Anda di halaman 1dari 28

11.

APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG AAN


Arkeologi
{ Tatap Muka ke 11 }

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Bidang Arkeologi ??!

1. Bidang Arkeologi atau sejarah saat ini termasuk bidang yang sudah
memanfaatkan jasa aplikasi teknologi nuklir sehingga bidang
arkeologi lebih berkembang dan memberi daya tarik tersendiri.
Walaupun bidang arkeologi bukan ilmu eksakta, akan tetapi aplikasi
teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mengetahui dan
menguak lebih jauh lagi rahasia apa yang ada dalam bidang
arkeologi. Aplikasi teknologi dalam bidang arkeologi sangat
membantu persoalan yang semula menjadi misteri atau tak bisa
dipecahkan dengan data-data yang ada dan dengan cara lama ,
sekarang hal ini bisa terkuak dengan bantuan teknologi nuklir.

2. Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang arkeologi pada umumnya


didasarkan pada metode berikut ini :

a. Metode Analisis Aktivasi Neutron


b. Metode Pertangganggalan Radioaktif

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


A. Metode Analisis Aktivasi Neutron ( AAN )
Analisis Aktivasi Neutron juga bisa diterapkan dalam bidang arkeologi ,
sama halnya dengan analisis aktivasi neutron dalam bidang kegiatan
lainnya seperti yang sudah dibicarakan pada pembahasan di muka. Jadi
sampel arkeologi yang akan diteliti kemudian diradiasi dengan neutron
agar supaya sampel arkeologi tersebut menjadi radioaktif.

Sampel arkeologi yang sudah menjadi radioaktif kemudian dianalisis


dengan detektor sintilasi NAI(Ti) atau detektor semikonduktor Ge(Li)
atau detektor Si(Li), untuk mendapatkan data spektrometri Gamma ()
dari sampel arkeologi.

Data spektrometri gamma () akan bercerita tentang apa yang ada


pada sampel arkeologi tersebut. Untuk jelasnya ikuti contoh beserta
penjelasan sebagai berikut.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


