Anda di halaman 1dari 12

VERIFIKASI DAN KALIBRASI ALAT UKUR

I. TUJUAN
1. Mengerti istilah alat ukur, verivikasi dan kalibrasi.
2. Mengetahui metode kalibrasi alat ukur massa dan volume.
3. Dapat melakukan proses kalibrasi alat ukur yang ada di laboratorium.

II. TEORI

Pengertian Kalibrasi, Verifikasi dan Ketelusuran


Untuk memenuhi harapan pelanggan, jaminan mutu suatu produk atau jasa
menjadi penting bagi setiap perusahaan. Kontrol, kalibrasi/verifikasi dan pemeliharaan
instrument ukur atau alat uji merupakan bagian dari sistem standar mutu yang akan
menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan sehingga tidak berdampak buruk bagi
kehidupan manusia.
Verifikasi adalah proses dimana ditentukan persesuaian antara suatu peralatan
laboratorium dengan spesifikasi yang tertera untuk peralatan tersebut, termasuk
penentuan kesalahan (error) pada suatu titik atau lebih. (Sumardi, 2003)
Kalibrasi adalah memastikan kebenaran nilai-nilai yang di tunjukkan oleh
instrument ukur atau sistem pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu
bahan ukur dengan cara membandingkan dengan nilai kebenaran konvensional yang
diwakili oleh standard ukur, yang memiliki kemampuan telusur ke standar Nasional
maupun Internasional. (BBIA, 2002)
Sedangkan menurut Australian Standard, kalibrasi adalah semua operasi untuk
tujuan menentukan nilai kesalahan pengukuran alat, pengukuran bahan dan
pengukuran standar.
Kemampuan telusur (traceability) adalah kemampuan dari suatu hasil ukur
secara individu untuk dihubungkan dengan standar nasional/internasional untuk
satuan ukur atau sistem pengukuran yang disahkan secara nasional maupun
internasional melalui suatu rantai perbandingan yang tidak terputus.
Kalibrasi, verifikasi dan ketelusuran penting karena menyangkut mutu produk
yang dihasilkan. Contohnya pada proses pembuatan obat, pengukuran jumlah zat
aktif dalam obat dilakukan dengan menggunakan neraca, bila zat aktif yang
ditambahkan cukup berbahaya, maka kondisi over dosis dapat terjadi akibat
kesalahan dalam penimbangan yang disebabkan oleh neraca yang tidak terkalibrasi.
Pada aspek yang berhubungan dengan lingkungan, jumlah limbah yang melebihi nilai
ambang batas boleh jadi tidak terdeteksi karena instrumentasi pengukur limbah yang
tidak akurat dan memadai sehingga berdampak buruk bagi lingkungan.
Syarat Kalibrasi/Verifikasi
Kalibrasi dan verifikasi yang baik harus memenuhi beberapa syarat,
diantaranya:
Menggunakan standar acuan yang mampu telusur ke standar
nasional/internasional.
Metode kalibrasi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Personil kalibrasi yang terlatih, dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga
akreditasi.
Tempat/laboratorium kalibrasi yang terkondisi dan memenuhi persyaratan/
akreditasi.
Alat yang dikalibrasi dalam keadaan baik.

Metode Kalibrasi
Kalibrasi untuk keperluan akreditasi, harus dilaksanakan oleh institusi yang
memiliki otoritas khusus. Sedangkan untuk keperluan rutin cukup menggunakan
teknik kalibrasi yang sederhana, yang tidak memerlukan material standar dan tidak
memerlukan otoritas. Metode kalibrasi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Metode telusur ke Standar Acuan
2. Metode perbandingan
Kalibrasi dengan metode telusur ke standar acuan dilakukan dengan mengacu kepada
standar nasional maupun standar internasional. Sedangkan kalibrasi dengan metode
perbandingan dilakukan dengan membandingkan alat ukur yang dikalibrasi dengan
alat ukur yang sudah terkalibrasi (dibuktikan dengan sertifikat kalibrasi).

Standar Nasional atau Internasional


Pada kalibrasi diperlukan beberapa standar acuan yang mampu telusur. Beberapa
lembaga standar yang sering dijadikan acuan antara lain:
SNI (Standar Nasional Indonesia)
ISO (International Standard Organization)
ASTM (American Standard for Testing Material)
AS (Australian Standard)
JIS (Japanese Industrial Standard)
Instansi yang berhak melakukan kalibrasi internal adalah instansi yang sudah
terakreditasi, yang sudah memenuhi semua persyaratan untuk dapat melakukan
proses kalibrasi. Instansi yang dapat melakukan kalibrasi eksternal adalah instansi
yang ditunjuk oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), diantaranya yaitu BBIA, PPMB,
Puslit KIM Serpong, P.T. Sucofindo, dst.

