Anda di halaman 1dari 22

PENJUALAN ANGSURAN

Pengertian dan Cara Pelaksanaan Penjualan Angsuran

Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilaksanakan dengan perjanjian


dimana pembayaran dilakukan secara bertahap atau berangsur. Biasanya pada saat
barang atau jasa diserahkan kepada pembeli, penjual menerima uang muka (down
payment) sebagai pembayaran pertama dan sisanya diangsur dengan beberapa kali
angsuran. Karena penjualan harus menunggu beberapa periode untuk menagih
seluruh piutang penjulannya, maka biasanya pihak penjual akan membebankan
bunga atas saldo yang belum diterimanya.
Resiko atas tidak tertagihnya piutang usaha angsuran ini sangat tinggi,
mungkin saat akan dilakukan penjualan angsuran telah dilakukan survai atas
pembeli dan memperoleh hasil yang baik. Karena penagihan piutang usaha
angsuran memakan waktu yang cukup lama (beberapa periode), hal tersebut
kemungkinan dapat merubah hasil survai yang telah dilakukan semula terhadap
pembeli. Untuk menghindari hal-hal demikian, penjual biasanya akan membuat
kontrak jual beli (security agreement). Ada 4 kontrak penjualan yang dapat
dilakukan yaitu:
1. kontrak penjualan bersyarat ( conditional sales contract) yaitu syarat yang
ditetapkan dalam kontrak menahan hak milik barang sampai seluruh
angsuran dilunasi walaupun barangnya telah diserahkan.
2. Hak milik dari barang yang dijual dihipotikan, berdasarkan kontrak ini hak
milik barang diserahkan kepada pembeli, tetapi bagian dari harga jual yang
belum dilunasi dihipotikan dengan demikian setiap angsuran yang diterima
merupakan perlunasan hutang hipotik bagi penjual.
3. Hak milik barang yang dijual diserahkan kepada pihak ke tiga atau badan
tertentu sampai harga jual dilunasi. Perjanjian ini dibuat berdasrkan
kepercayaan.

1
4. Persetujuan beli sewa ( lease purchases), dengan persetujuan ini angsuran
dari pembeli dianggapsebagai pembayaran sewa. Setelah angsuran lunas
baru hak milik barang diserahkan.

Penjualan angsuran dengan bentuk-bentuk perjanjian tersebut di atas


dilaksanakan untuk barang-barang tidak bergerak / barang yang bukan barang
dagang, seperti : gedung, tanah, dan aktiva-aktiva tetap lainnya. Apabila terjadi
tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban oleh pembeli, maka penjual tetap memiliki
hak untuk memiliki kembali barang yang dijualnya, tetapi nilainya sisa barang itu
mungkin akan lebih rendah dari nilai barang berdasarkan perhitungan yang sesuai
dengan perjanjian yang ada sehingga pemilikan kembali tersebut dapat
menimbulkan kerugian.

Untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang terjadi pemilikan kembali,


maka faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh penjual adalah sebagai berikut :

1. Besarnya pembayaran dimuka (down payment /PD) harus cukup menutup


kemungkinan rugi akibat turunnya nilai barang selama periode angsuran.
2. Jarak antara angsuran yang satu dengan angsuran berikutnya jangan terlalu
lama.
3. Jumlah angsuran harus cukup untuk menutup kemungkinan rugi akibat
turunnya nilai barang selama jangka waktu tiap angsuran.

Akuntansi Penjualan Angsuran

Untuk menghitung laba bersih pada penjualan angsuran adalah sangat


kompleks, karena beban sehubungan dengan penjualan angsuran tersebut tidak
hanya terjadi pada saat penjualan angsuran tersebut dilakukan, melainkan akan
terjadi sepanjang penjualan angsuran tersebut belum dilunasi.
Sesuai dengan konsep akuntansi yaitu membandingkan antara beban dengan
pendapatan, maka pada saat penjualan angsuran dapat ditentukan nilai dari
penjualan, harga pokok dan beban yang terjadi pada periode tersebut. Karena
penagihan penjualan angsuran meliputi beberapa periode, timbul masalah
bagaimana beban yang terjadi pada periode berikutnya (misalkan beban penagihan,

2
administrasi, perbaikan dan pemilikan kembali) sehubungan penagihan piutang
usaha angsuran tersebut.
Untuk menghitung laba kotor dalam penjualan angsuran pada prakteknya
dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu :

1. Pengakuan Laba Kotor pada saat terjadinya penjualan angsuran. Dalam cara
ini penjualan angsuran diperlakukan sama dengan penjualan kredit.
2. Pengakuan Laba Kotor diakui sesuai dengan jumlah uang kas yang diterima
atas penjualan angsuran tersebut. Dalam hal ini ada 3 prosedur untuk
mengakui laba kotor, yatu:
a) Penerimaan angsuran pertama kali diakui sebagai pengembalian harga
pokok barang yang dijual. Setelah harga pokoknya terpenuhi, maka
angsuran berikutnya diakui sebagai realisasi laba kotor.
b) Penerimaan angsuran pertama kali diakui sebagai realisasi laba kotor.
Setelah laba kotornya terpenuhi, maka angsuran berikutnya diakui
sebagi realisasi harga poko barang yang dijual.
c) Setiap penerimaan angsuran sebagian diakui sebagai realisasi laba kotor
dan sebagian diakui sebagai realisasi harga pokok barang dijual.
Mengenal alokasi jumlahnya sesuai dengan perjanjiannya.

Contoh Soal 1 pada Penjualan Angsuran


Berikut ini informasi dari perusahaan usaha mandiri selama tahun 2013 perusahaan
menjual barangnya dengan cara angsuran dengan jangka waktu 1 s/d 2 tahu.
Disamping itu, perusahaan juga menjual barangnya secara reguler (Kredit). Laba
kotor yang dikehendaki 40% dari harga jual.

3
Jurnal untuk mencatat transaksi di atas dan laporan laba rugi untuk tahun 2013
sebagai berikut:
URAIAN METODE PERPETUAL METODE FISIK
DEBET KREDIT DEBET KREDIT
Piutang dagang reguler 51.000 - 51.000 -
Piutang penjualan angsuran 25.000 - 25.000 -
Penjualan reguler - 51.000 - 51.000
Penjualan angsuran - 25.000 - 25.000
(mencatat penjualan) -
HPP reguler 30.600 - -
HPP angsuran 15.000 - - -
Persediaan barang dagangan - 45.600 - -
(mencatat penjualan)
Persediaan barang dagang 46.250 - - -
Pembelian - - 46.250 -
Hutang dagang - 46.250 - 46.250
(mencatat pembelian BD scr kredit)
Macam-macam beban usaha 12.500 - 12.500 -
Kas - 12.500 - 12.500
(mencatat Pembayaran macam-macam biaya)
Kerugian piutang 250 - 250 -

4
Cadangan kerugian piutang - 250 - 250
(mencatat taksiran kerugian piutang)
Kas 62.500 - 62.500 -
Piutang dagang reguler - 55.000 - 55.000
Piutang dagang angsuran - 7.500 - 7.500
(mencatat penerimaan piutang)
Persediaan akhir barang dagangan - - 5.000 -
HPP - - 48.750 -
HPP - - - 5.000
Pembelian - - - 46.250
Persediaan awal barang dagang - - - 2.500
(mencatat jurnal penyesuaian)
Penjualan angsuran 25.000 - 25.000 -
HPP angsuran - 15.000 - 15.000
Laba kotor yg blm direalisasi - 10.000 - 10.000
(mencatat laba kotor yg blm direalisasi)
Laba kotor yang belum direalisasi 3.000* - 3.000* -
Realisasi laba kotor - 3.000 - 3.000
(mencatat realisasi laba kotor)
Penjulan reguler 51.000 - 51.000 -
Realisasi laba kotor 3.000 - 3.000 -
HPP reguler - 30.600 - 30.600
Kerugian piutang - 250 - 250
Macam-macam beban usaha - 12.500 - 12.500
Laba rugi - 10.650 - 10.650
(menutup rek. penj & beban penj. reguler)

*)berasal dari 40% X Rp 7.500

5
Contoh Soal 2
Berikut laporan posisi keuangan PT. Merdeka per 31 Desember 2013 yang menjual
barang dagangannya secara reguler dan angsuran.

