Anda di halaman 1dari 25

PEMERIKSAAN NDT DENGAN METODE EDDY CURRENT

EXAMINATION

Sumber Gambar: Olympus (Innovation in NDT)

Dibuat dari berbagai sumber

Email : dikiyuniks@gmail.com

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017

15
BAB 3

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Non Destructive Test

Dalam pengujian logam ada beberapa metode diantaranya adalah metode


non destructive test. Non Destrtructive Testing (NDT) adalah aktivitas tes atau
inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau
discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. Pada dasarnya,
tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman
dan belum melewati Acceptance Criteria. Komponen suatu peralatan diusahakan
semaksimal mungkin tidak mengalami kegagalan (failure) selama masa
penggunaannya.NDT dilakukan paling tidak sebanyak dua kali. Pertama, selama
proses fabrikasi dan diakhir proses fabrikasi, untuk menentukan suatu komponen
dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi. NDT ini dijadikan sebagai
bagian dari kendali mutu komponen. Kedua, NDT dilakukan setelah komponen
digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan
parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.
Untuk memastikan kualitas hasil pengelasan suatu instalasi atau
konstruksi memerlukan pemeriksaan pada tahap penyelesaian instalasi atau
konstruksi dan sebelum digunakan / beroperasi. Kondisi bahan dan sambungan
akan berubah selaras dengan jumlah penggunaan dan lamanya waktu pemakaian.
Untuk memastikan keamanan dan keselamatan penggunaan maka dibutuhkan
pemeriksaan secara berkala. Pengujian yang mudah, murah dan cepat untuk
keperluan ini menggunakan metode Uji Tanpa Rusak (Non Destructive Test).
Perkembangan teknologi NDT telah berkembang dengan pesat, sehingga jasa
layanan NDT pun harus mampu mengikuti perkembangannya.
Berdasarkan ASME V,Terdapat beberapa metode pengujian (NDT),yaitu :
1. Visual Examination 3. Magnetic Particle Examination
2. Liquid Penetrant Examination 4. Ultrasonic Examination

16
5. Eddy Current Examination
6. Radiographic Examination
7. Acoustic Emission Examination

40
16

3.1.1 Eddy Current Examination


Arus Eddy merupakan arus yang dihasilkan oleh induksi arus listrik bolak-
balik dalam sebuah material konduktor. Arus bolak-balik tersebut menghasilkan
medan magnetic bolak-balik. Arus induksi didalam material yang termodifikasi
akan menimbulkan perubahan nilai arus induksi saat melewati material yang diuji.
Pada saat arus melalui potongan kawat, medan magnet akan muncul di sekitar
kawat tersebut. Kekuatan dari medan magnet tersebut bergantung pada besarnya
arus yang dialirkan pada kawat.
Arus Eddy ini mengalir membentuk lingkaran yang terpusat dan tegak
lurus terhadap medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan probe, arah
putarannya tergantung dari arah putaran kumparan probe. Diskontinuitas dapat
terdeteksi dengan posisi bersilangan terhadap arah arus Eddy pada material yang
diuji. Frekuensi bolak-balik arus Eddy ini bergantung pada frekuensi bolak-balik
yang dihasilkan oleh medan magnet pada kumparan probe.

Arus eddy merupakan arus listrik yang diinduksikan kedalam konduktor


dengan mengubah medan magnet konduktor tersebut. Sirkulasi pusaran arus ini
memiliki induktansi dan medan magnet. Medan ini dapat menyebabkan tolakan,
tarikan, dorongan, dan efek pemanasan.

Arus eddy terbentuk ketika terjadi perubahan letak konduktor dalam


sebuah medan magnet. Konduktor yang bergerak dalam sebuah medan magnet
yang tetap ataupun megan magnet yang berubah disekitar konduktor yang diam,
keduanya menyebabkan arus eddy terbentuk dalam konduktor tersebut. Arus eddy
menghasilkan losses resistif yang dapat mengubah beberapa bentuk energi, seperti
energi kinetik menjadi panas.

