Anda di halaman 1dari 25

HUBUNGAN GEOSTRATEGI DAN KETAHANAN NASIONAL

Disusun oleh:

Lilianita Hariono Ningrum

NPM:14430225

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat

dan karunia-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini sebagai tugas mata

kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Shalawat dan salam kami junjungkan kepada

Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan makna bagi kehidupan di dunia ini.

Penulisan makalah ini merupakan perwujudan dari hasil pemahaman kami

berdasarkan dari beberapa sumber bacaan yang telah kami baca dan kami telah berusaha

menyajikan isi makalah sesuai yang diharapkan oleh dosen pembimbing. Makalah ini kami

susun dengan judul Hubungan Geostrategi dan Ketahanan Nasional

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, ini disebabkan karena

terbatasnya ilmu yang kami miliki. Untuk itu masukan dari berbagai pihak sangat kami

harapkan demi perbaikan di masa mendatang.

Demikianlah makalah ini kami susun, semoga dapat berguna dan memberikan banyak

manfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca untuk memperluas wawasan.

Surabaya, November 2014

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Setiap bangsa harus memiliki usaha untuk mempertahankan eksistensi dan berjuang
untuk mewujudkan cita-citanya. Maka, diperlukan pemahaman tentang geopolitik dan
geostrategis. Geopolitik adalah cara mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan
konstelasi geografis. Sedangkan geostrategi adalah salah satu cara atau pendekatan
dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan
tujuan nasional.
Geostrategi merupakan hal penting bagi setiap bangsa, karena setiap bangsa
membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negaranya sebagai tempat
menetap rakyat dan tempat pemerintahan melakasanakan kegiatan, menentukan
kebijakan, dan melakukan pembangunan sehingga bangsa tersebut menjadi bangsa
yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara
negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan
untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial.

Geostrategi Indonesia adalah strategi bangsa Indonesia dalam memanfaatkan


wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk mencapai
tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.

Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi Ketahanan


Nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi bangsa Indonesia memiliki
pengertian bahwa konsep ketahanan nasional merupakan pendekatan yang digunakan
bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita
dan tujuan nasionalnya.
2. PERMASALAHAN
1. Apa pengertian geostrategi?
2. Apa pengertian ketahanan nasional?
3. Apa pengaruh aspek ketahanan nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

3. TUJUAN
1. Memahami pengertian geostrategi.
2. Memahami pengertian ketahanan nasional.
3. Memahami pengaruh aspek ketahanan nasional dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Geostrategi
Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk
mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD
1945, melalui proses pembangunan nasional.
Geostrategi adalah tentang pelaksanaan kekuasaan terutama atas ruang kritis
di permukaan bumi;. Tentang kehadiran politik atas sistem internasional. Ini bertujuan
untuk meningkatkan keamanan dan kemakmuran setiap orang, tentang membuat
sistem internasional yang lebih makmur; tentang membentuk bukannya di bentuk.
Geostrategi adalah tentang mengamankan akses terhadap rute perdagangan tertentu,
kemacetan strategis, sungai, pulau-pulau dan laut. Hal ini membutuhkan campur
tangan militer yang luas, biasanya ditandai dengan pembukaan markas militer di luar
negeri dan pembangunan kapal-kapal perang yang mampu memproyeksikan kekuatan
di sektor laut. Hal ini juga memerlukan jaringan aliansi dengan kekuatan besar lain
yang berbagi satu tujuan atau dengan 'negara lynchpin' yang lebih kecil yang terletak
di daerah yang dianggap penting. (James Rogers and Luis Simn, "Think Again:
European Geostrategy")
Geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara
(Poernomo, 1972), yang pada awalnya diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan
militer. Hal ini tentunya berkaitan dengan arti strategi itu sendiri, yaitu ilmu atau seni
tentang jenderal (the art of generalship). Strategi itu sendiri semula banyak
dikembangkan oleh kaum militer, yakni bagaimana memenangkan perang. Namun
kini istilah strategi lebih popular pula di kalangan ekonom, industialis, bahkan para
ahli pendidikan. Jadi pemikiran strategi kini diartikan bagaimana kita akan
memenangkan pasar untuk keperluan produk kita dan sekaligus untuk meyakinkan
kita bahwa bahan baku lebih terjamin lebih lama (sampai lebih dari 20 tahun) dari
awal perhitungan kita, serta bagaimana kita menggunakannya seefektif mungkin
(Pearson, 1990: 2).
Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan
cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang
bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan
terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman dan
bermartabat. Sir Balford Mackinder (1861-1947), guru besar geostrategi indonesia
Universitas London teori yang dikembangkannya tentang geostrategi continental,
merupakan teori yang saat ini digunakan oleh negara-negara maju maupun negara-
negara berkembang (Suradinata, 2005:10).