6
HPP atas penjualan reguler (kredit) ditentukan 60% dari penjualan, sedangkan HPP
angsuran ditentukan 75% dari penjualan transaksi selama tahun 2012.
1. Penerimaan piutang reguler tahun 2012 sebesar Rp 2.000.000
2. Penerimaan piutang angsuran tahun 2012 sebesar Rp. 750.000
3. Penerimaan piutang angsuran tahun 2011 sebesar Rp 500.000
4. Penjualan reguler sebesar Rp 3.000.000
5. Penjualan angsuran sebesar Rp 2.000.000
6. Pembelian BD secara kredit sebesar Rp 2.500.000
7. Pembayaran utang dagang sebesar Rp 2.000.000
8. Penghapusan piutang:
a. Reguler sebesar Rp 250.000
b. Angsuran tahun 2012 sebesar Rp 150.000
c. Angsuran tahun 2011 sebesar Rp.100.000
9. Pembayaran beban operasional sebesar Rp 500.000
Diminta
Buatlah jurnal umum dan jurnal penutup, baik metode perpetual maupun metode
fisik

7
URAIAN METODE PERPETUAL METODE FISIK
DEBET KREDIT DEBET KREDIT
Kas 3.250 - 3.250 -
piutang reguler - 2.000 - 2.000
piutang angsuran 2012 - 750 - 750
piutang angsuran 2011 - 500 - 500

Piutang reguler 3.000 - 3.000 -


Piutang angsuran 2012 2.000 - 2.000 -
piutang reguler - 3.000 - 3.000
penjualan angsuran 2012 - 2.000 - 2.000

HPP reguler (60% x Rp 3.000) 1.800 - - -


HPP angsuran (75% x Rp 2.000) 1.500 - - -
Persediaan - 3.300 - -

Pembelian barang dagang - - 2.500 -


Persediaan barang dagang 2.500 - - -
hutang usaha - 2.500 - 2.500

Penghapusan piutang 445 - 445 -


LKYBD tahun 2012 30 - 30 -
LKYBD tahun 2011 25 - 25 -
piutang usaha - 250 - 250
piutang angsuran tahun 2012 - 30 - 30
piutang angsuran tahun 2011 - 25 - 25
Perhitungan:
LKYBD 2012=20% x Rp 150=Rp 30
LKYBD 2011=25% x Rp 100=Rp 25

Beban operasional 500 - 500 -


Kas - 500 - 500

8
Jurnal Penutup
laba kotor direalisasi (LKD) 275 - 275 -
Penjualan reguler 3.000 - 3.000 -
beban opersional - 500 - 500
penghapusan piutang - 445 - 445
BPP reguler - 1.800 - 1.800
laba rugi - 530 - 530
Perhitungan:
LKD tahun 2012=20%xRp 750=Rp150
LKD tahun 2011=25%xRp 500=Rp125

Tukar Tambah atau Trade In


Tukar tambah adalah penjualan dimana pembeli menyerahkan barangnya sebagai
uang muka (down payment/DP) kekurangannya dibayar secara angsuran. Dalam
penjualan angsuran sering terjadi cara tukar tambah untuk menarik pembeli.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penjualan angsuran dengan cara trade in
yaitu:
1. Selish antara harga penilaian dengan harga pertukaran harus dicatat dalam
rekening cadangan perbedaan harga petukaran
2. Harga penilaian merupakan harga jual barang yang diterima sebagai uang
muka setelah diperbaiki dikurangi beban perbaikan dan taksiran laba yang
diinginkan
3. Harga petukaran merupakan harga dari barang yang diterima sebagai uang
muka dimana harga tersebut merupakan harga yang disepakati dalam
perjanjian trade in.
Contoh soal 3 tentang penjualan angsuran dengan cara trade in
Show Room Mobil AJANG AKSI memiliki sebuah mobil baru merk TOYOTA
seharga Rp 200 juta, dijual kepada tuan A seharga Rp 300 juta dengan perjanjian
trade in. Sebagai uang mukanya, tuan A menyerahkan sebuah mobil bekas merk
HONDA dengan harga disekapti sebesar Rp 80 juta, sisanya diangsur 10 kali.
Setelah diperbaiki dengan biaya Rp 5 juta mobil bekas tersebut diperkirakan akan
laku dijual dengan harga Rp 85 juta dan laba yang digunakan 20% dari harga jual
mobil bekas tersebut.
Diminta:

9
1. Hitunglah nilai seharusnya atas mobil bekas tersebut
2. Hitunglah besarnya cadangan selisih harga trade in
3. Hitunglah besarnya piutang penjualan angsuran yang dinilai oleh show
room tersebut
4. Buatlah jurnal untuk mencatat tukar tambah dan jual beli tersebut
Jawab:
Penyelesaian 1 dan 2
harga mobil bekas yang disepakati 80.000.000
harga jual setelah diperbaiki 85.000.000
harga perbaikan 5.000.000
laba normal yg diinginkan=20% x 85 jt 17.000.000
22.000.000
Nilai seharusnya mobil bekas 63.000.000
Cadangan selisih harga trade in 17.000.000