Manfaat dan Tujuan Kalibrasi


Kalibrasi dilakukan dengan tujuan:

2
a. Menjamin mutu, dalam pengertian setiap produk memerlukan bukti bahwa
hasil ukurnya telah mampu ditelusur (traceable) pada standar nasional maupun
internasional.
b. Tidak terdapat cacat atau penyimpangan hasil ukur.
c. Menjamin kepentingan keselamatan manusia.
d. Menjamin kondisi alat ukur tetap sesuai dengan spesifikasinya.

Waktu Kalibrasi
Secara umum proses kalibrasi dilakukan pada:
1. Penggunaan alat baru.
2. Perpindahan tempat.
3. Setelah perbaikan
4. Suatu alat secara berkala berdasarkan aktu kalender, misal: 6 bulan sekali,
atau setahun sekali.
5. Suatu alat secara berkala berdasarkan lama/frekuensi pemakaian, misal: 1000
jam pakai, 2000 jam pakai.
6. Ketika suatu alat mengalami kejadian kecelakaan (terjatuh/terbentur) yang
mengkhawatirkan akan merubah kondisi alat.
7. Ketika hasil pengamatan suatu alat dipertanyakan.

Beberapa contoh waktu kalibrasi alat dan prosedur kalibrasi yang digunakan dapat
dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Contoh Waktu Kalibrasi Alat Dan Prosedur Kalibrasi.


No Alat Waktu Kalibrasi Prosedur Kalibrasi
1 Timbangan Analitik 1. Awal digunakan Kalibrasi menggunakan massa
atau pindah acuan(batu timbang) bersertifikat.
tempat
2. Setiap tahun
(disarankan)
3. 3 tahun sekali
(wajib)
2 Oven pengering dan 1. Awal digunakan 1,2, dan 3 Monitoring dan kalibrasi
furnace 2. Setiap tahun variasi suhu di ruang dalam
(disarankan) menggunakan termokopel
3. Dua tahun
terkalibrasi.
(wajib)

3 Alat ukur Gelas Awal digunakan Kalibrasi dengan air suling atau
raksa
4 Spektrofotometer 1. Awal digunakan 1 dan 2, Kalibrasi serapan nol,
2. Tiga bulan
UV-Vis dan AAS akurasi panjang gelombang, dan
3. Satu tahun
akurasi fotometrik
3, kalibrasi kondisi keseluruhan

3
Kalibrasi Alat Ukur
Kalibrasi alat ukur merupakan prosedur standar untuk menjaga kondisi alat ukur dan
bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya, antara lain:
1. Menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai penunjukkan suatu
instrument ukur atau deviasi dimensi nasional yang seharusnya untuk suatu
bahan ukur.
2. Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun
internasional.
Proses kalibrasi yang biasanya dilakukan mencakup:
1. Verifikasi
2. Validasi
3. Standar Kalibrasi
Pada dasarnya kalibrasi alat ukur dalam laboratorium kimia terdiri dari tiga yaitu:
a. Kalibrasi massa, seperti pada: neraca dan anak timbang
b. Kalibrasi Volume, seperti pada: labu ukur, pipet volume, pipet ukur, buret.
c. Kalibrasi suhu, seperti pada: thermometer, oven, furnace.

Verifikasi Neraca dan Anak Timbang


Verifikasi neraca dilakukan dengan parameter uji yang meliputi:
Kemampuan ulang pembacaan
Keseragaman skala
Pengaruh penyimpanan pada pinggan
Pengaruh pengenolan beban
Dan histerisis

4
Tabel 2. Kapasitas dan nilai toleransi Labu Ukur
menurut Tabel AS 2164-1978
Kapasitas Alat Toleransi (mL)
Kelas A Kelas B

(mL)
5 0.02 0.04
10 0.02 0.04
25 0.03 0.06
50 0.05 0.10
100 0.08 0.15
200 0.15 0.3
250 0.15 0.3
500 0.25 0.5
1000 0.40 0.8
2000 0.60 1.2

Tabel 3. Kapasitas dan nilai toleransi Pipet Volume


menurut Tabel AS 2166-1978
Kapasitas Alat Toleransi (mL)
Kelas A Kelas B

(mL)
0.5 0.005 0.01
1 0.008 0.015
2 0.01 0.02
3 0.015 0.03
5 0.015 0.03
10 0.02 0.04
15 0.025 0.05
20 0.03 0.06
25 0.03 0.06
50 0.05 0.1
100 0.08 0.15

