Anda di halaman 1dari 12

BIOGRAFI TOKOH DUNIA

Dosen Pembimbing : Dr.Yanis Musadja,M.Sc,Apt.

disusun oleh

Muhammad Firmansyah 11141020000017

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
NOVEMBER 2017
Biografi Tirto Utomo - Pendiri Aqua

Orang Indonesia pasti mengenal merk Aqua, Merk ini sangat dikenal masyarakat di
seluruh daerah dari perkotaan sampai dengan pedesaan. Aqua menjadi pelopor air minum
dalam kemasan di Indonesia, yang merupakan ide dari Tirto Utomo yang tidak lain
adalah Pendiri Aqua. Tirto Utomo atau Kwa Sien Biauw dilahirkan di Wonosobo, Jawa
Tengah 8 Maret 1930. Karena di Wonosobo tidak ada SMP maka Tirto Utomo harus bersekolah
di Magelang yang berjarak sekitar 60 kilometer, perjalanan itu ditempuh dengan sepeda.
Kehidupannya tergolong lumayan karena orangtuanya pengusaha susu sapi an pedagang
ternak. Lulus SMP Tirto Utomo melanjutkan sekolah ke HBS (sekolah setingkat SMA di
zaman Hindia Belanda) di Semarang dan kemudian di Malang. Masa remaja Tirto Utomo
dihabiskan di Malang dan di situlah dia bertemu dengan Lisa / Kienke (Kwee Gwat Kien).
Seperti lazimnya sekolah Katholik pada waktu itu maka sekolah untuk murid laki-laki dan
murid perempuan dipisah. Mereka berdua hanya sempat bertemu di lapangan sekolah.
Selama dua tahun kuliah di Universitas Gajah Mada yang ada di Surabaya, dia mengisi
waktu luang dengan menjadi wartawan Jawa Pos dengan tugas khusus meliput berita-berita
pengadilan. Namun, karena kuliah tidak menentu, akhirnya Tirto pindah ke Fakultas Hukum
Universitas Indonesia. Di Jakarta sambil kuliah ia bekerja sebagai Pimpinan Redaksi harian
Sin Po dan majalah Pantja Warna. Pada tahun 1954 selepas SMA di Malang, Lisa masuk
Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sambil kuliah, Lisa bekerja di British American
Tobacco (BAT Indonesia). Maret 19555 Lisa gagal mengikuti ujian kenaikan tingkat dan
kemudian memutuskan berhenti kuliah. Saat Lisa mengajar bahasa Inggris di Batu Ceper,
menjadi guru SD Regina Pacis, dan menerima jasa penerjemahan dan pengetikan, Lisa dilamar
Tirto dan mereka menikah pada 21 Desember 1957 di Malang.
Musibah datang pada tahun 1959. Tirto diberhentikan sebagai pemimpin redaksi Sin Po.
Akibatnya sumber keuangan keluarga menjadi tidak jelas. Namun, akibat peristiwa itulah Tirto
Utomo memiliki kemauan yang bulat untuk menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum UI.
Sementara Lisa berperan sebagai pencari nafkah yaitu dengan mengajar dan membuka usaha
catering, Tirto belajar dan juga ikut membantu istrinya. Pada Oktober 1960 Tirto Utomo berhak
menyandang gelar Sarjana Hukum. Setelah lulus, Tirto Utomo melamar ke Permina
(Perusahaan Minyak Nasional) yang merupakan cikal bakal Pertamina. Setelah diterima, ia
ditempatkan di Pangkalan Brandan. Di sana, keperluan mandi masih menggunakan air sungai.
Berkat ketekunannya, Tirto Utomo akhirnya menanjak karirnya sehingga diberi kepercayaan
sebagai ujung tombak pemasaran minyak.
Kedudukan Tirto Utomo sebagai Deputy Head Legal dan Foreign Marketing membuat
sebagian besar hidupnya berada di luar negeri. Pada usia 48 tahun, Tirto Utomo memilih
pensiun dini untuk menangani beberapa perusahaan pribadinya yakni AQUA, PT. Baja Putih,
dan restoran Oasis. Aqua didirikan dengan modal bersama adik iparnya Slamet Utomo sebesar
Rp 150 juta. Mereka mendirikan pabrik di Bekasi tahun 1973 dengan nama PT. Golden
Mississippi dan merek produksi Aqua. Karyawan mula-mula berjumlah 38 orang. Mereka
menggali sumur di pabrik pertama yang dibangun di atas tanah seluas 7.110 meter persegi di
Bekasi. Setelah bekerja keras lebih dari setahun, produk pertama Aqua diluncurkan pada 1
Oktober 1974.
Ide Air Minum Kemasan Aqua Bagaimana nama Aqua ini terbentuk? Desainer
Singapura yang merancang logonya mengusulkan nama Aqua. Kata Eulindra Lim, sang
desainer tersebut, Aqua mudah diucapkan dan mudah diingat selain bermakna air. Aqua
sebenarnya bukan nama asing baginya. Dia sendiri sering memakai nama samaran A Kwa
yang bunyinya mirip dengan Aqua semasa masih menjadi pemimpin redaksi harian Sin Po
dan majalah Pantja Warna di akhir tahun 1950. Nama A Kwa sendiri diambil dari nama aslinya
yaitu Kwa Sien Biauw sedangkan nama Tirto Utomo mulai dipakainya pertengahan tahun
1960-an yang tidak sengaja diambil yang berarti air yang utama.
Dulu bukan main sulitnya. Dikasih saja orang tidak mau. Untuk apa minum air
mentah, itulah celaan yang tak jarang kami terima, ujar Willy Sidharta. Saat itu minuman
rignan berkabonasi seperti Cola Cola, Sprite, 7 Up, dan Green Spot sedang naik daun sehingga
gagasan menjual air putih tanpa warna dan rasa, bisa dianggap sebagai gagasan gila.

