Anda di halaman 1dari 2

KOMPLIKASI SC BERULANG

Walaupun banyak wanita yang memiliki kriteria yang baik untuk dilakukan persalinan pervaginam pasca persalinan caesar, namun kebanyakan wanita di Amerika Serikat lebih memilih untuk menjadi persalinan caesar elektif berulang. Pilihan ini bukan berarti tidak disertai dengan komplikasi maternal, dan resiko ini juga juga meningkat dengan bertambahnya riwayat persalinan caesar yang telah dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa separuh caesarian histerektomi di Parkland Hospital adalah pasien dengan riwayat sekali ataupun lebih persalinan caesar. The Network menerbitkan hasil penelitian cohort dari 30132 pasien dengan riwayat sekali sampai enam kali persalinan caesar akan mengalami peningkatan resiko morbiditas. Leporan ini memberikan daftar beberapa morbiditas, yang akan meningkat resikonya seiring dengan meningkatnya jumlah riwayat persalinan caesar.

KOMPLIKASI SC BERULANG Walaupun banyak wanita yang memiliki kriteria yang baik untuk dilakukan persalinan pervaginam pasca

Sebagai tambahan luka buli dan pencernaan, perawatan ICU atau terapi ventilator, kematian maternal, dan juga dengan lama durasi operasi dan perawatan di rumah sakitjuga mengalami peningkatan

Yang sulit dinilai adalah resiko terhadap obstruksi saluran cerna dan nyeri pelvis yang berasal dari perlengkatan peritoneal, yang keduanya akan meningkat resikonya seiring dengan tiap kesuksesan persalinan caesar. Cook dkk dari United Kingdom Obstetric Surveillance System menjelaskan beberapa efek samping pada multipel SC berdasarkan perbandingan kejadian pada pasien dengan riwayat SC 5x atau lebih dengan pasien dengan riwayat SC 2x sampai 4x. Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa kejadian morbiditas akan meningkat pada pasien dengan riwayat persalinan caesar 5x atau lebih. Lebih spesifik, perdarahan mayor akan meningkat 18x lipat; kerusakan visceral akan meningkat 17x lipat; perawatan di ICU akan meningkat 15x lipat; persalinan < 37 minggu akan meningkat 6x lipat. Kebanyakan dari morbiditas tersebut berasal dari 18% pasien yang mengalami plasenta previa atau sindroma akreta. Pada perkreta, memungkinkan terjadinya invasi buli dan struktur didekatnya. Dengan ini, reseksi akan menyebabkan meningkatnya resiko histerektomi, perdarahan masif dengan transfusi, dan mortalitas maternal.