Anda di halaman 1dari 11

makalah ekonomi pembanunan pertumbuhan penduduk dan pembangunan

ekonomi

TUGAS KELOMPOK
Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi : penyebab kontroversi dan
konsekeusi.

Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti mata


kuliah ekonomi pembngunan diampu oleh Ibu Siti Suprihatin M.Pd

Disusun oleh :
Kelopok 6
1. Joni Efendi 13210076
2. Wulan etika ajirin 132100
3. Beni widi pratam 132100

PRODI PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH METRO
2016

KATA PENGANTAR


Syukur alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. atas segala nikmat dan karunia-
Nya kepada kita semua, yang telah memberikan kehidupan serta melindungi, membimbing
dan memberkahi kita dengan hidayah-Nya yang melimpah. Shalawat serta salam tetap
terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat-sahabatnya dan
seluruh umat Islam yang bertaqwa sampai akhir zaman.
Kemudian tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Siti Suprihatin M.Pd yang
telah mendidik dan mengarahkan didalam proses perkuliahan dengan mata kuliah Ekonomi
Pembangunan sehingga makalah bisa tersusun dengan rapi.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya makalah ini terselesaikan dan
sampai kehadapan pembaca terutama dosen pembimbing. Dalam makalah ini membahas
mengenai Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi : penyebab kontroversi dan
konsekeusi. Kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan terutama calon-calon guru
yang membaca makalah ini serta memberi manfaat kepada kita semua yang peduli dan
memperhatikan dunia pendidikan tepatnya di Indonesia.
Kami sudah berusaha menyusun makalah ini secara lengkap dan rapi. Namun, bisa
jadi dalam pembahasanya masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kepada
pembaca dan khususnya dosen pembimbing agar bersedia memberikan kritik dan saran demi
kesempurnaan makalah-makalah berikutnya.

Metro, Maret 2016

A. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi : penyebab kontroversi dan


konsekeusi.
Menejlng abad ke 21 total penduduk dunia mencapai 6,1 miliar jiwa. Menurut proyeksi
PBB penduduk dunai akan mencapi lebih dari 9,2 miliar jiwa pada tahun 2050 sebelum pada
akhirnnya mencapai 11 miliar pada tahun 2200 dan kemungkinan 90% dari semua itu akn
tinggal di negara berkembang.
Dalam bab ini,kiat akan membahas tentang pertumbuahn dan penduduk dan dan kaitan
nyadengan perkembangan ekonomi. Kita akan mulai membhs in, dengan menyiamak latar
belakang sejarah serta tren populasi akhir-akhie ini, da teramsuk distribusu penduduk dunia
yang telah mengalami perubahan.
1. Masalah pokok : petumbuhan penduduk dan kualitas hidup
Setiap tahun nya sekitar 80 juta manusai lahir di dunia. Peningaktan seprti itu sebelumnya
terjadi, masalah ini mnyangkut kepentingan pembngunan serta soal kesejahteraan umat
manusia keseluruahan, tapi permasalh ini sangat serius karna menimbulakn efek yang sangat
besar. Sedainya usaha-usaha yang dilakuakn ini berhasil seprti meningaktkan taraf hidup
masyarakat seperti memperbaiki tingakat pendapatan,pendidikan dan kesejerhan umum serta
juga meningakat. Serta termasuk juga peningkatan kepercayaan, rasa hormat, harga diri, dan
kebbasan untuk memilih.
2. Kajian angka: pertumbuha penduduk di masa lampau dan di masa kini, dan masa
mendatang.

a. Pertumbuhan penduduk dunia sepanjang sejarah.


