Anda di halaman 1dari 19

MODUL V

SISTEM DINAMIS (CAUSAL LOOP DIAGRAM)

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pemodelan dapat diartikan sebagai suatu perwakilan dari sebuah obyek

atau situasi aktual atau merupakan tiruan model dunia nyata yang dibuat

virtual Karena merupakan tiruan, maka model tidak harus sama persis dengan

aslinya, tetapi tetap memiliki keserupaan. Sebagai landasan pengertian

pemodelan diperlukan suatu penelaahan tentang model itu sendiri secara

spesifik ditinjau dari pendekatan sistem.

Sistem Dinamis merupakan sebuah metodologi dan teknik pemodelan

matematika untuk membingkai, memahami, dan mendiskusikan masalah

yang kompleks. Awalnya dikembangkan pada tahun 1950 untuk membantu

manajer perusahaan meningkatkan pemahaman mereka tentang proses-proses

industri, sistem dinamis saat ini digunakan di seluruh sektor publik dan swasta

untuk perancangan dan analisa kebijakan.

Pada modul ini nantinya akan dijelaskan mengenai sistem dinamis

(Stock Flow Diagram). Di dalam modul ini ditunjukkan pula bagaimana cara

mendefinisikan dan merancang suatu model sistem dinamis (Stock Flow

Diagram) dari suatu studi kasus tertentu dengan menggunakan perangkat

lunak Stella.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


B. Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah adalah sebagai berikut :

Bagaimana cara mendefinisikan dan merancang model simulasi

(Stock Flow Diagram) pada suatu studi kasus tertentu?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum modul VI ini adalah:

1. Memahami model simulasi sistem dinamis.

2. Mahasiswa diharapkan mampu membuat model simulasi sistem

dinamis (Stock Flow Diagram) menggunakan Software Stella.

3. Menggunakan Software Stella dalam menyelesaikan permasalahan.

4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan Stella untuk memecahkan suatu

permasalahan.

II. Tinjauan Pustaka

A. Stock Flow Diagram

Pemodelan dapat diartikan sebagai suatu perwakilan dari sebuah

obyek atau situasi aktual atau merupakan tiruan model dunia nyata yang

dibuat virtual Karena merupakan tiruan, maka model tidak harus sama

persis dengan aslinya, tetapi tetap memiliki keserupaan. Sebagai landasan

pengertian pemodelan diperlukan suatu penelaahan tentang model itu

sendiri secara spesifik ditinjau dari pendekatan sistem. Namun, sebelum

sampai pada tahap pemodelan, perlu diketahui lebih dahulu jenis dan

klasifikasi model-model secara terperinci. Menurut McGarney dan

Hannon (2004), model dapat dikategorikan dalam tiga macam yaitu

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


model statis, model statis komparatif dan model dinamis. Model statis

menggambarkan fenomena kejadian pada saat ini. Model statis

komparatif merupakan model yang membandingkan beberapa fenomena

dengan kejadian yang berbeda dalam suatu waktu. Model dinamis

merupakan model yang dapat dikembangkan untuk menunjukkan

perubahan over time permintaan dan pasokan. Model ini juga

merefleksikan perubahan melalui simulasi ataupun berdasarkan waktu

real dan menghitung komponen secara konstan dengan memasukkan

beberapa alternatif tindakan yang akan datang.

Suatu fenomena menyangkut dengan 2 (dua) hal yaitu Struktur dan

Perilaku. Struktur adalah unsur pembentuk fenomena dan pola keterkaitan

antar unsur tersebut, yang dipengaruhi oleh: (1) feedback (causal loop);

(2) stock (level) dan flow (rate); (3) delay; dan (4) nonlinearity.

Sedangkan perilaku (behaviour) adalah perubahan suatu besaran/variabel

dalam suatu kurun waktu tertentu, baik kuantitatif maupun kualitatif atau

catatan tentang magnitude (besar, nilai, angka) sesuatu dalam suatu kurun

waktu tertentu (pertumbuhan, penurunan, osilasi, stagnan, atau

kombinasinya). Pemahaman hubungan struktur dan perilaku sangat

diperlukan dalam mengenali suatu fenomena.

