Anda di halaman 1dari 14

Skip to content

ainul farkhan

Think Big, Feel Strong, and Pray Hard for Deep Heart

PENYELIDIKAN PENGUKURAN
GEOLISTRIK UNTUK MENUNJANG
PENYELIDIKAN AIRTANAH
ainulfarkhan13Mei 10, 2016electrical engineering

Navigasi pos
Sebelumnya
Berikut

1.1. LATAR BELAKANG

Secara umum proses terbentuknya air tanah dikarenakan peresapan air permukaan kedalam
tanah. Pada prosesnya material batuan penyusun lapisan tanah dipengaruhi oleh bentuk atau
ukuran butir, susunan butir, pemadatan dan sementasi. Air permukaan yang telah mengalami
peresapan kedalam tanah, akan bergerak bebas mengisi pori pori dan celah celah dari butiran
batuan tersebut.

Penyebaran air tanah tidak hanya terdeskripsikan secara vertical, untuk mengetahui secara
horizontal dapat diketahui melalui penyebaran formasi geologi yang bertindak sebagai akuifer.
Akuifer merupakan lapisan batuan yang dapat bertindak sebagai pembawa air (permeable) yaitu
batuan yang mempunyai susunan butiran sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan air.
Sebaliknya lapisan kedap air (Impermeable) atau akuiclud adalah batuan yang dapat menyimpan
air tanah tetapi tidak dapat mengalirkan dalam jumlah yang berarti. Sedangkan lapisan batuan
yang tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air disebut akuifug. Kondisi lapisan akuifer
dipengaruhi oleh sifat batuan terutama tingkat porositas dan tingkat permeabilitas.

Kita ketahui bersama air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi kehidupan manusia, baik
untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, perternakan, dan juga perindrustrian. Sejalan dengan
pertambahan penduduk dan perkembangan pembangunan, kebutuhan akan air juga semakin
meningkat, sedangkan ketersediaanya sangat terbatas.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka untuk mengetahui kondisi geologi dan hidrogeologi perlu
dilakukan suatu kajian studi dengan menggunakan suatu metoda yang dapat mempelajari kondisi
lapisan batuan, meliputi jenis dan sifat batuan serta penyebaranya. Metoda yang digunakan disini
ialah metoda pendugaan geolistrik.

MAKSUD DAN TUJUAN

Pendugaan geolistrik bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penyebaran lapisan


batuan serta menginformasikan keberadaan lapisan batuan yang berfungsi sebagai akuifer
(lapisan pembawa air), dimana hasil pendugaan geolistrik ini akan memberikan gambaran umum
mengenai kondisi lapisan batuan dibawah permukaan tanah seperti ketebalan, kedalaman, serta
penyebaran lapisan batuan sehingga nantinya akan membantu perencanaan dalam pembuatan
sarana air bersih di lokasi penyelidikan.

WAKTU DAN LOKASI PENYELIDIKAN

Pendugaan geolistrik dilaksanakan pada tanggal 23 April 2016 di lokasi Nampes Nogosari
Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan menghasilkan 2 (dua)
titik duga geolistrik.

PERALATAN PENYELIDIKAN

Adapun peralatan yang digunakan merupakan seperangkat alat geolistrik buatan lokal yang
terdiri dari :

2 (dua) buah elektroda arus.


2 (dua) buah elektroda potensial.
2 (dua) buah kabel arus @ 300 meter.
2 (dua) buah kabel potensial @ 50 meter.
3 (tiga) buah palu
GPS
Accu
Kalkulator dan alat alat tulis.
GL.1 S. 7 38
31.2 E. 112 41
53.2GL.2 S. 7 38
31.2 E. 112 41
53.2

2.1 GEOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN

Secara vertikal maupun lateral, satuan batuan yang menyusun daerah ini adalah:

Batuan volkanik Kwarter Tua. Kelulusan rendah sampai sedang, tergantung banyaknya celah
celah.

HIDROGEOLOGI

Bila dikaitkan dengan geologi regional maka hidrogeologi atau muka air tanah daerah
penyelidikan berkaitan dengan kondisi batuan yang terbentuk di sekitar daerah ini. Kondisi
hidrogeologi, umumnya berkaitan erat dengan sistem akuifer tertentu.

