Anda di halaman 1dari 3

Nama : Yudistiranda

Nim : 90400114133
Kelas : Akuntansi C

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

PENGERTIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH


Akuntansi keuangan daerah adalah proses pengidentifikasian, pengukuran,
pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari entitas pemerintah daerah-
pemda (kabupaten, kota, atau provinsi) yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka
pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak-pihak eksternal entitas pemda.

SISTEM PENCATATAN
Terdapat beberapa macam sistem pencatatan yang dapat digunakan, yaitu:
Single Entry
Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan sistem tata buku tunggal
atau tata buku. Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan
mencatatnya satu kali. Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat pada sisi
penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi
pengeluaran. Kelebihan sistem pencatatan single entry adalah sederhana dan mudah
dipahami, Kelemahannya, yaitu kurang bagus untuk pelaporan (kurang memudahkan
penyusunan laporan), sulit untuk menemukan kesalahan pembukuan yang terjadi, dan sulit
dikontrol.
Double Entry
Sistem pencatatan double entry sering disebut dengan sistem tata buku berpasangan.
Menurut sistem ini, pencatatan terhadap suatu transaksi dilakukan dua kali. Pencatatan
dengan sistem ini disebut dengan istilah menjurnal. Dalam pencatatan tersebut, sisi debit
berada disebelah kiri, sedangkan sisi kredit berada disebelah kanan. Setiap pencatatan harus
menjaga persamaan dasar akuntansi yang merupakan alat bantu untuk memahami sistem
pencatatan ini. Persamaan dasar akuntansi adaah sebagai berikut:
AKTIVA + BELANJA = UTANG + EKUITAS DANA + PENDAPATAN
Triple Entry
Sistem pencatatan triple entry adalah pelaksanaan pencatatan dengan menggunakan
sistem pencatatan double entry, ditambah dengan pencatatan pada buku anggaran. Jadi,
sementara sistem pencatatan double entry dijalankan, PPK SKPD maupun bagian keuangan
atau SKPKD juga mencatat transaksi tersebut pada buku anggaran, sehingga pencatatan
tersebut akan berefek pada sisa anggaran.
DASAR AKUNTANSI
Definisi pengakuan dalam akuntansi menurut SAP adalah proses penetapan
terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi
sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur aset, kewajiban, ekuitas dana,
pendapatan, belanja, dan pembiayaan, sebagaimana termuat dalam laporan keuangan entitas
pelaporan yang bersangkutan.
Kriteria minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk
diakui, yaitu:
1. Terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau
peristiwa tersebut akan mengalir keluar atau masuk ke dalam entitas pelaporan yang
bersangkutan.
2. Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau
diestimasi dengan andal.
Berbagai basis/dasar akuntansi atau sistem pencatatan antara lain:
Basis Kas
Seperti telah diuraikan sebelumnya, menetapkan bahwa pengakuan/pencatatan
transaksi ekonomi hanya akan dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan
pada kas. Apabila suatu transaksi belum menimbulkan perubahan pada kas, maka transaksi
tersebut tidak dicatat.
Basis Akrual
Basis akrual (accrual basis) adalah dasar akuntansi yang mengakui transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa tersebut terjadi (dan bukan hanya pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar). Oleh karena itu, transaksi-transaksi dan
peristiwa-peristiwa dicatat dalam catatan akuntansi dan diakui dalam laporan keuangan pada
periode terjadinya.
Basis Kas Modifikasian
Menurut butir (12) dan (13) Lampiran XXIX (tentang Kebijakan Akuntansi)
Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 disebutkan bahwa:
(12) Basis/dasar kas modifikasian merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual.
(13) Transaksi penerimaan atau pengeluaran kas dibukukan (dicatat atau dijurnal) pada
saat uang diterima atau dibayar (dasar kas). Pada akhir periode dilakukan penyesuaian
untuk mengakui transaksi dan kejadian dalam periode berjalan meskipun penerimaan
atau pengeluaran kas dari transaksi dan kejadian dimaksud belum terealisasi. Jadi,
penerapan basis akuntansi ini menurut bendahara pengeluaran mencatat transaksi
dengan basis kas selama tahun anggaran dan melakukan penyesuaian pada akhir tahun
anggaran berdasarkan basis akrual.
Basis Kas Modifikasian
Basis akrual modifikasian (modified accrual basis) mencatat transaksi dengan
menggunakan basis kas untuk transaksi-transaksi tertentu dan menggunkan basis akrual untuk
sebagian besar transaksi. Pembatasan penggunaan dasar akrual dilandasi oleh pertimbangan
kepraktisan.

SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH


Pada dasarnya siklus akuntansi keuangan daerah mengikuti siklus akuntansi yang
telah dijelaskan sebelumnya. Perbedaan yang ada adalah pada proses penyusunan laporan
keuangan pemda. Setelah menyusun neraca saldo setelah penyesuaian, dapat disusun laporan
Perhitungan APBD.

SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN


PERMENDAGRI NOMOR 13 TAHUN 2006
Sistem akuntansi pemerintah daerah menurut permendagri Nomor 13 Tahun 2006
Pasal 232 ayat (3) meliputi serangkaian prosedur, mulai dari proses pengumpulan data,
pencatatan, penggolongan, dan peringkasan atas transaksi dan/atau kejadian keuangan serta
pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat
dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Sistem akuntansi pemerintah
daerah secara garis besar terdiri atas empat prosedur akuntansi, yaitu: prosedur akuntansi
penerimaan kas, pengeluaran kas, selain kas, dan aset.