Dari dua juta tahun keberadaan manusia di bumi, pad waktu itu masih sangat terbatas.
Tatkal manusia mulai membududayakan bahan pagan pertnian menetap sekitar 1200 tahun
yang lampau,dan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa. Pada zaman masehi, sekita 2000 tahun
lampau penduduk dunia bertambah hampir 250 juta jiwa atau seperliama penduduk cina
sekarang ini.
Pada tahun pertama setelah masehi, dan dimulainya revolusi industri pada tahun 1750,
jumlah penduduk meningkat 3 kali lipat menjadi sekitar 728juta jiwa. Selama 200 tahun
berikutnya ( antara tahun 1750 hingga tahun 1950 ),dunia mendapat tambahan penghuni
sebanyak 1,7 miliar jiwa. Namun, hanya dalam kurun waktu empet dekade terakhir ini (yakni
anatra tahun 1950 sampai tahun 1990), jumlah penduduk dunia meningkat lagi lebih dari dua
kali lipat, sehingga mencapai 5,3 jiwa.
Latar belalang atau penyebab utama terjadinya perubahan tren kependudukn secara
mendadak selama perjalan sejarah,sangat di pengaruhi dampak berbgai masalah yang
menimbulkan gejolak yang beresiko hilang nyawa serta lonjakan kematian manusia secara
besar-besaran seperti musibah kelaparan, wabah penyakit, kekurangan gizi, dan perang skala
besar. Sejak abad ke dua puluh, sebagian masalah tersebut tealh dapt di atasi oleh kemajaun
teknologi dan perkembangan ekonomi dan berdampak tingkat kematian mencapi titik
terendah sepanjang sejaran. Dengn demikian penurunan angka mortalitas atau tingkat
kematian yang disebb nya kemjuan teknologi dalam ilmu kedokteran dan farmasi obat-
obatan.
Singkatnya, pertumbuhan penduduk yang begitu pesat saat ini disebabkan oleh cptnya
trnsisi melanda kecenderungan kependudukan dunia. Yakni, semula dicirikan oleh angka
kelahiran dan angka kemtian yang tinggi, menuju kecederungan baru yang di tandai oleh
tingky kematian yang rendah namun tingkat kelahiran,khususnya di negara berkembang, baru
muli menurun dari level tertinggi sepanjang sejarah.
b. Stuktur kpenduduk dunia
Distribusi penduduk dunia sangat tidak merata, baik menurut wilayah geografis, tingkat
keahiran dan kematian, maupun menurut struktur usia.
Sebaran Per Wilayah Goegrafis lebih dari tiga perempat penduduk dunia bertempat di
neagra berkembnag dam kurang seperemapatnya tingal di negra maju.
Berdasarakan tingakt pertumbuhan penduduk yang ada sekarang berabagai dunia bahwa
distribusi regional penduduk dunia akan mengalami perubhn yang tidak terelakan sepanjang
tahun 2050 mendatang, bisa mencapi 6,6 milar jiwa.
Yang terakhir mari kita simak disrtibusi atau penyebaran penduduk nasional pada tabel
dibawah ini
Peringkat Negara Jumlah penduduk Tingakt kenaikan
2003 (jutaan) (%)
1 Cina 1.289 0,6
2 india 1.069 1,7
3 Amerika serikat 292 0,6
4 Indonesia 221 1,3
5 Brasil 177 2,7
6 Pakistan 149 2,2
7 Banglades 147 -0,7
8 Rusia 146 2,8
9 Nigeria 134 0,1
10 Jepang 128 2,4
11 Meksiko 105 -0,1
12 jerman 83 2,2
13 Philipina 82 1,3
14 Vietnam 81 1,3
15 Mesir 72 2,1

