Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KESEHATAN REPRODUKSI

( PERUBAHAN GENDER )

OLEH :
LIDIYA WINOVRISA (17340088P)

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
TAHUN 2017
NARASI

Di sebuah desa yang terletak di salah satu kecamatan di Mesuji Timur. Ada
sepasang suami istri yang hidup di rumah dinas salah satu sekolah. Si Ibu kita
sebut saja Ny A setiap hari bekerja di sebuah PT Sawit. Ny A setiap pagi jam
7.30 WIB berangkat bekerja dan pulang pada jam 15.00 WIB. Sedangkan sang
suami atau kita sebut saja Tn R bekerja sebagai seorang guru di sekolahan
tempat mereka tinggal. Tn R adalah guru mata pelajaran dimana berangkat
sekolah pukul 07.30 WIB sampai 13.00 WIB. Mereka dikaruniai seorang putra
yang sudah berumur 28 bulan.
Mereka berdua bekerja setiap hari kecuali hari libur dan hari minggu.
Setiap kali NYA bekerja sang anak ditinggalkan dengan ayahnya, saat ayah
mengajar terkadang harus berhenti sejenak untuk menceboki anak yang sedang
BAB. Saat si anak asyik bermain dengan teman-teman seumurannya sang ayah
meluangkan waktu untuk mencuci piring di rumah emudian melanjutkan
mengajar murid-murid yang sudah menunggu sang guru.
Setelah adzan zuhur berkumandang ayah pulang dengan si anak. Sampai
rumah ayah memandikan anak mereka makan bersama setelah makan ayah dan
anakpun tidur siang.
Tin.tin..tin. suara klakson motor berbunyi pertanda ibu sudah
pulang. Ibu masuk rumah kemudian berganti pakaian dan duduk didepan TV
sambil melepas lelah. Mendengar suara TV sang ayahpun terbangun, si ibu
berkata bajunya kok gak dicuci sekalian to yah ??. Ayah diam saja tanpa
menjawab sepatah katapun. Tidak lama si anak terbangun dan ikut menonton TV
bersama ibu.
Setelah agak lama menonton TV ayah mulai membawa pakaian kotor ke
kamar mandi dan memasukannya ke dalam mesin cuci. Setelah mesin cuci diputar
ayah ke halaman rumah untuk mencabuti rumput. Merasa jenuh di rumah ibu dan
anak jalan-jalan menggunakan motor.
Setelah suara mesin cuci tidak terdengar lagi ayah beranjak ke kamar
mandi untuk membilas pakaian kemudian mengeringkannya. Setelah selesai
menjemur pakaian ayah langsung mandi untuk menyegarkan badan.
Hari mulai senja ibu dan anak pulang ke rumah dengan membawa
sebungkus bakso,
ibu berkata Yah makan bakso aja ya,
si ayah menjawab kok Cuma satu ??
jawab ibu, tadi ibu sama adek sudah makan di warung nya
si ayah, ohhh..
Itu adalah cerita perubahan gender di daerah saya bertugas. Dari cerita
tersebut kita bisa mengambil segi positif maupun segi negative nya. Sebagai
suami istri yang sama-sama berkarir memang diperlukan kerjasama dalam
menyelesaikan tugas rumah tangga, seorang ayah tanpa segan membantu
mengerjakan pekerjaan rumah dari mencuci piring, mencuci baju, memandikan
anak, merawat anak bahkan menceboki anak dan hal itu mampu dilakukan bahkan
saat si ayah bekerja.
Walaupun sama-sama bekerja setidaknya saat berada di rumah si ibu
seharusnya tidak membiarkan sang ayah memegang pekerjaan rumah. Saat
seorang suami bisa mengerti dan mendukung seorang wanita bekerja seharusnya
si ibu juga tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita yang bisa merawat
anak dan suam serta rumah dengan baik walaupun tidak selihai ibu rumah tangga
yang tidak mendapat kesempatan berkarir.