Arus Eddy berawal dari penemuan induksi elektromagnetik Michael


Faraday pada tahun 1831. Faraday adalah seorang ahli kimia di Inggris pada awal
1800an dan dikreditkan dengan penemuan induksi elektromagnetik, rotasi
elektromagnetik, efek magneto-optik, dimagnetisme, dan fenomena lainnya. .

Universitas Sriwijaya
17

Pada tahun 1879, ilmuwan lain bernama Hughes mencatat perubahan sifat sebuah
kumparan saat berkontak langsung dengan logam yang mempunyai konduktivitas
dan permeabilitas yang berbeda. Namun, tidak sampai Perang Dunia Kedua efek
ini dimanfaatkan secara praktis untuk uji material. Banyak sekali pekerjaan
dilakukan pada tahun 1950-an dan 60-an, terutama di industri pesawat terbang dan
nuklir. Saat ini pengujian arus Eddy banyak digunakan dan dipelajari dengan baik
oleh teknik inspeksi.

Eddy Current merupakan arus bolak-balik yang diinduksi kedalam bahan


induktif oleh medan magnetik bolak-balik. Beberapa modifikasi arus induksi
didalam material dapat dianalisa secara elektrik dan menunjukkan penyebab
kemungkinan modifikasi tersebut. Perubahan aliran arus Eddy Current dihasilkan
oleh adanya :
1. retak, lubang, rongga, porositas, inklusi, atau kerutan.
2. perubahan bentuk atau dimensi.
3. perubahan jarak antara probe dengan benda uji.
4. variasi komposisi dari benda uji.
5. perlakuan panas. Pengerjaan mekanik.
6. perubahan permeabilitas magnetic.
7. keadaan probe, seperti posisi ujung probe menempel pada permukaan
benda uji.

Arus eddy dihasilkan dalam setiap material konduksi elektrik dimana satu
medan magnetik yang bertukar-tukar (frekuensi mencakup dari 2KHz sampai
10MHz) sudah dihasilkan. Medan magnetik yang berubah-ubah ini dapat
dihasilkan di dalam benda kerja yang untuk diuji atas bantuan suatu kumparan
lingkaran yang diberi sumber listrik dengan suatu tegangan AC. Ketika arus bolak
balik diberlakukan bagi konduktor, seperti kawat tembaga, suatu medan magnetik
berkembang di dalam dan di sekitar konduktor. Medan magnetik ini memperluas
(terekspansi) ketika arus bolak balik naik ke maksimum dan turun (collapses)
ketika arus itu dikurangi menjadi kosong.

Universitas Sriwijaya
18

Arus induksi didalam material yang termodifikasi akan menimbulkan


perubahan nilai arus induksi yang melalui material tersebut. Perubahan arus
induksi dapat dapat dianalisa dan dapat menunjukkan kemungkinan modifikasi
dari material.Pada saat arus melalui potongan sebuah kawat, medan listrik akan
muncul disekitar kawat tersebut (gambar 3.6.). kekuatan dari medan magnet
tersebut bregantung pada besarnya arus yang dialirkan pada kawat. Jika kawat
membentuk kumparan, maka medan magnetic disekitar kumparan akan terlihat
seperti yang ditunjukkan pada gambar (3.7.) Apabila arah arus berubah, maka
yang mengalami perubahan dari medan magnetic adalah polaritasnya.

Gambar 3.1. Medan magnetic disekitar kawat konduktor


.

Gambar 3.2. Arah induksi magnetik


Gambar 3.3. Medan listrik di sekitar kumparan kawat

Universitas Sriwijaya
19

Prinsip Eddy Current didasarkan pada hokum Faraday yang menyatakan


bahwa pada saat sebuah konduktor dipotong garis-garis gaya dari medan magnetik
atau dengan kata lain, gaya elektromotif (EMF) akan terinduksi kedalam
konduktor. Besarnya EMF bergantung pada :

1. ukuran, kekuatan, dan kerapatan medan magnet.


2. kecepatan pada saat garis-garis gaya magnet dipotong.
3. kualitas konduktor.

Medan magnetic bolak-balik pada kumparan probe merupakan


perpindahan medan magnetik yang menghasilkan EMF pada konduktor. Medan
magnetik ini berbentuk lingkaran sehingga arus yang dihasilkan sebagai Eddy
Current juga berbentuk lingkaran. Kata ‘Eddy’ menggambarkan bentuk lingkaran
dari arus induksi pada konduktor. Ukuran dari medan magnetik ditentukan oleh
ukuran dari kumparan probe, ferrite, dan pelindung kumparan. Sedangkan
kekuatan dari medan magnetik menyatakan jumlah lilitan dan arus dalam
kumparan probe. Proksimasi menyatakan jarak angkat terhadap benda uji (lift-off),
fill factor dan geometri dari desain kumparan probe. Kecepatan pada saat garis-
garis gaya adalah fungsi frekuensi, dan kualitas konduktor dinyatakan sebagai
konduktivitas, dan permeabilitas benda uji. Aliran Eddy Current dalam bentuk
jejak-jejak lingkaran dan medan magnetic ditunjukkan oleh gambar ( 3.9.)

(a)

Universitas Sriwijaya
20

(b)
Gambar ( 3.4 a & 3.4b ) Eddy current terinduksi dalam material konduktor

Eddy Current Examination adalah pengujian tanpa merusak yang


memanfaatkan arus Eddy yang mengalir pada material konduktor untuk
menemukan cacat pada material tersebut.
Teknik Eddy Current dapat dipakai untuk berbagai bentuk geometrik
antara lain kawat, pipa, batang, silinder, lembaran logam, dan bebtuk-bentuk
lainnya dari hasil pembentukan / permodelan seperti casting atau wrought stages
yang digunakan untuk :
1. Memantau teknik produksi
2. Mengetahui letak cacat sebelu dilakukan pengerjaan material
selanjutnya.
3. menguji kualitas akhir produk.

Teknik Eddy Current mampu mendeteksi diskontinuitas baik di


permukaan maupun dekat permukaan (sub surface) yang dikaitkan dengan
beberapa masalah produksi dan pengerjaan. Untuk NDT pesawat udara, teknik
Eddy Current terutama digunakan untuk:
1. mendeteksi retak pada permukaan.
2. mendeteksi retak pada sub-surface.
3. mendeteksi cacat korosi.

Universitas Sriwijaya
21

4. memperkirakan kerusakan oleh panas api.

Selain keempat kegunaan Eddy Current diatas, juga digunakan untu


mengukur tebal lapisan cat dan menguji konduktivitas pada aluminium.

3.1.1.1 Proses terbentuknya arus eddy

Untuk menghasilkan arus eddy yang


bertujuan inspeksi, digunakan "probe". Di
dalam probe, terdapat bahan konduktor
listrik panjang yang dibentuk menjadi
kumparan.

Gambar ( 3.5. ) Proses terbentuknya arus eddy bagian 1

Arus bolak-balik dialirkan di kumparan


pada frekuensi yang dipilih oleh teknisi
untuk jenis tes yang terlibat.
Frekuensi Tinggi : f>50kHz
Frekuensi Rendah : 50kHz>f>100kHz

Gambar ( 3.6.) Proses terbentuknya arus eddy bagian 2

Universitas Sriwijaya
22

Sebuah medan magnet terbentuk di dan


sekitar kumparan sebagai arus bolak-balik
yang mengalir melalui kumparan

Gambar ( 3.7. ) Proses terbentuknya arus eddy bagian 3

Ketika material konduktif ditempatkan di


pergeraklan medan magnet,Induksi
elektromagnetik akan terjadi dan Eddy
Current akan diinduksi pada material

Gambar ( 3.8.) Proses terbentuknya arus eddy bagian 4

Universitas Sriwijaya
23

Eddy current yang mengalir ke material


akan menghasilkan secondary medan
magnetnya sendiri yang berlawanan dengan
medan magnet primary kumparan

Seluruh proses induksi elektromagnetik ini


bertujuan menghasilkan Eddy Current yang
dapat terjadi dari beberapa ratus sampai
beberapa juta kali setiap detiknya,
tergantung pada frekuensi inspeksi

Gambar ( 3.9. ) Proses terbentuknya arus eddy bagian 4

Ketika terdapat cacat pada material, Eddy


Current akan terganggu, dan simpangan
arus ini yang kemudian dibaca oleh alat
ukur.

Gambar ( 3.10. ) Proses terbentuknya arus eddy bagian 5

Universitas Sriwijaya
24

3.1.1.2 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Respon Arus Eddy

Beberapa faktor, diluar kecacatan, dapat mengakibatkan respon arus eddy.


Beberapa faktor utamanya, antara lain:

1. Konduktivitas Bahan

Konduktivitas sebuah bahan memiliki efek langsung pada aliran arus eddy.
Semakin baik konduktivitas bahan, maka akan semakin baik pula aliran arus
eddy pada permukaan bahan.

2. Permeabilitas
Permeabilitas dapat digambarkan sebagai seberapa mudah sebuah bahan
dapat dimagnetisasi.

3. Frekuensi
Respon arus eddy sangat dipengaruhi oleh frekuensi tes yang ditentukan,
untungnya hal ini merupakan sesuatu yang dapat kita kendalikan.

4. Geometri
Struktur geometri benda juga akan berefek pada respon arus eddy. Ketebalan
bahan yang lebih kecil daripada kedalaman penetrasi efektif juga berefek
pada respon arus eddy.

5. Kedekatan / Lift-off
Semakin dekat sebuah kumparan periksa pada permukaan, maka efek pada
kumparan tersebut akan semakin baik.

Universitas Sriwijaya
25

3.1.1.3 Skin Effect / Standard Depth of Penetration (SDP)

Skin Effect merupakan kecenderungan arus AC menjadi terdistribusi


kedalam sebuah konduktor sehingga kepadatan arus terbesarnya terdapat didekat
permukaan konduktor, dan berkurang sebanding dengan kedalaman konduktor.

Dalam perubahan medan yang sangat cepat, medan magnet tidak


sepenuhnya menembus bahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya skin effect,
sehingga perhitungan tadi menjadi tidak valid. Tetapi, peningkatan frekuensi pada
medan yang tetap akan selalu menyebabkan peningkatan arus eddy.Kedalaman
tembus dapat dihitung dengan menggunakan rumusan:

Dimana,

δ = kedalaman penetrasi (m)

f = frekuensi (Hz)

µ = permeabilitas magnet bahan (H/m)

σ = konduktivitas listrik bahan (S/m)

Densitas arus eddy, dan kekuatan respon dari sebuah kecacatan, paling besar
terletak pada permukaan logam yang sedang diuji dan menurun sebanding dengan
kedalamannya. Secara matematis dapat didefinisikan sebagai “kedalaman standar
penetrasi” dimana arus eddy sebesar 37% dari nilai permukaan. Kedalaman
penetrasi dapat menurun ketika adanya peningkatan frekuensi, peningkatan
konduktivitas, dan peningkatan permeabilitas bahan. “Kedalaman penetrasi
efektif” biasanya didefnisikan sebesar tiga kali kedalaman standar, dimana
densitas arus eddy menurun sekitar 3% dari nilai permukaannya. Inilah kedalaman
yang dianggap tidak berpengaruh pada bidang arus eddy. Dari persamaan SDP,

Universitas Sriwijaya
26

seseorang dapat dengan mudah menafsirkan kedalaman penetrasi (delta)


berkurang dengan meningkatnya frekuensi, konduktivitas, permeabilitas (lihat
garis fluks di bawah). Dengan demikian, untuk mendeteksi cacat yang sangat
dangkal (retak, kekurangan) dalam material dan juga untuk mengukur ketebalan
lembaran tipis, frekuensi sangat tinggi harus digunakan (lihat garis fluks di
bawah). Demikian pula, untuk mendeteksi cacat sub-permukaan yang terkubur
dan untuk menguji bahan yang sangat konduktif / magnetik / tebal, frekuensi
rendah harus digunakan.

Gambar 3.11. Kontur fluxline isomagnetik teoritis

Universitas Sriwijaya
27

III.1.1.4 Instrumen / Instrumentasi untuk Pengujian Eddy Current

Instrumen Eddy Current pada dasarnya ditunjukkan oleh diagram pada


gambar ( 3.17 )

Gambar 3.12: Diagram blok instrument Eddy Current

1. Osilator menggunakan arus listrik antara 100 Hz dan 3 MHz atau lebih
besar, bergantung pada penggunaan.
2. Sirkuit jembatan (bridge circuit) bergantung pada karakteristik
kumparan.Hubungan antara voltase dan arus serta perbandingan amplitude
dipengaruhi oleh perubahab Eddy Current pada material yang berbatasan
dengan probe.Perubahan sinyal ini dilakukan untuk proses-proses
berikutnya.
3. Signal processing circuit menyaring, menguatkan, dan memisahkan sinyal
dari bridge circuit.

4. Tampilan sinyal (signal readout / display system) menunjukkan informasi


yang didapat oleh inspector. Untuk beberapa inspeksi tampilan tersebut
hanya cukup berupa amplitude atau fasa dari sinyal yang diproses. Dan

Universitas Sriwijaya
28

beberapa inspeksi tertentu system tampilan sinyal harus menunjukkan


amplitude dan fasa dari sinyal Eddy Current

3.1.1.5 Probe / Sensor untuk Pengujian Eddy Current

Pemilihan kumparan probe yang tepat penting dalam pengujian arus eddy,
karena instrumen penguji arus eddy yang efisien pun tidak dapat mencapai
banyak hal jika tidak mendapatkan informasi yang benar (yang
diinginkan) dari gulungan. Desain koil yang paling populer adalah:

1. Probe permukaan atau probe panekuk (dengan poros probe normal


ke permukaan), dipilih untuk pengujian pelat dan lubang baut baik
sebagai elemen penginderaan tunggal atau susunan - baik dalam
mode absolut maupun diferensial
2. Mengelilingi probe untuk pemeriksaan batang, batang dan tabung
dengan akses luar dan
3. Probe Bobbin untuk pemeriksaan pra-dan dalam-perawatan
penukar panas, genertor uap, tabung kondensor & lainnya dengan
akses bagian dalam. Penerima array bertahap juga memungkinkan
untuk deteksi dan ukuran yang disempurnakan.

Gambar 3.13.Jenis-jenis probe yang sering digunakan

Universitas Sriwijaya
29

Berikut merupakan penjelasan probe-probe yang digunakan pada eddy


current examination.:

Gambar 3.14. Surface coil Gambar 3.15. Encircling coil

Gambar 3.16. Encircling coil Gambar 3.17. Internal coil


Desain dan pengembangan probe arus eddy sangat penting karena
merupakan probe yang menentukan probabilitas deteksi dan reliabilitas
karakterisasi. Secara umum, cacat yang menyebabkan gangguan arus eddy
maksimum terdeteksi dengan sensitivitas tinggi. Bentuk, penampang, ukuran dan
konfigurasi koil bervariasi untuk merancang probe arus eddy untuk aplikasi
tertentu. Bergantung pada geometri komponen tiga jenis probe arus eddy yaitu.
Permukaan panekuk, probe pengepungan dan gelendong yang ditunjukkan pada
Gambar di atas Tiga jenis probe dapat dioperasikan secara absolut, diferensial
atau mode kirim-terima. Dalam mode absolut hanya satu koil yang digunakan

Universitas Sriwijaya
30

untuk mengubah dan merasakan arus eddy. Probe diferensial dengan dua
gulungan biasanya dililitkan dalam arah yang berlawanan, dan probe pengirim
menerima dengan kumparan penerima terpisah, menggunakan sirkuit jembatan
yang berbeda. Tipe absolut dan diferensial menunjukkan karakteristik yang
berbeda (Tabel.3.5) dan seleksi tergantung, terutama pada persyaratan inspeksi.
1. Probe Permukaan (Pancake)

Probe permukaan atau probe Pancake, probe atau probe jenis pensil
runcing, memungkinkan penentuan lokasi defek yang tepat. pengoperasian
mungkin dilakukan dengan tangan, dapat dipasang pada pemindai otomatis
atau mungkin diputar di sekitar untuk mendapatkan misalnya Pemindaian
heliks pada inspeksi tabung / batang. Probe permukaan memiliki sifat terarah
yaitu daerah dengan sensitivitas tinggi dan rendah (Tabel 2). Biasanya inti
ferit (silinder mutlak dan tipe diferensial) dan digunakan untuk meningkatkan
sensitivitas dan resolusi. Selain ferit, koil tembaga digunakan untuk tujuan
pelindung. Probe permukaan banyak digunakan dalam inspeksi pesawat
terbang untuk deteksi retak pada lubang pengikat dan untuk mendeteksi
korosi / pengelupasan kulit di lapisan tersembunyi. Bila komponen geometri
rumit, tidak jarang menggunakan pemandu probe, sepatu, mekanisme
keterpusatan untuk mempertahankan sensitivitas angkat dan deteksi seragam.
Probe permukaan dikembangkan untuk penggambaran EC, untuk pengukuran
kadar natrium cair dalam tangki baja dan juga untuk pengukuran ketebalan
lapisan
2. Probe keliling / melingkar

Probe yang melingkar digunakan untuk memeriksa batang, tabung dan


kabel. Dalam sebuah probe yang melingkar, koil berbentuk solenoida dimana
komponen ditempatkan. Dalam hal ini, seluruh permukaan melingkar luar
dari komponen yang ditutupi koil dipindai sekaligus, memberikan kecepatan
pemeriksaan yang tinggi. Probe ini tidak bisa mendeteksi kelainan melingkar
(Tabel 3.6) karena arus editan mengalir sejajar dengan mereka tanpa

Universitas Sriwijaya
31

mendapatkan Terdistorsi. Aplikasi industri dari probe melingkar yang populer


adalah inspeksi tabung kecepatan tinggi dari luar selama tahap pembuatan.
Probe mellingkar dikembangkan NDE dari tabung cladding berdinding tipis
dan tabung magnet generator berdinding tebal.

3. Bobbin probe

Probe ini adalah probe yang paling banyak digunakan pada inspeksi eddy
current. Probe Bobbin terdiri dari susunan koil dalam bentuk belitan di atas
gelendong, yang melewati komponen seperti tabung dan memindai seluruh
permukaan dalam satu kali. Aplikasi probe bobbin yang populer adalah
inspeksi multi-frekuensi berkecepatan tinggi dari tabung penukar panas di
tempat untuk mendeteksi retakan, penipisan dinding dan korosi pada tabung
serta di bawah daerah pelat pendukung. Sifat pengarah dari probe ini identik
dengan probe melingkar. Dalam beberapa kasus, probe tipe bobbin digunakan
untuk inspeksi lubang baut. Untuk pemeriksaan koomponen kritis, probe ini
mampu untk mendeteksi kerusakan yang berkaitan dengan deteksi dan lokasi
kerusakan melingkar dan pendek.
Tabel 3.1 Perbandingan probe arus eddy absolut dan diferensial

Universitas Sriwijaya
32

Tabel 3.2 Perbandingan probe permukaan dengan probe bobbin.


Surface Probe Bobbin Probe
Coil dipasang dengan sumbu tegak Kumparan sejajar dengan lingkar
lurus terhadap permukaan komponen komponen
Cacat permukaan terdeteksi dengan Dapat mendeteksi Cacat longitudinal
sensitivitas tinggi dibandingkan dengan atau transversal
cacat yang tetutup
Sensitivitas yang buruk untuk cacat Sensitivitas yang buruk untuk cacat
laminar melingkar
Sensitivitas menurun dengan Sensitivitas nol di tengah batang
kedalaman
Aplikasi populer meliputi inspeksi Aplikasi populer meliputi pengujian
pesawat terbang untuk retak lelah, tabung penukar panas, pemilahan
korosi dll dan pengukuran ketebalan material, pengukuran dimensi
lapisan
Parameter karakteristik, Pc digunakan Frekuensi karakteristik f / fg sangat
untuk desain sensor (scale modeling) populer untuk dinding Tipis-1, Dinding
tebal-4, Silinder-10
Pengujian bahan feromagnetik sulit di Medan jarak jauh, saturasi, metode
pinggir berbasis magnet permanen
dimungkinkan untuk tabung

Tabel 3.3. Tips dalam Pemilihan jenis Probe

Universitas Sriwijaya
33

3.1.1.6 Eddy Current Examination Procedure

Prosedur pengujian EC biasa melibatkan kalibrasi pertama. Cacat buatan


seperti pemotongan gergaji, lubang dasar datar, dan electro-discharge machining
(EDM) takik diproduksi dalam bahan dengan komposisi kimia dan geometri yang
serupa dengan komponen sebenarnya. Cacat alam yang ditandai dengan baik
seperti retak kelelahan akibat induksi servis dan retak korosi tegangan lebih
disukai, jika tersedia. Frekuensi uji, perolehan instrumen dan fungsi instrumen
lainnya dioptimalkan sehingga semua cacat buatan yang ditentukan terdeteksi,
misalnya dengan thresholding parameter sinyal EC yang sesuai seperti amplitudo
puncak ke puncak puncak dan sudut fasa. Dengan pengaturan instrumen yang
optimal, pengujian aktual dilakukan dan indikasi yang lebih besar dari tingkat
ambang dicatat rusak. Untuk kuantifikasi (karakterisasi) grafik kalibrasi induk,
mis. Antara parameter sinyal arus eddy dan ukuran cacat yang dihasilkan. Dalam
kasus tabung penukar panas ECT, grafik kalibrasi adalah antara kedalaman cacat
kalibrasi ASME (20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dinding kehilangan lubang
rata-bawah) dan sudut fase sinyal. Untuk mendeteksi dan mengkarakterisasi cacat
pada pelat pendukung pengujian EC multi frekuensi, yang melibatkan
pencampuran sinyal dari frekuensi yang berbeda diikuti dan grafik kalibrasi yang
terpisah dihasilkan untuk menghitung kehilangan dinding.

Universitas Sriwijaya
34

Gambar 3.18. Perbandingan probe ketika di udara dan di tube

Kontur garis fluks magnetik dari probe arus eddy di udara, dalam tabung
Inconel dan di tabung yang dikelilingi oleh pelat pendukung baja karbon. Garis
fluks yang dikandung dibatasi oleh dinding tabung dan pelat pendukung.

3.1.1.7 Standar dalam Pengujian Eddy Current


Standar acuan digunakan untuk menyesuaikan deteksi sensitivitas alat
eddy current dari celah, konduktivitas, permeabilitas dan ketebalan bahan dll dan
juga untuk ukuran. Beberapa standar yang umum digunakan dalam pengujian arus
eddy adalah:
 ASME, Section V, Article 8, Appendix ( 1 and 2 ), Electromagnetic (eddy
current) testing of heat exchanger tubes
 BS 3889 (part 2A): 1986 (1991) Automatic eddy current testing of
wrought steel tubes
 BS 3889 (part 213): 1966 (1987) Eddy current testing of non-ferrous
tubes

Universitas Sriwijaya
35

 ASTM B 244 Method for measurement of thickness of anodic coatings of


aluminum and other nonconductive coatings on nonmagnetic base
materials with eddy current instruments
 ASTM B 659 Recommended practice for measurement of thickness of
metallic coatings on nonmetallic substrates
 ASTM E 215 Standardising equipment for electromagnetic testing of
seamless aluminium alloy tube
 ASTM E 243 Electromagnetic (eddy current) testing of seamless copper
and copper alloy tubes
 ASTM E 309 Eddy current examination of steel tubular products using
magnetic saturation
 ASTM E 376 Measuring coating thickness by magnetic field oreddy
current (electromagnetic) test methods
 ASTM E 426 Electromagnetic (eddy current) testing of seamless and
welded tubular products austenitic stainless steel and similar alloys
 ASTM E 566 Electromagnetic (eddy current) sorting of ferrous metals
 ASTM E 571 Electromagnetic (eddy current) examination of nickel and
nickel alloy tubular products
 ASTM E 690 In-situ electromagnetic (eddy current) examination of non-
magnetic heat-exchanger tubes
 ASTM E703 Electromagnetic (eddy current) sorting of non ferrous
metals
3.1.1.7 Kelebihan dan Kelemahan Pengujian Eddy Current

Beberapa kelebihan eddy current examination meliputi:


 Sensitif terhadap crack kecil dan defect-defect lain.
 Detects surface and near surface defects.
 Memberikan hasil yang cepat.
 Peralatannya sangat portable.
 Dapat digunakan lebih dari sekedar untuk deteksi cacat.
 Persiapan benda uji minimum.

Universitas Sriwijaya
36

 Test probe tidak harus kontak dengan benda uji.


 Dapat menginspeksi material konduktif yang bentuk dan
ukurannya kompleks.
Beberapa kelemahan eddy current examination meliputi:
 Hanya bahan-bahan yang konduktif yang dapat diperiksa
 Permukaan harus dapat diakses untuk pemeriksaan
 Keterampilan dan pelatihan diperlukan lebih luas dibanding
teknik-teknik yang lain
 Permukaan akhir dan kekasaran dapat mempersulit pemeriksaan
 Buku rujukan diperlu untuk menyusun kerangka kerja
 Kedalaman penetrasi dibatasi
 Cacat-cacat seperti delaminasi yang paralel terhadap kumparan
kumparan pemeriksaan dan arah pemeriksaan scan tidak bisa
dideteksi

Universitas Sriwijaya
37

Sumber :

Anonim.2008.ECT Inspection Technique.New York.Olympus.


Arjawa,Ketut.2004.Tubing Inspection Technique.Indonesia:Solus Infiniti Prima
Arjawa,Ketut. 2004.Work Shop Tube Inspection Dengan Menggunakan Eddy
Current.Indonesia:Pdf file.
ASME B31.Minimum Wall Thickness of Pipe. New York, 2000, Revision 2003.
ASME Handbook.Table A-1 Maximum Allowble Strees Value. New York, 2000.
ASME. 2010. Article 8, Appendix 1: Eddy current examination method for
installed non-ferromagnetic steam generator heat exchanger tubing. New
York: ASME Press
ASTM A192 Sec II.Specification For Seamless Carbon Steel Boiler Tubes For
High-Pressure Service. New York, 2001, Revision 2003.
Callister.JR William D .1940.Material Science and Egineering. John Wiley &
Sons.Canada.Jr. 4 fourth edition.
Departemen Inspeksi Teknik.2015.Direktorat Teknik dan Pengembangan. Palembang:
PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang
Errata.2004. Calculation of Heater-Tube Thickness in Petroleum Refineries.USA:
American Petroleum Institute
Hasbiama. Buku Panduan Pegawai PT. Pupuk Sriwidjaja, Palembang, 2000.
Perry, R.H. 1984.Chemical Engineering Handbook. 6th ed, Mc. Graw Hill,inc.
Rizal, Andrian.Buku Panduan Pegawai PT. Pupuk Sriwidjaja, Palembang, 2011.
Smith, J.M. and H.C. Van Ness. 1987,Introduction to Chemical Engineering
Thermodinamics. 4th edition. Singapore, Mc. Graw Hill, inc.
DLL

Universitas Sriwijaya

Anda mungkin juga menyukai