A.1. Sejarah Kematian Napoleon Bonaparte
Napoleon Bonaparte adalah seorang Jenderal Perancis yang hidup pada
abad ke 18 ( 1769 - 1821 ). Dia adalah seorang perwira militer yang
cerdas dan banyak meninggalkan pelajaran yang berharga pada bidang
militer dan terutama dalam bidang hukum. Sampai kini Code
Napoleon masih tetap digunakan.
Karena tubuhnya yang pendek, dia mendapat julukan The Little
Corporal . Hampir semua negara Eropa ditundukkan Napoleon, kecuali
Inggris dan Rusia. Napoleon mencoba menyerang Rusia pada musim
dingin pada tahun 1812, akan tetapi gagal karena musim dingin yang
sangat hebat sehingga tentara Perancis banyak yang tewas dan mati
karena kedinginan. Napoleon berhasil ditangkap dan dibuang dan
dpenjarakan di Pulau Elba ( Sebelah Barat Italia ). Napoleon berhasil
lolos dari penjara dan kembali ke Perancis pada tahun 1815. Napoleon
kembali menyusun kekuatan dan menyerang Eropa Barat.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Napoleon berhasil mengalahkan Belgia, Napoleon meneruskan perang
dengan menyebrang ke Inggris, akan tetapi dalam peperangan ini
Napoleon dikalahkan oleh Laksamana Wellington. Napoleon ditawan
kemudian diasingkan ke Pulau St. Helena yang sepi ditengah Samudra
Atlantik. Napoleon mati pada tahun 1821 dan dimakamkan di Pulau St.
Helena.
Kematian Napoleon pada tahun 1821, yaitu pada usia 52 tahun,
menimbulkan pertanyaan dikalangan para ahli sejarah, mengapa
Napoleon mati pada usia yang masih muda ?
Menurut catatan sejarah, kematian Napoleon itu kematian yang tidak
wajar, atau mati karena dibunuh ? Nah, kematian Napoleon pada usia 52
tahun, kematian pada usia muda dan dalam keadaan sehat, terus menjadi
misteri dan dipersoalkan oleh ahli sejarah Perancis. Misteri kematian
Napoleon belum bisa dipecahkan sampai sekitar awal tahun 1950.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Setelah orang mengenal teori analisis aktivasi neutron dan diterapkan
pada bidang arkeologi , maka kematian Napoleon Bonaparte bisa
terungkap. Napoleon mati karena diracun !!! Bagaimana peneliti bidang
sejarah begitu yakin dan pasti bahwa Napoleon mati karena diracun.
Padahal arsip dan catatan sejarah tidak ada yang menjurus ke arah
kematian Napoleon karena dibunuh atau diracun.
Jawabannya adalah karena bantuan teknologi nuklir yang diterapkan
dalam bidang arkeologi yang berhasil mengungkap misteri kematian
Napoleon. Berikut ini adalah jalan penelitian yang dilakukan para ahli
dalam mengungkap kematian Napoleon.
Makam Napoleon dibongkar, digali, dan diperiksa tubuhnya yang telah
terbenam selama kurang lebih 130 tahun. Bagian tubuhnya yang masih
utuh adalah tulang belulang, tengkorak kepala, dan rambut. Tulang
kepala diamati , ternyata tidak ada tanda-tanda rudapaksa yang
menyebabkan kematian.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Sisa proyektil peluru juga tidak didapatkan sehingga kesimpulan
sementara Napoleon mati tidak karena dibunuh dengan penyiksaan atau
ditembak. Penelitian dilanjutkan dengan mengambil sehelai rambutnya,
kemudian dibersihkan sesuai dengan prosedur analisis aktivasi neutron.
Mengapa rambut dipilih sebagai sampel untuk mendapatkan data-data
kematian Napoleon ? Karena rambut adalah terminal terahir yang
menyimpan / merekam unsur-unsur yang pernah masuk kedalam tubuh
manusia melalui makanan
Setelah dibersihkan , rambut Napoleon kemudian diradiasi dengan
neutron supaya menjadi radioaktif. Rambut Napoleon yang sudah
menjadi rambut radioaktif dianalisis dengan spektrometri gamma ().
Data-data hasil spektrometri terhadap rambut Napoleon melalui
makanan. Dari sekian banyak unsur yang terdapat dalam rambut
Napoleon, ada satu unsur yang sangat menarik perhatian peneliti , yaitu
adanya Arsen (As) didalam rambut tersebut.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Dalam keadaan normal orang tidak akan pernah makan arsen , karena
arsen adalah racun yang mematikan. Arsen atau arsenikum, nama lain
adalah tuba mati atau warangan, adalah racun yang terdapat dalam
makanan Napoleon. Jadi arsen sengaja diberikan ke dalam makanan
Napoleon, atau dengan kata lain Napoleon sengaja dibunuh dengan
racun memakai arsen !!! Para ahli sejarah Perancis geger !!!!! Siapa
yang membunuh atau meracun Napoleo ??!!

A.2. Membongkar Pemalsuan Karya Seni Lukis Kuno


Karya seni lukis dari pelukis-pelukis terkenal dunia harganya sangat
tinggi / mahal karena selain nilai seninya juga karena pelukisnya sudah
meninggal, sehingga lukisan-lukisan tersebut seringkali dipalsukan orang
karena mengharapkan keuntungan yang sangat besar bila berhasil
dijual. Lukisan-lukisan pelukis terkenal dunia seperti Rembrand, Van
Gogh, Leonardo da Vinci.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Dan juga pelukis dari indonesia seperti Raden Saleh, Afandi, Le Meyeur
( Suami Ni Polok dari Bali ) seringkali dipalsukan orang. Lukisan dari
pelukis-pelukis terkenal, selain bernilai seni, juga bernilai sejarah dan
budaya yang harus dilindungi. Lukisan yang asli dan lukisan yang
dipalsukan , sepintas hampir sama , karena keahlian melukis si pemalsu.
Untuk membedakan lukisan yang asli dan lukisan palsu, mungkin bisa
dilakukan dengan pengamatan dan penelitian yang lama. Bagaimana
kalau perlu kepastian yang cepatuntuk mengetahui mana lukisan yang
asli dan mana lukisan yang palsu ? Teknologi Nuklir bisa memecahkan
persoalan ini dengan cepat dan tepat, Bagaimana caranya ??? Ikuti
penjelasan berikut ini :
Lukisan yang asli dan lukisan yang dipalsukan memang sulit untuk
dibedakan , akan tetapi dengan analisis aktivasi neutron mana yang
palsu bisa segera diketahui.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Kedua lukisan , yang palsu dan yang asli, diradiasi dengan neutron ,
dengan maksud cat lukisan menjadi radioaktif. Setelah cat menjadi
radioaktif, pekerjaan selanjutnya adalah analisis dengan detektor
gamma (), untuk mengetahui unsur-unsur yang ada di dalam cat
lukisan. Unsur-unsur yang ada pada cat lukisan asli ( biasanya cat
produk lama yang mungkin sudah tidak dijual lagi ) pada umumnya
sudah diketahui dengan cara yang sama.

