Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO I

MATA KULIAH APLIKASI TEORI KEPERAWATAN DAN PENDEKATAN NANDA,


NIC, DAN NOC
Dosen : Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D.

Daftar Kelompok
Nurul Istiqomah : 16/403461/PKU/16279
Sardi :16/403472/PKU/16290
Shulhan Arief H : 16/403473/PKU/16291
Susi R Simanjuntak : 16/403477/PKU/16295
Totok Wahyudi : 16/403479/PKU/16297
Triani Rahmadewi : 16/403481/PKU/16299
Yuliatil Adawiyah H : 16/403487/PKU/16305

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
LAPORAN TUTORIAL SKENARIO I

MATA KULIAH APLIKASI TEORI KEPERAWATAN DAN PENDEKATAN NANDA,


NIC, DAN NOC

BAGAIMANA ADAPTASI MODEL DITERAPKAN PADA KLIEN

SKENARIO 1

Ners G berusia 26 tahun adalah seorang perawat di ruang perawatan bedah anak. Selalu
melakukan asuhan keperawatan pada klien anak di ruangan tersebut, Ners G mengobservasi
berbagai macam karakteristik anak baik dari segi usia, jenis penyakit dan pembedahan yang akan
dilakukan, termasuk pola adaptasi anak dan keluarganya sebelum, selama, dan setelah dilakukan
pembedahan. Untuk dapat memahami lebih dalam terkait dengan peran perawat dalam
meningkatkan kualitas hidup anak selama dan setelah menjalani perawatan di ruang rawat bedah,
Ners G mempelajari salah satu model keperawatan yaitu model adaptasi Roy. Ners G juga
berdiskusi dengan sesama teman perawat di ruangan tersebut bagaimana penerapan model
tersebut untuk klien bedah dan menyusun rencana perawatan menggunakan Standardized
Nursing Language (NANDA, NOC, dan NIC).

STEP 1. MENGKLARIFIKASI KATA SULIT:

1. Model Adaptasi Roy


- Input (berupa stimulus) Proses (mekanisme koping) Output (dapat berupa
adaptif dan maladaptif)
- Beranggapan orang punya keputusan terhadap stimulus: fokal, konseptual, dan residual
2. Model Teori
- Model dari beberapa theorist
- Filosopi, Konseptual, Teori, Middle Range Teori
3. NANDA, NIC, NOC
- NANDA : North American Nursing Diagnosis
- NIC : Nursing Intervention Classification
- NOC : Nursing Outcome Classification
4. SNL
- Guideline yang digunakan oleh perawat
- Bermaksud agar perawat memiliki bahasa yang sam
- Panduan dalam merawat
- Dimana seluruh dunia memakai SNL, salah satunya NANDA, NIC, NOC
5. Kualitas Hidup
- Ada instrument untuk mengukurnya
6. Karakteristik anak
- Ciri-ciri anak
- Mempengaruhi adaptasi yang dialami anak
- Mempengaruhi kualitas hidup

STEP 2. MERUMUSKAN PERMASALAHAN

1. Bagaimana model adaptasi Roy?


2. Bagaimana aplikasi model teori keperawatan adaptasi Roy pada keperawatan anak?
3. Bagaiman asuhan keperawatan dengan adaptasi Roy menggunakan NANDA, NIC, NOC
4. Bagaimana peran perawat dalam aplikasi teori adaptasi Roy

