Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

PRAKTIKUM PERSIAPAN PENYEMPURNAAN

PROSES SIMULTAN PADA KAIN KAPAS DAN POLIESTER

VARIASI ZAT DENGAN METODA EXHAUST DAN PAD STEAM

Disusun oleh :
Kelompok 4
Nama Anggota : Achmad Fauzi (15020001)
Asty Fithriyyah (15020004)
Izmie Khoerunnisa
(15020015)
Mila Astarina W (15020020)
Dosen : M.Ichwan.,AT,MS.Eng
Asisten : Ikhwanul Muslim, S.T.,M.T
Yayu E.Y.,S.ST
Tanggal praktikum : 28 oktober 2016

POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL

BANDUNG

2016
I. MAKSUD DAN TUJUAN

1.1.Memahami tujuan dan mekanisme proses persiapan penyempurnaan


simultan pada kain kapas dan poliester.

1.2.Mengetahui factor-faktor yang berpengaruh dalam proses persiapan


penyempurnaan simultan

1.3.Mengusai cara dan metoda proses persiapan penyempurnaan simultan

1.4.Menganalisa dan mengevalusi hasil proses persiapan penyempurnaan


simultan.
II. DASAR TEORI

2.1 Kain katun/kapas

Kapas, serat alami yang paling banyak digunakan dalam pakaian,


tumbuh di biji buah kapas di sekitar biji tanaman kapas. Sebuah serat
tunggal adalah sel memanjang yang datar, bengkok, berongga, struktur
seperti pita. Sifat serat kapas adalah memiliki kekuatan yang cukup tinggi
dan dapat dipertinggi dengan proses perendaman dalam larutan soda
kostik. Hal ini juga akan menambah kilau dan daya serap Serat pada
waktu pencelupan atau proses kimia lainnya. Kekuatan Serat kapas
terutama dipengaruhi oleh kadar selulosa dalam serat panjang rantai
molekul dan orientasinya. Kekuatan serat kapas dalam keadaan basah
lebih tinggi dibandingkan dalam keadaan kering. Oleh karena kapas
sebagian besar tersusun dari selulosa serat kapas pada umumnya tahan
terhadap penyimpanan, pengolahan, dan pemakaian sehari-hari, kapas
bersifat higroskopis atau menyerap air. Kapas memiliki ketahanan
terhadap panas yang tinggi, dan tahan sabun alkali. Asam akan merusak
kapas dan membentuk hidroselulosa. Lebih jauh asam kuat akan melarut
kapas. Alkali sedikit berpengaruh pada kapas, kecuali larutan alkali pekat
akan menyebabkan penggelembungan pada serat, seperti pada proses
Merserisasi, yang menyebabkan Serat menjadi lebih mengkilap dan
kekuatannya juga lebih tinggi. Kapas mudah diserang oleh jamur dan
bakteri terutama pada keadaan lembab, dan pada suhu hangat, kapas
memiliki beberapa sifat istimewa, misalnya mudah dicuci, dan dalam
pemakaianny nyaman saat dipakai, menyerap panas tubuh sehingga
kapas lebih unggul dari serat-serat lain. Karakteristik serat kapas

Kekuatan cukup hingga baik

Elastisitas sangat rendah

Kurang tangguh dan rentan terhadap kerutan

Nyaman dan terasa lembut

Daya serap baik

Mengalirkan panas dengan baik

Bisa rusak karena serangga, jamur, lumut dan ngengat

Bisa melemah karena paparan sinar matahari dalam jangka waktu


yang lama

2.2.Desizing

Proses penghilangan kanji bertujuan untuk menghilangkan kanji yang


terdapat pada bahan atau benang lusi pada kain hasil pertenunan tanpa
merusak seratnya. Lapisan kanji yang masih terdapat pada kain akan
menghalangi penyerapan larutan pada proses-proses selanjutnya. Proses
pengkanjian dilakaukan pada benang-benang lusi yang terbuat dari
selulosa dan sintetik maupun campuran serat sebelum proses pertenunan
untuk menambah kekuatan dan daya tahan gesekan selama proses
pertenunan, agar jumlah putusnya benang kecil sehingga diperoleh mutu
kain yang baik. Sedagkan untuk benang-benang dengan antihan tinggi
dan gintiran tidak harus dilakukan pengkanjian karena mempunyai
kekuatan yang lebih tinggi. Proses penghilangan kanji ini memerlukan
perhatian karena setiap karena setiap jenis kanji mempunyai sifat khusus,
seperti tepung kanji akan sulit larut dalam aiar dan dapat dihilangkan
dengan enzim, kanji PVA peka terhadap larutan alkali. Kanji poliakrilit
dapat dihilangkan dalam kondisi alkali atau oksidator. Oleh karena itu
sebelum dilakukan proses penghilangan kanji perlu diketahu lebih dahulu
jenis dan kadar kanji yamg digunakan.

