Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERJASAMA PEMAKAIAN COLLATERAL

SERTA PENERBITAN SURAT DEPOSITO BERJANGKA (SDB)


No.001/PP-SDB/XII/2013

Pada hari ini Rabu tanggal Sepuluh bulan Juli tahun dua ribu tiga belas, bertempat di
Jakarta telah ditanda tangani perjanjian kerjasama pemakaian collateral + dana serta
penerbitan Surat Deposito Berjangka (SDB) antara :

1. Nama :
Alamat :
No. Passport /KTP :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri selaku Penyedia Collateral
dan Pemohon Penerbitan Surat Deposito Berjangka (SDB), selanjutnya dalam
perjanjian ini disebut Pihak Pertama (Applicant).

2. Nama :
Alamat :
No. Passport /KTP :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri selaku Penyedia Dana Tunai
(Cash Fund), selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Kedua (Beneficiary).

Bahwa kedua belah pihak dalam kondisi yang sama-sama siap untuk menjalin
kerjasama dengan dimulai dari penandatanganan perjanjian ini dan mengikat diri
untuk tidak saling merugikan serta akan mengikuti juga akan melaksanakan syarat-
syarat yang ditetapkan bersama yang dituangkan dalam pasal-pasal berikut ini :

PASAL I
DASAR PERJANJIAN

1. Pihak Pertama selaku Applicant berkewajiban menyediakan collateral secukupnya


untuk memback up Penerbitan Surat Deposito Berjangka (SDB) serta
menanggung seluruh biaya penerbitan antara lain : sewa collateral, provisi, biaya
administrasi penerbitan. Adapun maksud Surat Deposito Berjangka (SDB)
tersebut diterbitkan adalah untuk penyeimbangan (balancing) dana setara yang
dipersiapkan oleh Pihak Kedua.
2. Pihak Kedua selaku Beneficiary berkewajiban menyediakan dana tunai (cash
fund) setara nominal Surat Deposito Berjangka (SDB) penyeimbang yang
diterbitkan oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua menanggung biaya-biaya antara
lain bunga bank + premium dan lain-lain biaya administrasi perbankan (Bank
Charge).
3. Setelah dilakukan penyeimbangan maka kedua belah pihak sepakat bahwa dana
tunai tersebut diatas dipergunakan bersama untuk membiayai proyek masing-
masing, setelah terlebih dahulu dikeluarkan atau disisihkan 6% (enam persen)
(sesuai aturan perbankan) untuk imbalan jasa para arranger dan mediator
penyelenggara dari kedua belah pihak.

PASAL II
SPESIFIKASI INSTRUMENT

1. Jenis Instrument : Surat Deposito Berjangka (SDB)


2. Nominal Instrument : Rp. 10.000.000.000.000,- (Sepuluh trilliun
rupiah) atau Rp 500.000.000.000 (Lima ratus milyar)
per termin
3. Bank Penerbit : PT. Bank Mandiri Tbk (Persero)
4. Terbit atas nama : Pihak Kedua
5. Jangka waktu : 1 Tahun + 1 Hari
6. Diskonto / Premium : Tidak Ada
7. Bunga Papan : Kedua Belah Pihak Sepakat mengupayakan untuk
dihapus.
8. Keperluan diterbitkan : Untuk Penyeimbang (Balancing)
9. Succes fee : 6% (enam persen)(sesuai aturan perbankan)
10. Kegunaan emisi : Pakai Bersama (Prosentasi setelah dikurangi success
fee)