STEP 3. BRAINSTORMING

1. Model Adaptasi Roy


Model adaptasi Roy digambarkan berupa input, proses, dan output. Dimana input tersebut
berupa stimulus yang terdiri dari fokal, konseptual, dan residual. Proses adaptasi terhadap
lingkungan baru, dimana terdapat stressor yang berupa stimulus. Roy membagi stress menjadi
2 bagian, yaitu: stress internal, dan stress eksternal, dimana individu memiliki kemampuan
untuk mengambil keputusan. Jika dihubungkan dengan 4 paradigma keperawatan:
- Manusia sebagai individu yang mengalami adaptasi
- Keperawatan merupakan professional yang membantu individu, grup, dan keluarga. Teori
adaptasi dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan.
- Sehat-sakit misalnya pada anak yang mengalami pembedahan
- Lingkungan yang terdiri dari faktor internal, dan faktor eksternal.
2. Aplikasi model teori keperawatan adaptasi Roy pada keperawatan anak
- Berkunjung ke ruang anak yang colourful dan lingkungannya dibuat senyaman mungkin
- Caring dalam menjalani hospitalisasi anak, melibatkan orang tua
- Baju perawat dan alat-alat yang digunakan di rumah sakit dikemas sesuai dengan anak
- Ketakutan anak berasal dari lingkungan sakit
- Komunikasi terapeutik sebagai pengalihan anak untuk tindakan keperawatan
3. Asuhan keperawatan dengan adaptasi Roy menggunakan NANDA, NIC, NOC
Model adaptasi disesuaikan pada pengkajian anak, kemudian dibuat diagnose keperawatan
berdasarkan NANDA, membuat outcome berdasarkan NOC, dan merumuskan intervensi
keperawatan berdasarkan NIC. Hal ini dimaksudkan agar lebih terstruktur dalam melakukan
asuhan keperawatan. Dalam hal pengkahian dapat berdasarkan stimulus fokal, konseptual, dan
residual.
4. Peran perawat dalam aplikasi teori adaptasi Roy
- Pemberi pelayanan dalam meningkatkan kualitas hidup dan mekanisme koping apakah
individu dapat adaptif, atau maladaptif.

STEP 4. POHON MASALAH


Model Adaptasi Roy

Peran Perawat Aplikasi Model Adaptasi Roy

Asuhan Keperawatan

STEP 5. LEARNING OBJECTIVE

1. Memahami model adaptasi Roy


2. Memahami aplikasi model teori keperawatan Roy pada keperawatan anak
3. Membuat asuhan keperawatan berdasarkan adaptasi Roy dengan menggunakan NANDA,
NIC, dan NOC.

STEP 6. MENGUMPULKAN INFORMASI BARU DENGAN BELAJAR MANDIRI


STEP 7. MELAPORKAN, MEMBAHAS, DAN MENATA KEMBALI INFORMASI
BARU YANG DIPEROLEH

1. Model Adaptasi Roy

Latar belakang Sister Callista Roy

- Lahir di Los Angeles, California 14 Oktober 1939


- Sarjana keperawatan: 1963, Mount Saint Marys College, Los Angeles.
- Master Keperawatan: 1966, University California, LA
- Master dan doctor sosiologi: 1973-1977, University California.
- Saat menjadi staff dibagian pediatric, Roy ketertarikan pada anak-anak dan
kemampuannya untuk beradaptasi dalam respon terhadap perubahan fisik dan
psikologisnya.

Model adaptasi roy merupakan teori yang merupakan terapan atau teori yan diturunkan
dar teori sebelumnya, yang merupakan di adaptasi dari teori Harry Helson mengenai
psikofisikan yang diperluas menjadi oleh Roy menjadi ilmu perilaku dan sosial. Roy
mengemukakan bahwa dari teori Helson adaptasi merupakan fungsi dari stimulus yang
datang baik dari internal atau eksternal. Tingkat dari adaptasi merupakan gabungan dari
stimulus fokal, kontekstual, dan residual. Menurut Roy adaptasi merupakan proses dan hasil
dari pemikiran dan perasaan seseorang sebagai individu dan bagian dari grup dengan
menggunakan kesadaran dan pilihan untuk membentuk lingkungan dan manusia yang
terintegrasi. Roy melihat bahwa manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan.
Konsep Roy berfokus pada konsep adaptasi dari individu yang melingkupi keperawatan,
lingkungan, individu, dan sehat. Individu setiap saat akan secara kontin mendapatkan stimuli
dari lingkungan. Respon yang diberikan oleh individu dapat bersidat adaptif atau maladaltif.
Sebagai suatu sistem yang terbuka, manusia menerima stimulus dari lingkungan dan diri
sendiri. Level adaptasi ditentukan oleh efek kombinasi dari fokal, kontekstual, dan residual.
Adaptasi muncul ketika individu berespon positif terhadap perubahan.

- Focal stimulus: stimulus internal dan eksternal yang sangat cepat dalam menghadapi
human system. Stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan
mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang.
- Contekstual stimulus: semua stimulus lain pada situasi yang berkontribusi memberikan
efek pada stimulus fokal.
- Residual stimulus: faktor lingkungan yang dengan atau tanpa human system dengan efek
pada situasi yang tidak jelas.