2. Geostrategi Indonesia
Konsepsi geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno
pada tanggal 16 Juni 1948 di Kotaraja (kini Banda Aceh) setelah menerima defile
Angkatan Perang (militer) dalam rangka kunjungan kerja ke daerah Sumatra yang
belum/tidak diduduki Belanda (Basry, 1995: 50-51). Namun sayangnya gagasan
beliau kurang/tidak dikembangkan oleh para pejabat bawahan karena seperti kita
ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948. Setelah
pengakuan kemerdekaan pada tahun 1950 garis besar pembangunan politik kita
adalah nation and character building, yang sebenarnya merupakan pembangunan
jiwa bangsa. Dapat pula dikatakan bahwa geostrategi indonesia adalah memanfaatkan
segenap kondisi geografi indonesia untuk tujuan politik dan hal itu secara rinci
dikembangkan dalam pembangunan nasional (Suradinata, 2005:33; Armawi,
2005:1)

3. Ketahanan Nasional
Pengertian Ketahanaan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa
yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dan menghadapi dan mengatasi segala ancaman,
gangguan, hambatan, tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri,
yang langsung maupun yang tidak langsung membahayakan integritas dan identitas
kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mengejar tujuan
nasional Indonesia (Suradinata: 2005: 47). Berdasarkan uraian tersebut, maka
geostrategi pada hakikatnya ialah memanfaatkan segenap kondisi geografi atau letak
Indonesia untuk tujuan politik, dan hal itu secara rinci lebih dikembangkan dalam
pembangunan nasional. Jadi jelas bahwa dalam menyusun strategi suatu kesatuan
negara diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan mempertahankan
integritas bangsa dan wilayah tumpah negara Indonesia, mengingat kemajemukan
bangsa indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara negara indonesia,
maka geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanaan Nasional. (Kaelan,
Zubaidi Achmad, 2010, hal 145-146).

4. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara


a. Pengaruh Aspek Ideologi
Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan
gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan
yang menyeluruh dan sistematismyang menyangkut bidang politik, bidang
Sosial, bidang Kebudayaan, bidang Keagamaan (Soemargono : 8).
b. Pengaruh Aspek Politik
Sejalan dengan pengertian ketahanan nasional secara umum, maka
pengertian ketahanan nasional bidang politik adalah kondisi dinamis suatu
bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan potensi nasional menjadi kekuatan nasional, sehingga dapat
menangkal dan mengatasi segala kesulitan dan ganguan yang dihadapi oleh
negara baik yang berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri.
c. Pengaruh Aspek Ekonomi
Bidang ekonomi merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam
rangka mencukupi kebutuhannya di samping alat pemuas kebutuhan yang
terbatas. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai bidang antara
lain permintaan, penawaran, produksi, distribusi barang dan jasa.
Bidang ekonomi tidak bisa dilepaskan dengan faktor-faktor lainnya yang
saling berkaitan. Perekonomian selain berkaitan dengan wilayah geografi
suatu negara, juga sumber kekayaan alam, sumber daya manusia, cita-cita
masyarakat yang lazimnya ideologi, akumulasi kekuatan, kekuasaan, serta
kebijaksanaan yang akan diterapkan dalam kegiatan produksi dan distribusi,
nilai sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang memberikan jaminan
lancarnya roda kegiatan ekonomi suatu bangsa. Prises tersebut akan
mempunyai dampak positif dalam arti meningkatkan kesejahteraan suatu
bangsa manakala kegiatan ekonomi itu terselenggara dalam posisi
keseimbangan antara permintaan dan penawaran, distribusi barang dan jasa
(Parmono, 1995).
d. Pengaruh Aspek Sosial Budaya
Istilah sosial budaya menunjukkan kepeda dua segi utama kehidupan
bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan atau sosial dan segi kebudayaan
atau budaya.
Pada hakekatnya sosial adalah pergaulan hidup manusia dalam
bermasyarakat, yang memiliki nilai-nilai kebersamaan, senasib
sepenanggungan, dan solidaritas sebagai alat pemersatu. Bangsa Indonesia
adalah masyarakat Negara Indonesia dengan satu nasib sepenanggungan, serta
memiliki cita-cita bersama dalam kesatuan wilayah Indonesia.
Budaya pada hakekatnya adalah sistem nilai sebagai hasil cipta, rasa,
dan karsa manusia. Masyarakat budaya akan membentuk pola budaya, serta
focus budaya. Bahwa budaya Indonesia pada hakekatnya adalah satu, sedang
corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang
menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, yang
hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.
Menurut Koentjaraningrat produk kebudayaan dibedakan atas tiga
macam, yaitu :
1) Sistem nilai, gagasan-gagasan atau sistem pemikiran yang bersifat
abstrak yang hanya mampu difahami, dimengerti, dan dipikirkan.
2) Benda-benda budaya, yaitu suatu karya kebudayaan manusia yang
berupa benda-benda, baik berupa prasasti, candi, lembaran sejarah,
pusaka, rumah, kerajinan, benda seni, dan lain sebagainya.
3) Suatu sistem interaksi antar manusia dalam kehidupan bersama atau
sering diistilahkandengan kehidupan sosial. Manusia berinteraksi
antara satu dengan lainnya untuk memenuhi kebutuhannya, ekspresi,
kerjasama atau untuk memenuhi hasrat emosi dan lain
sebagainya.Yang terakhir ini diistilahkan dengan sistem sosial
(Koentjaraningrat, 1987).
Melalui budayanya itulah manusia berkarya, sehingga manusia mnjadi
makhluk yang berbudaya, terhormat, dan beradab. Melalui kebudayaan
kehidupan manusia menjadi serasi, selaras serta mempunyai dinamika yang
normative menuju taraf kehidupan yang lebih tinggi.
e. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan
Bangsa dan negara Indonesia dalam memenuhi tujuannya
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pertahanan dan keamanan adalah
suatu kebutuhan yang mutlak harus diwujudkan. Pertahanan dan keamanan
merupakan upaya preventif untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan
bangsa dan negara Indonesia dari berbagai rongrongan, tekanan, maupun
gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negara Republik
Indonesia. Menurut deklarasi Bangsa Indonesia yang tertuang dalam
Pembukaan UUD 1945, bahwa negara berkewajiban melindungi segenap
banga dan seluruh tumpah darah negara Indonesia.
Pertahanan mengandung makna suatu kemampuan bangsa untuk
membina dan menggunakan kekuatan nasional guna menghadapi ataupun
menangkal rongrongan, gangguan, ancaman maupun tekanan dari luar.
Adapun keamanan mengandung arti kemampuan bangsa untuk membina dan
menggunakan kekuatan nasional untuk menghadapi serta menangkal ancaman,
gangguan, dan tantangan yang datang dari dalam negeri.
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya
seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara
Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi
kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan
denagn menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi nasional
secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan
keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama pemerintahan
dan Negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya.
Tujuannya adalah untuk menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam
rangka mewujudkan Ketahanan Naional Indonesia.
Wujud ketahanan, pertahanan, dan keamanan tercermin dalam kondisi
daya tangkal bangsa yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat.
Kondisi ini mengandung kemampuan bangsa dalam memelihara stabilitas
pertahanan dan keamanan negara, mengamankan pembangunan dan hasil-
hasilnya, serta mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara dan menangkal
segala bentuk ancaman. Sejalan dengan pengertian ketahanan nasional,
ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah suatu keuletan
dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela
negara. Hal ini merupakan perjuangan rakyat semesta, di mana seluruh potensi
dan kekuatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian
disusun dan dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi dan terkoordinasi untuk
menjamin penyelenggaraan sistem keamanan nasional, dan dan menjamin
kesinambungan pembangunan nasional serta kelangsungan hidup bangsa dan
negara Indonesia, yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan
dasar falsafah Pancasila. Hal itu didasari oleh prinsip-prinsip nilai yang
merupakan dasar keyakinan dan kebenaran bagi kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Prinsip-prinsip tersebut yakni :
1. Pandangan bangsa Indonesia tentang perang dan damai.
2. Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dilandasi oleh landasan ideal nilai-nilai Pancasila, landasan
konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nusantara.
Bangasa Indonesia berhak dan wajib mempertahankan kemerdekaan dan
kedaulatan negara, keutuhan bangsa dan wilayah, terpeliharanya
keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional.
3. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan suatu upaya nasional
terpadu. Hal ini melibatkan segenap potensi dan kekutan nasional.
4. Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia diselenggarakan
denagn Siskamnas (Sishankamrata). Hal ini bersifat total, kerakyatandan
kewilayahan.
5. Segenap kekutan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat
semesta diorganisasikan dalam suatu wadah tunggal yang dinamakan
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian Republik Indonesia
(Polri).

