Anda di halaman 1dari 12

AGAMA

PROJECT BASED LEARNING

NILAI DAN KEPERCAYAAN YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK


KESEHATAN SAAT INI

Disusun Oleh SGD 2:

1. Ida Bagus Duwi Krisna Putra (1702521023)


2. Putu Gede Wiyata Dharma Putra (1702521057)
3. Ketut Nanda Diaspora (1702521003)
4. Ni Putu Widya Erawati (1702521004)
5. Made Ayu Puspa Dewi (1702521016)
6. Ni Komang Apriani (1702521017)
7. Ni Made Sridarmayanti (1702521051)
8. Dian Nita Eka Saptarini (1702521065)
9. Made Ayu Tara Sania Tari (1702521066)
10. Marilia Francisca Soares (1702521067)

ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2017
DAFTAR ISI

Daftar Isii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang...1

Tujuan2

Manfaat..2

BAB II PEMBAHASAN

Konsep Nilai dan Kepercayaan.....3


Nilai-nilai Kepercayaan yang dianut oleh Pasien dalam Praktik Kesehatan4
Nilai-nilai dalam Keperawatan.5

Nilai dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Praktik Kesehatan.7

BAB III SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Simpulan8

Rekomendasi..8

DAFTAR PUSTAKA....9

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepercayaan masyarakat terhadap petugas kesehatan khususnya di
Rumah Sakit merupakan salah satu faktor dari kepercayaan terhadap praktik
kesehatan secara umum. Kepercayaan merupakan poin penting bagi seorang
perawat dimana pelayanan keperawatan yang baik saat ini diukur melalui
kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.(Susilowati.2011). Masyarakat
dapat menilai standar praktik yang diberikan perawat, etika perawat serta
profesionalismenya. Bila standard praktik tidak terpenuhi, maka tidak akan
ada lagi kepercayaan dari masyarakat.
Nilai dan kepercayaan sangat mempengaruhi praktik kesehatan saat
ini. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sikap dan tindakan perawat dalam
melakukan asuhan keperawatan terhadap klien. Untuk mendukung lebih lanjut
hubungan yang menyembuhkan, perawat harus tetap menyadari tentang
kekuatan dan kebutuhan spiritual klien. Penting bagi klien untuk mampu
mengekspresikan dan menelaah keyakinannya. Perawat yang menghargai
kepercayaan klien dan mengenali pengaruh spiritualitas yang diberikan
terhadap penyembuhannya akan dirasakan oleh klien sebagai sumber harapan.
Namun, rendahnya kepercayaan masyarakat saat ini terhadap praktik
kesehatan semakin nyata. Di sinilah peran perawat sangat dibutuhkan. Para
perawat masa kini harus mampu menjawab rasa ketidakpercayaan tersebut
melalui upaya-upaya yang sungguh-sungguh untuk membangun kembali
kepercayaan masyarakat dengan bekerja berdasarkan nilai-nilai yang dihayati,
nilai dasar sebagai manusia, melayani dengan alturisme yang tinggi, dan
selalu sadar diri dengan apa yang akan dilakukan (Susilowati, 2011). Rasa
percaya adalah dasar untuk segala hubungan. Sikap yang perawat tunjukkan
ketika memasuki ruangan klien membentuk suatu intonasi untuk interaksi.
Perawat harus membuktikan bahwa ia dapat diandalkan untuk interaksi dan

1
dapat dipercaya. Menujukkan kehadiran, memperlihatkan sikap mengasihi,
dan melakukan perawatan secara mapan dapat meningkatkan kepercayaan
klien terhadap praktik kesehatan.

1.2 Tujuan
1.2.1 Untuk mengetahui konsep nilai dan kepercayaan.
1.2.2 Untuk mengetahui nilai-nilai kepercayaan yang dianut oleh pasien
dalam praktik kesehatan.
1.2.3 Untuk mengetahui nilai-nilai dalam keperawatan.
1.2.4 Untuk mengetahui pengaruh nilai dan kepercayaan terhadap praktik
kesehatan

1.3 Manfaat
1.3.1 Dapat mengetahui mengenai konsep nilai dan kepercayaan
1.3.2 Dapat mengetahui nilai-nilai kepercayaan yang dianut oleh pasien
dalam praktik kesehatan.

