Anda di halaman 1dari 19

1.

Pengertian Flagellata
Flagellata merupakan protozoa yang bergerak dengan menggunakan flagel (bulu cambuk),
dalam bahasa latin flagellate berasal dari kata flagel yang berarti cambuk.

2. Klasifikasi Flagellata
Adapun klasifikasi flagellata dilihat dari bentuknya yaitu:
A. Fitoflagellata yaitu flagellate yang bisa berfotosintesis karena mempunyai klorofil.
Fitoflagellata dapat mencernakan makanannya dengan berbagai macam cara. Contohnya seperti
menelan kemudian mencernakannya dalam tubuhnya (holozoic), dapat membuat makanan
sendiri (holofitik), atau dapat mencerna organisme yang sudah mati (saprofitik).
B. Zooflagellata yaitu flagellate yang tidak berkloroplas dan bentuknya seperti hewan.
Zooflagellata sendiri habitatnya ada di air tawar dan di air laut. Dan sebagian besar dari
zooflagellata bersfiat parasite, walaupun ada juga yang hidupnya bebas.

3. Ciri-ciri Flagellata
- Mempunyai pelikel
- Mempunyai mitokondira atau tidak
- Bergerak dengan bulu cambuk
- Berkoloni atau uniseluler
- Tidak bisa membentuk sista
- Hidupnya di air tawar dan di air laut
- Hidup secara simbiosis mutualisme atau secara parasite
- Mempunyai bentuk tubuh yang tetap tanpa rangka luar, dan tubuhnya dilindungi oleh suatu
selaput yang fleksibel disebut dengan pellicle, serta disebelah luarnya terdapat selaput plasma.
BALANTIDIUM COLI

Pengertian

Balantidium coli merupakan satu satunya protozoa yang bersifat parasit dari golongan cilliata
yang menimbulakan penyakit desentri atau balantidiasis pada manusia.
Dilihat dari sistem klasifikasinya balantidium coli golongan dari kelas litostomatea dan famili
dari banaltiididae. hospes definitifnya adalah manusia kera, dan hospes dalam siklus hidupnya
yaitu hospes definitif reservoir adalah babi. Dalam siklus hidupnya mempunyai dua stadium
dimana kedua stadium ini mempunyai 2 tempat yang berbeda, yaitu stadium kista dan syadoim
tropozoid. Sebenarnya Balantidium coli mempunyai siklus hidup yang hampir sama seperti
Entamoeba histolitica Cuma kista dalam balantidium coli tidak dapat membelah.

Morfologi

by Research at Penn Vet

Balantidium coli merupakan jenis sel eukariotik mempunyai klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Protista
Filum : Protozoa
Kelas : Cilliata
Ordo : Heterotrichida
Family : Bursaridae
Genus : Balantidium
Spesies : Balantidium coli
Sumber klasifikasi pintarsains.blog

Memeliki dua bentuk tentu juga memiliki struktur morfologi yang berbeda kedua bentuk ini
memiliki bentuk, ukuran, inti, dan beberapa organel yang berbeda, serta mempunyai fungsi
menguntungkan bagi kedua bentuk tersebut.
Trofozoid kista
Dilihat dari Bentuk dan ukuran Bentuk dan ukuran: Bulat atau
nampak seperti bulat telur disertai oval; dalam keadaan diam
ujungnya yang meruncing pada memiliki ukuran 50-70 u.
bagian anterior mempunyai
Inti: 1 macronucleus besar, 1
panjang lebih kurang ; 50-100 um
dan lebar, 40-70 um. mikronukleus. Susah untuk
dilihat.
Dalam pergerakan (Motilitas):
Sitoplasma: terdapat Vakuola
Rotary, lambat dan mungkin
cepat pada kista yang muda, sedangkan
dalam kista yang lebih tua dalam
Inti: 1 besar macronucleus struktur dalamnya terdapat.
bentuknya hampir seperti granular
ginjal; 1 mikronukleus bulat kecil
Cilia: dikarenakan bentuk kista
letaknya berdekatan dengan
macronucleus, sulit untuk melihat yang memiliki dinding yang
begitu tebalnya sehingga susah
Sitoplasma: ada ditemukan untuk dilihat.
vakuola makanan yang
didalamnya mengandung bakteri
tertelan. Untuk alat pencernaan
terdapat cytostome (mulut sel) di
bagian anterior, serta celah mulut,
sitofaring.

Cilia: seluruh tubuh dilapisi


dengan cillia cuman satu yang
terdapat agak panjang yaitu
sekitar dekat dengan cytostome
(mulut sel).

Persebaran

Terdapat di kawasan tropis dan sub tropis seperti indonesia, filipina, papua. Dan negara
berkembang lainnya. Balantidiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit ini yang ada
pada manusia, umum Balantidiasis di Filipina, tetapi dapat ditemukan di mana saja di dunia,
terutama di kalangan orang-orang yang berada dalam kontak dekat dengan babi. Balantidiasis
adalah penyakit langka sekitar 1% dari populasi seluruh manusia. Daerah seperti sumber air yang
tercemar oleh babi (hospes reservoir) ataupun kotoran manusia.