Berdasarkan Peta Hidrogeologi terdapatnya air tanah dan akuifer daerah penyelidikan masuk
kedalam sistem akuifer aliran melalui celahan dan ruang antar butir dengan kondisi akuifer
produktif tinggi dengan penyebaran luas (Akuifer dengan keterusan dan kisaran kedalaman muka
airtanah sangat beragam).

SIKLUS HIDROLOGI

Siklus hidrologi merupakan salah satu faktor penting dalam proses terjadinya air tanah, siklus
hidrologi ini meliputi proses evaporasi/evapotransporasi dan kondensasi.
KUALITAS AIR TANAH

Air (H2O) dialam ini tidak selalu murni, bahkan air hujanpun tidaklah murni seperti anggapan
masa lalu. Pada saat ini air permukaan dan air bawah tanah banyak mengandung unsur unsur
gas dan zat zat padat yang terlarut. Kualitas dan kuantitas dari unsur tersebut tergantung
kepada faktor alam (geologi) dan faktor lingkungan (Kegiatan Manusia) yang secara bertahap
mengalami perubahan sebagai akibat dari reaksi hubungan air dengan unsur tersebut.

Dalam penentuan kualitas air untuk berbagai keperluan, seperti air minum, industri dan pertanian
maka kualitas air tersebut harus diuji (tes) terlebih dahulu. Pada umumnya pengujian kualitas air
meliputi unsur kimia, fisika, biologi dan radiology. Hasil pengujian kemudian dibandingkan
dengan ketentuan/standar yang berlaku sesuai dengan kebutuhan, karena ada kalanya air yang
memenuhi syarat untuk air minum tidak sama dengan syarat untuk air tambak dan sebagainya.

3.1. TEORI DASAR

Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana
setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini
tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan
batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah (Direct Current) dialirkan ke dalam
tanah melalui 2 (dua) elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua
elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver)
dalam satuan miliVolt.

Dalam penyelidikan geolistrik ini telah digunakan susunan elektroda dengan menggunakan
susunan aturan Schlumberger dimana kedua elektroda potensial MN selalu ditempatkan diantara
2 buah elektroda arus (Gambar 3).
Pada setiap pengukuran, elektroda arus AB selalu dipindahkan sesuai dengan jarak yang telah
ditentukan, sedangkan elektroda potensial MN hanya bisa dipindahkan pada jarak-jarak tertentu
dengan syarat bahwa jarak MN/2 1/5 jarak AB/2.

Oleh karena jarak elektroda selalu berubah pada setiap pengukuran, maka Hukum Ohm yang
digunakan sebagai dasar setiap penyelidikan geolistrik dalam memperoleh harga tahanan jenis
semu harus dikalikan dengan faktor jaraknya (K-Factor). Sehingga rumus untuk memperoleh
harga tahanan jenis semu dapat ditulis sebagai berikut :

a =

dapat ditulis juga sebagai :

a =

dimana :

ra = Tahanan jenis semu

K = Konstanta faktor geometrik,

(K = p.{ (AB/2)2 (MN/2)2 }/MN)

DV = Beda potensial yang diukur (volt)

I = Besar arus yang digunakan (Ampere)

AB = Jarak elektroda arus AB (meter)

MN = Jarak elektroda potensial MN (meter)

ALIRAN ARUS LISTRIK PADA LAPISAN BUMI MEDIUM HOMOGEN ISOTROPIS

Jika sebuah titik elektroda arus yang mengalir (C1) terletak pada permukaan medium homogen
isotropis, maka arus tersebut akan tersebar ke segala arah dengan sama besar. Arus yang
mengalir akan menimbulkan medan equipotensial dan medan equipotensial tersebut memiliki
jarak r (gambar 4)

Karena harga konduktivitas udara adalah nol, maka ketika arus mengalir di bawah permukaan
maka akan menimbulkan medan equipotensial berupa luas keliling setengah bola. Maka arus
tunggal yang mengalir pada permukaan medium homogen isotropis
adalah:(1)

TABEL KORELASI TAHANAN JENIS

PENAMPANG TEGAK TAHANAN JENIS

Dari hasil interpretasi pendugaan geolistrik dan telah dikorelasikan dengan data geologi dan
hidrogeologi setempat, di daerah penyelidikan pendugaan geolistrik ini bertahanan jenis antara
70 290 ohm-meter. Dan dari kisaran harga tahanan jenis tersebut secara umum dapat
dikelompokkan dengan berdasarkan perbedaan kontras harga tahanan jenisnya, yaitu :

Tahanan Jenis Perkiraan Litologi Perkiraan Hidrogeologi


< 8090 100120 Tufa pasiranTufa Akuifer
140200 > bolderTufa breksiBreksi

Untuk mendapat gambaran yang jelas mengenai keadaan lapisan batuan dibawah tanah secara
vertikal, maka dapat dibuat gambar penampang tegak tahanan jenis masing-masing titik duga
geolistrik.

