Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

POKOK BAHASAN : Kesehatan Reproduksi Wanita Usia Subur

SUB POKOK BAHASAN : Bendungan ASI dan Putting susu lecet

HARI/TANGGAL : Minggu, 17 November 2013

WAKTU : 11.00 WIB

TEMPAT : Rumah Kepala Dukuh Cepokojajar

SASARAN : Ibu-Ibu Menyusui

PENANGGUNG JAWAB : Riska Apriana, Prasetya Dwi, dan Tapri Daniar

1. Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan tentang Bendungan Asi dan Putting susu lecet
diharapkan ibu yang menyusui bayinya dapat menyusui bayinya dengan baik
dan benar.

2. Tujuan khusus
Setelah di lakukan penyuluhan, ibu-ibu menyusui yang datang dapat
mengetahui;
a. Pengertian bendungan asi dan putting susu lecet
b. Tanda gejala bendungan asi
c. Penyebab putting susu lecet
d. Penatalaksanaan bendungan asi and putting susu lecet
3. Sasaran : Ibu-ibu yang menyusui
4. Tempat : Rumah Kepala Dukuh Cepokojajar
5. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
6. Media
a. Flipchart
b. Leaflet
7. Kegiatan
No Tahapan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan klien
1 Pembukaan 3 menit 1. Pemberian salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan Diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan Tujuan 3. Mendengarkan
4. Meminta kesediaan 4. Mendengarkan
waktu untuk memberikan
Penyuluhan
2 Inti 15 menit 1. Menjelaskan kepada Ibu- 1. Menjelaskan
Pengembangan ibu pengertian bendungan
asi dan putting susu lecet
2. Menjelaskan tentang
penyebab putting susu
lecet
3. Menjelaskan tentang
tanda gejala bendungan 2. Mendengarkan
asi
4. Menjelaskan tentang
penatalaksanaan
bendungan asi dan
putting susu lecet
5. Memberikan kesempatan
kepada ibu-ibu untuk 3. Bertanya
bertanya apa yang perlu
di ketahui, atau bila
kurang jelas tentang
penjelasan tadi
3 Penutup/ 2 menit 1. Menyimpulkan 1. Memperhatikan
evaluasi 2. Ibu memahami
penyuluhan yang di
berikan

8. Daftar Pustaka
http://sahunie.blogspot.com/2013/05/konsep-bendungan-asi.html
http://meutyshinta.blogspot.com/2013/04/bendungan-asi.html
http://www.lusa.web.id/puting-susu-lecet-abraded-and-or-cracked-nipple/
http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&id=382:sore-nipples-
indo&Itemid=67

9. Evaluasi
a. Apa yang dimaksud dengan putting susu lecet?
b. Apa yang menyebabkan putting susu lecet?
c. Bagaimana cara penatalaksanaan putting susu lecet?

10. Kisi-kisi jawaban


a. Putting susu lecet adalah iritasi pada putting susu yang bias disebabkan
karena beberapa factor salah satunya posisi menyusui yang salah.
b. Penyebab darai putting susu lecet adalah :
1. Posisi menyusui yang salah
2. Penggunaan pompa asi yang salah
3. Keadaan membrane lidah yang terlalu pendek bisa menyebabkan bayi
menggunaak gigi untuk menghisap asi
c. Langkah-langkah penangananan putting susu lecet
1. Putting dapat dihangaatkan beberapa saat setiap selesai menyusui
2. Sebaiknya putting dibiarkan terbuka/diangin-anginkan sesering
mungkin
3. Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit.
4. Susi sebelum bayi sangat lapar.
5. Jangan membersihkan puting susu dengan sabun atau alkohol.
6. Perbaiki posisi bayi pada saat menyusui.
7. Perhatikan cara melepas mulut bayi dari puting.
8. Keluarkan sedikit ASI untuk dioleskan pada puting selesai menyusui.
9. Biarkan puting kering sebelum memakai BH.
10. Bila lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas.
11. Usahakan bayi menghisap sampai aerola.
Materi Penyuluhan
KESEHATAN REPRODUKSI
BENDUNGAN ASI DAN PUTTING SUSU LECET

a. Pengertian
Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena
penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan
dengan sempurna atau karena kelainan pada putting susu. Bendungan air susu
adalah terjadinya pembengkakan pada payudara karena peningkatan aliran
vena dan limfe sehingga menyebabkan bendungan ASI dan rasa nyeri disertai
kenaikan suhu badan. (Sarwono, 2005).
Payudara terasa lebih penuh tegang dan nyeri terjadi pada hari
ketiga atau hari ke empat pasca persalinan disebakan oleh bendungan vera
edan pembuluh dasar bening. Hal ini semua merupakan bahwa tanda asi
mulai banyak di sekresi, namun pengeluaran belum lancar.
Bila nyeri ibu tidak mau menyusui keadaan ini akan berlanjut, asi
yang disekresi akan menumpuk sehingga payudara bertambah tegang.
Gelanggang susu menonjol dan putting menjadi lebih getar. Bayi menjadi
sulit menyusu. Pada saat ini payudara akan lebih meningkat, ibu demam dan
payudara terasa nyeri tekan (oserty patologi: 196) Saluran tersumbat =
obstructed duct = caked brecs t. terjadi statis pada saluran asi (ductus
akhferus) secara local sehingga timbul benjolan local (Wiknjosastro, 2006).