Menurut Roy terdapat empat objek utama dalam ilmu keperawatan, yaitu :
1). Manusia (individu yang mendapatkan asuhan keperawatan)
Roy menyatakan bahwa penerima jasa asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok,
komunitas atau social. Masing-masing dilakukan oleh perawat sebagai system adaptasi
yang holistic dan terbuka. System terbuka tersebut berdampak terhadap perubahan yang
konstan terhadap informasi, kejadian, energi antara system dan lingkungan. Interaksi
yang konstan antara individu dan lingkungan dicirikan oleh perubahan internal dan
eksternal. Dengan perubahan tersebut individu harus mempertahankan intergritas dirinya,
dimana setiap individu secara kontunyu beradaptasi.
Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem
adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang
mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol adalah
mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih spesifik
manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan
regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara adaptasi yaitu : fungsi
fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi
keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif
yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem
adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi manusia
dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit fungsional secara
keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan. Input pada manusia
sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan
lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Input atau stimulus termasuk variabel standar
yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah
stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus
manusia yang dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol
manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme koping
yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator. Regulator
dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor atau
cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependen.
Empat fungsi mode yang dikembangkan oleh Roy terdiri dari:
a). Fisiologis.
(1). Oksigenasi: menggambarkan pola penggunaan oksigen berhubungan dengan
respirasi dan sirkulasi.
(2). Nutrisi: menggambarkan pola penggunaan nutrient untuk memperbaiki kondisi
tubuh dan perkembangan.
(3). Eliminasi: menggambarkan pola eliminasi.
(4). Aktivitas dan istirahat: menggambarkan pola aktivitas, latihan, istirahat dan tidur.
(5). Integritas kulit: menggambarkan pola fungsi fisiologis kulit.
(6). Rasa/senses: menggambarkan fungsi sensori perceptual berhubungan dengan
panca indera
(7). Cairan dan elektrolit: menggambarkan pola fisiologis penggunaan cairan dan
elektrolit
(8). Fungsi neurologist: menggambarkan pola control neurologist, pengaturan dan
intelektual
(9). Fungsi endokrin: menggambarkan pola control dan pengaturan termasuk respon
stress dan system reproduksi
b). Konsep Diri (Psikis)
Model konsep ini mengidentifikasi pola nilai, kepercayaan dan emosi yang
berhubungan dengan ide diri sendiri. Perhatian ditujukan pada kenyataan keadaan diri
sendiri tentang fisik, individual, dan moral-etik
c). Fungsi Peran (Sosial)
Fungsi peran mengidentifikasi tentang pola interaksi social seseorang berhubungan
dengan orang lain akibat dari peran ganda.
d). Interdependent
- Interdependen mengidentifikasi pola nilai-nilai manusia, kehangatan, cinta dan
memiliki. Proses tersebut terjadi melalui hubungan interpersonal terhadap
individu maupun kelompok.
2). Keperawatan;
- Keperawatan adalah bentuk pelayanan professional berupa pemenuhan kebutuhan
dasar dan diberikan kepada individu baik sehat maupun sakit yang mengalami
gangguan fisik, psikis dan social agar dapat mencapai derajat kesehatan yang
optimal.
- Roy mendefinisikan bahwa tujuan keperawatan adalah meningkatkan respon
adaptasi berhubungan dengan empat mode respon adaptasi. Perubahan internal
dan eksternal dan stimulus input tergantung dari kondisi koping individu. Kondisi
koping seseorang atau keadaan koping seseorang merupakan tingkat adaptasi
seseorang. Tingkat adaptasi seseorang akan ditentukan oleh stimulus fokal,
kontekstual, dan residual. Fokal adalah suatu respon yang diberikan secara
langsung terhadap ancaman/input yang masuk. Penggunaan fokal pada umumnya
tergantung tingkat perubahan yang berdampak terhadap seseorang. Stimulus
kontekstual adalah semua stimulus lain seseorang baik internal maupun eksternal
yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi, diukur, dan secara subjektif
disampaikan oleh individu. Stimulus residual adalah karakteristik/riwayat dari
seseorang yang ada dan timbul releva dengan situasi yang dihadapi tetapi sulit
diukur secara objektif.
3). Konsep sehat;
- Roy mendefinisikan sehat sebagai suatu continuum dari meninggal sampai
tingkatan tertinggi sehat. Dia menekankan bahwa sehat merupakan suatu keadaan
dan proses dalam upaya dan menjadikan dirinya secara terintegrasisecara
keseluruhan, fisik, mental dan social. Integritas adaptasi individu
dimanifestasikan oleh kemampuan individu untuk memenuhi tujuan
mempertahankan pertumbuhan dan reproduksi.
- Sakit adalah suatu kondisi ketidakmampuan individu untuk beradapatasi terhadap
rangsangan yang berasal dari dalam dan luar individu. Kondisi sehat dan sakit
sangat individual dipersepsikan oleh individu. Kemampuan seseorang dalam
beradaptasi (koping) tergantung dari latar belakang individu tersebut dalam
mengartikan dan mempersepsikan sehat-sakit, misalnya tingkat pendidikan,
pekerjaan, usia, budaya dan lain-lain.
4). Konsep lingkungan;
- Roy mendefinisikan lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari internal
dan eksternal,yang mempengaruhi dan berakibat terhadap perkembangan dari
perilaku seseorang dan kelompok. Lingkunan eksternal dapat berupa fisik,
kimiawi, ataupun psikologis yang diterima individu dan dipersepsikan sebagai
suatu ancaman. Sedangkan lingkungan internal adalah keadaan proses mental
dalam tubuh individu (berupa pengalaman, kemampuan emosioanal, kepribadian)
dan proses stressor biologis (sel maupun molekul) yang berasal dari dalam tubuh
individu.manifestasi yang tampak akan tercermin dari perilaku individu sebagai
suatu respons. Dengan pemahaman yang baik tentang lingkungan akan membantu
perawat dalam meningkatkan adaptasi dalam merubah dan mengurangi resiko
akibat dari lingkungan sekitar.

