Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH MEKANIKA BATUAN

BENTUK-BENTUK TEGANGAN DAN REGANGAN

Dosen pembimbing:

Dr.Ir.Marsudi.Msc

Disusun oleh:

MAULIZAH ( D1101151023 )

FAKULTAS TEKNIK
PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
Rahmatnya kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali, serta salawat dan salam kita
sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, sehingga makalah ini dapat
diselesaikan. Makalah ini saya ajukan kepada dosen pembimbing saya Bapak Yoga
Helambang ST.MT sebagai tugas mata kuliah Pengolahan Bahan Galian. Tidak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini.

Saya mengharapkan kepada Bapak serta pembaca, apabila menemukan kesalahan atau
kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi bahasa maupun isi, saya mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun, agar lebih baik kedepannya.

Pontianak,20 Maret 2017

2
3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan bentuk, Tegangan


(stress) didefinisikan sebagai perbandingan antara Perubahan bentuk dan ukuran benda
bergantung pada arah dan letak gaya luar yang diberikan. Ada beberapa jenis deformasi yang
bergantung pada sifat elastisitas benda, antara lain tegangan (stress) dan regangan
(strain).Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan bentuk benda.

Regangan merupakan ukuran mengenai seberapa jauh batang tersebut berubah bentuk.
Tegangan diberikan pada materi dari arah luar, sedangkan regangan adalah tanggapan materi
terhadap tegangan.

Pada daerah elastis, besarnya tegangan berbanding lurus dengan regangan. Perbandingan
antara tegangan dan regangan benda tersebut disebut modulus elastisitas atau modulus
Young. Pengukuran modulus Young dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang
akustik, karena kecepatan jalannya bergantung pada modulus Young.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Mengetahui bentuk-bentuk tegangan pada batuan


2. Mengetahui bentuk-bentuk regangan pada batuan
3. Mengetahui kuat geser batuan

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TEGANGAN (STRESS) DAN REGANGAN (STRAIN)

1. Tegangan (Stress)
Tegangan adalah gaya yang bekerja pada suatu luasan permukaan dari
suatu benda. Tegangan juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang terjadi
pada batuan sebagai respon dari gaya-gaya yang berasal dari luar. Ada 3 macam
tegangan sebelum massa batuan mengalami gangguan, antara lain :
a. Tegangan gravitasi
b. Tegangan tektonik
c. Tegangan sisa
Tegangan (stress) dan tegangan tarik (strain stress) adalah gaya-gaya yang
bekerja di seluruh tempat dimuka bumi. Salah satu jenis tegangan yang biasa kita
kenal adalah tegangan yang bersifat seragam (uniform-stress) dan dikenal sebagai
tekanan (pressure). Tegangan seragam adalah suatu gaya yang bekerja secara
seimbang kesemua arah. Tekanan yang terjadi di bumi yang berkaitan dengan
beban yang menutupi batuan adalah tegangan yang bersifat seragam. Jika
tegangan ke segala arah tidak sama (tidak seragam) maka tegangan yang demikian
dikenal sebagai tegangan diferensial.
Tegangan diferensial dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Tegangan tensional (tegasan extensional) adalah tegasan yang dapat
mengakibatkan batuan mengalami peregangan atau mengencang.
b. Tegangan kompresional adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuan
mengalami penekanan.
c. Tegangan geser adalah tegasan yang dapat berakibat pada tergesernya dan
berpindahnya batuan.
Nilai kuat tekan uniaksial dari percontoh batuan merupakan tegangan yang
terjadi pada saat percontoh batuan tersebut mengalami keruntuhan (failure) akibat
pembebanan, dan nilai dapat diperoleh dari persamaan :

2. Regangan (Strain)
Ketika batuan terdeformasi maka batuan mengalami regangan. Regangan
akan merubah bentuk, ukuran, atau volume dari suatu batuan. Tahapan deformasi

5
terjadi ketika suatu batuan mengalami peningkatan regangan yang melampaui 3
tahapan pada deformasi batuan. Bentuk regangan dan deformasi keduanya
menunjukkan perubahan dimensi. Sebuah benda yang mendapat gaya tarik atau
tekan akan mengalami perubahan panjang. Benda akan mulur (bertambah panjang)
dengan gaya tarik dan mengkerut (memendek) dengan gaya tekan
Regangan terbagi atas 3 macam, yaitu :
a. Regangan aksial (a), merupakan regangan yang terjadi karena adanya
perubahan bentuk arah aksial terhadap tinggi.

b. Regangan lateral (l), merupakan regangan yang terjadi karena adanya


perubahan bentuk arah lateral terhadap diameter.

c. Regangan volumetrik (v), merupakan regangan yang terjadi karena adanya


perubahan bentuk secara volumetrik.

Kita dapat membagi material menjadi 2 (dua) kelas didasarkan atas sifat perilaku
dari material ketika dikenakan gaya tegangan padanya, yaitu :
a. Material yang bersifat retas (brittle material), yaitu apabila sebagian kecil atau
sebagian besar bersifat elastis tetapi hanya sebagian kecil bersifat lentur sebelum
material tersebut retak.
b. Material yang bersifat lentur (ductile material) jika sebagian kecil bersifat elastis dan
sebagian besar bersifat lentur sebelum terjadi peretakan atau fracture (Anonim,
2013).

6
7
8