1.3.3 Dapat mengetahui nilai-nilai dalam keperawatan.

1.3.4 Dapat mengetahui pengaruh nilai dan kepercayaan terhadap praktik


kesehatan

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Nilai dan Kepercayaan
Nilai merupakan sesuatu yang luas sehingga terdapat banyak definisi yang
dapat menggambarkan nilai itu sendiri. Terdapat beberapa definisi nilai menurut para
ahli yaitu sebagai berikut.
1. Menurut Kluckhohn, nilai adalah keyakinan personal mengenai harga atas
suatu ide, tingkah laku, kebiasaan, yang menyusun suatu standar yang
mempengaruhi tingkah laku.
2. Menurut Kupperman , nilai adalah patokan normatif yang memengaruhi
manusia dalam menentukan pilihannya di antara cara-cara tindakan
alternatif.
3. Menurut Engel, nilai merupakan terminal dan instrumen atau tujuan
kemana perilaku diarahkan, dan sasaran pencapaian tujuan itu.
4. Menurut Mulyana, nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan
pilihan.
5. Menurut Spranger nilai adalah suatu tatanan yang dijadikan panduan oleh
individu untuk menimbang dan memilih alternatif keputusan dalam
situasi sosial tertentu.
Dari pengertian nilai yang dikemukakan para pakar di atas, dapat
disimpulkan bahwa Nilai adalah sesuatu yang dijadikan sebagai panduan dalam
hal mempertimbangkan keputusan yang akan diambil kemudian. Nilai
merupakan sesuatu yang bersifat abstrak, karena mencakup pemikiran dari
seseorang. Penilaian yang dilakukan oleh individu yang satu belum tentu sama
dengan individu yang lain. Selanjutnya akan dibahas mengenai macam-macam
nilai sebagai berikut.
Kepercayaan (trust) merupakan kesediaan (willingness) individu untuk
menggantungkan dirinya pada pihak lain yang terlibat pertukaran karena individu
mempunyai keyakinan (confidence) terhadap pihak lain(Moorman,1993 dalam
3

3
Darsono, 2008). Sedangkan Krech (1962., Sarwono, 1997) menyatakan bahwa
kepercayaan merupakan gambaran sikap untuk menerima suatu pernyataan atau
pendirian tanpa menunjukkan sikap pro atau kontra. Kepercayaan lebih mudah
untuk tumbuh di antara orang-orang yang memiliki kepentingan dan tujuan yang
sama, sehingga lebih mudah untuk mengubah kepercayaan individu daripada
mengubah kepercayaan suatu kelompok. Kepercayaan adalah suatu perasaan atau
keyakinan bahwa apa yang diyakini tersebut adalah benar. Dengan adanya
kepercayaan, seorang individu akan bersedia mengambil risiko yang mungkin
terjadi dalam hubungannya dengan pihak lain (Mayer, 1995). Kepercayaan
merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dalam menentukan
sikap. Kepercayaan terhadap pengobatan medis akan menentukan sikap
masyarakat dalam mencari perawatan medis. Dalam hal ini, perawat telah
menetapkan nilai dan harus mengembangkan kesadaran tentang bagaimana
sistem nilai mereka sendiri akan mempengaruhi perawatan klien. Misalnya,
perawat mungkin akan menilai keikutsertaan keluarga dalam perawatan klien.
Pemahaman sistem nilai akan membantu perawat bertindak secara professional.

Praktik kesehatan terikat erat dengan nilai. Frekuensi dan kosistensi


dimana seorang melakukan tindakan yang dapat meningkatkan kesehatan
bergantung pada apa yang mereka hargai. Penyakit sering kali membuat orang
mengkaji nilai mereka. Perawat membantu klien untuk menjelaskan atau
melakukan prioritas ulang nilai pribadi, meminimalkan konflik, serta mencapai
kosistensi diantara nilai dan tingkah laku yang berhubungan dengan kesehatan.

2.2 Nilai-nilai Kepercayaan yang dianut oleh Pasien dalam Praktik


Kesehatan.
Setiap manusia memiliki kepercayaan masing-masing. Mereka berpedoman
kepada nilai-nilai tersebut untuk menjalani kehidupan sehari-sehari. Nilai-nilai
kepercayaan yang dianut oleh klien dapat mempengaruhi proses praktik
kesehatan dalam hal sikap dan tindakan perawat dalam melakukan asuhan

4
keperawatan terhadap klien. Untuk mendukung lebih lanjut hubungan yang
menyembuhkan, perawat harus tetap menyadari tentang kekuatan dan kebutuhan
spiritual klien. Penting bagi klien untuk mampu mengekspresikan dan menelaah
keyakinannya. Klien akan merasakan pengaruh spiritualitas yang diberikan
perawat terhadap penyembuhannya sebagai sumber harapan apabila perawat
mampu menghargai kepercayaan klien. Oleh karena itu perawat harus bisa
menjalani kedekatan dengan klien agar dapat terjadi rasa saling percaya sehingga
dapat tercapai tujuan dari asuhan keperawatan itu sendiri.