Sehingga bila ada perbedaan pada unsur-unsur pada cat lukisan


dianalisis (yang palsu) dengan unsur-unsur yang terdapat pada cat
lukisan yang asli, berarti unsur-unsur itu akan menunjukan mana
lukisan yang dipalsukan. Dengan demikian maka penentuan mana
lukisan yang asli dan mana yang palsu dapat dilakukan dengan tepat dan
cepat.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


B. Metode Pertanggalan Radioaktif
Metode pertanggalan radioaktif adalah salah satu cara untuk
mengetahui umur benda kuno berdasarkan temuan benda di sekitarnya
atau benda itu sendiri yang kemungkinan masih mengandung sisa-sisa
zat radioaktif yang bisa dideteksi.
Metoda pertanggalan radioaktif perhitungannya berdasarkan :
1. Teori peluruhan zat radioaktif yang mengikuti persamaan de Alem-
bert atau lebih dikenal dengan istilah carbon dating.
2. Teori pertumbuhan dan perbandingan radionuklida dalam batuan
atau mineral.
Teori pertanggalan ini terdiri atas beberapa metode :
a. Pertanggalan dengan metode K - Ar
b. Pertanggalan dengan metode perbandingan Ar40 / Ar39
c. Pertanggalan dengan metode Rb - Sr

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


d. Pertanggalan dengan metode Sm - Nd
e Pertanggalan dengan metode Lu - Hf
f. Pertanggalan dengan metode Re - Os
g. Pertanggalan dengan metode K - Ca
h. Pertanggalan dengan metode U , Th - Pb
i. Pertanggalan dengan metode Fission Track
J. Pertanggalan dengan metode deret U
Untuk lebih jelasnya, ikuti uraian dan penjelasannya seperti garis
besar berikut ini :

B.1. Pertanggalan berdasarkan Teori Peluruhan Zat Radioaktif


Lebih dikenal dengan teori pertanggalan radiokarbon atau Carbon
dating. Teori pertanggalan ini berdasarkan aktivitas C14 yang masih
terdapat pada material kuno yang akan dicari umurnya.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Benda ( material ) kuno yang akan dicari umurnya , bisa berupa tulang
belulang, kayu sisa bangunan, tanaman, binatang, dan alat-alat yang
dipakai oleh manusia ( terutama kayu ).
Teori pertanggalan radiokarbon ( C14 ) berkembang sekitar tahun 1950
oleh JW. Libby yang merupakan kelanjutan dari yang ia rintis sejak
tahun 1930.
Perhitungan umurnya mengikuti persamaan de Alembert sebagai
berikut :
A = A0 e-t
Dengan notasi adalah :
A = Aktivitas kandungan zat radioaktif C14 pada saat benda
ditemukan
A0 = Aktivitas kandungan zat radioaktif C14 mula-mula
t = Umur benda ( material ) yang dicari

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Mengapa C14 dipilih sebagai dasar pertanggalan radioaktif ini ?
Jawabannya adalah karena C14 , walaupun termasuk golongan radiasi
primordial, akan tetapi C14 berasal dari radionuklida kosmogenis yang
jatuh ke bumi berdasarkan reaksi inti :
N14 + 0 n 1 C14 + 1 p 1

