Anda di halaman 1dari 1

Proses Masuknya Isalm Pada Masa Muhammad Iskandar Syah

Setelah Iskandar Syah meninggal, tahta Kerajaan Malaka dipegang oleh putranya yang bernama
Muhammad Iskandar Syah. Ia memerintah Malaka dari tahun 1414-1424 M. Di bawah
pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kerajaan Malaka diperluas hingga mencapai seluruh wilayah
Semenanjung Malaysia.

Melalui perkawinan Muhammad Iskandar Syah dengan putri Kerajaan Samudera Pasai, Muhammad
Iskandar Syah berhasil mencapai cita-citanya menguasai Selat Malaka.Di bawah pemerintahannya,
pelayaran perdagangan di Selat Malaka semakin ramai dan hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap
perkembangan Kerajaan Malaka dalam aktivitas perdagangan.

Masuknya Islam di Malaka

Parameswara mulai resmi memerintah Malaka pada tahun 1400. Menurut catatan Tome Pires,
Parameswara memeluk Islam setelah menikah denan puteri raja Samudera Pasai pada usia 72 tahun.
Setelah itu, Parameswara bergelar Muhammad Iskandar Syah. Namun, menurut Sejarah Melayu,
pengislaman Malaka berlangsung setelah Sri Maharaja, raja pengganti Parameswara, berkenalan
dengan Sayid Abdul Aziz dari Jedah, Arab. Setelah masuk Islam, Sri Maharaja bergelar Sultan
Muhammad Syah. Sebagian sejarawan bahkan beranggapan bahwa ia merupakan raja Malaka yang
pertama muslim. Pendapat lain menyatakan, Malaka diislamkan oleh Samudera Pasai. Sri Maharaja
memerintah dari tahun 1414 hingga 1444. Ia lalu digantikan oleh Sri Parameswara Dewa Syah, dikenal
juga dengan nama Ibrahim Abu Said. Parameswara Dewa Syah hanya memerintah satu tahun, hingga
1445. Yang kemudian menjadi raja adalah Sultan Muzaffar Syah atau Kasim. Pada masanya Malaka
mencapai masa keemasannya. Ketika itu, wilayah Malaka melingkupi Pahang, Trengganu, Pattani
(sekarang termasuk wilayah Thailand), serta Kampar dan Indragiri di Sumatera.

Laporan dari kunjungan Laksamana Cheng Ho pada 1409, mengambarkan Islam telah mulai dianut
oleh masyarakat Malaka, sementara berdasarkan catatan Ming, penguasa Malaka mulai mengunakan
gelar sultan muncul pada tahun 1455. Sedangkan dalam Sulalatus Salatin gelar sultan sudah mulai
diperkenalkan oleh penganti berikutnya Raja Iskandar Syah, tokoh yang dianggap sama
dengan Parameswara oleh beberapa sejarahwan. Sementara dalam Pararaton disebutkan terdapat nama
tokoh yang mirip yaitu Bhra Hyang Parameswara sebagai suami dari Ratu Majapahit, Ratu Suhita.
Namun kontroversi identifikasi tokoh ini masih diperdebatkan sampai sekarang.

Pada tahun 1414 Parameswara digantikan putranya, Megat Iskandar Syah, memerintah selama 10
tahun, kemudian menganut agama Islam dan digantikan oleh Sri Maharaja atau Sultan Muhammad
Syah. Putra Muhammad Syah yang kemudian menggantikannya, Raja Ibrahim, mengambil gelar Sri
Parameswara Dewa Syah. Namun masa pemerintahannya hanya 17 bulan, dan dia mangkat karena
terbunuh pada 1445. Saudara seayahnya, Raja Kasim, kemudian menggantikannya dengan gelar Sultan
Mudzaffar Syah.