Anda di halaman 1dari 36

Kalkulus Multivariabel I

Penerapan Integral Lipat-Dua

Atina Ahdika, S.Si, M.Si

Statistika FMIPA
Universitas Islam Indonesia
2014

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Penerapan Integral Lipat-Dua

Penerapan Integral Lipat-Dua

Penerapan lain dari integral lipat-dua antara lain adalah menghitung pusat
massa, momen inersia, dan luas permukaan. Tinjaulah sebuah lembaran
tipis yang sedemikian tipisnya sehingga kita dapat memandangnya sebagai
objek berdimensi dua, kita menyebut lembaran ini lamina. Di sini, kita
akan mempelajari lamina-lamina dengan berbagai kerapatan.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Penerapan Integral Lipat-Dua

Andaikan sebuah lamina menutupi sebuah daerah S pada bidang xy , dan


misalkan kerapatan (massa per satuan luas) di (x , y ) disimbolkan dengan
(x , y ). Daerah S dipartisi menjadi persegi panjang-persegi panjang kecil
R1, R2, . . . , Rk seperti ditunjukkan pada gambar. Ambil sebuah titik
(xk , yk ) pada Rk .

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Penerapan Integral Lipat-Dua

Maka massa Rk secara hampiran adalah (xk , yk )A(Rk ), dan massa total
lamina tersebut secara hampiran adalah


n
m (xk , yk )A(Rk )
k=1

Massa sebenarnya, m diperoleh dengan mengambil limit rumus di atas


sebagai norma partisi mendekati nol, yang tentu saja merupakan sebuah
integral lipat dua
(x , y )dA
m= S

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Penerapan Integral Lipat-Dua

Contoh 1:
Sebuah lamina dengan kerapatan (x , y ) = xy dibatasi oleh sumbu x , garis
x = 8, dan kurva y = x 2/3. Tentukan massa totalnya.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Penerapan Integral Lipat-Dua

Penyelesaian:

8 x 2/3

m= xy dA = xy dy dx
S 0 0
8 2/3
2 x 8
=
xy dx = 1 x 7/3dx
2 0 2
0 0
8
1 3 10/3 768 = 153.6
= x =
2 10 0 5

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Pusat Massa

Pusat Massa

Jika m1, m2, . . . , mn berturut-turut adalah kumpulan titik-titik massa yang


masing-masing terletak di (x1, y1), (x2, y2), . . . , (xn, yn), maka momen total
terhadap sumbu y dan sumbu x dapat dinyatakan dengan
n n

My = xk mk Mx = yk mk
k=1 k=1

Lebih lanjut, koordinat (x, y ) dari pusat massa (titik keseimbangan) adalah

yk m k
x =
n n
xk mk yk m k
My Mx
= k=1
m
n k=1
mk
y = =
m n
k=1
mk

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Pusat Massa

Sekarang perhatikan sebuah lamina dengan kerapatan berupa peubah


(x , y ) yang melingkupi daerah S pada bidang xy . Buat partisi seperti
pada gambar dan asumsikan sebagai sebuah hampiran bahwa suatu massa
dari setiap Rk terpusat di (xk , yk ), k = 1, 2, . . . , n. Gunakan limitnya
sebagai suatu aturan pembagian partisi yang mendekati nol. Cara ini
menghasilkan rumus umum,

x (x , y )dA y (x , y )dA
My Mx
x = = S
y = = S
m (x , y )dA m (x , y )dA
S S
S S
Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia
Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Pusat Massa

Contoh 2:
Tentukan pusat massa dari lamina pada Contoh 1.
Penyelesaian:
Pada Contoh 1, kita telah mendapatkan massa m dari lamina yaitu 768
5
.
Momen My dan Mx yang mengacu pada sumbu y dan sumbu x adalah

8 x 2/3

My = x (x , y )dA = x 2y dy dx
S 0 0
8
1 12288
= x 10/3dx =
2 13 = 945.23
0

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Pusat Massa

8 x 2/3

Mx = y (x , y )dA = xy 2 dy dx
S 0 0
8 1024
1
= x 3dx = = 341.33
3 3
0

Maka
My 2 Mx 2
x = =6 = 6.15 y = = 2 = 2.22

m 13 m 9

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Momen Inersia

Momen Inersia

Dari pelajaran fisika kita pelajari bahwa energi kinetik, KE , dari sebuah
partikel dengan massa m, dan kecepatan v , yang bergerak dalam sebuah
garis lurus dirumuskan dengan
1
KE = mv 2 (1)
2
Jika suatu partikel tidak bergerak dalam sebuah garis lurus tetapi berputar
dalam sebuah sumbu dengan kecepatan sudut sebesar radian per satuan
waktu, maka kecepatan linearnya adalah v = r , di mana r adalah jari-jari
dari lintasan perputarannya. Ketika kita mensubstitusikan ini ke dalam
(1), maka kita akan memperoleh
1 2
KE = (r m)2
2