Hingga 1978 penjualan Aqua tersendat-sendat. Tidak heran bila Tirto Utomo sendiri mengakui
hampir menutup perusahaannya karena sekitar lima tahun berdiri tetapi titik impas belum juga
dapat diraih. Ia tidak tahan harus menombok terus menerus. Tetapi selalu ada rezeki bagi orang
yang ulet dan tabah. Tirto Utomo bersama manajemennya akhirnya mengeluarkan jurus
pamungkas dengan menaikkan harga jual hampir tiga kali lipat. Waktu itu ide ini bisa dibilang
juga bisa dibilang ide gila. Masa, ketika dalam kesulitan keuangan, bukannya menurunkan
harga agar para pelanggan berminat tapi malah menaikkan harga. Tirto sendiri sudah
menyiapkan antisipasi sekiranya upaya itu bakal menyebabkan penurunan omset. Namun,
pasar bicara lain. Omset bukannya menurun malahan terdongkrak naik. Agaknya orang menilai
harga tinggi sama dengan mutu tinggi. Aqua pun mulai melayani segmen yang tertarik untuk
berlangganan.
Mata Air Pegunungan Pada tahun 1982, Aqua mengganti bahan baku (air) yang semula
berasal dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self-flowing spring)
karena dianggap mengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium,
magnesium, potasium, zat besi, dan sodium. Salah satu pelanggannya yaitu kontraktor
pembangunan jalan tol Jagorawi, Hyundai. Dari para insinyur Korea Selatan itu, kebiasaan
minum air mineral pun menular kepada rekan kerja pribumi mereka. Melalui penularan
semacam itulah akhirnya air minum dalam kemaasan diterima di masyarakat. Penampilan Tirto
sehari-hari sangat sederhana, ramah, murah senyum, namun cerdas berpikir. Dalam
hubungannya dengan bawahan, ia menganut gaya manajemen kekeluargaan dan mempercayai
kemampuan karyawannya melalui sejumlah pengembangan dan pelatihan manajemen. Pada
waktu itu biaya pengemasan dapat mencapai 65% dari biaya produksi. Melihat itu, Tirto Utomo
kemudian menyetujui ide Willy untuk menggabungkan pabrik botol dengan bisnis air
mineralnya yang bernama PT. Tirta Graha Parama.
Saat ini, keluarga Tirto Utomo bukan lagi pemegang saham mayoritas karena sejak tahun
1996 perusahaan makanan asal Prancis Danone menguasai saham mayoritas, sedangkan saham
keluarga tinggal 26 persen. Meskipun demikian, Willy Sidharta, yang merupakan anak
kandung dari Tirto Utomo sendiri, memegang jabatan direktur dalam perusahaan tersebut.
Pilihan bergabung dengan perusahaan multinasional diakui membuat langkah Aqua semakin
lincah. Ketatnya persaingan industri air mineral menuntut upaya-upaya agresif. Sejak itu,
terjadi perubahan besar dalam manajemen Aqua. Dalam produksi, Aqua juga melonjak tajam,
dari 1 miliar liter sekarang mencapai 3.5 miliar liter. Aqua menguasai 40% pangsa pasar air
mineral di dalam negeri.