Ada 4 mode adaptif dalam model adaptasi Roy :


Mode fisiologis : fokus kepada interaksi antara manusia dengan lingkungannya melalui
proses fisiologis untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti nutrisi, oksigen,
eliminasi, istrahat dan tidur, dan proteksi
Konsep diri : fokus terhadap bagaimana melakukan hubungan sosial di dalam
masyarakat. Menurut Roy, konsep diri merupakan pandangan terhadap diri sendiri yang
dipegang oleh seseorang.
Fungsi peran : fokus kepada peran individu dalam masyarakat. Peran ini menggambarkan
harapan individu tentang bagaimana seseorang berperilaku mengahadapi orang lain.
Mode interdependence (ketergantungan) : tugas utama dalam mode interdependence
adalah untuk memberikan cinta dan menerima cinta, menghargai, dan menilai.
Komponen penting dalam mode interdependence adalah kehadiran sesuatu atau
seseorang yang berharga, misal Tuhan, anak, pasangan, teman.
Tujuan dari ke-empat mode adaptif ini adalah untuk mencapai integritas fisiologis,
psikologis, dan sosial.

Diagram teori Adaptasi Roy


A. Input

Sebagai suatu sistem terbuka, manusia menerima input atau stimulus baik dari
lingkungan atau dalam diri sendiri. Tingkat adaptasi ditentukan oleh kombinasi efek
stimukus fokal (stimulus internal atau eksternal bagi sistem manusia yang muncul
dengan tiba-tiba), stimulus konstektual ( stimulus lainnya yang muncul pada suatu
situasi yang turut menjadi akibat dari stimulus fokal), stimulus residual (faktor
lingkungan dari dalam ataupun bukan dari dalam sistem manusia yang memiliki
dampak tak jelas pada situasi saat ini.

B. Proses Kontrol

Mekanisme koping, adalah cara-cara, baik yang bersifat intrinsik, atau di dapat dari
luar untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah

Regulator, adalah proses koping utama yang melibatkan sistem syaraf, kimiawi, dan
hormonal

Kognator, adalah proses koping utama yang melibatkan empat saluran kognitif-
emosi : proses persepsi dan informasi, belajar, menilai dan emosi.

