Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

CHANDRA KUSUMA
HARMAN
SUBANDI
ILHAM WIJAYA
DIKIANSYAH
LUCKY AREMAWAN

1|Kelompok I
DAFTAR ISI

A. Cover... 1
B. Kata Pengantar. 2
C. Daftar Isi.. 3
D. BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang 4
2. Perumusan Masalah.... 4
3. Tujuan Penulisan. 4

E. BAB II PEMBAHASAN
1. Besaran yang sering digunakan dalam statika... 5
2. Macam-macam beban yang sering dijumpai dalam statika... 5
3. Macam-Macam Tipe Struktur..... 6
4. Macam-macam Tipe Perletakan. 9
5. Pedoman Tanda Dalam Perhitungan Statika.. 10
10
F. BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Sesuai Pembahasan...
b. Sesuai Materi Pembahasan 12
2. Saran 12
a. Sesuai Pembahasan
b. Sesuai Mater Pembahasan.. 12
G. Daftar Pustaka. 12
H. Lampiran Materi Power Point. 13

2|Kelompok I
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Statika Struktur Statis Tertentu ini.
Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas kami dalam mata kuliah
teknik sipil UMKT.

Pada kesempatan kali ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman teman,
dosen pembimbing, serta kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu guna
penyelesaian makalah ini. Kami sangat menyadari makalah ini masih belum menemukan
kata sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun guna hasil yang lebih baik lagi.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi kami dan bagi semua nya, semoga apa
yang kami bahas disini dapat dijadikan tambahan ilmu pengetahuan teman teman semua.
Terima kasih.

Penyusun Kelompok 1 Prodi Teknik Sipil UMKT

3|Kelompok I
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Statika adalah cabang dari ilmu mekanika teknik yang mempelajari hubungan gaya-
gaya atau pembebanan yang bekerja pada suatu sistem atau konstruksi yang dalam keadaan
diam/seimbang/statis. Ilmu statika sangat penting dalam dunia teknik sipil karena suatu
konstruksi atau proyek harus direncanakan supaya tetap dalam keadaan statis (tidak
begerak) walaupun sudah ada pembebanan atau gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi
tersebut, sehingga tidak membahayakan orang-orang yang akan memakai gedung tersebut.
Pada mata kuliah statika, tipe-tipe konstruksi yang dipelajari disederhanakan terlebih dulu,
dengan mengabaikan beberapa faktor seperti sifat bahan atau dimensi ketiga.

1.2 Perumusan Masalah

Agar kita semua bisa memahami statika khususnya Struktur Statis Tertentu antara
lain :

Besaran yang sering digunakan dalam statika


Macam-macam beban yang sering dijumpai dalam statika
Macam-Macam Tipe Perletakan
Macam-macam Tipe Struktur
Pedoman Tanda Dalam Perhitungan Statika

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini kami susun untuk memahami hal hal yang ada pada rumusan masalah yang
dilengkapi dengan uraian, ilustrasi dan contoh perhitungan. Diharapakan setelah membaca
makalah ini para mahasiswa mampu memahami hal-hal yang telah diuraikan didalam
makalah ini.

4|Kelompok I
1. Besaran Yang Sering Digunakan Dalam Statika

Besaran yang sering digunakan dalam Statika ada dua yaitu :

2. Macam-Macam beban Yang Sering Dijumpai Dalam Statika

1. Beban Terpusat
Beban terpusat adalah pembebanan paling sederhana. Pembebanan ini hanya bekerja pada
satu titik pegang dengan arah dan besaran tertentu.

2. Beban Merata
Beban merata adalah pembebanan yang bekerja di atas daerah tertentu dan dapat
mempunyai bentuk yang bervariasi (persegi panjang, segitiga, parabola). Pembebanan ini
dinotasikan degan q (kN/m). Besar gaya beban merata dihitung dengan cara mencari luasan
beban merata yang bekerja pada titik berat jenis beban merata.

3. Beban Segitiga
4. Beban Trapesium

5|Kelompok I
3. Macam-Macam Perletakan
Macam-macam Perletakan yaitu :

1. Perletakan Sendi.
Perletakan sendi sering disebut dengan engsel karena cara bekerja mirip dengan
carakerja engsel. Perletakan sendi mampu memberikan reaksi arah vertikal dan horizontal,
artinya Perletakan sendi dapat menahan gaya vertikal dan horizontal atau dengan kata lain
terdapat 2 buah variabel yang akan diselesaikan (Rv dan Rh). Perletakan sendi ini tidak dapat
menahan momen.
o Mampu menerima 2 reaksi gaya :
gaya vertikal (Fy)
gaya horisontal (Fx)
o Tidak dapat menerima momen (M).
o Jika diberi beban momen, karena sifat sendi, maka akan berputar.

