Anda di halaman 1dari 3

1. APASIH GENERASI MILENIAL ITU ?

Sebelum mengetahui apa sebenarnya generasi milenial penulis akan mengambil


beberapa pendapat para ahli. Menurut Horovitz, pada tahun 2012, Ad Age mengakui bahwa
Milenial adalah sebuah nama yang lebih baik dari Gen Y. Para ahli dan peneliti biasanya
menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-
an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak
dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa
generasi milenial adalah generasi yang lahir pada pertengahan tahun 90an. Milenial kadang-
kadang disebut Echo Boomers, karena mereka adalah keturunan dari generasi Baby Boomer
dan karena kenaikan yang signifikan dalam tingkat kelahiran dari awal tahun 1980-an sampai
pertengahan 1990-an, mirip dengan yang dialami oleh orang tua mereka. Setiap negara
memberikan definisi berbeda terhadap generasi milenial (Y) sebagai contoh Milenial di China
umumnya di panggil sebagai generasi 1980-an dan 1990-an. Pada konferensi tahun 2015 di
Shanghai yang di organisir oleh University of Southern California's US-China Institute,
Milenial di China di bandingkan dengan Millenial di Amerika. Ruang lingkup study meliputi
perkawinan Milenial, melahirkan anak, membesarkan anak, kehidupan dan karier serta sikap
terhadap pekerjaan suka rela dan aktivis. Berbeda pula dengan di asutralia Mayoritas peneliti
dan ahli demografi menentukan generasi Milenial dimuali dari kelahiran awal tahun 1980-an
sampai pertengahan tahun 1990-an. Gallup Inc., Eventbrite dan Dale Carnegie Training and
MSW Research semuanya menggunakan tahun 19801996. Ernst and Young menggunakan
tahun 19811996. Manpower Group menggunakan tahun 19821996. Setelah penulis
memaparkan beberapa pendapat para ahli di negara berbeda dapat dilihat bahwa setiap negara
di dunia memiliki patokannya tersendiri untuk memberikan acuan kepada suatu masyarakat
milenial berdasarkan kondisi geografi, budaya, dan sosial.

2. Gerakan Sosial
Gerakan sosial adalah suatu upaya yang kurang lebih keras dan teroganisir yang
dilakukan oleh orang-orang yang realtif besar jumlahnya, entah untuk menimbulkan
perubahan, entah untuk menentangnya (Rafael Raga Maran, 2001: 65). Dari definisi
tersebut dapat didefinisikan gerakan sosial adalah gerakan yang diorganissir
berdasarkan kesadaran dan perilaku kolektif yang jumlahnya masive. Gerakan sosial
biasanya terjadi karena masyarakat melihat kondisi sosial dan politik yang telah
mengalami krisis yang dialami negara sebagai contoh tokoh yang mencetuskan
perjuangan kelas adalah Karl Marx ,menurutnya masyarakat selalu terdiri dari dua
kelompok besar, satu kelompok menjadi penindas dan satu kelompok masyarakat
lainnya menjadi yang ditindas. Berdasarkan teori yang dipaparkan oleh penulis tersebut
merupakan contoh teori gerakan sosial yang berkembang pada awal abad 18 namun
selama perkembangan zaman masyarakat modern melihat bahwa pergerakan sosial
harus dirubah berdasarkan kesadaran kelompok atau komunitas yang telah di pengaruhi
oleh sistem kapitalisme dan liberlaisme. tampilan dari gerakan sosial baru lebih bersifat
plural, yaitu mulaidari gerakan anti rasisme, anti nuklir, feminisme, kebebasan sipil.
ada beberapa hal yang baru dari gerakan sosial, seperti berubahnya media hubungan
antara masyarakat sipil dan negara dan berubahnya tatanan dan representasi masyarakat
kontemporer itu sendiri. Gerakan baru ini merespon dengan isu isu yang lebih kepada
keberagaman dan anti rasial. struktur gerakan sosial baru didefenisikan oleh pluralitas
cita-cita,tujuan , kehendak dan orientasi heterogenitas basis sosial mereka.gerakan
sosial baru pada umumnya merespon isu-isu yang bersumber dari masyarakat sipil,
danmembidik domain sosial masyarakat sipil ketimbang perekonomian atau negara.
Jadi tujuan dari gerakan sosial baru adalah untuk menata kembali relasi
negara,masyarakat dan perekonomian dan untuk menciptakan ruang publik yang di
dalamnya terdapat wacana demokratis otonomi dan kebebasan individual.

Gerakan-gerakan sosial

1.Gerakan Protes.
Gerakan protes adalah gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang sejumlah kondisi sosial yang
ada. Ini adalah jenis yang paling umum dari gerakan sosial di sebagian besar negara industri. misalnya,
gerakan ini diwakili oleh gerakan hak-hak sipil, gerakan feminis, gerakan hak kaum gay, gerakan
antinuklir, gerakan perdamaian.

2.Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi.


Gerakan Regresif ini adalah gerakan sosial yang bertujuan membalikkan perubahan sosial atau menentang
sebuah gerakan protes.

Misalnya, adalah gerakan antifeminis yang menentang perubahan dalam peran dan status perempuan.
Contoh lain adalah gerakan moral, yang menentang tren ke arah kebebasan seksual yang lebih besar.
3. Gerakan Religius.
Gerakan religius dapat dirumuskan sebagai gerakan sosial yang berkaitan dengan isu-isu spiritual atau hal-
hal yang gaib (supernatural), yang menentang atau mengusulkan alternatif terhadap beberapa aspek dari
agama atau tatanan kultural yang dominan.

4.Gerakan Komunal, atau ada juga yang menyebut Gerakan Utopia.


Gerakan komunal adalah gerakan sosial yang berusaha melakukan perubahan lewat contoh-contoh, dengan
membangun sebuah masyarakat model di kalangan sebuah kelompok kecil.
Seperti: membangun rumah kolektif, yang secara populer dikenal sebagai komune (communes), di mana
orang tinggal bersama, berbagi sumberdaya dan kerja secara merata, dan mendasarkan hidupnya pada
prinsip kesamaan (equality).
5. Gerakan Perpindahan.
Orang yang kecewa mungkin saja melakukan perpindahan. Ketika banyak orang pindah ke suatu tempat
pada waktu bersamaan, ini disebut gerakan perpindahan sosial (migratory social movement).

Contohnya: migrasi orang Irlandia ke Amerika setelah terjadinya panen kentang, serta kembalinya orang
Yahudi ke Israel, yang dikenal dengan istilah Gerakan Zionisme.
6. Gerakan Ekspresif.
Jika orang tak mampu pindah secara mudah dan mengubah keadaan secara mudah, mereka mungkin
mengubah sikap.

Melalui gerakan ekspresif, orang mengubah reaksi mereka terhadap realitas, bukannya berupaya
mengubah realitas itu sendiri.
Banyak ragam gerakan ekspresif, mulai dari musik, busana, sampai bentuk yang serius,
semacam gerakan keagamaan dan aliran kepercayaan.

7. Kultus Personal.
Kultus personal biasanya terjadi dalam kombinasi dengan jenis-jenis gerakan lain. Gerakan sosial
jenis ini berpusat pada satu orang, biasanya adalah individu yang kharismatis, dan diperlakukan oleh
anggota gerakan seperti dewa. Kultus personal ini tampaknya umum di kalangan gerakan-gerakan
politik revolusioner atau religius. #Catatan Kuliah Gerakan Sosial

Gerakan populis