b. Faktor Penyebab Bendungan ASI


Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bendungan ASI, yaitu:
1. Pengosongan mamae yang tidak sempurna
Dalam masa laktasi, terjadi peningkatan produksi ASI pada Ibu yang
produksi ASI-nya berlebihan. apabila bayi sudah kenyang dan selesai
menyusu, & payudara tidak dikosongkan, maka masih terdapat sisa ASI di
dalam payudara. Sisa ASI tersebut jika tidak dikeluarkan dapat
menimbulkan bendungan ASI.
2. Faktor hisapan bayi yang tidak aktif
Pada masa laktasi, bila Ibu tidak menyusukan bayinya sesering mungkin
atau jika bayi tidak aktif mengisap, maka akan menimbulkan bendungan
ASI.
3. Faktor posisi menyusui bayi yang tidak benar
Teknik yang salah dalam menyusui dapat mengakibatkan puting susu
menjadi lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayi menyusu.
Akibatnya Ibu tidak mau menyusui bayinya dan terjadi bendungan ASI.
4. Puting susu terbenam
Puting susu yang terbenam akan menyulitkan bayi dalam menyusu. Karena
bayi tidak dapat menghisap puting dan areola, bayi tidak mau menyusu
dan akibatnya terjadi bendungan ASI.
5. Puting susu terlalu panjang
Puting susu yang panjang menimbulkan kesulitan pada saat bayi menyusu
karena bayi tidak dapat menghisap areola dan merangsang sinus laktiferus
untuk mengeluarkan ASI. Akibatnya ASI tertahan dan menimbulkan
bendungan ASI.

c. Gejala Bendungan ASI


Gejala yang dirasakan ibu apabila terjadi bendungan ASI adalah :
1. Bengkak pada payudara
2. Payudara terasa keras
3. Payudara terasa panas dan nyeri

d. Pencegahan
1. Menyusui secara dini, susui bayi segera mungkin (sebelum 30 menit)
setelah dilahirkan
2. Susui bayi tanpa dijadwal (on demand)
3. Keluarkan asi dengan tangga atau pompa bila produksi melebihi
kebutuhan bayi
4. Perawawatan payudara pasca persalinan
5. Menyusui yang sering
6. Memakai kantong yang memadai
7. Hindari tekanan local pada payudara

e. Penatalaksanaan
1. Kompres air hangat agar payudara menjadi lebih lembek.
2. Keluarkan asi sebelum menyusui sehingga asi keluar lebih mudah
ditangkap dan di isap oleh bayi.
3. Sesudah bayi kenyang keluarkan sisa ASI.
4. Untuk mengurangi ras sakit pada payudara berikan kompres dingin.
5. Untuk mengurangi statis di vena dan pembuluh dara getah benih
dilakukan pengurutan (marase) payudara yang dimulai dari puting
kearah korpus.

PUTING SUSU LECET

a. Definisi
Putting susu lecet adalah iritan pada putting susu yang bisa di sebabkan
karena beberapa factor salah satunya adalah posisi menyusui yang salah

b. Faktor penyebab Putting susu lecet

1. Teknik menyusui yang tidak benar.


2. Puting susu terpapar oleh sabun, krim, alkohol ataupun zat iritan lain saat
ibu membersihkan puting susu.
3. Moniliasis pada mulut bayi yang menular pada puting susu ibu.
4. Bayi dengan tali lidah pendek (frenulum lingue).
5. Cara menghentikan menyusui yang kurang tepat.

c. Penatalaksanaan

1. Cari penyebab puting susu lecet.


2. Bayi disusukan lebih dulu pada putting susu yang normal atau lecetnya
sedikit.
3. Tidak menggunakan sabun, krim, alkohol ataupun zat iritan lain saat
membersihkan payudara.
4. Menyusui lebih sering (8-12 kali dalam 24 jam).
5. Posisi menyusui harus benar, bayi menyusu sampai ke kalang payudara
dan susukan secara bergantian diantara kedua payudara.
6. Keluarkan sedikit ASI dan oleskan ke puting yang lecet dan biarkan
kering.
7. Pergunakan BH yang menyangga.
8. Bila terasa sangat sakit boleh minum obat pengurang rasa sakit.
9. Jika penyebabnya monilia, diberi pengobatan dengan tablet Nystatin.