Anda di halaman 1dari 3

KETERAMPILAN MENGAKTIFKAN BELAJAR SISWA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Pembelajaran

Dosen pengampu: Prof. Dr. Hj. Zaenab Hanim, M.Pd

Disusun Oleh:

Sari Kurniyati 1605115028

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Keterampilan
Mengaktifkan Belajar Siswa.

Makalah ini ditulis berdasarkan berbagai referensi dari buku-buku dan


sumber internet yang berkaitan dengan materi tersebut. Kami berharap makalah
ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca.
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal
itu dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para
pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga para
pembaca.
Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini
terdapat banyak kesalahan.

Samarinda, 6 Oktober 2017


BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat dua kegiatan yang sinergis,


yakni guru mengajar dan siswa belajar. Guru mengajarkan bagaimana
siswa harus belajar, sementara siswa belajar bagaimana seharusnya belajar
melalui berbagai pengalaman belajar hingga terjadi perubahan dalam
dirinya dari aspek kognitif, psikomotor, dan atau afektif. Pembelajaran
akan berjalan dengan baik apabila adanya pendidik atau guru, peserta didik
(siswa), materi (bahan pelajaran), media pembelajaran (sarana prasarana),
metode dan strategi-strategi pembelajaran yang ada didalamnya

Mengaktifkan siswa agar secara suka rela tumbuh kesadaran mau


senang belajar, guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang
memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar secara aktif, baik fisik
maupun mental. Siswa akan belajar secara aktif kalau rancangan
pembelajaran yang disusun guru mengharuskan siswa, baik secara suka
rela maupun terpaksa, menuntut siswa melakukan kegiatan belajar. Dalam
kegiatan pembelajaran, terdapat dua kegiatan yang sinergis, yakni guru
mengajar dan siswa belajar. Guru mengajarkan bagaimana siswa harus
belajar, sementara siswa belajar bagaimana seharusnya belajar melalui
berbagai pengalaman belajar hingga terjadi perubahan dalam dirinya dari
aspek kognitif, psikomotor, dan atau afektif.

B. Rumusan Masalah

1.