Anda di halaman 1dari 198

PENGARUH AUDIT INTERN DAN PENGENDALIAN INTERN

TERHADAP PENERAPAN GOOD CORPORATE


GOVERNANCE (GCG)

Studi Kasus Pada Salah Satu BUMN di Jakarta

Oleh:
Resa Dewitasari

NIM: 204082002275

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1430 H/2009 M

PENGARUH AUDIT INTERN DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP


PENERAPAN GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG)
(Studi Kasus Pada Salah Satu BUMN di Jakarta)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial


Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh
Resa Dewitasari

NIM: 204082002275

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I
Pembimbing II
DR. Yahya Hamja, MM
Rini, SE., Ak, Msi
NIP. 130676334

NIP. 150370231

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA

1430 H/2009 M

Hari ini Jumat, Tanggal 12 Bulan Desember Tahun Dua Ribu Delapan telah dilakukan
Ujian
Komprehensif atas nama Resa Dewitasari NIM: 204082002275 dengan judul Skripsi
PENGARUH AUDIT INTERN DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP
PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) (STUDI KASUS PADA
SALAH SATU BUMN DI JAKARTA) . Memperhatikan kemampuan keilmuan
mahasiswa
tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan
Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 12 Desember 2008


Tim Penguji Ujian Komprehensif

Amilin, SE, Ak., M.Si


Rahmawati, SE, MM
Ketua

Sekretaris

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS


Penguji Ahli

Hari ini Kamis, Tanggal 5 Bulan Maret Tahun Dua Ribu Sembilan telah dilakukan Ujian
Skripsi
atas nama Resa Dewitasari NIM: 204082002275 dengan judul Skripsi PENGARUH
AUDIT
INTERN DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERAPAN GOOD
CORPORATE GOVERNANCE (GCG) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU
BUMN DI
JAKARTA). Memperhatikan kemampuan keilmuan mahasiswa tersebut selama ujian
berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 05 Maret 2009

Tim Penguji Ujian Skripsi

DR. Yahya Hamja, MM


Rini, SE., Ak, Msi
Pembimbing I

Pembimbing II

Amilin, SE, Ak., M.Si


Penguji Ahli
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI

Nama

: Resa Dewitasari
Jenis Kelamin
: Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir
: Jakarta, 1 September 1986
Agama
: Islam
Status Perkawinan
: Belum Menikah
Alamat
: Jl. Lestari II blok E/23, Pisangan, Ciputat, 15419
Telepon/ Hp
: (021) 98059054 / 08567993883
E-mail
: Like_harvestmoon@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

1. TK Ketilang Jakarta
1990-1992
2. MI Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1992-1998
3. MTS Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1998-2002
4. SMUI Dian Ilmu Depok
2002-2004
5. S1 Uin Syarif Hidayatullah Jakarta
2004-2009
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Jurusan Akuntansi

RIWAYAT PENDIDIKAN NON FORMAL

Seminar Pengantar Ilmu Hukum Pajak


2005
Pelatihan Perpajakan Taxation, Learning and Aplication
2005
Seminar Public Relation Short Course
2005
Workshop Perbankan Syariah
2006
Workshop The Art Of Learning Strategy To Win The Competition
2006
Workshop Fraud and Audit Technique
2007
English Course Conversation International Language Program
2009
Brevet Pajak A dan B STAN
2009

PENGALAMAN ORGANISASI DAN KERJA

1. BEM UIN Syarif Hidayatullah Anggota Divisi Seni dan


2004-2005
Budaya
2. BEM UIN Syarif Hidayatullah Anggota Divisi Seni dan
2005-2006
Budaya
3. BEM Fakultas Ekonomi dan
Menteri Divisi Seni dan
2006-2007
Ilmu Sosial
Budaya
4. SICUEST (Indonesian
Ketua Pelaksana
2006
Culture Festival)
5. Magang Di Bank Indonesia
Dept. Keuangan Intern bag.
2007
Laporan Keuangan

Intern Audit Influence and Controller Intern to Good Corporate Governance (GCG)
toward
Application
(The Case Of Study to BUMN Jakarta)

By :
Resa Dewitasari

ABSTRACT

The purpose of this research is to know how Intern Audit Influence and Intern Controller
to Good Corporate Governance (GCG) Application at Intern Auditor. The variable used in this
research are Intern Audit (X1) and Controller Intern (X2) to Good Corporate Governance
(GCG)
Application (Y) as a dependent variabel.
This study to use path analysis technique to test hypothesis. Data is primary and obtained
through questionnaires. Sample taken by as much 43 with using formula Slovin.
Responder come
from intern controler unit of Bank X Jakarta.
The result of the research to indicate that the trajectory coefficient of between Intern
Audit
(X1) to Good Corporate Governance (GCG) Application (Y) is 0.202, significances Intern
Audit
variable 0.170 > 0.05 so that observation Hypothesis (Ho) accepted, it means that no
influence
which significant.
Coefficient of Intern Controller (X2) to Good Corporate Governance (GCG) Application
(Y) of equal to 0.567, level significant 0.000 < 0.05, so that observation Hypothesizing
(Ho) rejected and alternative Hypothesis (Ha) accepted it means that there are influence which
significant. From ANOVA table get value F is 20.810 with probabilitas value (sig) =
0.000
because sig value < 0.05, so the that observation Hypothesizing (Ho) rejected and
alternative
Hypothesis (Ha) accepted it means that there are influence which significant

Key Word : Intern Audit, Controller Intern and Good Corporate Governance (GCG)
Application.

Pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate
Governance (GCG)
(Studi Kasus : Salah satu BUMN di Jakarta)

Oleh:
Resa Dewitasari

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Audit Intern dan
Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada
Auditor Intern. Variabel yang menjadi fokus penelitian ini adalah Audit Intern (X1) dan
Pengendalian
Intern (X2) terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (Y) sebagai variabel
terikat.
Studi ini menggunakan teknik analisis jalur untuk menguji hipotesis. Data yang digunakan
adalah data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sampel diambil sebanyak 43
responden
dengan menggunakan rumus Slovin. Responden berasal dari Satuan Pengawasan Intern
(SPI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien lintasan antara Audit Intern (X1) terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (Y) adalah 0.202, tingkat signifikan 0.170.
> 0.05 sehingga Hipotesa observasi (Ho) diterima artinya bahwa tidak ada pengaruh yang
signifikan. Koefisien lintasan Pengendalian Intern (X2) terhadap Penerapan Good
Corporate
Governance (GCG) (Y) sebesar 0.567, tingkat signifikan 0.000 < 0.05 sehingga Hipotesa
observasi (Ho) ditolak dan Ha terdukung artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Dari
tabel ANOVA diperoleh nilai F sebesar 20.810 dengan nilai probabilitas ( sig) = 0.000
karena nilai sig < 0.05, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha terdukung artinya bahwa
terdapat
pengaruh yang signifikan.
Kata kunci : Audit Intern, Pengendalian Intern dan Penerapan Good Corporate
Governance
(GCG) .

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Robill Aalamiin, segala puji dan syukur kepada sumber dari suara-
suara hati yang bersifat mulia, sumber ilmu pengetahuan, sumber segala kebenaran, sang
maha
cahaya, penabur cahaya ilham, pilar nalar kebenaran dan kebaikan yang terindah, sang
kekasih
tercinta yang tak terbatas pencahayaan cinta-Nya, Allah SWT. Berkat limpahan taufik dan
hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Shalawat serta
salam
teruntuk nabi akhir zaman baginda Muhammad SAW, yang telah menyampaikan ajaran
islam
yang telah terbukti kebenarannya, dan semakin terus terbukti kebenarannya.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat-syarat meraih gelar Sarjana
Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta. Selama proses pembuatan skripsi ini, berbagai hambatan dan kesulitan telah
penulis
hadapi. Namun, berkat petunjuk dan hidayah Allah SWT, dukungan, bimbingan, serta
bantuan
berbagai pihak, skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ayah dan Mama yang selamanya ku sayang disetiap nafasku. Terimakasih atas
kehadiran
kalian, kasih sayang, dan cinta disetiap hari-hariku. Doa yang kalian panjatkan dan
kepercayaan yang kalian berikan disetiap langkahku. Semangat yang kalian berikan
disetiap
putus asa ku.
2. Terimakasih untuk kedua adikku tersayang Faza dan Shafwan yang telah memberikan
warna
begitu indah dalam hidupku.
3. Bapak DR. Yahya Hamja MM, selaku pembimbing I yang telah memberikan perhatian
dan
waktunya dengan segala profesionalitas dan kesabaran, semoga segala kebaikan dan
ketulusan yang Bapak berikan menjadi amal jariah yang tidak terputus sampai kapanpun.
4. Ibu Rini, SE., Ak, Msi, selaku pembimbing II, atas segala motivasi dan waktu yang telah
diberikan, semoga ilmu yang Ibu berikan menjadi ilmu yang bermanfaat.
5. Bank X Jakarta, terutama untuk Bapak Halizar selaku Manajer Operasional yang telah
memudahkan jalannya penelitian ini dan Satuan Pengawasan Intern (SPI) atas kesediaan
waktu dan bantuannya.
6. Bapak Faisal Badroen MBA, dan para pembantu dekan FEIS Prof.Dr. Abdul Hamid MS,
Dr
Zurinal Z, Suhenda Wiranata ME.

7. Bapak Herni Ali HT, SE,. MM, Bapak Drs. Slamet Riyadi MM.
8. Para penguji ujian komprehensif: Prof. Dr. Abdul Hamid MS, Rahmawati SE., MM.,
Amilin
SE., Ak, MSi..
9. Segenap dosen, karyawan dan civitas akademik FEIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
10. Pengurus BEMU Periode 2005-2006 atas kerjasama yang telah terjalin.
11. Pengurus BEM Periode 2006-2007 atas kerjasama yang telah diberikan.
12. Seluruh Teman dan Rekan sejawat yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu,
terimakasih
atas silaturahmi yang terlah terjalin selama ini. Sukses untuk kalian.
Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu,
penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik. Akhir kata penulis berharap semoga
skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, Maret 2009

Resa Dewitasari

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI..............................


i
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF............................
ii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................
iii
ABSTRACT.................................................................................................
iv
ABSTRAK ..................................................................................................
v
KATA PENGANTAR .................................................................................
vi
DAFTAR ISI ............................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................
ix
DAFTAR TABEL .......................................................................................
xi
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................
xii
BAB. I.
PENDAHULUAN

A. .......................................................................................Latar Belakang
Penelitian .........................................................................
1
B. .......................................................................................Perumusan Masalah
.........................................................................................5
C. .......................................................................................Tujuan Penelitian
.........................................................................................6
D........................................................................................Manfaat Penelitian
.........................................................................................6
BAB. II.
LANDASAN TEORI

A. Audit Intern.........................................................................
8
1. Definisi Audit Intern .....................................................
8
2. Fungsi Audit Intern .......................................................
10
3. Misi dan Peran Auditor Intern .......................................
12
4. Perbedaan Auditor Intern dengan Auditor Ekstern.........
14
5. Peran Auditor Intern yang mengacu pada kriteria Good Corporate
Governance (GCG) .......................................................
21
B. Pengendalian Intern.............................................................
24
1. Pemahaman Atas Struktur Pengendalian Intern .............
24
C. Good Corporate Governance (GCG) ..................................
31
1. ..................................................................................Definisi Good
Corporate Governance (GCG) ......................................
31
2. ..................................................................................Prinsip-prinsip
Good Corporate Governance (GCG).............................
32
3. ..................................................................................Tujuan Penerapan
Good Corporate Governance (GCG).............................
37

D. Pengembangan Hipotesis ....................................................


37
E. Kerangka Penelitian ............................................................
40
F. Hipotesis .............................................................................
41
BAB. III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian ...................................................


42
B. Metode Penentuan Sampel ..................................................
42
1. Populasi ..........................................................................
42
2. Teknik Sampling .............................................................
42
C. Metode Pengumpulan Data .................................................
42
1. Data Primer ...................................................................
42
2. Data Sekunder ...............................................................
43
D. Metode Analisis Data ..........................................................
44
1. Uji Kualitas Data...........................................................
44
a. .............................................................................Uji Normalitas Data
..................................................................44
b. .............................................................................Uji Validitas
..................................................................45
c. .............................................................................Uji Reliabilitas
..................................................................45
2. Uji Hipotesis .................................................................
46
a. .............................................................................Pengujian Hipotesis
secara Parsial.............................................
48

b. .............................................................................Pengujian Hipotesis
secara Simultan .........................................
49
E. Operasional Variabel...........................................................
51
a. ......... Variabel Dependen ...............................................
52
b. ......... Variabel Independen .............................................
52
a. Audit Intern .............................................................
52
b. Pengendalian Intern .................................................
52
BAB. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian .....................................


55
1. Sejarah dan Perkembangan Bank X ...............................
55
2. Visi dan Misi Bank X ....................................................
55
B. Tempat dan Waktu Penelitian..............................................
56
C. Profil Responden.................................................................
56
D. Hasil uji Instrumen Penelitian .............................................
57
1. Uji Normalitas...............................................................
57
2. Uji Validitas ..................................................................
60
3. Uji Reliabilitas ..............................................................
63
E. Hasil dan Pembahasan.........................................................
65
1. Deskripsi Data...............................................................
65
2. Hasil Uji Hipotesis ........................................................
67
a. Pengujian Secara Parsial ..........................................
67
1). Audit Intern (X1) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap
Penerapan GCG (Y) ..........................................
67
2). Pengendalian Intern (X2) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap
Penerapan GCG (Y) ..........................................
70
b. Pengujian hipotesis Secara Simultan........................
74
BAB. V.
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

A. Kesimpulan.........................................................................
83
B. Implikasi .............................................................................
85
C. Saran...................................................................................
85
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
87
LAMPIRAN ................................................................................................
90
DAFTAR TABEL

Nomor
Keterangan
Halaman

1.1
Corporate Governance Perception Index 2007..
3
2.1
Perbedaan Auditor Intern dengan Auditor Ekstern
14
3.1
Kriteria Korelasi.
46
3.2
Operasional Variabel Penelitian.
53
4.1
Uji Normalitas ...
58
4.2
Uji Validitas Variabel Audit Intern
61
4.3
Uji Validitas Variabel Pengendalian Intern
62
4.4
Uji Validitas Variabel Penerapan Good Corporate Governance
63
4.5
Reliability Statistiks Audit Intern...
64
4.6
Reliability Statistiks Pengendalian Intern..
64
4.7
Reliability Statistiks Penerapan Good Corporate Governance..
64
4.8
Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin.
65
4.9
Deskripsi responden berdasarkan usia...
65
4.10
Deskripsi responden berdasarkan lama bekerja.
66
4.11
Deskripsi responden berdasarkan pendidikan formal terakhir...
66
4.12
Coefficients
67
4.13
Correlations
72
4.14
Interprestasi koefisien korelasi nilai r
73
4.15
ANOVA
74
4.16
Model Summary
75
4.17
Koefisien Jalur, Kontribusi Langsung, Tidak Langsung, Kontribusi

Total dan Audit Intern (X1); Pengendalian Intern (X2); Secara

Simultan dan Signifikan terhadap Penerapan Good Corporate

Govewrnance (Y)..............................................................................
80
DAFTAR GAMBAR

Nomor
Keterangan
Halaman

2.1
Kerangka Pemikiran...
40
3.1
Hubungan Struktural X1, X2 terhadap Y............................
48
4.1
Grafik normalitas Variabel Audit Intern............................
59
4.2
Grafik Normalitas Variabel Pengendalian Intern...
59
4.3
Grafik Normalitas Variabel Penerapan Good Corporate
60
Governance ...
4.4
Struktur Hubungan Struktural Audit ntern (X1);
Pengendalian Intern(X2) terhadap Penerapan Good

Corporate Governance (Y)................................................


78

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Keterangan

Daftar Kuesioner
2
Daftar Jawaban Responden
3
Hasil Perhitungan Reliabilitas dan Validitas
4
Hasil Perhitungan Uji Hipotesis Parsial dan Simultan
5
Hasil Perhitungan Normalitas

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA


FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
JURUSAN AKUNTANSI
PENGANTAR

Pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good


Corporate
Governance (GCG)

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh Audit
Intern dan Pengendalian Intern terhadap penerapan GCG. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat
menjadi informasi bagi instansi dalam memahami aspek penting yang menentukan
pengaruh
Audit Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan ( GCG). Penulis melakukan
penelitian
ini untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Akuntansi.

Penulis mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk membantu penulis dalam


pengisian kuesioner ini. Kualitas penelitian ini tergantung dari pengisisan kuesioner
Bapak/Ibu/Saudara, oleh karena itu, penulis mengharapkan jawaban yang sejujurnya.
Terima
kasih atas kesediaan waktu yang telah Bapak/Ibu/Saudara luangkan guna pengisian
kuesioner ini.