PASAL III
TAHAPAN PROSES PENYEIMBANGAN

1. Pihak Kedua memberitahu serta membuktikan kepada Pihak Pertama dan Pejabat
Bank di PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) dengan mekanisme yang disepakati
bahwa Dana Tunai senilai Rp. 500.000.000.000,- (Lima ratus milyar rupiah) sudah
tersedia dan sudah effektif di dalam PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) atau Bank
lainnya yang ditunjuk.
2. Pihak Pertama mengundang Pihak Kedua untuk datang dan ketemu Pejabat Bank
di PT Bank Mandiri Tbk Pusat. Pihak Kedua membuktikan kepada Pihak Pertama
dan Pejabat Bank di PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) bahwa Dana Tunai senilai
Rp. 500.000.000.000,- (Lima ratus milyar rupiah) sudah tersedia dan sudah
effektif di dalam PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) atau Bank lainnya yang
ditunjuk.
3. Selanjutnya Pihak Pertama segera mengalokasikan collateralnya ke dalam
rekening deposito yang ditunjuk oleh Pejabat Bank di PT. Bank Mandiri Tbk
(Persero) sekaligus Pihak Pertama mengisi dan menanda tangani aplikasi sebagai
acuan penerbitan Surat Deposito Berjangka (SDB) berdasarkan Collateral dan
diterbitkan atas nama Pihak Kedua senilai Rp. 500.000.000.000,- (Lima ratus
milyar Rupiah). Surat Deposito Berjangka yang diproses terbitkan tersebut harus
dengan kondisi benar, genuine, memenuhi standard dan diakui serta dapat
diterima oleh perbankan di Indonesia maupun di luar negeri.
4. Setelah aplikasi dimaksud diserahkan kepada pejabat Bank di PT. Bank Mandiri
Tbk (Persero) dan menjelang pejabat Bank tersebut memproses penerbitan Surat
Deposito Berjangka (SDB). Maka Pihak Kedua meminta pejabat Banknya
memindahkan dengan RTGS dana 100% (Seratus persen) atau senilai Rp.
500.000.000.000- (Lima ratus milyar rupiah) ke dalam rekening Pihak Pertama di
PT. Bank Mandiri Tbk (Persero).
5. Setelah dana tersebut efektif di dalam rekening Pihak Pertama, maka Pihak
Pertama wajib menyisihkan / menarik keluar 6% (enam Persen) dari jumlah dana
Rp. 500.000.000.000,- (Lima puluh Trilliun Rupiah) dan disalurkan sebagai imbal
jasa (Succes Fee) para Arranger dan Mediator dari kedua belah pihak, sekaligus
memindahkan 47% (Empat Puluh Tujuh Persen ) dari jumlah dana
Rp. 500.000.000.000,- (Lima ratus milyar Rupiah) kepada Pihak Kedua sebagai
bukti kerjasamanya
6. Setelah surat Deposito Berjangka (SDB) Terbit dan seluruh isi Pasal III point 4 -5
diatas terlaksana, maka Surat Deposito Berjangka (SDB) tersebut diserahkan
untuk dipegang/disimpan oleh Pihak Kedua.
7. Tahapan 1 s/d 6 diatas dilakukan berulang-ulang sampai nilai kontrak dalam Pasal
II point 2 diatas terpenuhi.
PASAL IV
HAK-HAK DAN TANGGUNG JAWAB MASING-MASING PIHAK

1. Bahwa hak para Arranger dan Mediator yang dijelaskan dalam bunyi pasal I point
3, pasal II point 9, pasal III point 5 di distribusikan kepada masing-masing
kelompok sesuai porsi yang dituangkan dalam Authentic Fee pada saat bersamaan
pemindahan dana.
2. Bahwa Pihak Pertama berhak mempergunakan dana sebesar 47% (Empat Puluh
Tujuh persen) dari dana yang tersedia sesuai bunyi Pasal I point 3, Pasal II point
10, Pasal III point 4 dan menanggung biaya-biaya sesuai bunyi Pasal I point 1.
3. Bahwa Pihak Kedua berhak mempergunakan dana sebesar 47% (Empat Puluh
Tujuh persen) dari dana yang tersedia sesuai bunyi Pasal I point 3, Pasal II point
10, Pasal III point 5 dan menanggung biaya-biaya sesuai bunyi Pasal I point 2

