Anda di halaman 1dari 7

Reformasi Tata Pemerintahan dan Akuntabilitas

SOX menyediakan kerangka kerja untuk reformasi sistem tata kelola perusahaan
berdasarkan pada integritas dan akuntabilitas, dan untuk profesi akuntansi berdasarkan
kemerdekaan- kemandirian dan kewajiban fidusia dengan kepentingan publik. Ketentuan SOX
akan diamati oleh pendaftar US SEC, dan mungkin oleh perusahaan terbesar di dunia yang ingin
akses ke pasar modal AS dan auditor mereka. Dunia tata kelola perusahaan, tata kelola profesi
akuntansi, dan etika bisnis telah memasuki waktu maju-cepat. Memahami apa yang terjadi dan
mengapa, dan apa dampaknya akan berada di perusahaan, yang profesi akuntansi, dan pada etika
bisnis akan membantu dalam menafsirkan dan perencanaan untuk perkembangan masa depan.
The Powers Report Powers report disiapkan oleh tiga orang subkomite dari dewan enron yang
diketahui oleh Wolliam Powers yang bergabung dengan dewan pada bulan September 2001 dan
mengundurkan diri pada bulan Februari 2002.The Senate Subcommittee Report, Subkomite
Permanen Senat pada Laporan Investigasi dirilis pada Peranan Direksi dalam Keruntuhan Enron,
pada 8 Juli 2002. Berdasarkan bukti-bukti sebelumnya, termasuk lebih dari satu juta halaman
dipanggil dokumen, wawancara dari tiga belas anggota Dewan Enron, dan Subkomite
pendengaran pada 7 Mei 2002, Subkomite Permanen Senat AS pada Investigations membuat
temuan berikut sehubungan dengan peran Dewan Enron Direksi di Enron kolaps dan
kebangkrutan:

1. Kegagalan fidusia. The Enron Direksi Enron gagal untuk menjaga pemegang saham dan
memberikan kontribusi kepada keruntuhan publik terbesar ketujuh perusahaan di Amerika
Serikat.
2. Risiko Tinggi Akuntansi. The Enron Direksi sadar diperbolehkan Enron untuk terlibat dalam
praktek akuntansi berisiko tinggi.
3. Inappropriate Benturan Kepentingan. Meskipun jelas konflik kepentingan, yang Enron
Dewan Direksi menyetujui kesepakatan belum pernah terjadi sebelumnya memungkinkan
Enron Chief Financial Officer untuk membangun dan mengoperasikan LJM swasta ekuitas
dana yang ditransaksikan bisnis dengan Enron dan keuntungan di Enron's biaya.
4. Ekstensif Undisclosed Off-the-Buku Kegiatan. The Enron Dewan Direks sadar Enron
diizinkan untuk melakukan miliaran dolar di off-the-buku Kegiatan ity untuk membuat
kondisi keuangan tampak lebih baik dari sebelumnya dan gagal memastikan pengungkapan
publik yang memadai material off-the-buku kewajiban yang memberikan kontribusi terhadap
runtuhnya Enron.
5. Kompensasi berlebihan. The Enron disetujui Direksi berlebihan kompensasi untuk eksekutif
perusahaan, gagal untuk memantau kas kumulatif menguras disebabkan oleh Enron bonus
tahunan 2000 dan rencana kinerja unit, dan gagal untuk memantau atau menghentikan
pelecehan yang dilakukan oleh Dewan Ketua dan Pemerintahan, Akuntansi, dan Audit
Reform, Post-Enron.
6. Kurangnya Kemerdekaan. Kemerdekaan Enron Direksi adalah dikompromikan dengan
hubungan keuangan antara perusahaan dan Dewan tertentu members.

