Anda di halaman 1dari 20

Makalah

Untuk Memenuhi Salah Tugas


Mata Kuliah Akuntansi Manajemen

Oleh
S1 AKUNTANSI A/V

1. I Gede Bagus Merta (151303SA)


2. Dyah Verronicka Chandra (151293SA)
3. Tiara Agnes Eka Aryani (151329SA)
4. Ida Ayu Shindy Pradnyani (151355SA)
5. Yeni Mustika Sari (151331SA)

STIE AMM MATARAM


2017
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang sebesar besarnya kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang
diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas tentang Penganggaran Untuk
Perencanaan Dan Pengendalian.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman kita mengenai materi
akuntansi manajemen khususnya Bab yang kami bahas. Dalam menulis makalah ini
kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan dan menyajikan materi ini
agar lebih menarik,mudah dibaca,dan mudah dimengerti. Selamat membaca dan semoga
sukses.

Mataram,20 Oktober 2017

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1.Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2.Rumusan Permasalahan ................................................................................. 2
1.3.Tujuan ........................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI.................................................................................... 3
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 5
3.1. Pengertian Anggaran .................................................................................... 5
3.2. Fungsi Anggaran .......................................................................................... 6
3.3. Sistem Penganggaran.................................................................................... 7
3.4. Tipe Penganggaran ....................................................................................... 9
3.5. Manfaat Penganggaran ................................................................................. 10
3.6. Pembuatan Penganggaran ............................................................................. 11
3.7. Penggunaan Anggaran Untuk Evaluasi Kinerja ........................................... 13
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 13
4.1. Kesimpulan ................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 17

iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penyusunan anggaran merupakan suatu kegiatan yang penting dalam


perusahaan. Anggaran dapat dijadikan pedoman untuk melakukan aktivitas perusahaan
guna mencapai tujuan perusahaan. Anggaran merupakan alat yang efektif bagi
perusahaan untuk melakukan perencanaan dan pengendalian atas aktivitas perusahaan.
Penentuan tujuan merupakan langkah awal dalam suatu perencanaan yang dilakukan
oleh manajemen perusahaan. Dengan perencanaan yang baik, perusahaan dapat
mengantisipasi kemungkinan akan timbulnya masalah yang dapat mengakibatkan
penggunaan sumber daya kurang efektif dan efisien yang akhirnya dapat berujung pada
kerugian perusahaan.
Kesuksesan sebuah perusahaan dapat dicapai apabila terdapat perencanaan dan
pengendalian yang baik di dalamnya. Salah satu elemen kunci perencanaan dan
pengendalian yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah anggaran. Anggaran adalah
suatu rencana terinci yang disusun secara sistematis dan dinyatakan secara formal dalam
ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang, untuk menunjukkan perolehan dan
penggunaan suatu sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu
tahun. (Supriyono, 2000: 40). Sebagai alat perencanaan, anggaran digunakan oleh
manajemen perusahaan untuk merumuskan masalah serta potensi perusahaan lebih
awal, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Di sisi lain, anggaran sebagai alat
pengendalian digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengendalikan aktivitas
perusahaan dengan cara membandingkan rencana yang ditetapkan sebelumnya dengan
hasil yang dicapai. Dengan melakukan perbandingan antara anggaran dan realisasinya,
perusahaan dapat mengidentifikasi sebab terjadinya penyimpangan dan kemudian
melakukan tindakan korektif yang diperlukan atas penyimpangan tersebut.
Anggaran merupakan hasil dari suatu proses penyusunan anggaran yang biasa
disebut dengan penganggaran. Proses penganggaran yang dilakukan oleh manajemen
perusahaan dapat menunjukkan posisi perusahaan di pasar, menempatkan sumber-
sumber daya yang belum digali, dan memotivasi para karyawan untuk mencapai tingkat
produktivitas yang lebih tinggi. Perusahaan menggunakan proses penganggaran untuk
mencapai posisi puncak dalam industri yang digeluti perusahaan itu.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa itu anggaran ?
2. Apa saja fungsi anggaran ?
3. Apa saja jenis sistem penganggaran ?
4. Apa saja tipe tipe anggaran ?
5. Apa manfaat penganggaran ?
6. Bagaimana proses penyusunan anggaran?
7. Apa pengaruh penggunaan anggaran untuk evaluasi kinerja ?