Karbon 14 setelah sampai di atmosfer bumi akan bereaksi dengan


oksigen menjadi karbondioksida. Selanjutnya karbondioksida melalui
proses fotosintesis pada tanaman akan menjadi karbonhidrat. Jadi
tanaman ( daun, buah, batang, umbi, batang kayu ) akan selalu
mengandung karbohidrat yang mengandung C14.
Mekanisme reaksi yang terjadi adalah :
C14 + O2 C14O2
Melalui fotosintesis dan batuan khlorofil daun akan terbentuk
karbohidrat atau glukosa :
6. C14O2 + 6. H2O + Energi matahari C146H12O6 + 6.O2
Glukosa / Karbohidrat

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Melalui makanan yang mengandung karbohidrat yang ada C14 nya akan
masuk ke dalam tubuh manusia maupun hewan, sehingga secara interna
manusia, hewan ( hewan darat dan laut ) dan tanaman akan selalu
mengandung C14. Manusia dan hewan selama masih hidup akan selalu
makan karbohidratberarti akan selalu mengonsumsi C14 yang
terkandung dalam tubuh manusia dan hewan ( dan juga tanaman ) akan
meluruh dengan waktu paro 5730 tahun. Apabila pada suatu saat jasad
manusia atau hewan ( atau tanaman ) ditemukan dalam bentuk fosil,
maka lama waktu terpendam ( sejak mati hingga ditemukan ) dapat
dihitung berdasarkan persamaan :
A = A0 e-t e-t = A / A0 e+t = A0 / A
t = 1/ ln ( A0 / A )
Dengan catatan :
A = Aktivitas C-14 saat ditemukan
A0 = Aktivitas C-14 semula ( pada waktu masih hidup

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


= konstanta peluruhan C-14
= 0,693 / t = 0,693 / 5730 = 12,09 10-5 tahun-1
t = Waktu ( lama terpendam ) yang dicari
Untuk mempermudah perhitungan aktivitas C-14 dihitung dalam
disintegrasi per menit pergram karbon. Dari hasil analisis beberapa
contoh tanaman yang masih hidup dan bagian tubuh ( jaringan kulit /
Tissue ) hewan yang masih hidup, diperoleh harga A0 atau harga C-14
yang ada per gram karbon sebesar = 13,56 0,07 dpm. Dengan
demikian harga t ( umur benda kuno atau waktu lama terpendam ) sama
dengan :
t = ( 1 / ) ln ( A0 / A )
= [ 1 / (12,09 . 10-5) ] ln ( 13,56 / A ) tahun
= ( 19,03 x 103 ) log ( 13,56 / A ) tahun
Bila sampel benda ( material ) kuno, misalkan fosil binatang, kemudian
dicuplik dan dianalisis untuk mengetahui aktivitasnya.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Setelah aktivitasnya ( A-nya ) diketahui, maka umur fosil tersebut segera
bisa dihitung berdasarkan persamaan diatas. Selain dengan perhitungan,
bila A-nya sudah diketahui, maka umur fosil bisa dicari berdasarkan
kurva A = A0 e-t yang telah dibuat oleh para ahli seperti pada gambar
dibawah ini.

Kalau A deiketahui, maka dari titik A yang diketahui dari perpotongan


dengan kurva ditarik garis lurus sejajar sumbu X sampai memotong
kurva, kemudian dari perpotongan dengan kurva ditarik garis lurus
sejajar sumbu Y sampai memotong sumbu X. Perpotongan dengan sumbu
X adalah harga t yang dicari ( ingat harganya dalam ribuan tahun ).

Berikut ini ada beberapa contoh material yang pada umumnya dapat
dipakai sebagai obyek penelitian dengan pertanggalan karbon 14 atau
carbon dating.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Gambar : Kurve A = A0 e-t
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional
Tabel : Contoh material yang pada umumnya dapat dipakai sebagai obyek
penelitian dengan pertanggalan karbon 14 atau carbon dating.
No Contoh material Berat , Keterangan / Catatan
gram
1 Kayu dan arang kayu 25 Bila tercampur asam humat, dibersihkan
dulu dengan NaOH
2 Material organik tercampur 50-300 Kandungan karbon organiknya paling
dengan tanah tidak 1 %
3 Tanah gambut 50 - 200 Kalau ada akar pohon dibuang dulu
4 Gading gajah 50 Perlu diingat bahwa bagian dalam gading
lebih muda dari pada bagian luar.
5 Tulang ( Collagen ) 1.000 Karbon organik di dalam tulang disebut
collagen dan kandungan karbonnya rendah
makin berkurang dengan bertambahnya
umur sampai dengan < 2 %.
6 Kerang ( Karbon Anorganik) 100 Karbon yang ada pada kerang kemungki-
nan diperkaya oleh batuan karbonat, jadi
perlu dikoreksi dengan karbon yang ada
pada batuan karbonat

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Tabel : Contoh material yang pada umumnya dapat dipakai sebagai obyek
penelitian dengan pertanggalan karbon 14 atau carbon dating
(lanjutan).