Banyak orang mengira bahwa memproduksi air kemasan adalah hal yang mudah. Mereka
pikir yang dilakukan hanyalah memasukkan air kran ke dalam botol. Sebetulnya, tantangannya
adalah membuat air yang terbaik, mengemasnya dalam botol yang baik dan menyampaikannya
ke konsumen. - Tirto Utomo.
Tirto Utomo memang sudah wafat pada tahun 1994 namun prestasi Aqua sebagai
produsen air minum dengan merek tunggal terbesar di dunia tetap dipertahankan sampai
sekarang.
PENDIRI PROTON MOBIL - DR. MAHATIR MOHAMAD

Sejarah Proton Malaysia yang sudah ada di 50 negara dimulai sejak 7 May 1983, oleh arahan
dari PM Malaysia saat itu, Dr. Mahatir Mohamad. Proton bermula dari research, teknologi dan parts
dari Mitusbishi Motors. Ya makanya modelnya juga mirip-mirip. Produksi model awal adalah Proton
Saga yang dimulai sejak September 1985 dengan pabrik pertamanya di Shah Alam, Selangor. Awalnya
memang parts dan komponen Proton di manufaktur seluruhnya oleh Mitsubishi tapi berangsur
menggunakan parts lokal setelah transfer teknologi berjalan mulus.

Selanjutnya tahun 1993 muncul Proton Wira yang mirip Mitubishi Lancer, 1995 keluar Proton
Perdana yang mirip Mitsubishi Galant. Tahun 1996, Proton membeli Lotus dan mendapatkan ilmu
tambahan tentang engineering dan otomotif. Dari ilmu baru ini Proton mengeluarkan Proton Gen-2.
Gen-2 adalah mobil pertama yang buatan pabrik baru di Tanjung Mualim. Baru pada tahun 2001 keluar
Proton Waja, mobil pertama yang di disain secara internal oleh Proton. Tahun 2002 Proton punya
market share lebih dari 60% di Malaysia yang akhirnya menurun ke 30%.

Selama lebih dari 2 dekade sejak Proton dimulai, saham Proton dimiliki juga oleh Mitsubishi
Motors dan holdingnya Mitsubishi Corp. total share mereka adalah 15.86%. Sampai tahun 2004, mereka
menjual seluruh sharenya ke Khazanah Nasional yang sebelumnya sudah memiliki share Proton
sebanyak 42.7%. Partnership dengan Mitsubishi dihentikan karena kurangnya transfer teknologi.

PROTON adalah singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd. Proton adalah
produsen mobil dari negeri jiran Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 atas inisiatif dari sang
Perdana Menteri Malaysia saat itu, Mahathir Mohammad. Sejak didirikan Proton telah menjelma
menjadi sebuah perusahaan produsen mobil yang pertama di Malaysia. Pada awal berdirinya Proton
masih menggunakan teknologi dari perusahaan Otomotif asal Jepang, Mitsubishi, namun kini seiring
dengan berjalannya waktu, kini Proton telah berhasil mengembangkan Mobil Proton memakai
teknologinya sendiri.