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Momen Inersia

Suku r 2m disebut momen inersia dari suatu partikel dan dilambangkan


dengan I . Jadi, untuk sebuah partikel yang berputar
1 2
KE = I (2)
2
Kita simpulkan dari (1) dan (2) bahwa momen inersia dari benda dalam
gerak berputar memainkan peranan yang serupa dengan massa benda
dengan gerak linear.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Momen Inersia

Untuk sebuah sistem dengan n partikel pada suatu bidang dengan massa
m1, m2, . . . , mn dan pada jarak-jarak r1, r2, . . . , rn dari garis L, maka
momen inersia sistem terhadap L didefinisikan sebagai
n
I = m1r 1 + m2r2 + . . . + m
2 2
n nr
2
= m
k kr
2

k=1
Dengan kata lain, kita melakukan penjumlahan momen inersia dari setiap
partikel.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Momen Inersia

Misalkan sebuah lamina dengan kerapatan (x , y ) yang melingkupi daerah


S pada bidang xy . Jika kita mempunyai partisi S , membuat hampiran
untuk momen inersia dari setiap bagian Rk , menjumlahkan dan
menentukan limitnya, maka akan diperoleh rumus-rumus berikut. Momen
inersia (disebut juga momen kedua) dari suatu lamina terhadap sumbu x ,
sumbu y , dan sumbu z dinyatakan dengan

Ix = y 2(x , y )dA Iy = x 2(x , y )dA
S S

Iz = (x 2 + y 2)(x , y )dA = Ix + Iy
S

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Momen Inersia

Contoh 3:
Tentukan momen inersia terhadap sumbu x , y , dan z dari lamina pada
Contoh 1.
Penyelesaian:

8 x 2/3 8
1
xy 3dA = xy 3 dy dx = 6144
Ix = 4 x 11/3dx = 877.71
7
S 0 0 0
8 x 2/3 8
1
x 3ydA = x 3y dy dx =
Iy = 2 x 13/3dx = 6144
S 0 0 0
49152
I z = Ix + Iy = 7021.71
7

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Luas Permukaan

Pada materi ini, kita akan membahas mengenai luas permukaan yang
didefinisikan dengan z = f (x , y ) atas sebuah daerah spesifik.
Andaikan G adalah permukaan atas sebuah daerah S yang tertutup dan
terbatas pada bidang xy . Asumsikan bahwa f mempunyai
turunan-turunan parsial pertama kontinu fx dan fy . Kita akan mulai
dengan membuat partisi P pada daerah S dengan garis-garis sejajar
dengan sumbu x dan sumbu y (Gambar kiri).

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Misalkan Rm, m = 1, 2, . . . , n, menyatakan persegi panjang-persegi


panjang yang dihasilkan dan terletak sepenuhnya di dalam S . Untuk setiap
m, misalkan Gm adalah bagian dari permukaan yang diproyeksikan ke Rm,
dan misalkan Pm adalah suatu titik dari Gm yang diproyeksikan ke sudut
Rm dengan koordinat x dan koordinat y yang terkecil. Misalkan Tm
menyatakan suatu jajaran genjang dari bidang singgung di Pm yang
diproyeksikan ke Rm, seperti ditunjukkan pada Gambar kiri, dan perincian
selanjutnya ditunjukkan pada Gambar kanan.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Selanjutnya, kita mencari luas jajaran genjang Tm yang proyeksinya adalah


Rm. Misalkan um dan vm menyatakan vektor-vektor yang membentuk
sisi-sisi Tm. Maka,
um = xmi + fx (xm, ym)xmk
vm = ymj + fy (xm, ym)ymk

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Luas jajaran genjang Tm adalah |um vm| di mana

. i j k .
um vm = xm 0 fx (xm, ym)xm
. 0 ym fy (xm, ym)ym .
= (0 fx (xm, ym)xmym)i (fy (xm, ym)xmym 0)j
+ (xmym 0)k
= xmym[fx (xm, ym)i fy (xm, ym)j + k]
= A(Rm)[fx (xm, ym)i fy (xm, ym)j + k]