C. Efektor, terdiri dari 4 mode adaptif yaitu :


Mode adaptif fisiologik-fisik berhubungan dengan cara manusia berinteraksi dengan
lingkungannya melalui proses-proses fisiologis untuk memenuhi kebutuhan dasar
akan oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat serta perlindungan.

Mode adaptif konsep diri-identitas kelompok berhubungan dengan kebutuhan untuk


mengetahui siapa diri ini dan bagaimana bertindak di masyarakat. Konsep diri
individu terdiri atas diri secara fisik dan personal

Mode adaptif fungsi peran digambarkan sebagai peran primer, sekunder dan tersier
yang ditampilkan individu dalam masyarakat

Mode adaptif interdependensi menggambarkan interaksi orang-orang dalam


masyarakat

D. Output

Adaptasi terjadi pada saat seseorang berespon secara positif terhadap perubahan
lingkungan. Respon adaptif ini meningkatkan meningkatkan integritas seseorang yang
akan membawanya menuju sehat. Sedangkan respon inefektif akan mengarh pada
gangguan integritas seseorang.

Ketika menggunakan 6 langkah proses keperawatan dari Roy, maka perawat akan
melakukan 6 fungsi, yakni :
1. Mengkaji perilaku yang terdapat dalam ke-4 mode adaptif
2. Mengkaji stimulus dari perilaku tersebut dan mengkategorikan mereka sebagai
stimulus fokal kontekstual, dan residual.
3. Membuat diagnosa keperawatan
4. Merumuskan tujuan untuk mempromosikan aadaptasi
5. Mengimplementasikan intervensi yang bertujuan mengelola stimulus untuk proses
adapatasi
6. Mengevaluasi apakah tujuan adaptif sudah tercapai

2. Aplikasi model teori keperawatan Roy pada keperawatan anak


- Model adaptasi Roy dapat diaplikasikan pada anak sehat (tumbuh kembang) maupun
sakit dalam semua rentang usia. Model adaptasi Roy berguna untuk membantu praktik
keperawatan dalam tatanan institusional. Model ini telah diterapkan di unit perawatan
intensif neonatal, ruang bedah akut, unit rehabilitasi, dua rumah sakit umum, satu rumah
sakit orthipedi, unit bedah syaraf dan rymah sakit berkapasitas 145 tempat tidur dan lain-
lain.
- Peran sistem adaptasi Roy dalam asuhan keperawatan adalah digunakan dalam
pengkajian keperawatan.
- Pada penelitian yang dilakukan oleh Yeh (2001) terhadap pasien anak dengan kanker
dijelaskan bahwa terdapat respon adapatasi yang berbeda di ke-empat mode adaptif pada
setiap tahapan perkembangan umur. Salah satu contohnya pada mode adaptasi fisiologis
dan psikologis.
Aspek adaptasi psikologis dan fisiologis pada pasien anak dengan kanker
< 7 tahun 7-10 tahun 11-12 tahun 13-17 tahun

Kat 1. Berteriak, 1. Berteriak, bergumul 1. Tidak sabar 1. Menekan


egor bergumul 2. Mengernyitkan alis 2. Mempertanyakan kemarahan
i 2. Menarik jauh dan melakukan kapan prosedur 2. Penerimaan
bagian tubuh sesuatu pengobatan akan pasif
dari stimulus 3. Tidak mampu untuk segera selesai 3. Meringis dan
nyeri mengekspresikan 3. Terlihat marah jika menahan
3. Mempertanya perasaan terjadi perubahan hingga dokter
kan 4. Mempermasalah protocol berhenti
kebutuhan nyeri yang timbul pengobatan/penjelas 4. Menerima
pengobatan dari prosedur an ketakutan
4. Mempermasa pengobatan 4. Menolak untuk yang berlama
lah nyeri 5. Lesu berpikir bahwa dia lama terhadap
yang timbul tidak memiliki masa prosedur
dari prosedur depan 5. Lesu
pengobatan 5. Khawatir terhadap
5. Lesu prosedur pengobatan
6. Lesu