Penyelesaian 3
penjualan angsuran Rp300.000.000
nilai seharusnya mobil bekas (Rp63.000.000)
cadangan selisih harga trade in (Rp17.000.000)
piutang penjualan angsuran Rp220.000.000

Penyelesaian 4
persediaan barang dagangan (mobil bekas) Rp63.000.000
cadangan selisih harga pertukaran 17.000.000
piutang penjualan angsuran 220.000.000
beban pokok penjualan 200.000.000
penjualan angsuran Rp300.000.000
persediaan barang dagangan (mobil baru) 200.000.000
(mencatat penjualan dengan perjanjian trade in)

10
Pembatalan Penjualan Angsuran
Dalam penjualan angsuran kadangkala pembeli tidak dapat melunasi angsurannya
sehingga terjadi pembatalan penjualan angsuran, sehingga pihak penjual berhak
memiliki barang tersebut.
Pencatat yang harus dilakukan oleh penjual sebagai berikut:
1. Mencatat pemilikan kembali barang tersebut
2. Menghapuskan saldo piutang penjualan angsuran atas barang tersebut
3. Menghapuskan saldo laba kotor yang belum direalisasi atas barang tersebut
4. Mencatat keuntungan/kerugian karena pemilikan kembali barang tersebut
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilikan kembali atas barang yang gagal
dilunasi oleh pembeli adalah sebagai berikut:
1. Barang yang dimiliki kembali tersebut harus dinilai berdasarkan harga yang
wajar (harga pasar)
2. Dalam melakukan penilaian tersebut harus diperhitungkan laba normal yang
diharapkan jika barang tersebut dijual kembali
Contoh soal 4 tentang pembatalan penjualan angsuran
Perusahaan SELALU KREDIT menjual barangnya dengan cara angsuran untuk
jangka waktu 12-18 bulan. Omzet penjualan selama 2013 sebesar Rp 60 juta,
dimana 60% diantaranya pada akhir tahun 2013 masih berupa piutang. Rata-rata
laba kotor tahun 2013 sebesar 30% dari penjualannya. Pada tanggal 31 Desember
2013, ternyata terdapat beberapa orang yang tidak sanggup melanjutkan
angsurannya, sehingga barang-barang tersebut dimiliki kembali oleh perusahaan.
Beban administrasi dan umum selama tahun 2012 sebasar Rp 2.5 juta, beban
pemasaran dan penjualan Rp 4 juta.

Nama-nama pelanggan yang membatalkan pembeliannya sebagai berikut:

11
Diminta:
Buatlah jurnal berdasarkan transaksi di atas dengan menggunakan metode perpetual
untuk mencatat persediaan dan buat laporan laba rugi tahun 2013?
Jawab
Piutang penjualan angsuran 60.000.000
HPP 42.000.000
penjualan angsuran 60.000.000
persediaan BD 42.000.000
(mencatat penjualan BD)
Kas 24.000.000
piutang penjualan angsuran 24.000.000
(mencatat piutang penj angsuran)
Penjualan angsuran 60.000.000
HPP 42.000.000
laba kotor yg blm direalisir 18.000.000
(mencatat laba kotor yg blm direalisir)
Laba kotor yg blm direalisir 7.200.000
realisasi laba kotor 7.200.000
(mencatat realisasi laba kotor)
Persediaan BD 525.000
Pembatalan laba kotor 288.000

12
Rugi pemilikan kembali 147.000
piutang penjualan angsuran 960.000
(mencatat Pembatalan kontrak & pemilikan kembali barang dagangan)

Perusahaan SELALU KREDIT


laporan Laba Rugi
Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2013
Penjualan angsuran Rp60.000.000
HPP (42.000.000)
Laba kotor yang belum direalisir 18.000.000
Realiasasi laba kotor (10.512.000)
Pembatalan laba kotor (288.000)
(10.800.000)
7.200.000
Beban usaha:
Beban penjualan dan pemasaran 4.000.000
Beban administrasi dan umum 2.500.000
Jumlah beban usaha (6.500.000)