PASAL V
PEMBAYARAN KEMBALI PERPANJANGAN DAN SANKSI

Pembayaran kembali
1. Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum jatuh tempo surat Deposito Berjangka
(SDB) masing-masing pihak wajib mempersiapkan stock dana 50% (lima puluh
persen) dari nominal Surat Deposito Berjangka (SDB) dalam rekening yang
ditunjuk (disepakati) untuk pencairan pembayaran kembali pada saat jatuh tempo
Surat Deposito Berjangka (SDB) diserahkan kembali kepada Pihak Pertama oleh
Pihak kedua dan kontrak kerjasama ini berakhir (selesai).
Perpanjangan
2. Apabila kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang kerjasama maka
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhir masa kontrak
kerjasama tahap pertama ini, kedua belah pihak sudah harus bertemu dan
membicarakan perpanjangan kerjasama berikut segala biayanya serta
menyampaikan kepada pejabat Bank untuk Renew / penerbitan baru Surat
Deposito Berjangka (SDB).
Sanksi
3. Apabila sesuai bunyi Pasal III point 4 pada tahapan tersebut Pihak Pertama
belum / tidak menerima dana sesuai yang disepakati, maka Pihak Pertama secara
otomatis dapat membatalkan / mencabut penerbitan Surat Deposito berjangka
(SDB)
4. Apabila sesuai bunyi Pasal III point 5 pada tahapan tersebut Pihak Kedua belum /
tidak menerima dana sesuai yang disepakati, maka terhitung 1 (satu) bulan
berikut sejak tanggal terbitnya Surat Deposito berjangka (SDB) Pihak Kedua
secara otomatis dapat mencairkan 50% (Lima puluh persen) Surat Deposito
berjangka (SDB) tersebut.
5. Apabila sesuai bunyi Pasal V point 1 selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum
jatuh tempo Surat Deposito Berjangka (SDB). Pihak Pertama wan prestasi belum
atau tidak mempersiapkan stock dana 50% (lima puluh persen) dari nominal Surat
Deposito Berjangka (SDB) didalam rekening yang ditunjuk untuk pembayaran
kembali. Maka selambat-lambatnya 5 (lima) hari sebelum jatuh tempo Surat
Deposito Berjangka (SDB) Pihak Kedua berhak menyampaikan kepada Pejabat
Bank dan Pihak Pertama bahwa pada saat jatuh tempo Surat Deposito Berjangka
(SDB) akan dicairkan 50% (lima puluh persen) tanpa syarat (point ini tidak
berlaku apabila ada kesepakatan perpanjangan kerjasama).
6. Apabila sesuai bunyi pasal V point 1 selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum
jatuh tempo Surat Deposito Berjangka (SDB), Pihak Kedua wan prestasi belum
atau tidak mempersiapkan stock dana 50% (lima puluh persen) dari nominal Surat
Deposito Berjangka (SDB) di dalam rekening yang ditunjuk. Untuk pembayaran
kembali, maka selambat-lambatnya 5 (lima) hari sebelum jatuh tempo Surat
Deposito Berjangka (SDB), Pihak Pertama berhak menyampaikan kepada Pejabat
Bank dan Pihak Kedua bahwa pada saat jatuh tempo Surat Deposito Berjangka
(SDB) akan ditarik / dibatalkan 100% (seratus persen) tanpa syarat (point ini tidak
berlaku apabila ada kesepakatan perpanjangan kerjasama).

PASAL VI
DISCLAIMER YANG DISEPAKATI DAN DIPATUHI BERSAMA

1. Bahwa Surat Deposito Berjangka (SDB) diterbitkan berdasarkan collateral Pihak


Pertama, hanya berfungsi sebagai penyeimbang (balancing), sesuai bunyi pasal I
point 1, Pasal II point 8.
2. bahwa Surat Deposito Berjangka (SDB) dimaksud tidak boleh / tidak akan
dicairkan / ditarik / di breach kapan dan oleh siapapun, kecuali setelah ada
persetujuan dan keadaan memang terpaksa di saat jatuh tempo.
3. Bahwa Surat Deposito Berjangka (SDB) dimaksud tidak boleh / tidak akan
diperdagangkan, dijaminkan, dipindahtangankan, balik nama dan hanya boleh
dipegang / disimpan oleh Pihak Kedua atau di Custadian Bank.

Pasal VII
PENUTUP

1. Perjanjian kerjasama pemakaian collateral + dana dan penerbitan Surat Deposito


Berjangka (SDB) ini adalah satu-satunya perjanjian antara Pihak Pertama dengan
Pihak Kedua yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai hukum yang berlaku di
Republik Indonesia.
2. Kedua belah pihak setuju bahwa perjanjian ini setelah ditanda tangani bersama
berlaku efektif dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak dengan alasan atau dalih
apapun, kecuali force majeure atau bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku untuk itu.
3. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur kemudian secara
musyawarah mufakat kedua belah pihak dan dituangkan dalam addendum yang
merupakan bagian satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.
4. Kedua belah pihak berupaya sedapat mungkin untuk menyelesaikan semua
perbedaan pendapat atau perselisihan dengan cara musyawarah apabila
musyawarah tidak membuahkan penyelesaian, maka kedua belah pihak sepakat
memilih dan menetapkan domisili penyelesaian akhir di Pengadilan Jakarta Pusat.
5. Perjanjian ini berlaku sejak ditanda tangani bersama dihadapan saksi, sampai
batas waktu berakhirnya kontrak kerjasama, perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2
(dua) dan dibubuhi materai cukup, masing-masing pihak memegang 1 (satu)
rangkap asli yang mempunyai bunyi dan kekuatan hukum sama.

Pihak Kedua Pihak Pertama

Saksi-Saksi

_____________________ _____________________