5
Tabel 3. Waktu Alir dalam Pipet Volume
menurut Tabel AS 2166-1978
Kapasitas Alat Waktu alir (detik)
Kelas A Kelas B

(mL)
min max min max
0.5 10 20 4 20
1 10 20 5 20
2 10 25 5 25
3 10 25 5 25
5 15 30 7 30
10 15 40 8 40
15 20 50 9 50
20 25 50 9 50
25 25 50 10 50
50 30 60 13 60
100 40 60 25 60

III. ALAT DAN BAHAN

Alat percobaan
1. Neraca Analitik
2. Anak timbang
3. Kotak timbang
4. Beaker glass
5. termometer
6. pinset
7. pipet tetes
8. Alat gelas yang akan dikalibrasi (labu ukur, pipet volume)

Bahan percobaan
1. Aquadest

IV. LANGKAH KERJA

Persiapan
1. Siapkan lembar kerja secara lengkap
2. Bersihkan alat yang akan dikalibrasi.
3. Catat semua spesifikasi/identifikasi alat yang akan dikalibrasi.
4. Catat semua data kondisi lingkungan pada lembar kerja

6
5. Siapkan standar, neraca analitik, air suling, serta alat dan bahan lain yang
akan digunakan.

Verifikasi Alat Ukur Volume

To contain (Labu Ukur)


1. Siapkan labu takar yang akan dikalibrasi beserta tutupnya
2. Timbang bobot labu takar kosong beserta tutupnya, catat data yang diperoleh
3. Isi labu takar dengan air suling sampai sedikit di atas garis tera.
4. Bagian dalam atas labu takar diseka/lap dengan kerstas saring.
5. Labu takar dihimpitkan dengan cara meyedot kelebihan air dengan pipet tetes
hingga batas air berhimpit dengan garis tera.
6. Ditimbang bobot labu takar yang telah diisi air suling beserta tutupnya, catat
data yang diperoleh.
7. Suhu air suling diukur dan dicatat
8. Air suling di keluarkan dengan dipipet (hingga dibawah garis tera)
9. ulangi langkah 3-8 hingga diperoleh 5 kali pengulangan.

To deliver (Pipet Volume)


1. Cuci pipet volume sampai bersih, kemudian dikeringkan bagian luarnya
2. Dicuci beaker atau botol timbang sampai bersih, kemudian dibilas dengan
alkohol dan dikeringkan
3. Botol timbang ditimbang dan dicatat bobot kosongnya
4. Bilas pipet volume dengan air suling (min 2x).
5. Air suling dipipet dengan pipet volume sampai kira-kira 1 cm diatas tanda tera
6. Seka/lap bagian ujung bawah pipet dengan tissue kemudian air suling dalam
pipet dihimpitkan hingga tanda tera
7. Pindahkan air suling dalam pipet ke dalam botol timbang yang sudah diketahui
massa kosongnya (membentuk sudut 45o) sampai habis tanpa menambah atau
mengurangi laju aliran dan biarkan selama 10 detik setelah cairan turun
dengan alami.
8. Timbang dan cacat bobot air yang berada dalam botol timbang.
9. Suhu air suling di ukur segera setelah penimbangan.
10. Diulangi hingga diperoleh 5 data percobaan.

Verifikasi Alat Ukur Massa (Neraca Analitik)

Kemampuan ulang pembacaan


1. Neraca di-nol-kan, dicatat angkanya.
2. Diletakkan anak timbang dengan beban tertentu, catat sebagai M.

7
3. Angkat anak timbang, catat kembali titik nol sebagai Z
4. Ulangi langkah di atas hingga diperoleh 10 data penimbangan

Keseragaman Skala
5. Neraca di-nol-kan dengan menekan tombol tare/zero, dicatat
6. Diletakkan anak timbang standar pertama, catat
7. Anak timbang diangkat dan diganti/ditambah dengan yang lebih berat
8. Percobaan dengan 3 variasi berat penimbangan.

Pengaruh letak penyimpanan pada pinggan


1. Neraca di-nol-kan, catat angkanya.
2. Diletakkan anak timbang dengan beban tertentu di posisi tengah
pinggan, catat sebagai M.
3. Angkat anak timbang, dan dinolkan kembali
4. Ulangi langkah di atas dengan 4 posisi penimbangan yang berbeda
(depan, belakang, kanan, kiri)

Pengaruh fungsi pengenolan


Tanpa Pangenolan
1. Neraca di-nol-kan, dicatat sebagai Z1
2. Diletakkan anak timbang standar, dicatat
3. Anak timbang diangkat, dicatat titik nol kedua tanpa menekan tare kembali
sebagai sebagai Z2
4. Diletakkan anak timbang standar, dicatat
Tanpa Pengenolan
1. Neraca di-nol-kan, dicatat sebagai Z1
2. Diletakkan anak timbang standar, dicatat
3. Anak timbang diangkat, dicatat titik nol kedua dengan menekan tare
kembali sebagai sebagai Z2
4. Diletakkan anak timbang standar, dicatat.

