Anda di halaman 1dari 5

A.

Cara Menskor Pilihan Ganda

Cara penskoran tes bentuk pilihan ganda ada tiga macam, yaitu: pertama penskoran tanpa
ada koreksi jawaban, penskoran ada koreksi jawaban, dan penskoran dengan butir beda bobot.

a) Penskoran tanpa koreksi, yaitu penskoran dengan cara setiap butir soal yang dijawab
benar mendapat nilai satu (tergantung dari bobot butir soal), sehingga jumlah skor yang
diperoleh peserta didik adalah dengan menghitung banyaknya butir soal yang dijawab
benar. Rumusnya sebagai berikut.

= 100 ( 0 100)

Keterangan:
B = banyaknya butir yang dijawab benar
N = adalah banyaknya butir soal
Contoh: Pada suatu soal tes ada 50 butir, Budi menjawab benar 25 butir, maka skor
yang dicapai Budi adalah:
25
= 100 = 50
50
b) Penskoran ada koreksi jawaban, yaitu pemberian skor dengan memberikan
pertimbangan pada butir soal yang dijawab salah dan tidak dijawab, adapun rumusnya
adalah sebagai berikut:

= ( 1 ) 100

B: Banyaknya soal yang dijawab benar


S: Banyaknya soal yang dijawab salah
P: Banyaknya pilihan jawaban tiap butir
N: Banyaknya butir soal
Contoh: Pada soal bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir soal dengan 4 pilihan
tiap butir Amir dapat menjawab benar 20 butir, menjawab salah 12 butir dan tidak
dijawab ada 8 butir, maka skor yang diperoleh Amir adalah:
12
= (20 4 1 ) 100 = 40
40
c) Penskoran dengan butir beda bobot, yaitu pemberian skor dengan
memberikan bobot berbeda pada sekelompok butir soal. Biasanya bobot
butir soal menyesuaikan dengan tingkatan kognitif (pengetahuan,
pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi) yang telah
dikontrak guru. Anda juga dapat membedakan bobot butir soal dengan
cara lain, misalnya ada sekelompok butir soal yang dikembangkan dari
buku pegangan guru dan sekelompok yang lain dari luar buku pegangan
diberi bobot berbeda, yang pertama satu, yang lain dua. Adapun
rumusnya sebagai berikut.

= 100%

Bi = banyaknya butir soal yang dijawab benar peserta tes
bi = bobot setiap butir soal
St = skor teoritis (skor bila menjawab benar semua butir soal)
Contoh: Pada suatu soal tes matapelajaran IPA berjumlah 40 butir yang
terdiri dari enam tingkat domain kognitif diberi bobot sebagai berikut:
pengetahuan bobot 1, pemahaman 2, penerapan 3, analisis 4, sintesis 5,
dan evaluasi 6. Yoyok dapat menjawab benar 8 butir soal domain
pengetahuan dari 12 butir, 12 butir dari 20 butir soal pehamanan, 2 butir
soal penerapan dari 4 butir, 1 butir soal analisis dari 2 butir, dan 1 butir
soal sintesis dan evaluasi masing-masing 1 butir. Berapakah skor yang
diperoleh Yoyok? Untuk mempermudah memberi skor disusun Tabel
6.1. sebagai berikut.
Tabel Contoh Pemberian Skor
Contoh soal Pilihan Ganda:

Kompentensi Dasar: Memformasikan besaran-besaran rangkaian listrik tertutup sederhana

Indikator: Mengenal hubungan antara kuat arus listrik (I) dengan tegangan (V)

1) jika tegangan pada ujung resistor 6 ohm adalah 24 volt, maka kuat arus yang melalui
resistor tersebut adalah?
a. 4 Ampere
b. 6 Ampere
c. 8 Ampere
d. 10 Ampere
Jawaban: A
2) Perhatikan gambar berikut

Besar hambatan R1 = 25 Ohm dan R2 = R3 = 50 Ohm jika besar tegangan sumber adalah 25
Volt, maka besar kuat arus yang mengalir melalui rangkaian tersebut adalah?
a. O,02 A
b. 0,3 A
c. 0,4 A
d. 0,5 A

Jawaban: D

3) Suatu hambatan 12 dihubungkan dengan beterai setelah diukur dengan ampeemeter,


ternyata kuat arus yang mengalir adalah 1/2 ampere berapakah nilai tegangan pada beterai
tersebut?
a. 10 V
b. 9 V
c. 6 V
d. 15 V

Jawaban: C

B. Cara Meskor soal Essay


1. Nilailah jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang
diukur
2. Soal essay dengan jawaban terbatas penskoran dengan point method: gunakan rambu-
rambu jawaban
3. Soal essay dengan jawaban terbuka, penskoran dengan rating method: gunakan
criteria/rubric penilaian
4. Memberikan dan menilai jawaban siswa soal demi soal bukan siswa demi siswa untuk
menghindari halo effect
5. Evaluasi jawaban soal essay tanpa mengetahui indetitas siswa yang mengerjakan.

Contoh soal essay:

Kompetensi Dasar:
Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknolog
Indikator: Mendeskripsikan induksi magnetik
1) Gaya gerak listrik (GGL) induksi ditimbulkan oleh?
Jawab: saat batang magnet digerakkan masuk ke dalam kumparan jumlah garis gaya
banyak. Sebaliknya, saat batang magnet digerakkan ke luar kumparan, jumlah garis gaya
sedikit. Gerakan masuk dan keluar ini menyebabkan perubahan garis gaya dan
menimbulkan gaya gerak listrik induksi
2) Gaya gerak listrik induksi pada generator dapat diperbesar dengan cara?
Jawab: - menggunakan magnet yang lebih kuat

- melilit kumparan pada inti besi lunak

- menggunakan kumparan yang jumlah lilitannya banyak.

3) Trafo yang digunakan untuk menaikkan tegangan bolak-balik adalah?


Jawab: - Trafo step up: untuk menaikkan tegangan arus bolak-balik
- transformator step down: untuk menurunkan teganngan arus bolak-balik
C. Cara menskor soal menjodohkan (Matching)

Untuk menilai tes yang berbentuk matching diperhitungkan dari jumlah item yang dijawab betul
saja. rumusnya yaitu :

Contoh penggunaan :
a) Misalnya berbentuk matching sebanyak 10 item. Hari dapat mengerjakan test tersebut 7
item betul dan 3 item salah, maka skor yang diperoleh Hari = 10 3 = 7 Mira dapat
mengerjakan 5 item betul, 3 item salah, 2 item dikosongkan atau tidak dijawab, maka skor
yang diperoleh Mira = 5. Jadi, dengan rumus penskoran tersebut di atas, item yang di jawab
salah dan item yang tidak dijawab atau dikosongkan, kedua-duanya dianggap salah karena
yang diperhitungkan hanya item yang dijawab betul.
b) Cara lain dalam penilaian test berbentuk matching dapat juga dilakukan dengan
menentukan tingkat kesukaran (difficulty index) dari tes tersebut dibandingkan dengan test-
test bentuk lain yang digunakan bersama-sama. Cara lain yang kedua ini perlu dilakukan
jika kita menganggap bahwa items yang berbentuk matching itu lebih sukar dari pada items
bentuk lain yang digunakan bersama-sama dalam suatu tes.
Contoh Soal Menjodohkan:

Anda mungkin juga menyukai