2.3. Scouring

Scouring atau pemasakan bertujuan untuk menghilangkan kotoran-


kotaran seperti lemak, pectin dan lainnya dengan cara penyabunan
dengan menggunakan larutan alkali (NaOH) pada suhu tinggi atau
mendidih atau tinggi. Hasil proses pemasakan diharapkan memberikan
bahan yang mempunyai sifat lebih lemas dan daya serap yang baik.
Tetapi warna-warna alam tidak tidak dapat dihilangkan dengan cara
pemasakan. Penyabunan tersebut akan menyebabkan kotoran lemak,
minyak dan sejenisnya yang tidak larut menjadi sabun yang larut dalam
air dan memiliki sifat detergen untuk membantu penghilangan kotoran
dan zat lain yang tidak larut. Alkali akan membuat serat kapas
menggembung dan meningkatkan kerja zat aktif permukaan. Kapas
mengandung kotoran 4-12% dari beratnya yang terdiri dari malam,
protein-protein, pectin, abu, pigmen-pigmen, hemiselulosa dan
sedikitgula. Zat-zat hidrofob alam seperti malam sedikit sukar
dihilangkan. Komposisi malam dari kapas merupakan rantai panjang (C15
s.d C33) alcohol-alkohol, asam-asam dan hidrokarbon seperti beberapa
sterol dan politerpen. Sebagai contoh gosipol (C30H61OH), asam stearate
(C17H35COOH) dan gliserol. Sedikit diketahui bahwa struktur protein dan
pectin sangat penting kehadirannya sebagai estser metil dari asam poli
D-galakturonat. Abu adalah campuran dari senyawa anorganik (terutama
Na, Ca, Mg dan garam kalsium), kotorankotoran lain dalan komposisi
berbeda tapi mudah dihidrolisa dan dihilangkan pada kondisi pemasakan.
Selama proses pemasakan dengan alkali yang terjadi adalah :

