Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA UMUM

GESEKAN STATIS DAN GESEKAN KINETIS

Tanggal Pengumpulan : 15 November 2017

Tanggal Praktikum : 10 November 2017

Waktu Praktikum : 15.30 - 17.00 WIB

Nama : Vena Utianes


NIM : 11170161000058
Nama anggota :
1. Khumair Sundus Malikah (11170161000037)

Kelompok/Kloter : 2 (Dua)/2 (Dua)


Kelas : Pendidikan Biologi 1B

LABORATORIUM FISIKA DASAR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2017
GESEKAN STATIS DAN GESEKAN KINETIS

A. Tujuan Praktikum
1. Memahami tentang Hukum Newton
2. Menentukan koefisien gesek statis dan koefisien gesek kinetis
3. Mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi gaya gesek

B. Dasar Teori
Secara intuitif, kita mengalami gaya sebagai suatu bentuk dorongan
atau tarikan pada benda. Jika sebuah benda dalam keadaan diam, untuk
membuatnya mulai bergerak diperlukan gaya, artinya suatu gaya
dibutuhkan untuk mempercepat sebuah benda dari kecepatan nol ke
kecepatan bukan nol (Giancoli,2014:93).
Gaya merupakan sebuah besaran yang dibutuhkan untuk mengubah
dari kecepatan atau percepatan suatu benda, dimana percepatan adalah
perubahan yang terjadi dalam vektor. Jadi, gaya itu adalah suatu besaran
vektor, sehingga gaya memiliki besar dan arah. Pada satuan SI, gaya
memiliki satuan yaitu Newton (N). Dalam satuannya, 1 Newton adalah
besarnya gaya yang diperlukan untuk menimbulkan percepatan 1 m. pada
benda bermassa 1 kg (Sutarno,2013:29).
Ketiga hukum newton mengenai gerak merupakan hukum-hukum
klasik dalam deskripsi gerak. Hukum pertama menyatakan bahwa jika
gaya total pada sebuah benda adalah nol, benda yang tadinya berada dalam
keadaan diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan tetap
bergerak pada garis lurus dengan kecepatan konstan. Hukum kedua
newton menyatakan bahwa percepatan benda berbanding lurus dengan
gaya total yang bekerja padanya, dan berbanding tebalik dengan massanya.
Hukum ketiga newton menyatakan bahwa jika sebuah benda memberikan
gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut selalu memberikan gaya ke
benda pertama yang besarnya sama tetapi berlawanan arah
(Giancoli,2001:121).
Gesekan ialah gerakan relatif antara 2 permukaan yang
bersinggungan sedemikian hingga akibat persinggungan tersebut, gerakan
yang satu terhadap yang lain menjadi tidak leluasa dan mengalami
hambatan. Makin lekat atau makin kuat persinggungan, makin besar
hambatan itu sendiri, yakni makin besar gesekannya (Soedojo, 2004 : 10)
Gaya gesek selalu timbul jika lantai tidak licin atau koefisien
gesekannya tidak 0. Makin kasar tekstur lantai maka pada umumnya
makin besar. Yang harus dipahami bahwa m sama sekali bukan ukuran
kekerasan lantai, akan tetapi ukuran kekerasan interaksi benda terhadap
lantai, hal ini berarti sebuauh lantai dapat memberikan m yang berbeda
pada dua benda yang berbeda. Besarnya koefisien gesek adalah 0 sampai
1, nilai 1 berarti benda sama sekali tidak bergerak dan nilai0 berarti benda
tidak mengalami gaya gesek sama sekali. Arah gaya gesek selalu
berlawanan dengan arah gerak benda dan besarnya fges = N. (Ishaq, 2007
: 67).

C. Alat dan Bahan

No Alat dan Bahan Jumlah Gambar


1 Papan inklinasi 1
berkatrol

2 Balok 3

3 Neraca digital 1
4 Tali penghubung 1
benang/ benang nilon

5 Penahan papan 1
inklinasi

6 Stopwatch 1

7 Mistar 1

D. Langkah Percobaan
Percobaan I : Pengukuran Koefisien Gesek Statis
No Langkah Percobaan Gambar
1 Siapkan semua alat dan bahan yang
digunakan

2 Bentuk papan menjadi seperti


segitiga dengan ditahan
menggunakan penahan papan
inklinasi
3 Letakan balok di atas papan
inklinasi

4 Mendorong penahan papan inklinasi


secara perlahan sampai balok tepat
akan mulai bergerak

5 Mengukur jarak sumbu x dan sumbu


y

Melakukan percobaan dengan permukaan licin dan kasar, masing-


masing sebanyak 5 kali percobaan.

Percobaan II : Pengukuran Koefisien Gesek Kinetis

No Langkah Percobaan Gambar


1 Siapkan semua alat dan bahan yang
digunakan

2 Timbang massa masing-masing


balok

3 Bentangkan papan inklinasi


4 Letakkan m2 agar menggantung
bebas

5 Letakkan m1 pada jarak yang sudah


di tentukan dari ujung papan
inklinasi sebagai jarak x

6 Melepaskan m1 bersamaan dengan


menyalakan stopwatch sampai m1
sampai menyentuh tangan diujung
papan inklinasi

Melakukan percobaan dengan permukaan licin dan kasar, masing-


masing sebanyak 5 kali percobaan.