2.3 Nilai-nilai dalam Keperawatan

1. Nilai dan Perilaku Keperawatan Esensial


Profesi keperawatan memiliki nilai sebagai identitas yang dapat
mempengeruhi tindakan dan mempertahankan apa yang yang dilakukannya.
Sebagai profesi yang berhubungan langsung dengan klien maka
diperlukan nilai-nilai sebagai dasar praktik perawat professional dalam
memutuskan dan memberikan pelayanan pada klien. Berdasarkan Potter dan
Perry (2005) tentang American Association of Colleges of Nursing (AACN)
menetapkan tujuh nilai dan perilaku keperawatan esensial yaitu alturisme,
persamaan, estetika, kebebasan, martabat manusia, keadilan, dan kebenaran.
a) Alturisme
Sebagai individu yang perhatian, komitmen, kasihan, memiliki kemurahan
hati, dan ketekunan. Dan nilai profesional perawat yaitu memberikan
perhatian yang penuh pada pasien, membantu teman sejawat ketika
mereka tidak dapat melakukannya dalam memberikan perawatan, dan
menunjukkan perhatian pada masalah sosial yang behubungan dengan
kesehatan.
b) Persamaan
Perawat harus memiliki nilai dan sikap personal yang mudah menerima,
asertif, tidak sepihak, harga diri yang baik, dan toleransi. Memberikan

5
asuhan keperawatan berdasarkan kebutuhan individu, tidak melihat dan
memilih pasien dari karakter seseorang, melakukan interaksi dengan
perawat yang lain, mengekspresikan pikiran tentang perkembangan dalam
bidang keperawatan atau kesehatan.
c) Estetika
Kualitas objek, peristiwa, dan orang yang memberikan kepuasan,
penghargaan kreativitas, imajinasi, sensitivitas. Adaptasi dengan
lingkungan sehingga bisa memuaskan pasien, menciptakan lingkungan
kerja yang menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain, menempatkan
diri dengan cara yang dapat meningkatkan kesan positif dalam
5
keperawatan.
d) Kebebasan
Memiliki sikap dan nilai personal yang percaya diri, memiliki harapan,
kemerdekaan, keterbukaan, penguasaan diri, dan disiplin. Menghargai hak
pasien untuk menolak perawatan, mendukung hak perawat lain untuk
memberikan berbagai alternatif pada rencana perawatan, mendukung
diskusi terbuka terhadap isu-isu yang kontroversi dalam profesi.
e) Martabat Manusia
Perawat memiliki nilai dan sikap personal dalam memberikan
pertimbangan, empati, kemanusiaan, keramahan, bisa menghargai, dan
percaya diri. Melindungi hak pasien terhadap kebebasannya sendiri,
memperlakukan pasien sesuai dengan yang mereka inginkan,
mempertahankan kerahasiaan pasien dan pegawai, merawat pasien
dengan hormat tanpa memandang latar belakang.
f) Keadilan
Memiliki sikap dan nilai personal yang berani, integritas, moralitas, dan
objektivitas. Sebagai advokat dalam perawatan kesehatan pasien,
mealokasikan sumber daya secara adil, dan melaporkan praktik yang
tidak kompeten, tidak etis, dan ilegal secara objektif dan aktual.

6
g) Kebenaran
Memiliki sikap dan nilai personal yang akuntabilitas, kebenaran,
kejujuran, keingintahuan, rasionalitas, dan refleksivitas.
Mendokumentasikan keperawatan secara akurat dan jujur, mendapatkan
data yang cukup untuk membuat suatu keputusan sebelum melaporkan
adanya pelanggaran kebijakan organisasi, berpartisipasi dalam usaha
profesional untuk melindungi masyarakat dari kesalahan informasi
mengenai kesehatan.
2. Nilai Advokasi
Advokasi adalah mendukung, menjunjung, dan mendiskusikan nilai-
nilai yang dianut orang lain. Terbentuknya advokasi terhadap pasien
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari perawat maupun pasien itu sendiri.
Adapun bentuk advokasi yang bisa dilakukan perawat pada pasien yaitu
memberikan informasi atau edukasi, penjelasan tentang prosedur tertentu,
penjelasan tentang hasil tes akhir, keikutsertaan dalam perencanaan
perawatan, identifikasi kekuatan pasien dan mendengarkan secara hati-hati
(American Nurse Association (ANA) Code of Ethics, 1985 dalam Potter &
Perry, 2005)
2.4 Nilai dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Praktik Kesehatan