Model adaptasi Roy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan proses
keperawatan. Elemen dalam proses keperawatan menurut Roy meliputi pengkajian tahap
pertama dan kedua, diagnosa, tujuan, intervensi, dan evaluasi, langkah-langkah tersebut sama
dengan proses keperawatan secara umum.
a). Pengkajian
Roy merekomendasikan pengkajian dibagi menjadi dua bagian, yaitu pengkajian tahap
I dan pengkajian tahap II.
Pengkajian pertama meliputi pengumpulan data tentang perilaku klien sebagai suatu
system adaptif berhubungan dengan masing-masing mode adaptasi: fisiologis, konsep diri,
fungsi peran dan ketergantungan. Oleh karena itu pengkajian pertama diartikan sebagai
pengkajian perilaku,yaitu pengkajian klien terhadap masing-masing mode adaptasi secara
sistematik dan holistik
Setelah pengkajian pertama, perawat menganalisa pola perubahan perilaku klien
tentang ketidakefektifan respon atau respon adaptif yang memerlukan dukungan perawat.
Jika ditemukan ketidakefektifan respon (mal-adaptif), perawat melaksanakan pengkajian
tahap kedua. Pada tahap ini, perawat mengumpulkan data tentang stimulus fokal, kontekstual
dan residual yang berdampak terhadap klien. Menurut Martinez, factor yang mempengaruhi
respon adaptif meliputi: genetic; jenis kelamin, tahap perkembangan, obat-obatan, alcohol,
merokok, konsep diri, fungsi peran, ketergantungan, pola interaksi social; mekanisme koping
dan gaya, strea fisik dan emosi; budaya;dan lingkungan fisik
b). Perumusan diagnosa keperawatan
Roy mendefinisikan 3 metode untuk menyusun diagnosa keperawatan:
(1). Menggunakan tipologi diagnosa yang dikembangkan oleh Roy dan berhubungan dengan
4 mode adaptif . dalam mengaplikasikan diagnosa ini, diagnosa pada kasus Tn. Smith
adalah hypoxia.
(2). Menggunakan diagnosa dengan pernyataan/mengobservasi dari perilaku yang tampak
dan berpengaruh tehadap stimulusnya. Dengan menggunakan metode diagnosa ini
maka diagnosanya adalah nyeri dada disebabkan oleh kekurangan oksigen pada otot
jantung berhubungan dengan cuaca lingkungan yang panas
(3). Menyimpulkan perilaku dari satu atau lebih adaptif mode berhubungan dengan stimulus
yang sama, yaitu berhubungan Misalnya jika seorang petani mengalami nyeri dada,
dimana ia bekerja di luar pada cuaca yang panas. Pada kasus ini, diagnosa yang sesuai
adalah kegagalan peran berhubungan dengan keterbatasan fisik (myocardial) untuk
bekerja di cuaca yang panas
c). Intervensi keperawatan
Intervensi keperawatan adalah suatu perencanaan dengan tujuan merubah
ataumemanipulasi stimulus fokal, kontekstual, dan residual. Pelaksanaannya juga ditujukan
kepada kemampuan klien dalam koping secara luas, supaya stimulus secara keseluruhan
dapat terjadi pada klien, sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat.
Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal, dengan
menggunakan koping yang konstruktif. Tujuan jangka panjang harus dapat menggambarkan
penyelesaian masalah adaptif dan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut
(mempertahankan, pertumbuhan, reproduksi). Tujuan jangka pendek mengidentifikasi
harapan perilaku klien setelah manipulasi stimulus fokal, kontekstual dan residual.
d). Implementasi
Implementasi keperawatan direncanakan dengan tujuan merubah atau memanipulasi
fokal, kontextual dan residual stimuli dan juga memperluas kemampuan koping seseorang
pada zona adaptasi sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat.
e). Evaluasi
Penilaian terakhir dari proses keperawatan berdasarkan tujuan keperawatan yang
ditetapkan. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperawatan didasarkan pada perubahan
perilaku dari kriteria hasil yang ditetapkan, yaitu terjadinya adaptasi pada individu.