1.3. Tujuan
1. Memahami apa itu anggaran
2. Memahami apa saja fungsi anggaran
3. Mengetahui apa saja sistem penganggaran
4. Mengetahui apa saja tipe tipe penganggaran
5. Mengetahui apa manfaat penganggaran
6. Mengetahui bagaimana proses penyusunan anggaran
7. Memahami bagaimana pengaruh penggunaan anggaran terhadap evaluasi
kinerja

2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori


Anggaran Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi
mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Suatu rencana yang baik adalah rencana yang didasarkan pada penelitian secara ilmiah
yang bersumber dari masa lalu serta mempertimbangkan aspek politik, sosial, dan
lingkungan untuk kemudian diproyeksikan ke masa yang akan datang. Perencanaan dan
pengendalian operasi perusahaan tersebut diwujudkan dalam suatu bentuk atau format
laporan yang dikenal dengan Anggaran (Budget)
Pengertian Anggaran
Penganggaran (Budgeting) merupakan suatu proses sejak tahap persiapan yang
diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan
informasi yang diperlukan, pembagian tugas perencanaan, penyusunan
rencananya sendiri, implementasi dari perencanaan tersebut, sampai akhirnya tahap
pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran
(Budgeting) adalah anggaran (Budget).
Ada beberapa pengertian mengenai anggaran yang dikemukakan oleh beberapa hli yaitu
pengertian anggaran menurut :
M. Nafarin (2004:12) adalah sebagai berikut :
Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program
yang telah disahkan.
Menurut Glen A. Weisch yang dialihbahasakan oleh Tendi Haruman dan Sri Rahayu
(2007:3-4)
definisi anggaran adalah :
Comprehensive profit planning and control is defined as systematic and formalized
approach for performing significant phases of management planning and control
functions.
Inti dari definisi tersebut yaitu :
1. Formal, disusun secara resmi dan tertulis
2. Sistematis, disusun berurutan dan berdasarkan fakta

3
3. Tanggung jawab, merupakan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan oleh
manajer
4. Perencanaan, koordinasi, dan pengawasan merupakan fungsi manajer Sedangkan
menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (2003:6) mengungkapkan :
Bussines Budget adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis dari pada
pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, pengkoordinasian dan
pengawasan. Beberapa hal yang tercakup didalam pengertian anggaran perusahaan
adalah sebagai berikut :
1. Adanya rencana, merupakan pernyataan atas apa yang diharapkan dan apa yang akan
terjadi.
2.Bersifat formal, anggaran disusun secara resmi dan tertulis. Disusun berurutan dan
berdasarkan fakta
3.Tanggung jawab, merupakan tanggung jawab dalam mengambil keputusan oleh
manajer.
4.Dinyatakan dalam unit moneter, kegiatan yang dilakukan harus disusun dalam satuan
unit yang sama agar dapat dicapai kemudahan penyusunannya
5.Meliputi semua kegiatan perusahaan, yang akan dilakukan oleh semua bagian yang
ada dalam perusahaan

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa anggaran (budget)adalah suatu


perencanaan yang sistematis dan formal yang meliputi seluruh
kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan unit moneter berlaku untuk
jangka waktu tertentu umumnya satu tahun.
Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007:4) dalam menyusun anggaran harus
diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
1.Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai.
2.Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai
dengan situasi dan kondisi.
3.Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus
menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental.

4
BAB III ISI DAN PEMBAHASAN
A. Pengertian

Pengertian penganggaran menurut beberapa para ahli:

1. Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut: Profit planning and


control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for
accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of
management.
2. Menurut Gomes (1995, p.87-88), anggaran merupakan dokumen yang berusaha
untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber
pendapatan yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman
dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan
dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau
untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Menurut Mulyadi (2001, p.488), anggaran merupakan suatu rencana kerja yang
dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan
satuan ukuran yang lain yang menvakup jangka waktu satu tahun.
4. Menurut Supriyono (1990, p.15), penganggaran merupakanperencanaan
keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan)
keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.
5. Menurut Garrison, Norren and Brewer (2007:4), Anggaran adalah rencana
terperinci tentang perolehan dan penggunaan sumber daya keuangan dan sumber
daya lainnya selama suatu periode waktu tertentu.
6. Menurut M. Nafarin (2004:12), Anggaran merupakan rencan tertulis mengenai
kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitif dan umumnya dalam
satuan uang untuk jangka waktu tertentu. Menurut Herawati dan Sunarto
(2004:2),
Dari beberapa pengertian di atas, penganggaran dapat diartikan pula suatu rencana yang
disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang
meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan
datang

5
B. Fungsi Anggaran

Menurut Nafirin (2004:20) anggaran memiliki tiga fungsi:

1. Fungsi perencanaan

Anggaran merupakan alat perencanaan tertulis yang menuntut pemikiran teliti,


karena anggaran memberikan gambaran yang lebih nyata/jelas dalam unit dan uang.

2. Fungsi pelaksanaan

Anggaran merupakan pedoman dalam pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat


dilaksanakan secara selaras dalam pencapaian tujuan (laba).

3. Fungsi pengendalian

Anggaran merupakan alat pengendalian/pengawasan (controlling). Pengendalian


berarti melakukan evaluasi (menilai) atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara
membandingkan realisasi dengan rencana (anggaran) dan melakukan tindakan
perbaikan apabila dipandang perlu.

Selain itu, ada pula yang menambahkan fungsi anggaran sebagai pedoman kerja.
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam
unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan
taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi
setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

6
C. Sistem Penganggaran
1. Sistem anggaran tradisional

Sistem anggaran tradisional adalah sistem anggaran yang berdasarkan jenis-jenis


pengeluaran dan penerimaan. Dasar pemikirannya adalah setiap pengeluaran negara
harus didasarkan pada perhitungan dan penelitian yang ketat agar tidak terjadi
pemborosan dan penyimpangan atas dana yang terbatas.

Ciri-ciri sistem anggaran tradisional:

Anggaran diklasifikasikan menurut jenis pengeluaran dan penerimaan.


Berorientasi ke belakang (backward oriented), artinya anggaran tahun
sebelumnya dijadikan acuan untuk menyusun anggaran tahun berjalan.
Bersifat incremental karena memasukkan unsur tambahan/marjinal terhadap
anggaran tahun yang lalu sebagai dasar penyusunan anggaran tahun
berikutnya.
Menitik beratkan pada input dari semua kegiatan daripada outputnya.
2. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting system)

Anggaran berbasis kinerja merupakan pendekatan penyusunan anggaran


berdasarkan beban kerja dan unit cost data ke dalam setiap kegiatan yang terstruktur
dalam suatu program untuk mencapai tujuan. Dasar pemikirannya adalah penganggaran
harus dapat digunakan sebagai alat menajemen sehingga penyusunan anggaran harus
dapat memberikan hasil yang berguna bagi pengambilan keputusan manajerial
(legislatif/eksekutif). Oleh karena itu, anggaran harus dianggap sebagai program
kerja.Anggaran berbasis kinerja memusatkan perhatian pada pengukuran efisiensi hasil
kerja dengan tujuan memaksimumkan output yang dapat dihasilkan dari input tertentu.

Tiga unsur pokok anggaran berbasis kinerja, yaitu:

Pengeluaran pemerintah dikelompokkan menurut program dan kegiatan


Performance measurement (pengukuran hasil kerja)
Program reporting (pelaporan program)
Ciri-ciri anggaran berbasis kinerja:

Klasifikasi anggaran didasarkan pada program dan kegiatan

7
Penekanan pada pengukuran hasil kerja dan bukan pada aspek pengawasan
Setiap kegiatan harus dilihat dari segi efisiensi dengan memaksimalkan output
Memerlukan standar pengukuran hasil kinerja

3. Zero-based budgeting (ZBB)

ZBB adalah sistem anggaran yang mengasumsikan bahwa kegiatan pada tahun
anggaran yang bersangkutan dianggap berdiri sendiri, tidak ada kaitannya dengan
anggaran yang lalu. Dasar pemikirannya adalah anggaran tidak selalu didasarkan pada
kegiatan di masa yang lalu tetapi anggaran harus diciptakan dari sesuatu yang sedang
atau akan dilakukan. Setiap kegiatan harus dapat diformulasikan ke dalam paket
keputusan (decision package). ZBB lebih memusatkan perhatian pada sasaran untuk
memperbaiki manajemen melalui perbaikan pelayanan manajerial dengan menekankan
penilaian atas permintaan pendanaan unit-unit pelaksana.