Jakarta, / / 2008
Peneliti,

Resa Dewitasari
NIM: 204082002275
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Setelah Indonesia dan negara-negara di Asia Timur lainnya mengalami krisis


ekonomi yang dimulai pada pertengahan tahun 1987, isu mengenai Corporate Governance
telah menjadi salah satu bahasan penting dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi
dan
pertumbuhan perekonomian yang stabil di masa yang akan datang (Herwidayatmo,
2003:25).
Beberapa dekade terakhir, Corporate Governance menjadi topik bahasan penting para
pelaku
usaha, akademisi, dan regulator. Tercermin dari pernyataan Presiden World Bank, James
D.Wolfensohn: The proper governance of companies will become as crucial to the world
economy as the proper governing of countries tidak berlebihan jika abad ke-19 disebut sebagai
century of the entrepreneur setelah abad ke-20 merupakan century of
management dan abad ke-21 disebut akan menjadi century of governance (Danu
Febrianto, 2007:98).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan sarana bagi pemerintah untuk
melayani kesejahteraan rakyatnya. Berdasarkan peran tersebut, BUMN senantiasa diawasi
pemerintah khususnya di bawah pengawasan Kementrian Badan Usaha Milik Negara
Republik Indonesia (BUMN-RI). BUMN sebagai perusahaan milik Negara mempunyai
karakteristik khusus, tidak hanya menyangkut kepemilikannya oleh Negara tetapi juga
peran
yang diembannya sebagai pelaku bisnis yang melaksanakan fungsi komersial, dan
sekaligus
sebagai Agent of Development yaitu sebagai lembaga yang bertujuan mendukung
pelaksanaan kegiatan pembangunan nasional, mempunyai kegiatan utama menghimpun
dana
(funding) dan menyalurkan dana (lending) (Gusnardi, 2006:5). Bagi bank untuk
berkembang
dan maju, penerapan tata kelola perusahaan yang baik diharapkan dapat membawa dampak
positif yang dapat meningkatkan citra bank tersebut dikalangan investor, pemerintah
maupun
masyarakat. Bank Indonesia menemukan sekitar 69,3% bank yang beroperasi di Indonesia
belum memenuhi ketentuan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola yang
baik.
Hasil evaluasi ini diperoleh dari percobaan Bank Indonesia mengenai penerapan beberapa
pasal dari ketentuan Good Corporate Governance (GCG) terhadap industri perbankan di
Indonesia. Evaluasi dilakukan terhadap 101 bank pada periode September 2007. Penyebab
belum terpenuhinya ketentuan Good Corporate Governance (GCG) antara lain 53,5%
bank
belum memiliki komisaris independen sesuai ketentuan, 30,7% bank belum membentuk
komite secara lengkap, dan 18,8% bank belum memiliki jumlah komisaris yang lebih besar
dari jumlah direksi (Indro Bagus SU:2008).
Berikut Peringkat 10 Besar Corporate Governance Perception Index 2007 Pada
kategori umum, dua perusahaan yang mendapat penilaian tertinggi adalah bank, yaitu
Bank
Mandiri (mendapat skor 88,66 dalam skala 0-100) dan Bank Niaga (87,90). Sementara
peringkat selanjutnya diisi oleh BUMN nonbank, yaitu Aneka Tambang (82,07).
Tabel.1.1.

Peringkat 10 Besar Corporate Governance Perception Index 2007

Sumber:
Peringkat
Perusahaan
Skor
Predikat

IICG,200
1
Bank mandiri
88,66
Sangat Terpercaya
7 dalam
2
Bank Niaga
87,90
Sangat Terpercaya
(Achmad
3
Aneka Tambang
82,07
Terpercaya
Daniri:20
4
Adhi Karya
81,79
Terpercaya
08)
5
United Tractors
81,53
Terpercaya
6
Tambang Batubara Bukit Asam
80,87
Terpercaya
S
7
Astra Graphia
80,30
Terpercaya
8
Kalbe Farma
79,70
Terpercaya
istem
9
Bank BNI
79,46
Terpercaya
10
Bank Permata
78,85
Terpercaya
perbankan yang baik dalam suatu Negara adalah salah satu indikator bahwa Negara
tersebut
telah memiliki atau terbangun manajemen tata kelola pemerintahan yang baik.
Sebagaimana
dilihat hampir semua Negara maju atau berkembang memberikan perhatian yang sangat
besar dalam menciptakan sistim perbankan yang tangguh, dari kajian Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD) telah dikembangkan Principles of
Corporate Governance yang dijadikan acuan oleh banyak Negara dalam menyusun
pedoman
Corporate Governance. Kajian OECD tersebut kemudian dirumuskan menjadi empat
prinsip
utama Good Corporate Governance (GCG) yang berlaku universal, yaitu kewajaran
(fairness), keterbukaan (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan pertanggung
jawaban (responsibility) (Akhmad Syakhroza, 2003:13).
Salah satu pihak yang terkait dalam pelaksanaan prinsip-prinsip GCG adalah Audit
Intern. Audit Intern pada BUMN dilaksanakan guna membantu manajemen agar mereka
dapat menjalankan tanggung jawabnya secara efektif dan efisien. Dengan adanya
mekanisme
Audit Intern, diharapkan manajemen dapat mencurahkan perhatiannya pada tugas
pengelolaan, sedangkan tugas pengendalian sehari-hari atas perusahaan milik Negara
(BUMN) tersebut dapat dilaksanakan secara lebih intensif dan efektif tanpa mengurangi
tanggung jawabnya. Hubungan Audit Intern dengan Good Corporate Governance di
sebutkan oleh Organisasi Profesi Internal Auditor Indonesia yaitu: Fungsi Internal Audit
(Satuan Pemeriksaan Internal) yang efektif mampu menawarkan sumbangan penting
dalam
meningkatkan proses Corporate Governance, pengelolaan risiko, dan pengendalian
manajemen. Internal Auditor merupakan dukungan penting bagi komisaris, komite
audit,
direksi, dan manajemen senior dalam membentuk fondasi bagi pengembangan Corporate
Governance. Di Indonesia, kurang efektifnya pelaksanaan Corporate Governance
merupakan akar permasalahan krisis ekonomi. Annual report Bapepam tahun 2004
mencatat
beberapa kasus sehubungan dengan tidak berperan dan sangat lemahnya Pengendalian
Intern
dan Audit Intern sehingga tidak mampu mendeteksi terjadinya kesalahan dalam tubuh
perusahaan. Hal ini mengindikasikan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dijalankan
dengan prinsip tata kelola yang baik ( Good Corporate Governance). Pengendalian Intern
yang memadai harus dapat menyediakan informasi yang dapat dipercaya, kepatuhan
terhadap
kebijakan, prosedur, hukum dan peraturan, pengamanan aset, pemanfaatan sumber daya
secara ekonomis dan efisien, pencapaian tujuan yang ditetapkan (Gusnardi, 2006:11).
Baik buruknya Good Corporate Governance BUMN di Indonesia memiliki keterkaitan
dengan pelaksanaan Pengendalian Intern pada BUMN. Dengan berfungsinya
Pengendalian
Intern dan Audit Intern serta terwujudnya transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan
efektifitas
maka terwujudlah prinsip Good Corporate Governance yang semakin baik dalam suatu
perusahaan. Dengan demikian bahwa keberadan Pengendalian Intern dan Audit Intern
sangat
penting dalam menciptakan Good Corporate Governance.
Dari uraian yang telah dijelaskan di atas, berdasarkan tinjauan penulis terhadap
peneliti sebelumnya, penulis tertarik untuk mengetahui apakah ada pengaruh Audit Intern
dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance. Untuk itu
penulis
mencoba menelitinya dalam bentuk skripsi yang berjudul, Pengaruh Audit Intern dan
Pengendalian Intern Terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG).

B. Perumusan Masalah

1. Apakah Audit Intern berpengaruh terhadap penerapan Good Corporate Governance?


2. Apakah Pengendalian Intern berpengaruh terhadap penerapan Good Corporate
Governance?
3. Apakah Audit Intern dan Pengendalian Intern berpengaruh terhadap penerapan Good
Corporate Governance secara simultan?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Audit Intern terhadap Penerapan Good Corporate
Governance.
2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good
Corporate Governance.
3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern terhadap
Penerapan Good Corporate Governance secara simultan.

D. Manfaat Penelitian

1. Mahasiswa
a. Untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar sarjana ekonomi pada program studi
akuntansi.
b. Sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah dengan realitas
yang terjadi di lapangan kerja.
c. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis berkaitan dengan pengaruh Audit
Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate governance.
2. Perusahaan
a. Mendorong perusahaan terutama personil yang ada di dalam Audit Intern dan
Pengendalian Intern untuk mengenali dan peka terhadap permasalahan yang terjadi.
b. Meningkatkan kehandalan dan ketepatan perusahaan dalam mengendalikan
Pengendalian Intern.
c. Dapat menjadi masukan sejauh mana pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern
dapat menunjang Penerapan Good Corporate governance.
d. Praktek, implikasi dan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dari Audit
Intern, Pengendalian Intern serta Penerapan Good Corporate governance.
e. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
3. Teoritis
a. Hasil penelitian ini memberikan wacana bagi perkembangan studi akuntansi yang
berkaitan dengan Audit Intern dan Pengendalian Intern dalam Penerapan Good
Corporate Governance.
b. Lembaga Pendidikan
Penulis dapat memberikan kontribusi sumbangan pikiran tentang pengaruh Audit
Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Audit Intern
1. Definisi Audit Intern

American Accounting Association mendefinisikan Audit Intern sebagai,


Proses sistematis untuk secara objektif memperoleh dan mengevaluasi asersi mengenai
tindakan dan kejadian-kejadian ekonomis untuk meyakinkan derajat kesesuaian antara
asersi ini dengan kriteria yang ditetapkan dan mengkomunikasikannya ke pengguna yang
berkepentingan (Lawrence Sawyer et al, 2005:8).

Definisi tersebut ditujukan untuk menggambarkan proses yang dilakukan di


semua jenis audit, tetapi istilah tindakan dan kejadian ekonomi mengarah pada aspek
keuangan atau akuntansi. Selanjutnya Audit Intern di definisikan,
Intern auditing is an independent appraisal function established within an organization
to examine and evaluate its activities as a service to organization (Intern Auditing
adalah suatu fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam suatu organisasi untuk
mengkaji dan mengevaluasi aktivitas organisasi sebagai bentuk jasa yang diberikan bagi
organisasi) (Muh.Arief Effendi, 2006:1)

Pengertian menurut Institute of Internal Auditor dalam penelitian Muh.Arief Effendi


(2006:1)
Intern auditing is an independent, objective assurance and consulting activity designed
to add value and improve an organizations operations. It help an organization
accomplish its objective by bringing a systematic, disciplined approach to evaluate and
improve the effectiveness of risk manajement, control and governance process (Intern
Auditing adalah suatu aktivitas independent, yang memberikan jaminan keyakinan serta
konsultasi yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah serta meningkatkan
kegiatan operasi organisasi. Intern Auditing membantu organisasi dalam usaha mencapai
tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk
mengevaluasi dan meningkatkan keefektivan manajemen risiko, pengendalian dan proses
pengaturan dan pengelolaan organisasi)

Istilah Intern Auditor terdiri dari dua kata yaitu internal (intern) dan auditing (audit).
Bila diartikan secara sederhana adalah suatu audit yang dilakukan oleh pihak intern
dalam arti oleh perusahaan dengan menggunakan pegawai perusahaan itu sendiri
(Sucipto, 2007:2)

Definisi Audit Intern berikut ini diciptakan untuk menggambarkan lingkup Audit
Intern modern yang luas dan tak terbatas eksternal (Lawrence Sawyer et al, 2005:10).
Audit Intern adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan Auditor
Internal terhadap operasi dan control yang berbeda-beda dalam organisasi untuk
menentukan apakah:
a. Informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan
b. Resiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi
c. Peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah
diikuti
d. Kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi
e. Sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis
f. Tujuan organisasi telah dicapai secara efektif semua dilakukan dengan tujuan untuk
dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam
menjalankan tanggung jawab secara efektif.
Pengertian Audit Intern di atas tidak hanya mencakup peranan dan tujuan Auditor
Intern, tetapi juga mengakomodasikan kesempatan dan tanggung jawab. Dalam
perkembangan terakhir seseorang yang melakukan peran sebagaimana seorang Auditor
Intern, tidak selalu menggunakan sebutan Intern Auditor saja, namun telah meluas
menjadi control ataupun system analysis.
2. Fungsi Audit intern
Pada awalnya, Audit Intern berfungsi sebagai adik dari profesi auditor
eksternal, dengan pusat perhatian pada penilaian atas keakuratan angka-angka keuangan.
Namun saat ini Audit Intern telah memisahkan diri menjadi disiplin ilmu yang berbeda
dengan pusat perhatian yang lebih luas. Karena pergeseran pandangan mengenai fungsi
Audit Intern, maka Audit Intern yang memiliki aspek kerja yang lebih luas ini sering
disebut sebagai Audit Intern modern. Audit Intern modern menyediakan jasa-jasa yang
mencakup pemeriksaan dan penilaian atas kontrol, kinerja, risiko, dan tata kelola
(governance) perusahaan publik maupun privat. Aspek keuangan hanyalah salah satu
aspek saja dalam lingkup pekerjaan Audit Intern. Lebih lanjut penulis lain menyebutkan
bahwa fungsi Auditor intern adalah :
a. Menentukan baik tidaknya Internal Auditor dengan memperhatikan pemisahan fungsi
dan apakah prinsip akuntansi benar-benar telah dilaksanakan
b. Bertanggung jawab dan menentukan apakah pelaksanannya mentaati peraturan,
rencana dan prosedur yang telah ditentukan sampai menilai apakah hal-hal tersebut
perlu diperbaiki atau tidak
c. Memverifikasi adanya kebutuhan kekayaan termasuk mencegah dan menemukan
penyelewengan
d. Memverifikasi dan menilai tingkat kepercayaan terhadap sistem akuntansi
(accounting system) dan pelaporan
e. Menilai kehematan, efisiensi dan efektivitas kegiatan
f. Melaporkan secara obyektif apa yang diketahuinya kepada manajemen disertai
rekomendasi perbaikannya (Sucipto, 2007:4).
Selanjutnya Hassel B. Bell dalam penelitian Sucipto (2007:4). memberikan serangkaian
fungsi Auditor Intern yakni:
a. Menemukan berbagai situasi untuk meniadakan pemborosan dan inefisiensi
b. Menyarankan perbaikan dalam kebijaksanaan prosedur dan struktur organisasi
c. Menciptakan alat-alat penguji terhadap hasil pekerjaan para individu dan berbagai
unit organisasi
d. Mengawasi ketaatan pada syarat-syarat yang ditentukan oleh anggaran dasar dan
undang-undang
e. Mengecek akan adanya tindakan-tindakan yang tidak atau belum disetujui, yang
menyeleweng dan tidak wajar secara lisan
f. Mengidentifikasikan tempat-tempat yang mengandung kemungkinan timbulnya
kesulitan dalam kegiatan di masa depan
g. Menciptakan seluruh komunikasi antara berbagai tingkatan kegiatan dan pimpinan
yang tertinggi
3. Misi dan Peran Auditor Intern
Auditor Intern memberikan informasi yang diperlukan manajer dalam
menjalankan tanggung jawab mereka secara efektif. Auditor Intern bertindak sebagai
penilai independent untuk menelaah operasional perusahaan dengan mengukur dan
mengevaluasi kecukupan kontrol serta efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan.
Auditor Intern memiliki peranan yang penting dalam semua hal yang berkaiatan dengan
pengelolaan perusahaan dan risiko-risiko terkait dalam menjalankan usaha.
Dalam menjalankan tugas keseharian, Audit Intern ikut terlibat dalam memenuhi
kebutuhan manajemen. Tujuan-tujuan audit disesuaikan dengan tujuan manajemen,
sehingga Audit Intern berada dalam posisi untuk menghasilkan nilai tertinggi dalam hal-
hal tertentu yang dianggap manajemen paling penting bagi kesuksesan organisasi. Audit
Intern dapat membantu manajemen dengan cara:
a. Mengawasi kegiatan yang tidak dapat diawasi sendiri oleh manajmen puncak.
Audit seperti ini sudah menjadi hal biasa sebagai tanggapan Auditor Intern
terhadap kebutuhan manajemen pada saat lingkungan bisnis tidak stabil.
b. Mengidentifikasi dan meminimalisir risiko
Pendeketan holistic atas risiko ini mencakup semua kemungkinan risiko. Auditor
Intern memperluas persepsinya tentang manajemen dan meningkatkan upayanya
untuk meyakinkan manajemen bahwa semua jenis risiko organisasi telah dievaluasi
dan diperhatikan dengan layak.
c. Memvalidasi laporan ke manajemen senior
Beberapa organisasi audit membuat daftar laporan eksekutif dan menjadikan
laporan tersebut sebagai acuan untuk audit yang dijadwalkan. Ketika audit dilakukan,
auditor menelaah laporan tersebut untuk menilai akurasi, ketepatan waktu, dan
maknanya. Kebijakan manajemen yang diputuskan kemudian bisa menjadi lebih
valid.
d. Membantu manajemen pada bidang-bidang teknis
Dengan semakin banyaknya prosedur audit tradisional yang diganti dengan
pemrosesan data elektronik, semua Auditor Intern membutuhkan paling tidak
beberapa tingkat keahlian. Pengamanan data telah menjadi risiko terbesar yang
dihadapi oleh organisasi modern.
e. Membantu proses pengambilan keputusan
Auditor Intern dapat menyediakan atau memvalidasi data sebagai dasar
pengambilan keputusan dan juga dapat mengawasi dampak dari keputusan yang
diambil dan risiko yang tidak diantisipasi.
f. Menganalisi masa depan bukan hanya untuk masa lalu
Auditor Intern telah menilai kebijakan atau program yang masih dalam tahap
perancangan, implementasi kebijakan atau program. Auditor Intern juga menilai
pengendalian atas sistim informasi yang diusulkan sebelum implementasinya,
sehingga membantu menghindari terjadinya biaya untuk memperbaiki kerusakan.
g. Membantu manajer untuk mengelola perusahaan
Umumnya, Auditor Intern menemukan masalah-masalah atas aktivitas yang tidak
bias dikendalikan oleh manajemen dan menyarankan perbaikan-perbaikan. Perbaikan
tersebut bisa merupakan perbaikan jangka pendek atau bisa merupakan perbaikan ke
akar masalah sehingga meningkatkan kinerja manajemen (Lawrence Sawyer et al,
2003:32).
4. Perbedaan Auditor Intern dengan Auditor Ekstern
Tabel.2.1.