BAB III
PEMBAHASAN

1. Pengertian Geostrategi
Geostrategi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi diartikan
sebagai usaha dengan menggunakan segala kemampuan atau sumber daya baik SDM
maupun SDA untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam kaitannya
dengan kehidupan suatu negara, geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-
aturan untuk mewujdkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang
memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan
keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih
baik, lebih aman dan bermartabat.
Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk
mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD
1945, melalui proses pembangunan nasional.
Oleh karena itu geostrategi Indonesia sebagai suatu cara atau metode dalam
memanfaatkan segenap konstelasi geografi negara Indonesia dalam menentukan
kebijakan, arahan serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan seluruh bangsa dengan
berdasar asas kemanusiaan dan keadilan sosial.
1.1 Konsepsi Geostrategi Indonesia
Konsep geostrategi Indonesia pada hakekatnya bukan mengembangkan
kekuatan untuk penguasaan terhadap wilayah di luar Indonesia atau untuk
ekspansi terhadap negara lain, tetapi konsep strategi yang didasarkan pada
kondisi metode, atau cara untuk mengembangkan potensi kekuatan nasional
yang ditujukan untuk pengamanan dan menjaga keutuhan kedaulatan Negara
Indonesia dan pembangunan nasional dari kemungkinan gangguan yang
datang dari dalam maupun dari luar negeri. Untuk mewujudkan geostrategis
Indonesia akhirnya dirumuskan Bangsa Indonesia dengan Ketahanan Nasional
Republik Indonesia.
1.2 Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia
Konsep geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung
Karno pada tanggal 10 Juni 1948 di Kotaraja. Namun sayangnya gagasan ini
kurang dikembangkan oleh para pejabat bawahan, karena seperti yang kita
ketahui wilayah NKRI diduduki oleh Belanda pada akhir Desember 1948,
sehingga kurang berpengaruh. Dan akhirnya, setelah pengakuan kemerdekaan
1950 garis pembangunan politik berupa Nation and character and building
yang merupakan wujud tidak langsung dari geostrategi Indonesia yakni
sebagai pembangunan jiwa bangsa. Berikut beberapa tahapan geostrategi
Indonesia dari awal pembentukan hingga sekarang.
1. Pada awalnya, geostrategi Indonesia digagas oleh Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Konsep
geostrategi Indonesia yang terumus adalah pentingnya pengkajian
terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang
ditandai dengan meluasnya pengaruh komunis. Geostrategi Indonesia
pada saat itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan
membangun kemampuan territorial dan kemampuan gerilya untuk
menghadapi ancaman komunis di Indonesia.
2. Pada tahun 1965-an Lembaga Ketahanan Nasional mengembangkan
konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai
berikut: bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep
strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, juga
pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal
ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal
maupun eksternal. Gagasan ini agak lebih progresif tapi tetap terlihat
sebagai konsep geostrategi Indonesia awal dalam membangun
kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan pengangguh bahaya.
3. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan
pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan
konstitusi Indonesia. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia
dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan
nasional dalam menciptakan kesejahteraan menjaga indentitas
kelangsungan serta integritas nasional.
4. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan dalam
bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi metode dan
doktrin dalam pembangunan nasional.

1.3 Tujuan Geostrategi Indonesia


Berbagai konsep dasar serta pengembangan geostrategi Indonesia pada
dasarnya bertujuan untuk:
1. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang
berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya, bahkan aspek-
aspek alamiah. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistansi hidup
Negara dan Bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan
nasional.
2. Menunjang tugas pokok pemerintah Indonesia dalam :
a) Menegakkan hukum dan ketertiban (law and order)
b) Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and
prosperity)
c) Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and
prosperity)
d) Terwujudnya keadilan hukum & keadilan sosial ( yuridical
justice & social just ice)
e) Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri
(freedom of the people)