Gambar 5. Penampang Tegak Tahanan Jenis


Tabel Hasil Penafsiran dan korelasi antara geologi, hidrogeologi dan pendugaan geolistrik di
lokasi penyelidikan

Titik Hasil Penafsiran Perkiraan


Lapisan Perkiraan Litologi
Duga Kedalaman Tahanan Jenis Hidrogeologi
1 0,00 5,36 30,12 Tanah penutup
2 5,36 14,81 94,33 Tufa boulder
3 14,81 26,32 136,15 Tufa breksi
GL-01 4 26,32 47,25 73,14 Tufa pasiran Air permukaan
5 47,25 75,41 262,42 Breksi
6 75,41 115,36 79,15 Tufa pasiran Akuifer
7 115,36 ~ 285,26 Breksi
1 0,00 7,52 29,14 Tanah penutup
2 7,52 15,45 91,76 Tufa boulder
3 15,45 26,73 127,14 Tufa breksi
GL-02 4 26,73 46,15 75,29 Tufa pasiran Air permukaan
5 46,15 86,42 275,21 Breksi
6 86,42 112,29 76,43 Tufa pasiran Akuifer
7 112,29 ~ 292,44 Breksi

KESIMPULAN

Dari hasil penafsiran dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Pendugaan geolistrik telah dapat memberikan gambaran tentang keadaan lapisan batuan
baik vertikal maupun lateral.
2. Kondisi hidrogeologi di daerah penyelidikan, termasuk dalam sistem Akuifer produktif
tinggi dengan penyebaran luas.
3. Batuan yang diharapkan dapat bertindak sebagai akuifer adalah tufa pasiran.
4. Dari hasil penyelidikan pendugaan geolistrik, dapat diketahui lapisan akuifer, yaitu :

Titik Duga Kedalaman (m) Tebal (m) Saran Pemboran


26.32 47.2575.41
GL.1 60.88 120 m
115.36
26.73 46.1586.42
GL.2 45.29 120 m
112.29
5.2 SARAN

1. Penyediaan air bersih di lokasi penyelidikan yang diharapkan bisa diambil dari air tanah
dalam dengan memakai cara pengeboran dapat dilaksanakan dan disarankan pada
sekitaran titik duga GL.1 dan GL.2 dengan kedalaman pengeboran 120 meter.
2. Setelah pengeboran selesai di lokasi terpilih, maka di sarankan untuk melakukan
penyelidikan penampang sumur bor (Well Loging), guna menentukan posisi
screen/saringan pada lapisan akuifer yang akan disadap.

Iklan
deep well, Electrical engineering, process

Share this:

Twitter
Facebook3

Navigasi pos
Sebelumnya Menentukan Lux Ruangan
Berikut Good protection of MV networks

Diterbitkan oleh ainulfarkhan13


Ayah dari Avicenna, Naraya, Dan Maliq Abinya Bunda Resty. Senior Electrical and Automation
Engineer. Soccer, Hiking, Diving, Snorkling. Lihat semua pos milik ainulfarkhan13

Tinggalkan Balasan

Cari untuk:

Tulisan Terakhir
Perhitungan Penampang Kabel
Teori elektrikal dasar untuk Electrical Engineer
Good protection of MV networks
PENYELIDIKAN PENGUKURAN GEOLISTRIK UNTUK MENUNJANG
PENYELIDIKAN AIRTANAH
Menentukan Lux Ruangan

Komentar Terbaru

russianfootballbeare di 5 conditions for perfect paral

Mr WordPress di hari inspirasi, klsinspirasima

Arsip
November 2016
Agustus 2016
Mei 2016
Februari 2016
Januari 2016
Desember 2015
November 2015

Kategori
electrical engineering
pendidikan

Meta
Daftar
Masuk
RSS Entri
RSS Komentar
WordPress.com

Blog di WordPress.com.