1. Proses pelaarutan zat putih telur atau zat-zat lain yang mengandung
nitrogen (protein). Protein dalam kapas adalah sisa-sisa protoplasma
yang tertinggal dalam lumen setelah selnya mati ketika buahnya
membuka. Kadar protein dalam kapas sekitar 3% dansetelah
pemasakan kadar nitrogen menjadi kirakira 1/10 kadar aslinya.
2. Penyabunan lemak dan malam menjadi sabun yang selanjutnya
akan membantu sebagai zat pencuci dalam pemasakan. Kadar
malam,lemak dalam kapas sekitar 0,5-1,0 % . lemak, minyak dan
malam merupakan ester atau senyawa organic dengan berat
molekul tinggi. Sehinngga dapat dihidroliusa dengan alkali yang
reaksinya disebut penyabunan.
3. Proses perubahan pectin dan zat organic lainnya menjadi garam
yang larut. Jumlah pectin dalam serat kapas sekitar 0,6-1,2% . pectin
merupakan karbohidrat dengan berat molekul tinggi dan struktur
rantai seperti selulosa. Selulosa pecah kedalam glukosa tetapi pectin
terurai menjadi galaktosa, pentose, asam poligalakturonat dan metil
alcohol.
4. Proses pelepasan kulit biji dan kotoran lain selama proses
pembuatan kain atau penyimpanan melalui gerakan-gerakan
mekanis alat penyabunan serta pendispersian oleh zat pemasak.
Proses pengerjaan dapat dilakukan pada kondisi berbeda. Penggunaan
NaOH 0,1% pada suhu 100oC dengan waktu beberapa jam atau NaOH 85
pada suhu 120oC dengan waktu 2-20 menit dapat menghilangkan
sempurna kotoran tersebut. Banyak alkali yang dipakai tergantung
banyaknyakotoran dan berat kain. Pada proses pemasakan perlu
diperhatikan pH larutan atau jumlah alkali dan zat aktif permukaan, suhu
dan waktu proses yang tergantung dari jenis serat dan metode yang
digunakan seperti dengan atau tanpa tekanan. Pemasakan dengan suhu
diatas 1000C apalagi dengan tekanan tinggi besar kemungkinan akan
terjadi oksiselulosa. Untuk mengurangi kerusakan serat perlu ditambahkan
zat peresukdi seperti NaHSO3 sekaligus dapat memberi efek pemutihan
bahan. Hasil pemasakan selain memperoleh daya basah yang baik
hasilnyapun harus rata, agar dapat menjamin proses pengelantangan,
pencelupan, pencapan, dan penyempurnaan. Penghilangan yang efektif
kotoran kapas terutama malam-malam adalah melalui pendidihan larutan 1
- 6 % NaOH, Ca(OH)2 atau Na2CO3. Pemilihan zat pembantu tekstil dalam
larutan alkali, hal yang penting untuk hasil yang baik, termasuk zat pelunak
air seperti EDTA (Etilena-Diamin-Tetra-Asetat) untuk melarutkan zat
anorganik yang terdapat pada air sadah dan zat aktif permukaan anionik
seperti natrium lauril sulfat sebagai deterjen, pendispersi dan pengilmulsi
untuk menghilangkan malam-malam yang tidak dapat disabunkan. Dalam
beberapa proses, logam-logam sadah (CaMg) dapat membentuk ikatan
kompleks dan menghalangi kerja sabun, dan penggunaan pelunak air
yang tahan alkali mutlak ditambahkan. Pada kain rajut proses pemasakan
dikerjakan dibawah kondisi pengerjaan kain tenun karena kain rajut
mempunyai struktur yang lebih terbuka dan mudah dihilangkan kotorannya
daripada kain tenun. Kadangkala proses pencelupan kain rajut dibawah
kondisi alkali sekaligus dapat membantu penyabunan lemak. Jadi untuk
menghilangkan kotoran seperti lemak, minyak dan malam dapat
dihilangkan dari bahan tekstil dengan tiga metode, yaitu :
1. Dengan penyabunan menggunakan alkali tanpa merusak seratnya.
2. Dengan pendispersian dan pengemulsian menggunakan sabun atau
senyawa aktif permukaan seperti deterjen.
3. Dengan ekstraksi menggunakan pelarut organik.
Diketahui bahwa mekanisme yang terjadi pada proses pemasakan dengan
zat aktif permukaan adalah pembasahan kotoran jenis lemak berlangsung
karena terjadinya pengurangan sudut kontak antara kotoran dengan air,
sehingga molekul-molekul zat aktif permukaan akan terabsorsi pada
permukaan. Karena gaya tarik terhadap serat lebih besar daripada gaya
tarik serat terhadap kotoran, maka kotoran yang menempel pada
permukaan kain iakhirnya terlepas. Proses pelepasan kotoran maksimum
terjadi diatas kondisi kritis misel, karena pada kondisi ini akan terbentuk
misel sferik atau bentuk misel lameral yang dapat mendispersikan dan
mengemulsikan kotoran lemak dan minyak pada kain sehingga kotoran
larut dan stabil dalam air. Oleh karena itu zat aktif permukaan berfungsi
sebagai koloid pelindung terhadap partikel kotoran yang lepas sehingga
dapat mencegah kembalinya kotoran pada kain, maka proses pelepasan
kotoran berlangsung sempurna.

2.4.Tujuan Proses Persiapan Penyempurnaan Simultan

Tujuan dari proses persiapan penyempurnaan simultan adalah untuk


menghilangkan berbagai macam kotoran alam dan luar pada bahan
tekstil secara cepat dan murah dengan memberikan hasil yang relative
baik. Proses ini banyak digunakan saat ini terutama untuk serat sintetik
dan campuran dan kadang serat kapas dan rayon.
2.5.Mekanisme proses simultan

Prinsip dari proses simultan adalah adanya kesamaan kondisi proses


dan zat yang digunakan tidak saling mengganggu tujuan masing-masing
proses pesiapan penyempurnaan yang dilakukan. Mekanisme prosesnya
sama persis dengan proses yang dilakukan terpisah. Proses simultan
banyak dilakukan untuk serat sintetik dan campuranya karena macam
dan jumlah kotorannya yang harus dihilangkan tidak sebanyak pada
serat alam, namun demikian proses ini kadang juga dilakukan untuk serat
kapas. Sebagai contoh proses simultan penghilangan kanji-pemasakan.
Pada proses ini digunakan zat penghilang kanji oksidator seperti
pemasakan yaitu NaOH selain menyabunkan kotoran sekaligus
membantu menggelembungkan kanji dan mempercepat penguraian
oksidator H2O2.