E. Data Percobaan

Percobaan I : Pengukuran Koefisien Gesek Statis


a. Permukaan Licin
Ulangan
1 0,17 0,1 0,578
2 0,198 0,1 0,575
3 0,24 0,1 0,466
4 0,192 0,1 0,508
5 0,157 0,1 0,676
Rerata 0,191 0,1 0,560

b. Permukaan Kasar
Ulangan
1 0,186 0,1 0,576
2 0,173 0,1 0,578
3 0,154 0,1 0,693
4 0,166 0,1 0,672
5 0,161 0,1 0,62
Rerata 0,168 0,1 0,627
Percobaan II : Pengukuran Koefisien Gesek Kinetis
Massa m1 = 0,060 kg
Massa m2 = 0,116 kg
a. Permukaan Licin
Tabel 1
Ulangan Jarak tempuh Waktu Percepatan

1 0,30 0,31 6,25 0,075 0,420


2 0,35 0,44 3,62 0,857 0,727
3 0,40 0,37 3,63 0,854 0,721
4 0,45 0,47 4,07 0,723 0,670
5 0,50 0,59 2,83 1,092 0,818
Rerata 0,4 0,43 4,08 0,720 0,671

Tabel 2
Koefisien Gesek Kinetik
Rerata

0,720

Tabel 3
Tegangan Tali
Rerata

0,671

b. Permukaan Kasar
Tabel 1
Ulangan Jarak tempuh Waktu Percepatan

1 0,30 0,34 5,21 0,385 0,539


2 0,35 0,44 3,62 0,857 0,727
3 0,40 0,50 3,2 0,982 0,772
4 0,45 0,54 3,10 1,012 0,784
5 0,50 0,57 3,08 1,018 0,789
Rerata 0,4 0,47 3,64 0,850 0,722

Tabel 2
Koefisien Gesek Kinetik
Rerata
0,850

Tabel 3
Tegangan Tali
Rerata

0,722

F. Pengolahan Data
Percobaan I : Pengukuran Koefisien Gesek Statis
a. Permukaan licin

1)
2)
3)
4)
5)

b. Permukaan Kasar
1)
2)
3)
4)
5)

Percobaan II : Pengukuran Koefisien Gesek Kinetis


a. Permukaan Licin
Percepatan
1)

2)
3)

4)

5)

Koefisien gesek kinetis

( ( ))

1) ( ( ))

2) ( ( ))

3) ( ( ))

4) ( ( ))

5) ( ( ))

Tegangan tali

1)

2)

3)

4)

5)
b. Permukaan Kasar
Percepatan

1)

2)
3)

4)
5)

Koefisien gesek kinetis

( ( ))

1) ( ( ))

2) ( ( ))

3) ( ( ))

4) ( ( ))

5) ( ( ))

Tegangan tali

1)

2)
3)

4)

5)

G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini ada 2 percobaan. Percobaan pertama
adalah pengukuran koefisien gesek statis dan percobaan kedua adalah
pengukuran koefisien gesek statis. Praktikum kali ini bertujuan untuk
menentukan koefisien gesek statis,koefisien gesek kinetis, dan percepatan
dari dua permukaan balok yang memiliki permukaan yang berbeda.
Berdasarkan pada percobaan menentukan koefisien gerak statis,
menunjukkan adanya pengaruh hukum I newton. Pada saat percobaan kita
ketahui bahwa tangan kita memberikan gaya pada balok dengan cara
menggeser penahan papan inklinasi supaya balok memulai gerakannya,
saat ini lah sebuah balok mempertahankan keadaan awalnya sebelum
beberapa saat kemudian balok tersebut akan meluncur. Lalu gesekan
antara balok dan papan inklinasi memberikan gaya yang disebut gaya
gesek untuk memperlambatnya. Mengapa demikian, karena arah gaya
gesek adalah berlawanan arah dengan arah gaya yang di berikan.
Saat menentukan koefisien gesek statis menggunakan struktur
permukaan balok yang berbeda yaitu, kasar dan halus. Perbedaan struktur
permukaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan terhadap
besarnya nilai koefisien gesek statis. Dari hasil percobaan yang telah
dilakukan besarnya koefisien gesek statis yang paling besar terjadi pada
struktur permukaan balok yang kasar. Hal tersebut karena semakin
kasarnya suatu permukaan balok maka gaya gesek yang dialami akan
semakin besar. Semakin besarnya gaya gesek yang timbul maka koefisien
gesek statis otomatis akan semakin besar pula.
Pada percobaan menentukan koefisien gesek kinetis, menunjukan
adanya pengaruh hukum II newton. Hal itu terjadi saat balok yang bermasa
lebih kecil dilepas dari tangan kita dan dihitung menggunakan stopwatch
sampai balok terebut mengenai tangan sebagai pembatas. Saat itu tidak
hanya waktu yang didapatkan tetapi didapatkan pula percepatan.
Saat menentukan koefisien gerk kinetis juga menggunakan struktur
permukaan balok yang berbeda yaitu, kasar dan halus. Dari hasil
percobaan yang telah dilakukan besarnya koefisien gesek kinetis sama
seperti pada peercobaan menentukan koefisien terjadi pada struktur
permukaan balok yang kasar. Hal tersebut karena semakin kasarnya suatu
permukaan balok maka gaya gesek yang dialami akan semakin besar.
Semakin besarnya gaya gesek yang timbul maka koefisien gesek kinetis
otomatis akan semakin besar pula. Besarnya koefisien kinetis berbanding
lurus dengan tegangan tali dan berbanding terbalik dengan percepatannya.
Dalam percobaan kali ini ada kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Seperti meluncurnya balok saat menentukan koefisien gesek statis yang
tidak konstan, dapat disebabkan oleh pemberian dorongan pada penahan
papan inklinasi besarnya tidak konstan dan penggunakan stopwatch pada
percobaan menentukan koefisien gesek kinetis terjadi beberapa
ketidakpasan.