Bagaimana Dewan Direksi dan Enron Diorganisasi, dan Bagaimana Melakukan


Fungsinya?
Dewan Enron diselenggarakan menjadi lima komite:
1. Komite Eksekutif bertemu pada dasar yang diperlukan untuk menangani urusan mendesak
tikar Ters antara jadwal rapat Dewan.
2. Keuangan bertanggung jawab untuk menyetujui transaksi yang besar,
3. Audit dan Komite Kepatuhan Enron meninjau akuntansi dan kepatuhan program, disetujui
Enron laporan keuangan dan laporan, dan utama penghubung dengan Andersen.
4. Komite yang dibentuk yang Kompensasi dan dipantau kompensasi Enron poli - ibukota dan
rencana untuk direktur,.
5. Komite nominasi yang mencalonkan individu untuk melayani sebagai Direktur.

Transaksi Enron yang Dipertanyakan


Enron telah menggunakan apa yang secara khusus dibuat oleh perusahaan yaitu entitas
bertujuan khusus (SPE) untuk joint venture. Bulan November 1977, Enron menciptakan SPE
yang disebut Chewo untuk mengumpulakn dana atau menarik investor. Tujuan menarik investor
dimana:
1. Terpisah atau independen dri Enron
2. Menginvestasikan dana minimal 3% dari aset beresiko
3. Menjadi pemegang saham pengendali dlam membuat keputusan untuk Chewco

Enron menginginkan investor dengan persyaratan tersebut karena aturan Akuntansi AS


memungkinkan Chewco dianggap sebagai perusahaan yang independen. Transaksi Enron dan
Chewco dianggap sebagai trnsaski antrapihak yang bebas dan hal ini akan memungkinkan
kentungan yang dibuat pada laba penjualan. Enron mampu menjual aset kepada Chewo dengan
laba yang tinggi. Hal ini memungkinkan Enron untuk menunjukkan keuntungan dan menarik
uang ke rekening Enron tanpa menunjukkan dalam laporan kas keuangan Enron.

Bulan Maret 1998, Enron berivestasi dalam Rhythms NetCommunications sebuah bisnis
penyedia jasa internet. Investasi Enron mengalami kenaikan tetapi CEO Enron menyadari bahwa
prosedur akuntansi mark-to-marketakan membutuhkan pembaruan terus menerus dan
perubahannya dapat memberikan pengaruh negatif karena harga saham Rhythms berubah-ubah.
Jika saham Rhythms jatuh, Enron mengalami kerugian. Setelah saham enron jatuh, Fastow
memutusakn seluruh pengaturan tidak lagi berkesinambungan dan dihentiksn pada tanggal 22
Maret 2000.

Budaya Enron, Konflik Kepentingan, dan Whistle-Blower


Kekurangan integritas pada budaya Enron berada pada taraf yang mencengangkan.
Contohnya, lantai perdagangan energi palsu diciptakan untuk menyesatkan kelompok analisis
saham. Surat Sherron Watkins yang membahas awal Powers Report. Ia mengeluhkan praktik
akuntansi agresif yang dilakukan Enron akan meledak dan hal itu benar terjadi.

Peran Arthur Andersen


Auditor Arthur Andersen (AA) seharusnya bertindak sebagai fidusia professional
menjaga kepentingan pemegang saham. Kemampuan AA untuk mengaudit telah terdaftar di SEC
ditangguhkan. AA ditemukan memusnahkan laporan audit Enron dan sebagai hasilnya
dinyatakan bersalah karena menghambat keadilan. Pada akhirnya AA didakwa dan dihukum
pada tahun 2002 atas obstruksi keadilan karena para karyawan di beberapa kota memusnahkan
laporan audit enron. Kekurangan AA mungkin karena:
1. Kurangnya kompetensi
2. Kegagalan kebijakan internal
3. Kurangnya informasi
4. Kesalahahpahaman tentang peranan fidusia.

Tata kelola dan Sistem Pengendalian Enron yang Dicurangi


Manajemen Enron tidak terkendali. Hal ini merupakan kesalahan direktur karena mereka
gagal memahami peran yang mencakup tantangan dan siklus kepatuhan serta terlalu banyak
mempercayai bendera merah tanda peringatan bahwa pertanyaan harus ditekan.

