Anda di halaman 1dari 22

TUGAS MAKALAH

SCHIZOPHYTA

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK I

ELFIRA HARINGI
RAHMI ARDANI
ARDIN
ASMAN SADINO
AYU FITRIA
DIRSAN
DISSA ARYASANINDYA
EGA RINA
FADHIL MUHAMMAD
FILDA RUSTAM

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2013
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis memperoleh kesehatan

dan kekuatan untuk dapat menyelesaikan Tugas Makalah tentang Schizophyta

ini.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada

seluruh pihak, khususnya kepada dosen pembibing atas kebijaksanaan dan

kesediaannya dalam membimbing sehingga Tugas Makalah tentang

Schizophyta ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari sepenuhnya atas keterbatasan ilmu maupun dari segi

penyampaian yang menjadikan Tugas Makalah tentang Schizophyta ini masih

jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat

diperlukan dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini.

Kendari, November 2013

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3

BAB I ...................................................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 4

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 5

1.3 Tujuan ....................................................................................................... 5

BAB II ..................................................................................................................... 6

2.1 Karakteristik Umum Schizophyta ................................................................. 6

2.2 Pembagian Kelas dalam Schizophyta ............................................................ 6

A. Bacteria (Schizomycetes) ......................................................................... 6

B. Ganggang Biru (Cyanophyceae) ............................................................ 16

BAB III ................................................................................................................. 21

3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 21

3.2 Saran ....................................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 22


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Schizophyta yang merupakan salah satu divisi. Schizophyta memiliki

nama lain yaitu tumbuhan belah, dikarenakan dalam berkembang biakannya

melalui cara membelah diri. Jika dilihat dari segi evolusi, Schizophyta

merupakan kelompok tumbuhan yang paling tua dan paling primitif karena

ada pada tingkat perkembangan filogeni yang paling rendah.

Schizophyta sendiri terbagi menjadi dua kelas yaitu Schizomycetes atau

lebih dikenal dengan bakteri, dan kelas Cyanophyta atau ganggang biru.

Anggota-anggota dari divisi ini hanya berukuran mikroskopis, yaitu hanya

dapat di lihat di bawah lensa mikroskop. Bakteri dan ganggang biru sebagai

anggota dari divisi ini memiliki masing-masing karakteristik yang

membedakan antara keduanya.

Bakteri dibedakan lagi menjadi subkelas Eubacteria dan subkelas

Archaeobacteria. Jenis-jenis bakteri juga dibedakan lagi berdasarkan

bentuknya, cara memperoleh makanan, kebutuhannya terhadap oksigen,

jumlah dan letak flagel, dan suhu pertumbuhan. Bakteri pun memilki peranan

terhadap kehidupan, baik itu merugikan maupun menguntungkan. Sedangkan

ganggang biru merupakan mikroorganisme yang hubungan kekerabatannya

diduga lebih dekat dengan bakteri daripada dengan jenis algae

lainnya.Ganggang biru dibagi menjadi tiga bangsa, yaitu Chroococcales,


Chamaesiphonales dan Hormogonales. Sama halnya dengan bakteri

keberadaan ganggang biru juga memberikan suatu pengaruh terhadap

kehidupan. Ganggang biru memiliki peranan positif maupun negatif serta

merugikan atau menguntungkan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Karakteristik Umum Schizophyta ?

2. Bagaimana Pembagian Kelas dalam Schizophyta ?

3. Bagaimana pembagian Bakteri dan Alga Biru ?

4. Bagaimana manfaat dan kerugian dari Schizophyta bagi dunia Farmasi?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui karakteristik umum Schizophyta

2. Untuk mengetahui Pembagian Kelas dalam Schizophyta

3. Untuk mengetahui pembagian Bakteri dan Alga Biru

4. Untuk mengetahui manfaat dan kerugian Schizophyta bagi dunia Farmasi


BAB II

PEMBAHASAN

a. Karakteristik Umum Schizophyta

Schizophyta merupakan nama sebuah divisi untuk tumbuhan yang

mempunyai ciri khas yakni berkembang biak dengan membelah diri.

Schizophyta atau tumbuhan belah dari bahasa Latin schizere atau yang

dalam bahasa Yunani schizen berarti membelah dan phyton yang berarti

tumbuhan. Karakteristik lain tumbuhan belah ini adalah Organisme uniseluler,

protoplasma belum terdeferensiasi dengan jelas, inti belum tampak nyata, dan

plastida juga belum tampak jelas.

b. Pembagian Kelas dalam Schizophyta

Divisi Schizophyta terbagi ke dalam 2 kelas yaitu Bacteria

(Schizomycetes) dan Ganggang biru (Cyanophyceae, Schizophyceae, atau

Myxophyceae )

A. Bacteria (Schizomycetes)

Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup

yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta

umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

1. Ciri-ciri Bakteri

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk

hidup lain yaitu :


1. Organisme uniseluler

2. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron

umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.

3. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam

4. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel)

5. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya

mengandung peptidoglikan

6. Umumnya tidak memiliki klorofil

7. Hidup bebas atau parasit

8. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah

atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan

2. Struktur Bakteri

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:

1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) = dinding sel,

membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan

2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) = kapsul,

flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.


Struktur dasar bakteri :

1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan

polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi

bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram

negatif bila peptidoglikannya tipis).

2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma

tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.

3. Sitoplasma adalah cairan sel.

4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun

atas protein dan RNA.

5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan

yang dibutuhkan.
Struktur tambahan bakteri :

1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis

bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya

tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas

polisakarida dan air.

2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral

yang menonjol dari dinding sel.

3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang

menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih

pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan

hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis

pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.

4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan

mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses

fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan

fotosintesis.

5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.

6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram

positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan

bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi

genetik, dan ribosom.Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein

dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya,


suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan

endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

3. Bentuk Bakteri

Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil)

dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut

kokobasil.

Berbagai macam bentuk bakteri :

1. Bakteri Kokus :

a. Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal

b. Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan

c. Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi

empat.

d. Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus

e. Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan

membentuk rantai.

f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti

buah anggur
2. Bakteri Basil :

a. Monobasilyaitu berupa sel bakteri basil tunggal

b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteribasil berdempetan

c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk

rantai

1. Bakteri Spirilia :

a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang

b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup

c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma


4. Alat Gerak Bakteri

Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah

struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.

Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang

menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi

kehidupannya. Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri

dan letak yang berbeda-beda pula yaitu

1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu

2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi

3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung

4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri

5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri

Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan

peningkatan ukuran populasi.Faktorfaktor yang mempengaruhi pertumbuhan

bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah :

1. Suhu

2. Derajat keasaman atau pH

3. Konsentrasi garam

4. Sumber nutrisi

5. Zat-zat sisa metabolisme

6. Zat kimia

Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.


6. Cara Perkembangbiakan Bakteri

Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara

aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada

bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.

Pembelahan biner, proses ini mampu mereproduksi salinan genetik

dari sel induk secara tepat. Pada kondisi yang ideal, bakteri dapat membelah

satu kali setiap 20 menit atau sekitar 1 1021 anakan baru setiap harinya.

Reproduksi yang cepat ini memungkinkan bakteri dapat berkembang biak

menjadi sangat banyak dalam lingkungan yang menguntungkan seperti di

tempat berlumpur atau makanan yang lembap.

Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi

genetik dengan bakteri lainnya.Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi

genetik atau rekombinasi DNA.

Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen

saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.


2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel

bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu

bakteriofage (virus bakteri).

3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara

langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan

diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri

gram negatif.

7. Peranan Bakteri

Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang

menguntungkan maupun yang merugikan.

Menguntungkan:

1. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya

Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada

pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco

dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.

2. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia

colie).

3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu

Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar

tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.

4. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil

antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif,

Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri


gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk

pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan

Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai

bakteri.

5. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium

acetobutylicum

6. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh

dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia

bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan

hormon.Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas

yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang

dibutuhkan tanaman.

7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan

sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas.

Contohnya methanobacterium

Merugikan :

1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum

2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis

(penyebab penyakit TBC), Vibrio cholerae (penyebab kolera atau

muntaber), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus) dan

Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra)


3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab

penyakit antraks pada sapi)

4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas

solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung

dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada

tumbuhan)

B. Ganggang Biru (Cyanophyceae)

Ganggang hijau biru termasuk kedalam monera, karena struktur

selnya sama dengan struktur sel bakteri, yaitu bersifat prokariotik. Ganggang

hijau biru berukuran mikroskopis, keberadaanya tersebar luas dan banyak

ditemukan di perairan tanah yang lembab, permukaan dinding tembok, pot,

batu karang yang lembab.Bahkan ditemukan pula di tempat yang kurang

menguntungkan lingkungannya.

1. Ciri ciri dan sifat ganggang hijau biru

a) Tumbuhan bersel satu, berbentuk benang (filamen) dan hidup berkoloni

b) Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari

fikosianin dan fikoeritin (sering disebut ganggang hijau biru)

c) Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulosa,

kadangkadang berlendir

d) Inti sel tidak memiliki membran (prokarion)


e) Pada umumnya tidak bergerak (gerakan merayap atau meluncur pada

alas yang basah)

f) Tidak mempunyai bulu cambuk (gerakan adanya kontraksi tubuh dan

pembentukan lendir)

g) Perkembangbiakan vegetatif (membelah)

2. Klasifikasi Kelas Chyanophyceae dibagi menjadi 3 ordo, yaitu :

a. Ordo :Croococcales

ciri ciri :

a. Berbentuk tunggal tanpa spora

b. Memiliki warna biru kehijauan

c. Membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok

d. Terbagi dalam famili Chroococcaceae,

e. Contoh : Chroococcus turgidius, Ganggang ini biasanya hidup di dasar

kolam yang tenang, tembok yang basah atau cadas. Biasanya sel-

selyang muda tetap bersatu karena ada selubung yang mengikatnya.