3. Asuhan keperawatan berdasarkan adaptasi Roy dengan menggunakan NANDA, NIC, dan
NOC.

Contoh diagnosis keperawatan yang mungkin muncul dengan model adaptasi Roy
adalah :

a. Kesiapan meningkatkan konsep diri

Definisi : Suatu pola persepsi atau gagasan tentang diri, yang dapat diperkuat

Batasan karakteristik :

Kepuasan terhadap pikiran tentang diri sendiri

Kepuasan terhadap identitas pribadi

Kepuasan terhadap rasa berharga

Menerima kekuatan
Menerima keterbatasan

Mengekspresikan kepuasan terhadap citra tubuh

Mengekspresikan minat untuk meningkatkan kinerja peran

Mengekspresikan minat untuk meningkatkan konsep diri

Percaya diri dengan kemampuan

Tindakan selaras dengan ekspresi verbal

Nursing Outcome : Harga diri (definisi : penilaian harga diri sendiri)

Verbalisasi penerimaan diri

Gambaran diri

Perasaan tentang nilai diri

Penerimaan terhadap keterbatasan diri

Nusing Intervension : Peningkatan Harga diri

Definisi : Membantu pasien untuk meningkatkan penilaian pribadi mengenai harga diri

Aktivitas-aktivitas :

Monitor pernyataan pasien mengenai harga diri

Tentukan kepercayaan diri pasien dalam hal penilaian diri

Dukung pasien untuk bisa mengidentifikasi kekuatan

Bantu pasien untuk menemukan penerimaan diri

Kuatkan kekuatan pribadi yang diidentifikasi pasien

Sampaikan kepercayaan diri pasien dalam mengatasi situasi

Fasilitasi lingkungan dan aktivitas-aktivitas yang akan meningkatkan harga diri


b. Ketidakefektifan koping
Defenisi: Ketidakmampuan untuk membentuk penilaian valid tentang stressor,
ketidakadekuatan pilihan respons yang dilakukan, dan/atau ketidakmampuan untuk
menggunakan sumber daya yang tersedia.

Batasan karakteristik
Ketidakmampuan memenuhi harapan peran
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar
Ketudakmampuan mengatasi masalah
Ketidakmampuan menghadapi situasi

Faktor yang berhubungan

Dukungan social yang tidak adekuat yang diciptakan oleh karakteristik hubungan
Ketidakadekuatan kesempatan untuk bersiap terhadap stressor
Ketidakmampuan mengubah energy yang adaptif

NOC

Koping
Tingkat stress
Adaptasi anak terhadap perawatan di rumah sakit
Stressor Caregiver

NIC

Peningkatan koping
Teknik menenangkan
Latihan control impuls
Peningkatan peran
Dukungan emosional
Terapi keluarga
c. Nyeri Akut
Defenisi: pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang muncul akibat
kerusakan jaringan actual atau potensial atau yang digambarkan sebagai kerusakan;
awitan yang tiba-tiba atau lambatdari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang
dapat diantisipasi atau diprediksi.

Batasan karakteristik
Bukti nyeri dengan standar daftar periksa nyeri untuk pasien yang tidak dapat
mengungkapkannya
Dilatasi pupil
Ekspresi wajah nyeri
Keluhan tentang intensitas nyeri
Sikap melindungi area nyeri

Faktor yang berhubungan

Agens cedera fisik (prosedur bedah)

NOC

Kontrol nyeri
Tingkat nyeri
Status kenyamanan: fisik
Tidur
Tanda-tanda vital

NIC

Pemberian analgesic
Manajemen nyeri
Bantuan pasien untuk mengontrol pemberian analgesic
Pengurangan kecemasan
Manajemen lingkungan: kenyamanan
Dukungan emosional
Terapi relaksasi

REFERENSI

Alligood, M.R. & Tomey, A.N. (2014). Nursing Theorist and their work. 6 th. Edition, ST.
Louis: Mosby Elsevier, Inc
Bulechek, Gloria et al. (2013). Nursing Intervention Classification (NIC), 6th edition.
Philadephia: Elsevier.
Herdman, T. Heather et al. (2015). Nanda International Inc. diagnosis keperawatan: defenisi &
klasifikasi 2015-2017/alih bahasa: Budi Anna Keliat Ed. 10. Jakarta: EGC.
Morehead, Sue. (2013). Nursing Outcome Calssification (NOC), 5th edition. Philadelphia:
Elsevier.
Yeh, Chao-Hsing. (2001). Adaptation in Children with Cancer : Research with Roys Model.
Nursing Science Quarterly, 14(2), 141-148