Perbedaan Auditor Intern dengan Auditor Ekstern

Auditor Intern
Auditor Ekstern

a. Merupakan karyawan
a. Merupakan orang yang
perusahaan, atau bisa saja
independen di luar perusahaan
merupakan entitas independen.
b. Melayani pihak ketiga yang
b. Melayani kebutuhan organisasi,
memerlukan informasi
meskipun fungsinya harus
keuangan yang dapat
dikelola oleh perusahaan.
diandalakan.
c. Focus pada kejadian-kejadian di c. Fokus pada ketepatan dan
masa depan dengan
kemudahan pemahaman dari
mengevaluasi kontrol yang
kejadian-kejadian masa lalu
dirancang untuk meyakinkan
yang dinyatakan dalam laporan
pencapaian tujuan organisasi.
keuangan.
d. Langsung berkaitan dengan
d. Sekali-kali memperhatikan

pencegahan kecurangan dalam


pencegahan dan pendeteksian
segala bentuknya atau perluasan
kecurangan secara umum,
dalam setiap aktivitas yang
namun akan memberikan
ditelaah.
perhatian lebih bila kecurangan

tersebut akan mempengaruhi

laporan keuangan secara

material.
e. Independen terhadap aktivitas
e. Independen terhadap
yang diaudit, tetapi siap sedia
manajemen dan dewan direksi
untuk menanggapi kebutuhan
baik dalam kenyataan maupun
dan keinginan dari semua
secara mental.
tingkatan manajemen.
f. Menelaah catatan-catatan yang
f. Menelaah aktifitas secara terus-
mendukung laporan keuangan
menerus.
secara periodik, biasanya
setahun sekali.
Sumber:(Lawrence Sawyers et al, 2005:8)

a. Independensi Auditor
Auditor Intern yang professional harus memiliki independensi untuk memenuhi
kewajiban profesionalnya, memberikan opini yang objektif, tidak bias, dan tidak
dibatasi, serta melaporkan masalah apa adanya, bukan melaporkan sesuai keinginan
eksekutif atau lembaga. Auditor Intern harus bebas dari hambatan dalam
melaksanakan auditnya. Hanya dengan begitu Auditor Intern bisa disebut
melaksanakan audit dengan professional.
b. Teknik-teknik Audit intern
1) Penentuan Risiko
Penentuan risiko ( risk assessment) adalah identifikasi dan analisis risiko-risiko
yang relevan untuk mencapai tujuan (entitas), yang membentuk suatu dasar untuk
menentukan cara pengelolaan risiko. Auditor internal harus mamasukkan hasil
penentuan risiko kedalam program audit, untuk mengurangi risiko. Risiko audit
terdiri atas;

a) Risiko bawaan ( inherent risk), yaitu kerentanan suatu asersi atas terjadinya
salah saji yang material, dengan mengasumsikan bahwa tidak ada kebijakan
atau prosedur struktur kontrol internal terkait yang ditetapkan. Bank
menghadapi seperangkat risiko bawaan karena bergerak dalam pengelolaan
uang dan kredit.
b) Risiko kontrol ( control risk), yaitu risiko bahwa salah saji material yang bisa
terjadi pada suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu
oleh struktur, kebijakan, atau prosedur kontrol internal suatu entitas.
c) Risiko deteksi ( detection risk), yaitu risiko bahwa auditor tidak dapat
mendeteksi salah saji material yang terdapat pada suatu asersi.
2) Survei Pendahuluan
Survei pendahuluan yang baik akan menghasilkan program audit yang tepat,
dan program audit yang tepat akan menunjang keberhasilan audit. Dalam survei
pendahuluan, Auditor Intern mengidentifikasi tujuan operasi, risiko, kondisi-
kondisi operasi, dan kontrol yang diterapkan. Auditor Intern sebaiknya melakukan
survei dalam tujuh langkah dasar, yaitu:
a) Melakukan studi awal, mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun
sebelumnya, temuan-temuan audit, bagan organisasi, dan dokumen lain yang
membantu untuk lebih memehami subjek audit.
b) Pendokumentasian, mengarah pada pertemuan awal anatara auditor dengan
manajer klien.
c) Bertemu klien, menjelaskan tujuan dan pendekatan audit yang akan
dilakaukan kepada manajer klien.

d) Mengumpulkan bahan bukti.


e) Mengamati, pengamatan dilakukan terus selama survei pendahuluan.
f) Membuat bagian alir, memberikan gambaran sistem dan merupakan sarana
untuk menganalisis operasi yang kompleks-analisis yang tidak selalu bisa
dicapai dengan narasi yang rinci.
g) Melaporkan atas tahap-tahap yang telah dilakukan dalam survei pendahuluan.
3) Program Audit
Langkah-langkah audit dirancang untuk, mengumpulkan bahan bukti audit,
dan untuk memungkinkan Auditor Internal mengemukakan pendapat mengenai
efisiensi, ekonomis, dan efektivitas aktivitas yang akan diperiksa. Program audit
merupakan alat yang menghubungkan survei pendahuluan dengan pekerjaan
lapangan.

4) Pekerjaan Lapangan
Pekerjaan lapangan (field work) merupakan proses untuk mendapatkan
keyakinan dengan mengumpulkan bahan bukti secara objektif mengenai operasi
entitas, mengevaluasinya dan melihat apakah operasi tersebut memenuhi standar
yang dapat diterima dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, serta
menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan oleh manajemen. Tujuan
Pekerjaan lapangan untuk membantu pemberian keyakinan dengan melaksanakan
prosedur-prosedur audit yang ada di program audit, sesuai tujuan audit yang ingin
dicapai. Tujuan audit dirancang untuk menentukan apakah tujuan operasi telah

tercapai. Tujuan audit dicapai dengan menerapkan prosedur-prosedur audit untuk


menentukan apakah prosedur-prosedur operasi berfungsi sebagaimana mestinya
dan mencapai tujuan-tujuan operasi. Tujuan operasi ditetapkan oleh manajemen.
Tujuan operasi adalah hasil-hasil yang ingin dicapai manajer operasi. Tujuan
audit ditetapkan oleh auditor.
5) Temuan Audit
Selama pelaksanaan pekerjaan, Auditor Intern mengidentifikasi akan kondisi-
kondisi yang membutuhkan tindakan perbaikan. Penyimpangan dari norma-norma
atau kriteria yang dapat diterima disebut temuan audit ( audit findings).
Beberapa kelemahan (temuan) bersifat kecil dan tidak membutuhkan
perhatian manajemen. Semua temuan audit yang dapat dilaporkan haruslah:
a) Cukup signifikan agar layak dilaporkan ke manajemen.
b) Didokumentasikan dengan fakta, bukan opini, dan dengan bukti yang
memadai, kompeten, dan relevan.
c) Secara objektif dibuat tanpa bias atau prasangka.
d) Relevan dengan masalah-masalah yang ada.
e) Cukup
meyakinkan untuk memaksa dilakukannya tindakan untuk
memperbaiki kondisi-kondisi yang mengandung kelemahan.
Dalam temuan audit ini auditor memberikan rekomendasi kepada manajemen.
rekomendasi menggambarkan tindakan yang mungkin dipertimbangkan
manajemen untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang salah, dan untuk
memperkuat kelemahan dalam sistem kontrol. Mengidentifikasi kondisi yang
tidak memuaskan adalah tanggung jawab audit. Sedangkan memperbaikinya
adalah tanggung jawab manajemen. Lebih disukai Auditor Intern mengusulkan
metode tindakan perbaikan untuk pertimbangan manajemen.
Saran yang paling memuaskan untuk menyelesaikan temuan audit adalah
membahasnya dengan manajemen operasional sebelum laporan audit tertulis
diterbitkan. Pada saat itu harus dicapai kesepakatan mengenai fakta-fakta dan
beberapa tindakan perbaikan untuk memperbaiki kekurangan.
6) Kertas Kerja
Kertas kerja ( working paper) berisi catatan informasi yang diperoleh dan
analisis yang dilakukan selam proses audit. Kertas kerja disiapkan sejak auditor
memulai pekerjaannya hingga auditor menelaah tindakan perbaikan dan
mengakhiri proyek audit. Kertas kerja berisi dokumentasi atas langkah-langkah
berikut ini dalam proses audit:
a) Rencana audit, termasuk program audit.
b) Pemeriksaan dan evaluasi kecukupan dan efektivitas sistem
kontrol internal.
c) Prosedur-prosedur audit yang dilakukan, informasi yang
diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai.
d) Penelaahan kertas kerja
e) Laporan audit.
f) Tindak lanjut dari tindakan perbaikan.
Auditor Intern menyiapkan kertas kerja untuk beberapa tujuan yang yang
berbeda, yaitu:
a) Untuk mendukung laporan audit.
b) Untuk menyimpan informasi yang diperoleh melalui tanya jawab, penelaahan
instruksi dan arahan, analisis sistem dan proses, pengamatan kondisi, dan
pemeriksaan transaksi.
c) Untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan temuan-temuan audit,
mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk menentukan terjadi dan luasnya
kondisi-kondisi yang mengandung kelemahan.
d) Untuk mendukung pembahasan dengan karyawan operasi.
e) Untuk menjadi dasar dalam menelaah kemajuan dan
penyelesaian audit.
f) Untuk memberi dukungan dan bukti untuk masalah-masalah yang melibatkan
kecurangan, tuntutan hukum, dan klaim asuransi.
g) Untuk menjadi sarana bagi auditor ekstern dalam mengevaluasi pekerjaan
Audit Intern dan kemudian menggunakannya dalam penilaian audit ekstern
atas sistem kontrol internal organisasi.
h) Menjadi latar belakang dan data referensi untuk penelaahan selanjutnya.
i) Untuk membantu memfasilitasi penelaahan. Baik auditor ekstern atau
konsultan perlu mengevaluasi aktivitas Audit Intern.
j) Menjadi bagian dokumentasi.
5. Peran Auditor Intern yang mengacu pada kriteria Good Corporate Governance
(GCG).
Menurut Aviliani dalam majalah Auditor (2006:49), peranan auditor adalah:
a. Melakukan audit yang efektif dan menyeluruh terhadap sistem Penegendalian Intern
serta pelaksanaan prinsip-prinsip praktek Good Corporate Governance (GCG).
b. Melakukan peran konsultatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan
melalui evaluasi terhadap kecukupan proses manajemen risiko dan Good Corporate
Governance (GCG).
Selanjutnya menurut Priantara dalam penelitian Mira Khumaira (2007:27),
Audit Intern sebagai bagian dari internal perusahaan harus memainkan
peran yang penting demi tercipta suasana yang lebih baik di perusahaan. Adapun peran
yang dapat dilakukan, yang mengacu pada kriteria Good Corporate Governance (GCG)
adalah sebagai berikut:
a. Membantu direksi dan dewan komisaris menyusun dan mengimplementasikan criteria
Good Corporate Governance di perusahaan apabila pengembangan Good Corporate
Governance dilakukan sendiri, atau turut bekerja sama sebagai counterpart apabila
pengembangan Good Corporate Governance (GCG) diserahkan pada pihak ketiga
(outsourching). Sehubungan dengan hal tersebut, Auditor Intern berperan penting
untuk memberikan limited assurance atas kesesuaian kriteria Good Corporate
Governance yang disusun sendiri dengan kriteria Good Corporate Governance
Indonesia dan internasional.
b. Membantu direksi dan dewan komisaris menyediakan data keuangan dan operasi
serta data lain yang dapat dipercaya, accountable, akurat, tepat waktu, objektif,
mudah dimengerti dan relevan bagi para stakeholder untuk mengambil keputusan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Auditor Intern berperaan penting untuk memberikan
limited assurance atas data atau informasi yang tersedia. Keyakina yang dapat
diberikan Auditor Intern bersifat terbatas (limited assurance) karena kedudukan dan
derajat independensi Auditor Intern itu sendiri yang bersifat terbatas dibandingkan
apabila keyakinan tersebut diberikan oleh pihak di luar perusahaan.
c. Membantu direksi dan dewan komisaris mematuhi dan mengawasi penerapan atas
seluruh ketentuan yang berlaku dan Auditor Intern harus memastikan bahwa seluruh
elemen perusahaan dan dalam setiap aktivitas perusahaan, mereka telah mengikuti
ketentuan secara konsisten.
d. Membantu direksi menyusun dan mengimplementasikan Struktur Pengendalian Intern
yang handal dan memadai. Auditor Intern dalam konteks ini harus memastikan bahwa
struktur tersebut telah tersedia dengan memadai dan telah berfungsi serta telah diikuti
oleh setiap elemen perusahaan.
e. Menstimulasi direksi dan dewan komisaris untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan sistem audit yang baik, khususnya pembentukan komite audit
yang ideal, piagam Audit Intern, pedoman Audit Intern serta menumbuhkan
efektifitas penggunaan dan pemanfaatan hasil keja auditor independen terhadap
evaluasi praktek Good Corporate Governance (GCG).
Penerapan Good Corporate Governance tidak dapat menghapus atau
mengabaikan pentingnya Struktur Pengendalian Intern, sebab Struktur Pengendalian
Intern dapat membantu terciptanya akuntabilitas dan transparansi. Struktur
Pengnedalian Intern yang baik yang di dalamnya termasuk sistem akuntansi juga
dapat membantu menyediakan data dan menyusun laporan-laporan yang dibutuhkan
tepat pada waktunya.

B. Pengendalian Intern
1. Pemahaman Atas Struktur Pengedalian Intern
Struktur Pengendalian Intern yang digunakan dalam suatu entitas merupakan
faktor yang menentukan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas. Oleh karena itu,
sebelum auditor melaksanakan audit secara mendalam atas informasi yang tercantum
dalam laporan keuangan, standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan auditor
memahami Struktur Pengendalian Intern yang berlaku dalam entitas.
a. Definisi Struktur Pengendalian Intern
Laporan COSO mendefinisikan Pengendalian Intern adalah, suatu proses yang
dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain, yang didesain untuk
memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini:
1) Keandalan pelaporan keuangan
2) Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
3) Efektivitas dan efesiensi operasi (Boynton et al, 2006:373).

Laporan COSO juga menekankan bahwa konsep fundamental dinyatakan dalam


definisi berikut:
1) Pengendalian Intern merupakan suatu proses. Ini berarti alat untuk mencapai
suatu akhir, bukan akhir itu sendiri. Pengendalian Intern terdiri dari serangkaian
tindakan yang meresap dan terintegrasi dengan tidak ditambahkan ke dalam,
infrastruktur suatu entitas.
2) Pengendalian Intern dilaksanakan oleh orang. Pengendalian Intern bukan hanya
suatu manual kebijakan dan formulir-formulir, tetapi orang pada berbagai
tingkatan organisasi, termasuk dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya.
3) Pengendalian Intern dapat diharapkan untuk menyediakan hanya keyakinan yang
memadai, bukan keyakinan yang mutlak, kepada manajemen dan dewan direksi
suatu entitas karena keterbatasan yang melekat dalam semua Sistem Pengendalian
Intern dan perlunya untuk mempertimbangkan biaya dan manfaat relatif dari
pengadaan pengendalian.
4) Pengendalian Intern diarahkan pada pencapaian tujuan dalam kategori yang saling
tumpang tindih dari pelaporan keuangan, kepatuhan, dan operasi.
Konsep fundamental terakhir secara implisit merupakan asumsi bahwa
manajemen dan dewan direksi pada kenyataannya memformulasikan dan secara
periodik memperbaharui tujuan entitas dalam setiap kategori (Boynton et al,
2006:373).
Terdapat beberapa definisi dari sumber lain diantaranya adalah:
Pengendalian Intern adalah adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan
akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan
manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur, dan para pemakai laporan
keuangan ( stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.
Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan
mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan, dan prosedur yang
digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau
menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau
dipatuhinya hukum dan peraturan atau dengan kata lain bahwa Pengendalian Intern
terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk
menyediakan informasi-informasi keuangan yang handal untuk menjamin
dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku di perusahaan
(http://id.wikipedia.org )

Pengendalian Intern (internal control) adalah kebijakan dan prosedur yang


melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa
informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan
telah diikuti (www.wordpress.com)

Menurut Putra Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing


sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional
perusahaan
atau
organisasi
tertentu
(http://putra-finance-accounting-
taxation.blogspot.com).

b. Tujuan Pengendalian Intern


Seperti telah disebutkan di atas, tujuan Pengendalian Intern adalah untuk
memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan;

1) keandalan informasi
2) kepatuhan terhadap hukum yang berlaku
3) efektivitas dan efisiensi operasi.
Karena tidak semua Pengendalian Intern relevan dengan audit atas laporan
keuangan, tanggung jawab auditor dalam memenuhi stadar pekerjaan lapangan kedua
sebagaimana disajikan di atas, hanya dibatasi pada golongan tujuan pertama
keandalan pelaporan keuangan. Oleh karena itu, auditor berkewajiban untuk
memahami Pengendalian Intern yang diajukan untuk memberikan keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip
akuntansi diterima umum.
c. Keterbatasan Struktur Pengendalian Intern Suatu Entitas
Struktur Pengendalian Intern setiap entitas memiliki keterbatasan bawaan. Oleh
karena itu, di atas telah disebutkan bahwa Struktur Pengendalian Intern hanya
memberikan keyakinan memadai, bukan mutlak, kepada manajemen dan dewan
komisaris tentang pencapaian tujuan entitas.
d. Pihak yang bertanggung jawab atas Struktur Pengendalian Intern suatu Entitas
Setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab terhadap, dan menjadi bagian
dari, Struktur Pengendalian Intern organisasi. Di samping itu, beberapa pihak luar,
seperti auditor independent dan badan pengatur ( regulatory body) dapat membantu
organisasi dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen
untuk pemberlakuan Pengendalian Intern dalam organisasi tersebut. Pihak luar ini
tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari struktur
Pengendalian Intern organisasi.
e. Unsur Struktur Pengendalian Intern
Struktur Pengendalian Intern terdiri dari lima unsur pokok:
1) Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu
organisasi
dan
mempengaruhi
kesadaran
personel
organisasi
tentang
pengendalian. Lingkungan pengendalian merupakan landasan untuk semua unsur
Pengendalian Intern, yang membentuk sistem dan struktur.
Berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu
entitas antara lain:
a) Nilai integritas dan etika
b) Komitmen terhadap kompetensi
c) Dewan komisaris dan komite audit
d) Filosofi dan gaya operasi manajemen
e) Struktur organisasi
f) Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab
g) Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
2) Penaksiran Resiko
Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi,
analisis, dan pengelolaan resiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan
laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi diterima umum. Penaksiran
risiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah penaksiran risiko yang
terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain dan
implementasi aktivitas pengendalian yang ditunjukan untuk mengurangi risiko
tersebut pada tingkat umum, dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.
3) Informasi dan Komunikasi
Sistem akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi, merakit, menggolongkan,
menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi suatu entitas, serta
menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan dan utang entitas tersebut.
Transaksi terdiri dari pertukaran aktiva dan jasa antara entitas dan pihak luar, dan
transfer atau penggunaan aktiva dan jasa dalam entitas. Fokus utama kebijakan
dan prosedur pengendalian yang berkaitan dengan sistem akuntansi adalah bahwa
transaksi dilaksaanakan dengan cara yang menengah salah saji dalam asersi
manajemen di laporan keuangan.
4) Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk
memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen
dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur ini memberikan keyakinan bahwa tindakan
yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko dalam pencapaian
tujuan entitas. Aktivitas pengendalian dalam memiliki berbagai macam tujuan dan
diterapkan dalam berbagai tingkat dan fungsi organisasi. Sebagai tambahan
terhadap lingkungan pengendalian (yang mencerminkan sikap dan tindakan
penting terhadap pengendalian) dan informasi dan komunikasi (yang memproses
transaksi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan dan utang), suatu
entitas memerlukan kebijakan dan prosedur untuk memberikan keyakinan bahwa
tujuan perusahaan akan tercapai.
5) Pemantauan
Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja struktur intern sepanjang
waktu. Pemantauan dilaksanakan oleh personal yang semestinya melakukan
pekerjaan tersebut, baik pada tahap desain maupun pengoperasian pengendalian,
pada waktu yang tepat, untuk menentukan apakah Struktur Pengendalian Intern
beroperasi sebagaimana yang diharapkan, dan untuk menentukan apakah Struktur
Pengendalian Intern tersebut telah memerlukan perubahan karena terjadinya
perubahan keadaan (Boynton et al, 2006:370).