V
H
Gambar Pemodelan tumpuan sendi

Perletakan sendi bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain perletakan pada
jembatan, sebagai contoh Perletakan pada jemabatan Kali Progo.

6|Kelompok I
Perletakan sendi pada jemabatan

2. Perletakan Rol.
Perletakan rol adalah Perletakan yang dapat bergeser ke arah horizontal
sehinggaPerletakan ini tidak dapat menahan gaya horizontal. Pada Perletakan terdapat roda
yang dapat begeser dimana berfungsi untuk mengakomodasi pemuaian pada konstruksi
sehingga konstruksi tidak rusak. Perletakan rol hanya mampu memberikan reaksi arah
vertikal, artinya Perletakan hanya dapar menahan gaya vertikalnya saja, sehingga hanya
terdapat 1 buah variabel yang akan diselesaikan (Rv saja).
o Dapat memberikan reaksi berupa gaya vertikal (Ry = Fy)
o Tidak dapat menerima gaya horisontal (Fx).
o Tidak dapat menerima momen
o Jika diberi gaya horisontal, akan bergerak/ menggelinding karena sifat roll.

Gambar Pemodelan tumpuan Rol

Kita juga sering menjumpai perletakan rol dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai contoh
perletakan rol pada jembatan kali gajah wong.

7|Kelompok I
perletakan rol pada jembatan

3. Perletakan Jepit.

Perletakan jepit bisa dikonstruksikan seperti misalnya balok yang ditanam dalam
tembokkan atau sebagai Perletakan pada balok terusan (jepitan elastis). Perletakan jepit
dapat memberikan reaksi atau tahan terhadap gaya horizontal, vertikal dan bahkan mampu
memberikan reaksi terhadap putaran momen. Sehingga pada Perletakan jepit terdapat 3
buah variabel yang harus diselesaikan (Rv, Rh,danM)

o Dapat menerima semua reaksi:


gaya vertikal (Fy)
gaya horizontal (Fx)
momen (M)
o dijepit berarti dianggap tidak ada gerakan sama sekali.

H V

Gambar Pemodelan tumpuan Jepit

8|Kelompok I
Perletakan ini juga sangat sering kita jumpai dalam kehidupan kita sebagai contoh adalah balok yang
menempel pada kolom bangunan gedung.

4. Macam-macam dan Tipe Struktur


1 Balok (beam) adalah suatu batang struktur yang hanya menerima beban tegak raja,
dapatdianalisa secara lengkap apabila diagram gaya geser dan diagram momennya telah
diperoleh.
2 Kerangka kaku (rigid frame) adalah suatu struktur yang tersusun dari batang-batang yang
dihubungkan dengan sambungan kaku, dan dapat dianalisa secara lengkap apabila telah
diperoleh variasi gaya geser, gaya aksial dan momennya disepanjang rentangan seluruh
batang.
3 Rangy a batang (truss) adalah suatu struktur yang tersusun dari batang - batang yang
dihubungkan membentuk segitiga-segitiga, seluruh hubungan batangnya sendi, sehingga
gaya geser dan momen pada seluruh batangnya dihilangkan, dan dapat dianalisa secara
lengkap apabila gaya aksial (axsial forces) di seluruh batang telah diperoleh.

5. Pedoman Tanda Dalam Perhitungan Statika


Sistem Perjanjian tanda

Untuk menganalisa struktur dibuthkan suatu perjanjian tanda. Perjanjian tanda pada
dasarnya dapat dibagi dua yakni : perjanjian tanda yang sifatnya sementara dan perjanjian
tanda yang tetap ( ini merupakan suatu kesepakatan yang telah baku secara umum)
perjanjian tanda yg sifatnya sementara adalah perjanjian tanda yang dipakai pada
perhitungan reaksi perletakan/tumpuan. Sedangkan perjanjian tanda yang tetap adalah
perjanjian tanda yang dipakai untuk menghitung dan menggambar gaya gaya dalam.

Adapun perjanjian tanda sebagai berikut :

1. Untuk perhitungan reaksi perletakan (sementara)

9|Kelompok I
2. Untuk Perhitungan Gaya Dalam (tetap)

a. Gaya Normal (N)

Gaya Tekan bertanda negatif (-)

Gaya Tekan bertanda positif (+)

b. Gaya Lintang (Q)

Gaya lintang bertanda Negatif (-)

Gaya lintang bertanda Positif (+)

3. Gaya Dalam Momen

Gaya tekan bertanda Negatif (-)

10 | K e l o m p o k I
Gaya tekan bertanda Positif (+)

11 | K e l o m p o k I