Anda di halaman 1dari 6

CATATAN PROSES

TEMA : Monev, SIM dan Pelaporan


SUB TEMA : 8.3 Pengelolaan LIPUT tingkat masyarakat
HARI/TANGGAL : Minggu / 29 Agustus 2017
WAKTU : 13.00 14.30
KELAS : Kelas - C
PEMANDU : Yeddy Ardiansyah
NOTULEN : Untung Wahyudi

PROSES : ;

1. Tahu Kah Kamu


Layanan Informasi dan Pengaduan Masyarakat untuk Transparansi (LIPUT)
Pamsimas adalah pengembangan dari Penanganan Pengaduan Masyarakat (PPM)
Program Pamsimas. Pengembangan tersebut tidak hanya sebatas mengganti nama
akan tetapi ada upaya untuk mengubah paradigma dan menambah substansi di
dalamnya. Penamaan PPM memunculkan kecenderungan bahwa media yang
disediakan hanya sebatas menampung dan memfasilitasi tindak lanjut penanganan
PENGADUAN saja. Bahkan ada anggapan di sebagian kalangan masyarakat bahwa
keberadaan media PPM cenderung memunculkan konflik sebagai akibat dari
pengaduan yang disampaikan.Keberadaan LIPUT Pamsimas diharapkan
membangun paradigma baru dari masyarakat dan pelaku program bahwa informasi
dan pengaduan masyarakat terkait program harus disampaikan melalui media
yang disediakan dan ditindaklanjuti sampai tuntas. Jangan lagi ada anggapan bahwa
informasi dan pengaduan masyarakat tidak perlu dicatatkan atau pengaduan
masyarakat adalah aib yang harus ditutupi sebaliknya pengaduan masyarakat justeru
menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap program yang sedang anda tangani.
Mulai tahun 2009 sampai dengan Juli 2017 jumlah informasi dan pengaduan
masyarakat yang dicatatkan di aplikasi PPM sebanyak 1.780, sedangkan total
desa dampingan Program Pamsimas 17.696 (KPI 3: Jumlah desa/kelurahan telah
menyusun RKM, status 8 Agustus 2017). Data tersebut menunjukkan bahwa
persentase informasi dan pengaduan masyarakat yang masuk dan dicatatkan di
aplikasi PPM hanya sebanyak sekitar 10% saja dari total jumlah desa dampingan.
Padahal, sebagai sebuah program Pemberdayaan Masyarakat dengan cakupan
wilayah kegiatan yang sangat luas akan banyak pertanyaan, kritik, saran atau
persoalan yang muncul dan seharusnya dicatatkan serta ditindaklanjuti demi
kemaslahatan bersama. Fasilitator memiliki peran yang sangat penting dalam
mensosialisasikan media/saluran dan mekanisme LIPUT kepada masyarakat.
Informasi dan Pengaduan masyarakat merupakan bahan masukan yang sangat
berarti bagi pelaku-pelaku Pamsimas di semua jenjang yang ada.

2. Ayo amati
Sinkronisasi Program untuk PAMSIMAS
Laporan Modul 2.6 bersumber dari data-data di beberapa sub-modul. Untuk itu mari cermati
dan membandingkan data di antara dua laporan/modul dari sebuah kabupaten berikut ini:

1. Laporan Data SIM tahun 2016 - Informasi Umum

2. Laporan Data SIM tahun 2016 2.1.2.1.Pemetaan Sosial

3. Bandingkan data Jumlah Penduduk pada desa yang sama di kedua laporan tersebut

Pertanyaan Kritis

1. Setelah mempelajari Laporan SIM tersebut, apakah anda menemukan


keganjilan pada data di atas? Jelaskan jawaban anda.
2. Jika ada, keganjilan dalam hal apa dan apa kira-kira penyebabnya?

Bentuklah kelompok yang terdiri dari 5 6 orang untuk mendiskusikan beberapa


topik di bawah ini. Presentasikan hasil diskusi dari tiap kelompok.

Kasus Data SIM Modul 2

Diskusikan beberapa laporan SIM di bawah ini:

1. Bandingkan:Data Jumlah Penduduk pada Gambar 4 dengan data Target Penerima


Manfaat SAM pada gambar 5 Data Jumlah Penduduk dengan Jumlah Akses Awal
(existing) SAM pada gambar 6
2. Keganjilan data apa yang anda temukan dari laporan SIM di atas?
3. Apa penyebab munculnya data SIM yang tidak akurat?
4. Apa yang harus anda lakukan selaku Fasilitator supaya tidak terjadi data yang
tidak akurat di desa dampingan anda?
5. Dari penjelasan anda di atas, apa yang sudah anda lakukan? Bagaimana hasilnya?
Jelaskan!