Suatu struktur umpanbalik harus dibentuk karena adanya hubungan

kausal (sebab-akibat). Dengan perkataan lain, suatu struktur umpan-balik

adalah suatu causal loop (lingkar sebab-akibat). Struktur umpan-balik ini

merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui lingkaran-

lingkaran tertutup. Lingkar umpan-balik (feedback loop) tersebut

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


menyatakan hubungan sebab-akibat variabel-variabel yang melingkar,

bukan manyatakan hubungan karena adanya korelasi-korelasi statistik.

Hubungan sebab-akibat antar sepasang variabel harus dipandang

bila hubungan variabel lainnya terhadap variabel tersebut di dalam sistem

dianggap tidak ada. Sedangkan suatu korelasi statistik antara sepasang

variabel diturunkan dari data yang ada dalam keadaan variabel variabel

tersebut mempunyai hubungan dengan variabel lainnya di dalam sistem

dan kesemuanya berubah secara simultan.

Rancangan causal-loop diagram (CLD) biasanya digunakan

dalam system thinking (berpikir sistemik) untuk mengilustrasikan

hubungan cause-effect (sebab-akibat). Hubungan feedback (umpan-balik)

bisa menghasilkan perilaku yang bervariasi dalam sistem nyata dan dalam

simulasi sistem nyata.

Dalam merepresentasikan aktivitas dalam suatu lingkar umpan-

balik, digunakan dua jenis variabel yang disebut sebagai stock (level) dan

flow (rate). Level menyatakan kondisi sistem pada setiap saat. Dalam

kerekayasaan (engineering) level sistem lebih dikenal sebagai state

variable system. Level merupakan akumulasi di dalam sistem. Persamaan

suatu variabel rate merupakan suatu struktur kebijaksanaan yang

menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu keputusan dibuat berdasarkan

kepada informasi yang tersedia di dalam sistem. Rate inilah satu-satunya

variabel dalam model yang dapat mempengaruhi level.

Delay terjadi dimanapun di dunia nyata. Adanya delay

menghasilkan sesuatu hal yang menarik pada perilaku kompleks sistem,

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


ketika sistem tersebut tidak memiliki feedback dan kompleksitas cause-

effect yang terbatas.

Pendekatan system dinamis merepresentasikan dinamika perubahan

state dari sistem dan menghasilkan isyarat-isyarat sebagai keluarannya.

Isyarat-isyarat ini diformulasikan ke dalam model keputusan dan

kemudian bersama dengan isyarat dari lingkungannya menjadi feedback

bagi dinamika sistem itu sendiri. Model secara prinsip masih dikatakan

berbasis linear thinking dimana kausalitas diasumsikan terjadi secara

serial sehingga penyebab pertama dari rangkaian sebab-akibat ini sering

bukanlah sumber masalahnya.

Dengan pendekatan system dinamis, keputusan-keputusan dan

kebijakan yang dibuat serta reaksi dari lingkungannya akan

direpresentasikan ke dalam causal-loop diagram, menggunakan stock-

flow model sehingga akhirnya dapat disimulasikan dengan komputer.

Suatu fenomena dinamis dimunculkan oleh adanya struktur fisik dan

struktur pembuatan keputusan yang saling berinteraksi. Struktur fisik

dibentuk oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran orang, barang, energi,

dan bahan. Sedangkan struktur pembuatan keputusan dibentuk oleh

akumulasi (stok) dan jaringan aliran informasi yang digunakan oleh aktor-

aktor (manusia) dalam sistem yang menggambarkan kaidah-kaidah proses

pembuatan keputusannya. Proses pembuatan keputusan menyangkut

fenomena-fenomena yang dinamis.

Metode sistem dinamis erat berhubungan dengan pertanyaan-

pertanyaan tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


kompleks, yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu

dengan bertambahnya waktu. Penggunaan metodologi system dinamis

lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pemahaman kita

tentang bagaimana tingkah laku muncul dari struktur kebijaksanaan

dalam sistem itu. Pemahaman ini sangat penting dalam perancangan

kebijaksanaan yang efektif. Persoalan yang dapat dengan tepat

dimodelkan menggunakan metodologi sistem dinamis adalah masalah

yang mempunyai sifat dinamis (berubah terhadap waktu) dan struktur

fenomenanya mengandung paling sedikit satu struktur umpan-balik

(feedback structure).