H. Tugas Pasca Praktikum


1. Buatlah grafik antara jarak terhadap percepatan pada percobaan
gesekan kinetis!
Grafik hubungan antara jarak terhadap percepatan permukaan licin
7
0.3; 6.25
6

5
Percepatan 0.45; 4.07
4
0.35; 3.62 0.4; 3.63
3 0.5; 2.83
2

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
Jarak

Grafik hubungan antara jarak terhadap percepatan permukaan kasar


6

0.3; 5.21
5

4
Percepatan

0.35; 3.62 0.4; 3.2


0.5; 3.08
3
0.45; 3.1
2

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
Jarak

2. Dari percobaan yang dilakukan apakah ada perbedaan koefisien gesek


statis pada permukaan balok licin dan kasar? Kalau ada jelaskan!
Terdapat perbedaan pada koefisien gesek statis licin dengan koefisien
gesek statis kasar. Karena kembali lagi pada teori gesekan, bahwa gaya
gesek di pengaruhi oleh struktur permukaan benda, semakin kasar
permukaan maka akan semakin besar koefisien geseknya.
3. Dari percobaan yang dilakukan apakah ada perbedaan koefisien gesek
kinetis pada permukaan balok licin dan kasar? Kalau ada jelaskan!
Terdapat perbedaan pada koefisien gesek kinetis licin dengan koefisien
gesek kinetis kasar. Karena kembali lagi pada teori gesekan, bahwa
gaya gesek di pengaruhi oleh struktur permukaan benda, semakin kasar
permukaan maka akan semakin besar koefisien geseknya, ketepatan
waktu juga sangan berpengaruh.

4. Dari percobaan yang dilakukan manakah nilai koefisien gesek terbesar


antara koefisien gesek statis dan koefisien gesek kinetis? Jelaskan!
Dari data percobaan dapat dilihat koefisien gesek terbesar terjadi pada
koefisien gesek kinetis. Karna saat percobaan ini beban m2 yang
dibiarkan menggantung bebas akan memberikan tarikan besar karena
dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan besarnya gaya beban (W) itu
sendiri.

5. Sebuah benda 20 kg berada di atas bidang miring yang membentuk


sudut 30 terhadap horizontal. Koefisien gesek kinetis antara kotak dan
bidang adalah 0,30. Tentukan percepatan yang dialami benda itu
sewaktu bergesek ke bawah!
Diket :

Ditanya :
Jawab :
I. Kesimpulan
1. Hukum pertama menyatakan bahwa jika gaya total pada sebuah benda
adalah nol, benda yang tadinya berada dalam keadaan diam akan tetap
diam, dan benda yang bergerak akan tetap bergerak pada garis lurus
dengan kecepatan konstan.
Hukum kedua newton menyatakan bahwa percepatan benda
berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya, dan
berbanding tebalik dengan massanya.
Hukum ketiga newton menyatakan bahwa jika sebuah benda
memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut selalu
memberikan gaya ke benda pertama yang besarnya sama tetapi
berlawanan arah.
2. Dapat menentukan koefisien gesek statis dan koefisien kinetis dengan
rumus :

( ( ))

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya gesek adalah massa benda,


percepatan, dan kasar tidaknya permukaan suatu benda.

J. Kritik dan Saran


Kritik
1. Praktikan kurang memahami konsep dasar dalam percobaan.
2. Praktikan belum bisa membuat hipotosis yang sesuai.
Saran
1. Praktikan harus memahami konsep pengukuran gaya gesek statis
maupun kinetis.
2. Praktikan dapat membuat hipotesis tentang apa yang akan dilakukan
dalam praktikim.

K. Daftar pustaka
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Giancoli, Douglas C. 2014. Fisika Edisi Ketujuh. Jakarta: Penerbit


Erlangga.
Ishaq, Mohamad. 2007. Fisika Dasar. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Soedojo, Peter. 2004. Fisika Dasar. Yogyakarta : ANDI.

Sutarno. 2013. Fisika Untuk Universitas. Yogayakarta: Graha Ilmu.


Lampiran

Anda mungkin juga menyukai