C. Good Corporate Governance (GCG)


1. Definisi Good Corporate Governance (GCG)
Mathiesen (2002) mendefinisikan Good Corporate Governance sebagai berikut:
"Corporate Governance is a field in economics that investigates how to
secure/motivate efficient management of corporations by the use of incentive
mechanisms, such as contracts, organizational designs and legislation. This is often
limited to the question of improving financial performance, for example, how the
corporate owners can secure/motivate that the corporate managers will deliver a
competitive rate of return" (www.encycogov.com).

Akhmad Syakhroza (2003:14) mendefinisikan Corporate Governance sebagai


berikut:
Corporate Governance adalah suatu sistim yang dipakai Board untuk
mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi (directing, controlling, and
supervising) pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan
produktif (E3P) dengan prinsip-prinsip transparan, accountable, responsible,
independent, dan fairness (TARIF) dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Selanjutnya Finance Committee On Corporate Governance Malaysia mendefinisikan,
Corporate Governance sebagai proses dan struktur yang digunakan untuk
mengarahkan dan mengelola bisnis dan kegiatan perusahaan kearah peningkatan
pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan. Adapun tujuan akhirnya adalah
meningkatkan kemakmuran pemegang saham dalam jangka panjang, dengan tetap
memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. Definisi ini menekankan bahwa
sebaik
apapun suatu struktur Corporate Governance namun jika prosesnya tidak berjalan
sebagaimana mestinya maka tujuan akhir melindungi kepentingan pemegang saham dan
stakeholders tidak akan pernah tercapai(Herwidayatmo, 2000:25).

OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) mendefinisikan


Corporate Governance sebagai:

Sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan, board, pemegang


saham, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan. Corporate
Governance juga mensyaratkan adanya struktur perangkat untuk mencapai tujuan dan
pengawasan atas kinerja. Corporate Governance yang baik dapat memberikan
rangsangan bagi board dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan
kepentingan perusahaan dan pemegang saham harus memfasilitasi pengawasan yang
efektif sehingga mendorong perusahaan menggunakan sumber daya dengan lebih
efisien(Indra Surya dan Ivan Yustiavandana, 2006:25).

2. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance


Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (2006:5),
Setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap
aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan. Asas GCG yaitu transparansi,
akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan diperlukan
untuk
mencapai
kesinambungan
usaha
(sustainability)
perusahaan
dengan
memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders).
a. Transparansi ( Transparency)
Prinsip Dasar

Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus


menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses

dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif


untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan
perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh
pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.

Pedoman Pokok Pelaksanaan

1) Perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas,


akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku
kepentingan sesuai dengan haknya.
2) Informasi yang harus diungkapkan meliputi, tetapi tidak terbatas pada, visi, misi,
sasaran usaha dan strategi perusahaan, kondisi keuangan, susunan dan
kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, kepemilikan saham oleh
anggota direksi dan anggota dewan Komisaris beserta anggota keluarganya dalam
perusahaan dan perusahaan lainnya, sistem manajemen risiko, sistem pengawasan
dan Pengendalian Internal, sistem dan pelaksanaan GCG serta tingkat
kepatuhannya, dan kejadian penting yang dapat mempengaruhi kondisi
perusahaan.
3) Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak mengurangi kewajiban
untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi.
4) Kebijakan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional dikomunikasikan
kepada pemangku kepentingan.
b. Akuntabilitas ( Accountability)

Prinsip Dasar

Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga


pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. Perusahaan harus dapat
mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu
perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan
perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan
pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan
untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.
Pedoman Pokok Pelaksanaan

1) Perusahaan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing


organ perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, misi,
nilai-nilai perusahaan (corporate values), dan strategi perusahaan.
2) Perusahaan harus meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan
mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan perannya
dalam pelaksanaan GCG.
3) Perusahaan harus memastikan adanya Sistem Pengendalian Internal yang efektif
dalam pengelolaan perusahaan.
4) Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang
konsisten dengan sasaran usaha perusahaan, serta memiliki sistem penghargaan
dan sanksi (reward and punishment system).
5) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, setiap organ perusahaan dan
semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku (code
of conduct) yang telah disepakati.
c. Responsibilitas ( Responsibility)
Prinsip Dasar

Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan


tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara
kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good
corporate citizen.
Pedoman Pokok Pelaksanaan

1) Organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan


kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan peraturan
perusahaan.
2) Perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli
terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan
dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai.
d. Independensi ( Independency)
Prinsip Dasar

Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara


independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan
tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.
Pedoman Pokok Pelaksanaan

1) Masing-masing organ perusahaan harus menghindari terjadinya dominasi oleh


pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, bebas dari benturan
kepentingan (conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga
pengambilan keputusan dapat dilakukan secara obyektif.
2) Masing-masing organ perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai
dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan, tidak saling
mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu dengan yang lain.
e. Kewajaran dan Kesetaraan ( Fairness)
Prinsip Dasar

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan


kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas
kewajaran dan kesetaraan. Pedoman Pokok Pelaksanaan
1) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk
memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan
serta membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam
lingkup kedudukan masing-masing.
2) Perusahaan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar kepada pemangku
kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada
perusahaan.
3) Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan
karyawan, berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa
membedakan suku, agama, ras, golongan, gender, dan kondisi fisik.
3. Tujuan Penerapan Good Corporate Governance.
Menurut Aviliani dalam majalah Auditor (2006:47), tujuan Penerapan Good Corporate
Governance adalah:
a. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip-prinsip
keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jwab dan adil.
b. Mendorong pengelolaan perusahaan secara professional, transparan dan efisien serta
memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ perusahaan.
c. Mendorong agar organ perusahaan dalam membuat dan menjalankan tindakan
dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap perundang-undangan yang
berlaku
d. Meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan sehingga dapat meningkatkan
shareholder values.
e. Bagi BUMN dapat meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional
dan membantu penerimaan APBN.

D. Pengembangan Hipotesis
1. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu

a. Suryo Pratolo (2007) meneliti Good Corporate Governance dan kinerja BUMN di
indonesia: Aspek audit manajemen dan Pengendalian Intern sebagai variabel eksogen
Serta tinjauannya pada jenis perusahaan, hasil penelitiannya adalah:
1) Audit manajemen berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap
Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
2) Pengendalian Intern berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap
Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
3) Audit Manajemen dan Pengendalian Intern secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
dengan pengaruh yang kuat.
Perbedaan penelitian ini dengan penulis adalah, Suryo Pratolo menguji pengaruh
Audit Manajemen dan Pengendalian Intern terhadap GCG dan Kinerja BUMN baik
secara parsial dan simultan. Objek penelitian pada beberapa BUMN di Indonesia.
b. Prasetyo Nurul Kompyurini (2007) meneliti Analisis kinerja Rumah Sakit Daerah
dengan Pendekatan Balanced Scorecard Berdasarkan Komitmen Organisasi,
Pengendalian Intern Dan Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
hasil penelitiannya adalah:
1) Komitmen Organisasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap Penerapan
Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance.
2) Pengendalian Intern berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap
Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance.
3) Komitmen Organisasi dan Pengendalian Intern berpengaruh secara simultan dan
signifikan terhadap Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
dengan pengaruh yang cukup (sedang).
Perbedaan penelitian ini dengan penulis adalah, Prasetyo Nurul Kompyurini
meneliti Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern Dan Penerapan Prinsip-Prinsip
Good Corporate Governance melalui Pendekatan Balanced Scorecard, objek
penelitian pada Rumah Sakit Umum Daerah.
c. Sri Trisnaningsih (2007) meneliti tentang, Independensi Auditor Dan Komitmen
Organisasi Sebagai Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Governance, Gaya
Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor, hasil
penelitiannya adalah:
1) Pemahaman Good Governance tidak berpengaruh secara langsung terhadap
Kinerja Auditor.
2) Pemahaman Good Governance berpengaruh signifikan terhadap Independensi
Auditor.
3) Independensi Auditor berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Auditor.
4) Pemahaman Good Governance tidak berpengaruh secara langsung terhadap
kinerja auditor melalui independensi auditor.
Perbedaan penelitian ini dengan penulis, Populasi penelitian ini adalah auditor
yang bekerja di KAP yang tersebar di seluruh Indonesia, Metode Penelitian yang
digunakan adalah Uji Model Structural Equation Modelling (SEM) Pola pengaruh
antar variabel yang akan diteliti merupakan pengaruh sebab akibat dari satu atau
beberapa variabel independen kepada satu atau beberapa variabel dependen.
d. Rahmat Firdaus (2006) meneliti tentang, Peranan Audit Internal Dalam Menunjang
Efektivitas Pengendalian Internal Pemberian Kredit, hasil penelitiannya adalah:
Audit Internal berperan dalam menunjang efektifitas Pengendalian Internal
pemberian kredit, hal ini dapat dilihat dengan dilakukannya compliance, verivikasi
dan evaluasi, dengan dilakukannya Audit Internal atas Pengendalian Internal
pemberian kredit dapat menyebabkan risiko kredit macet menjadi lebih kecil dan
mengurangi kolusi antar personel bagian kredit dan calon debitor. Perbedaan
penelitian ini dengan penulis yaitu, Analisis data yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif.

E. Kerangka Penelitian
Model penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut:
Audit Intern

(X1)

Penerapan Good
Corporate Governance

(Y)
Pengendalian

Intern
(X2)

Gambar.2.1.
Kerangka Pemikiran
F. Hipotesis

Ha1: Audit Intern secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapan
Good Corporate Governance.
Ha2: Pengendalian Intern secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
penerapan Good Corporate Governance.
Ha3: Audit Intern dan Pengendalian Intern secara simultan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Bank X Jakarta. Jenis penelitian ini menjelaskan
fenomena dalam bentuk pengaruh antara variabel Audit Intern dan Pengendalian Intern
terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) baik secara parsial maupun
simultan.

B. Metode Penentuan Sampel


1. Populasi

Populasi dalam penelitian adalah Auditor Intern / Satuan Pengawasan Intern (SPI)
pada Bank X.
2. Teknik Sampling

Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan convenience


sampling, yaitu suatu metode pemilihan sampel dari elemen populasi yang datanya
mudah diperoleh peneliti. (Indriantoro dan Supomo, 2002:120). Dilakukan teknik
convenience sampling karena anggota populasi bersifat homogen (sejenis).

C. Metode Pengumpulan Data

1. Data Primer ( Primery Data)

Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara

langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara), berupa persepsi (opini, sikap,
pengalaman) secara individual atau kelompok, hasil observasi suatu kejadian atau
kegiatan, dan hasil pengujian. Adapun data primer yang penulis gunakan yaitu:
a. Kuesioner
Kuesioner merupakan penelitian dengan cara mengajukan daftar pertanyaan langsung
kepada responden, yaitu Auditor Intern yang bekerja pada Bank X. Skala yang
digunakan adalah skala likert untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang
tentang kejadian atau gejala sosial. Kuesioner ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian A
yang berisi pernyataan data dan keterangan pribadi responden, bagian B berisi
pernyataan yang merupakan penjabaran dari operasional variabel untuk Audit Intern ,
Pengendalian Intern, dan Penerapan Good Corporate Governance (GCG).
b. Observasi
Penelitian ini dilakukan dengan observasi pada Bank X berupa pengamatan langsung
dan pengambilan data objek penelitian.
2. Data Sekunder (Secondary Data)
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung melalui media perantara. Adapun data sekunder yang penulis pakai yaitu:
a. Riset kepustakaan
Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan, membaca buku,
literatur, catatan perkuliahan, artikel, jurnal dan data
dari internet.
b. Teknik dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengutip langsung
data yang diperoleh dari lembaga (instansi) terkait, yang berhubungan dengan
penelitian.

D. Metode Analisis Data

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar. Namun,
untuk pengolahan, data kualitatif dapat diangkakan ( scoring), seperti terdapat dalam skala
pengukuran. Misalnya, suatu pernyataan yang memerlukan alternatif jawaban: sangat setuju
diberi angka 5; setuju 4; netral 3; tidak setuju 2; dan sangat tidak setuju 1.
1. Uji Kualitas Data

Untuk menguji kualitas data dari kuesioner yang diolah dalam penelitian ini
dilakukan beberapa pengujian yaitu:
a. Normalitas Data
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui bahwa distribusi penyampelan data
yang digunakan telah terdistribusi secara normal yang merupakan distribusi teoritis
dari variabel random yang kontinyu. Untuk menguji apakah sampel penelitian
merupakan jenis distribusi normal, maka digunakan pengujian Kolmogrov Smirnov
(k-s) satu sampel. Caranya adalah menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujian
(Gozali, 2005:114), yaitu:
Hipotesisi Nol

: Data terdistribusi secara normal


Hipotesis Alternatif
: Data tidak terdistribusi secara normal
Dasar pengambilan keputusan dengan kriteria jika probabilitas >0,05 maka data
terdistribusi secara normal. Sebaliknya, jika probabilitas <0,05 data tidak terdistribusi
secara normal.
b. Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan untuk membuktikan sejauh mana data dalam
kuesioner dapat mengukur tingkat validitasnya. Suatu kuesioner dikatakan valid jika
pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur.
Untuk melakukan uji validitas instrumen penelitian digunakan teknik Pearson
Correlation yaitu dengan cara mengkorelasi skor tiap item dengan skor totalnya.
Kriteria yang digunakan adalah dengan membandingkan r tabel dengan r hitung
(korelasi) bila koefisien korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel ( Product Moment).
Jika hasilnya signifikan maka data dikatakan valid.
c. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan konsistensi dari data yang dikumpulkan. Suatu
kuesioner dikatakan reliable (handal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan
adalah konsisten dari waktu ke waktu (Ghozali, 2005:45). Pendekatan yang
digunakan untuk mengukur reliabilitas data adalah pendekatan reabilitas konsistensi
internal dengan menggunakan teknik statistik Cronbachs Alpha. Suatu instrumen
dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbachs Alpha > 0.06 (Nunnaly,1967
dalam Ghozali,2005:42). Penelitian menggunakan bantuan program SPSS di dalam
menghitung alpha cronbach untuk menginterpretasikan nilai alpha yang diperoleh,
digunakan kriteria korelasi menurut Riduwan (2005:183) yaitu,
Tabel.3.1.
Kriteria korelasi

0,80
-
1.000
=
Sangat Kuat
0.60
-
0.799
=
Kuat
0,40
-
0,599
=
Cukup Kuat
0,20
-
0,399
=
Rendah
0.00
-
0.199
=
Sangat Rendah

2. Uji Hipotesis

Pengujian data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan software pengolah data
statistik SPSS for windows version 14. Penelitian ini menggunakan model analisis jalur
( path analysis) untuk menganalisa pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas
(eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Pada diagram jalur, tanda panah berujung
ganda ( ) menunjukkan hubungan korelasional dan tanda panah satu arah ( )
menunjukkan pengaruh langsung dari sebuah variabel eksogen (X) terhadap variabel
endogen (Y) (Riduwan dan Engkos, 2007:7).
Teknik analisis jalur ( path analysis) akan digunakan dalam pengujian besarnya
kontribusi yang ditunjukan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan
kausal antara variabel X1 (Audit Intern) dan X2 (Pengendalian Intern) terhadap Y
(Penerapan GCG). Kerangka hubungan kausal antara jalur (X1 terhadap Y, X2 terhadap Y,
X1 dan X2 terhadap Y) dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut:
Y=
X+
X+
YX
1
YX
2
1
1
2

Keterangan:
YX1X1 =
Standardized Coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X1
terhadap Y
YX2X2 =
Standardized Coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung
X2 terhadap Y

X1 =
Audit Intern (variabel eksogen = variabel bebas)
X2 =
Pengendalian Intern (variabel eksogen= variabel bebas)
Y=
Penerapan GCG (variabel endogen = variabel terikat)
1 =
Besarnya pengaruh variabel lain

YX
1
r

12

Y
R2yx1x2

YX2

X2

Gambar.3.1.