B. Simbol Stock Flow Diagram

Sebagian besar seni dalam pemodelan System Dynamics adalah

menemukan dan menggambarkan proses feedback, bersama struktur stock

and flow, time delay, dan kenonlinieran yang menentukan dynamics suatu

sistem. Perilaku yang paling kompleks biasanya timbul dari interaksi

(feedback) antara komponen dari suatu sistem, bukan dari kompleksnya

komponen tersebut.

Stock Flow Diagram (SFD) menggambarkan struktur secara fisik,

dimana stock merupakan akumulasi yang dapat bertambah dan berkurang,

sedangkan flow adalah proses yang menyebabkan stock bertambah atau

berkurang. Tabel berikut memperlihatkan simbol-simbol yang digunakan

dalam SFD.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Tabel 1 Simbol-simbol dalam SFD

III. Langkah - Langkah Pengerjaan

A. Tugas Praktikum

1. Langkah-Langkah Pengerjaan

1. Buka aplikasi Stella dengan klik icon stella pada desktop

2. Pilih model display Stella

3. Pilih stock pada toolbar Stella, drag pada display Stella dan

ubah nama menjadi Populasi dan Ketersediaan Beras.

4. Pilih flow pada toolbar Stella, drag pada display Stella dan

ubah nama menjadi Kelahiran, Kematian, Permintaan,

Pemenuhan Beras, Produksi Beras, dan Cadangan Beras

Pemerintah.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


5. Pilih converter pada toolbar Stella, drag pada display Stella

dan ubah nama menjadi Laju Kelahiran, Laju Kematian,

Konsumsi Perkapita, Produksi Padi dan BULOG.

6. Pilih action connector pada toolbar Stella, drag pada display

Stella dan ubah nama menjadi hubungkan variabel-variabel

diatas.

7. Klik stock 2x dan masukkan angka 25000.

8. Klik laju kelahiran dan masukkan angka 0.12

9. Klik laju kematian lalu masukkan angka 0.08

10. Klik konsumsi perkapita lalu masukkan angka 0.4

11. Klik produksi padi lalu masukkan angka 1

12. Klik BULOG lalu masukkan angka 1

13. Klik permintaan dan masukkan rumus konsumsi perkapita x

populasi

14. Klik pemenuhan beras lalu masukka rumus permintaan

ketersediaan beras.

15. Klik cadangan beras pemerintah lalu masukkan rumus 5000 x

BULOG

16. Klik produksi padi lalu masukkan rumus 10000 x produksi

padi

17. Klik ketersediaan beras lalu masukkan rumus cadangan beras

pemerintah + produksi beras.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


18. Klik graph pad pada toolbar lalu, lalu klik 2x pada grafik, dan

masukkan variabel yang dituju pada kolom allowable ke

dalam kolom selected dengan cara klik 2x lalu OK.

19. Klik table pad pada toolbar, lalu klik 2x pada grafik dan

masukkan variabel yang dituju pada kolom allowable ke

dalam kolom selected dengan cara klik 2x lalu OK.

20. Klik run, pilih run specs lalu ubah sesuai ketentuan.

21. Klik OK lalu Run.

2. Supply Beras di Kota Surabaya

Gambar 1 Supply Beras di Kota Surabaya

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


B. Tugas Laporan Resmi

Langkah-Langkah Pengerjaan

1. Buka aplikasi Stella dengan klik icon stella pada desktop

2. Pilih model display Stella

3. Pilih stock pada toolbar Stella, drag pada display Stella dan ubah

nama menjadi Populasi dan Ketersediaan Daging Sapi.

4. Pilih flow pada toolbar Stella, drag pada display Stella dan ubah

nama menjadi Kelahiran, Kematian, Permintaan, Pemenuhan

Daging Sapi, Produksi Daging Sapi, dan Cadangan Daging Sapi

Pemerintah.

5. Pilih converter pada toolbar Stella, drag pada display Stella dan

ubah nama menjadi Laju Kelahiran, Laju Kematian, Konsumsi

Perkapita, Produksi Daging Sapi dan Impor Daging Sapi.

6. Pilih action connector pada toolbar Stella, drag pada display

Stella dan ubah nama menjadi hubungkan variabel-variabel

diatas.