Model pertama yang diluncurkan oleh Proton secara komersial adalah Proton Saga pada tanggal
9 Juli 1985. Pasar pertama Proton Saga adalah Negara Singapura. Setahun setelah model pertama
diluncurkan, Pada tahun 1986, Proton telah berhasil meluncurkan 10.000 buah mobil. Tahun berikutnya
lebih dari 50.000 unit Proton Saga telah diproduksi dan dijual di Bangladesh, Brunei, Selandia Baru,
Malta, Sri Lanka dan Inggris. Pada 1988, Proton memulai debutnya di British International Motorshow,
yang berlangsung dengan sukses dengan berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi untuk kualitas,
coachwork dan ergonomi. Pada tahun 1996, Proton mencapai produksinya yang ke 1.000.000 dan
mengakuisisi saham mayoritas dari Grup Lotus. Proton memasuki fase baru, berubah dari perusahan
yang terkait dengan pemerintah menjadi perusahaan publik menyusul pengambilalihan oleh DRB-
HICOM Berhad pada tahun 2012
Pendiri NetTV Wishnutama

Salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu senggang adalah dengan

menonton acara televisi bukan? Ya, acara-acara yang disiarkan oleh televisi bisa menambah

hiburan atau pun pengetahuan baru buat kita. Namun, dengan perkembangan teknologi ini ada

banyak orang yang memilih acara televisi dengan program-program berkualitas dan ada banyak

inovasi yang kita simak dari chanel televisi tersebut.

Di indonesia sendiri ada banyak chanel tv dan kamu bisa memilih sesuai dengan selera

anda. Mulai dari acara berita news, politik, entertainment, hingga acara hiburan semua bisa

anda nikmati. Artikel kali ini adalah membahas tentang kesuksesan program acara tV NET Tv.

Dengan melihat perkembangan teknologi ini membuat perkembangan dibidang

pertelevisian juga ikut berkembang dengan begitu cepat. Salah satunya adalah program televisi

yang menjadi sorotan media dan kegemaran remaja khususnya adalah NET TV. NET Tv

muncul bersama dengan kiprah kisah sukses Wishnutama.


Sebelum membahas cerita di balik layar Wishnutama berikut adalah kiprah dari program

NET Tv. Stasiun televisi NET Tv merupakan salah satu stasiun pendatang baru yang sudah

dibilang cukup sukses di zona bisnis penyiaran televisi Indonesia. walaupun usianya masih

baru, namun NET Tv telah berhasil mengundang banyak pemirsa untuk menoton tayangan

acara-acara yang mereka kelola.

Salah satu acara yang menjadi gubrakan dari program NET Tv adalah Ini Talk Show

yang digawangi oleh Sule dan Andre, kemudian acara Musik, OK Jek dan masih banyak yang

lain. Semua program yang mereka tayangkan mendapatkan apresiasi yang bagus dari pemirsa

dan tentunya ini juga membuat rating semua acara NET Tv di peringkat atas. Tentunya

kesuksesan NET Tv tak lepas dari tangan CEO Wishunutama.

Kini NET Tv sukses menjadi salah satu stasiun televisi yang mampu menghadirkan

program televisi yang disukai banyak oleh masyarakat Indonesia. dan tentunya itu semua tidak

terlepas dari orang penting yang mengendalikan. Seperti halnya kesuksesan NET Tv tidak lepas

dari tangan pemilik NET Tv yaitu, Wishnutama Kusubandio sebagai pendiri NET Tv.

Profil Singkat Dari Kisah Sukses Wishnutama

Perlu kita ketahui bahwa salah satu pendiri NET Tv yakni Wishnutama Kusubandio. Ia

adalah direktur Trans TV sebelum mengundurkan diri dan membangun bisnis pertelevisian

sendiri di NET Tv. Wishnutama lahir pada 4 mei 1976 pernah menyelesaikan pendidikannya

di jurusan komunikasi di Mount Ida College Boston AS.

Wishnutama juga memulai karirnya sebagai Production Assistant di New England Cable

News Amerika Serikat dan menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV,

Boston. Ia juga sempat mengenyam pendidikan di The Military College of Vermont, Norwich

University.
Cukup banyak juga pendidikan yang pernah ia lewati kemudian ia memutuskan pulang

di Indonesia dan langsung bekerja di Indosiar menjabat sebagai Supervisor On Air Promotion.

Dalam kurun waktu setahun kemudian ia dipindahkan ke divisi produksi Indosiar dan langsung

menjabat sebagai Producer Director.

Di Indosiar karir Wishnutama terus menanjak, sampai pada akhirnya ia dipromosikan

menjadi Executive Producer News and Production Division. Tak lama kemudian ia

dipromosikan kembali dan menjabat sebagai Production Manager.