Hubungan Struktural X1, X2, terhadap Y

a. Pengujian Hipotesis secara Parsial

1) Audit Intern (X1) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap Penerapan Good


Corporate Governance (Y)
Uji secara individual oleh tabel Cofficients. Hipotesis penelitian yang akan
diuji dirumuskan sebagai berikut:
H0
: YX = 0
1
Ha
: YX > 0
1
Hipotesis bentuk kalimat:
H0
: Audit Intern tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
Penerapan Good Corporate Governance
Ha
: Audit Intern berpengaruh secara signifikan terhadap
Penerapan Good Corporate Governance
Kaidah keputusan:
a) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
b) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
2) Pengendalian Intern (X2) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (Y)
Uji secara individual oleh tabel Cofficients. Hipotesis penelitian yang akan
diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik berikut:
H0 : YX2 = 0
Ha : YX2 > 0
Hipotesis bentuk kalimat:
H0 : Pengendalian Intern tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Penerapan
Good Corporate Governance.
Ha : Pengendalian Intern berpengaruh secara signifikan terhadap Penerapan
Good Corporate Governance.
Kaidah keputusan:
a) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
b) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
b. Pengujian Hipotesis Secara Simultan

1) Audit Intern (X1) dan Pengendalian Intern (X2) berpengaruh secara


signifikan dan simultan terhadap Penerapan Good Corporate Governance (Y)
Hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut:
H0
: YX1 = YX2 =

Y1 = 0
Ha
: YX1 YX2 =

Y1 > 0
Hipotesis bentuk kalimat:
H0 : Audit Intern dan Pengendalian Intern tidak berpengaruh secara simultan
dan signifikan terhadap Penerapan Good Corporate Governance
Ha : Audit Intern dan Pengendalian Intern berpengaruh simultan dan signifikan
terhadap Penerapan Good Corporate Governance
Untuk mengetahui signifikansi analisis jalur yaitu dengan membandingkan antara
nilai probabilitas 0.05 dengan nilai probabilitas sig dengan dasar pengambilan
keputusan sebagai berikut:
a) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
b) Jika nilai probibalitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probibalitas sig
atau [0.05 sig], maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan
(Riduan, 2007:103-104).
Keterangan, jika nilai F secara manual dihitung dengan rumus F. Berdasarkan
koefisien R2. Nilai F dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(nk)
1 R 2 YXK
f=
k(1 R 2 YXK )

Keterangan:
n
= Jumlah Sampel
k
= Jumlah Variabel Eksogen (Variabel Indenpenden)
R2yxk = Rsquare
Untuk melihat pengaruh Audit Intern, Pengendalian Intern secara gabungan dapat
dilihat dari hasil penghitungan dalam model summary, khususnya angka R square.
R square dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh Audit Intern dan
Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG)
dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
Keterangan:
KD : Koefisien Determinasi
r2 : Rsquare

E. Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2005:31) Operasional variabel penelitian adalah sebuah konsep yang
mempunyai penjabaran dari variabel yang ditetapkan dalam suatu penelitian dan
dimaksudkan untuk memastikan agar variabel yang diteliti secara jelas dapat ditetapkan
indikatornya. Operasional variabel penelitian dan indikator yang tercantum berasal dari
usulan penelitian Universitas Padjadjaran tahun 2006 yang diajukan oleh Gusnardi
berjudul
Pengaruh Peran Komite Audit, Pengendalian Internal dan Audit Internal Terhadap
Pelaksanaan Good Corporate Governance Dan Pencegahan Fraud
1. Variabel Dependen

Variabel Y ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahasa Indonesia disebut sebagai variabel terikat. Variabel dependen merupakan
variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel independen.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen yaitu Penerapan Good Corporate
Governance (GCG).
2. Variabel Independen

a. Audit Intern
Audit Intern adalah proses sistematis untuk secara objektif memperoleh dan
mengevaluasi asersi mengenai tindakan dan kejadian-kejadian ekonomis untuk
meyakinkan derajat kesesuaian antara asersi ini dengan kriteria yang ditetapkan dan
mengkomunikasikannya ke pengguna yang berkepentingan (Lawrence Sawyer et al,
2005:8).
b. Pengendalian Intern
Pengendalian Intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris,
manajemen, dan personel lain, yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai
tentang pencapaian tiga golongan, Keandalan pelaporan keuangan, Kepatuhan
terhadap hukum dan peraturan yang berlaku , Efektivitas dan efesiensi operasi.

Tabel. 3.2.
Operasional Variabel Penelitian
Variabel
Subvariabel
Indikator
Ukuran

Memberikan informasi yang diperlukan

manajer.

Bertindak sebagai penilai independen

Misi Auditor Intern Memiliki peranan penting dalam hal

pengelolaan perusahaan dan risiko terkait

dalam menjalankan usaha.


Informasi keuangan dan operasi akurat dan

dapat diandalakan

Risiko yang dihadapi telah diidentifikasi dan

Peran, tujuan dan


diminimalisasi

tanggung jawab
Peraturan eksternal serta kebijakan dan

Auditor Intern
prosedur internal telah diikuti

Kriteria operasi telah dipenuhi

Sumberdaya digunakan secara efisien dan

ekonomis

Tujuan organisasi tercapai

Survei pendahuluan

Audit Intern

Program audit
Skala
(Variabel X1)
Teknik-teknik
Ordinal
Pekerjaan lapangan

Audit Intern
Temuan audit

Kertas kerja

Kejelasan visi, misi, dan tujuan tugas.


Penyelesaian tugas
Ketepatan dalam bertindak

Gambaran tugas yang akan dilakukan

Pengendalian akuntansi internal

Pencegahan dan pendeteksian kecurangan

Pemeriksaan keuangan

Pemeriksaan ketaatan
Hasil Audit Intern
Pemeriksaan operasional

Pemeriksaan manajemen
Pemeriksaan sistem informasi
Pengembangan kualitas internal
Hubungan dengan entitas di luar perusahaan.

Direktur utama bertanggung jawab menjamin

bahwa semua komponen struktur pengendalian

Pengendalian Yang bertanggung


intern terwujud dalam organisasinya.
Intern
Jawab atas Struktur
Dewan komisaris bertanggung jawab untuk

(Variabel X2) Pengendalian


menentukan apakah manajemen memenuhi

Internal
tanggung jawab mereka dalam

mengembangkan dan menyelenggarakan

struktur pengendalian internal.

Audit internal mengukur dan menilai

efektifitas unsur-unsur pengendalian internal


Personel memahami bahwa mereka

bertanggung jawab untuk

mengkomunikasikan masalah yang timbul

sebagai akibat ketidakpatuhan terhadap

struktur pengendalian internal

Auditor Eksternal melakukan evaluasi tentang

memadai atau tidaknya desain dan

Pengendalian Yang bertanggung


mengevaluasi efektivitas struktur

Intern
Jawab atas Struktur
pengendalian intern entitas menggunakan
Skala
(Variabel X2) Pengendalian
Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) No. 06
Ordinal

Internal
(SAT Seksi 500) Pelaporan tentang Struktur

Pengendalian Internal Satuan Usaha atas

Pelaporan Keuangan
Badan pengatur ( regulatory body), seperti

Bank Indonesia dan Bapepam. Badan

pengatur mengeluarkan persyaratan minimum

pengendalian intern yang harus dipenuhi oleh

suatu entitas dan memantau kepatuhan entitas


terhadap persyaratan tersebut
Unsur Struktur
Penaksiran resiko
Pengendalian Intern Lingkungan pengendalian

Informasi dan komunikasi


Aktivitas pengendalian
Pemantauan

Transparansi (Transparency)

Penerapan
Prinsip-prinsip
Akuntabilitas (Accountability)

GCG
GCG
Responsibilitas (Responsibility)
Skala
(Variabel Y)

Independensi (Independency)
Ordinal
Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah dan Perkembangan Bank X


Bank X merupakan bank yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah
membatasi peranan Bank X sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank X kemudian
diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk
transaksi luar negeri. Sehubungan dengan penambahan modal nya status Bank X diubah
menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih
baik dan tugas bagi sektor usaha nasional. Kemampuan Bank X untuk beradaptasi
terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan
melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal
ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen Bank X terhadap perbaikan kualitas kinerja
secara terus-menerus. Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya,
Bank X bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa
menjadi kebanggaan negara.

2. Visi dan Misi

a. Visi
Menjadi Bank kebanggaan nasional yang Unggul, Terkemuka dan Terdepan dalam
Layanan dan Kinerja
1) Pernyataan Visi
Menjadi Bank kebanggaan nasional, yang menawarkan layanan terbaik
dengan harga kompetitif kepada segmen pasar korporasi, komersial dan
consumer.
b. Misi
1) Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh
nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)
2) Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
3) Menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan
berprestasi.
4) Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.
c. Values
Kenyamanan dan Kepuasan

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Bank X di Jakarta Selatan. Lamanya penelitian ini adalah
satu bulan (bulan Agustus sampai dengan bulan September).

C. Profil Responden

Responden pada Bank X merupakan Auditor Intern / Satuan Pengawasan


Intern (SPI), jumlah SPI pada Bank X berjumlah 120 orang. Data penelitian merupakan
data
primer yang dikumpulkan dengan mengirimkan 55 kuesioner secara langsung. Dalam
penentuan jumlah sampel penulis lakukan dengan menggunakan metode convenience
sampling, yaitu suatu metode pemilihan sampel dari elemen populasi yang datanya
mudah
diperoleh peneliti (Indriantoro dan Supomo, 2002:120).

D. Hasil Uji Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data primer, penulis melakukan penyebaran kuesioner kepada


auditor intern / Satuan Pengawasan Intern (SPI) Bank X sebanyak 55 kuesioner. Dan
kuesioner yang kembali berjumlah 43 kuesioner. Sebelum kuesioner disebar ke 55
responden, peneliti melakukan try out terhadap 10 responden dengan memberikan 13
pertanyaan yang berasal dari instrumen Audit Intern, 20 pertanyaan berasal dari instrumen
Pengendalian Intern dan 16 pertanyaan dari instrumen Good Corporate Governance
(GCG).
Untuk mendapatkan data sekunder, penulis melakukan riset di Bank X.
1. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi dengan
normal dengan bentuk lonceng ( bell shaped). Data yang baik adalah data yang
mempunyai pola seperti distribusi normal, yaitu distribusi data tersebut tidak menceng ke
kiri atau ke kanan (Singgih Santoso, 2000:312). Metode statistik yang digunakan adalah
uji Kolmogorov Smirnov (1-sampel k-s), caranya menentukan terlebih dahulu hipotesis
pengujian yaitu:
Hipotesis Nol (Ho)

: Data terdistribusi secara normal


Hipotesis Alternatif (Ha)
: Data tidak terdistribusi secara normal.

Jika Asymp Sig (2 tailed) > 0.05 maka data tersebut terdistribusi secara normal.
Sebaliknya jika Asymp Sig (2 tailed) < 0.05 maka data berdistribusi tidak normal.
Tabel.4.1.
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

TOTAL_AI
TOTAL_PI
TOTAL_GCG
N
43
43
43
Normal Parametersa,b
Mean
52.14
80.07
63.65
Std. Deviation
4.378
7.382
6.561
Most Extreme
Absolute
.097
.139
.176
Dari hasil pengujian normalitas yang terdapat pada tabel 4.1. terlihat bahwa taraf
signifikansi variabel Audit Intern, Pengendalian Intern dan Good Corporate Governance
(GCG) masing-masing variabel mempunyai nilai sebesar 0.818, 0.377, dan 0.137 angka-
angka tersebut lebih besar dari 0.05. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis nol (Ho)
diterima atau variabel Audit Intern, Pengendalian Intern dan Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) terdistribusi secara normal, begitu juga dengan nilai Kolmogorof -
Smirnov variabel Audit Intern, Pengendalian Intern dan Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) terdistribusi secara normal. Jika pengujian dilakukan dengan
menggunakan grafik adalah sebagai berikut:
Hasil tampilan grafik histogram pada gambar 4.1. menunjukkan bahwa variabel
Audit Intern berdistribusi secara normal (tidak menceng ke kiri dan tidak menceng ke
kanan).
10

y6
cneu

qreF

2
Mean = 52.14
Std. Dev. = 4.378
N = 43
0
44
46
48
50
52
54
56
58
60
62
TOTAL_AI
Gambar.4.1.
Grafik Normalitas Variabel Audit Intern

20

15

yc

neu

q 10
reF

Mean = 80.07

Std. Dev. = 7.382


N = 43
0
60
70
80
90
100
TOTAL_PI

Gambar.4.2.
Grafik Normalitas Variabel Pengendalian Intern

Hasil tampilan grafik histogram pada gambar 4.2. menunjukkan bahwa variabel
pengendalian intern berdistribusi secara normal (tidak menceng ke kiri dan tidak
menceng ke kanan).

20

15

cne

uq 10
re

Mean = 63.65
Std. Dev. = 6.561

N = 43
0
50
60
70
80
TOTAL_GCG

Gambar.4.3.
Grafik Normalitas Variabel GCG

Hasil tampilan grafik histogram pada gambar 4.3. menunjukkan bahwa variabel
GCG berdistribusi secara normal (tidak menceng ke kiri dan tidak menceng ke kanan).
2. Uji Validitas

Pengujian validitas dari instrumen penelitian dilakukan dengan menghitung angka


korelasional atau r hitung dari nilai jawaban tiap responden untuk tiap butir pertanyaan,
kemudian dibandingkan dengan r tabel. Nilai r tabel didapat dari jumlah kasus-2, yaitu
49-2 = 47 dengan tingkat signifikansi 5%, maka didapat r tabel 0,288. Jika r hitung > r
tabel dan nilai positif maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid (Sugiyono, 2005). Uji
validitas digunakan dengan teknik pearson coreelation yaitu dengan cara mengkorelasi
skor item dengan skor totalnya.
Tabel.4.2.
Uji Validitas Variabel Audit Intern

Pertanyaan Nilai r hitung


Nilai r tabel
Kriteria

1
0,147
0.288
Tidak Valid
2
0,425
0.288
Valid
3
-0,376
0.288
Tidak Valid
4
0,367
0.288
Valid
5
0,481
0.288
Valid
6
0,340
0.288
Valid
7
0,046
0.288
Tidak Valid
8
0,280
0.288
Tidak Valid
9
0,566
0.288
Valid
10
0,743
0.288
Valid
11
0,113
0.288
Tidak Valid
12
0,434
0.288
Valid
13
0,718
0.288
Valid
Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan hasil uji validitas instrumen variabel Audit Intern, diperoleh data
bahwa lima pertanyaan tidak valid, karena nilai r hitung < r tabel, yaitu pada pertanyaan

nomor 1, 3, 7, 8, dan 11 dengan nilai r hitung sebesar 0.147, -0.376, 0.046, 0,280, dan
0,113. Untuk pertanyaan yang tidak valid peneliti melakukan perbaikan pada pertanyaan
tersebut dan mengujinya kembali terhadap responden yang sama pada tempat yang
berbeda dan menghasilkan pertanyaan nomor 1, 2 dan 11 menjadi tidak valid (lihat di
lampiran).
Hasil uji validitas Pengendalian Intern pada tabel 4.3 diperoleh data bahwa
sepuluh pertanyaan tidak valid, yaitu pada pertanyaan nomor 2, 5, 6, 7, 8, 12, 13, 14, 15,
dan 17 dengan nilai r hitung 0.215, -0.293, 0.199, 0.163, -0.038, 0.243, 0.234, 0.203, -
0.038 dan 0.078 . Keterangan hasil uji sebagai berikut:
Tabel.4.3.
Uji Validitas Variabel Pengendalian Intern

Pertanyaan Nilai r hitung


Nilai r tabel
Kriteria

0,298
0.288
Valid
2
0,215
0.288
Tidak Valid
3
0,620
0.288
Valid
4
0,629
0.288
Valid
5
-0,293
0.288
Tidak Valid
6
0,199
0.288
Tidak Valid
7
0,163
0.288
Tidak Valid
8
-0,038
0.288
Tidak Valid
9
0,583
0.288
Valid
10
0,480
0.288
Valid
11
0,521
0.288
Valid
12
0,243
0.288
Tidak Valid
13
0,234
0.288
Tidak Valid
14
0,203
0.288
Tidak Valid
15
-0,038
0.288
Tidak Valid
16
0,335
0.288
Valid
17
0,078
0.288
Tidak Valid
18
0,808
0.288
Valid
19
0,729
0.288
Valid
20
0,584
0.288
Valid
Sumber: Data primer yang diolah

Untuk pertanyaan tidak valid peneliti melakukan perbaikan dan mengujinya


kembali, dan menghasilkan 1 pertanyaan tidak valid yaitu nomor 7 (lihat di lampiran).
Berdasarkan hasil uji validitas instrumen variabel Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) pada table 4.4 diperoleh data bahwa lima pertanyaan tidak valid
yaitu
nomor 2, 4, 9, 10, dan 15 dengan nilai r hitung -0.639, -0.210, -0.004, -0.004 dan 0.162.
Untuk pertanyaan tidak valid peneliti melakukan perbaikan dan mengujinya kembali dan
menghasilkan semua pertanyaan valid (lihat di lampiran).
Tabel.4.4.