7. Klik stock 2x dan masukkan angka 50000.

8. Klik laju kelahiran dan masukkan angka 0.12

9. Klik laju kematian lalu masukkan angka 0.08

10. Klik konsumsi perkapita lalu masukkan angka 0.4

11. Klik produksi daging sapi lalu masukkan angka 1

12. Klik Impor Daging Sapi lalu masukkan angka 1

13. Klik permintaan dan masukkan rumus konsumsi perkapita x

populasi

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


14. Klik pemenuhan Daging Sapi lalu masukkan rumus permintaan

ketersediaan beras.

15. Klik cadangan Daging Sapi pemerintah lalu masukkan rumus

10000 x Impor Daging Sapi

16. Klik produksi daging sapi lalu masukkan rumus 20000 x produksi

Daging Sapi

17. Klik ketersediaan beras lalu masukkan rumus cadangan beras

pemerintah + produksi Daging Sapi.

18. Klik graph pad pada toolbar lalu, lalu klik 2x pada grafik, dan

masukkan variabel yang dituju pada kolom allowable ke dalam

kolom selected dengan cara klik 2x lalu OK.

19. Klik table pad pada toolbar, lalu klik 2x pada grafik dan

masukkan variabel yang dituju pada kolom allowable ke dalam

kolom selected dengan cara klik 2x lalu OK.

20. Klik run, pilih run specs lalu ubah sesuai ketentuan.

21. Klik OK lalu Run.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Supply Daging Sapi di Kota Surabaya

Gambar 2 Supply Daging Sapi di Kota Surabaya

IV. Hasil dan Pembahasan

A. Tugas Praktikum

1. Graph Pad ketersediaan Beras di Kota Surabaya

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Gambar 3 Graph Pad Ketersediaan Beras di Surabaya

Analisa:

Pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2010 sampai

pada tahun 2015 ketersediaan beras di Surabaya dapat memenuhi

semua permintaan yang ada. Dikarenakan adanya cadangan beras

pemerintah, dan produksi beras yang bernilai konstan.

2. Table Pad Ketersediaan Beras di Surabaya

Gambar 4 Table Pad Ketersediaan Beras di Surabaya

Pada tahun 2010 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(produksi beras + cadangan beras = 10000 + 5000 = 15000).

Pada tahun 2011 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(ketersediaan beras 2010 + permintaan 2010 + produksi beras

2011 + cadangan beras 2011 = 15000 10000 + 10000 + 5000 =

20000).

Pada tahun 2012 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(ketersediaan beras 2011 + permintaan 2011 + produksi beras

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


2012 + cadangan beras 2012 = 20000 10400 + 10000 + 5000 =

24600).

Pada tahun 2013 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(ketersediaan beras 2012 + permintaan 2012 + produksi beras

2013 + cadangan beras 2013 = 24600 10816 + 10000 + 5000 =

28784).

Pada tahun 2014 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(ketersediaan beras 2013 + permintaan 2013 + produksi beras

2014 + cadangan beras 2014 = 28784 11248.64 + 10000 + 5000

= 32535.36).

Pada tahun 2015 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan dari

(ketersediaan beras 2014 + permintaan 2014 + produksi beras

2015 + cadangan beras 2015 = 32535.36 11698.59 + 10000 +

5000 = 35836.77).

B. Tugas Laporan Resmi

1. Graph Pad ketersediaan Daging Sapi di Kota Surabaya

Gambar 5 Graph Pad Ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Analisa:

Pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2011 sampai

pada tahun 2015 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya dapat

memenuhi semua permintaan yang ada. Dikarenakan adanya

cadangan Daging Sapi pemerintah, dan produksi Daging Sapi yang

bernilai konstan.

2. Table Pad Ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

Gambar 6 Table Pad Ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

Pada tahun 2011 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (produksi Daging Sapi + cadangan Daging Sapi

= 20000 + 10000 = 30000).

Pada tahun 2012 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2011 + permintaan

2011 + produksi Daging Sapi 2012 + cadangan Daging Sapi 2012

= 30000 10000 + 20000 + 10000 = 50000).

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Pada tahun 2013 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2012 + permintaan

2012 + produksi Daging Sapi 2013 + cadangan Daging Sapi 2013

= 50000 10400 + 20000 + 10000 = 69600).