Meskipun negara-negara termasuk dikawasan benua, termasuk kawasan negara maju dan
maupun kawasan-kawasan terbelakang, dan negara yan perlu diberi perhtin khusus
pertunbahan nya yang sangat laur biasa yaitu seperti, india, indonesia, brasil, banglades,
pakistan, dan negeria. Serta negara maju pun yang banyak peningkatan yaitu pakistan dan ada
dua kali lipat dari banyak ya pertubuhan penduduk adalah amerika serikat, yaang menempati
pringkat ke tiga.
Pada dasarnya laju prtumbuhan penduduk negara maju dan negara brekembang
perbedaany di nyatakan bahwa tingakat kelahiran (ferilitas) di berbagai negara berkembang
umunya jauh lebih tinggi dari pada neagra maju. Disampng itu, tingakat kematian (mortalitas)
di negara maju ini jauh lebih tinggi. Meskipun demikian, silisih tingakat kematian
tersebutjauh lebih kecil dibandingkan dengan tingkat kelahiran.
Karena hal ini disebabkan oleh adanya tradisi perkawinan muda dihampir negara
berkembang. Namun, pada saat ini sudah mengalami penurunan tingakt kelahiran sperti di
negara taiwan, korea sealtan dan singapura karena pertumbuhan ekonomi mereka yang sangat
pesat meningakat dan membaiknya kondisi kesehatan di seluruh negara dunia ketiga atau
negara yang maju yang mencegah berjangkitnya berbagai pnyakit menular seperti malaria,
cacar, pnyakit kuning dan penyakit menular yang lain yang berbahaya.
3. Momentum pertumbuhan penduduk yang tersembunyi
Agaknya salah satu aspek pertumbuhan penduduk yang sulit di pahami adalah
kecenderungan untuk terus-menerus mengalami peningkatan yang tidak terhenti sakalipun
angka kelahiran tealh menglami penurunan. Karena pertumbuhan terus maju seolah olah laju
pertubuhan mengandung suatu daya gerak (momentum).
Ada dua alasan pokokyang melatar belakangi melatarbelakangi daya gerak tersembunyi
ini. Pertama, tingakt kehiran ini tidak mungkin turun dengan waktu yang singkat. Karena
kekuatan sosial, ekonomi, dan institusional yang mempengaruhi tingakt kelhiran yang
berabad-abad yang tidak mungkin bisa hilang begitu saja karena memerlukan waktu yang
cukup lama untuk mewujudkan berkurng nya tingkat kelahiran tersebut.
Sedang alsan ynag kedua, atas adanya momentum yang tersembunyi itu erat sekali
dengan sturktur usia penduduk di negara-negara berkembang. Memperliahtkan perbedan
besar antara sruktur usia di negara-negara berkembang dan negara maju yaitu dengan angkta
penduduk usia muda dan usia tua.

Konsekuensi-konsekuensi tingginya tingkat fertilitas : Sejumlah pendapat yang saling