Bank Bersedia menjadi Kaki Tangan dalam SPE Enron dan Prabayar
Senate Investigations Commite melakukan kajian yang disebut prabayar untuk melihat
apakah ada bukti bahwa bank-bank mengetahui bahwa transaksi yang terjadi tidak mempunyai
manfaat ekonomi. prabayar Enron adalah mekanisme untuk mencatat transaksi prabayar dalam
pengiriman energi masa depan sebagai laba operasi dan arus kas bukan sebagai arus kas dari
operasi pembiayaan. Memo audit AA pada bulan Juni 1999 ditemukan Roach yang menunjukkan
bahwa AA mengakui adanya masalah dan bagaimana hal itu harus diperbaiki. Roach tidak
menyatakan apakah memo AA dituruti Enron (atau tidak).

|Penghindaran Pajak oleh Enron


Bank enron bukan satu-satunya kaki tangan yang bersedia terliabat dalam transaksi
perusahaan yang di pertanyakan. Beberapa KAP, bankir investasi, dan kantor pengacara diduga
memberi nasihat yang sangat dipertanyakan pada dua belas transaksi besar terstruktur yang
menyembunyikan pajak lebih dari $2 miliar dari tahun 1995 hingga kebangkrutan perusahaan
pada tanggal 2 desember 2001.

|Jaksa Enron dan Kejaksaan


Para eksekutif enron menghadapi pidana,perdata,dan proses adminitrasi yang mengarah
ke hukuman penjara, denda dan perjanjian untuk tidak bertindak di masa depan sebagai direksi
atau pejabat peruahaan yang sahamnya diperdagangkan secara publik. Dampak yang di
timbulkan ialah kegagalan tata kelola yang menimbulkan manipulasi laba. Ha ini menimbulkan
kemarahan dan memperbaiki tata kelola sebelumnya dengan ynag baru.

Tata Kelola dan Perubahan Akuntabilitas


Bahkan sebelum skandal enron muncul dan mengakibatkan pengajuan untuk
perlindungan kebangkrutan, ada pengakuan bahwa perubahan tata kelola dan praktik akuntansi
emang diinginkan. Banya pejabat keadilan yang memperkaya diri secara fantastis dengan
memanfaatkan situasi yang buruk pada saat itu.
REFORMASI TATA KELOLA : Sarbanes-Oxley Act (SOX) 2002