Pembiakan secara vegetatif, dengan membelah diri. Setelah

pembelahan, sel-sel tetap bergandengan sehingga membentuk koloni.

b. Ordo : Chamaesiphonales

ciri ciri :

a. Bersel tunggal atau koloni berbentuk benang dan mempunyai spora

b. Apabila lingkungan tidak sesuai maka membentuk sel-sel awetan dengan

menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dinding sel


c. Ordo :Hormogonales

ciri ciri :

a. Sel merupakan koloni yang berbentuk benang (filamen)

b. Mempunyai percabangan semu dan jarang mempunyai percabangan

sejati

c. Benang-benang selalau dapat hormogonium

d. Terbagi dalam tiga famili, yaitu :

1. Oscillatoriaceae dan didalamnya terbagi lagi menjadi genus

:Oscillatoria. Ciri ciri Oscillatoria (sel berbentuk bulat dan

membentuk koloni yangberlendir, hidup dalam air atau diatas tanah

yang basah)

2. Rivulariaceae, terbagi dalam genus :Rivularia. Ciri cirinya : koloni

tampakadanya polaritas

3. Nostacaceae, terbagi dalam genus :

a. Nostoc , dapat menambat N di udara dan bersimbiosis dengan

fungi membentuk Lichenes. Contoh : Nostoc commune, N.

shepaeroides

3. Anabaena, menambat N di udara dan bersimbiosis dengan tumbuhan lain. Cara

Perkembangbiakan Ganggang Hijau Biru


1. Pembelahan sel

Melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung

membentuk koloni Misal: Gloeocapsa.

2. Fragmentasi

Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuhtumbuhan yang

kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama pada

ganggang Oscillatoria. Pada filamen yang panjang, bila salah satu

selnya mati, maka sel mati itu membagi filamen menjadi dua bagian atau

lebih.Masing-masing bagian disebut Hormogonium.

3. Spora

Pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang

sebenarnya merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena

penimbunan zat makanan.Contoh: Chamaesiphon comfervicolus.

4. Peranan/Manfaat

a. Sebagai vegetasi perintis hal ini karena ganggang tersebut mampu/dapat

mengawali kehidupan sebelum organisme lainnya dapat hidup di suatu

tempat.
b. Sejumlah ganggang hijau biru berfilamen (bentuk benang) dapat

mengikat nitrogen (N2) bebas dari atmosfer dan diubah menjadi amoniak

(NH3). Hal ini dilakukan juga di dalam heterokista, sehingga dapat

berperan dalam proses menyuburkan tanah.

c. Jenis ganggang yang bermanfaat antara lain :

1. Nostoc : Perendaman sawah selama musim hujan

mengakibatkanNostoc tumbuh subur dan memfiksasi N2 dan udara

sehinggadapat membantu penyediaan nitrogen yang digunakan

untukpertumbuhan padi.

2. Anabaena azollae : Hidup bersimbiosis dengan Azolla pinata

(pakuair). Paku air mendapat keuntungan berupa amonia hasil

fiksasinitrogen oleh Anabaena azollae.

3. Spirullina : Ganggang ini mengandung kadar protein yang

tinggi,sehingga dijadikan sumber makanan.


BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dalam makalah ini yaitu Schizophyta

merupakan nama sebuah divisi untuk tumbuhan yang mempunyai ciri khas

yakni berkembang biak dengan membelah diri, Karakteristik dari tumbuhan

belah ini adalah Organisme uniseluler, Memiliki ukuran tubuh yang

bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata

1 s/d 5 mikron, Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam, Prokariot (tidak

memiliki membran inti sel), yang hidupnya kosmopolit diberbagai

lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan, Umumnya tidak

memiliki klorofil, Hidup bebas atau parasit, Bakteri ada yang menguntungkan

tetapi ada pula yang merugikan sedangkan ganggang biru termasuk kedalam

monera, karena struktur selnya sama dengan struktur sel bakteri, yaitu

bersifat prokariotik.

2. Saran

Kritik dan saran yang membangun diperlukan untuk kesempurnaan

tugas-tugas selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Bold, H.C., C.J. Alexopoulus, T. Delevoryas, 1987. Morphology of Plants and


Fungi.Fifthedition.Harper and Row Publishers. New York.

Duta, A.C. 1968. Botany for Degree Students.Oxford University Press.Bombay-


Calcuta-Madras.

Dwidjoseputro. 1992. Dasar-dasar Mikrobiologi. Erlangga: Jakarta.

John, K. 1992. Biologi. Erlangga: Jakarta.

Michel, J.P., dan E. C. S. Chan. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. Universitas


Indonesia: Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1986. Taksonomi Tumbuhan (Taksonomi khusus). Bhratara:


Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai