Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN MELON

DISUSUN OLEH :

DARYANTO :

(1484/APTA/2015)

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN


JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
AKADEMI PERTANIAN YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirohmanirohim, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmad dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah Budidaya tanaman
melon dengan lancar.Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk biasa melakukan teknik
budidaya melon dan untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Budidaya Tanaman Pangan II
di semester V Akademi Pertanian Yogyakarta.

Dengan selesainya Makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah
memberikan masukan kepada penyusun. Untuk itu penyusun mengucapkan banyak terimakasih
kepada:

1. Ir. Rahayu Widowati, M.Sc. selaku dosen pengampu mata kuliah Budidaya tanaman
Pangan II
2. Kedua orang tua
3. Teman teman yang telah mendukung

Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam laporan ini, baik dari materi
maupun penyampaiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penyusun.Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan.

Yogyakarta, 07 November 2017

Penyusun
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Latar Belakang

Melon merupakan salah satu tanaman jenis buah-buahan yang sudah sangat populer

diseluruh dunia. Namun perhatian masyarakat terhadap buah melon ini masih sebatas usaha

sampingan, sehingga rata-rata hasil tanaman melon secara nasional masih rendah. Meningkatnya

jumlah penduduk Indonesia maupun dunia akan berpengaruh terhadap naiknya persediaan

komsumsi buah-buahan terutama melon. Salah satu upaya untuk meningkatkan persediaan buah-

buahan adalah dengan meningkatkan produksi melon.

Prosfek pengembangan budi daya melon secara comersial dan dikelola dalam skala besar

semakin cerah karena pemasaran hasilnya tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga ke

luar negeri untuk diekspor. Pasar potensial untuk buah-buahan adalah Malaysia, Singapura,

Taiwan, Hongkong, dan Eropa lainnya. Untuk pemesanan dengan skala besar, Indonesia tidak

mampu menyediakan karena masyarakat Indonesia hanya menyediakan dalam skala kecil karena

usaha melon hanya usaha sampingan yang kurang dilirik selama ini. Sikap kurang percaya diri

bagi masyarakat kita untuk tanaman ini banyak disebabkan kurang mengetahui bagaimana

pembudidayaan yang baik. Banyak di antara petani yang melakukan asal tanam dan asal hidup,

tanpa memperhitungkan dengan baik bagaimana usaha ini mempunyai peluang yang sangat baik

jika dilakukan dengan maksimal.

Sehubungan dengan keadaan tersebut di atas penulis berkeinginan untuk menelusuri

tanaman ini lebih mendalam, bahwa buah melon sangat besar peluang bisnisnya untuk

menambah inkam.
Mengigat besarnya peluang bisnis buah melon ini menjadi perhatian penulis dan menjadi

latar belakang penyusunan karya tulis ini karena penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh

proses budi daya tanaman ini dengan memberi judul Budi Daya Tanaman Melon

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis merumuskan masalah

sebagai berikut:Bagaimana cara membudidayakan melon agar dapat menghasilkan buah yang

baik?

B. Tujuan Budidaya Melon

1. Untuk mengetahui bahwa pembudidayaan tanaman melon yang baik akan berpeluang besar

bagi pasar buah nasional maupun dunia.

2. Untuk memberi pengetahuan cara membudidayakan tanaman melon yang baik. Untuk
menambah pengetahuan mahasiswa tentang tata cara budidaya tanaman Melon

3. Untuk menambah pengalaman mahasiswa bekerja dalam tim saat praktek langsung di
lapangan.
4. Untuk membantu mahasiswa menguasai teknik budidaya tanaman Melon dengan praktek
langsung di lapangan.

C. Manfaat Budidaya Melon

1. Dapat menambah wawasan penulis tentang budidaya tanaman melon.

2. Dapat memperkenalkan cara pembudidayaan tanaman melon yang baik bagi pembaca.

3. Dapat memperkenalkan potensi tanaman melon pada pembaca.


PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Melon

Melon merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. Nama latinnya Cucumis

Melo. Banyak yang mengatakan buah melon berasal dari Lembah Panas, Persia atau derah

Merditerania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.

Tanaman ini akhirnya tesebar luas ke Timur Tengah dan Eropa. Pada abad ke-14 melon

dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia

terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.

B. Jenis Tanaman

Jenis jenis melon yang terkenal adalah melon Cristianism(1850), melon Sill hybrid

(1870), melon Surprise(1876), melon Ivondequoit, Miller cream, Netted gem, Hacken sack, dan

Osage (1881-1890), Melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). Untuk memudahkan

pengelompokan dan penanaman melon, para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe yaitu

sebagai berikut:

1. Tipe Netted Melon

Ciri-ciri :

- Kulit buah keras

- Kasar berurat bergambar, seperti jala(Net)

- Aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter-melon

- Lebih cepat masak antara 75-90 hari,

- awet, tahan lama untuk disimpan.

Varietas:
- Cucumis melo var. Reticulatus : buah kecil berurat seperti jala dan harum

- Cucumis melo var.flexuosus : cantelupensus :buah besar , kulit bersisik dan harum.

2. Tipe winter-melon

Ciri-ciri:

- Kulit buah halus, menkilat

- Aroma buah tidak harum

- Buah lambat untuk masak antara 90-120 hari

- Mudah rusak dan tidak tahan lama untuk di simpan.

- Tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias.

Varietas:

- Cucumis melo-var.Inorous . kulit buah halus, buah memanjang antara 2,5-7,5 cm.

- Cucumis melo-var .Flexuosus .permukaan buah halus , buah memanjang antara 35-70 cm.

- Cucumis melo-var. Dudain. Ukuran kecil-kecil, sering untuk tanaman hias.

- Cucumis melo-var. Chito.ukuran buah sebesar jeruk lemon. Sering digunakan sebagai

tanaman hias.

C. Manfaat Buah Melon

Buah melon dimamfaatkan sebagai makanan buah segar dengan kandungan vitamin C cukup
tinggi.

Klasifikasi Melon

Menurut Ir. Final Prajinanta 2010. Pemeliharaan secara intensif dan kiat sukses beragribisnis
klasifikasi budidaya tanaman melon sebagai berikut :

Kindom : Plantarum

Divisi: Spermatophyta

Sub- divisi : Angiospermae

Kelas : Dikotil
Sub Kelas : Sympetalae

Ordo : Cucubitales

Famili : Cucurbitaceae

Genus : Cucumis

Spesies : Cucumis melo L.

Morfologi tanaman melon

a. Akar
Bentuk perakaran tanaman melon berupa akar tunggang yang terdiri atas akar utama ( primer )
dan akar literal (sekunder ). Dari akar literal keluar serabut serabut akar ( akar tersier ). Panjang
akar primer sampai pangkal batang berkisar 15 20 cm, sedangkan akar literal menyebar sekitar
35 45 cm.
b. Batang dan Percabangan
Batang tanaman melon berwarna hiaju muda dengan bentuk agak bersegi lima berlekuk
dengan 3 7 lekukan dan bergaris tengah 8 15 cm. tanaman melon apabila tumbuh liar akan
memiliki percabangan yang banyak dan biasanya percabangan utamanya terletak paling tengah
dan memiiki pertumbuhan paling kuat. Namun pada system budidaya melon yang dilanjarkan
pada turus, cabang cabang tersebut dipangkas sehingga tinggal 1 2 cabang induk yang
dipelihara. Panjang cabang dapat mencapai 3 5 apabila tidak dipotong. Tanaman melon apabila
cabang cabang dibiarkan ( tanpa dipangkas ) akan menyebabkan percabangan tumbuh liar .
akibat selanjutnya, zat makanan yang disalurkan untuk pembentukan buah menjadi berkurang
sehingga buah yang dihasilkan kecil kecil dengan bobot yang rendah.
c. Daun dan Sulur
Daun berwarna hijau dengan bentuk dan bercanggap atau menjari bersudut lima, berlekuk 3 7
lekukan dan bergaris tengah 8 -15 cm. untuk varietas tertentu, seperti new ventury , bentuk
daunya menjari dengan bentuk secara keseluruhan seperti kepala kambing. Daun ditopang oleh
tangkai daun yang perpanjangannya merupakan induk tulang daun. Permukaan daun berbulu
kasar. Susunan daun berselang seling.
Melon termasuk tanaman semusim ( annual ) berbentuk terna yang asalny menjalar diatas tanah
atau merambat pada turus dengan menggunakan sulur sulur atau alat alat pembelitnya. Sulur
sulur pembelit ini terdapat pada setiap ketiak daun.
d. Bunga
Bunga melon tumbuh diketiak daun dan hampir selalu berkelamin tunggal, berumah satu
( monoceous ). Artinya letak bunga jantan dan bunga betina terpisah tidak dalam satu bunga,
tetapi masih dalam satu tanaman bahkan dalam satu cabang tanaman. Bunga betina terbentuk
secara tunggal, tidak berkelompok.
Bunga betina umumnya terdapat pada ketiak daun kesatu atau kedua pada setiap ruas
percabangan. Bunga betina mempunyai putik, mahkota bunga, dan bakal buah. Bakal buah yang
berbentuk bulat lonjong ditopang oleh tangkai buah yang pendek dan tebal. Bunga betina kan
rontok apabila 2 -3 hari setelah mekar tidk terserbuki.
Bunga jantan mudah dibedakan dari bunga betinanya. Bunga jantan terbentuk berkelompok 3 -5
buah dan terdapat pada setiap ketiak daun. Bunga jantan terdiri dari mahkota bunga dan benang
sari ( berjumlah lima ) serta tidak memiliki bakal buah. Bunga jantan
Ditopang oleh tangkai bunga betina berwarna kuning kunyit dan dari jauh terlihat seperti
lonceng. Bunga jantan akan rontok setelah mekar selama 1 2 hari. Jumlah bunga jantan jauh
lebih banyak daripada bunga betina. Buah melon terjadi dari hasil penyerbukan sendiri.
Penyerbukan pada melon umumnya terjadi secara silang dengan dibantu oleh lebah. Khusus pada
cuaca mendung atau pada saat lebah tidak ada, penyerbukan harus dibantu oleh manusia.
e. Buah
Berdasarkan bentuknya buah melon dibagi melon dengan buah bulat , oval, dan lonjong. Bentuk
buah buah bulat misalnya varietas sky rocket, jade daw, action, aroma, sweet star, select rocket
dan emerald sweet . melon dengan bentuk oval misalnya pada melon varietas ten me. Varietas
melon dengan bentuk buah lonjong missalnya new century dan super salmon.

Berdasarkan warna daging buahnya, melon dibedakan menjadi melon yang daging buahnya

berwarna hijau muda kekuningan, kuning keputihan dan jingga. Melon berdaging buah hijau

muda kekuningan sangat umum ditemui dipasaran yaitu varietas sky rocket, action, aroma,

sweet star, select rocker dan emerald sweet. Melon berdaging buah kuning keputian masih jarang

ditemui atau sulit diperoleh karena hanya ditanam dibeberapa daerah tertentu misalnya varietas

ten me. Varietas melon berdang meon jingga sangat popular di Eropa, Australia, maupun

singapura dan contoh melon yang mempunyai daging buah jingga (kuning kemerahan ) dan

batang tanaman.

D. Syarat Tumbuh

1. Iklim

a. Angin yang bertiup cukup kencang dapat merusak penanaman melon karena dapat

mematahkan tangkai daun , tangkai buah


b. Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat

pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagin patogen. Dengan demikian, saat

tanaman melon menjelang panen , akan mengurangi kadar gula dalam buah.

c. Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya.

d. Tanaman melon memerlukan suhun yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu

pertumbuhan untuk tanaman melon antara 25-30 derajat.

e. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat celcius.

f. Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Dalam

kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.

2. Media Tanam

Tanah yang baik untuk budi daya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak

mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman

melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah.

Tanaman melon akan tumbuh baik apabila P-H nya 5,8-7,2.

Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Akan tetapi, sebaiknya

air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

3. Ketinggian tempat

Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300-900 di permukaan laut.

Apabila ketinggian lebih dari 900meter dari permukaan laut, tanaman tidak berproduksi dengan

optimal.

4. Kondisi Tanah
Tanaman melon dapat tumbuh pada lahan terbuka dengan menanamnya pada tanah yang
dibuat bedengan ataupun dengan menggunakan media tanah yang disiapkan dalam pot, polybag,
atau wadah tertentu. Kondisi tanah yang ideal yang dipergunakan untuk pembudidayaan tanaman
adalah tanah yang bertektur liat, berpasir, gembur, drainase baik, subur, serta mengandung pH
tanah antara 6,0 hingga 7,0.

E. Teknik Budi Daya tanaman Melon

1. Pembibitan

a. Persyaratan benih dan penyiapan benih

Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat,

kuat, dan terawat baik pada awalnya. Benih direndam ke dalam larutan furadam dan atonik

selama 2 jam. Benih yang baik berada di dasar air, sedangkan yang kurang baik akan mengapung

di atas permuakaan air. Oleh sebab itu, pembibitan merupakan kunci keberhasilan agribisnis

melon.

b. Pengadaan Benih Secara Generatif

Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. Pada fase ini tanaman memerlukan

banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah. Pada fase ini

apabila tanaman dalam kondisi sehat, maka jaring-jaring pada buah diharapkan muncul secara

merata. Untuk mendukung pertumbuhan generatif, tanaman disemprot dengan pupuk daun

complesal supertonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram atau 1 liter seminggu sekali. Untuk

mencegah kekurangan unsur calsium dan boron maka tanaman disemprotkan dengan daun

fertical dengan konsentrasi 2 mililiter atau liter atau CaB dengan konsentrasi 2 mililiter atau liter.

c. Pengadaan Bibit Secara Vegetatif (Kultur Jaringan)

Dengan metode ini, pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah

tepat agar memberikan hasil yang optimal. Media dasar yang digunakan haruslah tersusun atas

garam-garam berdasarkan susunan murasigeh dan skoog (1962) dengan penambahan tihamin
0,04mg/liter,myo-inositol 100miligram/liter, sukrosa 30 gram/liter dan berbagai kombinasi

hormon tanaman ditambahkan sesuai dengan perlakuan. Media dibuat dengan cukup padat,

dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter, PH media dibuat 5,7 dengan penambahan NaOH

atau HCI 0,1 m. Sterilisasi media dilakukan dengan autoclap bertekanan 17,5 Psi, suhu 100

derajat celcius selama 20 menit. Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga

jantan dan betina seperti halnya tanaman yang didapat dari biji.

- Perlakuan Benih

Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih

semangka non biji. Hal ini karena kulit melin cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan

ektra. Perlakuan unruk benih biji melin adalah pencucian, perendaman serta pemeraman benih.

Teknik penyamaian benih

- Cara dan Waktu Penyamaian

Benih melon yang akan disemaikan ,direndam lebih dahulu di dalam air 2-4 jam. Setelah

itu, benih disemaikan pada kantong plastik yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang

dicampur dengan perbandingan 5:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon

akarnya ,enghadap ke bawah.benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan

perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumuh dengan baik,tidak mudah

rebah.untuk merangsang perkecambahan benih dengan ,menciptakan suasana hangat , maka

tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah.apabila kecambah telah muncul ke

permukaan media semai(pada hari ke-3-4), maka karung goni dapat dibuka.

- Pembuatan Media Semai

Melon termasuk tanaman yang terlalu menuntut media semai yang khusus untuk

pembibitannya. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi, caranya dengan mencampaurkan
tanah, pasir, pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1:1 . Untk mendapatkan hasil

bibit melon yang kekar dan sehat, kompososo media semai yang tepat terdiri atas campuran

tanah, pupuk kandang, pupuk sp3, NPK , ditambah dengan insektisida karbofuran.

- Pemindahan bibit

Pemindahan dilakukan ke lapangan bila sudah berdau 4-5 helai atau berusia 10-12 hari.

Caranya kantong plastik polibag dibuang secara berhati-hati, lalu bibiit berikut tanahnya di

tanam pada bedengan yang sudah di lubang sebelumnya. Bedengan pun jangan sampai

kekurangan air.

2. Pengolahan Media Tanam

Pengolahan lahan dilakukandengan membajak tanah terlebih dahulu agar gulma dapat
terangkat dan hal ini juga bertujuan untuk menyubukan tanah kemudian tanah dibentuk
bedengan. Pada saat pembentukan bedengan tahap awalyang harus dilakukan yaitu mengukur PH
tanah sehingga kebutuhan dolomit pada lahan dapat ditentukan.
a. Pembuatan bedengan
Bedengan dibentuk 4 x 1.2 m, jarak antar bedengan sekitar 1 m. Bedengan dibentuk U agar
memudahkan saat pemulsaan dan agar tidak terjadi genangan pada mulsa. Tinggi bedengan
kurang lebih 50 cm.
b. Pemberian pupuk dasar
Pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar yaitu pupuk KCl, pupuk kandang kambing (12.5
kg) setelah itu ditambahkan dolomit (2 gram/tanaman) dan ditambah pupuk sp 36 100 gr/
tanaman.
Pupuk Kandang Urea Sp36 KCl Dosis POC
(Ton/ ha ) NASA
45 12 20 8 30 60 tutup /
1000 m2 + air
secukupnya.

c. Pemasangan mulsa plastik


Setelah semua pupuk organik disebar maka selanjutnya yaitu memasang mulsa plastik.
Pemasangan mulsa plastik dilakukan pada siang hari agar dapat ditarik secara elastik,mulsa harus
menutupi seluruh tanaman agar gulma tidak lagi tumbuh dan dapat menjaga kelembaban tanah.
d. Pelubangan mulsa
Setelah mulsa di pasang maka mulsa harus dilobangi yaitu menggunakan kaleng berdiameter 10
12 cm yang telah dipanaskan lalu lobangi pada mulsa yang telah ditandai dan diukur. Pada
praktikum ini kita menggunakan metode zig zag untuk lubang tanam. Pelobangan mulsa juga
dilakukan pada sebelah lubang tanam yaitu disediakan untuk lubang pemupukan.

Penanaman

Bibit tanaman melon yang telah siap dipindahkan penanaman jika telah berumur sekitar 9
-11 dari dipersemaian. Pemindahan dilakukan dengan hati hati jangan sampai merusak akar
tanaman. kedalaman lubang tanam dibuat sekitar 7 9 cm ,kira kira cukup untuk menempatkan
bibit beserta media tanam.
Pemberian Ajir
Konstruksi ajir yang digunakan ajir 2 palang. Ajir palang dipasang pada setiap baris
tanaman ditepi lingkaran sebelah dalam. Pada titik potong diikat kuat dengan rafia.
Pemeliharaan Tanaman
Bibit melon yang telah ditanam masih sangat peka terhadap perubahan lingkungan sekitar,
terutama cuacadan ketersediaan air dalam tanah. Selama tanaman tumbuh dan berkembang
hingga berproduksi akan selalu mengalami berbagaikendala, baik yang berasifat ekternal
maupun internal yang umumnya kurang menguntungkan bagi tanaman misalnya keterbatasan
unsur hara dalam tanah dan gangguan hama penyakit. Perawatan tanaman harus dilakukan
dengan baik agar tanaman daat tumbuh normal dan akhirny berproduksi dengan baik.
a. Penyulaman
Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanamanyang mati atau kurang baik pertumbuhannya
saat telah ditanam pada lahan, kegiatan penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari
agar tanaman tidak mengalami stres karena panas mata hari.
b. Pemupukan susulan dan waktu pemberian
Pemupukan susulan diberikan pada umur berikut :
Waktu Dosis Pupuk makro ( gram / pohon )
Urea SP 36 KCl
Umur 10 hari 12 12 10
Umur 20 hari 12 12 10
Umur 30 hari 12 8 12
Umur 40 hari 12 8 20
POC NASA : (per ha) POC NASA disemprotkan ketanaman :
mulai umur 1 - 6 atau Alternative 1 : 6 7 kali (interval 1 minggu sekali) denagan
7 minggu dosis 4 tutup botol / tangki
Alternative 2 : 4 kali ( interval 2 minggu sekali) dengan dosis 6
tutup botol / tangki

c. Penyiangan
Penyiangan dilakukan setiap hari, karena walaupun bedengan ditutup dengan mulsa, gulma akan
tetap tumbuh disela sela tanaman pada lubang tanam dan lubang pupuk
d. Perlakuan Khusus Pada Tanaman
1. Pengikatan Tanaman Pada Turus
Pengikatan tanaman melon pada turus dimulai saat tanaman berumur 12 hari setelah tanam,
pengikatan ini dilakukan setiap 3 hari sekali sehingga pertumbuhan tanaman mencapai tinggi
1,8 -2 m. Kegiatan ini dilakukan agar tanaman lebih teratur, sirklus udara lancar, dan sinar
matahari dapat menyinari seluruh bagian tanaman melon.
2. Perompesan daun
Perompesan daun dilakukan pada tanaman dibawah ruas ke 7 agar pertumbuhan tanaman
dapat maksimal dan terfokus pada pembentukan vase generatf.
3. Pemangkasan tunas
Tunas tunas baru yang mencul pada ruas ke 1 sampai 7 tidak ada gunanya sehingga perlu
dipangkas, sementara tunas yang tumbul pada ruas ke 8 sampai 12, tidak perlu dipangkas
tetapi dipelihara untuk memperoleh buah sementara sebelum seleksi dilakukan. Tunas tunas
pada ruas tersebut perlu dipelihara karena tanaman sudah cukup umur untuk menghasilkan
buah .diatas ruas ke -12 tunas dan bunga harus dipangkas lagi. Disampingitu ujung turus yang
telahmencapai (ruas ke 25 )makatitik tumbuhnya harus dipangkas agar perkembangan buah
\berlangsung normal. Titik tumbuh diatas buah yang telah dipelihara juga dibangkas dengan
menyisakan satu daun saja. Buah yang muncul pada tunas lateral disiskan dua daun diatas
buah.
4. Seleksi dan Penggantungan Buah
Seleksi bunga betina yang merupakan calon buah sebaiknya diatur mulai dari cabang pada
helai daun ruas ke -9 hingga cabang padahelai daun ke 12. Menurut pengamatan,
bungabetina yang keluar pada ruas tersebut biasanya terjadi pada saat tanaman melon berumur
21 24 hari setelah pindah tanam.
Setelah buah dari bunga telah membentuk sepertitelur ayam,maka dipilih satu buah yang tumbuh
paling baik (tidak cacat, dan bentuknya lonjong)kemudian dapat dilakukan pengikatan pada
tangkai buah pada saat buah telah besar atau telah mulai kendor.
e. Pembubunan

Untuk pembubunan, pertama-tama dilakukan adalah pemupukan awal dan menseterilkan

lahan situ. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk , tanah akan menmjadi subur dan

akan terbebas dari hama dan penyakit. Saat melakukan pemupukan, tanah yang sebelumnya

sudah diolah, telah dikelantang selama 2 minggu dengan begitu, diharapkan tanahj yaang cukup

lama terkena terik matahari tersebut, cukup sehat untuk ditanami.

f. Perempalan

Perempalan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.

g. Pengairan

tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya tetapi tanah harus

lembab.pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan pada sore dan malam hari.
Tanaman disiram sejak masa pertumbuhan tanman sampai tanaman akan dipetik buahnya.saat

menyiram jangan sampai membasahi daun dan buahnya agar daun dan buah tidak dijangkiti

penyakit, karena akan mengundang jamur . maka sebaiknya penyiraman dilakukan pada pagi-

pagi sekali atau malam hari.

h. Pengendalian Hma dan penyakit

1. tindakan preventif, benih direndam dalam larutan bakterisida.

2. penyemprotan fungisidaprevicur N dengan konsentrasi 2-3 ml/liter apabila serangan telah

melewati ambang ekonomi

3. Fungisida derasol 500 SC dengan konsentrasi 1-2 ml/liter. Pangkal batang yanhg terserang

dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC dengan konsentrasi 5 ml/liter.

Pemeliharaan Lain

Pemasangan Ajir

Ajir atau tongkat dapat dipasang setelah selesai membuat pembubunan dan menseterilkan

kebun.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki

tinggi tanaman dibuat antara 20-25 cm.

F. Hama dan Penyakit

1..Hama

Kutu Aphids

Ciri tanaman yang dirusak hama ini adalah daun menggulung dan pucuk tanaman menjadi

kering karena cairan daun dihisap oleh hama.

Trips
Ciri tanaman yang dirusak hama ini daun-daun muda dan tunas-tunas bru menjadi keriting

dan bercak kekuningan, tanaman kerdil dan tidak dapat membentuk buah secara normal. Harus

diwaspadai karena tertular ke yang lainnya.

2. Penyakit

Layu Bakteri

Penyebabnya disebarkan kumbang daun oteng-oteng. Gejalanya daun dan cabang layu dan

berkerut, warana daun menguning, mengering, mati satu persatu.

Penyakit Busuk pada Pangkal Batang

Penyebab penyakit ini adalah cendawan. Ciri-ciri terkena penyakit ini dari batang keluar

lendir warna coklat merah kemudian layu lalu mati, sedang daun mengering sehingga jika

diremas berbunyi kresek seperti kerupuk.

Gulma

Gulma dikenal sebagai tanaman pengganggu, merugikan tanaman karena bersaing dengan

zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil

karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

G. Panen

1. Ciri dan Umur Panen

Tanda/Ciri Tanaman Siap Panen

- Ukuran buah sesuain dengan ukuran normal

- Serat jala pada kulit buah sangat nyata dan kasar

- Warna kulit hijau kekuningan

Umur panen_+ 3 bulan setelah tanam

Waktu pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.


2. Cara Panen

Potong tangkai buah melon dengan pisau , sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang

masa simpan buah.

Tangkai dipotong berbentuk huruf T maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi

atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya.

Pemanenannyan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar

telah siap dipanen

Buah yang telah dipanen, dikumpulkan si suatu tempat untuk disortir. Kerusakan buah akibat

terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di

swalayan.

3. Periode Panen

Panen dilakukan secara bertahap mengutamakan buah yang benar-benar siap panen. Buah

yang telah dipanen diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat untuk segera disortir.buah yang

sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun cacat karena serangan hama dan

penyakit. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian dilakukan penggolongan melon

berdasarkan tiga kelas.

Kelas M1, yaitu melon berbobot 1,5 kg/ lebih jarang berbentuk sempurna

Kelas M2, yaitu melon berbobot 1-1,5 jaringnya berbentuk hanya 70% saja.

Kelas M3, boibot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuksama sekali.

Belum layak dipanen tetapi karena batangnya sudah mati terlebih dahulu karena terkena hama.

Penyimpanan dilakukan dengan meletakkan di atas jerami ditata dengan rapi tidak boleh

bertumpuk satu tempat . penyimpanan harus kering jauh dari kecoak dan tikus . buah yang masak

dan mengkal tidak boleh disatukan . jika ada buah yang mau busuk langsung diungsikan karena
akan menimbulan buah lain tertular busuk. Pengemasan dibuat dari kayu biasa dan banyak

memiliki lubang angin. Cara menyusunnya bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup

tebal demikian juga bagian atasnya . selain jerami dapat juga dibuat dengan rajutan benang mirip

jala lalu dimasukkan ke dalam karton. Karton dilapisi dengan kertas hancuran . buah yang akan

diekspor dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu, karton atau plastik. Jika

di pesawat melon dimasukkan dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar sampai ke

tujuan.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

Buah melon sangat banyak digemari masyarakat Indonesia bahkan sudah mendunia, ini

dapat diketahui dengan banyaknya permintaan pasokan buah melon ini kemancanegara. Untuk

dapat menghasilkan buah melon yang sesuai dengan permintaan pasar baik jumlah maupun

kualitasnya perlu budi daya yang baik. Budi daya tanaman melon yang baik akan menghasilkan

buah yang maksimal jumlah dan kualitasnya.

B. Saran

1. Tanaman melon sebaiknya dibudidayakan sebagai tanaman utama bukan tanaman sampingan

semata karena tanaman ini berpeluang besar bagi pasar nasional maupun internasional.

2 . Masyarakat hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam budi daya

tanaman melon karena besar mamfaatnya

3. Karya tulis ini masih banyak kekurangan dan ketidaklengkapan baik isi dan penulisan, untuk itu

kritik dan saran pembaca sangat diharapkan.


Gambar Budidaya Melon :
DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Yogyakarta: Kanisius

Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesiass (Ul-Press)

Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman

Pangan dan Holtikultura. Yogyakarta: Kanisius

Ir. Final Prajnata.2010 pemeliharaan secara intensif dan kiat sukses beragribisnis. Yogyakarta : PS