Uji Validitas Variabel Good Corporate Governance (GCG)

Pertanyaan Nilai r hitung


Nilai r tabel
Kriteria

0,831
0.288
Valid
2
-0,639
0.288
Tidak Valid
3
0,650
0.288
Valid
4
-0,210
0.288
Tidak Valid
5
0,757
0.288
Valid
6
0,544
0.288
Valid
7
0,630
0.288
Valid
8
0,831
0.288
Valid
9
-0,004
0.288
Tidak Valid
10
-0,004
0.288
Tidak Valid
11
0,753
0.288
Valid
12
0,759
0.288
Valid
13
0,647
0.288
Valid
14
0,715
0.288
Valid
15
0,162
0.288
Tidak Valid
16
0,770
0.288
Valid
Sumber: Data primer yang diolah

3. Uji Reliabilitas

Kuesioner yang dikumpulkan dan sah untuk dianalisis, selanjutnya dilakukan


pengelompokan untuk item pertanyaan yang diajukan dan menentukan nilai masing-
masing variabel dari sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel
untuk dilakukan pengujian reliabilitas dengan menggunakan cronbanchs alpha. Kriteria
menyebutkan jika nilai korelasi sama dengan atau lebih besar dari 0.6 (Nunnaly, 1967
dalam Gozali, 2005) maka butir-butir pertanyaan reliabel.

Tebel.4.5.
Uji Reliabilitas Instrumen Audit Intern
Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha
N of Items
.613
13

Tebel.4.6.
Uji Reliabilitas Instrumen Pengendalian Intern
Reliability Statistics
Cronbach's

Alpha
N of Items
.873
20

Tebel.4.7.

Uji Reliabilitas Instrumen Good Corporate Governance (GCG)


Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha
N of Items
.883
16

Terlihat dari hasil analisis uji realibilitas bahwa semua butir pertanyaan pada
kolom Cronbachs Alpha mempunyai nilai di atas 0.6 yaitu variabel Audit Intern sebesar
0.613, variabel Pengendalian Intern sebesar 0.873, dan variabel Penerapan Good
Corporate Governance (GCG) sebesar 0.883. Berdasarkan dari uji validitas dan
reliabilitas, meskipun terdapat pertanyaan yang hasilnya menunjukkan tidak valid, tetapi
memiliki nilai reliabilitas yang cukup tinggi yaitu sebesar > 0,6 sehingga peneliti masih
tetap menggunakan pertanyaan yang hasilnya menunjukkan tidak valid dengan
memperbaiki kalimat kuesioner tersebut dan mengujinya kembali terhadap responden
yang sama pada tempat yang berbeda.

E. Hasil dan Pembahasan


1. Deskrispsi Data

Penelitian yang dilakukan pada Bank X dengan sampel yang akan diambil
berdasarkan rumus Slovin yaitu sebanyak 43 auditor.
a. Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin.
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel frekuensi
dibawah ini:
Tabel.4.8.
Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis_Kelamin

Cumulative

Frequency
Percent
Valid Percent
Percent

Valid
Laki-laki
32
74.4
74.4
74.4

Perempuan
11
25.6
25.6
100.0

Total
43
100.0
100.0
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.8. menyatakan bahwa laki-laki lebih dominan dibandingkan wanita yaitu
sebanyak 32 orang atau 74,4% dari total responden yang terdapat pada Bank X.
b. Deskripsi responden berdasarkan usia
Berdasarkan data dari 43 responden menghasilkan data karakteristik berdasarkan usia
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.9.
Deskripsi Responden Berdasarkan Usia
Umur

Cumulative

Frequency
Percent
Valid Percent
Percent
Valid 20-30 tahun
10
23.3
23.3
23.3

31-40 tahun
24
55.8
55.8
79.1

>40 tahun
9
20.9
20.9
100.0

Total
43
100.0
100.0

Sumber: Data primer yang diolah


c. Deskripsi responden berdasarkan lama bekerja
Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada tabel frekuensi
dibawah ini:
Tabel. 4.10.
Deskripsi Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama_Bekerja

Cumulative

Freq uency
Percent
Valid Percent
Percent

Valid
1-3 tahun
10
23.3
23.3
23.3

3-10 tahun
7
16.3
16.3
39.5

>10 tahun
26
60.5
60.5
100.0
Total
43
100.0
100.0
Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.10. dinyatakan bahwa auditor yang telah bekerja pada Bank X
lebih dari 10 tahun sangat dominan yaitu sebanyak 26 responden atau sebesar 60,5%,
sedangkan auditor yang telah bekerja 3-10 tahun yaitu 7 responden atau sebesar
16.3% dan auditor yang telah bekerja 1-3 tahun sebesar 23.3%.
d. Deskripsi responden berdasarkan pendidikan formal terakhir
Karakteristik rsponden berdasarkan pendidikan formal terakhir sebagai berikut:
Tabel.4.11.

Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Formal Terakhir

Pendidikan_Terakhir

Cumulative

Frequency
Percent
Valid Percent
Percent
Valid
S1

37
86.0
86.0
86.0
S2
6
14.0
14.0
100.0
Sumber: To
Dt
aa
tl
a primer ya 4
n3
g diolah1
00.0
100.0
Tingkat pendidikan formal terakhir auditor yang berasal dari S1 lebih dominan
yaitu 37 responden atau 86.0% dan S2 yaitu 6 responden atau 14,0%.
2. Hasil Uji Hipotesis

Hasil pengujian korelasi dan regresi dari SPSS 12 sebagai berikut:


a. Pengujian Hipotesis Secara Parsial

1) Audit Intern (X1) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap Penerapan Good


Corporate Governance (Y)
Tabel.4.12.
Coefficientsa

Unstandardized

Stand
ardized
Coefficients
Coefficients
Mode
l
B
Std. Error
Beta
t
Sig.
1
(Constant)
7.519
9.184
.819
.418
TOTAL_AI
.303
.217
.202
1.398
.170

TOTAL_PI
.504
.129
.567
3.912
.000
a.

Dependent Variable: TOTAL_GCG


Uji secara individual ditunjukkan oleh tabel 4.12. hipotesis yang akan diuji
dirumuskan sebagai berikut:
H0 : Audit Intern tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Good
Corporate Governance (GCG).
Ha : Audit Intern berpengaruh secara signifikan terhadap Good Corporate
Governance (GCG).
Kaidah keputusan:
a) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [ 0.05 < sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
(tidak ada pengaruh yang nyata).
b) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [ 0.05> sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan (ada pengaruh yang
nyata).
Tabel 4.12 coefficients diperoleh hasil untuk variabel Audit Intern dengan
nilai sig sebesar 0.170, kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0.05,
ternyata nilai probabilitas 0.05 lebih kecil dari nilai probabilitas sig atau
[0.05 < 0.170] maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya Audit Intern tidak
memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) sebesar 0.202 atau 20.2 %. Auditor Intern tidak
memiliki pengaruh secara langsung terhadap Penerapan Good Corporate
Governance, Auditor Intern disini berfungsi sebagai supervisi yang
memastikan bahwa seluruh unit di dalam bank telah melaksanakan pasal-
pasal Good Corporate Governance. Kondisi ini memperlihatkan bahwa
keberhasilan Penerapan Good Corporate Governance tidak seluruhnya
ditentukan oleh pelaksanaan Audit Intern yang dilaksanakan Auditor
Intern, seluruh unit perusahaan wajib menjamin terlaksananya Penerapan
pelaksanaan Good Corporate Governance banyak juga faktor lain yang
berpengaruh langsung seperti dewan komisaris, direksi perusahaan, serta
Pengendalian Intern yang handal dan memadai. Dewan Komisaris wajib
memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance
dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang
organisasi dan direksi wajib melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan
atau jenjang organisasi (Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/Pbi/2006
Tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum),
hal ini sesuai dengan pendapat Bhagat dan Black dalam Sri trisnaningsih
(2007) banyak komentator dan investor yang percaya sepenuhnya bahwa
monitoring pimpinan, direktur yang independen adalah sangat penting
untuk Good Corporate Governance. Dilain sisi menurut penelitian Sucipto
(2003) keberhasilan tugas Auditor Intern ditentukan dari kecakapannya
dalam memanfaatkan setiap informasi yang ada, yang berhubungan
dengan kegiatannya. Guna menjamin hasil kerja dari bagian Audit Intern
perlu diperhatikan kualifikasi yang baik dari pegawai bagian Audit Intern
tersebut. Maka dari itu seyogianya bagian Audit Intern bertindak sebagai
sebuah tim yang sifatnya multi disipliner. Audit Intern haruslah
berdasarkan kecakapannya, sebab selain menguasai disiplin ilmu lainnya
seperti : ekonomi, hukum, keuangan, sistem informasi dan komunikasi,
statistik dan komputerisasi. Pengetahuan ini akan sangat membantu bagi
Auditor Intern dalam melaksanakan tugas Audit Intern. Tugas Audit Intern
yang luas ini sudah pasti melibatkan berbagai personel dalam manajemen
dengan level yang berbeda-beda dan kepribadian yang tidak sama pula,
sehingga paling tidak Auditor Intern dituntut untuk memahami behavior
science dan proses komunikasi. Sejalan dengan penelitian Anie Velora
Mundung (2007) mengatakan Peran Auditor Internal adalah sangat
penting karena Auditor Internal dapat membantu manajemen dengan
melakukan evaluasi sistem kontrol dan menunjukkan kelemahan-
kelemahan dalam kontrol internal, di samping itu Auditor Internal dapat
sebagai mitra manajemen yang dapat memberikan sumbangan pemikiran
tentang pengelolaan usaha termasuk dalam mendeteksi risiko serta
memberikan saran untuk mengatasi risiko perusahaan sehingga kinerja
organisasi dapat terwujud. Akan tetapi dalam praktek Auditor Internal
masih kurang berperan dalam implementasi GCG. Hal ini disebabkan
karena secara struktural Auditor Internal berada dalam posisi sulit untuk
bersikap independen dan objektif. Dari beberapa pendapat di atas
menunjukan bahwa pelaksanaan Audit Intern tidak memiliki pengaruh
yang langsung terhadap Penerapan Good Corporate Governance.
2) Pengendalian Intern (X2) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (Y)
Uji secara individual ditunjukkan oleh tabel 4.12. hipotesis yang akan diuji
dirumuskan sebagai berikut:
H0 : Audit Intern tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Good
Corporate Governance (GCG).
Ha : Audit Intern berpengaruh secara signifikan terhadap Good Corporate
Governance (GCG).
Kaidah keputusan:
a) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [ 0.05 < sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
(tidak ada hubungan yang nyata).
b) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [ 0.05> sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan (ada hubungan yang
nyata).
Tabel 4.12. Coefficients diperoleh independensi nilai sig variabel Pengendalian
Intern sebesar 0.000. Hal ini berarti nilai probabilitas 0.05 lebih besar dari nilai
probabilitas sig atau [0.05 > 0.000], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya
Pengendalian Intern berpengaruh terhadap Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) sebesar 0.567 atau 56.7 % dan signifikan. Dengan demikian
tinggi rendahnya penerapan GCG di pengaruhi oleh Pengendalian Intern suatu
perusahaan, kondisi ini memperlihatkan bahwa semakin baik Pengendalian Intern
yang ada dalam suatu perusahaan akan mendorong keberhasilan penerapan Good
Corporate Governance. Hasil penelitian ini berhasil mendukung penelitian
sebelumnya oleh Prasetyo Nurul (2007) dengan adanya Pengendalian Intern yang
baik maka akan dapat direalisasikan Good Corporate Governance, dengan
Pengendalian Intern yang lemah maka akan berdampak belum optimalnya
penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Dan juga mendukung
penelitian Suryo Pratolo (2006) yang menemukan bahwa kondisi Penerapan
Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance yang belum optimal pada BUMN di
Indonesia secara dominan dipengaruhi oleh kondisi Pengendalian Intern BUMN
yang belum optimal selain dipengaruhi juga oleh penerapan Audit Manajemen
yang juga belum optimal.
Tabel.4.13.
Correlations

Pengendal

Audit_Intern ian_Intern
GCG
Audit_Intern
Pearson Correlation
1
.645**
.568**
Sig. (2-tailed)
.
.000
.000

N
43
43
43
Pengendalian_Inter P
n earson Correlation
.645**
1
.697**

Sig. (2-tailed)
.000
.
.000
N
43
43
43
GCG
Pearson Correlation
.568**
.697**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.

N
43
43
43
**. C
orrelation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Tabel 4.13. menyajikan hasil korelasi pearson untuk semua sampel penelitian,
dengan jumlah sampel 43 responden satuan pengawasan intern (SPI) Bank X.
Pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa korelasi Audit Intern positif dengan
Pengendalian Intern sebesar 0,645 dengan tingkat signifikan pada level 0.01
dinilai kuat. Hal ini mencerminkan kondisi hubungan antara variabel Audit Intern
dengan Pengendalian Intern kuat dan searah (karena hasilnya positif). Searah
artinya semakin tinggi kualitas Audit Intern maka semakin tinggi kualitas
Pengendalian Intern. Hal itu ditunjukan dengan adanya hubungan antara variabel
Audit Intern dan variabel Pengendalian Intern dimana Audit Intern tanpa disertai
Pengendalian Intern yang efektif menjadikan Audit Intern tidak optimal.
Sebaliknya Pengendalian Intern yang bertujuan untuk menjaga reliabilitas dan
integritas informasi, kepatuhan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan
kebijakan, pengamanan asset, penggunaan sumber daya secara ekonomis dan
efisien, pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan untuk operasi dan
program yang tidak disertai dengan pelaksanaan Audit Intern maka Pengendalian
Intern tersebut tidak akan efektif pula. Hal ini sesuai dengan penelitian Rahmat
Firdaus (2006) yang mengatakan fungsi Audit Intern meliputi penilaian,
pemeriksaan kelayakan dan efektivitas Pengendalian Intern yang telah ditetapkan
serta penilaian mengenai personel yang melaksanakan Pengendalian Intern. Audit
Intern yang memadai sangat berperan dalam meningkatkan efektivitas
Pengendalian Intern, hal ini dapat dilihat dengan dilakukannya compliance,
verivikasi dan evaluasi, dengan dilakukannya Audit Intern atas Pengendalian
Intern dapat menyebabkan risiko pengendalian yang terjadi menjadi lebih kecil.
Kriteria korelasi menurut Riduwan (2005:183)
Tabel.4.14.
Interpretasi Koefisien korelasi Nilai r

0,80
-
1.000
=
Sangat Kuat
0.60
-
0.799
=
Kuat
0,40
-
0,599
=
Cukup Kuat
0,20
-
0,399
=
Rendah
0.00
-
0.199
=
Sangat Rendah
b. Pengujian Hipotesis Secara Simultan

Dari hasil pengolahan data program SPSS 12, tampak bahwa tabel Model
Summary, ANOVA, Coefficients ditunjukkan oleh Standardized Coefficients (Beta),
sedangkan Unstandardized Coefficients merupakan koefisien regresi biasa.
Berdasarkan pengolahan data koefisien jalur secara simultan yang diperoleh
diuji sebagai berikut:
Tabel.4.15.
ANOVAb

Sum of

Model
Squares
df
Mean Square
F
Sig.

1
Regression 921.823
2
460.912
20.810
.000a

Residual
885.944
40
22.149

Total
1807.767
42

a. P
redictors: (Constant), TOTAL_PI, TOTAL_AI
b. D
ependent Variable: TOTAL_GCG

Uji secara simultan ditunjukkan oleh tabel 4.15 hipotesis statistik dirumuskan
sebagai berikut:
H0 :
Audit Intern dan Pengendalian Intern tidak berpengaruh secara simultan
dan signifikan terhadap Good Corporate Governance (GCG).
Ha :
Audit Intern dan Pengendalian Intern berpengaruh secara simultan dan
signifikan terhadap Good Corporate Governance (GCG).
Kaidah keputusan:
1) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau
[ 0.05 < sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan (tidak ada
pengaruh nyata).
2) Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [ 0.05 > sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan (ada
pengaruh nyata).
Dari tabel 4.15. ANOVA diperoleh nilai F sebesar 20.810 dengan nilai
probabilitas ( sig) = 0.000 karena nilai sig < 0.05 atau [ 0.05 > sig] maka keputusannya
adalah Ho ditolak artinya signifikan. Jika F secara manual dihitung dengan rumus F.
berdasarkan koefisien R2 pada tabel 4.15. model summary, nilai F dapat dihitung
sebagai berikut:
(n k ) 2
1 R YX K
F=

K(
2
1 R YXK )
Keterangan:
n
= Jumlah sampel
k
= Jumlah variabel eksogen (variabel independen)
R2yxk
= Rsquare

(n
2
k)
1RY
2
K
X
(

43
)
105
. 10 20 4
.

F=
=
=
= 20.81
2

(
K
1 R Y

K
X)

2(1 0 5
.1)
0
9
.
08
Tabel. 4.16.

Model Summary

Adjusted
Std. Error of

Model
R
R Square
R Square
the Estimate

1
.714a
.510
.485
4.706

a. Predictors: (Constant), Total_X2, Total_X1


Untuk
melihat pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern secara gabungan dapat dilihat
dari hasil penghitungan dalam model summary, khususnya angka Rsquare. Besarnya
angka Rsquare (r2) adalah 0.510 angka tersebut dapat digunakan untuk melihat
besarnya pengaruh Audit Intern dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good
Corporate Governance (GCG) dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD)
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KD : r2 x 100 %
KD : 0.510 x 100 %
KD : 51 %
Keterangan:
KD
: Koefisien Determinasi
r2
: Rsquare
Angka tersebut mempunyai maksud bahwa pengaruh Audit Intern dan Pengendalian
Intern secara bersama terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG)
adalah 51 %. Adapun sisanya sebesar 49 % (100%-51%) dipengaruhi oleh variabel
lain yang tidak diteliti. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajemen Risiko
Indonesia (IRPA) Pardi Sudrajat, bank-bank umum berskala besar yang saat ini
sedang dirundung masalah sudah sangat memahami aturan tata kelola perusahaan
yang baik. Namun selain faktor assessment GCG, pengelolaan suatu bank juga sangat
bergantung pada tiga faktor lain, yaitu unsur SDM, budaya perusahaan, dan struktur
kepemilikan. Berdasarkan pengamatan, pada umumnya bank umum yang struktur
kepemilikannya didominasi oleh satu institusi, baik pemerintah maupun swasta akan
sulit mengelola bank dengan baik karena campur tangan pemilik saham mayoritas
masih sangat besar. Faktor budaya perusahaan juga bukan hal yang sederhana untuk
diubah. "Artinya, meski suatu bank di atas kertas sudah menerapkan prinsip GCG,
tetapi internalisasi prinsip tata kelola membutuhkan proses panjang." Dalam PBI
tentang pelaksanaan GCG bagi bank umum, setiap bank diwajibkan melakukan
penilaian (self assessment) atas pelaksanaan tata kelola yang baik, menyusun laporan
pelaksanaan GCG tersebut secara berkala, dan kemudian akan dinilai oleh Bank
Indonesia. (www.asbanda.com)

Kerangka hubungan kausal empiris antara jalur (X1 terhadap Y, X2 terhadap Y


dan X1, X2 terhadap Y) dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut:
Y
= Pyx1 X1 + Pyx2 X2 +Py 1
R
=05
. 10
yxix 2
2

=
1R

YX .
1X 2=
105
. 10 = 0 7
.
Y
Keterangan:
YX1X1 = Standardized Coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X1
terhadap Y
YX2 X2 = Standardized Coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X2
terhadap Y
Y1 = Error Term
X1
= Audit Intern (variabel eksogen = variabel bebas)
X2 = Pengendalian Intern (variabel eksogen = variabel bebas)
Y = Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (variabel endogen =
variabel terikat)
Y = 0.202X1 + 0.567 X2 + 0.7
1

YX1 = 0.202
X1

Y1 = 0.7

0,645
r 12 =

R2yX1X2=0.510

YX2=0.567

X2

Gambar.4.4.