13
Laba usaha 700.000
Rugi pemilikan kembali barang dagangan (147.000)
Laba bersih kena pajak 553.000

Bunga pada Penjualan Angsuran


Dalam penjualan angsuran pihak penjual biasanya juga memperhitungkan bunga
atas saldo angsuran yang belum dibayar disamping memperhitungkan laba. Bunga
dalam penjualan angsuran harus dipisahkan dari pengakuan laba kotor dari hasil
usaha bagi pihak penjual, sedangkan untuk pihak pembeli unsur bunga harus
dipisahkan dari harga perolehan dari barang angsuran yang dimilikinya.
Kebijakan perhitungan bunga dalam penjualan angsuran pada umumnya ditetapkan
dengan salah satu cara berikut ini:
1. Bunga dihitung dari sisa hutang pada setiap awal periode
2. Bunga dihitung sejak awal perjanjian sampai dengan saat pembayaran
angsuran dikalikan dengan pokok angsurannya
3. Bunga dihitung dari sisa hutang awal periode angsuran, dimana setiap
angsuran jumlahnya sama (didalammya sudah termasuk bunga dan pokok
angsuran)
4. Bunga dihitung dari sisa hutang mula-mula, sehingga jumlah bunganya
sama sejak awal sampai akhir angsuran
Contoh soal 5 tentang kebijakan perhitungan bunga pada penjualan angsuran
Tanggal 03 jaunari 2012 perusahaan RAWE-RAWE RANTAS menjual
barangnya dengan cara angsuran seharga Rp 2.500.000. uang mukanya ditentukan
sebesar 28% sisanya dibayar setiap dua bulan sekali selama setahun dengan tingkat
bunga 12% pertahun. Harga pokok barang tersebut Rp 1.500.000.
Penyelesaian:
harga jual barang Rp 2.600.000
uang muka 28% x Rp 2.500.000 700.000
sisa hutang dibayar 2 bln sekali selama 1 thn 1.800.000
jd jmlh pokok angsuran=Rp 1.800.000/6=Rp300.000

14
Angka dalam kolm angsuran bunga berasal dari:
*12% x 2bln/12bln x sisa hutang awal periode
12% x 2bln/12bln x Rp 1.800.000 = Rp 36.000
**12% 2bln/12bln x Rp 1.500.000 = Rp 30.000
Jurnal yg dibuat perusahaan (metode perpetual)
Kas Rp 700.000
Piutang penjualan angsuran Rp 1.800.000
HPP Rp 1.500.000
Penjualan Angsuran Rp 2.500.000
Persediaan barang dagangan Rp1.500.000
(mencatat penjualan angsuran)
Kas Rp 336.000
Piutang penjualan angsuran Rp 300.000
Pendapat bunga Rp 36.000

15
Angka dalam kolom angsuran bunga :
*Rp 6000 berasal dari:
12% x 2 bulan ( 1 Januari Sd 1 Maret) x pokok angsuran
12 BULAN

*Rp 18.000 berasal dari


12% x 4 bulan x pokok angsuran
12 bulan

Dan seterusnya
Jurnal yang dibuat perusahaan ( metode perpetual ):
Kas 700.000
Piutang Penjualan angsuran 1.800.000
harga pokok penjualan 1.500.000

16
Penjualan angsuran 2.500.000
Persediaan barang dagangan 1.500.000
( mencatat penjualan angsuran )
Tanggal 1 maret 2012:
Piutang bunga Rp 36.000
Pendapatan bunga Rp 36.000
(mencatat piutang bunga selama 2 bulan)
Kas 306.000
Piutang penjualan angsuran 300.000
Piutang bunga 6.000
Tanggal 1 Mei 2012:
Piutang bunga 30.000
Pendapatan bunga 30.000

Kas 312.000
Piutang penjualan angsuran 300.000
Piutang bunga 12.000
Dan seterusnya......

17
Angka Dalam Kolom Angsuran Bunga Rp36.000 berasal dari:

12% x 2bulan x sisa hutang awal periode (Rp1.800.000)


12 bulan
** Rp30.392 berasal dari :
12% x 2 bulan x sisa hutang awal periode (Rp1,514.654)
12 bulan
Dan seterusnya.............
Angka Rp.1.514.654 berasal dari = Rp1.800.000 Rp285.346
***angka yang dikolom jumlah angsuran:
Rp321.346 berasal dari = sisa utang mula-mula = Rp1.800.000
Tabel anuitet 5,601 431
#lihat anuitet pada i= 2% dan n=6

18
Angka Rp36.000 yang dikolom angsuran bunga berasal dari :
*12% x 2 bln/12 bln x pokok angsuran mula-mula (Rp1.800.000)
Jurnal Yang dibuat perusahaan (metode perpetual) :
Kas Rp700.000
Piutang Penjualan Angsuran 1.800.000
Harga Pokok Penjualan 1.500.000
Penjualan Angsuran Rp2.500.000
Persedian barang dagangan 1.500.000
(mencatat penjualan angsuran)