2. Pengertian Ketahanan Nasional


Ketahanan Nasional ditinjau secara antropologis mengandung arti kemampuan
manusia atau suatu kesatuan kemampuan manusia untuk tetap memperjuangkan
kehidupannya. Rumusan ketahanan nasional sebagaimana disusun oleh Lemhamnas
(Sumarsono, dkk, 2007) adalah: Ketahanan Nasional Indonesia adalah kondisi
dinamis Bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek, kehidupan nasional yang
terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, baik yang datang dari luar maupun
dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2.1 Latar Belakang Ketahanan Nasional Indonesia
Letak kepulauan Indonesia yang strategis sejak dulu kala, memberikan
kemudahan sarana untuk berperan dalam percaturan hubungan antar bangsa di
sekitar Indonesia. Kedatangan Bangsa Eropa yang saling berebut pengaruh
mulai bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, sampai bangsa Asia seperti
Jepang menunjukkan bahwa wilayah Nusantara banyak memberikan aspirasi
kepada berbagai bangsa di dunia untuk memperebutkan dan menguasainya.
Disamping keinginan bangsa lain untuk menguasai Indonesia, bukan
sesuatu yang mudah untuk meyakinkan bangsa Indonesia secara menyeluruh,
bahwa negara yang di Proklamasikan mampu mengantar cita-cita dan tujuan
perjuangan bangsa Indonesia. Hal ini terbukti adanya pemberontakan PKI
madiun 1948, serta pergolakan lain untuk memisahkan diri dari NKRI, seperti
adanya gerakan Aceh Merdeka, atau keinginanan mendirikan Papua Merdeka
menunjukkan bahwa ancaman dari dalam terhadap keutuhan NKRI ternyata
masih terjadi fluktuasi, yang sampai saat ini masih terjadi.
Kenyataan geografis yang strategis serta pengalaman sejarah mulai
sebelum dan sesudah proklamasi 1945, memberikan aspirasi kepada Bangsa
Indonesia untuk membangun ketahanan nasional di masa kini dan masa yang
akan datang. Ketangguhan dan keuletan dari SDM bangsa Indonesia, SDA
yang ada, serta kondisi alamiah membentuk ketahanan nasional.
2.2 Konsepsi Ketahanan Nasional
1) Model Astagrata
Model ini terdiri atas unsur-unsur yang mencakup aspek alamiah dan
terdiri dari tiga unsur yang disebut sebagai trigatra, dan terdiri atas
unsur-unsur yang mencakup aspek kemasyarakatan yang dinamakan
pancagatra karena terdiri dari lima unsur.
A. Trigatra aspek kehidupan alamiah
1. Gatra Letak Geografis Negara Indonesia
Letak geogragis negara Indonesia dikelompokkan
dalam 4 gugusan yaitu:
a. Gugusan Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
b. Gugusan Kepulauan Maluku, terdiri dari halmahera, Ternate,
Tidore, Seram Buru, dan pulau-pulau di sekitarnya.
c. Gugusan Kepulauan Sunda Kecil meliputi pulau Bali, Lombok,
Sumbawa, dan sekitarnya
d. Gugusan Kepulauan Sunda Besar meliputi Pulau Sumatra,
Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan pulau- pulau kecil di
sekitarnya.
2. Gatra Keadaan dan Kekayaan Alam
Kekayaan alam merupakan potensi yang mampu
mendukung dinamika ketahanan nasional. Pemanfaatan kekayaan
alam yang baik dan maksimal sangat diperlukan untuk kelangsungan
generasi berikutnya.
3. Gatra Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Penduduk merupakan faktor dominan terwujudnya ketahanan
nasional yang tangguh, karena gatra lain sangat tergantung pada
kualitas penduduk.
B. Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial
1. Gatra Ideologi
Pancasila yang kita yakini kebenarannya akan mampu
mengantar bangsa Indonesia mewujudkan cita-cita maupun tujuan
nasional bangsa Indonesia
2. Gatra Politik
Pemerintahan dan kebijakan di dalamnya hendaknya tetap
berpihak pada kepentingan nasional dengan mengutamakan
kepentingan kelompok serta individu. Semua harus dilaksanakan
secara transparan dan demokratis.
3. Gatra Ekonomi
Amanat UUD 1945 telah jelas menggariskan perekonomian
rakyat, seperti pada pasal 33 UUD 1945 menyebutkan
Perekonomian disusun bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
4. Gatra Sosial Budaya
Pada hakekatnya sosial adalah pergaulan hidup manusia dalam
bermasyarakat yang memiliki nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas
sebagai alat pemersatu.
Budaya pada hakekatnya adalah sistem nilai sebagai hasi cipta,
rasa, dan karsa manusia. Masyarakat budaya akan membentuk pola
budaya, serta fokus budaya.
5. Gatra Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan NKRI bertujuan untuk menjamin
tetap tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
dari segala macam ancaman, gangguan, hambatan, atau juga
tantangan baik dari dalam maupun dari luar.
2.3 Sifat Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional memiliki sifat-sifat yang terbentuk dari nilai-nilai
mandiri, dinamis, wibawa, serta konsultatif dan kerjasama. Sifat-sifat tersebut
sebagai berikut:
1. Mandiri
Ketahanan Nasional bertumpu pada percaya pada kemampuan
dan kekuatan, keulutan serta ketangguhan diri sendiri, yang
mengandung prinsip tidak medah menyerah, sesuai dengan identitas,
integritas kepribadian bangsa.
2. Dinamis
Ketahanan nasional tidak bersifat statis, tetapi aktif sesuai
dengan situasi dan kondisi bangsa, negara, serta lingkungan
strategisnya.
3. Wibawa
Ketangguhan terhadap ancaman, gangguan, hambatan dan
tantangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
Kemampuan yang terus meningkat akan memberikan nilai
kewibawaan yang lebih, sebagai bangsa yang berdaulat dan
bermartabat.
4. Konsultasi dan Kerjasama
Ketahanan nasional menguatamakan sifat konsultatif,
kerjasama serta saling menghargai dengan kemampuan dan
kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
2.4 Asas Ketahanan Nasional
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai-
nilai Pancasila, UUD1945 dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat
dipisahkan dan merupaka kebutuhan manusia yang mendasar dan
esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan
asas dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa Kesejahteraan dan
keamanan, sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung.
Kesistem kehidupan nasional itu sendiri. Kesejahteraan maupun
keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun.
Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan
keamanan nasional yang dicapai merupakan tolak ukur Ketahanan
Nasional.
2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan
bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang
seimbang, serasi, dan bernegara. Ketahanan Nasional mencakup
ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh,
menyeluruh, dan terpadu( komprehensif integral).
3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas Keluar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap
aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi dengan lingkungan
sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai
dampak, baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu
diperlukan sikap mawas kedalam dan keluar.
a. Mawas ke Dalam
Mawas kedalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan
kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai
kemandirian yang proposrional untuk meningkatkan kualitas
derajat kemandirian bangsa yangulet dan tangguh. Hal ini
tidak berarti bahwa Ketahanan Nasional mengandung sikap
isolasi atau nasionalisme sempit.
b. Mawas keluar
Mawas keluar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan
berperan serta mengatasi dampak lingkungan strategis luar
negeri dan menerima kenyataan adanaya interaksi dan
ketergantungan dengan dunia internasional. Kehidupan
nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional
untuk memberikan dampak keluar dalam bentuk daya
tangkal dan daya tawar. Interaksi dengan pihak lain
diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling
menguntungkan.
4. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan,
kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan
tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Asas ini mengakui adanya perbedaan. Perbedaan tersebut
harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar
tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat saling
menghancurkan.

3. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan Berbangsa dan


Bernegara
1. Pengaruh Aspek Ideologi
Dalam panggung politik dunia terdapat berbagai macam ideologi namun yang
sangat besar peranannya, yaitu ideologi Liberalisme, Komunisme serta ideologi
Keagamaan. Dalam masalah inilah bangsa Indonesia menghadapi berbagai
benturan kepentingan ideologis yang saling tarik menarik sehingga agar bangsa
Indonesia memiliki visi yang jelas bagi masa depan bangsa maka harus
membangun ketahanan ideologi yang berbasis pada falsafah bangsa sendiri yaitu
ideologi pancasila yang bersifat demokratis, nasionalistis, religiusitas, humanistis
dan berkeadilan sosial.
1.1 Ketahanan Nasional Bidang Ideologi
Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang memiliki tingkat
keanekaragaman yang tinggi. Sebagaimana diketahui bersama bahwa bangsa
Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, yang dengan sendirinya
memiliki beraneka ragam budaya masing-masing. Selain itu bangsa Indonesia
juga tersusun atas golongan, agama dan adat istiadat yang beraneka ragam.
Pancasila sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia, kecuali sebagai
prinsip persatuan dan kesatuan bangsa, juga berfungsi mengarahkan
perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya sehingga
peranannya sangat penting bagi kehidupan bernegara. Oleh karena itu
membina ideologi dalam kehidupan negara, pada hakikatnya merupakan suatu
upaya untuk meningkatkan ketahanan nasional.
1.2 Strategi Pembinaan Ketahanan Ideologi
a. Secara prinsip aktualisasi secara kongkrit ideologi negara harus
diwujudkan.
b. Aktualisasi fungsi ideologi sebagai perekat pemersatu bangsa harus
senantiasa ditanamkan kepada semua warga negara.
c. Dalam reformasi dewasa ini aktualisasi ideologi bangsa dan negara harus
dikembangkan ke arah keterbukaan dan kedinamisan ideologi, yang
senantiasa mampu mengantisipasi perkembangan zaman, iptek,
peradaban, serta dinamika aspirasi masyarakat untuk mencapai cita-cita
reformasi.
d. Senantiasa menanamkan dan memantapkan persatuan dan kesatuan
bangsa yang bersumber pada asas ideologi.
e. Kalangan elit negara baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif harus
mencurahkan kepada cita-cita untuk memperbaiki nasib bangsa.
f. Mengembangkan dan menanamkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara pada generasi penerus bangsa dengan cara menanamkan
nilai-nilai ideologi.
g. Menumbuhkan sikap positif terhadap warga negara untuk memiliki
kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
2. Pengaruh Aspek Politik
2.1 Politik Dalam Negeri
Politik dalam negeri adalah kehidupan kenegaraan berdasarkan
pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat
mendorong partisipasi masyarakat dalam suatu sistem. Unsur-unsurnya terdiri
atas struktur politik, proses politik, budaya politik, komunikasi politik, dan
partisipasi politik. Ketahanan pada aspek politik dalam negeri:
a. Ketahanan pemerintahan yang berdasarkan hukum, tidak berdasarkan
kekuasaan yang bersifat absolut, di mana kedaulatan berada ditangan
rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR sebagai penjelmaan
seluruh rakyat.
b. Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.
Namun perbedaan tersebut tidak menyangkut nilai dasar, sehingga
tidak menjurus pada konflik fisik. Disamping itu, timbulnya diagram-
diagram mayoritas dan tirani minoritas harus dicegah.
c. Kepimimpinan nasional mampu mengakomodasi aspirasi yang hidup
dalam masyarakat dan tetap berada pada ruang lingkup dasar filsafat
pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara.
d. Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan
masyarakat, dan antar kelompok/golongan dalam masyarakat dalam
rangka mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional (Lemhanas,
SUSCADOSWAR).
2.2 Politik Luar Negeri
Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan
nasional dalam kepentingan antar bangsa. Politik luar negeri Indonesia yang
berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945, yaitu melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,
serta anti penjajahan bangsa satu terhadap bangsa lainnya karena tidak sesuai
dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Ketahanan pada aspek politik luar
negeri:
a. Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama
internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan,
meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri, dan memantapkan
persatuan serta kesatuan NKRI.
b. Politik luar negeri dikembangkan menurut prioritas dalam rangka,
meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara serta antara
negara berkembang dengan negara maju sesuai dengan kemampuan
demi kepentingan nasional.
c. Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain
melalui promosi, peningkatan diplomasi, lobi internasional, pertukaran
pemuda, pelajar, dan mahasiswa serta kegiatan olahraga.
d. Perkembangan,perubahan dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji
dengan seksama agar dampak negatif yang mungkin mempengaruhi
stabilitas nasional dan menghambat kelancaran pembangunan dan
pencapaian tujuan nasional dapat diperkirakan secara dini.
e. Langkah bersama negara berkembang dengan industri maju untuk
memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan perlu
ditinggkatkan melalui perjanjian perdagangan internasional serta
kerjasama lembaga-lembaga keuangan internasional.
f. Perjuangan mewujudkan suatu tatanan kehidupan dunia baru dan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial melalui penggalangan, pemupukan solidaritas,
kesamaan sikap, serta kerjasama internasional dalam berbagai forum
internasional dan global.
g. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan
pembenahan sistem pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan calon
diplomat secara menyeluruh agar mereka dapat menjawab tantangan
tugas yang mereka hadapi. Selain itu, aspek-aspek lembagaan dan
sarana penunjang lainnya perlu ditingkatkan.
h. Perjuangan bangsa Indonesia yang menyangkut kepentingan nasional,
seperti melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi
negatif negara lain dan melindungi hak-hak warga negara Republik
Indonesia di luar negeri perlu ditingkatkan (Lemhanas RI,
SUSCADOSWAR 2000).
3. Pengaruh Aspek Ekonomi
Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik
oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut
sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam
kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara
stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan
kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan
kemampuan rakyat. Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu pertahanan
terhadap berbagai hal yang menunjang, antara lain:
a. Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang
adil dan merata.
b. Ekonomi Kerakyatan Menghindari:
1. Sistem free fight liberalisme yang hanya menguntungkan pelaku
ekonomi yang bermodal tinggi dan tidak memungkinkan
berkembangnya ekonomi kerakyatan.
2. Sistem etatisme, dalam artian negara beserta aparatur ekonomi negara
bersifat dominan.
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk
monopoli yang merugikan masyarakat.
c. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan
dalam keselarasan antara sektor pertanian dan perindustrian jasa.
d. Pembangunan ekonomi, yang merupakan usaha bersama atas dasar
kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat, memotivasi dan
mendorong peran masyarakat secara aktif.
e. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya senantiasa
dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian
pembangunan wilayah dan sektor.
f. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis untuk
mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian
perekonomian nasional (Lemhanas, 2000).
4. Pengaruh Aspek Sosial Budaya
Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat
dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala
kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
Kebuadayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya
suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai
bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah
tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia.
Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat
dasar:
- Religius
- Kekeluargaan
- Hidup seba selaras
- Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial
budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan
membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat
Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta
tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi
dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai
dengan kebudayaan nasional.
5. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun,
mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan
masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan
terkoordinasi.
Postur kekuatan Hankam mencakup struktur kekuatan, tingkat
kemampuan, dan gelar kekuatan. Terdapat empat pendekatan yang digunakan
untuk membangun postur kekuatan Hankam, yaitu :
1. Pendekatan ancaman
2. Misi
3. Kewilayahan
4. Politik
Dalam konteks ini perlu ada pembagian tugas dan fungsi yang jelas
antara masalah pertahanan dan keamanan. Pertahanan difokuskan untuk
menghadapi ancaman dari luar negeri dan menjadi tanggung jawab TNI.
Keamanan difokuskan untuk menghadapi ancaman dan gangguan dari dalam
negeri dan hal ini menjadi tanggung jawab POLRI. TNI dilibatkan untuk ikut
menangani masalah keaman apabila diminta atau POLRI sudah tidak mampu
lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.
Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan
salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri
sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka
mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Ketahanan pada aspek pertahanan
dan keamanan:
1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiiapsiagaan serta
upaya bela negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan
melalui penyelenggaraan Siskamnas (Siskamrata) untuk menjamin
kesinambungan Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup bangsa
dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan filsafat Pancasila dan
landasan Konstitusional UUD 1945.
2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi labih cinta kemerdekaan dan
kedaulatan. Pertahanan dan keamanan harus diselenggarakan dengan
mmengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
3. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
dimanfaatkan untuk menjamin kedamaian dan stabilitas keamanan demi
kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hudup bangsa
dan negara.
4. Potensi Nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus
dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan
untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan
masyarakat Indonesia.
5. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan
dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin dihasilkan
oleh industri dalam negeri. Pengadaan dari luar negeri dilakukan karena
industri dalam negeri masih terbatas kemampuannya. Karena itu, industri
dalam negeri harus ditingkatkan kemampuannya.
6. Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan
dan keamanan harus diselenggarakan oleh manusia-manusia yang
berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati Hak Asasi Manusia, dan
menghayati makna dan hakikat perang dan damai. Kelangsungan hidup
dan perkembnagan hidup bangsa Indonesia memerlukan dukungan
manusia-manusia yang bermutu tinggi, tanggap, tangguh, bertanggung
jawab, rela berjuang, dan berkorban demi kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan golongan dan pribadi.
7. Sebagai Tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasioanl, TNI
berpedoman pada Sapta Marga ynag merupakan penjabaran dari asas
kerohanian negara Pancasila. Dalam keadaan damai TNI dikembangkan
dengan kekuatan kecil, profesional, efektif, efisien dan modern bersama
segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah Siskamnas
(Sishankamrata) yang strateginya adalah penangkalan. Sebagai kekutan
inti Kamtibmas, Polri berpedoman kepada Tri Brta dan Catur Prasetya
dan dikembangkan sebagia kekuatan yang mampu melaksanakan
penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan penciptaan ketertiban
masyarakat.
8. Kesadaran dan Ketaatan masyarakat kepada hukum perlu terus menrus
ditingkatkan.
9. Dengan demikian Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan
adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi oleh kesadaran bela negara
seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas
Pertahanan dan Keamanan Negara yang dinamis, mengamankan
pembangunan dan hasil-hasilnya, serta mempertahankan kedaulatan
negara dan menangkal segala bentuk ancaman (Lemhanas, 2000).
BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dalam pembentukan ketahanan nasional di suatu bangsa diperlukan geostrategi agar


tujuan nasional dapat terwujud. Dan pengertian geostrategi itu sendiri adalah salah satu cara
atau pendekatan dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita
proklamasi dan tujuan nasional. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi
Ketahanan Nasional. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi
pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan
keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh
berlandaskan Pancasila, dan UUD 1945.

2. Saran
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional setiap warga Indonesia perlu:
1. Memiliki semangat perjuangan dan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik
yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan,
ancaman, gangguan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam
untuk menjamin identitas, integritas, kelngsungan hidup Bangsa dan Negara serta
pencapaian tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/225072173/Geostrategi-Indonesia

http://dilihatya.com/2668/pengertian-ketahanan-nasional-menurut-para-ahli-adalah

http://myteiku.blogspot.com/2010/04/geostrategi-indonesia.html

http://niekerahma.blogspot.com/2011/02/pengaruh-aspek-ketahanan-nasional-pada.html
http://zhainal99.blogspot.com/2013/05/pengaruh-aspek-ketahanan-nasional.html