bertentangan.
Selama bertahun-tahun, telah berlangsung perdebatan sengit diantara para ahli ekonomi
pembangunan dan ilmuan sosial lainya prihal sejauh mana konsekuensi-konsekuensi yang
serius dari pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat. Sekarang ini, pertentangan pendapat
tersebut justru semakin seru, jauh lebih seru dari pada perdebatan awal pada saat
dilangsungkannya konferensi kependudukan sedunia dikota bukhares, Rumania pada tahun
1974. Disatu pihak, harus diakui bahwa pertumbuhan penduduk bukan hanya merupakan
sumber penyebab utama, apalagi satu-satunya, atas rendahnya taraf hidup menurunya
kepercayaan diri bangsa, dan mengikisnya kebebasan untuk menentukan pilihan dinegara-
negara dunia ke 3. Dilain pihak, terlalu dini untuk mengatakan bahwa cepatnya laju
pertumbuhan penduduk dibanyak Negara dan kawasan bukan merupakan faktor yang
menciptakan atau memperparah ke tiga komponen keterbelakangan tersebut, khususnya
komponen yang pertama dan ketiga. Berikut ini akan disajikan ringkasan-ringkasan
argumentasi terpenting yang menyetujui dan menentang gagasan bahwa laju pertumbuhan
penduduk yang cepat merupakan suatu masalah gawat yang terjadi sumber atas berbagai
kesulitan pembagunan yang serius. Ringkasan itu sendiri selanjutnya akan kita jadikan
sebagai landasan analisis atau dasar pertimbangan utama untuk mencari consensus-konsensus
tertentu diantara kedua kubu atau aliran pemikiran yang saling berlawanan itu demi
memungkinkan dirumuskanya sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan kebijakan yang spesifik.
Pertumbuhan penduduk bukanlah masalah yang sebenarnya
Kita dapat mengidentifikasinya adanya 3 aliran pemikiran pada kubu argumentasi yang
berkeyakinan bahwa sesunguhnya pertumbuhan penduduk itu bukan merupakan inti
persoalan atau masalh yang sebenarnya :
1. Inti persoalan bukan pertumbuhan penduduk, melainkan hal-hal atau isu lain.
2. Pertumbuhan penduduk merupakan persoalan rekaan atau masalah palsu yang sengaja
diciptakan oleh badan badan dan lembaga-lembaga milik Negara kaya dan domonan dengan
tujuan menjadikan Negara-negara berkembang tetap terbelakang yang bergantung pada
Negara-negara maju.
3. Bagi kebanyakan Negara dan kawasan berkembang,pertumbuhan penduduk justru
merupakan hal yang dibutuhkan atau diinginkan.
Ada Masalah Lain Dibalik Pertumbuhan Penduduk
Banyak diantara kaum cendikiawan, baik yang berasal dari Negara-negara kaya maupun dari
Negara-negara miskin,berpendapat bahwa masalah inti yang sebenarnya tidak terletak pada
pertumbuhan penduduk, melainkan pada masalah-masalah lain seperti berikut :
Keterbelakangan, apabila yang dijalankan oleh suatu Negara adalah strategi-strategi
pembangunan yang benar dan hasil meningkatkan taraf hidup penduduk memupuk keyakinan
diri bangsa,dan memperluas kebebasanya dalam memilih,maka masalah pertambahan
penduduk akan teratasi dengan sendirinya. Masalah ini lambat lain akan menghilang
denganya sendiri seperti yang terjadi dinegar-negara yang sekarang ekonominya telah maju.
Jadi, menurut argument ini,inti permasalahan yang sebenarnya bukan pertambahan
penduduk,melainkan keterbelakangan sehingga usaha pembangunan harus dijadikan sebagai
satu-satunya cara untuk mengatasi masalah dasar tersebut.
Penyusutan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan
Kependudukan emang dapat menjadi masalah perekonomian yang serius hanya jika dikaitkan
dengan persediaan dan pemanfaatan sumber-sumber daya alam dan material yang langka.
Tingginya tingkat fertilitas dinegara-negara berkembang semata-mata disebabkan oleh taraf
hidup yang rendah yang merupakan suatu akibat darikonsumsi secara berlebihan atas
sumber-sumber daya alam duniayang langka yang dilakukan oleh Negara-negara kaya.
Dengan demikian argument ini berkesimpilan bahwa yang menjadi inti persoalan yang
sesungguhnya bukanlah pertambhan penduduk,melainkan suatu kombinasi dari
meningkatnya kemakmuran,pemborosan serta kebiasaan berkomsumsi secra berlebihan tanpa
memikirkan nasib dan kepentingan orang lain yang dilakukan oleh Negara-negara kaya dan
segelintir orang kaya dinegara-negara miskin.