Siklus hidup
by GhendRut'z bLog

Dimulai dari proses infeksi dari kista yang ada dalam air atau makanan yang sudah
terkontaminasi. Kista akan masuk melalui mulut sehingga akan melewati sistem pencernaan
inang, posisi disini adalah manusia. Kista akan melindungi bagian dalamnya dari penghancuran
(degradasi) dari asam lambung inangnya, jika asam lambung memiliki pH asam sekitar 5 maka
akan dihancurkan, dan akan selamat (kemungkinan) bila individunya dalam keadaan kurang gizi
dan asam lambung yang kurang. Setelah kista mencapai usus kecil, trophozoites akan diproduksi.
Ttrofozoit akan menyebar dalam usus besar, di mana mereka tinggal di lumen. Ada sebagian
trofozoid akan menginveksi dinding usus besar dengan enzim tertentu dan kembali lagi kelumen.
Trofozoid menjadi kista lagi disebut dengan encystation, encystation dipengaruhi oleh dehidrasi
pada usus dan terjadi di usus besar distal tetapi juga dapat terjadi di luar hospes di feses. Bila
keadaan kista sudah matang akan dilepaskan kembali dilepaskan ke lingkungan sehingga akan
memulai infeksi kedalam hospes baru.

Patogenesis

Infeksi terjadi dalam usus besar (kolon), seperti Entamoeba histolitica yang menyebabkan
amoebiasis, B. coli juga menyebabkan infeksi yang mirip seperti gejala disentri atau menggangu
sistem kekebalan tubuh. Bila sudah akut akan mengalami Penyakit seperti fulminan balantidiosis
ditandai dengan diare berat dan tinja berdarah berlendir, mual, muntah, sakit kepala, dan yang
paling parah adalah kematian. infeksi kronis seperti diare non-berdarah, kram dan halitosis dan
sakit perut sekunder yang dikarenakan trofozoit menginvasi usus besar. Gejala yang paling parah
dari infeksi termasuk anoreksia, penurunan berat badan, tenesmus, tinja berdarah, perdarahan
usus dan perforasi. Infeksi berat jarang terjadi tapi kadang-kadang dapat menyebabkan kematian
pada orang yang mengalami keadaan kurang gizi
Pencegahan dan pengobatan

Untuk pengobatan, obat yang sering digunakan antara lain tetrasiklin, metronidazole, dan
iodoquinol. Atau konsultasi dengan dokter untuk lebih baik.
Untuk pencegahan dari Infeksi Balantidium coli dapat dihindari dengan mengikuti acara seperti
mengikuti praktik kebersihan yang baik. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat setelah
menggunakan toilet, mengganti popok, ataupun sebelum makan. Kita juga bisa menerapkan dan
mengajarkan kepada anak anak bangaimana cuci tangan yang baik dapat menghindari parasit ini.
Makanan seperti buah atau sayuran dapat diCuci dengan air bersih atau bahkan lebih baik setelah
dicuci dan dibuang kulit buahnya.
5.Gardia Lamblia
a.Morfologi tropozoit dan kista
Tropozoit/vegetative/proliferative : seperti buah jambu monyet, bilateral simetrik. Anterior
membulat, posterior meruncing, dorsal melengkung.punya dua inti dan 4 flagel.
Kista : bentuk oval, dinding halus dan tampak jelas, sitoplasma mempunyai butir halus, yang
letaknya terpisah dengan dinding kista. Kista muda punya 2 inti, kista matang punya 4 inti yang
terletak di kutub.

giardia lamblia

b.Patologi dan gejala klinik


Iritasi menyebabkan sekresi mukosa usus meningkat,dapat menimbulkan gangguan absorpsi
lemak. Menyerang saluran dan kandung empedu, menyebabkan iritasi dan penebalan mukosa,
penyumbatan bilirubin. Biasanya infeksi tanpa gejala, keluhan sakit ulu hati, sakit perut dan
kembung. Kadang gejala diare, kolesistitis dan ikterus. Pada anak ditandai enteritis akut atau
kronik disertai diare. Pada infeksi lanjut kronik, gejala utamanya masa tinja berlemak dan
diselingi obstipasi. Keadaan akut ditandai berak encer yang kering.

c.Diagnosis
Menemukan bentuk vegetative dalam tinja encer atau cairan duodenum. Kista ditemukan pada
masa tinja yang padat.

d.Epidemiologi
Menyebar secara cosmopolitan terutama dari lingkungan keluarga besar. Penularan parasit
melalui makanan dan minuman atau dengan kontak langsung.

