1854.15) = 1668.74 kNm

TugasStruktur Baja 1
11
D. Momen Terfaktor (Beban) q2 = 1.1 q2D+ 2.0 q2L
P2 =1.1 P2D + 2.0 P2L
Momen maksimum terfaktor
q L2 P L2 q L2 5P L
M MAX M MAX D M MAX L 1.1 D D 2 L L
8 4 8 12
= 1.1 [(0.125(1.63x62))+(0.25(8.44x6)]+2[(0.125(44x62))+(0.416(227.92x6))] 6.0 m
= 1.1(7.335 +12.66 ) + 2( 198+ 569.8 )
= 21.994 + 1535.6
= 1557.594 kNm < 1668.74 kNm Aman !

Effisiensi = (Mmaks) / (Mn) = (1557.594) / (1668.74) x 100% = 93.33 % M-maks =1557.594 kN-m

TugasStruktur Baja 1
12
3. PEMERIKSAAN RANGKA BATANG

A. Pembebanan

Beban Hidup
Beban garis (hidup) tidak dimasukkan pada perhitungan reaksi balok melintang.
P2L P2L P2L
Beban hidup (merata) yang bekerja pada balok melintang dari balok melintang
disederhanakan diperoleh melalui reaksi perletakannya (RA dan RB) yang menjadi
beban terpusat pada setiap titik tempat balok melintang digubungkan dengan
RAL 6.0 m RBL
rangka batang.
RAL = RBL = 0.5x(3P2) = 0.5 x (3x132) P3L = RAL = 198 kN
P4L = 44 kN/m x (6/2) =132kN
(Beban KEL/garis/berjalan)
Batang batang menerima gaya maksimum saat beban
garis (berjalan) sehingga perlu dicoba garis pengaruh.
Untuk hitungan manual hanya dicoba beban garis (P4L) pada
tengah bentang L TOTAL/2

Beban Mati

RAD = RBD = 0.5 x P1D x B = 0.5 x 15.84 x 6 = 47.52 kN P2D = RAD = 47.52 kN
P2D P2D P2D

q2D

6.0 m

Balok Melintang
TugasStruktur Baja 1
13
Berat Gelagar/Balok sendiri = 66 Kg/m
Berat plat beton = 0.30x2x2400 = 1440
Berat genangan air = 0.05x2x1000 = 100 +
q2D = 1616 Kg/m

q2D = 15.84 kN/m

Pembebanan Total Terfaktor (B. Mati + B.Hidup)


P = 1.2 DL + 2 LL = 1.2 (198)+2 (47.52 )
= 332.64 kN

TugasStruktur Baja 1
14
N O P Q R S T U V W X Y
6m
A C D E F G H I J K L M B
P P P P P P JP P P
P P
5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18 5.18

Jumlah gelagar = 12
P = 332.64 KN
L = 5.18
H=6m
V = 0
RA + RB Ptotal =
RA + RB = 3659.04 KN
H = 0
MB = 0
RA(62.16) P(56.98)- P(51.8) P(46.62) - P(41.44) P(36.26) P(31.08) P(31.08) P (25.9)
P(20.72) P(15.54) -P(10.36) P (5.18) = 0
RA = 1829.52 KN
RB = 1829.52 KN
Karena Konstruksi simetris beban
Maka RA = RB

TugasStruktur Baja 1
15
Titik A S13 = 1992.72 (Tekan)

Titik N

S13 N S37

A S13 S14
S1
RA

Nilai gama () = (180 2())


Mencari nilai dan
37 13
=
Arc tan = 6/2.59 = 66.65 () sin sin
Arc tan = 2.59/6 = 23.35 () 37 1992.72
=
sin(180 2) sin 66.65
RA S S
1 13 37 1992.72
sin sin sin =
sin(46.7) sin 66.65

1829.52 1 S37 = 1579.61 (Tekan)


= 14 13
sin 66.65 sin 23.35 =
sin sin
S1= 789.80 (Tarik) S14 = S13
S14 = 1992.72 (Tarik)
1829.52 13
=
sin 66.65 sin 90

TugasStruktur Baja 1
16
Titik C : Dengan cara yang hampir sama di dapat nilai
S15 = 1666.55 (Tekan)

Titik O

O S38

S1 S15 S16

S14

38 15
S1 L =
sin sin
S2
15 16
=
= 142 2 sin sin
L = 1964.76
S2 = S1 + L Di hitung tiap simpul/buhul/titik hingga
S2 = 789.80 + 1964.76 pada titik tengah pada gambar,
S2 = 2754.56 (Tarik) hal ini di lakukan karena konstruksi simetris
jadi cukup menghitung setengahnya
S15 saja, karena di sebelahnya sudah pasti sama lalu di
dapat hasil sebagai berikut
C
S3
P
TugasStruktur Baja 1
17
BATANG TARIK

S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12


789.80 2754.56 3446.20 4326.05 4912.71 5202.06 5202.06 4912.71 4326.05 3446.20 2754.56 789.80
S14 S16 S18 S20 S22 S27 S29 S31 S33 S35 S24 S25
1992.72 1662.92 1292.10 922.24 522.14 522.14 922.24 1292.10 1662.92 1992.72 0 0