No Contoh material Berat , Keterangan / Catatan


gram
7 Kerang ( Karbon Organik ) 3.000 Karbon organik ada dalam bentuk
5.000 conchiolin 1 ~ 2 %
8 Biji-bijian, rumput, ranting, 25 Pengerjaannya perlu kecermatan
tempurung, pakaian, kertas
9 Sedimen danau dan laut Variatif Radio karbon mengandung kalsium
karbonat
10 Tembikar dan Besi 2.000 Radiokarbon masuk ke dalam tembikar
5.000 dan besi pada saat pengerjaannya oleh
manusian

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


B.2. Pertanggalan berdasarkan teori pertumbuhan dan perban-
dingan zat radioaktif
Pertanggalan yang berdasarkan teori pertumbuhan dan perbandingan zat
radioaktif yang ada dalam batuan ( material ) ini tergantung pada
pengamatan pertumbuhan zat radioaktif. Oleh karena itu teori
pertanggalan ini terdiri atas 10 macam metode. Pertanggalan ini lebih
banyak digunakan pada penentuan umur lapisan tanah / batuan yang ada
dikulit bumi sehingga sering dipakai dalam bidang geologi daripada
bidang arkeologi. Dari 10 macam metode yang ada akan dibahas satu
metode yaitu metode K Ar.
Dalam peluruhan K40 menjadi Ar40 terjadi tangkapan elektron yang
menghasilkan radiasi beta plus ( + ) atau positron dengan energi 1,51
MeV. Peluruhan K40 juga diikuti annihilasi yang menghasilkan radiasi
gamma ( ) dengan energi 1,02 MeV. Selain daripada itu, juga meluruh
menjadi Ca-40 yang stabil dengan energi 1,32 MeV. Skema peluruhan K40
selengkapnya dapat dilihat digambar bawah ini :

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


K40

40
19Ar t.e 11%

+ 0,49 MeV
+ 1,32 MeV

t.e. 0,16 % 40
20Ca
2g g ground state
1,02 MeV 1,46 MeV
40
18Ar
Ground State
Gambar : Skema Peluruhan K40 menjadi Ar40 dan Ca40

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Berdasarkan skema peluruhan K40 menjadi Ar40 dan Ca40 seperti
tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa pertumbuhan Ar40 dan
Ca40 merupakan pengurangan K40 dari keadaan awalnya. Jadi
pertumbuhan Ar40 dan Ca40 akan mengikuti persamaan berikut ini :

Ar40 + Ca40 = K40 ( et - 1 )


Dengan catatan bahwa adalah jumlah konstanta peluruhan K40 yang
terdiri atas e yang merupakan konstanta peluruhan Ar40 dan yang
merupakan konstanta peluruhan K40 menjadi Ca40. Jumlah konstanta
peluruhan dengan demikian adalah :

= e +
Harga konstanta peluruhan tersebut adalah sebagai berikut :
e = 0,581 x 10-10 tahun-1
= 4,962 x 10-10 tahun-1 , sehingga
= (0,581 + 4,962 ) x 10-10 = 5,543 x 10-10 tahun-1

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Waktu paro K40 dengan demikian akan sama dengan :
T = 0,693 /
= ( 0,693 ) / ( 5,543 x 10-10 tahun-1 )
= 1,250 x 109 tahun
Kalau diperhatikan bahwa :
e / = ( 0,581 x 10-10 ) / ( 5,543 x 10-10 ) = 0,117
Fraksi K40 yang meluruh menjadi Ar40 adalah ( e / ) K40.
Pertumbuhan Ar40 dalam batuan yang mengandung K40 dinyatakan
dalam persamaan :
Ar40* = ( e / ) K40 ( et - 1 )
Jumlah atom Ar40 dinyatakan sebagai :
Ar40 = Ari40 + Ar40*
Dianggap bahwa atom Ar40 tidak ada pada saat terbentuknya mineral
(batuan) K40, sehingga : Ari40 = 0