6.Trichomonas Vaginalis
a.Morfologi
tidak memiliki bentuk kista. Mempunyai 4 flagel anterior dan 1 flagel posterior yang melekat
pada membrane bergelombang. Sitoplasma bergranula, aksostil dari aran anterior ke posterior.
Ditularkan dalam bentuk tropozoit.
b.Cara infektif
Ditularkan dalam bentuk tropozoit, melalui hubungan seksual, atau secara tidak langsung melalui
alat mandi.

c.Patologi dan gejala klinik


Terjadi deskuamasi dan degenerasi sel epitel vagina. Terdapat banayk leukosit dalam secret
vagina karena seranagn leukosit. Fluor albus. Saat melalui stadium akut gejalanya mulai
berkurang. Secara klinik, dinding vagina tampak berwarna kemerahan karena ptechiae.

d.Cara diagnosis
Klinik : keluhan keputihan, rasa pana, gatal pada vagian maupun vulva, sekret encer berbusa
serta berbau tidak enak. Terdapat lesi bekas garukan da hyperemia pada vagina.
Laboratorium : menemukan parasit dari bahan sekret vagina, uretra, prostat, dan urin.
Monosit adalah jenis sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang. Mereka membuat sekitar
3-8% dari total volume sel darah putih. Monosit dapat meninggalkan aliran darah dan masuk ke
jaringan dan organ lain dalam tubuh, di mana mereka memiliki kemampuan untuk berubah
menjadi berbagai jenis sel kekebalan yang disebut makrofag dan sel dendritik.

Setelah monosit berubah menjadi makrofag, mereka adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh
bawaan, yang berarti bahwa mereka non-spesifik menghancurkan penjajah yang mereka
hadapi dalam tubuh, seperti bakteri dan parasit. Non-spesifik berarti bahwa monosit, setelah
berkembang menjadi makrofag, tidak perlu mengenali penyerang secara khusus, melainkan
hanya mengakui penyerang sebagai sesuatu yang tidak hadir dan harus dihancurkan.

Setelah monosit telah berevolusi menjadi sel-sel dendritik, mereka membantu bagian dari sistem
kekebalan tubuh yang dikenal sebagai sistem kekebalan adaptif. Hal ini juga disebut sebagai
kekebalan yang didapat. Sel dendritik tidak menghancurkan bakteri dan mikroba lainnya
secara langsung. Sebaliknya, mereka mengidentifikasi sesuatu yang asing dan berbagi informasi
ini dengan sel kekebalan lainnya yang disebut sel B dan sel T. Ini membantu T dan sel B belajar
mengenali penjajah asing dan merespon lebih kuat untuk menghancurkannya pada saat virus atau
bakteri ditemui.

Fungsi Monosit
Permukaan monosit yang tidak mulus karena memiliki protein spesifik di atasnya yang
memungkinkan untuk mengikat bakteri atau sel virus.

Fungsi monosit adalah untuk bergerak menuju sel patogen tertentu dan akhirnya mengikuti
ketika itu cukup dekat. Menempelkan untuk patogen merangsang produksi pseudopodium. Hal
ini terjadi karena monosit menekuk menjadi bentuk C sekitar patogen, dan ujung pertemuan C,
sehingga patogen tersebut ditelan. Patogen tersebut kemudian terjebak dalam dalam fagosom
monosit tersebut. Melanda sel-sel patogen atau mati atau rusak hanya salah satu bagian dari
fungsi monosit. Setelah sel atau puing-puing telah ditelan, mereka dipecah dalam fagosom.

Lisosom adalah jenis organel seluler yang ditemukan dalam monosit. Ketika fagosom terbentuk,
lisosom menempel dan melepaskan enzim pencernaan, yang disebut enzim litik, ke fagosom.
Enzim ini memecah sel dalam fagosom, dan produk yang tetap diserap oleh monosit.
Peradangan terjadi di lokasi di mana infeksi terjadi fagositosis. Fungsi monosit dan sel-sel lain
dari sistem kekebalan tubuh menyebabkan tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan
peradangan. Misalnya, panas dan pembengkakan yang disebabkan oleh aktivitas sel-sel ini.
Selain itu, nanah terbentuk dari bakteri mati dan fagosit, termasuk monosit, yang terlibat dalam
memerangi infeksi.

Kelainan
Monosit dapat berjumlah banyak dan juga berjumlah sedikit tergantung kondisi apa yang
dihadapi oleh tubuh seseorang. Monositosis atau jumlah monosit dalam jumlah banyak
merupakan tanda dari infeksi yang sedang berlangsung. Infeksi yang terjadi biasanya bersifat
kronis seperti infeksi pada penyakit infeksi paru paru seperti Tuberkulosis dan juga kanker.

Sebaliknya, dalam monositopenia atau jumlah monosit yang sedikit bisa terjadi akibat adanya
produksi monosit yang kurang dari sumsum tulang seperti pada penyakit anemia aplastik yang
menyebabkan penurunan semua komponen darah dari sel darah merah, putih dan juga trombosit.
Obat obatan juga dapat menurunkan jumlah monosit dalam tubuh, seperti obat yang digunakan
dalam kemoterapi untuk kanker atau obat seperti golongan kostikosteroid yang berfungsi
menekan proses peradangan dalam tubuh kita.