BATANG TEKAN

S13 S15 S17 S19 S21 S23 S26 S28 S30 S32 S34 S36
-1992.72 -1666.55 -1298.05 -927.94 -558.02 0 0 -558.02 -927.94 -1298.05 -1666.55 -1992.72
S37 S38 S39 S40 S41 S42 S43 S44 S45 S46 S47
-1579.61 -2931.97 -3958.67 -4691.94 -5131.92 -5278.58 -5131.92 -4691.94 -3958.67 -2931.97 -1579.61

TugasStruktur Baja 1
18
Elemen Tarik

Pemilihan Profil
Digunakan profil Wide Flange W. 100.50.5 dengan properti sebagai berikut

Designation Dimension(mm) Weigh


Sectional
t
Area
Nominal Code H B t1 t2 r (Kg/m
(cm2)
)
100.50.5 W. 100.50.5 100 50 5 7 8 11,85 9,3

Geometrical Radius of Gyration Modulus of


4
Momen of Inertia (cm ) of Area (cm) Section (cm3)
Ix Iy rx ry Wx Wy

187 14,8 3,98 1.12 37.5 5.91

Pemilihan Baut
Dlubang = Dbaut + 1/8 in
= 5/8 in + 1/8 in
= 6/8 in = 1.905 cm
Alubang = 22/7.(0.9525)2
= 2.8514 cm2

TugasStruktur Baja 1
19
Berat Sendiri Struktur
L1 = panjang batang S1 atau S2 = 0.5 x 5.18 = 2.59 m
L2 = panjang batang S14 atau S15 = 7.92 m
L3 = panjang batang S37 = 5.18 m
L = panjang batang akumulasi = S1+ S2+S14+S15+S37 = 26.2 m
Beban akibat berat sendiri pada (titik C) = . .L. Ag
= 7.85.(2620).(11.85)
= 243718.95
= 2.388 KN

5202.06
Batang S1 = 2.388 x = 38.509 KN
322.64
Total gaya batang S1 setelah memasukkan faktor beban P = 1.2 DL + 1.6 LL

P = 1.2(38.509 ) + 1.6 (5202.06)


= 8369 kgf

Pemeriksaan kapasitas berdasar disain kekuatan


Untuk leleh : = 0.90
Untuk fracture : = 0.75
Kapasitas kekuatan batang terhadap kemungkinan pelelehan (yielding)

TugasStruktur Baja 1
20
Pn FY . Ag 2400 x 11.85= 28440 Kgf

.Pn 0.9 (28440) = 25596 Kgf


Kapasitas kekuatan batang terhadap kemungkinan fracture
Luas netto : An Ag 4.dia t

= 11.85 4.(1.905) = 4.23 cm2


b 100
Reduksi luas netto : 2
3
U = 0.90
d 100
Ane = 0.90 (4.23) = 3.807 cm2
Pn FU . Ane 4000 (3.807 ) 15228 kgf

.Pn 0.75 . (15228) = 11421 kgf

.Pn > P 11421 kgf > 8369 kgf (Aman)

P 8369
Presentase 100% = = 73.27%
.Pn 11421

Pemeriksaan persyaratan kelangsingan


I min 14,8
r = =1.11
A 11.85
= L/rmin = 518/1.11 = 466.66 < 300 Profil Tak langsing

TugasStruktur Baja 1
21
Elemen Tekan

Digunakan profil Wide Flange W. 100.50.5 dengan properti sebagai berikut

Designation Dimension(mm) Weigh


Sectional
t
Area
Nominal Code H B t1 t2 r (Kg/m
(cm2)
)
100.50.5 W. 100.50.5 100 50 5 7 8 11,85 9,3

Geometrical Radius of Gyration Modulus of


4
Momen of Inertia (cm ) of Area (cm) Section (cm3)
Ix Iy rx ry Wx Wy

187 14,8 3,98 1.12 37.5 5.91

Berat Sendiri Struktur


L1 = panjang batang S1 atau S2 = 0.5 x 5.18 = 2.59 m
L2 = panjang batang S14 atau S15 = 7.92 m
L3 = panjang batang S37 = 5.18 m
L = panjang batang akumulasi = S1+ S2+S14+S15+S37 = 26.2 m

TugasStruktur Baja 1
22
Beban akibat berat sendiri pada (titik C) = . .L. Ag
= 7.85.(2620).(11.85)
= 243718.95
= 2.388 KN

5202.06
Batang S1 = 2.388 x = 38.509 KN
322.64
Total gaya batang S13 setelah memasukkan faktor beban P = 1.2 DL + 1.6 LL

P = 1.2(38.509) + 1.6 (3958.67)


= 6380.08 KN

Pemeriksaan Kapasitas Berdasar Disain kekuatan

Pemeriksaan Profil

100 100
r = = 36 = 16.67

50
= 2 = 2.5 = 5 < 16.67 OK

253 253
r = = 36 = 55.83

100
= = = 14.29 < 55.83 OK
7

TugasStruktur Baja 1
23
Kapasitas kekuatan batang terhadap kemungkinan tekuk (buckling)
Jari-jari Girasi :
Jari-jari Girasi :

I min 14.8 0.7 26.20 2400


r = 11.85 =1.17 m = = = 1.51
A 1.17(3.14) 26000

0.877
= = 929.11 kN
2

Pn = Ag. = 11.85 x 929.11 = 11009.95 kN

.Pn 0.85 . (11009.95) = 9358.46 kgf < (PU = 6380.08 kgf) OK

P 6380.08
Presentase 100% = = 77.26%
.Pn 9358.46

TugasStruktur Baja 1
24