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Oleh karena itu persamaan pertumbuhan Ar40 yang sama dengan :
Ar40* = ( e / ) K40 ( et - 1 )
Dapat digunakan untuk memperkirakan umur mineral K40 dengan
metode K Ar, asal dapt diketahui jumlah atom Ar40 yang terakumulasi,
sehingga harga t dapat dihitung. Berdasarkan penyelesaian persamaan
tersebut diatas, persamaan untuk mencari t menjadi :
t = ( 1/ ) ln { [ ( Ar40* / K40 ) ( / e ) ] + 1 }
Berdasarkan persamaan tersebut di atas, harga t yang merupakan
umur batuan atau mineral yang ingin diketahui dapat dihitung.
CONTOH SOAL :
Sebuah sampel mineral yang diambil dari batuan muscovite akan dicari
berapa umur mineral tersebut. Data-data yang ada adalah sebagai
berikut :
Persentase kandungan K = 8,378 %. Kandungan Argon 40 yang
teranalisis = 0,3305 ppm. Berapa umur batuan tersebut ??

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Penyelesaian :
Pertama kali dicari dulu harga Ar40* / K40 :
Ar40*/K40 = ( ppm x BA K-40 x A )/( % K-40 x Kelimpahan K-40 x BA Ar-40 A )

Dengan Catatan :
39,098304 = Berat Atom potasium ( K )
0,0001167 = Kandungan/kelimpahan (abudance) K40 yang dinyatakan
dalam fraksi desimal.
39,9623 = Berat atom Ar-40
A = Bilangan avogadro

Ar40*/K40 = ( 0,3305 x 39,098304 x A)/( 8,378 x 104 x 0,0001167 x 39,9623 A )


= 0,03307
Faktor 104 adalah untuk mengubah persen konsentrasi K menjadi ppm.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


t = ( 1/ 5,543 10-10 ) ln { [ ( 0,03307 ) ( 5,543 / 0,581 ) ] + 1 }
= 494,7 x 106 tahun 495 Juta tahun
Apabila disimak lebih lanjut mengenai masalah pertanggalan dengan
metode K-Ar dan juga metode-metode pertanggalan radioisotop lainnya,
tampak bahwa umur benda kuno yang diamati ( dalam hal ini adalah
mineral, fosil, atau batuan ) adalah yang telah berumur jutaan tahun.
Sedangkan pengamatan untuk bidang arkeologi atau yang berkaitan
dengan sejarah peradaban manusia hanya berkisar pada orde ribuan
tahun saja, karena perkembangan manusia diperkirakan paling jauh baru
ada sejak 1 juta tahun lalu. Oleh karena itu pertanggalan dengan teori
pertumbuhan dan perbandingan zat radioaktif lebih sesuai untuk aplikasi
dalam bidang geologi ( Arkeogeologi ) yang mencapai perhitungan umur
lebih dari 1 juta tahun.
Atas dasar itu maka pertanggalan radioaktif yang banyak digunakan
pada bidang arkeologi adalah metode pertanggalan dengan karbon 14
atau lebih dikenal dengan Carbon Dating. Penjelasannya telah
disampaikan pada pembahasan di muka

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional


Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang arkeologi berkaitan dengan fosil
pernah dilakukan pada pertemuan fosil hominid yang tergolong sangat
tua, yaitu penelitian terhadap fosil meganthropus Modjokertoensis yang
ditemukan di Modjokerto, Jawa Timur, pada tahun 1952.
Berdasarkan pertanggalan metode K-Ar, dapat diketahui bahwa fosil
meganthropus Modjokertoensis telah berumur 1,9 Juta tahun. Penelitian
serupa juga pernah dilakukan pada fosil Hominid Zijanthropus Boisei
( Tanzania, Afrika ) pada tahun 1952. Ternyata umur fosil Zijanthropus
Boisei lebih muda dari Meganthropus Modjokertoensis, yaitu 1,75 Juta
tahun.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional

Anda mungkin juga menyukai