Langkah-langkah penyusunan ZBB:

Penentuan keputusan manajemen


Pembentukan paket keputusan
Konsolidasi skala prioritas
Alokasi dana
Karakteristik ZBB:

Dimulai dari kondisi belum adanya sumber daya


Perlu dibuat urutan terhadap tujuan-tujuan dan program-program organisasi
Memerlukan perhatian terhadap prioritas operasi entitas dan alternatif-
alternatifnya.

4. Planning, programming, and budgeting system (PPBS)

PPBS merupakan proses perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran


suatu organisasi yang diikat dalam satu sistem sebagai satu kesatuan yang terpadu,
bulat, dan tidak terpisahkan. Dasar pemikirannya adalah anggaran merupakan hasil
kerja dari suatu proses kegiatan-kegiatan perencanaan yang dituangkan dalam program.

Sasaran utama dari PPBS adalah:

8
Membantu pemimpin dalam membuat keputusan menyangkut usaha-usaha
untuk mencapai tujuan
Merasionalkan penggunaan sumber-sumber yang terbatas untuk mencapai tujuan
sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna
Sinkronisasi dan integrasi aparat organisasi dalam proses perencanaan
Untuk menjamin komitmen perencanaan tiap-tiap tahun, yaitu anggaran tahunan
yang
berdasarkan rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang

D. Tipe Anggaran
1. Ceiling Budget

Tipe anggaran yang dipakai untuk tujuan-tujuan pengawasan dinamakan Ceiling


Budget. Anggaran jenis ini mengawasi suatu instansi secara langsung dengan cara
menentukan batas-batas pengeluaran melalui peraturan penggunaan/pemberian, atau
secara tidak langsung dengan cara membatasi penghasilan instansi pada sumber yang
diketahui dan jumlah yang terbatas.

2. A Line-Item Budget

Tipe ini menggolongkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan jenis, digunakan untuk


mengawasi jenis-jenis pengeluaran dan juga jumlah totalnya.

3. Performance and Program Budgets

Tipe ini berguna untuk menspesifikasi aktivitas-aktivitas atau program-program


berdasarkan mana dana digunakan, dan dengan cara demikian membantu dalam
evaluasinya. Dengan cara memisahkan pengeluaran-pengeluaran berdasarkan fungsi
(seperti kesehatan atau keamanan public) atau berdasarkan jenis pengeluaran (seperti
kepegawaian dan peralatan) atau berdasarkan sumber penghasilan seperti pajak
kekayaan atau biaya-biaya pemakaian (user fees), para administrator dan para anggota
legislatif bisa mendapatkan laporan-laporan yang tepat mengenai transaksi-transaksi
keuangan, untuk mempertahankan baik efisiensi ke dalam maupun pengawasan dari
luar.

9
E. Manfaat Penganggaran
1. Angka laba yang dikehendaki oleh perusahaan
2. Sumber daya yang diharapkan dapat dihasilkan atau digunakan selama periode
anggaran yang akan datang
3. Memberikan landasan untuk pengambilan keputusan alternatif yang terbaik
Menurut Marconi dan Siegel (1983) dalam Hehanusa (2003, p.406-407) manfaat
anggaran adalah :