2.6.Metoda Proses Simultan

Perkembangan dalam hal zat kimia/zat pembantu dan pemesinan


mendorong berkembangnya metoda proses simultan yang
menguntungkan. Proses ini dapat dilakukan pada mesin jenis kontinyu
maupun batch. Kain yang diproses dapat berbentuk oven width (terbuka
lebar) dan rope (seperti tambang), tergantung mesin yang tersedia.

III. PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

A. Alat
1. Beaker gelas 500ml
2. Pengaduk kaca
3. Kasa + kaki tiga + bunsen
4. Timbangan digital
5. Kain kapas
6. Mesin padder

B. Bahan

Zat sesuai resep


3.2 Diagram alir

cara exhaust
cara pad-steam

Diagram Alir


Timbang bahan

Proses simultan

Pencucian

Pengeringan

Evaluasi

3.3 Skema proses

3.4 Resep

resep simultan bahan kapas

Zat Variasi 1 (Izmie K) Variasi 2 (Asty F)


NaOH Padat (ml/l) 10 10
Scouring agent (ml/l) 1 1
Stabilisator H2O2 (ml/l) 2 2
H2O2 35% (ml/l) 10 30
Suhu 100 100
Waktu 30 menit 30 menit
Anti sadah (ml/l) 1 1
Vlot 1 : 20 -
metode Exhaust Pad-steam

resep simultan bahan poliester


zat Variasi 1 (Achmad F) Variasi 2 (Mila astarina)
NaOH 48Be (ml/l) 2 2
Scouring agent (ml/l) 1 1
H2O2 35% (ml/l) 1 1
Zat anti sadah (ml/l) 1 1
Waktu 30 menit 30 menit
Suhu 100 130
vlot 1 : 20 1 : 20
perhitungan resep bahan kapas

Variasi 1 Variasi 2

10 10
NaOH padat 1000
630 = 6 gram 1000
200 = 2 gram
1
1 200 = 0,2
Scouring agent 1000
630 = 0,63 ml/l 1000
ml/200ml
2 2
Stabilisator H2O2 630 = 1,26 ml/l 200 = 0,4
1000 1000
10 30
H2O2 35% 630 = 6,3 ml/l 1000
200 = 6 ml/200ml
1000
1 1
Anti sadah 630 = 0,63 ml/l 1000
200 = 6 ml/200ml
1000
perhitungan resep bahan poliester
Zat Variasi 1 dan variasi 2
2
NaOH 48Be 1000
200 = 0,4 ml/200ml
1
Scouring agent 200 = 0,2 ml/200ml
1000
1
H2O2 35% 200 = 0,2 ml/200ml
1000
1
Anti sadah 200 = 0,2 ml/200ml
1000

Fungsi zat
- NaOH sebagai zat yang menyabunkan lemak, malam, minyak
menjadi sabun yang larut dalam air dan menggelembungkan serat
sehingga mudah menyerap larutan pemasakan.
- Scouring agent sebagai zat yang membantu kinerja NaOH untuk
menghilangkan oli, pelumas .
- Stabillisator berfungsi untuk mengambat logam untuk mengoksidasi
kotoran dan kapas supaya terhindar dari pilling dan mengontrol
pelepasan oksigen aktif.
- H2O2 35% sebagai zat pengelantang.
- Anti sadah sebagai zat yang mengikat logam Ca, Mg yang dapat
mengendap dan menurunkan kinerja NaOH dan sabun.