Hubungan Struktural X1, X2, terhadap Y

Pengaruh bersama atau koefisien X1 dan X2 terhadap Y atau koefisien diterminan dan
faktor residual dihitung sebagai berikut: besarnya kontribusi bersama X1 dan X2
terhadap Y adalah:
R2y(X
) = (yX
1X2
k).(ryk) = (yX1).(ryx1) + (yx2).(ryx2)
Keterangan :
R2y (X1 X2 ) : Rsquare (mengukur besarnya kontribusi X1, X2 terhadap Y )
(PyXk)
:
Standardized Coefficient variable Xk
Y
:
Standardized Coefficients Beta
(ryk)
:
Korelasi Variabel Xk terhadap Y
X1
: Audit Intern
X2
: Pengendalian Intern
Y
:
Good Corporate Governancei (GCG)

R2y(X
) = (yX
1X2
k).(ryk) = (yX1).(ryx1) + (yx2).(ryx2)
= (0.202)x (0.568) + (0.567)x(0.697)
= 0.114736 + 0,395199
= 0.509935 = 0.510 (Rsquare)

Berdasarkan tabel 4.15 Model Summary diperoleh nilai sig Fchange untuk
variabel Audit Intern dan Pengendalian Intern sebesar 0.000, berarti pengujian
simultan untuk variabel Audit Intern dan Pengendalian Intern, signifikan sebesar
0.000 < 0.05 atau [ 0.05 > sig], maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima
sehingga terbukti bahwa Audit Intern dan Pengendalian Intern berkontribusi secara
simultan dan signifikan terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Hasil penelitian di atas dapat diringkas seperti tabel 4.17 sebagai berikut:

Tabel.4.17.

Koefisien jalur, Kontribusi Langsung, tidak Langsung,


Kontribusi Total dan Kontribusi Audit Intern (X1);
Pengendalian Intern (X2); Secara Simultan dan
Signifikan terhadap Penerapan Good Corporate Governance (Y)

Kontribusi
Koefisien
Kontribusi
Variabel
Jalur
Tidak
Bersama
Langsung
Total
Langsung

X1

0.202
0.202
-
0.202
-
X2
0.567
0.567
-
0.567
-
1
0.7
0.49
-
-
-
X1 dan X2
-
-
-
-
0.510

Berdasarkan hasil uji hipotesis baik secara parsial maupun simultan dan tabel
4.17 maka hasil temuan penelitian secara objektif bahwa:
a) Pengaruh parsial variabel Audit Intern terhadap Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) sebesar 0.202 atau 20.2%.
b) Pengaruh parsial variabel Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good
Corporate Governance (GCG) sebesar 0.567 atau 56.7%.

c) Pengaruh variabel Audit Intern dan Pengendalian Intern secara simultan terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebesar 0.510 atau 51 % dan
sisanya sebesar 0.490 atau 49 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
d) Korelasi antara variabel Audit Intern dan Pengendalian Intern sebesar 0.645
memiliki nilai kuat, berarti hubungan antara Audit Intern dan Pengendalian Intern
kuat. Kondisi ini memperlihatkan Audit Intern yang memadai sangat berperan
dalam meningkatkan efektivitas Pengendalian Intern.
e) Audit intern (X1) yang diukur oleh Penerapan Good Corporate Governance
(GCG) (Y) memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan karena 0.05 <
0.170 atau [ 0.05 < sig], sehingga tinggi rendahnya Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh Audit intern. Seluruh
unit perusahaan wajib menjamin terlaksananya Penerapan pelaksanaan Good
Corporate Governance banyak juga faktor lain yang berpengaruh langsung
seperti dewan komisaris, direksi perusahaan, Pengendalian Intern yang handal dan
memadai, unsur SDM, budaya perusahaan, dan struktur kepemilikan. Besarnya
pengaruh Audit Intern yang secara langsung berkontribusi terhadap Penerapan
Good Corporate Governance yang dihasilkan sebesar (0.202)2 = 0.040 = 4.0 %.
f) Pengendalian Intern (X2) yang diukur oleh Penerapan Good Corporate
Governance (GCG) (Y) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
tinggi rendahnya Penerapan Good Corporate Governance (GCG), memiliki
pengaruh yang positif dan signifikan karena 0.000 < 0.05 atau [ 0.05 > sig]
sehingga tinggi rendahnya Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang
dihasilkan dapat dijelaskan oleh Pengendalian Intern. Kondisi ini memperlihatkan

bahwa semakin baik Pengendalian Intern yang ada dalam suatu perusahaan akan
mendorong keberhasilan Penerapan Good Corporate Governance. Besarnya
pengaruh Pengendalian Intern yang secara langsung berkontribusi terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang dihasilkan sebesar (0.567)2
= 0.321 = 32.1 %.
g) Secara simultan Audit Intern (X1) dan Pengendalian Intern (X2) berpengaruh dan
signifikan terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (Y), nilai
signifikan sebesar 0.000, berarti nilai probabilitas ( sig) = 0.000 < 0.05 atau [ 0.05
> sig] maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima artinya Audit
Intern (X1) dan Pengendalian Intern (X2) berpengaruh signifikan terhadap
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (Y). Kondisi ini memperlihatkan
bahwa dengan adanya Audit Intern dan Pengendalian Intern yang semakin
memadai akan semakin efektif Penerapan Good Corporate Governance (GCG)
dalam suatu perusahaan.
BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Audit


Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG), pengaruh Pengendalan
Intern terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG) serta pengaruh Audit
Intern
dan Pengendalian Intern secara simultan terhadap Penerapan Good Corporate Governance
(GCG) . Pengujian ini menggunakan analisis jalur terhadap responden dari Auditor
Intern atau Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang bekerja pada Bank X Jakarta, maka hasil
penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Audit Intern (X1) berpengaruh positif terhadap Penerapan Good Corporate
Governance
(GCG) (Y) akan tetapi hasil tidak signifikan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa
keberhasilan Penerapan Good Corporate Governance (GCG) tidak seluruhnya hanya
ditentukan oleh Audit Intern yang dilaksanakan Auditor Intern / Satuan Pengawasan
Internal (SPI), dewan komisaris, direksi serta Pengendalian Intern wajib memastikan
terselenggaranya Penerapan Good Corporate Governance (GCG). Unsur SDM,
budaya
perusahaan, dan struktur kepemilikan juga merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi
tata kelola perusahaan. SPI disini mempunyai pengaruh yang tidak langsung yaitu
sebagai supervisi untuk memastikan bahwa seluruh unit bank telah melaksanakan pasal-
pasal Penerapan Good Corporate Governance (GCG) diseluruh kegiatan dan jenjang

organisasi, . SPI pada Bank X baru akan bertindak apabila telah ditemukan
ketidaksesuaian unit bank dalam menjalankan dan mematuhi peraturan yang ada.
Sehingga untuk mencapai penerapan GCG yang maksimal dibutuhkan peran dan
kerjasama dari seluruh unit bank. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa pengujian hipotesis 1 tidak diterima.
2. Pengendalian Intern (X2) berpengaruh positif terhadap penerapan Good Corporate
Governance (GCG) (Y) dan signifikan. Dengan demikian tinggi rendahnya Penerapan
GCG di pengaruhi oleh Pengendalian Intern Bank, kondisi ini memperlihatkan bahwa
semakin baik Pengendalian Intern yang ada dalam Bank akan mendorong keberhasilan
Penerapan Good Corporate Governance (GCG). Berdasarkan temuan penelitian ini
dapat
disimpulkan bahwa pengujian hipotesis 2 dapat di terima.
3. Audit Intern (X1) dan Pengendalian Intern (X2) secara simultan berpengaruh dan
signifikan terhadap Penerapan Good Corporate Governance (GCG) (Y) sebesar 51 %.
Sisanya sebesar 49% merupakan pengaruh yang datang dari faktor-faktor lain yang tidak
diteliti. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dinilai baik dalam
mempengaruhi Audit Intern dan Pengendalian Intern. Berdasarkan temuan penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 di terima.
B. Implikasi
Bank-bank umum berskala besar sudah sangat memahami aturan tata kelola perusahaan
yang baik. Namun selain faktor assessment GCG, pengelolaan suatu bank juga sangat
bergantung pada banyak faktor seperti unsur SDM, budaya perusahaan, dan struktur

kepemilikan. Pada umumnya bank yang struktur kepemilikannya didominasi oleh satu
institusi, akan sulit mengelola bank dengan baik karena campur tangan pemilik saham
mayoritas masih sangat besar. Faktor budaya perusahaan juga bukan hal yang sederhana
untuk diubah, meski suatu bank di atas kertas sudah menerapkan prinsip GCG, tetapi
internalisasi prinsip tata kelola membutuhkan proses panjang. Dalam hal SDM khususnya
Auditor Intern yang memahami Struktur Pengendalian Intern memiliki kredibilitas,
independensi, objektifitas serta kualifikasi auditor dalam kecakapan diberbagai bidang
ilmu
sangat dibutuhkan. Jika dalam suatu organisasi / perusahaan terdapat SDM, budaya
perusahaan serta struktur kepemilikan yang proposional dan baik, akan mewujudkan
penerapan GCG yang semakin baik yang diharapkan dapat memperbaiki kinerja bank
secara
keseluruhan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan citra bank dikalangan investor,
kreditor, pemerintah, masyarakat dan tentunya akan meningkatkan pangsa pasar bagi
produk
dan jasa bank.

C. Saran

1. Hendaknya pihak bank, tidak hanya pada bagian Audit Intern dan Pengendalian Intern
saja tetapi seluruh unit di dalam bank bersama saling mendukung mengefektifkan
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dilingkungan Bank, yang diharapkan
dapat memperbaiki kinerja bank secara keseluruhan agar dapat meningkatkan
shareholder value, kepercayaan investor, kreditor, citra yang baik dari pemerintah dan
masyarakat, sehingga timbul kepercayaan terhadap produk dan jasa bank yang akan
meningkatan pasar bagi produk dan jasa bank.
2. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyajikan hasil penelitian yang lebih
berkualitas lagi dengan lebih menganalisis dan menggambarkan secara deskriptif peranan
Audit Intern, Pengendalian Intern serta Good Corporate Governance (GCG) dalam
perusahaan dan meng compare nya dengan standar yang ada, menambah variabel lain,
memperbanyak serta memperluas objek penelitian tidak hanya pada satu BUMN tetapi
beberapa BUMN di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Burhanuddin BI: Kaji Ulang Sistem Pengendalian Internal Bank diakses 28
februari 2008 (http://www.Harian Kompas.com/kcm).

Aviliani Tinjauan Penyimpangan GCG di Perbankan dan Peranan Komisaris


Majalah auditor
edisi 27, 2006.

Boynton, Johnson, Kell Modern Auditing, edisi ketujuh jilid 1, Erlangga, Jakarta,
2006.

Bagus SU, Indro 69,3% Bank belum penuhi GCG di akses 27 februari 2008
(http:/www.detikfinance.com).

Daniri, Achmad Peringkat 10 Besar Corporate Govenance Perception Indeks 2007 ,


2008

Efendi,
Muhammad
arif
Internal
Auditing
diakses
Februari
2008
(http://www.wordpress.com).

Febrianto, Danu Konsep Strategis Corporate Governance Perbankan Nasional Info


Bank
Artikel, April, 2007.

Gozali, Imam. Multivariate dengan Program SPSS badan Penerbit Universitas


Diponegoro,
Semarang, 2005.

Gusnardi Pengaruh Peran Komite Audit, Pengendalian Internal dan Audit Internal
terhadap
Pelaksanaan Good Corporate Governance dan Pencegahan Fraud Usulan Penelitian
Universitas Padjadjaran, 2006.

Hamid, Abdul. Buku Panduam Penulisan Skripsi, Grafika Karya Utama, Jakarta,
2005.

Herwidayatmo , Implementasi Good Corporate Governance Untuk Perusahaan Publik


Indonesia ketua BAPEPAM Usahawan No. 10 th XXIX oktober, 2003.

Indra, Ivan Penerapan Good Corporate Governance Mengesampingkan Hak-hak


Istimewa
demi Kelangsungan Usaha , Artikel Lembaga Kajian Pasar Modal dan Keuangan
(LKPMK) FHUI, Jakarta, 2006

Indriantoro, Nur & Bambang Supomo. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan
Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta, 2002.

Khumaira, Mira Tanggung jawab Komite Audit, Audit Internal dan Prinsip Good
Corporate
Governance . Skripsi Fakultas Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah, 2007.

KNKG, Pedoman Umum Good Corporate Governannce Indonesia, diakses 28 februari


2008
(http://www.knkg.com).

Lawrence B.Sawyer, Mortimer A. Dittenhofer, James H. Scheiner Sawyers Internal


Auditing
Salemba Empat, Jakarta, 2005.

Mathiesen "Good corporate governance di akses 6 Maret 2008 (www.encycogov.com).

Mundung, Anie Valora Analisis Peran Auditor Internal dalam Implementasi Good
Corporate
Governance , Thesis Universitas Airlangga 2007, diakses 28 juli 2008
(http://www.lib.unair.ac.id/).

Mulyadi. Auditing buku 1 , Salemba empat, Jakarta, 2002.

NN. Auditor Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia,


diakses 6 juli 2008 (http://id.wikipedia.org/wiki/Auditor).

Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/Pbi/2006 Tentang Pelaksanaan Good


Corporate
Governance
Bagi
Bank
Umum
di
akses
7
Oktober
2008
(http://pbi8406.bi.co.id).

Pengendalian Intern (internal control) di akses 25 Maret 2008


(www.wordpress.com).

Nurul kompyurini, Prasetyo Analisis kinerja rumah sakit daerah dengan pendekatan
balanced
scorecard berdasarkan komitmen organisasi, Pengendalian Intern dan Penerapan
Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Simposium Nasional Akuntansi
X
26-28 Juli UNHAS MAKASAR, 2007.
Pratolo, Suryo Good Corporate Governance dan kinerja BUMN di indonesia: Aspek
Audit
Manajemen dan Pengendalian Intern sebagai variabel eksogen Serta tinjauannya pada
jenis perusahaan Simposium Nasional Akuntansi Fe-universitas muhammadiyah
yogyakarta, Juli, 2007.

Putra , Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing sistem yang


dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional
perusahaan atau organisasi tertentu di akses 6 Juli 2008 (http://putra-finance-
accounting-taxation.blogspot.com).

Riduwan, dan Engkos Achmad Kuncoro. Cara Menggunakan dan Memakai Analisis
Jalur ,
Alfabeta, Bandung, 2007.

Santoso, Singgih. Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS Versi 11.5,
Cetakan ke-
2, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004.

Sucipto, Internal Auditor Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera, diakses 25


februari
2003 (http://usu.digital.library.com/).

Sudrajat, Pardi Bank bisa penuhi standar baru GCG Sekretaris Jenderal Asosiasi
Manajemen
Risiko Indonesia (IRPA), diakses 22 April 2009 (http://www.asbanda.com/).

Syakhroza, Ahmad Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal
Perbankan Indonesia Pusat pengembangan Akuntansi FEUI, 2003.
Trisnaningsih, Sri Independensi auditor dan komitmen organisasi sebagai mediasi
pengaruh
pemahaman good governance, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap
Kinerja auditor Simposium Nasional Akuntansi X 26-28 Juli UNHAS MAKASAR,
2007.