Penyebaran Penduduk, menurut argumentasi ketiga ini yang menjadi masalah utama bukanya
jumlah penduduk melainkan penyebaran geografisnya. Masih cukup banyak wilayah-wilayah
didunia ini (misalnya saja,kawasan afrika sub-sahara) dan daerah-daerah dalam suatu Negara
(seperti daerah timur laut dan tepi amazon di brazil) yang sangat jarang penduduknya, apalagi
jika ditinjau dari berlimpahnya cadangan atau potensi sumber daya yang tersedia disebagian
wilayah yang masih relatif kosong itu. Sementara itu banyak wilayah wilayah lainnya yang
terlalu banyak penduduknya (misalnya, di profinsi jawa tengah,Indonesia dan sebagian besar
kota-kota besar dinegara-negara berkembang).
Rendahnya posisi dan status kaum wanita
Kaum wanita dinegara-negara berkembang pada umumnya terlalu banyak menanggung
beban kemiskinan,keterbatasan taraf pendidikan,kelangkaan lapangan pekerjaan yang
memadai, serta mobilitassosial yang minim. Dalam banyak hal peran dan status mereka yang
rendah, serta terbatasnya akses mereka keupaya pengendalian kelahiran termanifestasikan
dalam tingkat fertilitas yang tinggi. Seandainya saja tingkat kesehatan,pendidikan dan
kesejahteraan ekonomis kaum wanita bias ditingkatka sejaln dengan peranan dan staus
mereka dalam keluarga dan masyarakat. Maka jumlah anggota setiap keluarga akan lebih
kecil sehingga dengan sendirinya ledakan penduduk akan teredam.
Pelemparan Persolan Palsu Secara Sengaja
Aliran argumentasi yang kedua yang menyangkal bahwa pertumbuhan penduduk merupakan
kendala utama pembangunan memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan teori
keterbelakangan-ketergantungan yang telah dibahas dalam bab 3. Pada dasarnya argument ini
menyatakan bahwa gagasan yang menempatkan laju pertumbuhan penduduk di Negara-
negara dunia ketiga sebagai masalah utama pembangunan adalah suatu rekayasa yang
negative yang dilontarkan oleh Negara-negara kaya yang ingin menghambat kemajuan
pembangunan Negara-negara dunia ketiga dalam rangka mempertahankan status quo
internasional yang sangat menguntungkan mereka itu. Negara-negara kaya berusaha
memaksa Negara-negara miskin untuk menerapkan program-program pengendalian kelahiran
secara agresif padahal kemajuan ekonomi Negara-negara yang sekarang maju dan kaya itu
sendiri banyak didukung oleh pertambahan penduduknya yang pesat selama abad kesembilan
belas.
Pertumbuhan Penduduk Itu Perlu
Aliaran argumen ketiga yang lebih konvensional mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk
itu bukanlah merupakan suatu masalah, melainkan justru merupakan unsure penting yang
akan memacu pembngunan ekonomi.populasi yang lebih besar adalah pasar potensial yang
menjadi sumber permintaan akan berbagi macam barang dan jasa yang kemudian akan
mengerakan berbagai macam kegiatan ekonomi sehingga menciptakan skla ekonomis dalam
produksi yag menguntungkan semua pihak,menurunkan biaya-biaya produksi dan
menciptakan sumber pemasokan atau penawran tenaga kerja murah dalam jumlah yang
memadai sehingga pada giliranya akan merangsang tingkat output atau produksi agregat yang
lebih tinggi lagi.
Pertumbuahn Penduduk Adalah Masalah Yang Sebenarnya
Pihak yang mendukung perlunya pembatasan pertumbuhan jumlah penduduk karena
konsekuensi ekonomi.sosial dan lingkungan yang negative biasanya didasarkan pada salah
satu dari ketiga argument berikut ini :
1. Argumen Garis Keras : Populasi dan Krisis Global
Ini merupakan versi ekstrem dari kubu yang meyakini laju pertambahan penduduk sebagai
masalah yang nyata, argument yang pertama ini mencoba megaitkan semua penyakit
ekonomi dan sosial dunia dengan pertambahan penduduk sebagai penyebabnya. Pertambahn
penduduk yang tidak dibatasi dianggap sebagai penyebab utama krisis umat manusia dewasa
ini. Hal itu dianggap sebagi penyebab pokok terjadinya kemiskinan,standar hidup yang
rendah, kekurangan gizi, kesehatan yang buruk, degradasi lingkungan, dan masalah-masalah
sosial lainnya.
2. Argumentasi Teoritis : Siklus Populasi-Kemiskinan dan Pentingnya Program Keluarga
Berencana. Teori siklus populasi-kemiskinan ini merupakan argument utama dari para