V. DAFTAR PUSTAKA

Sulistiowati, Irmawati, K. 2006. Verivikasi Alat. Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.
Bogor.

8
LAPORAN HASIL VERIFIKASI LABU UKUR

No. ___/Lab_______-STTN/___/_____
Alat :________________________
Operator : ______________________ Merk :________________________
NIM : ______________________ Kapasitas :________________________
Suhu penunjukkan : _________________
Toleransi/Ralat menurut alat : _________
Grade/Kelas: ______________________
Tempat :______________________ T ruang : _____________
Tanggal :______________________ %RH : _____________
P udara : _____________

Metode Verifikasi:______________________________________________________

DATA HASIL VERIFIKASI

Timbangan yang digunakan : _____________


Suhu air suling : _______oC

Ulangan Massa (gram) Suhu (oC)


Labu Labu + Air Air Air Ruang
1
2
3
4
5

kapasitas Rerata Koreksi Koreksi Rerata vol Toleransi SD


massa air Tabel Tabel E3 air (mL)
E1/E2

Persyaratan kelas alat untuk labu ukur, menurut tabel AS 2164-1978


Persyaratan kelas A = _______ mL
Persyaratan kelas B = _______ mL

9
LAPORAN HASIL VERIFIKASI PIPET VOLUME

No. ___/Lab_______-STTN/___/_____
Alat :________________________
Operator : ______________________ Merk :________________________
NIM : ______________________ Kapasitas :________________________
Suhu penunjukkan : _________________
Toleransi/Ralat menurut alat : _________
Grade/Kelas: ______________________
Tempat :______________________ T ruang : _____________
Tanggal :______________________ %RH : _____________
P udara : _____________

Metode Verifikasi:______________________________________________________

DATA HASIL VERIFIKASI

Timbangan yang digunakan : _____________


Suhu air suling : _______oC

Ulangan Massa (gram) Suhu (oC) Waktu Alir (det)


wadah wadah + Air Air Air Ruang
1
2
3
4
5

kapasitas Rerata Koreksi Koreksi Rerata vol Toleransi SD


massa air Tabel Tabel E3 air (mL)
E1/E2

Persyaratan kelas alat untuk labu ukur, menurut tabel AS 2166-1978


Persyaratan kelas A = _______ mL
Persyaratan kelas B = _______ mL

10
LAPORAN HASIL VERIFIKASI NERACA ANALITIK

No. ___/Lab_______-STTN/___/_____
Alat :________________________
Operator : ______________________ Merk :________________________
NIM : ______________________ Kapasitas :________________________
Pembacaan terkecil: _________________
Toleransi/Ralat menurut alat : _________
Tempat :______________________ T ruang : _____________
Tanggal :______________________ %RH : _____________
P udara : _____________

Metode Verifikasi:______________________________________________________

1. Kemampuan Ulang Pembacaan


Ulangan ke- Pembacaan (g) Selisih (g)
Z M Anak Timbang = ____________ gram
1
2 Standar Deviasi = ____________ gram
3
4
5 Maks perbedaan pembacaan
6 berurutan = ____________ gram
7
8
9
10

2. Keseragaman Skala
Jumlah Massa (g) Pembacaan Rata-rata selisih Standar Koreksi
beban skala (g) massa skala

Koreksi maksimum = _________ gram

3. Pengaruh Penyimpanan pada Pinggan


Letak penyimpanan Massa (g) Selisih massa (g)
Tengah (std) Diameter pinggan =_____ cm
Depan
Belakang Selisih maks = _______ g
Kanan

11
kiri
Pengaruh Pengenolan Beban
4.
Tanpa pengenolan Dengan pengenolan
Beban Pembacaan Beban pembacaan
Z1 Z1
M M
M M
Z2 Z2
M-Z2 M-Z2
Pengaruh pengenolan = _______ g

Histerisis
5.
Beban di atas pinggan 1 2 3
Z1
M1
M + M
M2
Z2
M1-M2
Z1-Z2

Rerata M1-M2 (a) = _______ g

Rerata Z1-Z2 (b) = _______ g

Histerisis (a b) = _______g

12