IV.DATA PERCOBAAN DAN EVALUASI


4.1 Data percobaan

Data Variasi 1 Variasi 2 Variasi 3 Variasi 4

Berat awal 30,41 gram 31,60 gram 8,95 gram 8,74 gram

Berat akhir 26,63 gram 27,42 gram 7,99 gram 7.79 gram

Daya serap 0 : 00 : 32 0 : 15 : 42 0 : 00 : 30 0 : 00 : 49
Panjang lusi
20,0 cm 20 cm 20 cm 20 cm
awal
Panjang lusi
18,6 cm 18,5 cm 14 cm 12 cm
akhir
Panjang
20 cm 20 cm 20 cm 20 cm
pakan awal
Panjang
19,5 cm 18,7 cm 19,1 cm 17 cm
pakan akhir

4.2 Evaluasi
Derajat
Mengkeret
Daya putih
Variasi Kanji Jumlah
serap
lusi pakan 1 2 3 4
1 (kapas) 13,08 % coklat 0 : 00 : 32 7% 2,5% 1 2 1 1 5

2 (kapas) 13,22 % Coklat 0 : 15 : 42 7,5% 1,5% 3 1 2 3 9

3
(poliester)
10,72 % Kuning 0 : 00 : 30 30% 4,5% 2 3 4 2 11

4
(poliester)
10.86% Kuning 0 : 00 : 49 40% 15% 4 4 3 4 15

VARIASI RESEP TERHADAP


13.08% 13.22%
14.0%
12.0% 10.72% 10.86%

10.0%
(%)

8.0%
6.0%
4.0%
2.0%
0.0%
VARIASI 1 VARIASI 2 VARIASI 3 VARIASI 4
(KAPAS) (KAPAS) (POLIESTER) (POLIESTER)
VARIASI RESEP
VARIASI RESEP TERHADAP DAYA SERAP
0:17:17 0:15:42

DAYA SERAP (MILI DETIK) 0:14:24

0:11:31

0:08:38

0:05:46

0:02:53 0:00:49
0:00:32 0:00:30
0:00:00
VARIASI 1 (KAPAS)VARIASI 2 (KAPAS) VARIASI 3 VARIASI 4
(POLIESTER) (POLIESTER)
VARIASI RESEP

VARIASI RESEP TERHADAP MENGKERET LUSI DAN


45% PAKAN 40%
40%
35%
MENGKERET BENANG

30%
30%
25%
20% 15%
15%
10% 7% 7.50%
4.50%
5% 2.50% 1.50%
0%
Variasi 1 (kapas) Variasi 2 (kapas) Variasi 3 (poliester) Variasi 4 (poliester)
VARIASI RESEP

Lusi Pakan
Variasi Resep Terhadap Derajat Putih
16 15

14

12 11
Skor Derajat Putih

10 9

6 5

0
Variasi 1 (kapas) Variasi 2 (kapas) Variasi 3 (poliester) Variasi 4 (poliester)
Variasi Resep

V. DISKUSI
Pada proses simultan ini, kain polyester dihasilkan warna yang lebih
cerah daripada kain kapas. Hal ini dikarenakan kain polyester merupakan kain
yang terbuat dari serat sintetik sehingga tidak terdapat pigmen alam yang dapat
menimbulkan warna pada kain seperti kapas yang berpigmen warna kuning
kecoklatan. Selain itu, pada kain polyester hanya terdapat kotoran yang berasal
dari luar bahan saja seperti pelumas pada saat proses pertenunan, debu, atau
kotoran pada saat penyimpanan sehingga dapat dengan mudah dihilangkan.
Proses simultan yang dilakukan terdiri dari tiga proses sekaligus yaitu desizing,
relaxing dan bleaching. Kain polyester mengalami relaxing atau relaksasi karena
pada saat proses pertenunan mengalami tegangan sehingga pada saat proses
relaksasi pada suhu tinggi mengalami pemengkeretan. Pemengkeretan kain
pada suhu 130 lebih tinggi daripada pada suhu 100, karena tegangan yang
telah dialami kain semakin menurun. Daya serap pada kain polyester juga bagus
karena kotoran yang terdapat pada kain hanya sedikit sehingga kotoran dapat
dengan mudah dihilangkan dan tidak menghalangi penyerapan air maupun zat
warna. Kotoran tersebut hilang akibat dari kinerja dari NaOH dan scouring agent
yang optimal. Serta kain yang menjadi lebih putih akibat dari kinerja hydrogen
peroksida yang mampu mengoksidasi kotoran oleh oksigen radikal pada
suasana alkali sehingga menghasilkan warna yang lebih cerah. Pada proses
simultan kain polyester tidak digunakan stabilisator karena polyester tidak
mengandung logam yang dapat mengkatalisasi oksidasi kotoran atau pigmen
oleh oksigen aktif sehingga kemungkinan terbentuknya pin hole akan kecil.

Anda mungkin juga menyukai