Nilai dan kepercayaan yang mempengaruhi praktik kesehatan saat ini


dilatarbelakangi oleh sikap dan tindakan perawat dalam melakukan asuhan
keperawatan terhadap klien. Untuk mendukung lebih lanjut hubungan yang
menyembuhkan, perawat harus tetap menyadari tentang kekuatan dan kebutuhan
spiritual klien. Penting bagi klien untuk mampu mengekspresikan dan menelaah
keyakinannya. Oleh karena itu perawat harus mampu menghargai kepercayan klien
dan mengenali pengaruh spiritualitas yang diberikan. Dengan begitu, praktik
keperawatanyang dilakukan terhadap penyembuhannya akan dirasakan oleh klien
sebagai sumber harapan. Tetapi dalam praktiknya, tidak jarang nilai dan kepercayaan

7
yang dianut klien menghambat proses pemberian asuhan keperawatan ataupun
tindakan medis lainnya. Sebagai contoh kasus, ada seorang perawat yang digugat oleh
pasien yang telah ditolongnya dari ancaman kematian. Penyebab awal kejadian ini
bermula dari sikap perawat yang memberikan trasnfusi darah kepada pasien yang
menganut ajaran Yahudi Konservatif. Pada saat itu perawat menemukan klien dalam
kecelakaan serius akibat tabrakan mobil. Dalam dompet klien tersebut terdapat
kalimat No Blood Transfusion sesuai dengan ajaran sekte agamanya. Perawat
mengetahui larangan itu tetapi karena keadaan pasien semakin parah dan hanya dapat
diselamatkan dengan tranfusi darah, nalurinya sebagai perawat muncul. Perawat
berpikir objektif dan rasional tentang pentingnya menyelamatan nyawa orang
tersebut, maka tulisan di dompet tersebut diabaikan. Akhirnya dilakukan tranfusi
darah sampai orang tersebut dapat diselamatkan. Setelah sembuh, orang tersebut
mendapat informasi bahwa kesembuhannya disebabkan karena tindakan tranfusi
darah. Seketika itu pula ia menggugat perawat ke pengadilan dengan tuduhan
melakukan malpratik dengan tidak menghargai hak pasien. Kerugian yang dirasakan
pasien yaitu rusaknya kepercayaan dirinya terhadap agama akibat perlakuan perawat
tersebut. Sehingga akhir drama persidangan tersebut dimenangkan oleh pasien.

8
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Nilai merupakan sesuatu yang dapat kita jadikan panduan dalam
mempertimbangakn suatu keputusan yang bersifat abstrak. Sedangkan
kepercayaan merupakan sikap individu yang menaruh keyakinan dan
menggantungkan dirinya kepada orang lain yang mempunyai kepentingan dan
tujuan yang sama seperti halnya perawat dengan pasiennya. Nilai dan
kepercayaan yang mempengaruhi praktik kesehatan yang dilatarbelakangi oleh
sikap dan tindakan perawat yang harus mendapatkan rasa kepercayaan dari klien
dalam melakukan asuhan keperawatan. Nilai-nilai dalam keperawatan meliputi
nilai dan perilaku keperawatan essensial yang merupakan nilai-nilai dasar yang
meliputi alturisme, persamaan, estetika, kebebasan, martabat manusia, keadilan,
dan kebenaran serta nilai advokasi dimana perawat memberikan informasi atau
edukasi, identifikasi kekuatan pasien dan mendengarkan secara hati-hati. Nilai
dan kepercayaan yang mempengaruhi praktik kesehatan saat ini dilatarbelakangi
oleh sikap dan tindakan perawat dalam melakukan asuhan keperawatan terhadap
klien. Perawat menghargai kepercayan klien dan mengenali pengaruh
spiritualitas yang diberikan terhadap penyembuhannya akan dirasakan oleh klien
sebagai sumber harapan.

3.2 Rekomendasi

Kita sebagai seorang perawat hendaknya dalam melakukan pemberian


asuhan keperawatan mampu mendapatkan rasa kepercayaan dari pasien tanpa
menyalahi nilai-nilai kepercayaan yang telah ada maupun yang dianut oleh
klien.

9
DAFTAR PUSTAKA

1) Potter, P.A. & Perry, A.G. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4.
Jakarta : EGC (Diakses : 16 Oktober 2017)
2) Tampubolon, GSP. 2013. Chapter II. Diakses melalui :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38935/4/Chapter%20ll.pdf (Diakses :
16 Oktober 2017)
3) Intan Nur K (Indi). 2013. Konsep Spiritual dalam Keperawatan (Diakses pada
link https://sites.google.com/site/penawaranjasadaninformasi/silabus-dan-ilmu-
keperawatan/konsep-spiritual-dalam-keperawatan (Diakses : 17 Oktober 2017)

4) M.Sahyenti.2013. Nilai - nilai Perawat. (Diakses pada link


http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39183/4/Chapter%20ll.pdf (
Diakses : 19 Oktober 2017)

10