Kas Rp336.000
Piutang Penjualan Angsuran Rp300.000
Pendapatan Bunga 36.000
(mencatat penerimaan angsuran tanggal 1 Maret)

Penyusunan Laporan Keuangan pada Penjualan Angsuran


Penyajian informasi penjualan angsuran didalam laporan keuangan (Neraca dan
Laba rugi) tidak banyak berbeda seperti penyusunan laporan-laporan keuangan
umumnya. Pada Neraca terdapat rekening piutang penjualan angsuran dan laba

19
kotor belum direalisasi yang erat hubungannya dengan pelaksanaan penjualan
angsuran tersebut.
1. Rekening piutang penjualan angsuran
Apabila piutang penjualan angsuran dicatat sebagai golongan aktiva lancar, maka
posisinya sama dengan piutang biasa, sehingga dapat diinterpretasikan sebagai
aktiva yang dapat dikonversikan menjadi uang kas dalam siklus operasi normal
perusahaan yaitu tidak lebih dari 1 tahun. Disisi lain untuk transaksi penjualan
angsuran, realisasi piutang menjadi uang kas mungkin meliputi jangka waktu lebih
dari satu tahun.
Agar tidak ada penyimpangan dari prinsip akuntansi yang lazim, maka piutang
penjualan angsuran pada umumnya dapat dilaporkan sebagai golongan aktiva
lancar dengan memberikan penjelasan tertentu misalnya dengan melampirkan
daftar piutang penjualan angsuran dengan menyebutkan tanggal dan jangka waktu
piutang tersebut akan jatuh tempo.
2. Rekening laba kotor belum direalisasi (LKBD)
Laba kotor belum direalisasi pada neraca dapat dicantumkan sebagai rekening
penilaian (valuation account) dan mengurangi rekening piutang penjualan
angsuran atau dicantumkan sebagai rekening modal dan dicatat sebagai bagian
dari laba ditahan (retained earnings). Laba kotor belum direalisasi (LKBD) dari
penjualan angsuran biasanya disajikan dalam kelompok hutang pada neraca sebagai
pendapatan yang masih harus diterima (deferred revenue).
3. Rekening laba kotor direalisasi (LKD)
Dalam laporan perhitungan laba rugi, hasil penjualan reguler dengan penjualan
angsuran disajikan secara terpisah. Iktisar mengenai perhitungan realisasi laba
kotor dalam tahun buku yang bersangkutan, biasanya dibuat sebagai lampiran
laporan laba rugi tersebut. Pada perhitungan laba rugi, laba kotor direalisasi tahun
yang bersangkutan akan mengurangi laba kotor penjualan angsuran dan sebaliknya
laba kotor direalisasi tahun-tahun sebelumnya akan menambah laba bersih sebelum
pajak. Contoh penyajian transaksi penjualan reguler dan penjualan angsuran dapat
dilihat pada kasus diatas.
Contoh bentuk laporan keuangan pada penjualan angsuran

20
PT.SAMI NRIMO
Laporan Laba Rugi
Tahun Yang berakhir Tgl.31 Desember 2012 (dalam ribuan rupiah)
Penjualan
Uraian Jumlah
Angsuran Reguler
Penjualan XX XX XX
Harga pokok penjualan (XX) (XX) (XX)
Laba kotor XX XX XX
Laba kotor yg blm direalisasi*) (XX) --- (XX)
Realisasi laba XX XX XX
Realisasi laba kotor 2011 & 2010**) XX --- XX
Jumlah realisasi laba kotor --- --- XX
Macam-macam biaya usaha --- --- (XX)
Laba bersih kena pajak --- --- XX

*) Laba kotor yg blm direalisasi = (presentase laba kotor) X (Penerimaan piutang penjualan
angsuran)

presentase Laba kotor = (laba kotor : Penjualan angsuran) x 100%

**) Realisasi laba kotor 2011 & 2010 = Realisasi laba kotor 2011 + Realisasi laba
kotor 2010

21
Daftar Pustaka

http://zikrullahazza.blogspot.co.id/2012/08/penjualan-angsuran.html

http://mandailingjulu.blogspot.co.id/2012/10/penjualan-angsuran-barang-
dagangan.htmL

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II ABDUL

22