1. Anggaran merupakan hasil dari proses perencanaan, berarti anggaran mewakili


kesepakatan negosiasi di antara partisipan yang dominan dalam suatu organisasi
mengenai tujuan kegiatan di masa yang akan datang.
2. Anggaran merupakan gambaran tentang prioritas alokasi sumber daya yang
dimiliki karena dapat bertindak sebagai blue print aktivitas perusahaan.
3. Anggaran merupakan alat komunikasi internal yang menghubungkan
departemen (divisi) yang satu dengan departemen (divisi) lainnya dalam
organisasi maupun dengan manajemen puncak.
4. Anggaran menyediakan informasi tentang hasil kegiatan yang sesungguhnya
dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
5. Anggaran sebagai alat pengendalian yang mengarah manajemen untuk
menentukan bagian organisasi yang kuat dan lemah, hal ini akan dapat
mengarahkan manajemen untuk menentukan tindakan koreksi yang harus
diambil.
6. Anggaran mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan untuk bekerja
dengan konsisten, efektif dan efisien dalam kondisi kesesuaian tujuan antara
tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan

10
F. Proses Pembuatan Anggaran
Anggaran berkelanjutan (continuous budget) adalah anggaran 12 bulan yang
terus berjalan. Bila satu bulan telah dilalui, satu bulan dimasa depan ditambahkan ke
dalam anggaran, sehingga perusahaan selalu memiliki rencana 12 bulan ke depan.
Keuntungan dari anggaran berkelanjutan adalah dapat memaksa menajer untuk selalu
melakukan perencanaan secara konstan.
Anggaran Induk
Anggaran induk (master budget) adalah rencana keuangan komprehensif untuk
keseluruhan organisasi; terdiri atas berbagai anggaran individual. Anggaran induk dapat
dibagi menjadi anggaran operasi dan anggaran keuangan. Anggaran operasi (operating
budget) menjelaskan aktivitas yang menghasilkan pendapatan untuk perusahaan:
penjualan, produksi, dan persediaan barang jadi. Hasil utama dari anggaran operasi
adalah laporan laba-rugi proforma atau yang dianggarkan. Anggaran keuangan
(financial budget) memuat rincian dari arus kas masuk dan keluar serta posisi keuangan
keseluruhan. Arus kas masuk dan keluar yang direncanakan terdapat dalam anggaran
kas.
Pembuatan Anggaran Operasi
Anggaran operasi terdiri dari laporan laba-rugi yang dianggarkan serta beberapa data
pendukung :
1. Anggaran penjualan.
2. Anggaran produksi.
3. Anggaran pembelian bahan langsung.
4. Anggaran tenaga kerja langsung.
5. Anggaran overhead.
6. Anggaran beban penjualan dan administrasi.
7. Anggaran persediaan akhir barang jadi.
8. Anggaran harga pokok penjualan.
Skedul 1: Anggaran penjualan (sales budget) memuat kuantitas dan harga dari semua
produk yang diperkirakan akan terjual.
Skedul 2: Anggaran produksi (production budget) memberikan prakiraan produksi
dalam unit untuk memenuhi prakiraan penjualan dan persediaan akhir yang
dikehendaki; persediaan awal melengkapi prakiraan produksi. Untuk menghitung

11
jumlah unit yang diproduksi, diperlukan data jumlah unit yang dijual dan jumlah unit
pada persediaan awal dan akhir :
Unit yang diproduksi = Unit penjualan yang diharapkan + Unit persediaan akhir Unit
persediaan awal
Skedul 3: Anggaran pembelian bahan langsung (direct material budget) menyatakan
pembelian yang perlu dilakukan sepanjang tahun atas setiap jenis bahan baku untuk
memenuhi produksi dan persediaan akhir yang dikehendaki. Setelah prakiraan
penggunaan bahan dapat dihitung, bahan yang dibeli dapat ditentukan dengan cara :
Pembelian = Bahan langsung untuk diproduksi + Persediaan akhir bahan langsung
yang diinginkan Persediaan awal Bahan langsung
Skedul 4: Anggaran tenaga kerja langsung (direct labor budget) menunjukkan total
jam tenaga kerja langsung yang diperlukan dan biaya yang terkait untuk membuat
sejumlah unit produk dalam anggaran produksi.
Skedul 5: Anggaran overhead (overhead budget) memperlihatkan semua biaya tidak
langsung yang diharapkan dalam proses produksi. Anggaran overhead dapat dipecah
menjadi komponen tetap dan variabel untuk mempermudah penyusunan anggaran.
Skedul 6: Anggaran beban penjualan dan administrasi (selling and administrative
expense budget) menjelaskan pengeluaran yang direncanakan untuk kegiatan non
produksi.
Skedul 7: Anggaran persediaan akhir barang jadi memberikan informasi yang
diperlukan untuk menyusun rencana dan juga merupakan masukan (input) penting
dalam penyusunan anggaran harga pokok penjualan.
Skedul 8: Anggaran harga pokok penjualan merinci biaya produksi untuk persediaan
akhir yang diharapkan dan unit yang terjual.
Skedul 9: Laporan laba-rugi yang dianggarkan memberikan laba bersih yang akan
direalisasi bila rencana yang dianggarkan menjadi nyata.
Pembuatan Anggaran Keuangan
Anggaran lainnya yang terdapat dalam anggaran induk adalah anggaran
keuangan. Anggaran keuangan yang biasanya disusun adalah :
Anggaran kas.
Anggaran neraca.
Anggaran pengeluaran modal.

