Anda di halaman 1dari 2

REKAYASA

panas Dingin tekan


Telapak tangan 10 12 6
Lengan atas 8 10 8
Pipi 8 14 12
kuduk 6 10 8

PEMBAHASAN REAKSI-REAKSI KULIT

Sensasi raba tekan, dan getaran sering kali digolongkan secara terpisah,
namun sebenarnya sensasi ini dapat didetekso oleh jenis reseptor yang sama.
Terdapat tiga perbedaan utama diantara sensasi tersebut: (1) sensasi raba umumnya
disebabkan oleh perangsangan reseptor yang terdapat di kulit dan damal jaringan
tepat dibawah kulit; (2) sensasi tekan umumnya disebabkan oleh adanya perubahan
pada jaringan yang lebih dalam, dan (3) sensasi getaran disebabkan oleh sinyal
sensorik berulang-ulang yang cepat, tapi beberapa reseptor yang digunakan
merupakan reseptor yang sama yang digunakan juga untuk raba dan tekan (Guyton
2008, hal 615).

Reseptor taktil terdapat paling sedikit 6 jenis, tetapi sebenarnya masih


banyak terdapat reseptor taktil yang serupa. Salah satu reseptor taktil adalah badan
pacini. Badan pacini terletak tepat dibawah kulit dan juga jaringan fasia tubuh yang
lebih dalam. Reseptor ini hanya dapat dirangsang oleh penekanan local jaringan
yang cepat karena reseptor ini beradaptasi dalam waktu seperseratus detik. Oleh
karena itu, reseptor ini penting untuk mendeteksi getaran jaringan atau perubaha
,ekanis yang cepat pada jaringan (Guyton 2008, hal 616)

Dari hasil percobaan diatas, bagian tubuh yang paling peka terhadap tekanan
adalah pipi. Menurut hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa tiap bagian tubuh
memiliki kepekaan yang berbeda.
Gradasi termal dapat dibedakan oleh paling sedikit tiga macam reseptor
sensorik: reseptor dingin, reseptor hangat, dan reseptor nyeri. Reseptor dingin dan
reseptor hangat terletak tepat di bawah kulit pada titik-titik yang berbedan dan
terpisah-pisah. Pada sebaian besar daerah tubuh, jumlah titik dingin kira-kira 3
sampai 10 kali lipat dari titik hangat, dan jumlah reseptornya bervaiasi di berbagai
daerah tubuh, 15 sampai 25 titik dingin/cm2 pada jari, dan kurang dari satu titik
dingin/cm2 pada permukaan daerah tubuh yang luas (Guyton 2008, hal 639).

Reseptor panas dan dingin pada kulit berbeda. Reseptor panas pada kulit
adalah ruffini, sedangkan dingin adalah Krause. Dari hasil percobaan di atas,
jumlah titik dingin lebih banyak dibandingkan dengan panas. Reseptor Hal tersebut
sesuai dengan teori yg dikemukakan oleh guython. Selain itu, tiap bagian tubuh juga
memiliki tingkat kepekaan yang berbeda terhadap panas ataupun dingin. Telapak
tangan merupakan bagian tubuh yang paling peka terhadap panas dan pipi
merupakan bagian tubuh yang peling peka terhadap dingin. Hal tersebut dapat
terjadi karena kepadatan titik-titik reseptor di setiap bagian kulit tidaklah sama.

Guyton, Arthur C. dan John E. Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.
Jakarta: EGC. 2008. p. 615,616,639.