Pada tahun 2014 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2013 + permintaan

2013 + produksi Daging Sapi 2014 + cadangan Daging Sapi 2014

= 69600 10816 + 20000 + 10000 = 88784).

Pada tahun 2015 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2014 + permintaan

2014 + produksi Daging Sapi 2015 + cadangan Daging Sapi 2015

= 88784 11248.64 + 20000 + 10000 = 107535.36).

V. Kesimpulan dan Saran


A. Kesimpulan

1. Tugas Praktikum

Graph Pad

Pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2010

sampai pada tahun 2015 ketersediaan beras di Surabaya dapat

memenuhi semua permintaan yang ada. Dikarenakan adanya

cadangan beras pemerintah, dan produksi beras yang bernilai

konstan.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Table Pad

Pada tahun 2010 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (produksi beras + cadangan beras = 10000 + 5000 =

15000).

Pada tahun 2011 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (ketersediaan beras 2010 + permintaan 2010 + produksi

beras 2011 + cadangan beras 2011 = 15000 10000 + 10000

+ 5000 = 20000).

Pada tahun 2012 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (ketersediaan beras 2011 + permintaan 2011 + produksi

beras 2012 + cadangan beras 2012 = 20000 10400 + 10000

+ 5000 = 24600).

Pada tahun 2013 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (ketersediaan beras 2012 + permintaan 2012 + produksi

beras 2013 + cadangan beras 2013 = 24600 10816 + 10000

+ 5000 = 28784).

Pada tahun 2014 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (ketersediaan beras 2013 + permintaan 2013 + produksi

beras 2014 + cadangan beras 2014 = 28784 11248.64 +

10000 + 5000 = 32535.36).

Pada tahun 2015 ketersediaan beras di Surabaya didapatkan

dari (ketersediaan beras 2014 + permintaan 2014 + produksi

beras 2015 + cadangan beras 2015 = 32535.36 11698.59 +

10000 + 5000 = 35836.77).

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


2. Tugas Laporan Resmi

Graph Pad

Pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2011

sampai pada tahun 2015 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

dapat memenuhi semua permintaan yang ada. Dikarenakan adanya

cadangan Daging Sapi pemerintah, dan produksi Daging Sapi yang

bernilai konstan.

Table Pad

Pada tahun 2011 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (produksi Daging Sapi + cadangan Daging Sapi

= 20000 + 10000 = 30000).

Pada tahun 2012 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2011 + permintaan

2011 + produksi Daging Sapi 2012 + cadangan Daging Sapi 2012

= 30000 10000 + 20000 + 10000 = 50000).

Pada tahun 2013 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2012 + permintaan

2012 + produksi Daging Sapi 2013 + cadangan Daging Sapi 2013

= 50000 10400 + 20000 + 10000 = 69600).

Pada tahun 2014 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2013 + permintaan

2013 + produksi Daging Sapi 2014 + cadangan Daging Sapi 2014

= 69600 10816 + 20000 + 10000 = 88784).

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI


Pada tahun 2015 ketersediaan Daging Sapi di Surabaya

didapatkan dari (ketersediaan Daging Sapi 2014 + permintaan

2014 + produksi Daging Sapi 2015 + cadangan Daging Sapi 2015

= 88784 11248.64 + 20000 + 10000 = 107535.36).

B. Saran

Saran yang diberikan untuk laporan modul VI ini adalah :

1. Diharapkan tata cara penulisan laporan resmi lebih jelas.

2. Tinjauan pustaka diharapkan tidak terlalu banyak.

3. Data yang diinputkan diharapkan dapat dikurangi.

4. Diharapkan penulisan laporan lebih sistematis.

VI. Daftar Pustaka

Anonim. 2015. Stella. https://id.wikipedia.org/wiki/Stella.

Darmawan, Deni. 2013. Sistem Dinamis. Jakarta : Rosda.

Narendra, Vicky. 2013. Tutorial Stella.

http://mistertica.blogspot.co.id/2013/10/tutorial-stella.html.

Penyusun. 2017. Modul Praktikum Simulasi Sistem Industri. Surabaya :

Laboratorium Manajemen Industri.

Yoga, Prima. 2011. Pengertian dan Kegunaan Sistem Dinamis.

http://infokah.com/pengertian-dan-kegunaan-sistem-dinamis.

Imam Qulub Mustaqim / 1532010003 Prak. SSI