Hampir selama 7 tahun ia bekerja di Indosiar

Hampir selama 7 tahun ia bekerja di Indosiar dan kemudian ia memutuskan pindah

bekerja di Trans TV dan menjabat sebagai Kepala Divisi Produksi pada tahun 2009. Selama

dalam kurun waktu 3 tahun, ia dipromosikan menjadi direktur operasional dan setahun

kemudian resmi menjadi wakil Direktur Utama.

Di dalam perjalananya tersebut tepat pada tahun 2006 wishnutama menjadi direktur

utama dalam beberapa program-program yang sedang tranding topic seperti acara Opera Van

Java, Empat Mata, Extravaganza, Dunia Lain, Indonesia Mencari Bakat dan Termehek-Mehek.

Maka ia pun dapat dikatakan sukses melahirkan program-program unggulan yang sudah

menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia. hingga pada saat itu program acara televisi

yang ia gawangi seperti Trans Tv dan Trans 7 mendapat rating terbaik dan menjadi channel

televisi pilihan masyarakat.

Setelah lebih kurang 11 tahun mengabdi di Trans corp, wishnutama memutuskan untuk

mengundurkan diri dari perusahaan yang sudah ia bangun. Kemudian bersama dengan Agus
Lasmono ia membuat dan membangun sebuah perusahaan stasiun televisi yang bernama NET

Tv atau News and Entertainment Television.

Perjalanan Kisah sukses wishnutama dari tahun ke tahun

Di bawah ini telah dirangkum bagaiamana sepak terjang kisah sukses wishnutama.

Berikut ini karir yang pernah di jabat oleh wishnutama, antara lain:

1. Menjadi Kepala Produksi dan Produser Eksekutif Berita Indosiar pada tahun 1994-2001.

2. Menjadi Kepala Divisi Produksi dan Fasilitas Trans TV pada tahun 2001-2003.

3. Menjadi Direktur Operasional dan Produksi Trans TV dan Trans 7 pada tahun 2003-2012.

4. Menjadi Direktur Utama Trans 7 pada tahun 2006-2008.

5. Menjadi Direktur Utama Trans TV pada tahun 2008-2012.

6. Menjadi Direktur detik.com pada tahun 2010-2012.

7. Menjadi Komisaris Utama Parc19 pada tahun 2012 hingga sekarang.

8. Dan menjadi Direktur Utama NET pada tahun 2013 hingga sekarang.

Awal kisah sukses wishnutama dengan NET Tv

Kisah sukses wishnutama menjadi awal mula juga dalam perusahaan pertelevisian NET

Tv bukan merupakan salah satu wujud idealisme dari wishnutama yang ingin mendirikan

sebuah perusahaan pertelevisian sendiri. Ia hanya ingin mewujudkan ketenangan yang

diimpikan oleh para penikmat acara televisi sehingga tidak ingin menghadirkan konten televisi

yang bersifat provokatif seperti program gosip atau perdebatan politik.

Terlepas dari topik itu maka ia menghadirkan tayangan channel baru dalam dunia

pertelevisian. Dengan rasa tenang dan nyaman yang dapat diperoleh oleh penikmat televisi
menjadi salah satu poin penting yang menjadi pakem dalam membuat acara-acara chanel Net

TV.

Ia juga memahami bagaimana perkembangan pasar pemirsa televisi yang cukup pesat

menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan program-program NET Tv. Walaupun ia

menjadi CEO, wishnu tetap turun lapangan ke bidang kreatif acara. Ia tidak menginginkan

acara televisi asal-asalan. Ia juga berpendapat bahwa dalam unsur acara televisi harus memiliki

unsur hiburan yang dipadukan dengan edukasi untuk mencerdaskan para penikmat acara

televisi.

Karena bentuk dedikasinya di dunia pertelevisian cukup besar. Maka dari itu wishutama

mendapatkan penghargaan seperti Asian Televisi Award, Panasonic Awards dan The Best

CEO in Indonesia 2010 versi majalah SWA, Indonesia Marketing Champion 2015 for the

Broadcast, TV Pay & Media sector pilihan MarkPlus.

Ia juga berharap kedepannya terus bisa mengembangkan acara-acara yang lebih inovatif

dan juga berkualitas. Agar acara televisi tidak hanya menjadi hiburan semata namun juga dapat

menjadi sebuah sarana pendidikan yang baik untuk semua kalangan umur.