KUESIONER
Pengaruh Audit Intern Dan Pengendalian Intern terhadap Penerapan Good

Corporate Governance pada Bank X


Kuesioner ini terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:
1. Bagian A berisi pertanyaaan-pertanyaan mengenai data dan keterangan
Bapak/Ibu/Saudara.
2. Bagian B berisi pertanyaan-pertanyaan yang merupakan penjabaran dari kisi-kisi
penelitian,
yang berupa pertanyaan atas pendapat Bapak/Ibu/Saudara atas faktor-faktor yang
mempengaruhi Good Corporate Governance. Bagian ini terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu
B.1, B.2, dan B.3
Bagian A: Data dan Keterangan Responden
Butir pertanyaan diisi dengan jawaban yang sesuai dengan kondisi Bapak/Ibu/Saudara di
dalam kotak jawaban yang telah disediakan.
1. Nama/inisial

:
2. Umur

:
Tahun
3. Jenis Kelamin

:
Laki-Laki

Perempuan
4. Status Pernikahan
:
Belum Menikah
Sudah Menikah
5. Berapa lama Bapak/Ibu/Saudara telah bekerja di perusahaan ini?
< 1 Tahun
1-3 Tahun 3-10 Tahun
>10 Tahun
6. Pendidikan terakhir Bapak/Ibu/Saudara diperoleh di:
Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (S1)
Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (S2)
Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (S3)
STAN
Akademi dan Lembaga Pendidikan lain, yang diselenggarakan baik oleh pemerintah
maupun swasta, yang setara dengan DIPLOMA III.
SMA/SMEA
Lain-lain
Tanggal Pengisian: / / 2008
*Akhir dari Bagian A*
*BAGIAN B*

Bagian dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini akan digunakan untuk keperluan analisis.
Berikan penilaian dengan memilih salah satu dari 5 point skala di bawah ini dengan
memberikan
tanda silang (X ) pada kotak yang telah disediakan:
Keterangan

Kondisi /nilai
STS: Sangat tidak setuju
1
TS: Tidak setuju
2
N: Netral
3
S: Setuju
4
SS: Sangat Setuju
5

Bagian B.1.
Audit intern
No
Pertanyaan

(X1)
STS TS N S SS

Independensi (X1.1)
1.
Hubungan
departemen
audit
intern
dengan

departemen yang diperiksa berlaku hanya pada saat

dilakukan audit, bukan sebagai mitra dalam


menyelesaikan tugas lainnya
2.
Dalam menjalankan tugasnya, audit intern tidak
memeriksa kegiatan dimana mereka memiliki

kewenangan atau tanggung jawab didalamnya


3.
Hasil pekerjaan audit intern ditinjau dahulu sebelum
laporan pekerjaan dikeluarkan, dengan tujuan untuk

memberikan jaminan bahwa pekerjaan audit intern


telah dilaksanakan secara objektif

Kemampuan Profesional (XI.2)

4.
Setiap staf audit intern mendapatkan sanksi jika
pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan

standar profesi berlaku


5.
Bagian audit intern memiliki pegawai yang
berkualifikasi dalam berbagai disiplin ilmu untuk

melaksaakan tanggung jawab pemeriksaan


6.
Staf audit intern telah dan lulus dalam menjalani
pelatihan bidang audit intern lewat masa pendidikan

(masa percobaan di perusahaan)

Lingkup Pekerjaan (X1.3)

7.
Dalam menentukan keandalan informasi, pihak audit
intern juga melakukan pengawasan yang efektif

termasuk penyimpangan catatan dan pelaporan

8.
Dalam melaksanakan pekerjaannya, audit intern
bertugas memastikan bahwa sistem yang ditetapkan

oleh perusahaan telah sesuai dengan kebijaksanaan,


rencana, dan prosedur yang diterapkan
9.
Jika pihak audit intern menemukan penyimpangan
dari standar operasional yang digunakan, untuk
mengukur keekonomisan dan efisiensi penggunaaan

sumber
daya
maka
audit
intern
perlu
memberitahukan kepada pihak yang bertanggung
jawab agar dapat dilakukan tindakan korektif

Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan (X1.4)

10.
Pihak audit intern harus memperoleh informasi dasar
.
tentang
kegiatan
yang
akan
diperiksa
guna

pembuatan perencanaan pemeriksaan


11. Pihak audit intern harus mendiskusikan kesimpulan
dan rekomendasi dengan pihak manajemen sebelum

mengeluarkan laporan akhir


12. Staf audit intern sangat perlu melakukan monitor
terhadap tindak lanjut untuk memastikan bahwa

pihak manajemen telah melakukan tindakan yang


tepat terhadap temuan audit yang dilaporkan
13 Staf
audit
intern
bertugas
menerima
dan
mengevaluasi laporan perkembangan perbaikan dari

manajemen sehubungan dengan tindak lanjut temuan


audit

Bagian B.2.
No
Pengendalian Intern
Pertanyaan

(X2)
STS TS N S SS
Yang Bertanggung Jawab atas Struktur

Pengendalian Intern (X2.1)


1.
Audit intern telah melaksanakan tanggung jawabnya
yaitu mengukur dan menilai efektifitas unsur-unsur

pengendalian intern perusahaan.


2.
Sebagai personel perusahaan harus bertanggung
jawab untuk mengkomunikasikan masalah yang

timbul apabila terjadi ketidakpatuhan terhadap


struktur pengendalian intern
3.
Auditor aksternal telah melakukan evaluasi memadai
atau tidaknya desain dan mengevaluasi efektivitas
struktur pengendalian intern entitas menggunakan

Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) No. 06 (SAT


Seksi 500) Pelaporan tentang Struktur Pengendalian
Intern Satuan Usaha atas Pelaporan Keuangan
4.
Badan pengatur ( regulatory body), seperti Bank
Indonesia dan bapepam telah mengeluarkan

persyaratan minimum pengendalian intern yang harus


dipenuhi dan memantau kepatuhan entitas terhadap
persyaratan.
Lingkungan Pengendalian (X2.2)

5.
Dalam setiap pengambilan keputusan, perusahaan
harus selalu mempertimbangkan nilai etika yang

berlaku
6.
Perusahaan berusaha mengantisipasi perkembangan

pesaing dengan cepat dalam keadaan apapun


7.
Dalam penunjukan akuntan publik, pimpinan
perusahaan mendiskusikan dan mengkonsultasikan

terlebih dahulu kepada dewan direksi


Penaksiran Risiko (X2.3)

8.
Dalam penyusunan program dan anggaran
perusahaan, melihat kondisi perekonomian dimasa

kini dan masa depan


9.
Kemampuan calon pegawai selalu diuji terlebih
dahulu agar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan

perusahaan
10. Seluruh teknologi informasi (TI) yang ada di
perusahaan memadai dan dapat membantu pekerjaan

staf dalam meyelesaikan pekerjaannya


11. Pimpinan perusahaan selalu aktif dalam mendapatkan
data dan informasi lengkap yang digunakan untuk
penaksiran risiko yang mungkin terjadi
12. Apabila terjadi perubahan metode penilaian
persediaan dalam penyajian laporan keuangan,

sepenuhnya diungkapkan pada catatan atas laporan


keuangan
Aktivitas Pengendalian (X2.3)

13. Kelengkapan pendukung pemrosesan informasi


( hardware, software, brainware) sudah sangat

menunjang untuk pengambilan keputusan


14. Penetapan prosedur dan kebijakan yang berlaku
dalam melindungi aset dan catatan perusahaan secara

fisik dan non fisik sudah memadai


15. Job discription yang sudah ada hingga saat ini masih

sesuai dengan kondisi saat ini maupun akan datang


Informasi dan Komunikasi (X2.4)

16. Sistem informasi akuntansi dan sistem informasi


manajemen yang dimiliki perusahaan memadai untuk

menghasilkan informasi yang lengkap, akurat dan


tepat waktu
Monitoring (X2.5)

17. Fungsi atau bagian audit intern secara rutin

mengadakan penelaahan atas sistem informasi

akuntansi dan sistem informasi manajemen yang


berjalan, guna mendukung terciptanya efektivitas
pengendalian intern
18. Perusahaan pernah mendapat saran perbaikan dari
akuntan publik tentang pelaksanaan pengendalian

intern
19. Saran perbaikan dari akuntan publik diperhatikan
untuk kemudian diadakan perbaikan
20. Pengendalian intern perusahaan yang telah dirancang,
masih sesuai dengan kondisi saat ini yang sering

terjadi perubahan

Bagian B.3.

Penerapan Good
Corporate Governance
No
Pertanyaan

(Y)
STS TS N S SS

Transparansi ( Transparancy)

1.
Perusahaan selalu menerbitkan laporan keuangan dan
analisa manajemennya untuk dibagikan kepada para

analis
2.
Perusahaan menempatkan laporan keuangan dan
analisa manajemennya melalui internet sebagai
perluasan informasi
3.
Laporan yang dipersiapkan untuk RUPS tahunan
berisi
informasi
lebih
dari
cukup
sehingga

memungkinkan analis investasi menilai kinerja


keuangan dan non-keuangan perusahaan

Kemandirian ( Independency)

4.
Pelaksanaan anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga perusahaan dilaksanakan secara konsekuen

dan konsisten untuk semua anggota perusahaan


5.
Perusahaan memiliki standar profesional untuk

personil

Akuntabilitas ( Accountability)
6.
Perusahaan memiliki pedoman Corporate
Governance yang tertulis dimana di dalamnya

mengatur secara rinci mengenai pengungkapan


( disclosure)
7.
Perusahaan mempunyai pejabat khusus (semacam
compliance officer) yang bertugas untuk memastikan

bahwa perusahaan sepenuhnya taat pada hukum dan

aturan perundangan yang ada


8.
Perusahaan mempunyai pedoman kode etik dan

tingkah laku yang tertulis


9.
Pedoman kode etik didistribusikan kepada semua
karyawan perusahaan untuk dipelajari dan dimengerti

10. Pedoman kode etik tersedia bagi para pemegang

saham untuk dipelajari dan dimengerti

Keterbukaan ( Fairness)

11. Semua pemegang saham diberi tahu mengenai adanya

RUPS tahunan paling sedikit 28 hari sebelumnya


12. Terdapat usaha untuk mendorong semua Pemegang
Saham agar menghadiri, dan memberikan suaranya

dalam RUPS
13. RUPS memutuskan hal mengenai penunjukan,
penilaian kinerja, kompensasi untuk direksi dan

komisaris, serta penunjukan auditor eksternal


Pertanggungjawaban ( Responsibility)

14. Perusahaan memiliki daftar saham yang dimiliki oleh

anggota direksi dan komisaris


15. Perusahaan memiliki daftar saham yang dimiliki oleh
anggota keluarga direksi dan komisaris untuk

kelengkapan data kepemilikan saham perusahaan


16. Direksi dan komisaris ikut berperan mengidentifikasi
dan menyeleksi ahli dari luar bila keahlian yang

dibutuhkan tidak dimiliki oleh direksi ataupun staf


perusahaan

*Akhir dari Bagian B*


AUDIT INTERN

AI1
AI2
AI3
AI4
AI5
AI6
AI7
AI8
AI9
AI10
AI11
AI12
AI13
TOTAL
R1
1
2
5
3
4
5
4
5
5
5
4
5
5
53
R2
3
2
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
5
51
R3
2
3
4
4
4
4
4
5
4
4
5
5
5
53
R4
1
1
3
5
4
5
5
5
5
5
5
5
5
54
R5
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
50
R6
4
1
5
1
4
4
4
4
4
4
4
4
5
48
R7
2
2
4
4
4
4
4
5
4
4
4
5
4
50
R8
1
2
5
1
5
4
4
4
5
5
5
5
5
51
R9
1
2
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
46
R10
1
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
46
R11
1
5
5
5
4
5
4
5
5
4
4
3
3
53
R12
2
2
4
4
5
5
5
5
4
5
5
4
4
54
R13
1
1
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
57
R14
1
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
61
R15
1
2
4
5
5
5
5
5
5
4
5
5
5
56
R16
5
5
5
3
5
5
4
5
5
4
2
5
5
58
R17
2
2
5
5
4
2
5
5
5
5
5
5
5
55
R18
1
1
5
5
5
5
5
5
5
5
1
5
5
53
R19
1
1
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
57
R20
1
5
5
4
5
4
5
5
4
5
4
5
4
56
R21
2
2
4
2
4
4
4
4
2
4
4
4
4
44
R22
2
1
5
5
4
4
5
5
4
4
5
4
4
52
R23
1
4
5
4
3
4
4
5
5
5
5
5
5
55
R24
2
1
4
4
3
5
5
5
4
4
5
5
4
51
R25
4
4
5
2
3
5
4
5
5
4
4
4
4
53
R26
1
2
5
4
5
5
5
5
4
4
2
4
5
51
R27
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
4
3
52
R28
1
4
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
4
50
R29
1
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
46
R30
1
1
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
45
R31
1
1
4
4
4
4
4
4
4
4
5
5
5
49
R32
2
2
4
4
4
4
4
4
4
4
2
4
4
46
R33
2
2
5
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
48
R34
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
50
R35
1
4
5
4
3
4
4
4
4
5
4
4
4
50
R36
3
2
4
4
4
4
4
5
5
3
5
4
5
52
R37
2
2
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
46
R38
4
4
5
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
62
R39
2
2
4
4
4
5
5
5
5
5
4
4
4
53
R40
1
1
4
4
4
5
5
4
4
5
5
5
5
52
R41
4
1
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
59
R42
1
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
5
5
60
R43
2
5
4
3
4
4
4
5
5
5
5
4
4
54
PENGENDALIAN INTERN

PI1
PI2
PI3
PI4
PI5
PI6
PI7
PI8
PI9
PI10
PI11
PI12
PI13
PI14
PI15
PI16
PI17
PI18
PI19
PI20
TOTAL
R1
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
4
2
4
4
4
4
4
4
4
75
R2
3
4
4
3
3
4
3
4
3
3
4
4
3
3
3
2
3
3
3
4
66
R3
4
5
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
4
4
4
3
4
4
4
76
R4
5
3
4
5
5
5
3
5
5
5
5
5
4
4
5
5
3
4
3
4
87
R5
4
4
4
4
4
4
3
4
4
5
4
4
5
4
3
4
4
4
4
3
79
R6
4
3
4
3
4
2
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
75
R7
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
78
R8
4
4
3
4
3
4
3
3
4
4
5
4
4
4
4
5
4
3
3
4
76
R9
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
4
3
3
3
4
3
3
3
3
74
R10
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
77
R11
4
4
3
3
5
4
5
4
4
4
4
4
4
4
2
4
4
4
4
4
78
R12
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
79
R13
4
4
4
4
5
2
4
4
4
2
3
5
3
4
4
3
4
4
4
4
75
R14
5
5
5
5
4
4
4
4
5
5
5
4
5
4
4
4
4
4
4
4
88
R15
4
5
4
5
4
5
4
4
5
4
2
4
5
5
5
4
4
4
4
4
85
R16
5
4
5
5
4
4
5
4
5
5
4
5
5
5
4
5
5
5
5
4
93
R17
5
5
5
5
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
2
4
5
4
4
4
82
R18
5
5
4
5
5
5
2
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
4
5
5
94
R19
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
4
5
4
4
4
4
4
5
5
5
93
R20
4
4
4
4
4
5
4
5
5
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
82
R21
4
2
2
2
4
4
2
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
71
R22
4
4
4
4
5
5
3
5
5
3
4
5
5
4
4
4
4
4
4
4
84
R23
5
5
3
5
5
5
3
5
4
4
4
5
3
4
3
4
4
5
5
5
86
R24
5
4
4
5
4
4
3
4
5
4
5
3
4
4
4
4
5
4
4
5
84
R25
4
4
3
5
4
4
3
4
5
3
3
4
2
3
2
2
4
4
4
3
70
R26
5
4
4
5
5
4
5
4
5
5
4
2
2
2
2
2
4
4
4
4
76
R27
4
4
4
4
4
4
3
4
5
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
79
R28
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
80
R29
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
5
4
3
4
3
78
R30
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
79
R31
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
5
3
4
4
4
4
4
81
R32
4
4
3
4
3
3
3
4
4
2
2
2
2
2
2
4
4
4
4
4
64
R33
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
79
R34
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
76
R35
4
4
4
4
4
5
4
4
5
3
3
4
2
3
4
3
3
4
4
3
74
R36
4
4
3
4
5
5
4
4
5
5
5
4
3
4
4
4
4
3
4
3
81
R37
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
80
R38
5
5
5
4
4
5
4
5
5
4
4
4
4
4
4
4
5
4
5
5
89
R39
4
5
4
4
1
4
4
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
79
R40
4
5
4
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
4
4
2
2
2
71
R41
4
5
4
5
4
5
5
5
5
5
5
5
4
4
4
4
5
5
5
4
92
R42
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
99
R43
5
5
4
4
5
5
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
4
79

PENERAPAN GCG

GCG1
GCG2
GCG3
GCG4
GCG5
GCG6
GCG7
GCG8
GCG9
GCG10
GCG11
GCG12
GCG13
GCG14
GCG15
GCG16
TOTAL
R1
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
3
3
3
4
3
3
60
R2
2
3
3
3
4
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
49
R3
4
3
4
4
4
4
4
5
4
3
3
3
3
3
3
3
57
R4
5
4
5
5
5
5
5
5
5
4
3
4
3
3
3
4
68
R5
3
4
4
5
5
5
5
4
4
4
4
3
4
4
4
2
64
R6
4
2
3
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
59
R7
4
2
4
4
4
4
3
4
4
2
4
4
4
4
3
4
58
R8
4
4
3
3
4
4
4
4
3
3
5
2
2
2
1
5
53
R9
3
3
3
3
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
59
R10
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
59
R11
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
61
R12
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
63
R13
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
3
73
R14
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
3
3
4
60
R15
4
4
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
62
R16
5
5
5
4
4
5
5
4
5
3
4
4
4
5
3
3
68
R17
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R18
4
5
5
4
5
5
5
5
5
5
4
4
5
3
3
5
72
R19
5
5
5
4
4
4
5
5
5
5
5
5
5
3
3
4
72
R20
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R21
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R22
4
4
3
3
5
5
5
5
4
3
4
2
2
4
3
2
58
R23
5
5
5
5
5
5
3
5
5
5
4
4
4
4
4
4
72
R24
5
4
4
4
5
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
69
R25
4
5
5
4
3
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
64
R26
5
4
5
4
4
4
2
4
4
5
5
4
4
4
4
4
66
R27
4
4
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
3
59
R28
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R29
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
2
3
58
R30
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R31
4
4
4
3
4
4
5
5
5
4
3
3
4
4
3
4
63
R32
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
54
R33
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
3
3
3
57
R34
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
63
R35
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
4
3
3
3
3
3
57
R36
4
2
4
4
4
4
3
4
5
4
5
3
4
5
5
3
63
R37
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
64
R38
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
4
5
5
4
4
76
R39
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
4
4
4
5
5
5
72
R40
2
2
4
4
4
4
5
4
5
4
5
4
5
4
2
2
60
R41
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
4
5
5
5
5
5
74
R42
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
80
R43
5
5
5
5
4
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4
71