1. SOX : tata kelola baru untuk perusahaan dan profesi akuntansi


SOX menciptakan sebuah kerangka kerja peraturan internasional bagi perusahaan dalam
mencari akses ke pasar modal AS dan auditornya. SOX menetapkan standar baru pada tata
kelola yang akan diterapkan pada semua perusahaan yang telah terdaftar di SEC. Dalam
rangka menghadapi krisis kredibilitas tata kelola dan mengembalikan kepercayaan dalam
sistem pasar modal perusahaan saat ini, tindakan yang dibutuhkan untuk memenuhi harapan
masyarakat mencakup hal sebagai berikut :
a. Klarifikasi peran, tanggung jawab,dan akuntabilitas dari dewan direksi, subkomitenya, diri
para direktur pribadi dan auditor
b. Penurunan konflik kepentingan
c. Memastikan bahwa direktur memiliki informasi yang cukup mengenai rencana dan
kegiatan perusahaan
d. Memastikan bahwa direktur mempunyai kompetensi keuangan yang memadai
e. Memastikan bahwa laporan keuangan akurat, lengkap, dapat dipahami dan transparan
f. Memastikan bahwa pengaturan dan pengawasan auditor peusahaan publik telah
mencukupi dan tepat untuk melayani kepentingan publik.
2. Kerangka kerja SOX yang baru untuk tata kelola perusahaan
Hal-hal yang diatur dalam SOX melalui pengenalan khusus yang terkait dengan :
a. Klarifikasi tanggung jawab para direktur dan karyawan untuk akuntabilitas publik dan
integrasinya
b. Peningkatan ketentuan konflik kepentingan yang dirancang untuk memastikan bahwa
para direktur cukup independen dari manajemen
c. Klarifikasi tentang peran, tanggung jawab, dan keanggotaan subkomite audit atas dewan.
3. Kerangka kerja SOX yang baru untuk profesi akuntansi AS
Auditor akan bekerja dengan para direktur independen yang kompeten secara finansial, yang
kepentinganya harus lebih diarahkan daripada kepenting sebelumnya, yaitu ke arah laporan
publik yang jelas dan komprehensif. Auditor harus melaporkan langsung kepada komite audit
hal hal berikut :
a. Semua kebijakan dan praktir akuntansi penting yang akan digunakan
b. Semua perlakuan alternatif tentang informasi keuangan berdasarkan GAAP yang telah
dibicarakan dengan manajemen
c. Percabangan penggunaan perlakuan alternatif dan pengungkapan dengan perlakuan yang
disukai oleh auditor
d. Semua materi komunikasi tertulis lain yang ada antara auditor dan manajemen termasuk
surat menajemen dan jadwal perbedaan yang belum disesuaikan.
e. Tinjauan dan pengesahan mereka atas penilaian manajemen terhadap pengendalian
internal perusahaan
4. Kerangka kerja SOX yang baru untuk berbagai hal lain
SOX memiliki ketentun yang mencakup atau memerlukan suatu kebutuhan akan kode
etik bagi para pengacara yang malayani para pendaftar, perlakuan analisis konflik
kepentingan, serta denda untuk kecurangan dan kejahatan kerah putih. Akhirnya, SOX
menyatakan bahwa kegiatan yang dengan sengaja menghancukan, mengubah, atau
memalsukan catatan yang diperlukan dalam proses penyidikan federal dan kepailitan adalah
suatu kejahatan dan dapat dihukum dengan denda atau hukum penjara hingga 20 tahun.
5. Pelaksanaan oleh SEC
SEC dituntut untuk memperkenalkan peraturan baru atau perubahan peraturan untuk
menerapkan kerangka kerja SOX yang diusulkan dalam bingkai waktu yang telah ditetapkan
subjek untuk studi riset yang memungkinkan. SEC juga akan mendorong reformasi tata
kelola dan dan akuntabilitas lebig baik lagi kedepanya.
6. Dampak terhadap tata kelola, akuntabilitas dan pelaporan, serta pada praktik manajemen
Kerangka tata kelola SOX akan memfokuskan perhatian para direktur dan manajemen
pada isu-isu yang sangat penting tentang tata kelola dan proses pelaporan yang tepat. Secara
khusus, perkembangan berikut akan membawa dampak positif dan panjang, seperti :
a. Fokus spesifik pada peningkatan akuntabilitas dan pelaporan kepada pemegang
saham publik
b. Penguatan peran komite audit, independensi penuh para direktur yang menjabat, arus
informasi, serta kemampuan auditor untuk melaporkan dan terlibat dengan komite
dalam diskusi yang bermakna
c. Klarifikasi peran, tanggung jawab, serta kompetensi dari para direktur dan subkomite
dewan
d. Definisi dari dan penekanan pada menghindari situasi konflik kepentingan, serta kode
etik bagi CFO dan lainya
e. Peningkatan denda yang dijatuhkan atas kesalahan.
Menemukan pakar keuangan yang cukup untuk menjabat sebagai seorang direktur yang
teridentifikasi dalam komite audit akan mejadi sebuah tantangan.
7. Dampak pada tren etika bisnis
Etika budaya harus didasarkan pada kejujuran, kedilan,belas kasihan, integritas,
kemampuan meramalkan, dan tanggung jawab serta terfokus pada pengembangan
kepercayaan dan respek untuk para pemangku kepentingan. Strategi modern, pendekatan-
pendekatan audit berbasis risiko harus memasukan risiko etika dan perkiraan yang lebih
tinggi untuk waralaba resiko. Sistem pengendalian intern perusahaan harus mencakup
pemantauan risiko etika, dan sistem baru harus dikembangkan untuk mendukungnya.