12
Skedul 10: Anggaran kas merupakan saldo awal, ditambah perkiraan penerimaan,
dikurangi perkiraan pengeluaran, ditambah atau dikurangi dengan peminjaman yang
diperlukan.
Skedul 11: Neraca yang dianggarkan atau pro forma memberikan saldo akhir dari
setiap aktiva, kewajiban, dan ekuitas, bila rencana anggaran terpenuhi.

G. PENGGUNAAN ANGGARAN UNTUK EVALUASI KINERJA


Anggaran Statis vs Anggaran Fleksibel
Anggaran statis (static budget) adalah anggaran yang dibuat berdasarkan tingkat
aktivitas yang sudah ditentukan.
Anggaran fleksibel (flexible budget) adalah anggaran yang menjadikan
perusahaan memiliki kemampuan untuk menghitung biaya yang diharapkan selama
rentang aktivitas.
Anggaran fleksibel memiliki tiga kegunaan utama, yaitu :

1. Anggaran fleksibel yang dapat digunakan untuk menyusun anggaran sebelum


adanya tingkat aktivitas yang diharapkan.
2. Karena anggaran fleksibel dapat menentukan besarnya biaya pada berbagai
tingkat aktivitas, anggaran tersebut dapat digunakan untuk menghitung berapa
biaya yang harus dikeluarkan pada tingkat aktivitas aktual. Setelah biaya yang
diharapkan diketahui, laporan kinerja yang membandingkan biaya aktual dengan
yang diharapkan dapat dibuat.
3. Anggaran fleksibel dapat membantu para manajer menghadapi ketidakpastian
dengan melihat hasil yang diharapkan pada berbagai tingkat aktivitas. Anggaran
ini juga dapat digunakan untuk memberikan hasil keuangan dari berbagai
macam skenario kegiatan.

Dimensi Perilaku dari Penganggaran


Perilaku positif terjadi bila tujuan dari setiap manajer sesuai dengan tujuan
organisasi dan manajer memiliki dorongan untuk mencapainya. Kesesuaian tujuan
manajer dan tujuan organisasi seringkali disebut keselarasan tujuan (goal
congruence). Selain keselarasan tujuan, para manajer juga perlu memiliki usaha untuk
mencapai tujuan organisasi.

