Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIARE PADA ANAK

DEPARTEMEN KOMUNITAS

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Komunitas

Oleh :

Amanda Kardinasari
Rahajeng Widhyasasi

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik penyuluhan : Diare


Hari/Tanggal :
Waktu :
Sasaran : Keluarga dan pasien di ruang tunggu Puskesmas Bareng
Tempat : Ruang tunggu Puskesmas Bareng
Penyuluh : Amanda Kardinasari, Rahajeng Widhyasasi

A. Latar Belakang
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi
lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga
kali atau lebih) dalam satu hari. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-
nya yang masih tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen
Kesehatan dari tahun 2000 s/d 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada tahun 2000
IR penyakit Diare 301/ 1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk, tahun
2006 naik menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk.
Kejadian Luar Biasa (KLB) diare juga masih sering terjadi. Pada tahun 2008 terjadi KLB di
69 Kecamatan dengan jumlah kasus 8133 orang, kematian 239 orang (CFR 2,94%). Tahun
2009 terjadi KLB di 24 Kecamatan dengan jumlah kasus 5.756 orang, dengan kematian 100
orang (CFR 1,74%), sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33 kecamatan dengan
jumlah penderita 4204 dengan kematian 73 orang (CFR 1,74 %.). Secara klinis penyebab
diare dapat dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri,
virus atau infestasi parasit), malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan sebab-
sebab lainnya.
Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare
yang disebabkan infeksi dan keracunan. Selain itu lingkungan merupakan salah satu faktor
yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare, hal ini dikarenakan lingkungan memiliki
peran penting terhadap perkembangan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan diare.
Lingkungan yang bersih dan sehat akan sedikit dan jarang menimbulkan penyakit karena
virus dan bakteri akan jarang ditemukan pada lingkungan yang bersih dan sehat. Dan
sebaliknya, lingkungan yang tidak sehat akan banyak menimbulkan dampak bagi yang
menempati lingkungan tersebut, hal ini dikarenakan banyaknya virus dan bakteri yang
berkembang biak di dalam lingkungan yang tidak sehat dan tercemar.
Penanganan diare yang dapat dilakukan di rumah tangga bertujuan mencegah
dehidrasi (kekurangan cairan) dan malnutrisi. Penderita dengan diare tanpa tanda-tanda
dehidrasi (kekurangan cairan) memerlukan tambahan cairan dan garam untuk mengganti
kehilangan cairan dan elektrolit akibat.

B. Tujuan Instruksional
1. Tujuan umum
Setelah diadakan penyuluhan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan pasien
dan keluarga pasien tentang diare.
2. Tujuan khusus
Setelah mendapat penyuluhan, diharapkan peserta mampu dapat mengetahui:
1) Pengertian diare
2) Penyebab diare
3) Tanda diare
4) Pencegahan diare
5) Komplikasi diare
6) Penanganan diare
C. Materi Penyuluhan
1) Pengertian diare
2) Penyebab diare
3) Tanda diare
4) Pencegahan diare
5) Komplikasi diare
6) Penanganan diare

1. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah keluaga pasien dan pasien di ruang tunggu Puskesmas
Bareng MAlang
2. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab
3. Media
Media yang digunakan adalah ppt dan leaflet

4. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Metode Media
Peserta
Pembukaan 5 - Memberi salam Menjawab Ceramah -
menit - Perkenalan diri salam,
- Menjelaskan Mendengarkan
tujuan edukasi dan
- Menyebutkan memperhatikan
kontrak waktu
- Menyebutkan
materi/pokok
bahasan yang
akan
disampaikan
- Mereview
pengetahuan
peserta

Pelaksanaan 15 - Menjelaskan Menyimak dan Tanya PPT


menit pengertian diare memperhatikan jawab,
- Menjelaskan ceramah
penyebab diare
- Menjelaskan
tanda diare
- Menjelaskan
pencegahan
diare
- Menjelaskan
komplikasi diare
- Menjelaskan
pengobatan diare
Tanya Jawab 5 - Memberikan Mengajukan Tanya PPT,
menit tawaran bagi pertanyaan jawab Leaflet
klien untuk
bertanya
- Memberikan
timbal balik
terhadap
pertanyaan yang
diberikan
Evaluasi 2 - Memberikan Menjawab - -
menit pertanyaan pertanyaan
evaluasi evaluasi yang
diberikan
Penutup 2 - Memberikan Memperhatikan Ceramah -
menit kesimpulan dan menjawab
tentang salam
penyuluhan yang
disampaikan
- Mengucapkan
terima kasih
- Mengucapkan
salam

5. Evaluasi
1. Struktur
a. Peserta hadir tepat waktu ditempat penyuluhan
b. Peserta datang sesui dengan target
c. Tempat kegiatan penyuluhan sudah siap
d. Media yang digunakan untuk penyuluhan sudah siap
2. Proses :
a. Seluruh peserta penyuluhan memperhatikan dengan baik.
b. Seluruh peserta penyuluhan mengikuti rangkaian pendidikan kesehatan dari
awal sampai akhir.
c. Seluruh peserta penyuluhan terlihat antusias mengikuti kegiatan pendidikan
kesehatan.
d. Peserta penyuluhan berperan aktif di dalam kegiatan pendidikan kesehatan dan
terjadi proses tanya jawab dengan baik.
3. Hasil
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan peserta diharapkan mengerti dan memahami
tentang :
1. Pengertian diare
2. Penyebab diare
3. Tanda diare
4. Pencegahan diare
5. Komplikasi diare
6. Penanganan diare
6. Materi (lampiran)
7. Daftar pustaka
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/MENKES/SK/IX/2008
Tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Menteri Kesehatan
Republik Indonesia.
2. Manual Pelaksanaan Program Sanitasi Total & Pemasaran Sanitasi (2008).
3. Abdoerrachman,M.H, dkk. Ilmu Kesehatan Anak 1. Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1985
4. Hendarwanto, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Balai Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1996
5. Hiswani, Diare Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Masyarakat Yang
Kejadiannya Sangat Erat Dengan Keadaan Sanitasi Lingkungan. USU Digital Library,
Universitas Sumatera Utara. 2003

Lampiran I
MATERI
DIARE PADA ANAK
Apa itu diare?
Buang air besar dengan tinja yang berbentuk cair/setengah cair dan dapat
berlangsung lebih dari tiga kali sehari.

Kenapa bisa sakit diare?


a. Ada bakteri, virus, dan jamur dalam makanan atau minuman.
b. Usus tidak bias menyerap susu
c. Diare bisa berasal dari keracunan, misalnya keracunan makanan yang kadaluarsa,
atau makanan/ minuman yang tidak layak konsumsi.
Apa tanda penyakit diare?
a. BAB encer
b. Sering BAB lebih dari 3 x sehari atau lebih.
c. Dubur terluka karena sering bolak-balik buang air besar.
d. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur empedu
e. Anak menjadi cengeng dan gelisah.
f. Peningkatan suhu tubuh.
g. Berat badan turun drastic.
h. Haus berlebihan

Bagaimana mencegah diare?


a. Menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
b. Buang air besar di WC.
c. Biasakan cuci tangan pakai sabun.
d. Berikan ASI eksklusif sesuai umur anak.

Apa yang terjadi bila telat menangani diare?


a. Gangguan pertumbuhan
b. Kematian

Bagaimana cara mengobati diare?


a. Berikan oralit
b. Perbanyak minum air putih
c. Konsumsi makanan yang bergizi
d. Bila sakit berlanjut segera bawa ke dokter/puskesmas