Kasus Data SIM Modul 7.3


Desa Melati adalah desa sasaran Program Pamsimas II tahun 2015, yang saat ini
memiliki jumlah penduduk sebanyak 669 KK / 2267 jiwa. Jumlah penduduk
yang telah mendapat akses air minum layak saat ini dari Program Pamsimas
dan hasil pengembangannya adalah 279 KK / 945 jiwa. Sedangkan penduduk
yang belum mendapat akses air minum layak saat ini adalah 166 KK / 562 jiwa.
1. Bila Akses Universal yang harus dicapai adalah 100%, sementara sumberdaya
Pamsimas hanya mampu mencapai 279 KK, apa yang menurut anda harus dan
perlu dilakukan? Apakah kira-kira data Desa Melati di atas menunjukkan
upaya tersebut?
2. Lakukanlah perhitungan akses air minum seperti di atas pada beberapa desa
dampingan dengan menggunakan data yang ada saat ini. Apakah data
akses air minum desa tersebut yang ditampilkan di SIM modul 7.3 sudah
benar? Apakah pencatatan data di logbook modul 7.3 selama ini sudah sesuai
dengan glossary-nya?

Diskusikanlah Laporan Data Keberlanjutan Modul 7.3 berikut ini:

1. Bagaimana kriteria kondisi SAM yang berfungsi baik, berfungsi sebagian dan
tidak berfungsi menurut glossary modul 7.3?
2. Pada Gambar 7 apakah anda menemukan data jumlah akses SAM dari
Program Pamsimas yang tidak lengkap terisi? Jelaskan hubungannya dengan
kondisi SAM-nya!

Tugas dan Tanggung Jawab TFM


TFM memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan data SIM yang
bersumber dari pencatatan kegiatan program di desa dampingan.
Diskusikanlah beberapa hal berikut ini:
1. Tugas dan tanggung jawab Fasilitator Masyarakat dan Fasilitator Senior dalam
menyediakan data SIM adalah harus menyajikan data yang valid, lengkap dan
tepat waktu. Evaluasi kinerja Fasilitator dilakukan berbasis data SIM. Sebutkan
langkah- langkah yang harus dilakukan dalam memenuhi tugas dan tanggung
jawab tersebut.
2. Apa hambatan utama yang dihadapi fasilitator selama ini dalam
pengumpulan data dan penyampaian data SIM yang valid, lengkap dan tepat
waktu? Sebutkan langkah- langkah yang harus dan perlu dilakukan.
3. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh TFM agar data QS dan SIM dapat
secepatnya sampai ke kantor ROMS Kabupaten.
4. Bagaimana memastikan data di lapangan konsisten dengan data yang
tercatat di logbook dan di SIM (website). Bila terjadi data yang tampil di
SIM tidak sesuai dengan data di logbook, apa yang harus dilakukan? Acuan
apa yang digunakan untuk membahas ketidaksesuaian data tersebut?

Catatan Penting:

Pencatatan dan pelaporan data SIM diatur dalam POB Mekanisme Pelaporan Data
SIM.

MIS Day

MIS Day dilaksanakan setiap bulan dengan mengusung tema tertentu


yang dicanangkan oleh Tim ROMS Provinsi, selain juga melaksanakan
beberapa hal rutin untuk memperbaiki dan melengkapi data dalam rangka
memberikan jaminan kualitas data SIM. Diskusikan hal- hal yang harus
disiapkan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh TFM dalam pelaksanaan
MIS Day.

Catatan Penting:

Pelaksanaan MIS Day di semua tingkatan diatur dalam POB MIS Day Manfaat
Data SIM

Apa manfaat SIM bagi pelaksanaan Program Pamsimas; masyarakat


dampingan, fasilitator, konsultan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat?

Bila data SIM tidak valid, tidak lengkap dan tidak tepat waktu, apa
dampaknya terhadap:

1. Desa dan masyarakat dampingan


2. Fasilitator dan konsultan
3. Pengguna data pada umumnya

3. Ayo amati
a. Dengan menggunakan Glossary dan Logbook Modul 4 revisi terbaru,
lakukanlah pengisian logbook Form 4.1.2 Progres RKM dengan menggunakan
data dari desa dampingan masing- masing. Bagaimana cara mengisi Progres
Fisik?
b. Ayo buka website SIM Pamsimas (mis.pamsimas.org)

1. Bukalah Quick Status Kabupaten anda masing-masing dari website SIM (Laporan
Quick Status)
a. Hitunglah berapa jumlah desa baru yang ada di Quick Status Pemilihan Desa
tahun 2017?
b. Hitunglah berapa jumlah desa baru yang telah mencapai tahap Evaluasi RKM
di tahun 2017?
c. Hitunglah berapa jumlah desa lama yang ada di Quick Status Pemilihan Desa
tahun 2017?
d. Hitunglah berapa jumlah desa lama yang tidak/belum menyusun RKM di
tahun 2017?
2. Bukalah Laporan Data SIM Keberlanjutan (Laporan - Data SIM - Data SIM
Keberlanjutan)
a. Berapa jumlah desa dengan kondisi Sarana Air Minum yang tidak berfungsi
di kabupaten anda masing-masing menurut pemantauan bulan Juni 2017?
b. Berapa jumlah desa yang tidak memiliki Iuran di kabupaten anda masing-
masing menurut pemantauan bulan Juni 2017?
3. Lakukan hal di atas melalui aplikasi mobile Pamsimas berbasis Android

HASIL DISKUSI :
KESIMPULAN :

Setelah pembelajaran peserta:

1. Mengidentifikasi berbagai alternative pendanaan bagi pengembangnan


air minum dan sanitasi
1. Menyusun strategi untuk mendampingi masyarakat dalam
mendaatan berbagai alternative sumber pendanaan tersebut