13
Bila anggaran tidak diadministrasi dengan baik, manajer bawahan dapat
menyimpang dari tujuan organisasi. Perilaku disfungsional (dysfunctional behaviour)
ini merupakan perilaku individu yang memiliki konflik dasar dengan tujuan organisasi.
Sistem anggaran yang ideal adalah yang menuju keselarasan tujuan seutuhnya,
dan secara bersamaan memberikan dorongan kepada manajer untuk mencapai tujuan
organisasi dengan cara yang etis. Walaupun sistem anggaran semacam ini mungkin
tidak pernah ada, namun dari riset dan praktek telah diketahui kunci utama yang dapat
menjadikan anggaran memiliki pengaruh positif yang cukup besar tehadap perilaku.
Ciri-ciri tersebut mencakup :
1. Umpan balik terhadap kinerja secara berkala;
Laporan kinerja secara berkala dapat memberikan dorongan perilaku yang positif dan
memberikan kesempatan serta waktu bagi manajer untuk beradaptasi dalam kondisi
yang berubah-ubah. Penggunaan anggaran fleksibel memungkinkan manajer
mengetahui apakah biaya serta pendapatan aktual sesuai dengan jumlah yang
dianggarkan. Penyelidikan selektif terhadap variansyang besar memungkinkan manajer
untuk memusatkan perhatian pada area tertentu yang membutuhkan perhatian lebih.
Proses ini disebut manajemen dengan pengecualian (management by exception).
2. Intensif moneter dan nonmoneter;
Hal yang digunakan perusahaan untuk mempengaruhi para manajer agar mengerahkan
kemampuan terbaiknya untuk mencapai tujuan organisasi disebut insentif (incentive).
Insentif dapat bersifat positif maupun negatif. Insentif negatif menggunakan ancaman
hukuman untuk memotivasi; sedangkan insentif positif menggunakan hadiah. Insentif
moneter (monetery incentive), pengendalian dilakukan dengan mengaitkan kinerja
berdasarkan anggaran dengan kenaikan gaji, bonus, dan promosi. Ancaman pemecatan
merupakan sanksi ekonomi paling akhir bagi yang memiliki kinerja buruk. Insentif
nonmoneter (nonmonetery incentive), termasuk perluasan pekerjaan, penambahan
tanggung jawab dan otonomi, program pengakuan nonmoneter, dan sebagainya dapat
digunakan untuk meningkatkan sistem pengendalian anggaran.
3. Penganggaran partisipatif;
Penganggaran partisipatif (participative budgeting) memberikan kesempatan bagi para
manajer untuk ikut menyusun anggaran. Penganggaran partisipatif memiliki tiga
masalah yang potensial :

14
a. Penetapan standar yang dapat terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
b. Memasukkan slack dalam anggaran (seringkali disebut mengamankan
anggaran atau pudding the budget).
c. Partisipasi semu.
4. Standar yang realistis;
Tujuan anggaran digunakan untuk mengukur kinerja; dengan demikian, tujuan harus
berdasarkan kondisi dan pengharapan yang realistis. Anggaran harus mencerminkan
kenyataan operasi, seperti tingkat aktivitas aktual, variasi musiman, efisiensi, dan
kecenderungan ekonomi secara umum.
5. Pengendalian biaya;
Biaya yang dapat dikendalikan (controllable cost) adalah biaya yang dapat dipengaruhi
oleh manajer bersangkutan.

6. Pengukuran kinerja yang beragam.


Seringkali organisasi membuat kesalahan dengan menggunakan anggaran sebagai satu-
satunya pengukur dari kinerja manajemen. Penekanan yang berlebihan pada pengukur
ini dapat menyebabkan perilaku disfungsional yang disebut perilaku miopia atau
milking the firm. Perilaku miopia (myopic behaviour) terjadi bila manajer mengambil
tindakan yang memperbaiki kinerja anggaran dalam jangka pendek tetapi
membahayakan perusahaan dalam jangka panjang. Cara terbaik untuk mencegah
perilaku miopia adalah dengan mengukur kinerja manajer manajer dari berbagai
dimensi, termasuk beberapa atribut jangka panjang.

15
BAB IV PENUTUP

1. Kesimpulan
Jadi penganggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam
bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang. Dimana anggaran
memiliki beberapa fungsi utama meliputi fungsi perencanaan,pelaksanaan dan
pengendalian. Dan terdapat pula beberapa sistem dalam menyusun anggaran. Didalam
menyusun anggaran,perusahaan harus membuat terlebih dahulu anggaran induk yang
meliputi anggaran operasional dan anggaran keuangan. Adapun manfaat dari
penganggaran ini sendiri adalah :

1. Angka laba yang dikehendaki oleh perusahaan


2. Sumber daya yang diharapkan dapat dihasilkan atau digunakan selama periode
anggaran yang akan datang
3. Memberikan landasan untuk pengambilan keputusan alternatif yang terbaik

16
DAFTAR PUSTAKA

http://indra-tam.blogspot.co.id/2015/12/penganggaran-untuk-perencanaan-dan.html
https://kinanzahirah.wordpress.com/category/akuntansi/penganggaran/

17