ekonom yang berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk secara cepat menimbulkan
konsekuensi ekonomi yang merugikan dan hal itu merupakan masalah utama yang harus
dihadapi oleh Negara-negara dunia ketiga. Mereka kemudian mengtakan bahwa laju
pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat mendorong timbulnya berbagai macam masalah
ekonomi, sosial, dan psikologis yang melatarbelakangi kondisi keterbelakangan yang
menjerat Negara-negara berkembang. Pertumbuhan penduduk juga menghalangi prospek
tercapainya kehidupan yang lebih baik karena mengurangi tabungan rumah tangga dan juga
Negara. Akan tetapi program keluarga berencana juga sangat diperlukan guna menyediakan
perangkat teknologi demi menghindari kehamilan yang tidak dikehendaki.
3. Argument Empiris: Tujuh Konsekuensi Negatif Dari Pertumbuhan Penduduk Yang
Pesat.
1) Pertumbuhan ekonomi, bukti-bukti nyata menunjukan bahwa kenaikan jumlah penduduk
yang cepat cenderung menurunkan tingkat pertumbuhan pendapatan perkapita disebagian
besar dinegara-negara berkembang,terutama yang kondisi dasarnya masih miskin amat
tergantung pada sector pertanian serta meliputi keterbatasan lahan serta sumber daya alam.
2) Kemiskian dan ketimpanagn pendapatan, meskipun kolerasi-kolerasi statistic agregat
antara ukuran kemiskinan dan pertambahan penduduk pada tingkat nasional tidak begitu
jelas, namun pada tingkat individual atau rumah tangga cukup jelas dan bias dijadikan
landasan untuk menarik kesimpilan tegas. Dari data yang ada diketahui bahwa pertambahan
penduduk yang cepat cenderung berdampak negatif terhadap penduduk miskin,terutama ynag
paling miskin. Jika keluarga-keluarga miskin itu memiliki banyak
anggota,makamemburuknya kemiskinan mereka dengan sendirinya akan dibarengi dengan
memburuknya ketimpangan pendapatan atau kesejahteraaan.
3) Pendidikan, meskipun data-data masih membingungkan secara umum telah disepakati
bahwa keluarga besar dan pendapatan yang rendah mempersempit peluang orang tua untuk
menyekolahkan anak-anak mereka. Pada tingkat nasional pertumbuhan penduduk yang pesat
juga akan menyebabkan distribusi anggaran pendidikan semakin kecil dengan kata lain
mengorbankan kualitas demi kuantitas hal ini pada gilirannya akan menyurutkan
pertumbuhan ekonomi mengingat stok modal manusia disusutkan oleh pertumbuhan
penduduk yang cepat itu.
4) Kesehatan, angka,fertilitas yang tinggi cenderung merugikan kesehatan ibu dan anak-
anaknya. Hal ini tentu saja memperbesar resiko kehamilan. Jarak kelahiran yang dekat
cenderung menurunkan berat badan bayi dan meningkatkan tingkat kematian bayi dan anak-
anak.
5) Ketersediaan bahan pangan, jika penduduk terus bertambah,maka bertambah pula jumlah
mulut yang harus disuapi. Jelaslah bahwa penyediaan bahan pangan secara memadai menjadi
lebih sulit jika penduduk terus bertambah dengan pesatnya. Di Negara-negara
berkembang,lebih dari 90% tambahan kebutuhan pangan bersumber dari lonjakan jumlah
penduduk, teknologi-teknologi pertanian dan pengelolahan pangan terbaru harus lebih cepat
diperkenalkan karena lahan-lahan yang subur sudah digunakan program-program bantuan
pagan internasional juga lebih digiatkan
6) Lingkungan hidup, pertumbuhan penduduk yang pesat ikut memacu proses kerusakan dan
pengrusakan lingkungan hidup,baik itu berupa penggundulan hutan, pengikisan cadangan
bahan bakar kayu,erosi tanah,penyusutan populasi ikan dan hewan-hewan liar,pencemaran
air,pencemaran udara,dan pemadatan daerahhunian diperkotaan
7) Migrasi internasional, banyak pengamat menilai cepatnya peningkatan migrasi internasional
yang legal maupun illegal merupakan salah satu konsekuensi utama dari ledakan penduduk
dinegara-negara dunia ketiga.meskipun banyak faktor lain yang ikut memacu migrasi,peran
menonjolyang dimainkan oleh kelebihan tenaga kerja terhadap lapangan kerja yang tersedia
dalam perekonomian diberbagai Negara-negara berkembang tidak bias dipungkiri, namun
tidak seperti keenam konsekuensi diatas sebagian biaya sosial dan ekonomi dari
peningkatanmigrasi internasional ini harus dipikul oleh pihak penerima yang kebanyakan
adalah neraga-negara maju.