Dengan demikian, luas Tm adalah

.
A(Tm ) = |um vm | = A(Rm ) [fx (xm , ym )]2 + [fy (xm , ym )]2 + 1

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Kemudian, jumlahkan luas dari bidang-bidang singgung jajaran genjang Tm


ini, m = 1, 2, . . . , n, dan ambil limitnya agar diperoleh luas permukaan G .
n

A(G ) = lim A(Tm)
| P| 0m=1
.
= lim [fx (xm, ym)]2 + [fy (xm, ym)]2 + 1A(Rm)
|P|0
.
= [fx (xm , ym )]2 + [fy (xm , ym )]2 + 1dA
S
Singkatnya,
.
A(G ) = f 2 + f 2 + 1dA
x y
S
S
Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia
Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Gambar di atas dibuat seolah-olah daerah S pada bidang xy adalah sebuah


persegi panjang, tapi prakteknya tidak selalu demikian. Gambar berikut
memperlihatkan apa yang terjadi ketika S bukan merupakan sebuah
persegi panjang.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Contoh 1:
Jika S adalah daerah persegi panjang pada bidang xy yang dibatasi oleh
garis x = 0, x = 1, y = 0, dan y = 2, tentukan luas dari bagian
permukaan silindris z = 4 x 2 yang diproyeksikan ke S .

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Penyelesaian:

Misalkan f (x , y ) = 4 x 2. Maka fx = x
, fy = 0, dan
4 x2
.
.
2 2
x2
A(G ) = fx + fy + 1dA = + 1dA
4 x2
S S

S S
1 2
2 2
= dA = dy dx
4x 2
4 x2 00
S
1
1 x 1 2
=4 dx = 4 sin1 =
3

4 x2 2 0
0
2 0 3
0

Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28


Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Contoh 2:
Tentukan luas permukaan z = x 2 + y 2 di bawah bidang z = 9.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Penyelesaian:
Bagian G (yang diarsir) dari permukaan tersebut diproyeksikan ke daerah
melingkar S di dalam lingkaran x 2 + y 2 = 9. Misalkan f (x , y ) = x 2 + y 2.
Maka fx = 2x , fy = 2y , dan

A(G ) = 4x 2 + 4y 2 + 1dA
S
S
Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia
Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Luas Permukaan

Bentuk S menyarankan kita untuk menggunakan koordinat kutub.

2 3
A(G ) = 4r 2 + 1r dr d
0 0
A(G ) = 4r 2 + 1r dr d
0 0
2
1 2 (4r 2 + 1)3/2 3 d
=
8 3 0
0
2
1
= (373/2 1)d = (373/2 1) 117.32
12 6
0

Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28


Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia
Penerapan Integral Lipat-Dua Latihan

Latihan

1. Tentukan massa m dan pusat massa (x, y ) dari lamina yang dibatasi
kurva-kurva berikut dengan kerapatan yang diberikan.
a. x = 0, x = 4, y = 0, y = 3; (x , y ) = y + 1
b. y = ex , y = 0, x = 0, x = 1; (x , y ) = 2 x + y

2. Tunjukkan bahwa momen inersia dari sebuah lamina persegi panjang


homogen dengan panjang sisi a dan b terhadap sumbu tegak lurus
melalui pusat massanya adalah
k 3
I= (a b + ab3)
12
Di sini k adalah konstanta kerapatan.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Latihan

3. Sketsalah daerah-daerah berikut dan hitung luas permukaannya.



a. Bagian dari permukaan z = 4 y 2 yang tepat berada di atas
bujursangkar pada bidang xy dengan verteks-verteks
(1, 0), (2, 0), (2, 1), dan (1, 1).

b. Bagian dari permukaan z = 4 y 2 pada oktan pertama yang tepat
berada di atas lingkaran x 2 + y 2 = 4 pada bidang xy .
c. Bagian dari bola x 2 + y 2 + z 2 = a2 di dalam silinder lingkaran
x 2 + y 2 = ay (r = asin pada koordinat kutub), a > 0.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28
Penerapan Integral Lipat-Dua Pustaka

Pustaka

Purcell, E. J & D. Vanberg, 1999. Terjemahan, Kalkulus dan


Geometri Analitis, Jilid 1 dan 2. Jakarta : Erlangga.
Spiegel. M. & Wrede R.C. 2002. Theory and Problem of Advanced
Calculus. Schaum Outline Series. New York: Mc Graw-Hill.
Purcell, E. J & D. Vanberg, 2003. Terjemahan, Kalkulus , Jilid 2.
Jakarta : Erlangga.
Mendelson, Elliot, 1988. Schaums Outlines, 3000 Solved Problems in
Calculus. New York: Mc Graw-Hill.

Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia


Atina Ahdika, S.Si, M.Si () Kalkulus Multivariabel I / 28